Firman Tuhan | "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" (Bagian Tujuh)
Beberapa materi dalam video ini berasal dari: 【All Bible quotations in this video are translated freely from English Bible.】...
Kami menyambut semua pencari yang merindukan penampakan Tuhan!
Bagaimana munculnya iman yang sejati kepada Tuhan dalam diri seseorang? Iman yang sejati muncul dari pengalaman. Dengan cara bagaimana iman yang sejati muncul dari pengalaman? Jika engkau mampu mencari dan merenungkan maksud Tuhan di setiap orang, peristiwa, dan hal-hal yang kautemui, dan melaluinya engkau memahami Dia, maka setelah melewati banyak pengalaman, lambat laun engkau akan memperoleh pengenalan yang sejati akan Tuhan—bukan memahaminya secara verbal, melainkan pemahaman yang mendalam pada dirimu. Tuhan yang kaupercayai dalam hatimu dan akui dengan mulutmu hidup di dalam hatimu, dan tak ada yang bisa mengambil-Nya dari hatimu. Seperti halnya Ayub, ketika dia diuji, teman-temannya berkata, "Kau telah berbuat dosa dan menyinggung Tuhan. Cepat, mohon ampun kepada Tuhan Yahweh!" Ayub tidak berpikir demikian, tetapi mengapa? Karena setelah dia hidup selama puluhan tahun, pemahamannya tentang Tuhan tidak berdasarkan pengalaman; dia tidak berkata: "Tuhan memberkati dan berbelas kasihan kepada manusia, dan tidak pernah mengambil apa pun dari mereka." Yang dialaminya adalah Tuhan memberi kepada manusia, tetapi Dia juga mengambil. Ketika Tuhan memberi sesuatu kepada manusia, terkadang Dia juga mendidik, mendisiplinkan, dan menghukum. Apa yang Tuhan lakukan kepada manusia tidak diatur oleh pikiran, pemikiran, atau imajinasi manusia. Jadi, pengalaman hidup Ayub selama puluhan tahun membuatnya menyimpulkan bahwa "Yahweh yang memberi, Yahweh juga yang mengambil; terpujilah nama Yahweh" (Ayub 1:21). Artinya, semua yang Tuhan lakukan, entah dianggap baik atau buruk di mata manusia, adalah bagian dari pengaturan-Nya. Sekalipun hal buruk terjadi, Iblis tidak akan berani melakukan apa pun terhadap manusia tanpa seizin Tuhan. Manusia berada di tangan Tuhan, dan di bawah kedaulatan-Nya, mereka tak perlu takut akan apa pun. Sekalipun engkau jatuh ke tangan Iblis, ini masih berada di bawah kedaulatan Tuhan, dan Iblis tidak akan berani menyentuhmu tanpa seizin Tuhan. Ayub telah mencapai tingkat pemahaman ini, sehingga dia tidak mengeluh, apa pun yang Tuhan lakukan. Dia memahami dengan jelas bahwa hanya Tuhan Yahweh-lah Tuhan sejati yang memegang kedaulatan atas segala sesuatu, dan bahwa semua malaikat, roh jahat, dan setan-setan itu bukanlah Tuhan. Siapa yang memegang kedaulatan atas segala sesuatu? Siapa yang memegang kedaulatan atas manusia, atas segala sesuatu yang ada? Tuhan. Dengan kata lain, Tuhan adalah yang terbesar. Keluarga seseorang, tingkat kekayaan mereka, apakah mereka melalui hari-hari mereka dengan nyaman atau dalam kesakitan, dan berapa lama mereka hidup—semua ini ada di tangan Tuhan. Ayub memiliki pengalaman yang mendalam tentang hal ini, dan bukan hanya satu atau dua kali dalam hidupnya. Setiap kali terjadi sesuatu, jika dia mampu memahami bahwa hal itu terjadi di bawah kedaulatan Tuhan, maka itu akan terukir dalam ingatannya. Ini memberinya perasaan yang mendalam bahwa semua ini tidak terjadi secara kebetulan, atau karena kehendak manusia ataupun Iblis, melainkan ini adalah