Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Mereka yang Akan Disempurnakan Harus Mengalami Pemurnian

Jika engkau percaya kepada Tuhan, engkau harus menaati Tuhan, melakukan kebenaran, dan melakukan tugasmu. Selain itu, engkau harus mengerti hal-hal yang harus engkau alami. Jika yang engkau alami hanya penanganan, disiplin, dan penghakiman, jika engkau hanya mampu menikmati Tuhan, tetapi tidak bisa merasakan kapan Tuhan sedang mendisiplinkan atau menangani engkau, itu tidak bisa diterima. Mungkin dalam pemurnian ini engkau masih bisa berdiri. Namun, itu tidak cukup; engkau harus maju. Pelajaran mengasihi Tuhan tidak pernah berakhir, dan tidak akan pernah ada akhirnya. Manusia memandang percaya kepada Tuhan terlalu sederhana, tetapi begitu mereka mendapat pengalaman praktis, mereka menyadari bahwa kepercayaan kepada Tuhan tidak sesederhana yang orang-orang bayangkan. Ketika Tuhan bekerja untuk memurnikan manusia, manusia menderita. Semakin besar pemurnian yang dialaminya, semakin besar kasihnya kepada Tuhan, dan semakin besar kekuatan Tuhan dinyatakan dalam dirinya. Semakin sedikit pemurnian yang dialami manusia, semakin sedikit kasihnya kepada Tuhan dan semakin sedikit kekuatan Tuhan dinyatakan di dalam dirinya. Semakin besar pemurnian dan kesengsaraannya, dan semakin tersiksa dirinya, akan semakin dalam kasih sejatinya kepada Tuhan, akan semakin murni imannya kepada Tuhan, dan akan semakin dalam pengenalannya tentang Tuhan. Dalam pengalamanmu, engkau akan melihat bahwa mereka yang mengalami banyak pemurnian dan kesengsaraan yang hebat serta banyak penanganan dan disiplin memiliki kasih yang dalam kepada Tuhan dan pengenalan akan Tuhan yang dalam dan kuat. Mereka yang tidak mengalami penanganan Tuhan hanya akan memiliki pengenalan dangkal dan hanya bisa berkata: "Tuhan itu begitu baik, Dia memberikan anugerah kepada manusia supaya bisa menikmati-Nya." Jika orang mengalami penanganan dan disiplin Tuhan, mereka akan mampu mengatakan pengenalan sejati akan Tuhan. Jadi, semakin luar biasa pekerjaan Tuhan dalam diri manusia, semakin berharga dan bermakna pekerjaan itu. Semakin kuat itu bagimu dan semakin tidak sesuai dengan gagasanmu, semakin pekerjaan Tuhan mampu menaklukkanmu, mendapatkanmu, dan menjadikanmu sempurna. Signifikansi pekerjaan Tuhan sangat besar! Jika Dia tidak memurnikan manusia dengan cara ini, jika Dia tidak bekerja dengan metode ini, pekerjaan Tuhan akan menjadi tidak efektif dan tanpa makna. Inilah alasan di balik luar biasanya makna pemilihan Tuhan atas sekelompok orang di akhir zaman. Dikatakan sebelumnya, Tuhan akan memilih dan mendapatkan kelompok orang ini. Semakin besar pekerjaan yang dikerjakan-Nya dalam diri engkau semua, semakin dalam dan semakin murni kasihmu kepada Tuhan. Semakin besar pekerjaan Tuhan, semakin manusia mampu merasakan hikmat-Nya dan semakin dalam pengenalan manusia akan Dia. Selama akhir zaman, 6.000 tahun rencana pengelolaan Tuhan akan berakhir. Mungkinkah bisa berakhir seperti itu, dengan begitu mudah? Begitu Dia menaklukkan umat manusia, apakah pekerjaan-Nya akan selesai? Apakah mungkin sesederhana itu? Manusia membayangkannya sesederhana itu, tetapi apa yang Tuhan lakukan tidak sesederhana itu. Tidak peduli bagian mana dari pekerjaan Tuhan, itu tetap tidak bisa diselami manusia. Jika engkau bisa menyelaminya, pekerjaan Tuhan akan menjadi tidak berarti atau bermakna. Pekerjaan yang dilakukan Tuhan tidak dapat diselami; terlalu bertentangan dengan gagasanmu, dan semakin tidak dapat diselami oleh pemahamanmu, semakin terlihat bahwa pekerjaan Tuhan bermakna: jika sesuai dengan gagasanmu, pekerjaan Tuhan itu menjadi tidak bermakna. Hari ini, engkau merasa pekerjaan Tuhan terlalu besar, dan semakin ajaib, semakin engkau merasa Tuhan tidak dapat diselami, dan engkau melihat betapa besar perbuatan Tuhan. Jika Dia hanya melakukan pekerjaan yang dangkal dan biasa-biasa saja untuk menaklukkan manusia dan hanya itu, manusia tidak akan bisa melihat makna dari pekerjaan Tuhan. Walau engkau mengalami sedikit pemurnian sekarang, itu adalah keuntungan besar bagi pertumbuhan kehidupanmu—dan kesulitan seperti itu sangat diperlukan bagi engkau sekalian. Hari ini, engkau mengalami sedikit pemurnian, tetapi setelahnya engkau akan benar-benar mampu melihat perbuatan Tuhan dan pada akhirnya engkau akan berkata: "Perbuatan Tuhan begitu ajaib!" Itulah kata-kata yang akan ada di hatimu. Setelah mengalami pemurnian Tuhan untuk sejangka waktu (pengujian bagi pelaku pelayanan dan masa hajaran), pada akhirnya sebagian orang akan berkata: "Percaya kepada Tuhan sangat sulit!" "Sangat sulit" ini menunjukkan bahwa perbuatan Tuhan memang tidak dapat diselami, bahwa pekerjaan Tuhan sangat bermakna dan bernilai, dan sangat layak dihargai oleh manusia. Jika, setelah Aku melakukan begitu banyak pekerjaan, engkau tidak sedikit pun memiliki pengenalan, apakah pekerjaan-Ku masih memiliki nilai? Engkau akan bisa berkata: "Pelayanan kepada Tuhan itu benar-benar sulit, perbuatan Tuhan sangat ajaib, Tuhan benar-benar bijak! Dia sangat indah!" Jika, setelah melewati satu masa pengalaman, engkau bisa mengatakan hal tersebut, hal ini membuktikan bahwa engkau sudah mendapatkan pekerjaan Tuhan dalam dirimu. Suatu hari, ketika engkau berada di negara lain untuk menyebarkan Injil dan seseorang bertanya: "Bagaimana imanmu kepada Tuhan?" engkau akan bisa berkata: "Tindakan Tuhan begitu menakjubkan!" Begitu mereka mendengarmu mengatakan ini, mereka akan merasa ada sesuatu di dalammu dan tindakan Tuhan benar-benar tidak dapat diselami. Ini adalah kesaksian sejati. Engkau akan mengatakan pekerjaan Tuhan penuh hikmat, dan pekerjaan-Nya dalammu benar-benar meyakinkan dan menaklukkan hatimu. Engkau akan selalu mengasihi-Nya karena Dia lebih dari layak untuk menerima kasih manusia! Jika engkau bisa mengatakannya, engkau bisa menggerakkan hati orang. Semua ini adalah bersaksi. Jika engkau bisa menjadi saksi yang dipercaya, menggerakkan orang hingga menangis, itu menunjukkan engkau benar-benar orang yang mengasihi Tuhan. Ini karena engkau mampu bertindak sebagai saksi bagi kasih Tuhan dan tindakan Tuhan diungkapkan lewat dirimu. Dan lewat pengungkapanmu, orang lain akan mencari tindakan-Nya, mengalami Tuhan, dan mereka akan mampu berdiri tegak di tengah lingkungan mana pun mereka berada. Hanya dengan menjadi saksi dengan cara inilah engkau akan menjadi kesaksian yang sejati dan inilah yang Aku minta darimu saat ini. Engkau harus mengatakan tindakan Tuhan sangat berharga dan layak dihargai oleh manusia, bahwa Tuhan sangat berharga dan begitu berlimpah, Dia tidak hanya bisa berfirman, tetapi lebih dari itu, Dia juga bisa menghakimi manusia, memurnikan hati mereka, memberi mereka kenikmatan, dan bahkan mendapatkan mereka, menaklukkan mereka, dan menyempurnakan mereka. Dari pengalaman, engkau akan melihat Tuhan sangat bisa dikasihi. Jadi seberapa besar engkau sekarang mengasihi Tuhan? Apakah engkau sungguh-sungguh bisa mengatakannya dari hatimu? Ketika engkau bisa mengatakannya dari kedalaman hatimu maka engkau bisa menjadi saksi. Begitu pengalamanmu mencapai tingkat ini, engkau akan mampu menjadi saksi bagi Tuhan dan dilayakkan untuk menjadi saksi. Jika engkau tidak mencapai tingkat ini dalam pengalamanmu, berarti engkau masih jauh sekali. Wajar jika orang mengalami kelemahan dalam pemurnian, tetapi setelah pemurnian engkau seharusnya bisa berkata: "Tuhan sangat berhikmat dalam pekerjaan-Nya!" Jika engkau bisa benar-benar memahami pengenalan praktisnya, ini berharga, dan pengalamanmu bernilai.

