Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Domba Tuhan Mendengar Suara-Nya (Seri Wajib bagi Orang Percaya Baru)

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Bab 6 Beberapa Pembedaan yang Harus Engkau Miliki dalam Kepercayaanmu kepada Tuhan

6. Pembedaan Antara Pemimpin yang Benar dan yang Palsu, serta Gembala yang Benar dan yang Palsu

Firman Tuhan yang Relevan:

Pekerjaan pekerja yang memenuhi syarat dapat membawa manusia ke jalan yang benar dan membuat mereka dapat masuk lebih jauh ke dalam kebenaran. Pekerjaan yang dilakukannya dapat membawa manusia ke hadapan Tuhan. Selain itu, pekerjaan yang dilakukannya dapat bervariasi menurut orangnya dan tidak terikat oleh aturan, yang memberikan keleluasaan dan kebebasan kepada manusia. Selain itu, mereka dapat tumbuh secara bertahap dalam kehidupan, semakin jauh masuk ke dalam kebenaran. Pekerjaan pekerja yang tidak memenuhi syarat tidak memadai; pekerjaannya sia-sia. Dia hanya dapat menjelaskan aturan kepada manusia; apa yang dia tuntut dari manusia tidak bervariasi menurut orangnya; dia tidak bekerja sesuai dengan kebutuhan manusia yang sebenarnya. Dalam pekerjaan seperti ini, terlalu banyak aturan dan terlalu banyak doktrin, dan pekerjaan ini tidak dapat membuat manusia memasuki kenyataan atau penerapan pertumbuhan yang normal dalam kehidupan. Pekerjaan ini hanya membuat manusia dapat hidup dengan beberapa aturan yang tidak berguna. Panduan seperti ini hanya dapat menyesatkan manusia. Dia menuntunmu agar menjadi seperti dia; dia dapat membuatmu memiliki apa yang dia miliki dan seperti siapa dia. Agar pengikut dapat mengetahui apakah pemimpin memenuhi syarat atau tidak, kuncinya adalah melihat jalan yang mereka tuju dan hasil pekerjaan mereka, dan melihat apakah pengikut menerima prinsipnya sesuai dengan kebenaran, dan apakah mereka menerima cara pengamalan yang cocok bagi mereka agar berubah. Engkau harus membedakan pekerjaan yang berbeda dari jenis orang yang berbeda; engkau tidak boleh menjadi pengikut yang bodoh. Ini memengaruhi masalah proses masukmu. Jika engkau tidak dapat membedakan kepemimpinan orang mana yang memiliki jalan dan mana yang tidak, engkau akan mudah ditipu. Semua ini berpengaruh langsung pada kehidupanmu sendiri.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Engkau harus memiliki pemahaman tentang berbagai kondisi yang akan terjadi pada manusia ketika Roh Kudus bekerja atas mereka. Khususnya, mereka yang berkoordinasi untuk melayani Tuhan harus memiliki pemahaman yang lebih baik tentang banyaknya kondisi yang ditimbulkan oleh pekerjaan yang dilakukan Roh Kudus pada manusia. Jika engkau hanya berbicara tentang berbagai pengalaman dan banyak cara untuk memasukinya, ini menunjukkan pengalamanmu terlalu berat sebelah. Tanpa memahami berbagai situasi dalam kenyataan, engkau tidak dapat mencapai perubahan watakmu. Jika engkau telah memahami banyak kondisi, engkau akan dapat memahami berbagai perwujudan pekerjaan Roh Kudus, serta memahami dengan jelas dan membedakan berbagai macam pekerjaan roh-roh jahat. Engkau harus menyingkapkan banyak gagasan manusia dan langsung menuju inti permasalahan; engkau juga harus menunjukkan banyaknya penyimpangan dalam perbuatan manusia atau berbagai masalah dalam memercayai Tuhan sehingga mereka dapat mengetahuinya. Paling tidak, engkau tidak boleh membuat mereka merasa negatif atau pasif. Namun, engkau harus memahami banyaknya kesulitan yang secara objektif terjadi pada orang-orang, engkau tidak boleh bersikap tidak masuk akal atau ibarat "mencoba mengajari babi bernyanyi"; itu tindakan bodoh. Untuk menyelesaikan banyak kesulitan manusia, engkau harus memahami dinamika pekerjaan Roh Kudus, engkau harus memahami cara Roh Kudus bekerja pada orang yang berbeda-beda. Engkau juga harus memahami berbagai kesulitan manusia, kekurangan manusia, sampai kepada persoalan pokok permasalahan, dan sampai ke sumber masalah, tanpa penyimpangan atau kesalahan sedikit pun. Hanya orang semacam ini yang memenuhi syarat untuk berkoordinasi dalam melayani Tuhan.