pekerjaan Tuhan, dan dia tidak boleh mengeluh. Apa yang Ayub sadari saat dia melalui ujian yang luar biasa seperti itu? Bahwa Tuhan adalah yang tertinggi, bahwa Tuhan itu bijaksana. Dia selalu mampu memuji Tuhan, apa pun yang Tuhan lakukan. Jika hal seperti ini terjadi padamu tetapi engkau tak mampu memahaminya, jangan menghakimi atau memaksakan kesimpulanmu sendiri. Jika engkau tidak tahu apa niat baik Tuhan, engkau harus mencari, menunggu, dan kemudian tunduk. Ini adalah cara menerapkan yang terbaik, dan jalan penerapan terbaik; jika tidak, engkau akan merasa malu dan menyesal. Ayub memiliki pengetahuan pengalaman yang sangat mendalam mengenai hal ini. Jika engkau selalu salah paham terhadap Tuhan, engkau tidak akan pernah mampu mendapatkan kebenaran, dan akan kehilangan berkat Tuhan. Sekalipun engkau mengalami banyak kesukaran, engkau tidak akan mendapatkan apa pun karena hubunganmu dengan Tuhan tidak normal, engkau tidak memperlakukan Tuhan selayaknya Tuhan, engkau tidak memahami pekerjaan-Nya, dan engkau tidak benar-benar tunduk kepada-Nya. Karena ini, engkau tidak akan mampu mencapai pengetahuan sejati tentang Tuhan. Tuhan berfirman dan bekerja, dan tidak peduli betapa pun susah payahnya Dia membayarmu, dan lingkungan seperti apa pun yang Dia ciptakan untukmu, semua ini bertujuan agar engkau mampu mengenal Tuhan. Begitu engkau mengenal Tuhan, hubunganmu dengan Dia akan menjadi makin dekat dan makin normal. Tuhan tidak bertindak tanpa alasan, apalagi mempermainkan seseorang karena merasa bosan, dan wajar jika manusia tidak memahami cara Dia bekerja. Namun, manusia harus mencari kebenaran, dan setidaknya jangan mendefinisikan Tuhan—inilah yang dimaksud dengan menjadi orang yang bernalar. Seperti yang Petrus katakan, tidak peduli apakah Tuhan memperlakukan manusia seperti mainan, atau bagaimanapun cara Dia memperlakukan mereka, Dia selalu benar. "Jika Tuhan memperlakukan aku seperti mainan, bagaimana mungkin aku tidak bersedia dan rela?" Apa yang membuat Petrus berkata demikian? (Pengalaman Petrus membuatnya berkata demikian. Dia menyadari bahwa apa pun yang Tuhan lakukan, niat-Nya selalu baik.) Terkadang engkau tidak mengetahui maksud Tuhan, lalu apa yang harus kaulakukan? Engkau harus menunggu, mencari, dan berusaha untuk memahaminya. Meskipun Ayub dan Petrus hidup di zaman yang berbeda, memiliki latar belakang yang berbeda, mengalami hal yang berbeda, dan melontarkan perkataan yang berbeda, jalan dan cara penerapan mereka sama, dan sikap mereka terhadap Tuhan saat terjadi sesuatu juga sama. Hanya saja, mereka mengutarakan gagasan ini dengan bahasa yang berbeda. Namun, apa yang orang pahami dari hal ini? Bahwa engkau harus menerapkan ketundukan saat mencari dan menunggu untuk melihat apa yang menjadi keinginan Tuhan. Jangan terburu-buru. Bersikap seperti ini terlebih dahulu merupakan hal yang benar. Jika engkau terlalu terburu-buru saat terjadi sesuatu dan tidak tahu bagaimana cara mencari kebenaran, tetapi terus mengeluh tentang Tuhan, maka akan timbul masalah. Ada orang-orang yang berkata, "Aku benar-benar tidak mengerti! Mengapa Tuhan memperlakukan kami seperti ini? Aku tidak bisa tunduk jika kami diperlakukan seperti setan dan Iblis. Ini tidak masuk akal dan tidak bisa dibenarkan!" Apakah engkau masih pantas mendapatkan bimbingan Tuhan jika