Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Mengenal tujuan dari ketiga tahap pekerjaan pengelolaan umat manusia oleh Tuhan

9

1. Mengenal tujuan dari ketiga tahap pekerjaan pengelolaan umat manusia oleh Tuhan

Firman Tuhan yang Relevan:

Seluruh rencana pengelolaan-Ku, rencana yang terbentang selama enam ribu tahun, terdiri dari tiga tahap atau tiga zaman: Zaman Hukum Taurat pada bagian awal; Zaman Kasih Karunia (yang juga merupakan Zaman Penebusan); dan Zaman Kerajaan pada akhir zaman. Konsep pekerjaan-Ku di ketiga zaman ini berbeda-beda sesuai dengan sifat setiap zaman, tetapi setiap tahapnya sesuai dengan kebutuhan manusia—atau lebih tepatnya, setiap tahap dilakukan berdasarkan tipu muslihat yang digunakan Iblis dalam perang yang telah Kulancarkan. Tujuan pekerjaan-Ku adalah untuk mengalahkan Iblis, untuk mewujudkan hikmat dan kemahakuasaan-Ku, untuk mengungkap semua tipu muslihat Iblis, agar dapat menyelamatkan seluruh umat manusia yang hidup di bawah wilayah kekuasaannya. Tujuan-Ku adalah untuk menunjukkan hikmat dan kemahakuasaan-Ku sekaligus menyingkapkan kengerian Iblis yang tak tertahankan. Terlebih lagi, Aku ingin mengajar ciptaan-Ku untuk membedakan mana yang baik dan yang jahat, untuk mengetahui bahwa Akulah Penguasa segala sesuatu, untuk melihat dengan jelas bahwa Iblis adalah musuh manusia yang paling hina dan jahat, serta untuk mengetahui perbedaan antara kebaikan dan kejahatan, kebenaran dan kepalsuan, kekudusan dan kenajisan, dan apa yang hebat dan yang tidak mulia. Dengan cara ini, manusia yang bebal akan dapat menjadi saksi bagi-Ku bahwa bukan Aku yang merusak manusia, dan hanya Aku—Tuhan dari segala ciptaan—yang dapat menyelamatkan manusia, dapat menganugerahkan kepada manusia hal-hal yang menyenangkan mereka. Mereka akan tahu bahwa Akulah Penguasa segala sesuatu dan Iblis hanyalah salah satu makhluk ciptakan-Ku, yang kemudian berbalik melawan-Ku. Rencana pengelolaan enam ribu tahun-Ku terbagi menjadi tiga tahap supaya dapat mencapai tujuan berikut ini: untuk memampukan ciptaan-Ku menjadi saksi-Ku, memahami kehendak-Ku, dan mengetahui bahwa Akulah kebenaran.

dari “Kisah Nyata di Balik Pekerjaan pada Zaman Penebusan” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

Tujuan dari tiga tahap pekerjaan ini adalah penyelamatan seluruh manusia―artinya penyelamatan utuh manusia dari kuasa Iblis. Meski masing-masing tahap pekerjaan ini mempunyai tujuan dan makna penting yang berbeda, masing-masing adalah bagian dari pekerjaan penyelamatan manusia, dan masing-masing merupakan pekerjaan penyelamatan yang berlainan yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan manusia.

Ketika seluruh pengelolaan Tuhan menjelang berakhir, Tuhan akan mengelompokkan semuanya berdasarkan jenisnya. Manusia dibuat oleh tangan Pencipta, dan pada akhirnya Dia harus mengembalikan manusia di bawah kuasa-Nya; inilah akhir dari ketiga tahap pekerjaan. …

… Ketika tiga tahap pekerjaan berakhir, akan ada kelompok orang yang bersaksi tentang Tuhan, kelompok yang mengenal Tuhan. Semua orang ini akan mengenal Tuhan dan akan dapat melakukan kebenaran. Mereka akan memiliki kemanusiaan dan indera, dan akan mengetahui tiga tahap pekerjaan keselamatan Tuhan. Inilah pekerjaan yang akan diselesaikan di akhir zaman, dan orang-orang ini adalah kristalisasi dari 6000 tahun pengelolaan, dan merupakankesaksian terkuattentang kekalahan terakhir Iblis.

dari “Mengenal Tiga Tahap Pekerjaan Tuhan adalah Jalan untuk Mengenal Tuhan” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