Apa yang seharusnya engkau kejar sekarang? Yang seharusnya engkau kejar adalah apakah engkau mampu menyatakan perbuatan Tuhan, apakah engkau mampu menjadi ungkapan dan manifestasi Tuhan, dan apakah engkau cocok dipakai oleh-Nya. Berapa banyak pekerjaan yang Tuhan sudah lakukan dalam dirimu? Berapa banyak yang sudah engkau lihat, berapa banyak yang sudah engkau sentuh? Berapa banyak yang sudah engkau rasakan, dan alami? Entah Tuhan sudah menguji, menangani, atau mendisiplinkan dirimu—tidak masalah apa pun itu, tindakan dan pekerjaan-Nya telah dikerjakan dalam dirimu, tetapi sebagai orang percaya kepada Tuhan, sebagai seseorang yang mau mengejar disempurnakan oleh-Nya, apakah engkau mampu menyatakan tindakan Tuhan lewat pengalaman praktismu sendiri? Bisakah engkau hidup dalam firman Tuhan lewat ini? Apakah engkau mampu memberkati orang lain lewat pengalaman praktismu sendiri dan mengorbankan dirimu untuk pekerjaan Tuhan? Untuk bisa menyaksikan perbuatan Tuhan, engkau harus mampu menyatakan apa tindakan-Nya, dan ini dilakukan lewat pengalamanmu, pengetahuanmu, dan penderitaan yang sudah engkau alami. Apakah engkau seseorang yang menyaksikan tindakan Tuhan? Apakah engkau memiliki aspirasi ini? Jika engkau mampu menjadi saksi bagi nama-Nya dan bahkan, tindakan-Nya, dan juga hidup dalam gambaran yang Dia inginkan dari umat-Nya, berarti engkau adalah saksi bagi Tuhan. Bagaimana caramu benar-benar bersaksi bagi Tuhan? Mencari dan merindukan untuk hidup dalam firman Tuhan, menjadi kesaksian melalui kata-katamu, memungkinkan orang mengenal dan melihat tindakan-Nya—jika engkau benar-benar mencari semua ini, Tuhan akan menyempurnakanmu. Jika yang engkau cari hanyalah disempurnakan oleh Tuhan dan diberkati pada akhirnya, berarti cara pandang imanmu terhadap Tuhan tidaklah murni. Engkau harus mengejar untuk melihat perbuatan Tuhan dalam kehidupan nyata, cara menyenangkan Dia ketika Dia menyatakan kehendak-Nya kepadamu, mencari cara menyaksikan kebesaran dan hikmat-Nya, dan cara menunjukkan disiplin dan penanganan-Nya kepadamu. Semua ini harus engkau cari tahu. Jika kasihmu kepada Tuhan hanya supaya engkau bisa berbagi kemuliaan Tuhan setelah Dia menyempurnakan engkau, itu tidak cukup dan tidak bisa memenuhi persyaratan Tuhan. Engkau harus mampu menjadi saksi bagi perbuatan Tuhan, memenuhi tuntutan-Nya, dan mengalami pekerjaan yang Dia sudah lakukan dalam diri orang-orang dengan cara yang praktis. Entah itu rasa sakit, air mata, atau kesedihan, engkau harus mengalaminya secara praktis. Dengan begini, engkau bisa menjadi saksi Tuhan. Di bawah kekuasaan siapa sekarang engkau menderita dan mencari penyempurnaan? Apakah untuk menjadi saksi Tuhan? Apakah untuk berkat daging atau prospek masa depan? Semua niat, motivasi, dan tujuan pribadimu dalam pengejaran harus diluruskan dan tidak bisa dibimbing oleh kehendakmu sendiri. Jika satu orang mencari kesempurnaan untuk menerima berkat dan memerintah dalam kuasa, sementara yang lain mengejar kesempurnaan untuk menyenangkan Tuhan, untuk benar-benar menjadi saksi dari perbuatan-Nya, manakah dari antara kedua pengejaran itu yang akan engkau pilih? Jika engkau memilih yang pertama, engkau masih sangat jauh dari standar Tuhan. Aku sudah katakan sebelumnya untuk membiarkan tindakan-Ku dikenal ke seluruh alam semesta dan Aku akan memerintah sebagai Raja di alam semesta. Di sisi lain, apa yang dipercayakan kepada engkau semua adalah pergi dan menjadi saksi untuk perbuatan Tuhan, bukan menjadi raja dan menampakkan diri ke seluruh alam semesta. Biarlah seluruh alam semesta dipenuhi perbuatan Tuhan. Biarlah semua orang melihat dan mengakuinya. Ini dikatakan dalam hubungannya dengan Tuhan sendiri, dan apa yang harus manusia lakukan adalah menjadi saksi bagi Tuhan. Berapa banyak yang engkau tahu tentang Tuhan? Berapa banyak yang engkau bisa saksikan tentang Tuhan? Apa tujuan Tuhan menyempurnakan manusia? Begitu engkau mengerti kehendak Tuhan, bagaimana engkau harus menunjukkan perhatian terhadap kehendak-Nya? Jika engkau ingin disempurnakan dan ingin menjadi saksi bagi perbuatan Tuhan lewat apa yang engkau hidupi, jika engkau memiliki dorongan ini, tidak ada yang terlalu sulit. Yang dibutuhkan manusia saat ini adalah kepercayaan diri. Jika engkau memiliki dorongan ini, dengan mudah engkau akan melepaskan semua hal negatif, kepasifan, kemalasan, dan pemahaman daging, filosofi kehidupan, sifat pemberontakan, emosi, dan sebagainya.

