Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Hanya Dengan Mengalami Ujian-Ujian yang Menyakitkan Engkau Semua Bisa Mengenal Kasih Tuhan

Sebenarnya, seberapa besar engkau mengasihi Tuhan sekarang ini? Dan seberapa banyak engkau mengetahui segala yang telah Tuhan lakukan bagi engkau? Ini adalah hal-hal yang perlu engkau pelajari. Ketika Tuhan datang ke dunia, segala sesuatu yang telah Tuhan lakukan dalam diri manusia dan izinkan untuk manusia lihat adalah agar manusia bisa mengasihi-Nya dan benar-benar mengenal-Nya. Bahwa manusia mampu menderita bagi Tuhan dan telah sampai sejauh ini, salah satu sebabnya, adalah karena kasih Tuhan, dan sebab lainnya, adalah karena keselamatan dari Tuhan; selain itu, ini adalah hasil pekerjaan penghakiman dan hajaran yang telah Tuhan lakukan dalam diri manusia. Jika engkau tidak mengalami penghakiman, hajaran, dan ujian dari Tuhan, dan jika Tuhan belum membuat engkau menderita, maka, jujur saja, engkau tidak benar-benar mengasihi Tuhan. Semakin besar pekerjaan Tuhan dalam diri manusia dan semakin besar penderitaan manusia, maka semakin menunjukkan seberapa bermaknanya pekerjaan Tuhan, dan hati manusia itu semakin mampu benar-benar mengasihi Tuhan. Bagaimana engkau belajar mengasihi Tuhan? Tanpa siksaan dan pemurnian, tanpa ujian-ujian yang menyakitkan—dan apalagi, jika semua yang Tuhan berikan kepada manusia hanyalah kasih karunia, kasih, dan kemurahan—apakah engkau akan mampu memperoleh kasih Tuhan yang sejati? Di satu sisi, selama ujian dari Tuhan, manusia menjadi mengenal kekurangan-kekurangannya, dan melihat bahwa ia tidak penting, hina, dan rendah, bahwa ia tidak memiliki apa-apa dan bukan apa-apa; di sisi lain, selama ujian-Nya Tuhan menciptakan situasi yang berbeda-beda bagi manusia yang membuatnya semakin mampu mengalami kasih Tuhan. Walaupun rasa sakit yang dialami berat, dan kadangkala tak tertahankan—dan bahkan mencapai tahap dukacita yang meremukkan—setelah mengalaminya, manusia melihat betapa baiknya pekerjaan Tuhan dalam dirinya, dan hanya atas dasar inilah lahir dalam diri manusia kasih yang sejati kepada Tuhan. Sekarang ini manusia melihat bahwa dengan kasih karunia, kasih, dan kemurahan Tuhan saja, ia tidak mampu benar-benar mengenal dirinya sendiri, apalagi mampu mengetahui hakikat manusia. Hanya melalui pemurnian dan penghakiman dari Tuhan, hanya selama pemurnian seperti itu engkau bisa mengenal kekurangan-kekuranganmu, dan mengetahui bahwa Engkau tidak memiliki apa-apa. Maka, kasih manusia akan Tuhan dibangun atas dasar pemurnian dan penghakiman Tuhan. Jika Engkau hanya menikmati kasih karuniakasih karunia Tuhan, dengan kehidupan keluarga yang penuh damai atau berkat secara materi, maka Engkau belum memperoleh Tuhan, dan keyakinan Engkau kepada Tuhan telah gagal. Tuhan telah menjalankan tahap pekerjaan kasih karunia dalam daging, dan telah memberikan berkat-berkat materi kepada manusia—tetapi manusia tidak bisa disempurnakan dengan kasih karunia, kasih, dan kemurahan saja. Dalam pengalaman-pengalamannya, manusia menjumpai sejumlah kasih Tuhan, dan melihat kasih dan kemurahan Tuhan. Namun setelah mengalaminya selama beberapa waktu, ia melihat bahwa kasih karunia dan kasih dan kemurahan-Nya tidak mampu membuat manusia sempurna. Serta tidak mampu menyingkapkan apa yang rusak dalam diri manusia, tidak mampu menghilangkan watak manusia yang rusak, maupun menyempurnakan kasih dan imannya. Karya kasih karunia Tuhan adalah karya satu periode, dan untuk mengenal Tuhan, manusia tidak dapat mengandalkan pada menikmati kasih karunia Tuhan.

