Pada Hari Ketiga, Firman Tuhan Melahirkan Darat dan Laut, dan Otoritas Tuhan Menyebabkan Dunia Dipenuhi dengan Daya Hidup

09 Mei 2019

Selanjutnya, mari kita membaca kalimat pertama dari Kejadian 1:9-11: "Dan Tuhan berfirman, 'Hendaklah air di bawah langit berkumpul di satu tempat, dan tanah yang kering terlihat.'" Perubahan apa yang terjadi setelah Tuhan hanya berfirman: "Hendaklah air di bawah langit berkumpul di satu tempat, dan tanah yang kering terlihat"? Dan apa yang ada dalam ruang ini selain terang dan cakrawala? Dalam Kitab Suci ada tertulis: "Dan Tuhan menyebut tanah yang kering itu Darat; dan air yang berkumpul itu disebut-Nya Laut: dan Tuhan melihat semuanya itu baik." Ini berarti, sekarang sekarang ada darat dan laut dalam ruang ini, dan darat serta laut dipisahkan. Kemunculan hal-hal baru ini seturut perintah dari mulut Tuhan, "maka jadilah demikian." Apakah Kitab Suci menggambarkan Tuhan sangat sibuk ketika Dia melakukan ini? Apakah Kitab Suci menggambarkan diri-Nya melakukan pekerjaan fisik? Jadi, bagaimana Tuhan melakukan hal ini? Bagaimana Tuhan membuat semua hal baru ini menjadi ada? Jelas sekali, Tuhan menggunakan firman untuk mencapai semua ini, untuk menciptakan keseluruhan hal ini.

Dalam ketiga nas di atas, kita telah belajar tentang terjadinya tiga peristiwa besar. Ketiga peristiwa besar ini terjadi dan menjadi ada melalui firman Tuhan, dan oleh karena firman-Nya, satu demi satu, peristiwa ini muncul di hadapan mata Tuhan. Jadi, dapat dilihat bahwa perkataan "Tuhan berfirman, maka semuanya terjadi: Dia memerintahkan, maka semuanya terlaksana" bukanlah perkataan kosong. Hakikat Tuhan ini dinyatakan dengan tegas pada saat pikiran terlahir dalam benak-Nya, dan ketika Tuhan membuka mulut-Nya untuk berfirman, hakikat-Nya tecermin sepenuhnya.

Mari kita lanjutkan ke kalimat terakhir dari nas ini: "Lalu Tuhan berfirman, ''Hendaklah tanah menumbuhkan rumput, tanaman yang menghasilkan biji, dan pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji sesuai jenisnya di bumi.' Maka jadilah demikian." Saat Tuhan berfirman, semua hal ini menjadi ada seturut pikiran Tuhan, dan seketika, berbagai macam bentuk kehidupan kecil yang lembut bergoyang-goyang menyembulkan kepala mereka dari dalam tanah, dan bahkan sebelum mereka sempat meluruhkan serpihan tanah dari tubuh mereka, mereka dengan penuh semangat saling melambaikan untuk menyapa, mengangguk, dan tersenyum pada dunia. Mereka berterima kasih kepada Sang Pencipta atas hidup yang Dia anugerahkan kepada mereka, dan mengumumkan pada dunia bahwa mereka adalah bagian dari segala sesuatu, dan bahwa mereka masing-masing akan mengabdikan hidup mereka untuk menunjukkan otoritas Sang Pencipta. Saat firman Tuhan diucapkan, tanah menjadi subur dan hijau, segala jenis herba yang dapat dinikmati oleh manusia bermunculan dan mencuat dari tanah, dan pegunungan serta dataran menjadi sangat dipadati oleh pepohonan dan hutan .... Dunia yang gersang ini, yang di dalamnya tidak terdapat sedikit pun daya hidup, dengan cepat ditutupi oleh lebatnya rerumputan, herba dan pepohonan dan penuh dengan tanaman hijau .... Keharuman rumput dan aroma tanah menyebar melalui udara, dan berbagai macam tanaman mulai bernapas seiring dengan sirkulasi udara, dan memulai proses bertumbuh. Pada saat yang sama, berkat firman Tuhan dan seturut dengan pikiran Tuhan, semua tanaman memulai siklus kehidupan yang tak ada hentinya, di mana mereka bertumbuh, mekar, berbuah, dan berkembang biak. Mereka mulai dengan ketat mengikuti alur hidup mereka masing-masing dan mulai melakukan peran mereka masing-masing di antara segala sesuatu .... Mereka semua lahir, dan hidup, karena firman Sang Pencipta. Mereka terus menerima perbekalan dan pemeliharaan yang tak berkesudahan dari Sang Pencipta, dan akan selalu bertahan hidup dengan gigih di setiap penjuru bumi untuk menunjukkan otoritas dan kuasa Sang Pencipta, dan mereka akan selalu menunjukkan daya hidup yang dianugerahkan kepada mereka oleh Sang Pencipta ...

