Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Bagaimana Engkau Seharusnya Menempuh Bagian Jalan Terakhir

Engkau sekalian sekarang berada di bagian jalan terakhir, dan inilah bagian jalan yang sangat penting. Mungkin engkau telah mengalami cukup banyak penderitaan, melakukan banyak pekerjaan, menempuh banyak jalan, dan mendengarkan banyak khotbah, dan tidak mudah untuk berhasil menjalaninya sampai sekarang. Jika engkau tidak dapat menanggung penderitaan yang ada di depanmu, dan jika engkau terus melanjutkan seperti yang engkau lakukan di masa lalu, engkau tidak dapat disempurnakan. Ini bukan untuk menakut-nakutimu—ini kenyataan. Setelah Petrus menjalani sedikit pekerjaan Tuhan, dia memperoleh sedikit wawasan dan banyak kebijaksanaan. Dia juga memahami sedikit prinsip pelayanan, dan kemudian dia dapat sepenuhnya mengabdi pada apa yang Yesus percayakan kepadanya. Pemurnian besar yang dia terima sebagian besar adalah karena hal-hal yang dia lakukan. Dia merasa bahwa dia terlalu banyak berutang kepada Tuhan, dan dia tidak akan pernah mampu melunasi utang kepada-Nya. Dia mengakui bahwa umat manusia sangat rusak, sehingga dia merasa bersalah. Yesus telah mengatakan banyak hal kepadanya, dan pada saat itu dia hanya memiliki sedikit pemahaman. Kadang-kadang dia masih melakukan perlawanan dan pemberontakan. Setelah Yesus dipaku di kayu salib, dia akhirnya mengalami sedikit kebangkitan, dan dia merasa sangat bersalah. Pada akhirnya, dia sampai pada tahap di mana dia tidak bisa menerima gagasan tidak benar apa pun yang dimilikinya. Dia tahu keadaannya sendiri dengan sangat baik, dan dia juga tahu dengan baik kekudusan Tuhan. Karena itu, hati yang penuh kasih kepada Tuhan semakin tumbuh di dalam dirinya, dan dia lebih fokus pada hidupnya sendiri. Karena ini dia menderita kesusahan yang besar, dan meskipun terkadang dia seolah-olah menderita penyakit berat dan bahkan sepertinya berada di ambang kematian, setelah dimurnikan seperti ini berkali-kali, dia lebih memahami dirinya sendiri, dan hanya dengan cara ini dia mencapai kasih sejati kepada Tuhan. Dapat dikatakan bahwa seluruh hidupnya dihabiskan dalam pemurnian, dan selain itu, hidupnya juga dihabiskan dalam hajaran. Pengalamannya berbeda dengan orang lain, dan kasihnya melampaui semua orang yang belum disempurnakan. Alasan dia dipilih sebagai teladan adalah bahwa dia mengalami penderitaan paling berat seumur hidupnya, dan pengalamannya adalah yang paling sukses. Jika engkau sekalian benar-benar dapat menempuh bagian jalan terakhir seperti Petrus, tidak ada satu makhluk pun yang dapat mengambil berkatmu.

Petrus adalah orang yang memiliki hati nurani, dan dengan tipe kemanusiaan seperti itu, ketika dia pertama kali mengikuti Yesus, dia juga memiliki banyak gagasan perlawanan dan pemberontakan. Tetapi ketika dia mengikuti Yesus, dia tidak menganggap serius hal-hal ini dan dia percaya bahwa manusia memang seharusnya seperti itu. Jadi, pada mulanya dia tidak merasa bersalah, dan juga dia tidak ditangani. Yesus tidak menanggapi serius semua reaksinya, dan Dia juga tidak mempedulikannya. Dia terus melanjutkan pekerjaan yang seharusnya Dia lakukan. Dia tidak pernah marah kepada Petrus dan yang lainnya. Engkau mungkin berkata: "Mungkinkah Yesus tidak tahu tentang gagasan yang membuat mereka bereaksi?" Tidak sama sekali! Itu karena Dia benar-benar memahami Petrus—dapat dikatakan bahwa Dia memiliki pemahaman yang hebat