Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Domba Tuhan Mendengar Suara-Nya (Seri Wajib bagi Orang Percaya Baru)

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Bab 4 Engkau Harus Mengetahui Kebenaran tentang Pekerjaan Tuhan pada Akhir Zaman

4. Makna dari Pekerjaan Pengujian dan Pemurnian Tuhan

Firman Tuhan yang Relevan:

Keadaan batiniah seperti apa dalam diri orang-orang yang menjadi tujuan ujian ini? Ujian ini ditujukan untuk orang-orang dengan watak pemberontak di dalam dirinya yang tidak mampu memuaskan hati Tuhan. Ada banyak hal yang cemar di dalam diri orang-orang, dan banyak kemunafikan, sehingga Tuhan harus memberi mereka ujian untuk memurnikan mereka. ...

Jika engkau tidak mengenal watak Tuhan, engkau pasti akan jatuh saat ujian. Karena engkau tidak menyadari cara Tuhan menyempurnakan orang, dan dengan cara apa Ia menyempurnakan mereka, ketika ujian Tuhan menimpamu dan itu tidak sesuai dengan gagasan pribadimu, engkau tidak akan dapat berdiri teguh. Kasih sejati Tuhan adalah watak Tuhan seutuhnya, dan ketika watak Tuhan yang seutuhnya ditunjukkan kepadamu, apakah dampaknya untuk kedaginganmu? Ketika watak Tuhan yang benar ditunjukkan kepadamu, dagingmu pasti akan menderita kesakitan yang hebat. Jika engkau tidak menderita kesakitan ini, engkau tidak dapat disempurnakan oleh Tuhan, dan tidak mampu mempersembahkan kasih yang sejati kepada Tuhan. Jika Tuhan menyempurnakanmu, Ia pasti akan menunjukkan watak-Nya yang seutuhnya kepadamu. Dari awal mula penciptaan hingga saat ini, Tuhan tidak pernah menunjukkan watak-Nya yang seutuhnya—tetapi pada akhir zaman, Ia menyingkapkannya kepada sekelompok orang yang telah Ia tentukan dari semula dan telah Ia pilih. Dengan menyempurnakan orang-orang, Ia menyingkapkan watak-Nya, yang akan memperlengkapi sekelompok orang. Itulah kasih sejati Tuhan bagi orang-orang. Mengalami kasih Tuhan yang sejati menuntut orang untuk mau menanggung kesakitan yang dahsyat, dan membayar harga yang tinggi. Hanya setelah itu, barulah mereka akan didapatkan oleh Tuhan dan dapat memberikan kasih sejati mereka kembali kepada Tuhan, dan barulah hati Tuhan akan dipuaskan. Jika orang ingin disempurnakan oleh Tuhan, dan ingin melakukan kehendak-Nya, dan sepenuhnya memberikan kasih sejati mereka kepada Tuhan, mereka harus mengalami banyak penderitaan dan siksaan dari keadaan tersebut, menderita kesakitan yang lebih buruk daripada kematian. Pada akhirnya, mereka akan dipaksa untuk memberikan hati mereka yang benar kembali kepada Tuhan. Apakah seseorang itu sungguh-sungguh mengasihi Tuhan atau tidak, itu akan tersingkap selama kesusahan dan pemurnian. Tuhan memurnikan kasih orang, dan ini hanya dapat dicapai di tengah kesusahan dan pemurnian.