Sementara melewati ujian, wajar bagi manusia untuk merasa lemah atau memiliki hal negatif dalam dirinya, atau kurang bisa melihat kehendak Tuhan dengan jelas atau jalan pengamalan mereka. Namun, apa pun yang terjadi, engkau harus memiliki iman dalam pekerjaan Tuhan dan tidak menyangkal Tuhan, seperti Ayub. Walau Ayub lemah dan mengutuki hari kelahirannya sendiri, dia tidak menyangkali bahwa semua hal dalam kehidupan manusia diberikan oleh Yahweh dan Yahweh adalah satu-satunya yang bisa mengambilnya. Tidak peduli bagaimanapun dia diuji, dia tetap mempertahankan kepercayaannya. Apa pun jenis pemurnian yang engkau alami dalam pengalamanmu dari firman Tuhan, Tuhan menghendaki iman manusia. Dengan cara ini, yang disempurnakan adalah iman dan aspirasi manusia. Engkau tidak bisa melihat atau menyentuhnya; dalam situasi inilah engkau membutuhkan iman. Iman manusia dibutuhkan ketika sesuatu tidak bisa terlihat oleh mata telanjang dan imanmu dibutuhkan ketika engkau tidak bisa melepaskan gagasanmu. Ketika engkau tidak bisa melihat dengan jelas pekerjaan Tuhan, yang dibutuhkan adalah imanmu dan engkau harus berdiri teguh dan menjadi saksi. Ketika Ayub sampai di titik ini, Tuhan menampakkan diri kepadanya dan berbicara kepadanya. Jadi, hanya dari dalam imanmulah, engkau akan bisa melihat Tuhan dan ketika engkau memiliki iman, Tuhan akan menyempurnakanmu. Tanpa iman, Dia tidak bisa melakukannya. Tuhan akan memberikan kepadamu apa pun yang engkau ingin dapatkan. Jika engkau tidak memiliki iman, engkau tidak bisa disempurnakan dan engkau tidak akan mampu melihat perbuatan Tuhan, apalagi melihat kemahakuasaan-Nya. Ketika engkau memiliki iman dan engkau bisa menyentuh tindakan-Nya dalam pengalaman praktismu, Tuhan akan tampak kepadamu dan Dia akan mencerahkan dan membimbing engkau dari dalam. Tanpa iman, Tuhan tidak bisa melakukannya. Jika engkau sudah kehilangan harapan dalam Tuhan, bagaimana engkau akan bisa mengalami pekerjaan-Nya? Karena itu, hanya ketika engkau memiliki iman dan tidak ragu terhadap Tuhan, hanya ketika engkau memiliki iman sejati dalam Dia, tidak peduli apa yang dilakukan-Nya, Dia akan menerangi dan mencerahkan pengalamanmu dan hanya dengan begitu engkau akan bisa melihat tindakan-Nya. Semua ini diperoleh dari iman dan iman hanya diperoleh dari pemurnian—iman tidak bisa berkembang tanpa pemurnian. Iman ini merujuk kepada apa? Iman adalah kepercayaan yang murni dan hati yang murni yang harus dimiliki manusia ketika mereka tidak bisa melihat atau menyentuh sesuatu, ketika pekerjaan Tuhan tidak sesuai dengan gagasan manusia, ketika itu di luar jangkauan manusia. Inilah iman yang Aku maksud. Manusia membutuhkan iman di masa kesulitan dan pemurnian, dan bersama iman, datanglah pemurnian. Ini tidak terpisahkan. Tidak masalah bagaimana Tuhan bekerja atau dalam lingkungan seperti apa engkau berada sekarang, jika engkau mampu mengejar kehidupan, berusaha untuk memiliki pekerjaan Tuhan yang dikerjakan dalam dirimu, dan mengejar kebenaran, dan jika engkau memiliki pemahaman tentang perbuatan Tuhan dan engkau mampu bertindak sesuai kebenaran, inilah imanmu yang sejati, dan ini menunjukkan bahwa engkau tidak kehilangan harapan di dalam Tuhan. Hanya jika engkau tetap mampu mengejar kebenaran melalui pemurnian, engkau akan mampu untuk benar-benar mengasihi Tuhan, dan tidak akan meragukan-Nya, jika tidak peduli apa pun yang dilakukan-Nya, engkau tetap melakukan kebenaran untuk memuaskan-Nya, dan engkau mampu mencari kehendak-Nya dengan segenap hati dan memikirkan kehendak-Nya, ini artinya engkau memiliki iman yang sejati kepada Tuhan. Sebelumnya, ketika Tuhan berkata engkau akan memerintah sebagai raja, engkau mengasihi Dia, dan ketika Dia secara terbuka menunjukkan diri-Nya kepadamu, engkau mengejar-Nya. Namun, sekarang Tuhan tersembunyi, engkau tidak bisa melihat-Nya, dan masalah menimpamu. Di saat seperti ini, apakah engkau kehilangan harapan dalam Tuhan? Jadi, setiap saat engkau harus mengejar kehidupan dan berusaha memuaskan kehendak Tuhan. Inilah yang disebut iman sejati, dan ini adalah kasih yang paling sejati dan paling indah.