tentang dia—bahwa Dia tidak melakukan tindakan apa pun terhadap Petrus. Dia membenci umat manusia tetapi juga mengasihani mereka. Bukankah banyak orang di antara engkau sekalian sekarang yang melawan seperti Paulus, dan yang memiliki banyak pemahaman seperti yang dimiliki Petrus terhadap Tuhan Yesus pada waktu itu? Aku memberi tahu engkau, engkau sebaiknya tidak terlalu percaya kepada indra ketigamu. Perasaanmu tidak dapat diandalkan dan benar-benar dihancurkan oleh perusakan Iblis sejak lama. Apakah engkau mengira bahwa perasaanmu benar-benar sempurna? Paulus menentang Tuhan Yesus berkali-kali, tetapi Yesus tidak menunjukkan reaksi apa pun. Mungkinkah Yesus mampu menyembuhkan orang sakit dan mengusir Iblis, tetapi Dia tidak mampu mengusir "roh jahat" di dalam diri Paulus? Mengapa baru setelah Yesus dibangkitkan dan naik ke surga, sementara Paulus secara sewenang-wenang terus menangkap murid-murid Yesus, sehingga Yesus akhirnya menampakkan diri kepadanya di jalan menuju Damsyik, dan memukulnya? Mungkinkah Tuhan Yesus bereaksi terlalu lambat? Ataukah karena Dia tidak memiliki otoritas sebagai manusia? Apakah engkau mengira bahwa ketika engkau diam-diam bersifat merusak dan melawan di belakang-Ku, Aku tidak tahu? Apakah engkau mengira bahwa sisa pencerahan yang engkau peroleh dari Roh Kudus dapat digunakan untuk melawan-Ku? Ketika Petrus belum matang, dia menunjukkan begitu banyak gagasan terhadap Yesus. Jadi, mengapa dia tidak disalahkan? Saat ini, banyak orang melakukan hal-hal tanpa disalahkan, dan walaupun mereka dengan jelas diberi tahu bahwa melakukan hal yang tidak benar, mereka tidak mendengarkan. Bukankah itu sepenuhnya karena pemberontakan manusia? Aku sudah mengatakan begitu banyak sekarang, tetapi engkau masih tidak memiliki sedikit pun pesepsi hati nurani. Jadi, bagaimana engkau akan dapat menempuh bagian jalan terakhir sampai tujuan? Apakah engkau tidak merasa bahwa ini adalah masalah yang sangat besar?

Setelah manusia ditaklukkan mereka dapat mematuhi pengaturan Tuhan; mereka dapat mengandalkan iman mereka dan kemauan mereka untuk mengasihi Tuhan untuk mengikuti Dia. Jadi bagaimana agar dapat menempuh bagian jalan yang terakhir itu? Pada saat engkau mengalami kesengsaraan, engkau harus menanggung semua kesulitan, dan engkau harus memiliki kemauan untuk menderita. Hanya dengan cara ini engkau dapat menempuh bagian jalan ini dengan baik. Apakah engkau mengira mudah menempuh bagian jalan ini? Engkau harus tahu apa fungsi yang harus engkau penuhi, engkau sekalian harus meningkatkan kualitasmu sekalian dan membekali dirimu sekalian dengan kebenaran yang cukup. Ini bukan pekerjaan satu atau dua hari—ini tidak semudah seperti yang engkau kira! Menempuh bagian jalan terakhir tergantung pada jenis iman dan kemauanmu yang sebenarnya engkau miliki. Mungkin engkau tidak dapat melihat Roh Kudus bekerja di dalam dirimu, atau mungkin engkau tidak dapat menemukan pekerjaan Roh Kudus di gereja, sehingga engkau pesimis dan kecewa, dan penuh dengan keputusasaan menghadapi jalan di depan. Terutama, para ksatria yang dahulu gagah perkasa semuanya sudah gugur—bukankah semua ini merupakan pukulan berat bagimu? Bagaimana seharusnya engkau melihat semua hal ini? Apakah engkau memiliki iman atau tidak? Apakah engkau sepenuhnya memahami pekerjaan di zaman sekarang, atau tidak? Hal-hal ini dapat menentukan apakah engkau dapat menempuh bagian jalan terakhir dengan baik.

