Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kesaksian bagi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

4. Apa yang dimaksud dengan doa yang benar?

Firman Tuhan yang Relevan:

Apa artinya sungguh-sungguh berdoa? Itu berarti mengucapkan kata-kata di dalam hatimu kepada Tuhan, dan bersekutu dengan Tuhan setelah memahami kehendak-Nya dan berdasarkan firman-Nya; itu berarti merasa sangat dekat dengan Tuhan, merasa bahwa Dia ada di depanmu, dan bahwa ada sesuatu yang akan engkau katakan kepada-Nya; dan itu berarti menjadi sangat bahagia di dalam hatimu, dan merasa bahwa Tuhan itu sangat indah. Engkau akan merasa sangat terinspirasi, dan setelah mendengar kata-katamu, saudara-saudarimu akan merasa bersyukur, mereka akan merasa bahwa yang engkau ucapkan adalah kata-kata di dalam hati mereka, kata-kata yang ingin mereka ucapkan, dan bahwa apa yang engkau katakan mewakili apa yang akan mereka katakan. Inilah arti sungguh-sungguh berdoa. Setelah engkau sungguh-sungguh berdoa, di dalam hatimu engkau akan merasa damai, dan bersyukur; kekuatan untuk mengasihi Tuhan akan bangkit, dan engkau akan merasa bahwa tidak ada apa pun di seluruh hidupmu yang lebih berharga atau penting daripada mengasihi Tuhan—dan semua ini akan membuktikan bahwa doamu sudah efektif.

Dikutip dari "Tentang Penerapan Doa"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Standar terendah yang Tuhan tuntut dari manusia adalah mereka dapat membuka hati mereka kepada-Nya. Jika manusia memberikan isi hatinya yang sesungguhnya kepada Tuhan dan mengatakan yang sebenarnya ada dalam hatinya kepada Tuhan, Tuhan bersedia bekerja di dalam diri manusia; Tuhan tidak menginginkan hati manusia yang bengkok, melainkan hati yang murni dan tulus. Jika manusia tidak sungguh-sungguh menyampaikan isi hatinya kepada Tuhan, Tuhan tidak menjamah hati manusia, atau bekerja di dalam dirinya. Dengan demikian, hal yang paling penting dalam berdoa adalah mengucapkan isi hatimu yang tulus kepada Tuhan, memberi tahu Tuhan tentang kelemahan atau watak pemberontakmu dan sepenuhnya membuka dirimu kepada Tuhan. Hanya setelah itu Tuhan akan tertarik pada doa-doamu; jika tidak, Tuhan akan menyembunyikan wajah-Nya darimu.

Dikutip dari "Tentang Penerapan Doa"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Terkadang, berpaling kepada Tuhan tidak berarti meminta Tuhan untuk melakukan sesuatu menggunakan perkataan tertentu, atau meminta bimbingan atau perlindungan tertentu kepada-Nya. Sebaliknya, ketika orang menemukan suatu masalah, mereka dapat memanggil Dia dengan tulus. Jadi, apa yang Tuhan lakukan ketika orang memanggil-Nya? Ketika hati seseorang tergerak dan mereka berpikir: "Ya Tuhan, aku tidak dapat melakukan ini sendiri. Aku tidak tahu bagaimana melakukannya, dan aku merasa lemah dan berpikir negatif." Apakah Tuhan tahu tentang hal itu? Ketika semua pikiran ini muncul di dalam diri manusia, apakah hati mereka tulus? Ketika mereka memanggil Tuhan dengan tulus seperti ini, apakah Tuhan setuju untuk membantu mereka? Terlepas dari kenyataan bahwa mereka mungkin tidak mengucapkan sepatah kata pun, mereka menunjukkan ketulusan, dan karenanya Tuhan setuju untuk membantu mereka. Ketika seseorang menghadapi masalah yang sangat sulit, ketika mereka tidak memiliki siapa pun untuk berpaling dan mereka merasa sangat tidak berdaya, mereka menaruh satu-satunya harapan mereka pada Tuhan. Seperti apa doa mereka? Bagaimana keadaan pikiran mereka? Apakah mereka tulus? Apakah ada kepalsuan pada saat itu? Hanya jika engkau memercayai Tuhan seolah-olah Dia adalah orang terakhir yang engkau harapkan untuk menyelamatkan hidupmu, dengan berharap bahwa Dia akan membantumu, berarti hatimu tulus. Meskipun engkau mungkin tidak banyak bicara, hatimu telah tergerak. Artinya, engkau memberikan hati yang tulus kepada Tuhan, dan Tuhan mendengarkan. Ketika Tuhan melihat kesulitanmu, Dia akan mencerahkanmu, membimbingmu, dan membantumu.

Dikutip dari "Orang Beriman Pertama-tama Perlu Memahami

yang Sebenarnya Mengenai Tren Kejahatan di Dunia"

dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Doa bukanlah urusan menjalankan formalitas, atau mengikuti prosedur, atau melafalkan firman Tuhan, yang berarti, doa tidak berarti mengulang kata-kata dan meniru orang lain. Dalam doa, engkau harus menyerahkan hatimu kepada Tuhan, berbagi kata-kata di dalam hatimu kepada Tuhan sehingga engkau dapat dijamah oleh Tuhan. Agar doamu efektif, maka doamu harus didasarkan pada pembacaan firman Tuhan. Hanya dengan berdoa di tengah firman Tuhan, engkau akan dapat menerima lebih banyak pencerahan dan penerangan. Doa yang sungguh-sungguh terlihat dari hati yang merindukan persyaratan yang dibuat oleh Tuhan, dan kesediaan memenuhi persyaratan ini; engkau dapat membenci semua yang dibenci Tuhan, dengan landasan ini engkau akan memiliki pengetahuan, dan akan mengetahui dan jelas tentang kebenaran yang dijelaskan oleh Tuhan. Memiliki tekad, dan iman, serta pengetahuan, dan jalan untuk dijalani setelah berdoa—hanya inilah doa yang sungguh-sungguh, dan hanya doa seperti ini yang bisa efektif. Namun doa harus dibangun di atas dasar menikmati firman Tuhan dan bersekutu dengan Tuhan dalam firman-Nya, hatimu mampu mencari Tuhan dan damai di hadapan Tuhan. Doa seperti itu telah mencapai titik persekutuan sejati dengan Tuhan.