Dikutip dari "Hanya Mengasihi Tuhan-lah yang Berarti Sungguh-Sungguh Percaya kepada Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Begitu diperhadapkan dengan keadaan manusia dan sikapnya terhadap Tuhan, Tuhan telah melakukan pekerjaan baru, yang memungkinkan manusia untuk memiliki pengetahuan serta ketaatan kepada-Nya, dan kasih dan kesaksian. Jadi, manusia harus menjalani pengalaman pemurniannya dari Tuhan, selain penghakiman, penanganan, dan pemangkasan Dia terhadap manusia, yang tanpa itu manusia tidak akan pernah dapat mengenal Tuhan, dan tidak pernah akan mampu mengasihi dan memberi kesaksian akan diri-Nya. Pemurnian manusia oleh Tuhan bukanlah semata-mata demi suatu dampak sepihak, tetapi adalah demi suatu dampak berbagai segi. Hanya lewat cara ini Tuhan melakukan pekerjaan pemurnian dalam mereka yang bersedia mencari kebenaran, yaitu agar tekad dan kasih manusia disempurnakan oleh Tuhan. Bagi mereka yang bersedia mencari kebenaran, dan yang mendambakan Tuhan, tidak ada hal lain yang lebih bermakna, atau lebih membantu, daripada pemurnian seperti ini. Watak Tuhan tidak mudah diketahui atau dipahami oleh manusia, karena bagaimanapun juga Tuhan adalah Tuhan. Pada akhirnya, Tuhan tidak mungkin berwatak sama dengan manusia, dan oleh karena itu tidaklah mudah bagi manusia untuk mengetahui watak-Nya. Kebenaran tidak dimiliki oleh manusia secara inheren, dan itu tidak mudah dipahami oleh mereka yang telah dirusak oleh Iblis; manusia hampa kebenaran, dan tanpa tekad untuk melakukan kebenaran, dan apabila dia tidak menderita, dan apabila dia tidak dimurnikan atau dihakimi, tekad tersebut tidak pernah akan dijadikan sempurna. Bagi semua orang, pemurnian sungguh menyiksa, dan sangat sulit untuk diterima—tetapi, selama pemurnianlah Tuhan menjadikan watak-Nya yang adil dapat dipahami dengan jelas oleh manusia, dan mengumumkan syarat-syarat-Nya untuk manusia, dan memberikan lebih banyak pencerahan, dan lebih banyak pemangkasan dan penanganan aktual; lewat pembandingan fakta dan kebenaran, Dia memberi manusia pengetahuan yang lebih besar tentang diri-Nya dan kebenaran, dan memberi manusia pemahaman yang lebih besar akan kehendak Tuhan, sehingga manusia dapat memiliki kasih akan Tuhan yang lebih benar dan lebih murni. Itulah tujuan-tujuan Tuhan dalam menjalankan pemurnian. Segala pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan dalam manusia memiliki tujuan dan kepentingannya tersendiri; Tuhan tidak melakukan pekerjaan yang tidak berarti atau yang tidak bermanfaat bagi manusia. Pemurnian bukan berarti menyingkirkan manusia dari hadapan Tuhan, juga bukan berarti menghancurkannya di neraka. Arti pemurnian adalah mengubah watak manusia selama pemurnian, mengubah motivasinya, pandangan-pandangan lamanya, mengubah kasihnya terhadap Tuhan, dan mengubah seluruh hidupnya. Pemurnian merupakan ujian nyata manusia, dan suatu bentuk pelatihan yang nyata, dan hanya selama pemurnianlah kasih manusia dapat memenuhi fungsinya yang inheren.

Dikutip dari "Hanya dengan Mengalami Pemurnian, Manusia Dapat Sungguh-Sungguh Mengasihi Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Semakin besar pemurnian Tuhan, semakin besar pula hati orang mampu mengasihi Tuhan. Siksaan dalam hati mereka bermanfaat bagi hidup mereka, mereka lebih mampu untuk berada dalam keadaan damai di hadapan Tuhan, hubungan mereka dengan Tuhan bertambah dekat, dan mereka lebih mampu melihat kasih agung Tuhan dan keselamatan agung-Nya. Petrus mengalami pemurnian hingga ratusan kali, dan Ayub menjalani sejumlah ujian. Apabila engkau sekalian ingin disempurnakan oleh Tuhan, engkau sekalian pun harus mengalami pemurnian hingga ratusan kali banyaknya; hanya apabila engkau sekalian melewati proses ini, dan mengandalkan langkah ini, engkau sekalian akan dapat memuaskan kehendak Tuhan, dan dijadikan sempurna oleh Tuhan. Pemurnian merupakan cara terbaik Tuhan menjadikan orang sempurna; hanya pemurnian dan ujian pahit yang dapat memunculkan kasih sejati kepada Tuhan dalam hati orang. Tanpa kesukaran, orang tidak memiliki kasih sejati kepada Tuhan; apabila mereka tidak diuji di dalam, dan tidak sungguh-sungguh mengalami pemurnian, maka hati mereka akan selalu mengambang di luar. Begitu dimurnikan hingga taraf tertentu, engkau akan melihat kelemahan dan kesulitan dirimu sendiri, engkau akan melihat apa saja kekuranganmu dan bahwa engkau tidak mampu mengatasi banyaknya masalah yang engkau hadapi, dan engkau akan melihat betapa besarnya pembangkanganmu. Hanya selama ujian, orang akan mengetahui keadaan mereka yang sesungguhnya, dan ujian menjadikan orang lebih mampu untuk disempurnakan.