Mengapa dikatakan bahwa engkau sekarang berada di bagian jalan terakhir? Itu karena engkau memahami segala sesuatu yang harus engkau pahami, dan Aku telah memberi tahumu segala sesuatu yang harus dicapai manusia. Aku juga telah memberitahumu tentang semua hal yang dipercayakan kepadamu. Jadi, apa yang engkau jalani sekarang adalah bagian terakhir dari jalan yang Kupimpin. Aku hanya menuntut agar engkau dapat mencapai kemampuan untuk hidup mandiri, bahwa kapan pun engkau akan selalu mendapatkan jalan yang harus ditempuh, meningkatkan kualitasmu seperti biasa, membaca firman Tuhan dengan benar, dan menjalani kehidupan manusia sebagaimana mestinya. Aku sekarang membimbingmu untuk hidup seperti ini, tetapi di masa depan, ketika Aku tidak lagi membimbingmu, apakah engkau masih bisa hidup seperti ini? Apakah engkau dapat terus berjalan? Inilah pengalaman Petrus. Ketika Yesus memimpin dia, dia tidak memiliki pemahaman; dia selalu riang seperti anak kecil, dan dia tidak serius dengan hal-hal yang dia lakukan. Hanya setelah Yesus pergi, dia memulai kehidupan manusia yang benar. Hidupnya yang berarti baru dimulai setelah Yesus pergi. Meskipun dia memiliki nalar kemanusiaan yang normal dan apa yang harus dimiliki manusia normal, pengalaman dan pencarian sejatinya tidak dimulai sebelum Yesus pergi. Bagaimana keadaan engkau sekalian pada saat ini? Aku sekarang memimpinmu dengan cara ini, dan engkau kira itu hebat. Tidak ada lingkungan dan ujian yang menimpamu, tetapi dengan jalan ini tidak ada cara untuk mengetahui seperti apa tingkat pertumbuhan yang sebenarnya engkau miliki, dan juga tidak ada cara untuk mengetahui apakah engkau benar-benar orang yang mencari kebenaran. Engkau mengatakan dengan mulutmu bahwa engkau memahami hakikatmu sendiri, tetapi ini adalah kata-kata kosong. Kemudian, ketika sejumlah kenyataan menimpamu, barulah kemudian pemahamanmu akan terbukti. Meskipun engkau sekarang memiliki pemahaman seperti ini: "Aku memahami bahwa dagingku sendiri sangat rusak, dan hakikat daging manusia adalah memberontak dan melawan Tuhan. Mampu menerima penghakiman dan hajaran Tuhan merupakan peninggian oleh-Nya. Aku sudah memahami itu sekarang, dan aku bersedia membalas kasih Tuhan," yang mudah dikatakan, tetapi nanti ketika kesengsaraan, ujian, dan penderitaan menimpamu, tidak akan mudah menjalaninya. Engkau mengikuti cara ini setiap hari, tetapi engkau masih tidak dapat melanjutkan pengalamanmu. Akan lebih buruk lagi jika Aku melepaskanmu dan tidak lagi memperhatikanmu. Kebanyakan orang akan jatuh dan menjadi tiang garam, simbol rasa malu. Ini semua sangat mungkin. Apakah engkau tidak khawatir atau cemas tentang hal ini? Petrus menjalani lingkungan seperti itu dan mengalami penderitaan seperti itu, tetapi dia tetap berdiri teguh. Jika engkau mengalami lingkungan seperti itu, dapatkah engkau berdiri teguh? Hal-hal yang Yesus katakan dan pekerjaan yang Dia lakukan ketika Dia berada di bumi memberi Petrus dasar, dan dari dasar inilah dia menempuh jalannya kemudian. Dapatkah engkau sekalian mencapai tingkatan seperti itu? Jalan yang engkau tempuh sebelumnya dan kebenaran yang engkau pahami—dapatkah itu semua menjadi dasarmu untuk berdiri teguh di masa depan? Dapatkah itu semua menjadi penglihatanmu untuk berdiri teguh nanti? Aku akan memberitahukan kebenaran kepada engkau sekalian—orang dapat mengatakan bahwa apa yang dipahami manusia saat ini semuanya adalah doktrin. Ini karena apa yang mereka pahami bukanlah semua hal yang telah mereka alami. Bahwa engkau dapat terus berjalan sampai sekarang sepenuhnya karena kepemimpinan terang baru. Bukan karena tingkat pertumbuhanmu telah mencapai tingkat tertentu, tetapi firman-Kulah yang telah membimbingmu sampai sekarang. Bukan karena engkau memiliki iman yang besar, tetapi karena hikmat firman-Kulah engkau tetap mengikuti sampai sekarang. Jika Aku tidak berfirman sekarang, tidak menyampaikan suara-Ku, engkau tidak akan dapat terus berjalan dan akan segera berhenti melangkah maju. Bukankah ini tingkat pertumbuhanmu yang sebenarnya? Engkau tidak tahu dari aspek mana harus masuk dan dalam aspek manakah kekuranganmu yang harus diperbaiki. Engkau tidak mengerti bagaimana menjalani kehidupan manusia yang berarti, bagaimana membalas kasih Tuhan, atau memberikan kesaksian yang kuat dan meyakinkan. Engkau sama sekali tidak dapat mencapai hal-hal ini! Engkau malas dan bodoh! Yang dapat engkau lakukan hanyalah bersandar pada sesuatu yang lain, dan yang menjadi tempatmu bersandar adalah terang baru, dan Pribadi yang ada di depan memimpinmu. Bahwa engkau mampu bertahan sampai sekarang sepenuhnya bergantung pada terang baru dan perkataan