Saat ini kita akan pertama-tama merangkum pemikiran, gagasan, dan setiap gerakan Tuhan sejak penciptaan manusia, dan juga membahas pekerjaan yang Ia kerjakan sejak penciptaan dunia sampai secara resmi dimulainya Zaman Kasih Karunia. Kita kemudian dapat menemukan mana saja dari pemikiran dan gagasan Tuhan yang tidak diketahui oleh manusia, dan dari situ kita dapat memperjelas urutan dari rencana pengelolaan Tuhan, dan kita dapat memahami secara menyeluruh konteks di mana Tuhan menciptakan pekerjaan pengelolaan-Nya, berikut sumber serta proses perkembangannya. Kita juga dapat memahami secara menyeluruh hasil-hasil seperti apa yang Ia inginkan dari pekerjaan pengelolaan-Nya—yaitu, inti dan tujuan dari pekerjaan pengelolaan-Nya. Demi mengerti hal-hal tersebut kita perlu kembali ke saat yang diam dan tenang ketika belum ada manusia ….

Ketika Tuhan bangkit dari peristirahatannya, yang terpikir oleh-Nya pertama kali adalah ini: menciptakan seseorang yang hidup, manusia nyata yang hidup—seseorang yang akan hidup bersama dan menjadi pendamping-Nya terus menerus. Orang ini dapat mendengarkan-Nya, dan Tuhan dapat memberitahu dan berbicara kepadanya. Lalu, untuk pertama kalinya, Tuhan mengambil segenggam tanah dan menggunakannya untuk menciptakan manusia hidup pertama yang ada dalam bayangan-Nya, lalu memberi nama kepada makhluk hidup ini—Adam. Setelah Tuhan mendapatkan orang yang hidup dan bernapas ini, bagaimanakah perasaan-Nya? Untuk pertama kalinya, Ia merasakan sukacita memiliki orang yang dikasihi, seorang pendamping. Ia juga merasakan untuk pertama kalinya tanggung jawab sebagai Bapa dan kekhawatiran yang datang bersama tanggung jawab itu. Orang yang hidup dan bernapas ini memberikan kebahagiaan dan sukacita bagi Tuhan; Ia merasa terhibur untuk pertama kalinya. Inilah hal pertama yang Tuhan lakukan yang tidak dikerjakan oleh pemikiran maupun perkataan-Nya, melainkan dilakukan oleh kedua tangan-Nya. Ketika makhluk seperti ini—seseorang yang hidup dan bernapas—berdiri di hadapan Tuhan, terbuat dari daging dan darah, dengan tubuh dan wujud, dan dapat bercakap dengan Tuhan, Ia merasakan suka cita yang belum pernah Ia rasakan sebelumnya. Ia benar-benar merasakan tanggung jawab-Nya dan makhluk hidup ini tidak hanya menarik hati-Nya, tapi setiap langkah kecilnya juga menyentuh dan menghangatkan hati-Nya. Jadi ketika makhluk hidup ini berdiri di hadapan Tuhan, ini merupakan pertama kalinya Ia berpikir untuk mendapatkan lebih banyak orang-orang seperti ini. Inilah rangkaian peristiwa yang dimulai dari pemikiran mula-mula Tuhan tersebut. Bagi Tuhan, semua peristiwa ini merupakan kali pertama, tapi dalam peristiwa-peristiwa pertama ini, terlepas dari apa yang Ia rasakan pada saat itu—sukacita, tanggung jawab, kepedulian—Ia tidak bisa membagikan perasaan-perasaan tersebut dengan orang lain. Dimulai dari saat itu, Tuhan benar-benar merasakan kesepian dan kesedihan yang belum pernah Ia rasakan sebelumnya. Ia merasa bahwa umat manusia tidak dapat menerima atau mengerti kasih dan kepedulian-Nya, ataupun niat-Nya terhadap umat manusia, sehingga Ia masih merasakan kesedihan dan kepedihan di dalam hati-Nya. Walaupun Ia telah melakukan hal-hal tersebut bagi manusia, manusia tidak sadar akan itu dan tidak mengerti. Di luar kebahagiaan, suka cita, dan penghiburan yang diberikan manusia kepada-Nya, turut datang rasa sedih dan kesepian yang pertama kali bagi-Nya. Inilah pemikiran dan perasaan Tuhan pada waktu itu. Saat Tuhan sedang melakukan semua hal ini, di dalam hati-Nya bercampur aduk, dari sukacita menjadi kesedihan, dari kesedihan menjadi kepedihan, semuanya bercampur dengan kecemasan. Yang ingin Ia lakukan hanyalah secepatnya membuat orang ini, membuat bangsa manusia ini, tahu akan apa isi hati-Nya dan mengerti maksud-Nya. Kemudian, mereka dapat menjadi pengikut-Nya dan menjadi sesuai dengan-Nya. Mereka tidak akan perlu lagi diam saja ketika mendengar Tuhan berbicara; mereka tidak akan lagi tak sadar akan cara bergabung dengan Tuhan dalam pekerjaan-Nya; dan yang terutama, mereka tidak akan lagi menjadi orang-orang yang abai terhadap kebutuhan-kebutuhan Tuhan. Hal-hal mula-mula ini Tuhan lengkapi sangatlah berarti dan mempunya nilai yang besar bagi rencana pengelolaan-Nya, dan juga bagi umat manusia pada zaman sekarang.