Dikutip dari "Dengan Apakah Seorang Gembala yang Cakap Harus Diperlengkapi?" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Mereka yang melayani Tuhan harus menjadi sahabat karib Tuhan, mereka harus dicintai oleh Tuhan, dan mampu menunjukkan loyalitas tertinggi kepada Tuhan. Terlepas dari apakah engkau bertindak di belakang orang, atau di depan mereka, engkau mampu memperoleh sukacita Tuhan di hadapan Tuhan, engkau mampu berdiri teguh di hadapan Tuhan, dan terlepas dari bagaimana orang lain memperlakukanmu, engkau senantiasa menapaki jalanmu sendiri, dan memberi perhatian penuh pada beban Tuhan. Hanya inilah sahabat karib Tuhan. Sahabat karib Tuhan mampu melayani-Nya secara langsung karena mereka telah diberi amanat agung Tuhan, dan beban Tuhan, mereka mampu menjadikan hati Tuhan seperti milik mereka sendiri, dan beban Tuhan seperti beban mereka sendiri, dan mereka tidak banyak berpikir apakah mereka memperoleh atau kehilangan masa depan. Bahkan bilamana mereka tidak memiliki masa depan, dan mereka tidak akan mendapat apa pun, mereka senantiasa akan percaya kepada Tuhan dengan hati penuh kasih. Maka, orang semacam ini adalah sahabat karib Tuhan. Sahabat karib Tuhan adalah juga orang kepercayaan-Nya; hanya orang kepercayaan Tuhan yang bisa berbagi keresahan-Nya, juga keinginan-Nya, dan meski daging mereka sakit dan lemah, mereka mampu menanggung rasa sakit dan meninggalkan apa yang mereka cintai demi memuaskan Tuhan. Tuhan memberi beban lebih banyak pada orang tersebut, dan apa yang Tuhan akan lakukan diungkapkan melalui orang-orang ini. Dengan demikian, orang-orang ini dicintai oleh Tuhan, mereka adalah pelayan Tuhan yang berkenan di hati-Nya, dan hanya orang seperti ini yang bisa memerintah bersama dengan Tuhan.

Dikutip dari "Bagaimana Melayani Selaras Dengan Kehendak Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Orang seperti itu selalu menunjukkan sikap bermusuhan terhadap pekerjaan Tuhan yang baru, tidak pernah memperlihatkan sedikit niat pun untuk tunduk, dan tidak pernah senang menunjukkan sikap tunduk atau merendahkan dirinya. Dia meninggikan dirinya di hadapan orang lain dan tidak pernah memperlihatkan sikap tunduk terhadap siapa pun. Di hadapan Tuhan, dia menganggap dirinya yang paling fasih dalam mengkhotbahkan firman dan yang paling terampil dalam membentuk orang lain. Dia tak pernah melepaskan "kekayaan" yang dimilikinya, tetapi memperlakukannya sebagai pusaka keluarga untuk dipuja, sebagai bahan khotbah kepada orang lain, dan menggunakannya untuk menguliahi orang-orang bodoh yang mengidolakannya. Memang ada beberapa orang seperti ini di gereja. Dapat dikatakan mereka ini "pahlawan-pahlawan degil", dari generasi ke generasi berkelana di rumah Tuhan. Mereka menganggap mengkhotbahkan firman (doktrin) sebagai tugas tertinggi mereka. Tahun demi tahun dan dari generasi ke generasi, mereka terus menekankan tugas mereka yang "sakral dan tak bisa diganggu gugat". Tidak ada orang yang berani menyentuh mereka dan tak seorang pun berani menegur mereka secara terbuka. Mereka menjadi "raja-raja" di rumah Tuhan, begitu merajalela mereka menindas orang lain dari masa ke masa.