terakhir. Engkau sekalian tidak ada yang seperti Petrus, yang mahir dalam mencari jalan yang benar, atau seperti Ayub, yang dapat dengan setia menyembah Yahweh dan percaya bahwa Dia adalah Tuhan tidak peduli bagaimana Yahweh mengujinya, dan apakah Dia memberkati dia atau tidak. Apakah engkau mampu melakukan itu? Bagaimana engkau ditaklukkan? Salah satu aspeknya adalah penghakiman, hajaran, dan kutukan, dan aspek lainnya adalah misteri yang menaklukkanmu. Engkau sekalian seperti keledai. Jika hal yang Aku firmankan tidak cukup mulia, jika tidak ada misteri, engkau tidak dapat ditaklukkan. Jika seseorang berkhotbah dan mereka selalu berkhotbah tentang hal yang sama selama jangka waktu tertentu, dalam waktu kurang dari dua tahun engkau sekalian akan melarikan diri, dan engkau tidak akan dapat terus berjalan. Engkau tidak tahu bagaimana melangkah lebih dalam, dan juga tidak mengerti bagaimana cara mencari kebenaran atau jalan kehidupan. Yang engkau pahami adalah menerima sesuatu yang baru, seperti mendengarkan misteri atau penglihatan, atau mendengarkan cara Tuhan biasanya bekerja, atau mendengarkan pengalaman Petrus, atau latar belakang penyaliban Yesus .... Engkau hanya bersedia mendengarkan hal-hal ini, dan semakin engkau mendengarkan semakin engkau bersemangat. Engkau mendengarkan semua ini untuk menghilangkan kesedihan dan kebosananmu! Hidupmu ditopang sepenuhnya oleh hal-hal baru ini. Apakah engkau mengira bahwa engkau sampai di sini hari ini karena imanmu sendiri? Bukankah ini tingkat pertumbuhanmu rendah dan menyedihkan yang engkau miliki? Di mana integritasmu? Di mana kemanusiaanmu? Apakah engkau memiliki kehidupan manusia? Berapa banyak unsur yang engkau miliki yang perlu disempurnakan? Bukankah hal yang Aku firmankan merupakan kenyataan? Aku berfirman dan bekerja dengan cara ini, tetapi engkau tetap tidak peduli. Saat engkau mengikuti, engkau juga mengamat-amati. Engkau selalu menunjukkan sikap ketidakpedulian, dan engkau selalu dikendalikan. Seperti inilah engkau sekalian terus berjalan. Ini sepenuhnya merupakan hajaran, pemurnian, dan didikan yang telah membimbingmu sampai hari ini. Seandainya beberapa khotbah tentang jalan masuk kehidupan disampaikan, bukankah engkau sekalian telah pergi menjauh sejak lama? Masing-masing dirimu lebih sombong daripada orang berikutnya. Sebenarnya, engkau tidak berisi apa pun selain air kotor! Engkau telah memahami beberapa misteri, dan engkau telah memahami beberapa hal yang belum dipahami manusia sebelumnya. Jadi, engkau nyaris gagal sampai sekarang. Engkau tidak punya alasan untuk tidak ikut. Jadi, engkau hampir tidak mempersiapkan diri dan mengikuti arus. Hanya inilah hasil yang telah dicapai melalui firman-Ku, tetapi itu jelas bukan prestasimu sendiri. Engkau tidak memiliki sesuatu yang dapat dibanggakan. Jadi, dalam tahap pekerjaan ini engkau dituntun sampai zaman sekarang terutama melalui firman. Jika tidak, siapa dari antaramu yang akan mampu taat? Siapa yang akan dapat menjalaninya sampai zaman sekarang? Sejak awal engkau ingin pergi jika ada kesempatan, tetapi engkau tidak berani. Engkau tidak memiliki keberanian. Sampai sekarang, engkau mengikuti setengah hati.

Hanya setelah Yesus dipaku di kayu salib dan pergi, Petrus mulai mengikuti jalannya sendiri, mulai menempuh jalan yang seharusnya. Dia mulai dibekali hanya setelah dia melihat kelemahan dan kekurangannya sendiri. Dia melihat bahwa dia memiliki terlalu sedikit kasih akan Tuhan dan kemauannya untuk menderita tidaklah cukup, bahwa dia tidak memiliki wawasan apa pun, dan bahwa nalarnya pun kurang. Dia melihat bahwa banyak hal dalam dirinya yang tidak sejalan dengan kehendak Yesus, dan bahwa banyak hal yang memberontak dan melawan dan banyak yang bercampur dengan kehendak manusia. Baru setelah itu dia masuk dalam setiap aspek. Ketika Yesus membimbingnya, Dia mengungkapkan keadaannya dan Petrus mengakuinya dan segera menyetujuinya, tetapi dia tidak memiliki pemahaman yang benar sampai saat itu. Itu karena pada saat itu, dia tidak memiliki pengalaman apa pun, dan dia sama sekali tidak tahu tingkat pertumbuhannya. Artinya, Aku sekarang hanya menggunakan firman untuk membimbingmu. Tidak mungkin menyempurnakanmu dalam waktu singkat, dan engkau hanya akan dapat memahami dan mengetahui kebenaran. Ini karena menaklukkanmu dan membuatmu yakin di dalam hatimu adalah pekerjaan saat ini, dan hanya setelah manusia ditaklukkan, sebagian dari mereka akan disempurnakan. Saat ini penglihatan dan kebenaran yang engkau pahami menjadi dasar untuk pengalaman masa depanmu. Dalam kesusahan masa depan engkau sekalian akan mendapatkan pengalaman praktis dari firman ini. Di kemudian