Setelah menciptakan segala hal dan manusia, Tuhan tidak beristirahat. Ia tidak sabar untuk mengerjakan pengelolaan-Nya, Ia tidak sabar untuk mendapatkan orang-orang yang sangat Ia kasihi di antara umat manusia.

… Tuhan memandang pengelolaan umat manusia, penyelamatan umat manusia pada saat ini, sebagai hal yang lebih penting dari segalanya. Ia melakukan hal-hal ini tidak hanya dengan pikiran-Nya, dan juga tidak hanya dengan perkataan-Nya, dan terutama Ia tidak melakukannya secara sembarangan—Ia mengerjakan segalanya dengan perencanaan, dengan tujuan, dengan standar, dan oleh kehendak-Nya. Sangatlah jelas bahwa pekerjaan untuk menyelamatkan umat manusia ini mempunyai arti yang besar baik bagi Tuhan maupun bagi manusia. Tidak peduli seberapa sulit pekerjaan itu, tidak peduli seberapa besar rintangannya, tidak peduli seberapa lemah manusia, atau seberapa kuat sifat membangkang manusia sebenarnya, tak ada yang menyulitkan bagi Tuhan. Tuhan menyibukkan diri-Nya, melakukan upaya-Nya yang sungguh-sungguh serta mengelola pekerjaan yang ingin Ia sendiri kerjakan. Ia juga mengatur segala hal, dan menguasai semua orang dan pekerjaan yang ingin Ia sempurnakan—tidak ada satu pun dari hal-hal ini pernah dikerjakan sebelumnya. Ini adalah kali pertama Tuhan menggunakan metode-metode ini dan membayar harga yang besar untuk proyek besar pengelolaan dan penyelamatan manusia. Ketika Tuhan sedang melakukan pekerjaan ini, sedikit demi sedikit Ia sedang menyatakan kepada manusia tanpa menyembunyikan apa-apa tentang kerja keras-Nya, siapa Dia dan apa yang Ia miliki, hikmat dan kemahakuasaan-Nya, dan setiap aspek dari watak-Nya. Ia mengungkapkan segalanya kepada umat manusia sedikit demi sedikit, mengungkapkan dan menyatakan hal-hal ini seperti yang belum pernah Ia lakukan sebelumnya. Dengan demikian, di seluruh alam semesta, di luar orang-orang yang hendak Tuhan kelola dan selamatkan, tidak ada lagi ciptaan lain yang demikian dekatnya dengan Tuhan, yang memiliki hubungan begitu intim dengan-Nya. Di dalam hati-Nya, umat manusia yang ingin Ia kelola dan selamatkan sangatlah penting, dan Ia memandang mereka berharga di atas segalanya; meskipun Ia telah membayar harga yang sangat mahal demi mereka, dan meskipun Ia terus-menerus disakiti dan tidak ditaati oleh mereka, Ia tidak pernah meninggalkan mereka dan melanjutkan pekerjaan-Nya tanpa mengenal lelah, tanpa keluhan ataupun penyesalan. Ini karena Ia tahu, cepat atau lambat, manusia pada suatu hari akan terbangun oleh panggilan-Nya, akan tergerak oleh firman-Nya, akan mengakui bahwa Ia adalah Tuhan segala ciptaan, lalu kembali ke sisi-Nya ….

