Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kita harus paham bahwa pesan yang disebarkan oleh Tuhan Yesus pada Zaman Kasih Karunia adalah satu-satunya cara untuk bertobat.

1

1. Kita harus paham bahwa pesan yang disebarkan oleh Tuhan Yesus pada Zaman Kasih Karunia adalah satu-satunya cara untuk bertobat.

Ayat Alkitab untuk Referensi:

Bertobatlah: karena kerajaan surga sudah dekat” (Matius 4:17).

Sebab inilah darah-Ku, yaitu darah perjanjian baru, yang dicurahkan bagi banyak orang sebagai pengampunan atas dosa-dosa mereka” (Matius 26:26-28).

Dan bahwa pertobatan dan pengampunan atas dosa harus diberitakan dalam nama-Nya di antara segala bangsa, dimulai dari Yerusalem” (Lukas 24:47)

Firman Tuhan yang Relevan:

Di permulaan, Yesus menyebarkan Injil dan memberitakan jalan pertobatan, lalu selanjutnya membaptis manusia, menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan-setan. Di akhir, Ia menebus umat manusia dari dosa dan melengkapi pekerjaan-Nya bagi seluruh zaman.

dari “Misteri Inkarnasi (1)” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

Pekerjaan yang dilakukan Yesus sesuai dengan kebutuhan manusia pada zaman itu. Tugas-Nya adalah menebus umat manusia, mengampuni dosa-dosa mereka, dan karena itu, watak-Nya sepenuhnya rendah hati, sabar, penuh kasih, saleh, mampu menahan diri, murah hati, dan penuh kasih setia. Ia memberkati umat manusia dengan melimpah dan memberikan banyak sekali kasih karunia kepada mereka, serta memberikan semua hal yang dapat mereka nikmati untuk kesenangan mereka: kedamaian dan kebahagiaan, kesabaran dan cinta-Nya, kemurahan dan kasih setia-Nya. Pada masa itu, manusia menemukan begitu banyak hal untuk dinikmati: Hati mereka damai dan tenang, roh mereka dihiburkan, dan mereka ditopang oleh Yesus Sang Juru Selamat. Mereka bisa mendapatkan semuanya ini karena mereka hidup pada zaman itu. Pada Zaman Kasih Karunia, manusia telah dirusak oleh Iblis. Karena itu, pekerjaan penebusan seluruh umat manusia menuntut kasih karunia yang berlimpah, ketabahan dan kesabaran yang tak terbatas, dan terlebih lagi, sebuah persembahan yang cukup untuk menebus dosa umat manusia, agar dapat mencapai tujuannya. Apa yang dilihat manusia pada Zaman Kasih Karunia hanyalah korban persembahan-Ku untuk menebus dosa-dosa umat manusia, yaitu Yesus. Yang mereka ketahui adalah bahwa Tuhan sangat berbelas kasihan dan panjang sabar, dan yang mereka lihat adalah belas kasihan dan kasih setia Yesus. Semuanya ini terjadi karena mereka hidup pada Zaman Kasih Karunia. Jadi, sebelum mereka dapat ditebus, mereka harus menikmati berbagai jenis kasih karunia yang Yesus anugerahkan kepada mereka; hanya ini yang bermanfaat bagi mereka. Dengan cara ini, dosa-dosa mereka dapat diampuni melalui kenikmatan kasih karunia yang diberikan kepada mereka, dan mereka juga bisa mempunyai kesempatan untuk ditebus melalui ketabahan dan kesabaran Yesus. Hanya melalui ketabahan dan kesabaran Yesuslah mereka mendapatkan hak untuk diampuni dan menikmati limpahan kasih karunia yang dianugerahkan oleh Yesus—seperti yang dikatakan Yesus, “Aku datang bukan untuk menebus orang benar, melainkan orang berdosa, sehingga orang berdosa diampuni dari dosa-dosa mereka.” … Semakin Yesus mengasihi umat manusia, mengampuni dosa-dosa mereka, dan memberikan belas kasihan serta kasih setia yang cukup kepada mereka, semakin banyak manusia dapat diselamatkan, dapat disebut sebagai domba-domba terhilang yang telah dibeli Yesus dengan harga mahal. Iblis tidak dapat ikut campur dalam pekerjaan ini, karena Yesus memperlakukan para pengikut-Nya seperti seorang ibu yang penuh kasih memperlakukan bayinya di dalam dekapannya. Ia tidak marah atau membenci mereka, tetapi senantiasa memberikan penghiburan. Ia tidak pernah murka terhadap mereka, melainkan menahan diri terhadap dosa-dosa mereka dan menutup mata terhadap kebodohan dan kebebalan mereka, bahkan hingga berkata, “Ampunilah sesamamu sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” Jadi, hati-Nya mengubah hati orang lain. Dengan cara inilah orang menerima pengampunan dosa melalui kesabaran-Nya.

