Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kesaksian bagi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

20. Apa yang dimaksud dengan orang tidak percaya?

Firman Tuhan yang Relevan:

Karena engkau percaya kepada Tuhan, engkau harus beriman dalam semua firman Tuhan dan dalam semua pekerjaan-Nya. Dengan kata lain, karena engkau percaya kepada Tuhan, engkau harus menaati-Nya. Jika engkau tidak dapat melakukan hal ini, dapat dipertanyakan apakah engkau percaya kepada Tuhan. Jika engkau sudah bertahun-tahun percaya kepada Tuhan, tetapi belum pernah menaati-Nya atau menerima semua perkataan-Nya, tetapi engkau malah meminta Tuhan untuk tunduk kepadamu dan bertindak sesuai dengan gagasan-gagasanmu, maka engkau adalah orang yang paling pemberontak, dan engkau bukan orang percaya. Bagaimana orang seperti ini dapat menaati pekerjaan dan perkataan Tuhan yang tidak selaras dengan gagasan-gagasan manusia?

Dikutip dari "Orang-Orang yang Menaati Tuhan dengan Hati yang Benar

Pasti Akan Didapatkan oleh Tuhan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Semua orang yang memiliki pemahaman yang salah akan firman Tuhan adalah orang yang tidak percaya. Mereka tidak memiliki pengetahuan nyata, apalagi tingkat pertumbuhan yang nyata; namun hanya orang-orang bodoh tanpa kenyataan. Artinya, mereka yang hidup di luar hakikat firman Tuhan adalah orang-orang yang tidak percaya. Mereka yang dianggap tidak percaya oleh manusia adalah celaka di mata Tuhan, dan mereka yang dianggap tidak percaya oleh Tuhan adalah mereka yang tidak memiliki firman Tuhan sebagai hidup mereka. Oleh karena itu, mereka yang tidak memiliki kenyataan firman Tuhan dan yang gagal menghidupi firman Tuhan adalah orang yang tidak percaya.

Dikutip dari "Melakukan Kebenaran Semata Berarti Memiliki Kenyataan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Ada beberapa orang yang kepercayaannya tidak pernah diakui dalam hati Tuhan. Dengan kata lain, Tuhan tidak mengakui bahwa orang-orang ini adalah pengikut-Nya, karena Tuhan tidak memuji kepercayaan mereka. Karena orang-orang ini, tidak peduli berapa tahun mereka telah mengikuti Tuhan, gagasan dan pandangan mereka tidak pernah berubah. Mereka seperti orang-orang tidak percaya, yang menaati prinsip dan cara orang-orang tidak percaya dalam melakukan banyak hal, menaati hukum bertahan hidup dan kepercayaan mereka. Mereka tidak pernah menerima firman Tuhan sebagai hidup mereka, tidak pernah percaya bahwa firman Tuhan adalah kebenaran, tidak pernah bermaksud menerima keselamatan dari Tuhan, dan tidak pernah mengakui Tuhan sebagai Tuhan mereka. Mereka menganggap percaya kepada Tuhan sebagai semacam hobi amatir, memperlakukan Tuhan semata-mata sebagai makanan rohani, sehingga mereka berpikir tidak layak mencoba untuk memahami watak Tuhan, atau esensi Tuhan. Engkau bisa mengatakan bahwa semua yang berkaitan dengan Tuhan yang sejati tidak ada kaitan dengan semua orang ini. Mereka tidak tertarik, dan mereka enggan menanggapi. Ini karena dalam lubuk hati mereka, ada suara intens yang selalu mengatakan kepada mereka: Tuhan tidak terlihat dan tidak tersentuh, dan Tuhan tidak ada. Mereka percaya bahwa mencoba memahami Tuhan semacam ini tidak sepadan dengan upaya mereka; itu seperti membodohi diri mereka sendiri. Mereka hanya mengakui Tuhan dalam perkataan, dan tidak mengambil sikap yang nyata. Mereka juga tidak melakukan apa pun dalam hal praktis, berpikir bahwa mereka cukup pintar. Bagaimana Tuhan memandang orang-orang ini? Dia memandang mereka sebagai orang-orang tidak percaya. Beberapa orang bertanya: "Bisakah orang-orang tidak percaya membaca firman Tuhan? Bisakah mereka melakukan tugas mereka? Bisakah mereka mengatakan firman ini: 'Aku akan hidup untuk Tuhan'?" Apa yang sering orang lihat adalah penampilan permukaan orang, bukan esensinya. Namun Tuhan tidak melihat penampilan permukaan; Dia hanya melihat esensi batiniah mereka. Karena itu, Tuhan memiliki sikap semacam ini, definisi semacam ini, terhadap orang-orang ini.