Biasanya manusia berikrar di hadapan Tuhan dan berkata: "Tidak peduli jika orang lain tidak mengasihi Tuhan, aku harus mengasihi-Nya." Namun sekarang, engkau dihadapkan dengan pemurnian. Ini tidak sesuai dengan gagasanmu, jadi engkau kehilangan iman kepada Tuhan. Apakah ini kasih yang murni? Engkau sudah baca berkali-kali tentang tindakan Ayub—sudahkah engkau lupa? Kasih sejati hanya bisa terbentuk dari dalam iman. Engkau mengembangkan kasih sejati kepada Tuhan lewat pemurnianmu, dalam pengalaman nyatamu, engkau memikirkan kehendak Tuhan lewat imanmu, dan lewat iman engkau meninggalkan dagingmu dan mengejar kehidupan—inilah yang harusnya dilakukan manusia. Jika engkau melakukannya, engkau akan mampu melihat perbuatan Tuhan, tetapi jika engkau kekurangan iman, engkau tidak akan bisa melihatnya, dan engkau tidak akan bisa mengalami pekerjaan-Nya. Jika engkau ingin dipakai dan disempurnakan oleh Tuhan, engkau harus memiliki semuanya: kerelaan untuk menderita, iman, daya tahan, ketaatan, dan juga kemampuan untuk mengalami pekerjaan Tuhan, mengenali kehendak-Nya, mau menghayati penderitaan-Nya, dan lain sebagainya. Menyempurnakan seseorang tidaklah mudah, dan setiap pemurnian yang engkau alami membutuhkan iman dan kasihmu. Jika engkau ingin disempurnakan oleh Tuhan, turun ke jalan saja tidak cukup, dan hanya mengorbankan diri bagi Tuhan juga tidak cukup. Engkau harus memiliki banyak hal supaya bisa jadi seseorang yang disempurnakan oleh Tuhan. Ketika menghadapi penderitaan engkau harus mampu untuk tidak memedulikan daging dan tidak mengeluh kepada Tuhan. Ketika Tuhan menyembunyikan diri-Nya darimu, engkau harus mampu memiliki iman untuk mengikuti-Nya, menjaga kasih-Mu kepada-Nya tanpa membiarkan kasih itu hilang atau berkurang. Tidak masalah apa yang Tuhan lakukan, engkau harus tunduk pada rencana-Nya, dan lebih memilih mengutuki dagingmu sendiri daripada mengeluh kepada-Nya. Ketika dihadapkan pada ujian, engkau harus menyenangkan Tuhan dan bukannya enggan berpisah dengan sesuatu yang engkau kasihi atau malah menangisinya. Hanya inilah yang bisa disebut kasih dan iman sejati. Bagaimanapun tingkat pertumbuhanmu yang sebenarnya, engkau pertama-tama harus memiliki keinginan untuk menderita dan juga ingin memiliki iman yang murni, dan kau harus ingin meninggalkan kedagingan. Engkau harus mau secara pribadi menanggung kesulitan dan menderita kehilangan hal-hal yang kauingini untuk bisa menyenangkan kehendak Tuhan. Engkau juga harus memiliki hati yang mau menyesali diri karena tidak mampu menyenangkan Tuhan di masa lalu dan menyesali dirimu yang sekarang. Tidak satu pun dari hal ini boleh kurang, dan Tuhan akan menyempurnakanmu lewat semua ini. Jika engkau kekurangan persyaratan ini, engkau tidak bisa disempurnakan.