dari “Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

Demikianlah pengelolaan Tuhan: menyerahkan umat manusia kepada Iblis—dan umat manusia yang tidak mengetahui siapa itu Tuhan, siapa itu Pencipta, bagaimana menyembah Tuhan, dan mengapa manusia perlu tunduk kepada Tuhan—dan memberikan kebebasan kepada Iblis untuk merusak. Tahap demi tahap, Tuhan kemudian mengambil kembali manusia dari tangan Iblis, sampai manusia sepenuhnya menyembah Tuhan dan menolak Iblis. Inilah pengelolaan Tuhan. Semua ini terdengar seperti cerita khayalan, dan tampaknya membingungkan. Orang merasa bahwa cerita ini seperti cerita khayalan, dan hal itu karena mereka sama sekali tidak dapat membayangkan berapa banyak yang telah terjadi pada manusia selama beberapa ribu tahun terakhir, apalagi berapa banyak cerita yang telah terjadi di hamparan alam semesta ini. Tambahan pula, hal itu karena mereka tidak dapat memahami adanya dunia yang lebih mencengangkan dan menakutkan di luar dunia yang lahiriah, dunia yang tidak dapat dilihat oleh mata jasmani mereka. Perkara ini tampaknya tidak dapat dipahami oleh manusia, dan hal itu karena manusia tidak memiliki pengertian mengenai pentingnya pekerjaan penyelamatan Tuhan bagi umat manusia dan pentingnya pekerjaan pengelolaan Tuhan, dan tidak memahami apa yang pada akhirnya Tuhan harapkan bagi umat manusia. Apakah manusia yang mirip dengan Adam dan Hawa, yang belum dirusak oleh Iblis? Tidak! Pengelolaan Tuhan bertujuan untuk mendapatkan sekelompok orang yang menyembah Tuhan dan tunduk kepada-Nya. Umat manusia ini telah dirusak oleh Iblis, tetapi tidak lagi menganggap Iblis sebagai bapanya. Ia mengenali wajah Iblis yang buruk rupa dan menolaknya, dan datang ke hadapan Tuhan untuk menerima penghakiman dan hajaran-Nya. Ia mengetahui apa yang buruk, dan bagaimana yang buruk itu berlawanan dengan yang kudus, dan ia mengakui keagungan Tuhan dan kejahatan Iblis. Manusia semacam ini tidak akan bekerja untuk Iblis lagi, atau menyembah Iblis, atau memuja Iblis. Hal itu karena merekalah sekelompok orang yang benar-benar telah dijadikan milik Tuhan. Inilah makna pengelolaan Tuhan terhadap umat manusia. …

Kasih dan belas kasihan Tuhan meresap ke dalam setiap rincian pekerjaan pengelolaan-Nya, dan entah orang dapat memahami maksud baik Tuhan atau tidak, Dia tetap melakukan pekerjaan yang ingin diselesaikan-Nya tanpa mengenal lelah. Terlepas dari seberapa banyak orang memahami pengelolaan Tuhan, manfaat dan pertolongan yang berasal dari pekerjaan yang Tuhan lakukan dapat dipahami oleh semua orang. Mungkin, hari ini, engkau belum merasakan kasih atau kehidupan yang disediakan Tuhan, tetapi selama engkau tidak meninggalkan Tuhan, dan tidak menyerah dalam tekad engkau mencari kebenaran, suatu hari nanti senyuman Tuhan akan dinyatakan kepada engkau. Karena, tujuan pekerjaan pengelolaan Tuhan adalah untuk mendapatkan kembali umat manusia yang berada di bawah kekuasaan Iblis, bukan untuk membuang umat manusia yang telah dirusak oleh Iblis dan melawan Tuhan.

dari “Manusia Hanya Dapat Diselamatkan dalam Pengelolaan Tuhan” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