dari “Kisah Nyata di Balik Pekerjaan pada Zaman Penebusan” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

Pada waktu itu, Yesus hanya menyampaikan kepada murid-muridnya serangkaian khotbah pada Zaman Kasih Karunia, misalnya cara melakukan, berkumpul, cara meminta dalam doa, cara memperlakukan orang lain, dan sebagainya. Pekerjaan yang dilakukan-Nya adalah pekerjaan Zaman Kasih Karunia, dan Ia hanya menguraikan bagaimana seharusnya murid-murid dan orang-orang yang mengikuti-Nya melakukannya. Ia hanya melakukan pekerjaan Zaman Kasih Karunia, dan sama sekali tidak melakukan pekerjaan akhir zaman. … Pekerjaan Tuhan dalam setiap zaman memiliki batasan-batasan yang jelas; Ia hanya melakukan pekerjaan zaman sekarang dan tidak pernah melakukan pekerjaan zaman selanjutnya terlebih dahulu. Hanya dengan cara inilah pekerjaan-Nya yang mewakili setiap zaman diperlihatkan. Yesus hanya berbicara tentang tanda-tanda akhir zaman, bagaimana cara untuk dapat bersabar dan dapat diselamatkan, bagaimana cara bertobat dan mengaku dosa, serta bagaimana cara memikul salib dan menanggung penderitaan. Tidak pernah Ia berbicara mengenai perkara-perkara yang harus dimasuki manusia pada akhir zaman atau bagaimana cara agar dapat memuaskan kehendak Tuhan.

dari “Bagaimana Mungkin Manusia yang Telah Mendefinisikan Tuhan dalam konsepsi-konsepsinya Dapat Menerima Penyingkapan Tuhan?” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

Manusia menerima banyak kasih karunia, seperti kedamaian dan kesenangan daging, berkat bagi seluruh keluarga karena iman satu orang, kesembuhan atas penyakit, dan lain sebagainya. Sisanya adalah perbuatan baik manusia dan penampilan saleh mereka; jika manusia bisa hidup berdasarkan hal-hal itu, ia dianggap orang percaya yang baik. Hanya orang-orang percaya semacam itu yang dapat masuk ke surga setelah meninggal, yang artinya mereka telah diselamatkan. Namun, semasa hidup, mereka sama sekali tidak mengerti jalan kehidupan. Mereka sekadar melakukan dosa dan mengakui dosa, terus begitu dalam siklus yang terus menerus berputar tanpa jalan menuju watak yang diubahkan; seperti itulah keadaan manusia di Zaman Kasih Karunia.

dari “Misteri Inkarnasi (4)” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

Pekerjaan Yesus hanya demi penebusan manusia dan penyaliban. Jadi, tidak perlu bagi-Nya untuk mengatakan lebih banyak firman untuk menaklukkan siapa pun. Banyak dari apa yang Dia ajarkan kepada manusia berasal dari firman-firman dalam Alkitab, dan walaupun pekerjaan-Nya tidak melebihi Alkitab, tetap saja Dia dapat menjalankan tugas penyaliban. Pekerjaan-Nya bukan pekerjaan firman, atau demi menaklukkan manusia, tetapi untuk menebus umat manusia. Dia hanya bertindak sebagai korban penghapus dosa bagi umat manusia, dan tidak bertindak sebagai sumber sabda bagi umat manusia.

dari “Visi Pekerjaan Tuhan (1)” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

Zaman Kasih Karunia mengajarkan Injil pertobatan, dan asalkan manusia percaya, ia akan diselamatkan. … Pada masa itu, pekerjaan Yesus adalah penebusan seluruh umat manusia. Dosa-dosa semua orang yang percaya kepada-Nya diampuni; asalkan engkau percaya kepada-Nya, Dia akan menebusmu; jika engkau percaya kepada-Nya, engkau bukan lagi orang berdosa, engkau telah dibebaskan dari dosa-dosamu. Inilah yang dimaksud dengan diselamatkan dan dibenarkan oleh iman. Namun di antara orang-orang percaya, masih ada yang memberontak dan melawan Tuhan, dan secara bertahap harus dibuang. Keselamatan tidak berarti manusia telah sepenuhnya dimiliki oleh Yesus, tetapi manusia tidak lagi terikat oleh dosa, dosa-dosanya telah diampuni: Asalkan engkau percaya, engkau tidak akan pernah lagi terikat oleh dosa. … Yesus tidak datang untuk menyempurnakan dan memiliki manusia, tetapi untuk melakukan satu tahap pekerjaan: menyatakan Injil kerajaan surga dan menggenapi pekerjaan penyaliban—sehingga begitu Yesus disalibkan, pekerjaan-Nya benar-benar telah selesai.

dari “Visi Pekerjaan Tuhan (2)” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

media terkait