Sekarang, manusia sudah melihat bahwa mereka yang melayani Tuhan tidak boleh hanya tahu tentang menderita bagi-Nya, tetapi lebih dari itu, mereka harus mengerti bahwa percaya kepada Tuhan adalah untuk tujuan berusaha mengasihi-Nya. Tuhan menggunakan engkau bukan sekadar untuk memurnikan atau membuatmu menderita, tetapi supaya engkau tahu perbuatan-Nya, tahu makna sejati dari kehidupan manusia, dan secara khusus agar engkau tahu bahwa melayani Tuhan bukan tugas yang mudah. Mengalami pekerjaan Tuhan bukanlah tentang menikmati anugerah, tetapi lebih tentang menderita karena kasihmu kepada-Nya. Karena engkau menikmati anugerah Tuhan, engkau juga harus menikmati hajaran-Nya—engkau harus mengalami semua hal ini. Engkau bisa mengalami pencerahan Tuhan dalam dirimu dan engkau juga bisa mengalami penanganan Tuhan dan penghakiman-Nya. Dengan begitu, engkau akan mengalami segala segi. Tuhan telah melakukan pekerjaan penghakiman terhadapmu, dan Dia juga telah melakukan pekerjaan hajaran terhadap dirimu. Firman Tuhan telah menangani engkau, tetapi juga telah mencerahkan engkau, menerangi engkau. Ketika engkau ingin lari, tangan Tuhan tetap menggapaimu. Semua pekerjaan ini dimaksudkan supaya engkau tahu bahwa semua yang berkaitan dengan manusia ada di dalam pengaturan Tuhan. Engkau mungkin berpikir bahwa percaya kepada Tuhan adalah tentang penderitaan atau melakukan banyak hal bagi-Nya, atau bagi kedamaian dagingmu atau supaya keadaanmu baik-baik saja, supaya semua nyaman—tetapi tidak satu pun darinya adalah tujuan yang harus dimiliki manusia dalam memercayai Tuhan. Jika itu yang engkau percayai, berarti cara pandangmu salah dan engkau tidak bisa disempurnakan. Tindakan Tuhan, watak Tuhan yang benar, hikmat-Nya, firman-Nya, dan keajaiban dan diri-Nya yang tidak terselami adalah segalanya yang harus dipahami manusia. Gunakan pemahaman ini untuk menyingkirkan keinginan pribadi dan juga harapan pribadi dan gagasan dalam hatimu. Hanya dengan menyingkirkannya, engkau bisa memenuhi syarat yang diminta Tuhan. Hanya dengan cara inilah engkau bisa memiliki hidup dan menyenangkan Tuhan. Mempercayai Tuhan bertujuan untuk menyenangkan Dia dan hidup dalam watak yang Dia minta, sehingga tindakan dan kemuliaan-Nya menjadi nyata lewat sekelompok orang yang tidak layak ini. Inilah cara pandang yang benar untuk percaya kepada Tuhan dan juga tujuan yang harus engkau capai. Engkau harus memiliki cara pandang yang benar dalam memercayai Tuhan dan berusaha mendapatkan firman Tuhan. Engkau perlu makan dan minum firman Tuhan dan harus bisa hidup dalam kebenaran dan terutama melihat perbuatan praktis-Nya, melihat perbuatan-Nya yang menakjubkan di seluruh alam semesta, dan juga melihat perbuatan praktis-Nya dalam daging. Lewat pengalaman nyata, manusia bisa menghargai betapa Tuhan melakukan pekerjaan-Nya atas mereka dan apa yang menjadi kehendak-Nya bagi mereka. Semua ini untuk menyingkirkan watak mereka yang rusak dan jahat. Singkirkan dari dirimu kecemaran dan ketidakbenaran, bersihkan niat yang salah dan engkau bisa mengembangkan iman sejati dalam Tuhan. Hanya dengan iman sejatilah engkau bisa benar-benar mengasihi Tuhan. Engkau hanya bisa mengasihi Tuhan dengan murni atas dasar kepercayaanmu kepada-Nya. Apakah engkau bisa mengasihi Tuhan tanpa percaya kepada-Nya? Karena engkau percaya kepada Tuhan, engkau tidak bisa membiarkan dirimu bingung tentangnya. Sebagian orang merasa bersemangat begitu mereka melihat iman dalam Tuhan memberi mereka berkat, tetapi langsung kehilangan energi begitu tahu bahwa mereka harus mengalami pemurnian. Apakah itu percaya kepada Tuhan? Pada akhirnya, engkau harus mencapai ketaatan yang sempurna dan mutlak di hadapan Tuhan dalam imanmu. Engkau percaya kepada Tuhan, tetapi masih menuntut-Nya, memiliki banyak gagasan agamawi yang tidak bisa engkau lepaskan, keinginan pribadi yang mengikat, dan masih mencari berkat daging, dan ingin Tuhan menyelamatkan dagingmu, menyelamatkan jiwamu—semua itu adalah ungkapan orang yang punya cara pandang salah. Bahkan walau orang dengan kepercayaan agamawi memiliki iman kepada Tuhan, mereka tidak mencari perubahan watak, tidak mengejar pengenalan akan Tuhan, dan hanya tertarik mencari apa yang daging mereka inginkan. Banyak di antara engkau sekalian yang memiliki iman yang termasuk dalam golongan orang agamawi. Ini bukan iman sejati dalam Tuhan. Untuk percaya kepada Tuhan, manusia harus memiliki hati yang mau menderita bagi-Nya dan mau menyerahkan diri bagi-Nya. Jika mereka tidak memenuhi dua persyaratan ini, hal itu tidak dianggap sebagai iman kepada Tuhan dan mereka tidak akan mampu mengalami perubahan watak. Hanya mereka yang dengan sungguh-sungguh mengejar kebenaran, mencari pengenalan akan Tuhan, dan mengejar kehidupan adalah orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan.