Dikutip dari "Bagaimana Mengetahui Watak Tuhan

dan Hasil Pekerjaan-Nya"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebagian orang tidak bersukacita dalam kebenaran, apalagi penghakiman. Sebaliknya, mereka bersukacita dalam kekuasaan dan kekayaan; orang-orang seperti itu bisa dianggap sombong. Mereka secara eksklusif mencari denominasi-denominasi berpengaruh di dunia dan para pendeta serta pengajar yang berasal dari seminari. Meskipun telah menerima jalan kebenaran, mereka tetap skeptis dan tidak dapat mengabdikan diri sepenuhnya. Mereka bicara tentang pengorbanan untuk Tuhan, tetapi mata mereka berfokus pada para pendeta dan pengajar yang termasyhur, dan Kristus diremehkan. Hati mereka diisi dengan ketenaran, kemakmuran, dan kemuliaan. Mereka sama sekali tidak percaya bahwa orang yang begitu kecil mampu menaklukkan begitu banyak orang, bahwa orang yang biasa-biasa saja mampu menyempurnakan orang-orang. Mereka sama sekali tidak percaya bahwa orang-orang yang hina di antara debu dan lumpur ini adalah orang-orang yang dipilih Tuhan. Mereka percaya bahwa jika orang-orang seperti itu adalah sasaran keselamatan Tuhan, langit dan bumi akan terbalik dan semua orang akan tertawa terbahak-bahak. Mereka percaya bahwa jika Tuhan memilih orang-orang hina untuk disempurnakan, berarti orang-orang hebat itu akan menjadi Tuhan. Perspektif mereka tercemar oleh ketidakpercayaan; memang, jauh dari ketidakpercayaan, mereka adalah binatang yang tidak masuk akal. Karena mereka hanya menghargai jabatan, gengsi, dan kekuasaan; apa yang mereka junjung tinggi adalah kelompok dan denominasi yang besar. Mereka sama sekali tidak menghormati orang-orang yang dipimpin oleh Kristus; mereka benar-benar pengkhianat yang telah berpaling dari Kristus, dari kebenaran, dan hidup.

Apa yang engkau kagumi bukanlah kerendahan hati Kristus, tetapi gembala-gembala palsu yang berkedudukan menonjol. Engkau tidak mengasihi keindahan ataupun hikmat Kristus, tetapi menyukai orang-orang cabul yang bersekutu dengan dunia yang keji. Engkau tertawa atas penderitaan Kristus yang tidak memiliki tempat untuk meletakkan kepala-Nya, tetapi mengagumi mayat-mayat yang merebut persembahan dan hidup dalam pesta pora. Engkau tidak bersedia menderita bersama Kristus, tetapi dengan senang hati pergi ke pelukan para antikristus yang sembrono itu meskipun mereka hanya memberimu daging, huruf-huruf tertulis, dan kendali. Bahkan sekarang pun hatimu masih mengarah kepada mereka, pada reputasi mereka, status mereka, dan pengaruh mereka. Dan lagi engkau terus memiliki sikap yang menganggap pekerjaan Kristus terlalu berat untuk dipahami dan engkau tidak bersedia menerimanya. Inilah mengapa Aku berkata bahwa engkau tidak memiliki iman untuk mengakui Kristus. Alasanmu mengikut Dia sampai hari ini adalah sepenuhnya karena engkau tidak punya pilihan lain. Di dalam hatimu, selamanya menjulang banyak gambaran mulia; engkau tidak dapat melupakan setiap kata dan perbuatan mereka, juga perkataan serta tangan mereka yang berpengaruh. Di dalam hati engkau semua, mereka semua selamanya agung dan selamanya pahlawan. Tetapi tidaklah demikian bagi Kristus zaman sekarang. Di dalam hatimu, Dia selamanya tidak memiliki arti dan selamanya tidak layak untuk dihormati. Karena Dia terlalu biasa, pengaruhnya terlalu kecil, dan jauh dari mulia.

