Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

212 Sudahkah Engkau Mendengar Keluhan Yang Mahakuasa?

1 Ketika fajar menyingsing, bintang fajar mulai bersinar di timur. Bintang ini belum pernah ada di sana sebelumnya. Bintang itu menyinari langit yang masih berbintang dan menyalakan kembali cahaya yang padam di hati manusia. Umat manusia tidak lagi kesepian karena cahaya ini, yang menyinarimu juga orang-orang yang lain. Namun, hanya engkau sendirilah yang tetap terlelap di tengah malam yang gelap. Engkau tidak dapat mendengar suara maupun melihat cahaya itu, tidak menyadari datangnya langit dan bumi yang baru, tibanya zaman baru, karena bapamu memberitahukan kepadamu, "Anakku, jangan bangun, sekarang masih terlalu pagi. Hawanya dingin, jangan pergi ke luar, jika tidak, pedang dan tombak akan menusuk matamu." Engkau hanya percaya pada peringatan bapamu, karena engkau percaya bahwa hanya bapamulah yang benar, karena bapamu lebih tua daripada engkau, dan bahwa bapamu begitu mengasihimu.

2 Peringatan dan kasih yang seperti itu membuat engkau berhenti percaya pada legenda bahwa ada cahaya di dunia, dan berhenti memedulikan apakah kebenaran masih ada di dunia ini. Engkau tidak lagi berani mengharapkan pertolongan dari Yang Mahakuasa. Engkau puas dengan keadaanmu sekarang, tidak lagi menanti-nantikan datangnya cahaya, dan tidak lagi mencari kedatangan Yang Mahakuasa sebagaimana dikisahkan dalam legenda. Sejauh yang kauketahui, semua yang indah tidak dapat dihidupkan kembali, maupun dapat tetap ada. Hari esok umat manusia, masa depan umat manusia, sirna dan sepenuhnya binasa di depan matamu. Engkau mencengkeram pakaian bapamu sekuat tenaga, bahagia bisa berbagi kesukaran dengannya, takut kehilangan teman seperjalanan dan "arah" perjalananmu yang jauh. Dunia manusia yang luas dan berkabut telah membentuk banyak di antaramu, pantang mundur dan berani mengisi berbagai peran di dunia ini. Hal itu telah menciptakan banyak "pejuang" yang sama sekali tidak takut mati. Lebih dari itu, keadaan itu telah menciptakan kumpulan demi kumpulan manusia yang mati rasa dan lumpuh, yang tidak mengetahui tujuan penciptaan mereka.

3 Mata Yang Mahakuasa mengamat-amati tiap-tiap umat manusia yang begitu sengsara. Hal yang didengar-Nya adalah ratapan mereka yang menderita, yang dilihat-Nya adalah sikap tidak tahu malu mereka yang sengsara, dan yang dirasakan-Nya adalah keputusasaan dan ketakutan umat manusia yang telah kehilangan anugerah keselamatan. Umat manusia menolak pemeliharaan-Nya, memilih berjalan di jalan mereka sendiri, dan berusaha menghindari pengawasan mata-Nya, lebih suka menikmati kepahitan laut yang dalam, hingga tetes terakhir, ditemani oleh si musuh. Keluhan Yang Mahakuasa tidak dapat terdengar lagi oleh umat manusia. Tangan Yang Mahakuasa tidak bersedia lagi membelai umat manusia yang memilukan ini. Dia mengulangi pekerjaan-Nya, berkali-kali menangkap kembali, dan berulang kali kehilangan lagi, dan sejak saat itu, Dia mulai merasa lelah, merasa jemu, sehingga Dia akhirnya menghentikan pekerjaan yang sedang dilakukan-Nya, dan berhenti berkelana di tengah umat manusia .... Umat manusia sama sekali tidak menyadari tentang perubahan-perubahan ini, tidak menyadari kedatangan dan kepergian, kepiluan dan kemurungan Yang Mahakuasa.

Diadaptasi dari "Keluhan Yang Mahakuasa" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebelumnya:Kebenaran Tentang Akibat Rusaknya Manusia Oleh Iblis

Selanjutnya:Menyerahkan Konsep Agama untuk Disempurnakan oleh Tuhan

MediaTerkait