Jadi melalui apa kesempurnaan manusia bisa dicapai? Melalui watak-Nya yang benar. Watak Tuhan terutama terdiri dari kebenaran, murka, keagungan, penghakiman, dan kutukan. Penyempurnaan-Nya akan manusia terutama dicapai melalui penghakiman. Sejumlah orang tidak paham, dan bertanya mengapa Tuhan hanya bisa menjadikan manusia sempurna melalui penghakiman dan kutukan. Mereka berkata bahwa jika Tuhan mengutuk manusia, bukankah manusia akan mati? Jika Tuhan menghakimi manusia, bukankah manusia akan terhukum? Lalu bagaimana ia masih bisa disempurnakan? Demikianlah perkataan orang yang tidak mengenal pekerjaan Tuhan. Yang Tuhan kutuk adalah ketidaktaatan manusia, dan yang dihakimi-Nya adalah dosa-dosa manusia. Walaupun Dia berbicara dengan keras, dan tanpa memperhatikan perasaan sedikit pun, Dia mengungkapkan segala sesuatu yang ada di dalam diri manusia, dan melalui perkataan yang keras ini Dia mengungkapkan apa yang penting di dalam diri manusia. Namun, melalui penghakiman seperti itu, Dia memberi manusia pengetahuan yang besar akan hakikat kedagingan, dan dengan demikian manusia tunduk kepada ketaatan di hadapan Tuhan. Daging manusia itu berdosa, berasal dari Iblis, tidak taat, dan merupakan sasaran hajaran Tuhan—jadi, untuk memungkinkan manusia mengenal dirinya sendiri, perkataan penghakiman Tuhan harus dijatuhkan atasnya dan harus digunakan berbagai jenis pemurnian; barulah saat itu pekerjaan Tuhan bisa efektif.

Dari firman yang diucapkan Tuhan bisa dilihat bahwa Dia telah mengutuk kedagingan manusia. Lalu, apakah firman itu merupakan firman kutukan? Firman yang diucapkan Tuhan mengungkapkan sifat asli manusia, dan melalui penyataan seperti itu Engkau dihakimi. Ketika Engkau melihat bahwa Engkau tidak mampu memuaskan kehendak Tuhan, di dalam batin Engkau merasakan dukacita dan penyesalan, Engkau merasa berutang kepada Tuhan, dan tidak cukup baik untuk kehendak Tuhan. Ada waktu-waktu di mana Roh Kudus mendisiplinkan Engkau secara batiniah, dan disiplin ini datang dari penghakiman Tuhan. Ada waktu-waktu ketika Tuhan mencela Engkau dan menyembunyikan wajah-Nya dari Engkau, ketika Dia tidak mendengarkan Engkau, dan tidak bekerja di dalam diri Engkau, menegur Engkau tanpa suara agar bisa memurnikan Engkau. Pekerjaan Tuhan dalam diri manusia terutama dilakukan untuk memperjelas watak-Nya yang benar. Kesaksian apa yang akhirnya diberikan manusia kepada Tuhan? Ia bersaksi bahwa Tuhan adalah Tuhan yang benar, bahwa watak-Nya adalah kebenaran, murka, hajaran, dan penghakiman; manusia bersaksi tentang watak kebenaran Tuhan. Tuhan menggunakan penghakiman-Nya untuk menyempurnakan manusia. Dia telah mengasihi manusia, dan menyelamatkan manusia—tetapi seberapa banyak yang dikandung dalam kasih-Nya? Ada penghakiman, keagungan, murka, dan kutukan. Walaupun Tuhan mengutuk manusia di masa lalu, Dia tidak sepenuhnya melemparkan manusia ke jurang yang tanpa dasar, tetapi menggunakan sarana itu untuk memurnikan iman manusia; Dia tidak menghukum mati manusia, tetapi bertindak untuk menjadikan manusia sempurna. Hakikat dari raga berisi Iblis—Tuhan mengatakannya seperti itu—tetapi fakta yang dijalankan oleh Tuhan belum disempurnakan menurut firman-Nya. Dia mengutuk Engkau agar Engkau bisa mengasihi-Nya, sehingga Engkau bisa mengenal hakikat raga; Dia menghajar Engkau agar Engkau terbangun, agar Engkau mengenal kekurangan-kekurangan di dalam dirimu, dan mengenal ketidaklayakan manusia. Maka, kutukan Tuhan, penghakiman-Nya, dan keagungan serta murka-Nya—semuanya itu diperlukan untuk membuat manusia sempurna. Semua yang dilakukan Tuhan saat ini, dan watak kebenaran yang diperjelas-Nya di dalam dirimu—ini semua untuk menjadikan manusia sempurna, demikianlah kasih Tuhan.