hari, ketika ujian menimpamu, dan engkau mengalami kesusahan, engkau akan merenungkan firman yang Aku katakan hari ini: Apa pun kesusahan, ujian, atau cambukan hebat yang kuhadapi, aku harus memuaskan Tuhan. Bayangkan pengalaman Petrus, dan bayangkan Ayub—engkau akan digembleng oleh firman hari ini. Hanya dengan cara inilah imanmu dapat dibangkitkan. Pada waktu itu, Petrus mengatakan bahwa dia tidak layak menerima penghakiman dan hajaran Tuhan. Pada saat itu pula engkau akan bersedia jika semua orang melihat watak Tuhan yang benar melalui dirimu. Engkau akan siap menerima penghakiman dan hajaran-Nya, dan penghakiman, hajaran, dan kutukan-Nya akan menjadi penghiburan bagimu. Saat ini, engkau tidak mungkin tidak dibekali dengan kebenaran. Engkau tidak hanya tidak dapat berdiri teguh di masa depan, tetapi engkau mungkin tidak mampu menjalani pekerjaan saat ini. Dengan cara ini, bukankah engkau akan menjadi sasaran pemusnahan dan hukuman? Saat ini, belum ada kenyataan apa pun yang menimpamu, dan Aku telah membekalimu dalam aspek apa pun yang kurang dari dirimu. Aku berbicara dari setiap aspek. Engkau benar-benar belum mengalami banyak penderitaan. Engkau hanya menerima apa yang tersedia. Engkau belum membayar harga apa pun, dan selain itu, engkau tidak memiliki pengalaman dan wawasan sejatimu sendiri. Jadi, hal yang engkau pahami bukanlah tingkat pertumbuhanmu sesungguhnya. Engkau terbatas hanya pada pemahaman, pengetahuan, dan pandangan, tetapi engkau belum menuai banyak hasil panen. Jika Aku tidak pernah memperhatikanmu tetapi memerintahkanmu menjalani pengalaman di rumahmu sendiri, engkau akan melarikan diri kembali ke dunia luas sejak lama. Jalan yang engkau tempuh di masa depan akan menjadi jalan penderitaan, dan jika engkau menempuh bagian jalan saat ini dengan baik, jika engkau mengalami kesusahan yang lebih besar di kemudian hari, engkau akan memiliki kesaksian. Jika engkau memahami pentingnya kehidupan manusia, dan telah menempuh jalan kehidupan manusia yang benar, dan jika di masa depan, tidak peduli bagaimana Tuhan menanganimu, engkau akan tunduk pada rancangan-Nya tanpa keluhan atau pilihan apa pun, Dan engkau tidak akan menuntut apa pun dari Tuhan, dengan cara ini, engkau akan menjadi orang yang memiliki nilai. Saat ini, engkau belum mengalami kesengsaraan, sehingga engkau dapat mematuhi apa pun. Engkau mengatakan bahwa bagaimanapun bimbingan Tuhan itu baik, dan bahwa engkau akan tunduk kepada semua rancangan-Nya. Apakah Tuhan menghajar atau mengutukmu, engkau akan bersedia memuaskan Dia. Setelah mengatakan itu, hal yang engkau katakan sekarang tidak menggambarkan tingkat pertumbuhanmu. Hal yang bersedia engkau lakukan sekarang tidak dapat menunjukkan bahwa engkau mampu mengikuti sampai akhir. Saat kesengsaraan hebat menimpamu atau ketika engkau mengalami penganiayaan atau kekerasan, atau ujian yang lebih besar, engkau tidak akan dapat mengucapkan kata-kata itu. Jika engkau dapat memiliki pemahaman seperti itu, dan engkau berdiri teguh, hanya ini yang akan menjadi tingkat pertumbuhanmu. Seperti apakah Petrus pada waktu itu? Dia berkata: "Tuhan, aku akan mengorbankan hidupku demi Engkau. Jika Engkau ingin aku mati, aku akan mati!" Begitulah cara dia berdoa pada saat itu juga, dan dia juga berkata: "Walaupun orang lain tidak mengasihimu, aku pasti mengasihimu sampai akhir. Aku akan mengikut Engkau setiap waktu." Itulah yang dia katakan pada saat itu, tetapi begitu ujian datang kepadanya, dia hancur dan menangis. Engkau sekalian tahu bahwa Petrus menyangkal Tuhan tiga kali, bukan? Ada banyak orang yang akan menangis dan mengungkapkan kelemahan manusia ketika ujian menimpa mereka. Engkau bukan tuan atas dirimu sendiri. Dalam hal ini, engkau tidak dapat mengendalikan dirimu sendiri. Mungkin hari ini engkau berbuat sangat baik, tetapi itu karena engkau memiliki lingkungan yang sesuai. Jika lingkungan itu berubah besok, engkau akan menunjukkan sikap pengecut dan ketidakmampuanmu, dan engkau juga akan menunjukkan kecelaan dan ketidaklayakanmu. "Kejantananmu" akan hilang sejak lama, dan terkadang engkau bahkan menyerah dan meninggalkan. Ini menunjukkan bahwa apa yang engkau pahami pada saat itu bukanlah tingkat pertumbuhanmu yang sebenarnya. Orang harus melihat tingkat pertumbuhan seseorang yang sebenarnya untuk melihat apakah mereka benar-benar mengasihi Tuhan, apakah mereka dapat benar-benar tunduk pada rancangan Tuhan, dan apakah mereka mampu mengerahkan seluruh kekuatan mereka untuk mencapai apa yang Tuhan tuntut dan tetap berbakti kepada Tuhan serta memberikan apa yang terbaik bagi Tuhan, walaupun itu berarti mereka mengorbankan hidup mereka sendiri.