Ketika ujian datang kepadamu, bagaimana engkau akan mengintegrasikan pekerjaan Tuhan untuk menghadapinya? Apakah engkau akan jadi negatif atau apakah engkau akan mengerti ujian dan pemurnian Tuhan atas umat manusia dari aspek positif? Apa yang akan engkau dapat melalui ujian dan pemurnian Tuhan? Apakah kasihmu kepada Tuhan akan bertumbuh? Ketika engkau tunduk pada pemurnian, apakah engkau akan mampu mengintegrasikan ujian Ayub dan memperlakukan pekerjaan Tuhan dalammu dengan serius? Apakah engkau akan bisa melihat bagaimana Tuhan menguji umat manusia lewat ujian Ayub? Inspirasi apa yang engkau dapatkan dari ujian Ayub? Apakah engkau mau bersaksi bagi Tuhan di tengah pemurnianmu, atau apakah engkau mau memuaskan daging dalam lingkungan yang nyaman? Apakah cara pandangmu tentang iman dalam Tuhan? Apakah itu sungguh-sungguh untuk-Nya dan bukan untuk daging? Apakah engkau benar-benar memiliki target untuk pencarianmu? Apakah engkau mau melewati pemurnian untuk disempurnakan oleh Tuhan atau engkau lebih suka dihajar dan dikutuk oleh Tuhan? Apa pendapatmu tentang menjadi kesaksian bagi Tuhan? Apa yang harus orang-orang dalam lingkungan tertentu lakukan supaya mereka jadi saksi sejati bagi Tuhan? Karena Tuhan yang praktis telah menampakkan begitu banyak pekerjaan nyata dalammu, kenapa engkau selalu berpikir untuk pergi? Apakah kepercayaanmu kepada Tuhan adalah untuk Tuhan? Bagi kebanyakan dari engkau sekalian, tujuan kepercayaan kalian kepada Tuhan adalah untuk rencana pribadi dan pengejaran keuntungan pribadi. Hanya ada sangat sedikit orang yang percaya kepada Tuhan demi Tuhan sendiri—bukankah ini pemberontakan?

Pekerjaan pemurnian terutama adalah untuk menyempurnakan iman manusia dan pada akhirnya supaya engkau mencapai tingkat di mana engkau ingin pergi, tetapi tidak bisa, di mana orang-orang kehilangan harapan tetapi masih memiliki iman, di mana orang-orang tidak lagi punya harapan akan masa depannya, dan hanya di saat itulah pemurnian Tuhan selesai. Umat manusia masih belum sampai pada tingkat mengambang di antara kehidupan dan kematian—mereka belum merasakan kematian, jadi pemurnian belum berakhir. Bahkan mereka yang berada pada tahap pelaku pelayanan pun ada yang belum dimurnikan sampai tingkat tertinggi, tetapi Ayub sudah, dan tidak ada yang bisa dia andalkan. Orang-orang harus melewati pemurnian sampai di tingkat di mana mereka tidak punya harapan dan tidak ada yang bisa diandalkan—hanya saat itulah pemurnian sejati terjadi. Selama masa para pelaku pelayanan, jika hatimu selalu tenang di hadapan Tuhan, dan jika apa pun yang dilakukan-Nya dan apa pun kehendak-Nya bagimu, engkau selalu taat pada pengaturan-Nya, pada akhirnya, engkau akan mengerti semua yang telah Tuhan lakukan. Mengalami pengujian Ayub juga berarti mengalami pengujian Petrus. Ketika Ayub diuji, ia bersaksi, dan pada akhirnya Yahweh dinyatakan kepadanya. Hanya setelah dia bersaksi maka dia layak memandang wajah Tuhan. Kenapa dikatakan: "Aku menyembunyikan diri dari tanah najis, tetapi menunjukkan diri-Ku kepada kerajaan yang kudus"? Itu artinya hanya ketika engkau kudus dan menjadi saksi, engkau memiliki martabat untuk memandang wajah Tuhan. Jika engkau tidak bisa bersaksi bagi-Nya, engkau tidak memiliki martabat untuk memandang wajah-Nya. Jika engkau mundur atau mengeluh terhadap-Nya di hadapan pemurnian, gagal menjadi saksi-Nya, dan menjadi bahan tertawaan Iblis, engkau tidak akan mendapat penampakan Tuhan. Jika engkau seperti Ayub, yang di tengah ujian mengutuki dagingnya sendiri dan tidak mengeluh terhadap Tuhan, dan mampu membenci dagingnya sendiri tanpa mengeluh atau berdosa dalam kata-katanya, itulah artinya menjadi saksi. Ketika engkau melewati pemurnian sampai tahap tertentu dan masih bisa seperti Ayub, sepenuhnya taat di hadapan Tuhan, dan tanpa menuntut hal lain dari-Nya atau memiliki gagasanmu sendiri, Tuhan pun akan menampakkan diri kepadamu. Tuhan tidak menampakkan diri kepadamu saat ini karena engkau memiliki begitu banyak gagasan pribadi, prasangka sendiri, pikiran yang egois, persyaratan pribadi, dan keinginan daging, sehingga tidak layak melihat wajah-Nya. Jika engkau melihat Tuhan, engkau akan mengukur-Nya dengan pemahamanmu sendiri—dan itu sama saja dengan menyalibkan-Nya. Jika ada banyak hal yang terjadi padamu tidak sesuai dengan gagasanmu tetapi engkau bisa mengesampingkannya dan mengetahui tindakan Tuhan dari hal-hal ini, dan di tengah pemurnian engkau menyatakan hatimu yang mengasihi Tuhan, ini berarti menjadi saksi-Nya. Jika rumahmu damai, engkau menikmati kenyamanan daging, tidak ada yang menganiayamu, dan saudara-saudari di gereja menaatimu, bisakah engkau menunjukkan hati yang mengasihi Tuhan? Apakah ini bisa memurnikanmu? Hanya melalui pemurnianlah kasihmu kepada Tuhan bisa ditunjukkan, dan hanya lewat terjadinya hal-hal yang tidak sesuai dengan pemahamanmu, engkau bisa disempurnakan. Lewat banyak hal negatif, banyak kesulitan, Tuhan menyempurnakan engkau. Lewat banyak tindakan, tuduhan, dan pengungkapan Iblis dalam diri banyak manusia, Tuhan memungkinkan engkau mendapat pengetahuan, dan dengan demikian menyempurnakan engkau.

Jika engkau bersentuhan dengan tindakan Tuhan dalam pengalaman pribadimu, Dia akan menampakkan diri kepadamu, serta mencerahkan dan membimbing engkau dari dalam. Jika engkau tidak sanggup menaati firman-Nya, Dia tidak akan bisa melakukannya. Jika engkau kekurangan iman, jika engkau kehilangan harapan dalam Tuhan, bagaimana engkau akan mengalaminya? Jika engkau memiliki iman sejati dalam Dia dan tidak memiliki keraguan, jika engkau membuka hati bagi-Nya, Dia akan menyempurnakan engkau. Dia akan mencerahkanmu dalam pengalaman nyata dan hidupmu. Dalam kehidupan nyata manusia, mereka mengalami banyak kesulitan pribadi, dan pada puncaknya, mereka tidak bisa benar-benar melihat luasnya pekerjaan Tuhan, jadi ini membutuhkan iman. Iman hanya muncul lewat pemurnian—tanpa pemurnian, iman tidak berkembang. Jika engkau memiliki gagasan yang tidak bisa dilepaskan dan engkau menjadi ragu terhadap Tuhan, engkau akan tenggelam dalam pemurnian dan saat itu yang engkau butuhkan adalah iman.