Dalam pemahaman tradisional manusia, kasih Tuhan adalah kasih karunia, kemurahan, dan simpati-Nya bagi kelemahan manusia. Walaupun hal-hal ini juga merupakan kasih Tuhan, itu semua terlalu sepihak, dan bukanlah sarana utama yang digunakan Tuhan untuk menyempurnakan manusia. Ada sebagian orang yang baru saja mulai percaya kepada Tuhan dikarenakan penyakit. Penyakit ini adalah kasih karunia Tuhan bagi Engkau; tanpanya, Engkau tidak akan percaya kepada Tuhan, dan jika Engkau tidak percaya kepada Tuhan maka Engkau tidak akan sampai sejauh ini—maka kasih karunia ini adalah kasih Tuhan. Pada waktu mereka percaya kepada Yesus, orang melakukan banyak hal yang tidak disukai Tuhan karena mereka tidak memahami kebenaran, namun Tuhan memiliki kasih dan kemurahan, dan Dia telah membawa manusia sejauh ini, dan walaupun manusia tidak memahami apa-apa, Tuhan masih mengizinkan manusia mengikuti-Nya, terlebih lagi, telah memimpin manusia sampai saat ini. Bukankah ini kasih Tuhan? Hal-hal yang dimanifestasikan dalam watak Tuhan adalah kasih Tuhan—ini benar sekali! Ketika pembangunan gereja mencapai puncaknya, Tuhan melakukan langkah pekerjaan pelaku pelayanan dan melemparkan manusia ke jurang yang tak berdasar. Perkataan pada zaman para pelaku pelayanan itu semuanya adalah kutukan: kutukan terhadap raga Engkau, kutukan terhadap watak bejat iblis, dan kutukan terhadap bagian-bagian dari dirimu yang tidak memenuhi kehendak Tuhan. Pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan dalam langkah itu dimanifestasikan sebagai keagungan, dan tak lama kemudian Tuhan menjalankan langkah pekerjaan hajaran, dan kemudian datanglah ujian maut. Dalam pekerjaan seperti itu, manusia melihat murka, keagungan, penghakiman, dan hajaran Tuhan, namun ia juga melihat kasih karunia Tuhan, serta kasih dan kemurahan-Nya; semua yang Tuhan lakukan, dan semua yang dimanifestasikan dalam watak-Nya, adalah kasih manusia, dan semua yang Tuhan lakukan mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia. Dia melakukannya untuk menyempurnakan manusia, dan melakukannya menurut tingkat pertumbuhan manusia. Jika Tuhan tidak melakukan hal ini, manusia tidak akan mampu datang ke hadapan Tuhan, dan tidak akan memiliki cara untuk bisa mengenal wajah Tuhan yang sesungguhnya. Sejak orang mulai percaya kepada Tuhan sampai sekarang, Tuhan secara bertahap telah menyediakan kebutuhan manusia menurut tingkat pertumbuhannya, sehingga, di dalam batinnya, manusia perlahan-lahan mengenal Dia. Baru setelah sampai kepada saat inilah manusia menyadari betapa mengagumkannya penghakiman Tuhan. Langkah kerja pelaku pelayanan adalah kejadian pertama pekerjaan kutukan sejak zaman penciptaan sampai sekarang. Manusia dikutuk ke dalam jurang yang tak berdasar. Jika Tuhan tidak melakukannya, sekarang ini manusia tidak akan memiliki pengetahuan yang sejati tentang Tuhan; hanya melalui kutukan dari Tuhan manusia bisa menemukan watak Tuhan. Pengalaman-pengalaman itu menunjukkan kepada manusia bahwa kesetiaannya tidak bisa diterima, bahwa tingkat pertumbuhan dirinya terlalu kecil, bahwa ia tidak mampu memuaskan kehendak Tuhan, dan bahwa klaim-klaimnya untuk memuaskan Tuhan di sepanjang waktu tidak lebih dari perkataan belaka. Walaupun dalam langkah kerja pelaku pelayanan Tuhan mengutuk manusia, jika dipandang dari sekarang langkah kerja itu