Selama masa hidupnya, Petrus mengalami pemurnian hingga ratusan kali dan menjalani banyak cobaan berat yang menyakitkan. Pemurnian ini menjadi landasan untuk kasih agungnya kepada Tuhan, dan menjadi pengalaman paling penting dalam seluruh hidupnya. Bahwasanya dia mampu memiliki kasih yang agung kepada Tuhan bisa dikatakan adalah karena tekadnya untuk mengasihi Tuhan; akan tetapi, yang lebih penting ialah karena pemurnian dan penderitaan yang dia lalui. Penderitaan tersebut menjadi petunjuknya pada jalur mengasihi Tuhan, dan menjadi hal yang paling berkesan baginya. Apabila orang tidak mengalami sakitnya pemurnian kala mengasihi Tuhan, kasih mereka sarat kealamian dan pilihan-pilihan mereka; kasih seperti ini penuh dengan gagasan-gagasan Iblis, dan pendek kata tidak dapat memuaskan kehendak Tuhan. Bertekad untuk mengasihi Tuhan tidak sama dengan sungguh-sungguh mengasihi Tuhan. Meskipun hal yang mereka pikirkan dalam hati mereka adalah demi mengasihi Tuhan, dan memuaskan Tuhan, seakan-akan pikiran mereka tanpa gagasan-gagasan manusia, seakan-akan mereka semua adalah demi Tuhan, kala pikiran-pikiran mereka dibawa di hadapan Tuhan, pikiran-pikiran tersebut tidak dipuji atau diberkati oleh Tuhan. Bahkan bila orang telah memahami seluruh kebenaran—bila mereka telah mengetahui semuanya—ini tidak dapat dikatakan sebagai pertanda mengasihi Tuhan, tidak dapat dikatakan bahwa orang-orang ini benar mengasihi Tuhan. Meskipun telah memahami banyak kebenaran tanpa menjalani pemurnian, orang tidak mampu melakukan kebenaran-kebenaran ini dalam hidup mereka; hanya selama pemurnian saja orang dapat memahami makna sesungguhnya kebenaran-kebenaran ini, hanya dengan begitu orang dapat dengan sungguh-sungguh menghargai makna batin mereka. Pada saat itu, kala mereka berusaha kembali, mereka mampu melakukan kebenaran dalam hidup mereka dengan tepat, dan sesuai dengan kehendak Tuhan; pada saat itu, gagasan-gagasan kemanusiaan mereka menyusut, kealamian kemanusiaan mereka berkurang, dan emosi-emosi kemanusiaan mereka menurun; hanya pada saat itulah pengamalan mereka menjadi perwujudan sejati kasih kepada Tuhan.

Dikutip dari "Hanya dengan Mengalami Pemurnian, Manusia Dapat Sungguh-Sungguh Mengasihi Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Ketika Tuhan bekerja untuk memurnikan manusia, manusia menderita. Semakin besar pemurnian yang dialaminya, semakin besar kasihnya kepada Tuhan, dan semakin besar kekuatan Tuhan dinyatakan dalam dirinya. Semakin sedikit pemurnian yang dialami manusia, semakin sedikit kasihnya kepada Tuhan dan semakin sedikit kekuatan Tuhan dinyatakan di dalam dirinya. Semakin besar pemurnian dan kesengsaraannya, dan semakin tersiksa dirinya, akan semakin dalam kasih sejatinya kepada Tuhan, akan semakin murni imannya kepada Tuhan, dan akan semakin dalam pengenalannya tentang Tuhan. Dalam pengalamanmu, engkau akan melihat bahwa mereka yang mengalami banyak pemurnian dan kesengsaraan yang hebat serta banyak penanganan dan disiplin memiliki kasih yang dalam kepada Tuhan dan pengenalan akan Tuhan yang dalam dan kuat. Mereka yang tidak mengalami penanganan Tuhan hanya akan memiliki pengenalan dangkal dan hanya bisa berkata: "Tuhan itu begitu baik, Dia memberikan anugerah kepada manusia supaya bisa menikmati-Nya." Jika orang mengalami penanganan dan disiplin Tuhan, mereka akan mampu mengatakan pengenalan sejati akan Tuhan. Jadi, semakin luar biasa pekerjaan Tuhan dalam diri manusia, semakin berharga dan bermakna pekerjaan itu. Semakin kuat itu bagimu dan semakin tidak sesuai dengan gagasanmu, semakin pekerjaan Tuhan mampu menaklukkanmu, mendapatkanmu, dan menjadikanmu sempurna. Signifikansi pekerjaan Tuhan sangat besar! Jika Dia tidak memurnikan manusia dengan cara ini, jika Dia tidak bekerja dengan metode ini, pekerjaan Tuhan akan menjadi tidak efektif dan tanpa makna. Inilah alasan di balik luar biasanya makna pemilihan Tuhan atas sekelompok orang di akhir zaman. Dikatakan sebelumnya, Tuhan akan memilih dan mendapatkan kelompok orang ini. Semakin besar pekerjaan yang dikerjakan-Nya dalam diri engkau semua, semakin dalam dan semakin murni kasihmu kepada Tuhan. Semakin besar pekerjaan Tuhan, semakin manusia mampu merasakan hikmat-Nya dan semakin dalam pengenalan manusia akan Dia.