Dikutip dari "Orang-Orang yang Menaati Tuhan dengan Hati yang Benar Pasti Akan Didapatkan oleh Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pekerjaan dalam pikiran manusia terlalu mudah dicapai oleh manusia. Pendeta dan pemimpin di kalangan keagamaan, misalnya, bergantung pada kemampuan dan kedudukan mereka untuk melakukan pekerjaan mereka. Orang yang mengikuti mereka dalam waktu yang lama akan tertular oleh bakat mereka dan dipengaruhi oleh sebagian dari siapa mereka. Mereka berfokus pada bakat, kemampuan, dan pengetahuan manusia, dan mereka memperhatikan beberapa hal supernatural dan banyak doktrin mendalam yang sangat tidak realistis (tentu saja, doktrin mendalam ini tidak dapat dicapai). Mereka tidak berfokus pada perubahan pada watak manusia, tetapi mereka berfokus pada pelatihan kemampuan berkhotbah dan bekerja manusia, meningkatkan pengetahuan manusia dan berbagai doktrin keagamaan. Mereka tidak berfokus pada sejauh mana watak manusia berubah atau sejauh mana manusia memahami kebenaran. Mereka tidak memperhatikan hakikat manusia, apalagi berusaha mengetahui keadaan normal dan abnormal manusia. Mereka tidak menentang gagasan manusia atau mengungkapkan gagasan mereka, apalagi memperbaiki kekurangan atau kerusakan mereka. Sebagian besar orang yang mengikuti mereka melayani dengan bakat alami mereka, dan apa yang mereka ungkapkan adalah pengetahuan dan kebenaran agama yang samar, yang tidak berhubungan dengan kenyataan dan benar-benar tidak dapat memberikan kehidupan kepada manusia. Kenyataannya, substansi dari pekerjaan mereka adalah mengasuh bakat, membimbing orang yang tidak memiliki apa-apa menjadi lulusan seminari berbakat yang kemudian bekerja dan memimpin.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Melayani Tuhan bukan tugas yang mudah. Orang-orang yang watak rusaknya tetap tidak berubah, tidak akan pernah dapat melayani Tuhan. Bila watakmu belum dihakimi dan dihajar oleh firman Tuhan, maka watakmu masih merepresentasikan Iblis. Ini cukup untuk membuktikan bahwa pelayananmu kepada Tuhan bukan karena niat baikmu sendiri. Itu adalah pelayanan yang didasarkan pada natur Iblis dalam dirimu. Engkau melayani Tuhan dengan karakter alamimu, dan menurut kesukaanmu sendiri; selain itu, engkau terus berpikir bahwa Tuhan senang dengan apa pun yang ingin engkau lakukan, dan membenci apa pun yang tidak ingin engkau lakukan, dan engkau dituntun sepenuhnya oleh kesenanganmu sendiri dalam pekerjaanmu. Dapatkah ini disebut melayani Tuhan? Pada akhirnya, watak hidupmu tidak akan berubah sedikit pun; sebaliknya, engkau akan menjadi semakin keras kepala karena engkau merasa telah melayani Tuhan, dan ini akan membuat watak rusakmu semakin mendarah daging. Dengan cara ini, dalam hatimu engkau akan membuat aturan-aturan tentang pelayanan kepada Tuhan yang terutama didasarkan pada karaktermu sendiri, dan pengalaman yang diperoleh dari pelayanan yang engkau lakukan menurut watakmu sendiri. Ini adalah pelajaran dari pengalaman manusia. Ini adalah filsafat hidup manusia. Orang-orang seperti ini termasuk golongan kaum Farisi dan pemuka agama. Jika mereka tidak pernah sadar dan bertobat, mereka pada akhirnya akan berubah menjadi Mesias-Mesias palsu yang akan muncul pada akhir zaman, dan menjadi penipu manusia. Para Mesias palsu dan penipu yang diperbincangkan ini akan bangkit dari antara orang-orang semacam ini. Jika orang-orang yang melayani Tuhan mengikuti karakter mereka sendiri dan bertindak menurut kehendak mereka sendiri, mereka terancam dicampakkan kapan saja. Orang-orang yang menerapkan pengalaman mereka selama bertahun-tahun melayani Tuhan untuk menarik hati orang lain, menceramahi mereka dan mengekang mereka, dan menempatkan diri lebih tinggi dari orang lain—dan yang tidak pernah bertobat, tidak pernah mengakui dosa-dosanya, tidak pernah mau melepaskan keuntungan dari jabatannya—orang-orang ini akan rebah di hadapan Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang sejenis dengan Paulus, yang menyalahgunakan senioritas mereka dan memamerkan kualifikasi mereka. Tuhan tidak akan membawa orang-orang seperti ini sampai kepada kesempurnaan. Pelayanan semacam ini mengganggu pekerjaan Tuhan. Orang suka sekali berpegang teguh pada apa yang sudah lama berlalu. Mereka berpegang teguh pada gagasan masa lalu, pada perkara-perkara dari masa lalu. Ini merupakan kendala besar dalam pelayanan mereka. Jika engkau tidak bisa meninggalkan semuanya itu, hal-hal ini akan mencekik seluruh kehidupanmu. Tuhan tidak akan menghargaimu, sedikit pun tidak, bahkan seandainya kakimu patah karena berlari atau punggungmu patah karena kerja keras, bahkan seandainya engkau menjadi martir dalam melayani Tuhan. Malah sebaliknya: Dia akan berkata bahwa engkau adalah pelaku kejahatan.