Engkau harus ingat bahwa firman ini sekarang telah diucapkan: Nanti, engkau akan mengalami kesusahan yang lebih besar dan penderitaan yang lebih besar! Disempurnakan bukanlah hal yang sederhana atau mudah. Paling tidak engkau harus memiliki iman Ayub atau mungkin bahkan iman yang lebih besar daripada imannya. Engkau harus tahu bahwa ujian di kemudian hari akan lebih besar daripada ujian Ayub, dan bahwa engkau masih harus menjalani hajaran jangka panjang. Apakah hal ini sederhana? Jika kualitasmu tidak dapat diperbaiki, kemampuanmu untuk memahami pun kurang, dan pengetahuanmu terlalu sedikit, pada saat itulah engkau tidak akan memiliki kesaksian apa pun, tetapi engkau akan menjadi lelucon, mainan bagi Iblis. Jika engkau tidak dapat berpegang pada penglihatan tersebut sekarang, engkau tidak memiliki dasar sama sekali, dan engkau akan disingkirkan di masa depan! Setiap bagian dari jalan itu tidak mudah ditempuh, jadi jangan meremehkan hal ini. Pertimbangkan dengan cermat hal ini dan buatlah persiapan tentang cara yang benar untuk menempuh bagian terakhir dari jalan ini. Inilah jalan yang harus ditempuh di masa depan, dan semua orang harus menempuhnya. Engkau tidak boleh membiarkan pemahaman saat ini masuk ke telinga kanan dan keluar di telinga kiri, dan jangan mengira bahwa hal yang Aku katakan kepadamu hanyalah buang-buang waktu. Saatnya akan tiba ketika engkau akan memanfaatkan semuanya dengan baik—firman tidak mungkin diucapkan dengan sia-sia. Inilah waktu untuk membekali dirimu. Inilah waktunya untuk membuka jalan bagi masa depan. Engkau harus menyiapkan jalan yang nanti harus engkau tempuh. Engkau harus khawatir dan cemas tentang bagaimana engkau akan dapat berdiri teguh di kemudian hari dan mempersiapkan dengan baik jalan masa depanmu. Jangan rakus dan malas! Engkau harus benar-benar melakukan semua yang dapat engkau lakukan untuk memanfaatkan waktumu sebaik mungkin untuk mendapatkan semua yang engkau butuhkan. Aku memberimu segalanya, sehingga engkau dapat mengerti. Engkau sekalian telah melihat dengan matamu sendiri bahwa dalam waktu kurang dari tiga tahun, Aku telah berfirman begitu banyak hal dan melakukan begitu banyak pekerjaan. Salah satu aspek dari bekerja seperti ini adalah karena kekurangan manusia begitu banyak, dan aspek lainnya adalah karena waktu terlalu singkat dan tidak ada penundaan lebih lanjut. Berdasarkan caramu membayangkannya, orang harus pertama-tama mencapai kejernihan batin yang sempurna sebelum mereka dapat bersaksi dan dipakai—bukankah itu terlalu lambat? Jadi, berapa lama aku harus menyertaimu? Jika engkau meminta-Ku menyertaimu sampai Aku menua dan memutih rambut-Ku, itu mustahil! Dengan menjalani kesusahan yang lebih besar, pemahaman yang tulus di dalam diri semua orang akan tercapai. Inilah satu langkah pekerjaan. Begitu engkau benar-benar memahami beberapa penglihatan yang dibahas hari ini, dan engkau mencapai tingkat pertumbuhan sesungguhnya, kesulitan apa pun yang engkau alami di masa depan tidak akan mengalahkanmu—engkau akan mampu menghadapinya. Ketika Aku telah menyelesaikan tahap terakhir pekerjaan ini, dan Aku telah selesai mengucapkan kata-kata terakhir, di masa depan orang harus menempuh jalan mereka sendiri. Ini akan menggenapi firman yang diucapkan sebelumnya: Roh Kudus memiliki tugas untuk setiap orang, dan pekerjaan yang harus dilakukan untuk setiap orang. Di masa depan, semua orang akan mengikuti jalan yang harus mereka tempuh, dibimbing oleh Roh Kudus. Siapakah yang akan dapat memperhatikan orang lain ketika mengalami kesengsaraan? Setiap orang mengalami penderitaan mereka sendiri, dan