Bagaimanapun juga, Aku mengatakan bahwa semua orang yang tidak menghargai kebenaran adalah orang-orang tidak percaya dan pengkhianat kebenaran. Orang-orang seperti itu tidak akan pernah menerima perkenanan Kristus.

Dikutip dari "Apakah Engkau Seorang Percaya Sejati?"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Jika, dalam kepercayaan mereka kepada Tuhan, orang-orang jarang hidup di hadirat Tuhan, mereka tidak memiliki rasa takut kepada Tuhan di dalam hati mereka, dan karenanya tidak mampu menjauhi kejahatan. Ini semua berkaitan. Jika hatimu sering hidup di hadirat Tuhan, engkau akan terkendali dan akan takut kepada Tuhan dalam berbagai hal. Engkau tidak akan bertindak terlalu jauh atau melakukan apa pun yang buruk. Engkau tidak akan melakukan apa yang dibenci oleh Tuhan dan tidak akan mengucapkan perkataan yang tidak masuk akal. Jika engkau menerima pengamatan Tuhan, dan menerima disiplin Tuhan, engkau akan menghindar dari melakukan banyak hal jahat—dan dengan demikian, engkau pun akan menjauhi kejahatan, bukan? Jika, dalam kepercayaanmu kepada Tuhan, engkau sering berada dalam keadaan bingung, tidak tahu apakah Tuhan ada di hatimu, tidak tahu apa yang ingin engkau lakukan di dalam hatimu, dan jika engkau tidak mampu menjadi tenang di hadirat Tuhan, dan tidak berdoa kepada Tuhan atau mencari kebenaran ketika sesuatu terjadi padamu, jika engkau sering bertindak sesuai dengan kehendakmu sendiri, hidup sesuai dengan watak iblismu dan menunjukkan watak sombongmu, dan jika engkau tidak menerima pengawasan atau disiplin Tuhan, dan engkau tidak mematuhi Tuhan, orang-orang seperti ini selalu hidup di hadirat Iblis dan dikendalikan oleh watak iblis mereka. Karena itu, orang-orang seperti ini tidak memiliki sedikit pun penghormatan kepada Tuhan. Mereka memang tidak mampu menjauhi kejahatan, dan walaupun mereka tidak melakukan hal-hal jahat, semua yang mereka pikirkan tetap jahat, dan itu tidak berhubungan dengan kebenaran dan bertentangan dengan kebenaran. Jadi, apakah orang-orang seperti ini pada dasarnya tidak memiliki hubungan dengan Tuhan? Meskipun mereka diperintah oleh Tuhan, mereka tidak pernah melapor ke hadirat Tuhan, mereka tidak pernah memperlakukan Tuhan sebagai Tuhan, mereka tidak pernah memperlakukan Tuhan sebagai Pencipta yang memerintah mereka, mereka tidak pernah mengakui bahwa Tuhan adalah Tuhan mereka dan Penguasa mereka, dan mereka tidak pernah berniat menyembah Tuhan dengan hati mereka. Orang-orang seperti ini tidak mengerti apa artinya takut kepada Tuhan, dan mereka mengira melakukan kejahatan adalah hak mereka, dengan mengatakan: "Aku akan melakukan apa yang kuinginkan. Aku akan menangani urusanku sendiri; urusanku tidak tergantung pada orang lain." Mereka mengira bahwa melakukan kejahatan adalah hak mereka, dan mereka memperlakukan iman kepada Tuhan sebagai semacam mantra, sebagai bentuk upacara. Bukankah hal ini membuat mereka menjadi orang tak beriman? Mereka orang-orang yang tidak beriman!