mengagumkan: Langkah kerja itu menimbulkan titik balik bagi manusia, dan menyebabkan perubahan besar dalam watak hidupnya. Sebelum masa pelaku pelayanan, manusia tidak memahami apa pun mengenai tujuan hidup, apa artinya percaya kepada Tuhan, atau hikmat pekerjaan Tuhan, manusia juga tidak memahami bahwa pekerjaan Tuhan bisa menguji manusia. Sejak zaman pelaku pelayanan sampai sekarang, manusia melihat betapa hebatnya pekerjaan Tuhan, dan juga melihat betapa kerdilnya tingkat pertumbuhannya dan bahwa terlalu banyak hal dalam dirinya yang tidak taat. Ketika Tuhan mengutuk manusia, tujuannya adalah untuk memperoleh hasil, dan Dia tidak menghukum mati manusia. Walaupun Dia mengutuk manusia, Dia melakukannya melalui firman, dan kutukan-Nya tidak benar-benar menimpa manusia, karena yang dikutuk Tuhan adalah ketidaktaatan manusia, jadi firman kutukan-Nya juga bertujuan menyempurnakan manusia. Entah Tuhan menghakimi atau mengutuk manusia, keduanya untuk menyempurnakan manusia: Keduanya bertujuan menyempurnakan apa yang tidak murni di dalam diri manusia. Melalui sarana ini manusia dimurnikan, dan apa yang kurang dalam diri manusia disempurnakan melalui firman dan pekerjaan-Nya. Setiap langkah dari pekerjaan Tuhan—entah itu firman yang keras, penghakiman, atau hajaran—membuat manusia menjadi sempurna, dan sangat tepat. Tidak pernah di sepanjang sejarah Tuhan melakukan pekerjaan seperti ini; sekarang, Dia bekerja di dalam dirimu sehingga Engkau telah menghargai hikmat-Nya. Walaupun Engkau telah menderita rasa sakit di dalam dirimu, hatimu terasa teguh, dan merasakan damai sejahtera; bisa menikmati tahap pekerjaan Tuhan ini adalah berkat bagi dirimu. Terlepas dari apa yang Engkau mampu peroleh di masa depan, semua yang Engkau lihat dari pekerjaan Tuhan dalam dirimu sekarang ini adalah kasih. Jika manusia tidak mengalami penghakiman dan pemurnian Tuhan, tindakan-tindakan dan semangatnya akan selalu ada pada hal-hal jasmaniah dan wataknya tidak akan berubah. Apakah ini dianggap sebagai diperbaiki oleh Tuhan? Sekarang ini, walaupun masih banyak hal dalam diri manusia yang angkuh dan jumawa, watak manusia jauh lebih stabil ketimbang sebelumnya. Penanganan Tuhan atas Engkau bertujuan untuk menyelamatkan Engkau, dan walaupun Engkau mungkin merasa sakit pada waktu itu, harinya akan tiba ketika terjadi perubahan dalam watakmu. Pada saat itu, Engkau akan melihat kembali ke belakang dan melihat betapa bijaksananya pekerjaan Tuhan, dan pada saat itu Engkau akan mampu benar-benar memahami kehendak Tuhan. Sekarang ini ada banyak orang yang berkata bahwa mereka memahami kehendak Tuhan—tetapi hal itu tidak terlalu realistis, mereka berbicara omong kosong, karena pada saat ini mereka belum memahami apakah kehendak Tuhan adalah untuk menyelamatkan atau mengutuk manusia. Mungkin Engkau tidak bisa melihatnya dengan jelas saat ini, tetapi harinya akan tiba di mana Engkau melihat bahwa hari pemuliaan Tuhan telah tiba, dan Engkau melihat betapa bermaknanya mengasihi Tuhan, sehingga Engkau akan mengenal kehidupan manusia, dan ragamu akan hidup dalam dunia yang mengasihi Tuhan, bahwa rohmu akan dibebaskan, hidupmu akan penuh sukacita, dan bahwa Engkau akan selalu dekat dengan Tuhan, dan akan selalu memandang kepada Tuhan. Pada saat itu, Engkau akan benar-benar tahu betapa berharganya pekerjaan Tuhan sekarang ini.