Dikutip dari "Pelayanan Rohani Haruslah Dimurnikan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Apakah menurutmu memiliki pengetahuan berarti memiliki kebenaran? Bukankah itu sudut pandang yang membingungkan? Engkau dapat berbicara pengetahuan sebanyak pasir di pantai, tetapi tidak ada yang memuat suatu jalan nyata. Dengan begini, bukankah engkau membodohi orang? Bukankah engkau banyak bicara tanpa berbuat? Bertindak seperti ini berbahaya bagi orang lain! Semakin tinggi teorinya, semakin hampa ia dalam hal kenyataan, dan semakin tidak mampu ia mengantar orang ke dalam kenyataan; semakin tinggi teorinya, semakin ia membuatmu melawan dan menentang Tuhan. Jangan memperlakukan teori yang paling muluk bak harta karun; ia bersifat merusak, dan ia tidak berguna! Mungkin ada yang dapat berbicara tentang teori-teori yang tinggi—tetapi teori-teori semacam itu tidak mengandung kenyataan, karena orang-orang ini belum secara pribadi mengalaminya, dan dengan demikian mereka tidak memiliki jalur pengamalan. Orang-orang seperti itu tidak mampu membawa manusia ke jalan yang benar, dan hanya akan menyesatkan orang. Bukankah ini berbahaya bagi orang lain? Paling tidak, engkau harus mampu memecahkan kesukaran saat ini dan memungkinkan orang untuk mencapai jalan masuk; hanya ini yang dianggap sebagai pengabdian, dan baru setelah itu engkau akan memenuhi syarat untuk bekerja bagi Tuhan. Jangan selalu berbicara muluk-muluk, berkata-kata fantastis, dan jangan mengikat orang dan membuat mereka mematuhimu dengan pengamalanmu yang tidak sesuai. Tidak ada gunanya melakukan ini, dan hanya memperbesar kebingungan orang. Memimpin orang dengan cara ini akan menghasilkan banyak peraturan, yang akan membuat orang muak terhadapmu. Ini adalah kelemahan manusia, dan itu benar-benar memalukan.

Dikutip dari "Lebih Fokus pada Kenyataan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Siapa pun yang tidak memahami tujuan pekerjaan Tuhan adalah orang-orang yang menentang Tuhan, tetapi terlebih lagi mereka yang meskipun mengetahui tujuan pekerjaan Tuhan tetapi tidak berupaya memuaskan Tuhan. Orang-orang yang membaca Alkitab di gereja-gereja besar mengutip Alkitab setiap hari, tetapi tidak satu pun yang memahami tujuan pekerjaan Tuhan. Tidak ada seorang pun yang dapat mengenal Tuhan; bahkan, tidak ada seorang pun yang dapat selaras dengan hati Tuhan. Mereka semua tidak berharga, manusia hina, masing-masing meninggikan diri, ingin mengajar Tuhan. Walaupun mereka mengelu-elukan nama Tuhan, mereka dengan sengaja menentang-Nya. Walaupun mereka menyebut diri mereka orang yang percaya kepada Tuhan, merekalah orang-orang yang makan daging manusia dan minum darah manusia. Semua manusia seperti ini adalah setan-setan yang menelan jiwa manusia, para penghulu setan yang sengaja mengganggu orang-orang yang berusaha melangkah ke jalan yang benar, dan batu sandungan yang menghalangi jalan orang-orang yang mencari Tuhan. Meskipun mereka memiliki "raga yang kuat", bagaimana pengikut mereka bisa mengetahui bahwa merekalah antikristus yang memimpin manusia menentang Tuhan? Bagaimana mereka bisa tahu bahwa merekalah setan-setan hidup yang mencari jiwa-jiwa untuk ditelan?

Dikutip dari "Semua Orang yang Tidak Mengenal Tuhan adalah Orang-Orang yang Menentang Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebelumnya:Perbedaan Antara Mengikuti Tuhan dan Mengikuti Manusia

Selanjutnya:Perbedaan Antara Perbuatan Baik yang Bersifat Lahiriah dan Perubahan Watak