Dikutip dari "Hanya Jika Engkau Selalu Hidup di Hadirat Tuhan,

Engkau Dapat Menempuh Jalan Keselamatan"

dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Kutipan Khotbah dan Persekutuan untuk Referensi:

Setiap orang di dalam keluarga Tuhan percaya kepada Tuhan. Akan tetapi, ada satu jenis orang yang, meskipun mengklaim bahwa mereka percaya kepada Tuhan, di dalam hatinya mereka memiliki keraguan tentang keberadaan Tuhan, tentang fakta bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu, tentang kekuasaan Tuhan atas segala sesuatu, tentang inkarnasi Tuhan, tentang firman Tuhan dan tentang kebenaran. Dalam satu aspek mereka tidak mampu memastikan apakah hal-hal ini benar atau tidak. Dalam aspek lainnya mereka masih ragu, masih menganggap bahwa hal-hal ini mustahil. Apa yang mereka percayai di dalam hati mereka? Mereka percaya pada segala sesuatu yang ada di dunia materiel. Mereka percaya segala sesuatu yang bisa mereka lihat, dan mereka percaya segala sesuatu yang bisa mereka sentuh. Mereka bersikap penuh curiga terhadap apa pun yang tidak dapat dilihat oleh mata mereka, bahkan sampai-sampai tidak mau mengakuinya. Jenis orang seperti ini hanya sebutannya saja orang yang percaya kepada Tuhan, tetapi pada kenyataannya mereka hanyalah orang-orang yang tidak percaya. Aku pernah mendengar bahwa di agama barat, 25% pendetanya, yaitu pada dasarnya 1 dari 4 orang pendeta, tidak percaya bahwa Tuhan Yesus dikandung oleh Roh Kudus, dan mereka memendam sedikit keraguan mengenai Alkitab. Di antara para pendeta negara-negara barat, ada sedemikian banyaknya yang bukan orang percaya. Terutama jika berbicara mengenai inkarnasi Tuhan yang kedua kali, mereka bahkan lebih lagi menentangnya. Mereka percaya bahwa Tuhan hanya ada di surga dan bahwa Tuhan tidak akan pernah bekerja di antara manusia. Sebagai akibatnya, siapa pun yang berkata bahwa Tuhan telah datang akan dituduh oleh sebagian besar pendeta negara-negara barat sebagai penganut ajaran sesat. Bukankah menurutmu orang-orang ini adalah orang-orang tidak percaya? Mereka adalah orang-orang tidak percaya. Orang-orang tidak percaya tidak percaya pada pekerjaan Roh Kudus. Mereka berkata, "Ini adalah buah pikiran manusia. Hati manusia bisa terinspirasi sejenak dan terkadang menjadi tercerahkan. Tetapi ini tidak ada hubungannya dengan pekerjaan Roh Kudus." Mereka juga tidak percaya pada pekerjaan Roh Kudus. Selain itu, mereka tidak percaya bahwa firman Tuhan itu diucapkan oleh Tuhan. Mereka berkata, "Perkataan-perkataan ini diucapkan oleh manusia. Siapa yang pernah melihat Tuhan mengucapkan perkataan-perkataan ini? Bagaimana mungkin Tuhan mengatakan semua ini? Ini diucapkan oleh manusia." Semua orang yang tidak percaya akan inkarnasi Tuhan ataupun pekerjaan Roh Kudus, dan bahkan tidak percaya bahwa firman Tuhan dinyatakan oleh Tuhan atau Roh Tuhan, adalah orang-orang tidak percaya. Seberapa pun tulusnya mereka mengakui kepercayaan mereka kepada Tuhan, mereka adalah orang-orang tidak percaya. Seorang tidak percaya bukanlah orang yang mengklaim bahwa mereka tidak percaya kepada Tuhan. Mereka berkata bahwa mereka percaya kepada Tuhan dengan mulut mereka, tetapi hati mereka tidak percaya. Inilah arti dari menjadi orang tidak percaya, dan mereka juga bisa dikatakan sebagai penipu.