Hidup Sang Pencipta luar biasa, pikiran-Nya luar biasa, dan otoritas-Nya luar biasa, dan karenanya, pada saat firman-Nya diucapkan, hasil akhirnya adalah "maka jadilah demikian." Jelaslah bahwa Tuhan tidak perlu bekerja dengan tangan-Nya ketika Dia bertindak; Dia hanya menggunakan pikiran-Nya untuk memerintah dan firman-Nya untuk mengatur, dan dengan cara inilah segala sesuatu tercapai. Pada hari ini, Tuhan mengumpulkan air di satu tempat, dan membiarkan tanah kering muncul, setelah itu Tuhan membuat rumput bertunas dari dalam tanah, dan tumbuhlah herba yang menghasilkan biji-bijian, dan pepohonan yang menghasilkan buah, dan Tuhan menggolongkan mereka masing-masing menurut jenisnya, dan membuat masing-masing mengandung benihnya sendiri. Semua ini terwujud sesuai dengan pikiran Tuhan dan perintah firman Tuhan, dan masing-masing muncul, satu demi satu, di dunia yang baru ini.

Saat Tuhan belum memulai pekerjaan-Nya, Dia sudah memiliki gambaran tentang apa yang ingin Dia capai dalam pikiran-Nya, dan pada saat Tuhan mulai melakukan hal-hal ini, yang juga merupakan saat ketika Tuhan membuka mulut-Nya untuk mengucapkan isi dari gambaran ini, perubahan dalam segala sesuatu mulai terjadi berkat otoritas dan kuasa Tuhan. Terlepas dari bagaimana Tuhan melakukannya, atau bagaimana Dia mengerahkan otoritas-Nya, semua telah tercapai langkah demi langkah sesuai dengan rencana Tuhan dan karena firman Tuhan, dan, langkah demi langkah, perubahan terjadi di antara langit dan bumi berkat firman dan otoritas Tuhan. Semua perubahan dan kejadian ini menunjukkan otoritas Sang Pencipta, dan keluarbiasaan serta kebesaran kuasa hidup Sang Pencipta. Pikiran-Nya bukanlah gagasan sederhana, atau gambaran kosong, melainkan otoritas yang memiliki daya hidup dan energi luar biasa, dan pikiran-Nya adalah kuasa yang menyebabkan segala sesuatu berubah, hidup kembali, diperbarui, dan binasa. Oleh karena ini, segala sesuatu berfungsi karena pikiran-Nya, dan, pada saat yang sama, tercapai oleh karena firman dari mulut-Nya ...

Sebelum segala sesuatu muncul, di pikiran Tuhan sebuah rencana lengkap telah lama terbentuk, dan sebuah dunia baru telah lama tercipta. Meskipun pada hari ketiga muncul segala macam tanaman di tanah, Tuhan tidak memiliki alasan untuk menghentikan langkah penciptaan-Nya atas dunia ini; Dia bermaksud untuk terus mengucapkan firman-Nya, untuk terus menciptakan setiap hal yang baru. Dia terus berfirman, terus mengeluarkan perintah-Nya, dan terus mengerahkan otoritas-Nya serta menunjukkan kuasa-Nya, dan Dia mempersiapkan setiap hal yang telah Dia rencanakan untuk mempersiapkan segala sesuatu dan umat manusia yang hendak Dia ciptakan ...

Dikutip dari "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Alkitab menubuatkan bahwa Tuhan akan datang sebelum bencana. Sekarang ini, bencana sedang terjadi silih berganti. Bagaimana kita dapat menyambut Tuhan dan mendapatkan perlindungan Tuhan? Silakan hubungi kami untuk membahas hal ini dan menemukan jalannya.
Hubungi kami via Messenger
Hubungi kami via WhatsApp

Konten Terkait