Mengelola manusia adalah tugas-Ku, dan terlebih lagi membuatnya takluk kepada-Ku adalah sesuatu yang ditetapkan ketika Aku menciptakan dunia. Orang-orang mungkin tidak mengetahui bahwa Aku akan menaklukkan mereka seluruhnya pada akhir zaman dan mungkin juga tidak menyadari bahwa bukti kekalahan Iblis adalah dengan menaklukkan para pemberontak di antara umat manusia. Namun, saat musuh-Ku berperang melawan-Ku, Aku telah memberitahunya bahwa Aku akan menjadi penakluk mereka yang telah ditawan oleh Iblis dan dijadikan sebagai anak-anak dan pelayan setia yang mengawasi rumahnya. … Umat manusia yang telah lama diinjak-injak oleh Iblis, sejak awal telah menjadi aktor yang menyandang gambar Iblis—bahkan, menjadi jelmaan Iblis yang dengan lantang dan jelas memberi kesaksian untuk Iblis. Bagaimana bisa umat manusia yang sedemikian bobrok dan keturunan dari keluarga manusia yang sedemikian rusak menjadi saksi Tuhan? Dari manakah kemuliaan-Ku akan datang? Di manakah seseorang dapat mulai berbicara tentang kesaksian-Ku? Kepada musuh yang setelah merusak manusia dan melawan-Ku, ia telah mengambil alih umat manusia–umat manusia yang Ku-ciptakan dahulu kala dan dipenuhi dengan kemuliaan dan cara hidup-Ku–dan mengotori mereka. Dia telah merenggut kemuliaan-Ku, dan semua yang telah dia tanamkan kepada manusia adalah racun yang dipenuhi keburukan Iblis, dan esensi dari buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat. … Aku akan mengambil kembali kemuliaan dan kesaksian-Ku yang hidup di antara manusia; mengambil kembali segala yang pernah Ku-miliki dan yang pernah Ku-berikan kepada umat manusia sejak dahulu—Aku akan sepenuhnya menaklukkan umat manusia. Akan tetapi, engkau harus tahu, manusia yang Ku-ciptakan adalah orang-orang kudus yang menyandang gambar dan kemuliaan-Ku. Mereka bukan berasal dari Iblis atau pun tempat pijakannya, namun mereka adalah perwujudan murni dari diri-Ku dan sama sekali bebas dari racun Iblis. Karena itu, Aku membiarkan umat manusia tahu bahwa Aku hanya menginginkan ciptaan tangan-Ku, yang kudus yang Ku-cintai dan yang bukan berasal dari entitas lain. Selain itu, Aku akan menikmatinya dan menganggapnya sebagai kemuliaan-Ku. Akan tetapi, yang Ku-inginkan bukanlah umat manusia yang telah dirusak oleh Iblis, yang saat ini dimiliki oleh Iblis, dan tidak lagi menjadi ciptaan asli-Ku. Karena Aku berniat untuk mengambil kembali kemuliaan-Ku yang berada di dunia manusia, maka Aku akan mendapatkan kemenangan mutlak atas mereka yang tersisa di antara umat manusia, sebagai bukti dari Kemuliaan-Ku dalam mengalahkan Iblis. Aku hanya akan mengambil kesaksian-Ku sebagai kristalisasi diri-Ku, sebagai objek kesukaan-Ku. Inilah kehendak-Ku.

dari “Makna Menjadi Seorang Manusia Sejati” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

