Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

022 Tuhan Meratapi Masa Depan Umat Manusia

Kecepatan

022 Tuhan Meratapi Masa Depan Umat Manusia

I

Dalam dunia yang luas dan telah berubah berkali-kali,

tiada yang bisa pimpin manusia, selain Dia penguasa s'galanya.

Tiada orang perkasa bekerja dan siapkan kebutuhan manusia.

Tiada yang bisa bawa m'reka ke masa depan cerah,

bebas dari ketidakadilan dunia.

Tuhan ratapi masa depan manusia.

Dia bersedih atas kejatuhannya.

Dia sedih s'bab m'reka tak tahu ada di jalan tak berujung.

Manusia t'lah berontak, sakiti hati Tuhan;

gembira berjalan di jalan Setan.

Tiada yang berhenti 'tuk melihat ke mana manusia 'kan pergi.

II

Siapa yang berhenti dan sadari amarah Tuhan?

Siapa yang berusaha senangkan Dia?

Di manakah orang yang tahu kesedihan-Nya,

yang turut merasakan sakit-Nya?

Meski t'lah dengar panggilan-Nya,

mereka memilih jalan yang jauh

dari kasih-Nya, kebenaran, dan tatapan-Nya;

rela menjual diri pada Setan.

Tuhan ratapi masa depan manusia.

Dia bersedih atas kejatuhannya.

Dia sedih s'bab m'reka tak tahu ada di jalan tak berujung.

Manusia t'lah berontak, sakiti hati Tuhan;

gembira berjalan di jalan Setan.

Tiada yang berhenti 'tuk melihat ke mana manusia 'kan pergi.

III

Apa yang harus Tuhan lakukan bagi mereka yang menolak-Nya?

Ketahuilah panggilan Tuhan disusul oleh bencana dahsyat

yang hukum tubuh dan jiwa manusia.

Tiada yang tahu s'perti apa murka-Nya

bila rencana-Nya dibuat hampa, suara-Nya diabaikan;

murka yang tak pernah dirasa manusia.

Ini bencana yang unik; satu penciptaan dan peny'lamatan Tuhan.

Yang pertama dan terakhir.

Tiada yang bisa merasa

kasih tulus Tuhan, hasrat-Nya membara s'lamatkan manusia.

Tuhan ratapi masa depan manusia,

Dia bersedih atas kejatuhannya.

Dia sedih s'bab m'reka tak tahu ada di jalan tak berujung.

Manusia t'lah berontak, sakiti hati Tuhan;

gembira berjalan di jalan Setan.

Tiada yang berhenti 'tuk melihat ke mana manusia 'kan pergi,

ke mana manusia akan pergi.

dari "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebelumnya:Tuhan Rawat Manusia sebagai Kesayangan-Nya

Selanjutnya:Bagaimana Seharusnya Manusia Berjalan dalam Jalan Tuhan

Anda Mungkin Juga Menyukai