Banyaknya pengalaman kegagalan, kelemahan, dan masa-masa negatif yang engkau alami bisa dikatakan sebagai ujian Tuhan bagimu. Ini karena semua bersumber dari Tuhan dan semua hal dan kejadian ada di tangan-Nya. Apakah engkau gagal atau lemah atau tersandung, semua tergantung pada Tuhan dan dalam genggaman tangan-Nya. Dari sisi Tuhan, ini adalah ujian bagimu, dan jika engkau tidak bisa mengenalinya, itu akan menjadi pencobaan. Ada dua keadaan yang manusia harus kenali: satu datang dari Roh Kudus, yang lainnya berasal dari Iblis. Yang satu adalah Roh Kudus mencerahkan engkau dan memungkinkan engkau mengenal diri sendiri, membenci dan menyesali diri sendiri, dan mampu memiliki kasih yang murni kepada Tuhan, sehingga bisa memusatkan hati untuk menyenangkan Dia. Yang satu lagi adalah engkau mengenal diri sendiri, tetapi engkau negatif dan lemah. Bisa dikatakan itu adalah pemurnian Tuhan. Bisa juga dikatakan itu adalah cobaan Iblis. Jika engkau mengenali bahwa ini adalah keselamatan dari Tuhan bagimu dan merasa bahwa engkau berutang besar kepada-Nya, dan jika mulai sekarang engkau berusaha membalas budi kepada-Nya dan tidak lagi jatuh dalam kebejatan, jika engkau berusaha makan dan minum firman-Nya, dan jika engkau selalu menganggap dirimu kekurangan, dan memiliki hati yang rindu, itu adalah ujian dari Tuhan. Setelah penderitaan berakhir, dan engkau sekali lagi maju, Tuhan akan tetap memimpin, menerangi, mencerahkan, dan membuatmu bertumbuh. Namun, jika engkau tidak mengenalinya dan bersikap negatif, semata-mata menelantarkan dirimu dalam keputusasaan, jika engkau berpikir demikian, engkau berada dalam pencobaan Iblis. Ketika Ayub melewati ujian, Tuhan dan Iblis bertaruh dan Tuhan membiarkan Iblis menyakiti Ayub. Meskipun memang Tuhan yang menguji Ayub, tetapi Iblislah yang datang kepadanya. Bagi Iblis, dia sedang mencobai Ayub, tetapi Ayub ada di pihak Tuhan dan jika tidak begitu, dia pasti jatuh dalam godaan. Begitu orang jatuh dalam godaan, mereka ada dalam bahaya. Melewati pemurnian bisa dikatakan sebagai ujian dari Tuhan, tetapi jika engkau sedang tidak dalam keadaan baik, bisa dikatakan itu adalah cobaan dari Iblis. Jika engkau tidak memiliki visi yang jelas, Iblis akan menuduhmu dan mengaburkanmu dalam aspek visi. Tanpa sadar, engkau sudah jatuh dalam pencobaan.

Jika engkau tidak mengalami pekerjaan Tuhan, engkau tidak akan pernah disempurnakan. Dalam pengalamanmu, engkau juga harus menyelami sampai ke rinciannya. Misalnya, hal-hal apa yang membuatmu mengembangkan gagasan serta begitu banyak motif, dan tindakan praktis apa yang kaumiliki untuk menyelesaikan hal ini? Jika engkau bisa mengalami pekerjaan Tuhan, berarti engkau memiliki tingkat pertumbuhan. Jika engkau hanya terlihat bersemangat, itu bukanlah tingkat pertumbuhan yang sebenarnya dan engkau pasti tidak akan sanggup bertahan. Hanya jika engkau semua mampu mengalami dan merenungkan pekerjaan Tuhan setiap saat, di mana saja, engkau semua akan mampu meninggalkan gembala, hidup mandiri dengan bergantung pada Tuhan, dan mampu melihat tindakan Tuhan yang nyata, hanya saat itulah kehendak Tuhan akan tergenapi. Saat ini, kebanyakan orang tidak tahu cara mengalaminya. Saat menghadapi masalah, mereka tidak tahu cara menanganinya, mereka tidak dapat mengalami pekerjaan Tuhan dan mereka tidak dapat menjalani kehidupan rohani. Engkau harus menerima firman dan pekerjaan Tuhan dalam kehidupanmu sehari-hari.