Tuhan menciptakan manusia dan menempatkan mereka di bumi, serta dibimbing-Nya mereka hingga saat ini. Lalu Dia menyelamatkan manusia dan menjadi korban penghapus dosa bagi manusia. Pada akhirnya, Dia masih harus menaklukkan manusia, menyelamatkan mereka sepenuhnya, dan memulihkan gambar asli mereka. Inilah pekerjaan yang telah dilakukan-Nya sejak awal hingga akhir—memulihkan manusia kepada rupa dan gambar aslinya. Dia akan membangun kerajaan-Nya dan memulihkan gambar asli manusia, yang artinya Dia akan memulihkan otoritas-Nya di bumi dan di antara segala ciptaan. Manusia kehilangan hati yang takut akan Tuhan setelah dirusak Iblis dan kehilangan fungsi yang harus dimilikinya sebagai salah satu ciptaan Tuhan, dan menjadi musuh yang tidak taat kepada-Nya. Manusia telah hidup di bawah wilayah kekuasaan Iblis dan mengikuti perintahnya; karenanya, Tuhan tidak mungkin bekerja di tengah ciptaan-Nya, dan terlebih lagi, tidak dapat mendapatkan rasa takut dari ciptaan-Nya. Manusia diciptakan oleh Tuhan dan harus menyembah-Nya, tetapi justru berpaling dari-Nya dan menyembah Iblis. Iblis menjadi idola di hati manusia. Oleh sebab itu, Tuhan kehilangan tempat-Nya di hati manusia, yang berarti Dia kehilangan arti penciptaan-Nya atas manusia, sehingga untuk memulihkan arti penciptaan-Nya itu, Dia harus memulihkan gambar asli manusia dan membebaskan mereka dari watak rusaknya. Untuk merebut kembali manusia dari Iblis, Dia harus menyelamatkan manusia dari dosa. Hanya dengan cara inilah, secara bertahap Dia dapat memulihkan gambar dan fungsi asli manusia, dan akhirnya memulihkan kerajaan-Nya. Penghancuran akhir atas orang-orang durhaka itu juga akan dilakukan demi memungkinkan manusia menyembah Tuhan dan hidup di bumi dengan lebih baik. Karena Tuhan menciptakan manusia, Dia akan membuat mereka menyembah-Nya; karena Dia ingin memulihkan fungsi asli manusia, Dia akan memulihkannya sepenuhnya, tanpa pemalsuan. Memulihkan otoritas-Nya berarti membuat manusia menyembah-Nya dan menaati-Nya; ini berarti Dia akan membuat manusia hidup karena Dia dan membuat musuh-musuh-Nya binasa karena otoritas-Nya; yang artinya Dia akan membuat setiap bagian terakhir dari diri-Nya bertahan di tengah manusia, tanpa penolakan dari mereka. Kerajaan yang ingin dibangun-Nya adalah kerajaan-Nya sendiri. Manusia yang diinginkan-Nya adalah yang menyembah-Nya, yang sepenuhnya taat kepada-Nya dan memiliki kemuliaan-Nya. Jika Dia tidak menyelamatkan manusia yang rusak, arti penciptaan-Nya atas manusia akan sia-sia belaka; Dia tidak akan memiliki otoritas lagi atas manusia, dan kerajaan-Nya tidak akan ada lagi di bumi. Jika Dia tidak menghancurkan musuh-musuh yang tidak taat kepada-Nya, Dia tidak akan sanggup memperoleh kemuliaan-Nya sepenuhnya, ataupun membangun kerajaan-Nya di bumi. Ini semua merupakan lambang selesainya pekerjaan-Nya dan lambang penyelesaian dari pencapaian besar-Nya: untuk benar-benar menghancurkan orang-orang di antara manusia yang tidak taat kepada-Nya, dan membawa mereka yang telah dilengkapi ke tempat perhentian. Saat manusia telah dipulihkan kepada gambar aslinya, saat manusia dapat memenuhi kewajibannya masing-masing, menjaga posisinya dan menaati semua pengaturan Tuhan, Tuhan akan memperoleh sekelompok orang di bumi yang menyembah-Nya, dan Dia juga akan membangun kerajaan di bumi yang menyembah-Nya. Dia akan meraih kemenangan abadi di atas bumi, dan mereka yang menentang-Nya akan binasa selamanya. Ini akan memulihkan maksud-Nya yang semula dalam menciptakan manusia; ini akan memulihkan tujuan-Nya dalam menciptakan segala sesuatu, dan ini akan memulihkan otoritas-Nya di bumi, otoritas-Nya di antara segala sesuatu dan otoritas-Nya di antara musuh-musuh-Nya. Ini semua merupakan lambang kemenangan telak-Nya. Selanjutnya, manusia akan masuk ke tempat perhentian dan memasuki kehidupan yang mengikuti jalur yang benar. Tuhan juga akan masuk ke tempat perhentian kekal bersama manusia dan masuk ke dalam kehidupan abadi bersama manusia. Manusia yang kotor dan tidak taat yang hidup di bumi akan lenyap, begitu pula ratapan di bumi. Segala yang hidup di bumi yang menentang Tuhan tidak akan ada lagi. Hanya Tuhan dan orang-orang yang telah diselamatkan-Nya yang akan tinggal tetap; hanya ciptaan-Nya yang tinggal tetap.

dari “Tuhan dan Manusia akan Masuk ke Tempat Perhentian Bersama-sama” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