Dikutip dari "Tentang Penerapan Doa"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Aku berharap saudara dan saudari dapat sungguh-sungguh berdoa setiap hari. Namun ini bukan kepatuhan kepada doktrin, melainkan dampak yang harus dicapai. Apakah engkau bersedia mengorbankan sedikit waktu tidur dan kepuasan, mengucapkan doa pagi di waktu fajar dan kemudian menikmati firman Tuhan? Jika engkau berdoa dan makan dan minum firman Tuhan, dengan cara ini, dengan hati yang murni, engkau akan lebih diterima oleh Tuhan. Jika engkau melakukannya setiap hari, memberikan hatimu kepada Tuhan setiap hari dan berbicara dengan Tuhan, pengetahuanmu tentang Tuhan pasti meningkat, dan engkau akan lebih mampu memahami kehendak Tuhan. Engkau harus mengatakan: "Ya Tuhan! Aku ingin melaksanakan tugasku. Agar Engkau dapat dimuliakan di dalam diri kami, dan dapat menikmati kesaksian di dalam diri kami, kelompok orang ini, aku hanya bisa mengabdikan seluruh diriku kepada-Mu. Aku mohon agar Engkau bekerja di dalam diri kami, sehingga aku dapat sungguh-sungguh mengasihi dan menyenangkan Engkau, dan membuat Engkau menjadi tujuan yang ingin kucapai." Ketika engkau dikuasai oleh beban ini, Tuhan pasti akan membuat engkau sempurna; engkau seharusnya tidak hanya berdoa untuk dirimu sendiri, tetapi juga demi melaksanakan kehendak Tuhan, dan demi mengasihi Dia. Seperti itulah doa yang paling sungguh-sungguh.

Dikutip dari "Tentang Penerapan Doa"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Kutipan Khotbah dan Persekutuan untuk Referensi:

Ada beberapa hasil yang harus muncul dari persekutuan yang sejati dengan Tuhan: yang pertama, pada saat bersekutu dengan Tuhan, kita jadi mengetahui kebenaran tentang kerusakan kita dan esensi dari natur kita, dan dengan demikian hasil yang diperoleh adalah kita mengenal diri kita sendiri. Di hadirat Tuhan, kita harus sering merenungkan hal-hal yang telah kita lakukan agar tahu apakah hal-hal itu benar-benar sesuai dengan kehendak Tuhan dan agar tahu apa sebenarnya yang menjadi sandaran hidup kita. Jika kita telah hidup berdasarkan firman Tuhan, maka itu adalah kesaksian untuk masuk ke dalam kehidupan. Jika kita telah hidup berdasarkan falsafah Iblis, maka itu adalah ungkapan natur si Iblis, yang dianggap sebagai suatu pelanggaran. Yang kedua, saat bersekutu dengan Tuhan, kita tidak hanya memperoleh pengetahuan yang benar tentang diri kita sendiri, tetapi juga memperoleh pengetahuan yang benar tentang Tuhan, yang merupakan hasil yang diperoleh dari persekutuan dengan Tuhan. Setelah memperoleh pengetahuan yang benar tentang Tuhan, di hati kita akan muncul keinginan untuk menghormati Tuhan, menaati Tuhan dan mengasihi Tuhan, yang pada akhirnya akan memunculkan dalam diri kita tekad untuk melayani Tuhan. Ini adalah hasil yang diperoleh dari mengenal Tuhan, dan juga merupakan hasil yang diperoleh dari bersekutu dengan Tuhan. Jika kita tidak mencapai hasil-hasil ini dalam persekutuan kita dengan Tuhan, itu sudah cukup membuktikan bahwa kita belum memasuki jalan yang benar dalam doa-doa kita, dan bahwa kita belum benar-benar bersekutu dengan Tuhan. Beberapa orang berkata: "Aku sudah berdoa selama bertahun-tahun, apa itu berarti bahwa aku sedang bersekutu dengan Tuhan dalam doa?" Maka engkau harus mengukur ini berdasarkan hasil-hasil tersebut. Sudahkah engkau memperoleh hasil mengenal dirimu sendiri dalam doa-doamu? Sudahkah engkau mencapai hasil dari mencari kehendak Tuhan dan kebenaran? Sudahkah engkau memperoleh hasil dari menaati Tuhan? Sudahkah engkau memperoleh hasil dari menghormati Tuhan? Sudahkah engkau memperoleh hasil dari mengasihi Tuhan? Jika engkau belum memperoleh satu pun dari hasil-hasil ini, maka doa-doamu itu hampa, semua itu tidak berarti, dan engkau sama sekali tidak berada dalam persekutuan yang sejati dengan Tuhan.

Dikutip dari "Tujuan dan Pentingnya Hubungan Dengan Tuhan dalam Doa"

dalam "Khotbah dan Persekutuan tentang Jalan Masuk

ke Dalam Kehidupan V"

Sebelumnya:Bagaimana orang harus mengalami penghakiman dan hajaran Tuhan agar dapat diselamatkan?

Selanjutnya:Bagaimana kita dapat membangun hubungan yang normal dengan Tuhan?

media terkait