pikiran, gagasan, imajinasi, pemberontakan, dan ketidaktundukanmu tidak terkendali? Ketundukan tidak sesederhana mengatakan bahwa engkau tunduk, atau mengkhotbahkan doktrin, atau menunjukkan sedikit tekad, dan memiliki sedikit pengendalian diri. Ketundukan tidaklah sesederhana itu. Jika engkau tunduk kepada Tuhan, upah terbesar yang akan kaudapatkan adalah mengenal Dia, memahami lingkungan yang Dia atur untukmu, dan untuk memiliki pengetahuan pengalaman nyata. Artinya, engkau akan memahami hati Tuhan dan maksud tulus-Nya, dan bahwa Dia kecewa jika engkau tidak menjadi sesuai yang diharapkan-Nya. Tuhan tidak mau melihatmu hidup dalam watak-watak yang rusak, melainkan ingin engkau membebaskan diri dari semua itu. Jadi, Dia harus menggunakan cara seperti menghakimi dan menghajarmu, memangkas, serta menegur dan mendisiplinkanmu sedemikian rupa sehingga sepertinya Tuhan tidak memperhatikan perasaanmu, seakan Dia mengutuk dan menghukummu, atau mempermainkanmu. Lalu, apa yang harus kaulakukan? Jika engkau mampu memahami maksud tulus Tuhan, sekalipun Dia bertindak dengan cara seperti ini, ini sudah cukup—engkau akan benar-benar tunduk. Saat sedang diuji, Ayub berkata, "Yahweh yang memberi, Yahweh juga yang mengambil; terpujilah nama Yahweh." Apa yang dia pahami dari pernyataan ini? "Semua yang kumiliki adalah pemberian Tuhan Yahweh, dan Dia bisa mengambilnya jika Dia menginginkannya, karena Dia adalah Tuhan dan Dia memiliki kuasa ini. Aku tidak berhak untuk menolak, karena semua yang kumiliki adalah pemberian-Nya." Inilah yang Ayub pahami dan alami. Apa tekadnya pada saat itu? "Aku harus memahami Tuhan, melakukan hal-hal yang masuk akal, dan menjadi orang yang berakal sehat. Semua ini diberikan oleh Tuhan kepadaku, dan Dia bisa mengambilnya kapan saja. Aku tidak boleh memprotes Tuhan tentang hal ini; melakukan itu berarti memberontak terhadap-Nya. Menolak tindakan Tuhan akan melukai hati-Nya, yang berarti aku bukan orang yang benar-benar baik atau makhluk ciptaan yang sejati jika aku melakukannya." Seperti inilah dia melakukan penerapan pada saat itu, dan apa hasil yang dia dapatkan dari penerapan ini? Sesungguhnya, hasil yang sebenarnya dia dapatkan bukanlah bahwa dia menjadi makin kaya, atau memiliki lebih banyak sapi dan domba dari sebelumnya, atau memiliki anak-anak yang lebih cantik dari sebelumnya. Semua ini hanyalah kasih karunia yang Tuhan berikan. Melalui pengalaman ini, yang sebenarnya Tuhan karuniakan kepada Ayub adalah dia semakin memahami dan tunduk kepada Tuhan, hubungannya dengan Tuhan menjadi makin dekat, dan Ayub menjadi makin dekat dengan hati-Nya. Ayub mampu memahami apa pun yang Tuhan lakukan, dan tidak lagi melontarkan perkataan yang tidak masuk akal ataupun lancang, dan tidak mengucapkan perkataan yang menyakiti hati Tuhan. Bukankah ini yang dimaksud dengan membebaskan dirimu dari watak rusakmu? Iblis tidak bisa lagi mengendalikanmu; engkau tidak lagi berada di bawah kendali Iblis melainkan di bawah kendali Tuhan. Apa pun yang Tuhan lakukan, engkau mampu tunduk, dan engkau adalah milik-Nya. Inilah keadaan dan sikap Ayub pada saat itu. Selain itu, karena dia bertindak seperti ini dan masuk ke dalam kenyataan ini, akhirnya Tuhan menampakkan diri kepadanya. Apakah penampakan Tuhan, seperti apa pun wujud-Nya, memperdalam pemahamannya tentang