masing-masing memiliki tingkat pertumbuhannya sendiri. Tingkat pertumbuhan sesorang tidak sama dengan orang lain. Suami tidak akan mengurus istri dan orang tua tidak akan mengurus anak-anak mereka; tidak ada yang dapat mengurus orang lain. Tidak seperti sekarang—perhatian dan dukungan timbal-balik masih memungkinkan. Akan tiba waktunya menyingkapkan setiap jenis manusia. Yaitu, ketika Tuhan memukul gembala, kawanan domba-domba akan tercerai-berai, dan saat itulah engkau tidak akan memiliki pemimpin sejati. Manusia akan terbagi—tidak akan seperti sekarang, di mana engkau dapat berkumpul sebagai jemaat. Di kemudian hari, mereka yang tidak memiliki pekerjaan Roh Kudus akan menunjukkan jati diri mereka sebenarnya. Suami akan menjual istri mereka, istri akan menjual suami mereka, anak-anak akan menjual orang tua mereka, orang tua akan menganiaya anak-anak mereka—hati manusia tidak dapat diduga! Yang dapat dilakukan setiap orang hanyalah berpegang pada apa yang dimiliki, dan menempuh bagian jalan terakhir dengan baik. Sekarang engkau tidak melihat ini dengan jelas, dan engkau sekalian begitu picik. Berhasil menjalani tahap pekerjaan ini bukanlah hal yang mudah.

Masa kesengsaraan tidak akan terlalu lama—bahkan tidak akan sampai setahun. Jika masa itu berlangsung selama satu tahun, itu akan menunda langkah pekerjaan berikutnya, dan tingkat pertumbuhan manusia tidak akancukup. Jika terlalu lama, mereka tidak akan mampu menahannya—tingkat pertumbuhan mereka terbatas. Setelah pekerjaan-Ku sendiri selesai, langkah berikutnya adalah agar manusia menempuh jalan yang harus mereka tempuh. Setiap orang harus memahami jalan apa yang harus mereka tempuh—yaitu jalan penderitaan dan proses penderitaan, dan juga merupakan jalan untuk memurnikan kemauanmu untuk mengasihi Tuhan. Kebenaran mana yang harus engkau masuki, kebenaran mana yang harus engkau tambahkan, bagaimana engkau harus mengalami, dan dari aspek mana engkau harus masuk—engkau harus memahami semua hal ini. Engkau harus membekali dirimu sekarang. Jika engkau menunggu sampai kesengsaraan menimpamu, itu sudah sangat terlambat. Setiap orang harus menanggung beban untuk kehidupan mereka sendiri; jangan selalu menunggu peringatan orang lain atau menanti mereka mengarahkanmu tiap waktu. Begitu banyak yang telah Aku sampaikan, tetapi engkau tetap tidak tahu kebenaran mana yang harus engkau masuki atau dengan kebenaran mana dirimu harus dibekali. Ini menunjukkan bahwa engkau belum berusaha membaca firman Tuhan. Engkau sama sekali tidak menanggung beban untuk kehidupanmu sendiri—bagaimana hal itu bisa baik-baik saja? Engkau tidak paham tentang ke mana engkau harus masuk, engkau tidak mengerti apa yang harus engkau pahami, dan engkau benar-benar tidak peduli mengenai jalan masa depan mana yang harus engkau tempuh—bukankah engkau hanyalah orang tak berguna? Apa gunamu? Apa yang engkau sekalian lakukan sekarang adalah membangun dan membuka jalanmu sendiri. Engkau harus tahu apa yang harus dicapai oleh manusia dan standar tuntutan Tuhan terhadap umat manusia. Engkau harus memiliki pemahaman berikut: Bagaimanapun, meskipun aku sangat rusak, aku harus memperbaiki cacat ini di hadapan Tuhan. Jika Tuhan tidak memberitahuku, aku tidak mengerti, tetapi sekarang setelah Dia memberitahuku, karena aku sudah mengerti, aku harus segera memperbaikinya, hidup dalam kemanusiaan yang normal, dan menunjukkan citra yang dapat memenuhi kehendak Tuhan. Walaupun aku tidak dapat hidup sebagaimana Petrus hidup, setidaknya aku harus hidup dalam kemanusiaan yang normal, dan dengan demikian aku dapat memuaskan hati Tuhan.