Dikutip dari "Mereka yang Akan Disempurnakan Harus Mengalami Pemurnian" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Tuhan dapat menyempurnakan manusia dari sisi positif maupun negatif. Semua tergantung apakah engkau mampu mengalaminya, dan apakah engkau berupaya untuk disempurnakan oleh Tuhan. Jika engkau sungguh berupaya agar disempurnakan oleh Tuhan, hal negatif tidak akan membuatmu merasa kehilangan, melainkan dapat memberimu hal-hal yang lebih nyata, dan dapat membuatmu mampu mengetahui kekurangan dalam dirimu, mampu menerima keadaanmu yang sesungguhnya, dan melihat bahwa manusia tidak memiliki apa pun, dan bukan siapa-siapa; jika tidak mengalami ujian, engkau tidak tahu, dan engkau akan selalu merasa lebih tinggi dari orang lain dan lebih baik dari semua orang yang lain. Melalui semua ini, engkau akan melihat bahwa segala yang terjadi sebelumnya dilakukan oleh Tuhan dan dilindungi oleh Tuhan. Masuk ke dalam ujian meninggalkanmu tanpa kasih ataupun keyakinan, kurang berdoa, dan tidak mampu menyanyikan lagu pujian—dan, tanpa menyadarinya, di tengah semua ini engkau menjadi mengenal dirimu sendiri. Tuhan memiliki banyak cara untuk menyempurnakan manusia. Dia menggunakan berbagai macam keadaan untuk menangani watak buruk manusia, dan memakai bermacam hal untuk menyingkapkannya; suatu saat Dia menangani manusia, di saat lainnya dia menyingkapkan manusia, menggali dan mengungkap berbagai "misteri" di kedalaman hati manusia, dan menunjukkan kepada manusia sifatnya dengan mengungkap berbagai keadaannya. Tuhan menyempurnakan manusia melalui beragam cara—melalui penyingkapan, penanganan, pemurnian, dan hajaran—sehingga manusia mengetahui bahwa Tuhan itu nyata.

Dikutip dari "Hanya Mereka yang Bertumpu pada Pengamalan yang Dapat Disempurnakan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Dalam kepercayaan mereka kepada Tuhan, yang orang cari adalah mendapatkan berkat untuk di masa depan: Inilah tujuan dalam iman mereka. kepercayaan orang-orang kepada Tuhan. Semua orang memiliki niat dan harapan ini. Walaupun demikian, kerusakan di dalam natur manusia harus diselesaikan melalui ujian. Dalam aspek mana saja engkau tidak lulus, dalam aspek itulah engkau harus dimurnikan—ini adalah pengaturan Tuhan. Tuhan menciptakan sebuah lingkungan untukmu, yang memaksamu dimurnikan di sana untuk mengetahui kerusakanmu sendiri. Pada akhirnya, engkau mencapai titik di mana engkau lebih suka mati dan meninggalkan rencana dan keinginanmu, dan tunduk pada kedaulatan dan pengaturan Tuhan. Jadi, jika ada orang yang tidak mengalami beberapa tahun pemurnian dan jika mereka tidak mengalami tingkat penderitaan tertentu, mereka tidak akan dapat menyingkirkan ikatan kerusakan daging dalam pikiran dan hati mereka. Dalam aspek mana saja engkau masih tunduk pada perbudakan Iblis, dalam aspek mana saja engkau masih memiliki keinginanmu sendiri, tuntutanmu sendiri—dalam aspek inilah engkau harus menderita. Hanya dalam penderitaan pelajaran dapat dipelajari, yang berarti bisa mendapatkan kebenaran dan memahami kehendak Tuhan. Sebenarnya, banyak kebenaran dipahami selama pengalaman ujian yang menyakitkan. Tidak ada orang yang dapat memahami kehendak Tuhan, mengakui kemahakuasaan dan hikmat Tuhan atau menghargai watak Tuhan yang benar ketika berada di lingkungan yang nyaman dan mudah, atau ketika keadaan baik. Itu tidak mungkin!

Dikutip dari "Bagaimana Memuaskan Tuhan di Tengah Ujian" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Sebelumnya:Makna dari Pekerjaan Penghakiman dan Hajaran Tuhan.

Selanjutnya:Bagaimana Engkau Harus Percaya kepada Tuhan agar Dapat Diselamatkan dan Disempurnakan?