Setelah berkarya selama 6.000 tahun sampai hari ini, Allah telah menyingkapkan berbagai karya-Nya semata-mata untuk mengalahkan Setan dan menyelamatkan seluruh umat manusia. Ia memakai kesempatan ini untuk mengizinkan segala sesuatu di surga, di bumi, di dalam lautan, dan segala ciptaan untuk menyaksikan kemahakuasaan Tuhan dan segala perbuatan-Nya. Ia mengambil kesempatan untuk mengalahkan Iblis supaya Ia menunjukkan segenap karya-Nya kepada umat manusia dan agar manusia bisa memuji Dia dan meninggikan hikmat-Nya dalam mengalahkan Iblis. Segala yang di bumi, di surga, di dalam lautan memuliakan Tuhan, memuji kebesaran-Nya, memuja segala perbuatan-Nya dan menyerukan nama-Nya yang kudus. Inilah bukti penaklukkan-Nya atas Iblis. Inilah bukti kemenangan-Nya atas Iblis. Jauh lebih penting lagi, inilah bukti keselamatan bagi umat manusia. Seluruh ciptaan Tuhan memuliakan Dia, memuji Dia yang telah mengalahkan musuh-Nya Allah yang penuh kemenangan dan kejayaan. Seluruh ciptaan memuji Allah sebagai Raja Agung yang penuh kemenangan. Tujuan-Nya tidak hanya untuk mengalahkan Iblis. Karya-Nya terus berlanjut selama 6.000 tahun. Ia memakai kekalahan Iblis untuk menyelamatkan manusia. Ia memakai kekalahan Iblis untuk menunjukkan segala kemuliaan-Nya. Ia akan dimuliakan dan seluruh kumpulan malaikat juga akan menyaksikan kemuliaan-Nya. Para malaikat di surga, manusia di atas bumi, dan seluruh ciptaan di bumi akan menyaksikan kemuliaan Sang Pencipta. Inilah karya yang Tuhan lakukan. Seluruh ciptaan di surga dan di bumi akan menyaksikan kemuliaan-Nya. Ia akan kembali berjaya setelah sepenuhnya mengalahkan Iblis dan membiarkan manusia memuji Dia. Demikianlah Ia akan mendapatkan kedua hal ini. Pada akhirnya, seluruh umat manusia akan dimenangkan oleh Tuhan, dan Ia akan melenyapkan siapa pun yang menentang atau memberontak, yakni melenyapkan semua pengikut Iblis.

dari “Engkau Harus Tahu Bagaimana Perkembangan Umat Manusia Hingga Saat Ini” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

Semua orang perlu memahami tujuan pekerjaan-Ku di bumi, yaitu tujuan akhir pekerjaan-Ku dan sejauh apa pencapaian-Ku sebelum pekerjaan ini bisa selesai. Jika, setelah berjalan bersama-Ku hingga saat ini, orang tidak kunjung paham makna pekerjaan-Ku, bukankah berarti perjalanan mereka bersama-Ku selama ini sia-sia saja? Orang yang mengikuti-Ku harus mengetahui kehendak-Ku. Aku sudah bekerja di bumi selama ribuan tahun, dan sampai sekarang Aku masih melaksanakan pekerjaan-Ku dengan cara ini. Meskipun ada banyak sekali hal yang disertakan dalam pekerjaan-Ku, tujuan pekerjaan ini tetaplah sama. Contohnya saja, meskipun Aku memiliki banyak penghakiman dan hajaran terhadap manusia, apa yang Kukerjakan masih demi menyelamatkannya, dan demi menyebarkan Injil-ku serta semakin memperluas pekerjaan-Ku di antara semua bangsa bukan Yahudi, setelah manusia disempurnakan. … Di akhir zaman ini, Aku akan menjadikan nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, membuat perbuatan-Ku terlihat oleh orang-orang bukan Yahudi, sehingga mereka dapat memanggil-Ku Yang Mahakuasa karena perbuatan-perbuatan-Ku, dan berbuat sedemikian rupa sehingga kata-kata-Ku segera tergenapi. Aku akan membuat semua orang tahu bahwa Aku bukan hanya Tuhan orang Israel, tetapi juga Tuhan semua bangsa bukan Yahudi, bahkan mereka yang sudah Kukutuk. Aku akan membiarkan semua orang melihat bahwa Akulah Tuhan atas seluruh ciptaan. Inilah pekerjaan terbesar-Ku, tujuan rencana pekerjaan-Ku di akhir zaman, dan satu-satunya pekerjaan yang harus digenapi di akhir zaman.

dari “Pekerjaan Menyebarkan Injil Juga Merupakan Pekerjaan Menyelamatkan Manusia” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

media terkait