Sekarang ini, sebagian besar orang tidak memiliki pengetahuan itu. Mereka percaya bahwa penderitaan tidak ada nilainya, mereka dijauhi oleh dunia, kehidupan rumah tangga mereka bermasalah, mereka tidak dikasihi Tuhan, dan prospek mereka suram. Penderitaan dari beberapa orang mencapai titik tertentu, dan pikiran mereka mengarah kepada kematian. Ini bukanlah kasih Tuhan yang sejati; orang-orang seperti itu adalah pengecut, mereka tidak memiliki ketekunan, mereka lemah dan tidak berdaya! Tuhan ingin manusia mengasihi-Nya, tetapi makin manusia mengasihi-Nya, makin besar penderitaan manusia, dan makin manusia mengasihi-Nya, makin besar ujiannya. Jika Engkau mengasihi-Nya, maka semua jenis penderitaan akan menimpamu—dan jika Engkau tidak mengasihi-Nya, maka mungkin segala sesuatu akan berjalan dengan lancar bagimu, dan semuanya akan damai di sekelilingmu. Ketika Engkau mengasihi Tuhan, Engkau akan merasakan bahwa banyak hal di sekelilingmu tidak dapat diatasi, dan karena tingkat pertumbuhan dirimu terlalu kerdil Engkau akan dimurnikan; apalagi, Engkau tidak mampu memuaskan Tuhan, dan Engkau akan terus merasa bahwa kehendak Tuhan terlalu tinggi, jauh dari jangkauan manusia. Karena semua ini Engkau akan dimurnikan—karena ada banyak kelemahan di dalam dirimu, dan karena banyak hal tidak mampu memuaskan kehendak Tuhan, Engkau akan dimurnikan di dalam dirimu. Namun Engkau harus melihat dengan jelas bahwa pentahiran hanya bisa dicapai melalui pemurnian. Maka, selama akhir zaman ini Engkau harus menjadi saksi Tuhan. Tidak peduli seberapa besarnya pun penderitaanmu, Engkau harus menjalaninya sampai akhir, dan bahkan sampai helaan napasmu yang terakhir, Engkau masih harus setia kepada Tuhan, dan berada dalam kemurahan Tuhan; hanya inilah yang benar-benar mengasihi Tuhan, dan hanya inilah kesaksian yang kuat dan bergema. Ketika Engkau dicobai, Engkau harus berkata, “Hatiku milik Tuhan, dan Tuhan telah memperbaikiku. Aku tidak bisa memuaskanmu—aku harus mengabdikan seluruh diriku untuk memuaskan Tuhan.” Semakin Engkau memuaskan Tuhan, Tuhan akan semakin memberkatimu, dan semakin besar kekuatan kasih Engkau bagi Tuhan; demikian pula Engkau akan memiliki iman dan tekad, dan akan merasa bahwa tidak ada yang lebih berharga atau signifikan daripada kehidupan yang dihabiskan untuk mengasihi Tuhan. Bisa dikatakan bahwa manusia hanya harus mengasihi Tuhan untuk bisa hidup tanpa dukacita. Walaupun akan ada waktu-waktu di mana ragamu lemah dan Engkau dilanda banyak masalah nyata, pada waktu-waktu itu Engkau akan benar-benar bergantung kepada Tuhan, dan di dalam rohmu akan dihiburkan, dan Engkau akan merasakan kepastian, dan bahwa Engkau akan memiliki sesuatu untuk tempat bergantung. Dengan cara ini, Engkau akan mampu mengatasi banyak situasi, sehingga Engkau tidak akan mengeluh tentang Tuhan