Bagian terakhir dari jalan ini adalah mulai dari sekarang sampai akhir kesengsaraan di masa depan. Bagian jalan ini adalah ketika tingkat pertumbuhan manusia sesungguhnya terungkap serta apakah mereka memiliki iman sejati atau tidak. Karena bagian jalan ini akan lebih sulit daripada jalan yang pernah ditempuh di masa lalu, dan jalan itu akan lebih berbatu daripada jalan sebelumnya, jalan ini disebut "bagian jalan terakhir." Sebenarnya, itu bukan bagian jalan yang terakhir. Karena setelah mengalami kesengsaraan, engkau akan menjalani pekerjaan menyebarkan Injil, dan akan ada sebagian orang yang akan menjalani pekerjaan untuk dipakai. Jadi "bagian jalan terakhir" hanya dibicarakan dalam membahas kesusahan untuk memurnikan manusia dan lingkungan yang keras. Pada bagian jalan di masa lalu, Aku sendiri yang membimbingmu untuk menempuh perjalananmu yang menyenangkan, tangan-Ku menuntunmu untuk mengajarimu dan memberimu makan dari mulut ke mulut. Meskipun engkau telah menjalani hajaran dan penghakiman berulang kali, semua itu hanyalah pukulan kecil berulang kali bagimu. Tentu saja hal itu telah menyebabkan pandanganmu tentang kepercayaan kepada Tuhan sedikit berubah. Hal itu juga telah menyebabkan watakmu menjadi sedikit stabil, dan membuatmu dapat memperoleh sedikit pemahaman tentang Aku. Dalam menempuh bagian jalan itu, Aku mengatakan bahwa perjuangan atau usaha sungguh-sungguh yang dilakukan manusia itu cukup kecil—Akulah yang membimbingmu sampai zaman sekarang. Ini karena Aku tidak menuntutmu melakukan apa pun dan tuntutan-Ku terhadapmu sama sekali tidak berat—Aku hanya mengizinkanmu untuk menerima apa yang tersedia. Selama jangka waktu ini, Aku telah menyediakan kebutuhanmu tanpa henti, dan Aku tidak pernah mengajukan tuntutan yang tidak masuk akal. Engkau telah menderita hajaran berulang kali, namun engkau belum mencapai tuntutan pertama-Ku. Engkau mundur dan kesal, tetapi Aku tidak memperhitungkan ini karena sekarang inilah waktu pekerjaan pribadi-Ku, dan Aku tidak terlalu menganggap serius pengabdianmu kepada-Ku. Namun di jalan ini mulai dari sini dan seterusnya, Aku tidak akan bekerja atau berfirman lagi, dan pada saat itu Aku tidak lagi akan memintamu terus berjalan dengan cara yang membosankan. Aku akan mengizinkan engkau memperoleh banyak pelajaran yang dapat dipelajari, dan Aku tidak akan memintamu menerima apa yang tersedia. Tingkat pertumbuhan sebenarnya yang engkau miliki hari ini pasti terungkap. Apakah usahamu selama bertahun-tahun telah berhasil atau tidak akan terlihat dalam bagaimana engkau menempuh bagian jalan terakhir ini. Di masa lalu, engkau mengira bahwa percaya kepada Tuhan itu sangat sederhana, dan itu karena Tuhan tidak serius terhadapmu. Dan bagaimana sekarang? Apakah menurutmu percaya kepada Tuhan itu sederhana? Apakah engkau masih merasa bahwa percaya kepada Tuhan sama bahagia dan riangnya sebagaimana anak-anak yang bermain di jalan? Memang benar bahwa engkau adalah domba, namun engkau harus dapat mengikuti jalan yang harus engkau tempuh untuk membalas kasih karunia Tuhan, dan sepenuhnya mendapatkan Tuhan yang engkau percayai. Jangan bermain-main dengan dirimu sendiri—jangan menipu diri sendiri! Jika engkau dapat menempuh bagian jalan ini, engkau akan dapat melihat pemandangan agung yang belum pernah terjadi dari pekerjaan Injil-Ku yang tersebar di seluruh dunia, dan engkau akan bernasib baik menjadi sahabat karib-Ku, dan memainkan peranmu dalam menyebarkan pekerjaan-Ku ke seluruh dunia. Pada saat itu, engkau akan dengan senang hati terus mengikuti jalan yang harus engkau tempuh. Masa depan akan sangat cerah, tetapi yang utama sekarang adalah menempuh bagian jalan terakhir ini dengan baik. Engkau harus berusaha, dan mempersiapkan cara melakukan ini. Inilah yang harus engkau lakukan sekarang—inilah masalah yang mendesak sekarang!

Sebelumnya:Engkau Semua Harus Mengerti Pekerjaan Tuhan–Jangan Mengikut dalam Kebingungan!

Selanjutnya:Mengenal Tiga Tahap Pekerjaan Tuhan adalah Jalan untuk Mengenal Tuhan

media terkait