Kadang Tuhan memberimu perasaan tertentu—engkau kehilangan sukacita dalam batinmu, dan kehilangan hadirat Tuhan, dan engkau berada dalam kegelapan. Inilah salah satu jenis pemurnian. Kapan pun engkau melakukan sesuatu, selalu gagal atau seperti tidak berhasil. Inilah disiplin Tuhan. Engkau melakukan sesuatu dan tidak ada perasaan apa-apa tentangnya, dan orang lain juga tidak tahu, tetapi Tuhan tahu. Dia tidak akan melepaskanmu dan Dia akan mendisiplinkan dirimu. Pekerjaan Roh Kudus sangat detail. Dia dengan sangat hati-hati memperhatikan perkataan dan perbuatan manusia, setiap tindakan dan gerak-geriknya, dan setiap pikiran dan gagasan sehingga orang-orang bisa mendapat keyakinan dalam diri tentang berbagai hal itu. Engkau melakukan sesuatu dan itu gagal, engkau mencoba lagi dan gagal lagi, dan pelan-pelan engkau akan mulai memahami pekerjaan Roh Kudus. Lewat banyak disiplin, engkau akan tahu apa yang harus dilakukan supaya sesuai dengan kehendak Tuhan dan apa yang tidak sesuai dengan kehendak-Nya. Pada akhirnya, engkau akan memiliki respons yang akurat terhadap bimbingan Roh Kudus dalam dirimu. Kadang engkau akan berontak dan Tuhan akan menegurmu dari dalam. Semua ini datangnya dari disiplin Tuhan. Jika engkau tidak menghargai Tuhan, jika engkau memandang rendah pekerjaan-Nya, Dia tidak akan memperhatikan engkau. Semakin engkau serius menanggapi firman Tuhan, semakin Dia akan mencerahkanmu. Sekarang, ada beberapa orang di gereja yang imannya campur aduk dan bingung dan mereka melakukan banyak hal yang tidak pantas tanpa disiplin, sehingga pekerjaan Roh Kudus tidak dapat terlihat dengan jelas dalam diri mereka. Sebagian orang meninggalkan tugas mereka demi mendapatkan uang, pergi untuk menjalankan bisnis mereka tanpa didisiplinkan; orang seperti itu berada dalam bahaya yang lebih besar. Mereka bukan hanya tidak memiliki pekerjaan Roh Kudus saat ini, tetapi di masa depan mereka akan sulit menjadi sempurna. Ada banyak orang di mana pekerjaan Roh Kudus tidak bisa terlihat dalam diri mereka, di mana disiplin Tuhan tidak bisa terlihat dalam diri mereka. Mereka adalah orang yang tidak tahu dengan jelas kehendak Tuhan dan tidak tahu tentang pekerjaan-Nya. Mereka yang mampu bertahan dalam pemurnian, yang mengikuti Tuhan, apa pun yang Dia lakukan, dan setidak-tidaknya mampu untuk tidak meninggalkan-Nya, atau mendapatkan 0,1% dari apa yang Petrus dapatkan, tidak akan apa-apa, tetapi mereka tidak punya nilai guna. Banyak orang bisa mengerti sesuatu dengan cepat, punya kasih sejati kepada Tuhan, dan bisa melampaui Petrus. Tuhan melakukan pekerjaan seperti ini dan orang seperti ini akan mendapat disiplin dan pencerahan-Nya dan dengan cepat melepaskan apa pun yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Orang seperti ini seperti emas—hanya orang seperti inilah yang benar-benar berharga! Jika Tuhan sudah melakukan banyak pekerjaan dan engkau masih seperti pasir, atau batu, engkau tidak berharga!

Pekerjaan Tuhan di negara naga merah besar itu menakjubkan dan tidak dapat diselami. Dia akan menyingkirkan beberapa orang karena ada orang-orang dalam gereja—mereka yang menghabiskan uang gereja secara serampangan, curang terhadap orang lain, dan masih banyak lagi. Jika engkau tidak mengenal pekerjaan Tuhan dengan jelas, engkau akan menjadi negatif, ini adalah karena pekerjaan Tuhan hanya bisa dilihat dalam diri sedikit orang. Pada saat itu akan jelas siapa yang mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh dan siapa yang tidak. Mereka yang benar-benar mengasihi Tuhan memiliki pekerjaan Roh Kudus, mereka yang tidak benar-benar mengasihi Dia akan dinyatakan lewat pekerjaan-Nya, selangkah demi selangkah. Mereka akan menjadi sasaran penyingkiran. Mereka akan dinyatakan dalam pekerjaan penaklukan—mereka tidak berharga untuk disempurnakan. Dan mereka yang telah disempurnakan telah didapatkan oleh Tuhan dalam seluruh keberadaannya, dan mampu mengasihi Tuhan seperti Petrus. Mereka yang telah ditaklukkan tidak memiliki kasih yang spontan, tetapi kasih yang pasif, dan mereka dipaksa mengasihi Tuhan. Kasih yang spontan dikembangkan lewat pengertian yang diperoleh lewat pengalaman praktis. Kasih ini menguasai hati seseorang dan membuatnya rela memberikan dirinya kepada Tuhan; firman Tuhan menjadi landasan mereka dan mereka mampu menderita bagi Tuhan. Tentu saja semua itu adalah kualitas yang dimiliki orang yang sudah disempurnakan oleh Tuhan. Jika engkau hanya berusaha ditaklukkan, engkau tidak bisa menjadi saksi bagi Tuhan; jika Tuhan hanya mencapai tujuan keselamatan-Nya lewat menaklukkan orang, sudah cukuplah yang dilakukan para pelaku pelayanan di masa lalu. Namun, menaklukkan manusia bukanlah tujuan akhir Tuhan—tujuan akhir-Nya adalah menyempurnakan manusia. Jadi daripada mengatakan tahap ini adalah pekerjaan penaklukan, lebih baik dikatakan ini adalah pekerjaan penyempurnaan dan penyingkiran. Sebagian orang belum sepenuhnya ditaklukkan, dan dalam proses menaklukkan mereka, sekelompok orang akan disempurnakan. Kedua pekerjaan ini dilakukan serempak. Orang-orang belum pergi selama masa pekerjaan yang panjang; fakta ini menunjukkan bahwa tujuan penaklukan sudah didapat—inilah fakta dari penaklukan. Pemurnian bukanlah untuk penaklukan, tetapi untuk penyempurnaan. Tanpa pemurnian, manusia tidak bisa disempurnakan. Jadi, pemurnian begitu berharga! Hari ini satu kelompok orang disempurnakan, satu kelompok orang didapat. Sepuluh berkat yang disebutkan sebelumnya ditujukan kepada mereka yang sudah disempurnakan. Segala hal tentang mengubah gambaran mereka di bumi ditujukan kepada mereka yang telah disempurnakan. Mereka yang belum disempurnakan tidak bisa mendapatkannya.

Sebelumnya:Orang yang Bisa Taat Sepenuhnya Kepada Kepraktisan Tuhan Adalah Mereka yang Sungguh-Sungguh Mengasihi Tuhan

Selanjutnya:Hanya Dengan Mengalami Ujian-Ujian yang Menyakitkan Engkau Semua Bisa Mengenal Kasih Tuhan

media terkait