karena kesengsaraan yang Engkau derita; Engkau akan ingin menyanyi, menari, dan berdoa, berkumpul dan bersekutu, memikirkan Tuhan, dan Engkau akan merasakan bahwa semua orang, urusan, dan berbagai hal di sekelilingmu yang diatur oleh Tuhan sudah benar. Jika Engkau tidak mengasihi Tuhan, segala sesuatu yang Engkau pandang akan menjemukan bagimu, tidak ada yang akan menyenangkan matamu; dalam rohmu tidak akan bebas tetapi terinjak-injak, hatimu akan selalu mengeluh tentang Tuhan, dan Engkau akan selalu merasa bahwa Engkau menderita begitu banyak siksaan, dan bahwa hal itu tidak adil. Jika Engkau tidak berusaha demi kebahagiaan, tetapi untuk memuaskan Tuhan dan agar tidak dituduh oleh Iblis, maka upaya seperti itu akan memberikan kepada Engkau kekuatan besar untuk mengasihi Tuhan. Manusia mampu menjalankan segala hal yang diucapkan oleh Tuhan, dan segala sesuatu yang dilakukannya mampu memuaskan Tuhan—itulah artinya menguasai realitas. Mengejar kepuasan Tuhan adalah menggunakan kasih Tuhan untuk mempraktekkan firman-Nya; terlepas dari waktunya—bahkan ketika orang lain tidak memiliki kekuatan—di dalam dirimu masih ada hati yang mengasihi Tuhan, yang sangat mendambakan Tuhan, dan merindukan Tuhan. Inilah tingkat pertumbuhan yang nyata. Seberapa besar tingkat pertumbuhanmu tergantung pada seberapa besar kasihmu akan Tuhan, pada apakah Engkau bisa tetap berdiri teguh ketika diuji, apakah Engkau lemah ketika situasi tertentu melandamu, dan apakah Engkau bisa mempertahankan pendirian ketika saudara-saudari menolakmu. Munculnya fakta-fakta ini akan menunjukkan seperti apa kasihmu kepada Tuhan. Bisa dilihat dari sebagian besar pekerjaan Tuhan bahwa Tuhan benar-benar mengasihi manusia, hanya saja mata dari roh manusia belum sepenuhnya terbuka, dan tidak mampu melihat menembus sebagian besar dari karya Tuhan, dan kehendak Tuhan, dan banyak hal yang baik tentang Tuhan. Manusia memiliki terlalu sedikit kasih bagi Tuhan. Engkau telah percaya kepada Tuhan selama ini, dan sekarang Tuhan telah menghilangkan semua jalan untuk melarikan diri. Secara realistis, Engkau tidak punya pilihan kecuali mengambil jalan yang benar. Jalan yang benar yang kepadanya Engkau telah dituntun melalui penghakiman yang keras dan keselamatan agung dari Tuhan. Hanya setelah mengalami kesulitan dan pemurnian maka manusia bisa mengetahui bahwa Tuhan itu pengasih. Setelah mengalami sampai saat ini, bisa dikatakan bahwa manusia telah mengenal sebagian dari kasih Tuhan—tetapi ini belum cukup, karena manusia begitu kekurangan. Ia harus mengalami lebih banyak pekerjaan Tuhan yang ajaib. Barulah pada saat itu watak hidup manusia bisa berubah.

Sebelumnya:Mereka yang Akan Disempurnakan Harus Melewati Pemurnian

Selanjutnya:Hanya Mengasihi Tuhan-lah yang Berarti Sungguh-Sungguh Percaya kepada Tuhan

Anda Mungkin Juga Menyukai