Tuhan? (Ya.) Ya, tentu saja itu memperdalam pemahamannya. Dari sejak dia mendengar tentang Tuhan dari legenda, hingga memastikan keberadaan-Nya, dan menyaksikan penampakan-Nya—menurutmu, dari semua ini, yang manakah yang merupakan berkat terbesar bagi manusia dibandingkan dengan kasih karunia yang Tuhan berikan? (Menyaksikan penampakan Tuhan adalah berkat yang terbesar.) Benar sekali. Jika orang percaya kepada Tuhan tetapi tidak memahami kebenaran, mereka akan selalu meminta Tuhan untuk melindungi mereka, melimpahkan kasih karunia kepada mereka, mengangkat mereka lebih tinggi daripada orang lain dan memberkati seluruh keluarga mereka dengan keamanan dan kebahagiaan. Mereka meminta untuk bisa berkhotbah di mana pun mereka berada serta membuat orang lain iri dan mengagumi mereka. Inilah yang manusia inginkan, tetapi mereka tidak mengetahui berkat terbesar yang ingin Tuhan berikan. Mereka hanya meminta berkat-berkat lahiriah, tetapi semua permintaan mereka hanya membuat mereka semakin jauh dari hati Tuhan. Mereka kehilangan keberuntungan terbesar, dan mereka kehilangan berkat Tuhan. Jika engkau tak mampu mengenal Tuhan, dan tak mampu memperoleh kebenaran, dapatkah engkau hidup di hadirat-Nya? Mampukah engkau benar-benar tunduk kepada seluruh pengaturan Tuhan? Sama sekali tidak mungkin.
Proses menerapkan kebenaran dan masuk ke dalam kenyataan kebenaran sesungguhnya adalah proses mengenal dirimu sendiri, dan membuang watak rusakmu. Ini juga merupakan proses berinteraksi dengan Tuhan secara langsung, dan mulai mengenal-Nya. Engkau menganggap dirimu menerapkan kebenaran, tetapi mengapa engkau tidak mengenal Tuhan? Mengapa hubunganmu dengan Tuhan tidak semakin dekat? Engkau menganggap dirimu telah berdoa dan mengatakan isi hatimu kepada-Nya setiap hari, lalu apakah sekarang engkau merasa lebih dekat dengan-Nya? Apakah engkau merasa imanmu kepada Tuhan telah meningkat? Apakah engkau merasa bahwa selama waktu ini, engkau sudah semakin mengenal Tuhan, lebih jarang mengeluh tentang Dia, dan engkau semakin jarang salah paham dan memberontak terhadap Dia? Jika engkau tidak melihat semua ini di dalam dirimu, dan engkau masih sama seperti sebelumnya, berarti engkau belum menerapkan kebenaran dan telah menyia-nyiakan waktumu, hanya mengerahkan tenagamu. Tidak ada yang memaksamu untuk berjerih payah atau mengerahkan tenagamu, juga tidak ada yang menghalangimu untuk menerapkan kebenaran. Ini adalah pilihanmu sendiri, dan engkau sedang menempuh jalan berjerih payah. Jika orang tidak menerapkan atau mengejar kebenaran, mereka hanya dapat menjadi orang yang berjerih payah. Betapa sulitnya bagi orang untuk menerapkan kebenaran. Mereka tidak tahu cara untuk tunduk kepada Tuhan, dan selalu merasa puas dengan sekadar bekerja keras dan berjerih payah. Ketika akhirnya mereka berhasil memahami sedikit doktrin, mereka tidak tahu bagaimana cara menerapkan kebenaran. Sebaliknya, mereka hanya kembali berjerih payah, tetapi mereka bahkan tidak menyadarinya. Oleh karena itu, engkau harus secara berkala meluangkan waktu untuk merenungkan, memeriksa dirimu sendiri, dan bersekutu dengan saudara-saudarimu tentang apa yang telah kau peroleh selama ini. Engkau berkata, "Aku masih menyimpan banyak kesalahpahaman tentang Tuhan dan aku masih belum menyelesaikan banyak kesalahpahaman