Dikutip dari "Bagaimana Membedakan Setiap Jenis Orang"

dalam "Khotbah dan Persekutuan tentang Jalan Masuk

ke Dalam Kehidupan III"

Esensi orang Farisi adalah kemunafikan. Mereka percaya kepada Tuhan tetapi tidak mengasihi kebenaran atau mencari hidup. Mereka hanya memercayai Tuhan yang semu di surga dan pandangan serta imajinasi mereka sendiri, tetapi mereka tidak percaya atau mengakui inkarnasi Kristus. Intinya, mereka semua orang tak beriman. Keyakinannya kepada Tuhan hanya meneliti teologi, dan iman kepada Tuhan dianggap wujud pengetahuan untuk penelitian. Penghasilan hidup mereka bergantung pada meneliti Alkitab dan teologi. Dalam hati mereka, Alkitab adalah sumber mata pencaharian. Mereka pikir, semakin pintar menjelaskan pengetahuan alkitabiah dan teori teologi, akan semakin banyak orang yang memuja mereka, jadi mereka dapat berdiri lebih tinggi dan lebih kokoh di atas mimbar, dan status mereka pun akan lebih stabil. Karena orang Farisi hidup demi status dan mata pencaharian mereka, dan muak serta membenci kebenaran, maka saat Tuhan Yesus menjadi daging dan datang untuk bekerja, mereka mempertahankan pandangan serta pengetahuan alkitabiah mereka demi melindungi status dan mata pencaharian mereka sendiri, dengan sekuat tenaga menentang dan mengecam Tuhan Yesus serta melawan Tuhan. ...

Dalam agama, semua orang yang percaya kepada Tuhan ada di bawah kendali Farisi, sepenuhnya mengikuti dan mendengarkan mereka. Seperti orang Farisi, mereka hanya belajar Alkitab dan teologi, hanya memerhatikan pemahaman pengetahuan alkitabiah dan teori teologi, tidak pernah fokus mencari kebenaran atau melakukan firman Tuhan. Seperti orang Farisi, mereka hanya percaya Tuhan yang semu di surga, tidak percaya kepada inkarnasi Kristus di akhir zaman—Tuhan Yang Mahakuasa. Sedahsyat dan seberkuasa apa pun kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa, mereka mempertahankan pandangan dan imajinasinya, mengikuti pendeta dan penatua menentang Tuhan Yang Mahakuasa. Tak perlu diragukan, orang-orang itu sejenis dengan orang Farisi, dan mengikuti jalan orang Farisi yang menentang Tuhan! Andaipun orang-orang itu tidak mengikuti orang Farisi, mereka tetap saja sejenis dengan orang Farisi dan juga keturunan orang Farisi karena sifat dan hakikat mereka sama saja. Mereka orang tak beriman yang hanya percaya diri sendiri tetapi tidak mengasihi kebenaran! Mereka adalah antikristus yang benci kebenaran dan melawan Kristus!

Dikutip dari "Pertanyaan dan Jawaban Klasik

mengenai Injil Kerajaan"

Sebelumnya:Apa yang dimaksud dengan kemunafikan?

Selanjutnya:Apa yang dimaksud dengan mengikuti Tuhan?

media terkait