tersebut." Orang lain berkata, "Aku merasa sedikit memahami hati Tuhan akhir-akhir ini. Adalah hal yang baik jika Tuhan membiarkan manusia menderita. Dahulu, aku takut menderita, dan ingin bersembunyi atau lari saat dihadapkan dengan penderitaan. Kini aku merasa bahwa orang hanya bisa menenangkan diri di hadapan Tuhan, dan mencegah fokus mereka beralih ke hal-hal lahiriah setelah mereka sedikit menderita. Penderitaan itu baik, jadi Tuhan selalu menciptakan lingkungan yang sulit untuk menguji dan memurnikan orang. Aku merasa aku bisa memahami dan merasakan sebagian dari tujuan dan maksud tulus Tuhan. Semua yang Tuhan lakukan adalah baik!" Seperti inilah engkau harus bersekutu. Dengan bersekutu, engkau akan mendapatkan manfaat. Jika ada beberapa orang yang berkumpul di waktu luang untuk bergosip, menghakimi, atau mengatakan hal-hal lainnya yang cenderung menimbulkan pertengkaran, mereka mungkin tampak membahas tentang iman mereka kepada Tuhan atau pengalaman hidup mereka, tetapi jika hati mereka tidak tenang, mereka harus berlatih untuk mencari dan mengejar kebenaran, serta berusaha untuk memenuhi tuntutan Tuhan. Jika engkau selalu mengejar kebenaran dengan cara ini, Roh Kudus akan bekerja dan mencerahkanmu. Jadikan kebenaran yang tidak kaumiliki sebagai beban yang harus kaukejar, lalu terapkan, alami, dan kejarlah kebenaran. Bagaimana seharusnya engkau melakukan hal ini? Engkau harus mencari dan meminta bimbingan dari seseorang yang memahami kebenaran tentang hal-hal yang tidak kaupahami atau mengerti. Jika engkau terus menerapkannya seperti ini, engkau akan mampu semakin memahami kebenaran dan mendapatkan banyak hal. Sering kali, engkau tidak mengerti bagaimana cara mempersekutukan kebenaran, hanya berfokus membahas pekerjaan, atau selalu membicarakan cara dan bukan prinsip. Ini adalah penyimpangan, padahal seharusnya engkau mempersekutukan hal-hal yang berkaitan dengan prinsip-prinsip kebenaran saat engkau membahas tentang pekerjaan; ini akan menguntungkan jalan masuk kehidupanmu sendiri. Setelah engkau mempersekutukan dengan jelas hal-hal yang berkaitan dengan prinsip-prinsip kebenaran, engkau akan memiliki cara untuk masuk ke dalam jalan masuk kehidupanmu. Ini bermanfaat untuk melakukan pekerjaan dan melaksanakan tugas, juga untuk jalan masuk kehidupanmu sendiri. Bukankah ini yang terbaik untuk kedua hal tersebut? Engkau harus mempersekutukan pengalaman tentang kepercayaanmu kepada Tuhan dengan murni dan terbuka untuk mendapatkan hasil dan mencapai jalan masuk kehidupan. Selalu bergosip atau menghakimi sama sekali tidak bermanfaat bagi jalan masuk kehidupanmu, dan akan menghancurkan kesempatan orang untuk mendapatkan keselamatan dengan percaya kepada Tuhan. Dalam kepercayaan kepada Tuhan, orang harus berfokus menerapkan kebenaran. Semakin engkau menerapkan kebenaran, semakin besar kesempatanmu untuk memperoleh keselamatan. Jika engkau hanya memahami sedikit kebenaran, engkau harus mencari lebih banyak lagi. Hanya dengan memahami kebenaran dan menerapkannya, engkau bisa mengalami perubahan yang nyata dan harapanmu untuk diselamatkan menjadi semakin besar dan pasti.
16 Juli 2017
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Beberapa materi dalam video ini berasal dari: 【All Bible quotations in this video are translated freely from English Bible.】...