Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Pada Hari Ketiga, Firman Tuhan Melahirkan Bumi dan Laut, dan Otoritas Tuhan Menyebabkan Dunia Dipenuhi Dengan Kehidupan

7

Selanjutnya mari kita baca kalimat pertama dari Kejadian 1: 9-11: “Tuhan berfirman: Hendaklah air di bawah langit berkumpul di satu tempat, dan tanah yang kering terlihat.” Perubahan apa yang terjadi setelah Tuhan semata-mata berfirman:”Tuhan berfirman: Hendaklah air di bawah langit berkumpul di satu tempat, dan tanah yang kering terlihat”? Dan apa yang ada di ruang ini selain terang dan cakrawala? Dalam Kitab Suci ada tertulis: “Tuhan menyebut tanah yang kering itu Darat; dan air yang berkumpul itu disebut-Nya Laut: dan Tuhan melihat semuanya itu baik.” Yang berarti, sekarang ada daratan dan laut di ruang ini, dan daratan serta laut dipisahkan. Kemunculan hal-hal baru ini seturut perintah dari mulut Tuhan: “maka jadilah demikian.” Apakah Kitab Suci menggambarkan Tuhan sedang menyibukkan diri ketika Dia sedang melakukan ini? Apakah itu menggambarkan diri-Nya melakukan kerja fisik? Jadi, bagaimana semua ini dilakukan oleh Tuhan? Bagaimana Tuhan membuat semua hal baru ini menjadi ada? Jelas sekali, Tuhan menggunakan firman untuk mencapai semua ini, untuk menciptakan keseluruhan hal ini.

Dalam ketiga nas di atas, kita telah belajar tentang terjadinya tiga peristiwa besar. Ketiga peristiwa besar ini muncul, dan dihadirkan dalam kehidupan, melalui firman Tuhan, dan karena firman-Nya, satu demi satu, mereka muncul di hadapan mata Tuhan. Jadi, dapat dilihat bahwa “Tuhan berbicara, maka terjadilah; Dia berfirman, maka tetap ada” bukanlah firman kosong. Hakikat Tuhan ini serta-merta menegaskan bahwa pikiran-Nya terbentuk, dan ketika Tuhan membuka mulut-Nya untuk berbicara, hakikat-Nya tercermin secara penuh.

Mari kita lanjutkan ke kalimat terakhir dari nas ini: “Lalu Tuhan berfirman: Hendaklah tanah menumbuhkan rumput, tanaman yang menghasilkan biji, dan pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji sesuai jenisnya di bumi, maka jadilah demikian.” Saat Tuhan berfirman, segala sesuatu menjadi ada seturut pikiran Tuhan, dan serta-merta, berbagai macam bentuk kehidupan kecil yang rentan dengan goyah menyembulkan kepala mereka dari tanah, dan bahkan sebelum mereka sempat meluruhkan tanah dari tubuh mereka, mereka dengan semangat saling melambaikan tangan untuk menyapa, mengangguk, dan tersenyum kepada dunia. Mereka berterima kasih kepada Sang Pencipta atas kehidupan yang Dia anugerahkan kepada mereka, dan mengumumkan kepada dunia bahwa mereka adalah bagian dari segala sesuatu, dan bahwa mereka masing-masing akan mengabdikan hidup mereka untuk menunjukkan otoritas Sang Pencipta. Ketika firman Tuhan diucapkan, tanah menjadi subur dan hijau, semua jenis herba yang dapat dinikmati oleh manusia muncul dan mencuat dari tanah, dan pegunungan serta dataran menjadi rimbun dipadati oleh pepohonan dan hutan…. Dunia yang gersang ini, yang tidak memiliki secercah pun kehidupan, dengan cepat ditutupi dengan lebat oleh rumput, herba dan pepohonan yang melimpah dan dipenuhi dengan tanaman hijau…. Keharuman rumput dan aroma tanah menyebar melalui udara, dan berbagai macam tanaman mulai bernapas bersama dengan sirkulasi udara, dan memulai proses bertumbuh. Di saat yang sama, berkat firman Tuhan dan dengan mengikuti jalan pikiran Tuhan, semua tanaman memulai siklus kehidupan abadi ketika mereka bertumbuh, berkembang, berbuah, dan berkembang biak. Mereka mulai benar-benar mematuhi alur hidup mereka masing-masing, dan mulai melakukan peran mereka masing-masing di antara segala sesuatu…. Mereka semua lahir, dan hidup, karena firman Sang Pencipta. Mereka akan menerima perbekalan dan makanan yang tak berkesudahan dari Sang Pencipta, dan akan selalu bertahan hidup dengan gigih di setiap pelosok negeri untuk menunjukkan otoritas dan kuasa Sang Pencipta, dan mereka akan selalu menunjukkan kekuatan hidup yang diberikan kepada mereka oleh Sang Pencipta …

Kehidupan Sang Pencipta luar biasa, pikiran-Nya luar biasa, dan otoritas-Nya luar biasa, dan demikianlah, pada saat firman-Nya diucapkan, hasil akhirnya adalah “maka jadilah demikian.” Jelas, Tuhan tidak perlu bekerja dengan tangan-Nya ketika Dia bertindak; Dia hanya menggunakan pikiran-Nya untuk bertitah, dan firman-Nya untuk memerintah, dan dengan cara ini segala hal tercapai. Pada hari ini, Tuhan mengumpulkan air bersama-sama ke satu tempat, dan membiarkan daratan muncul, setelah itu Tuhan membuat rumput tumbuh dari tanah, dan herba tumbuh yang menghasilkan biji-bijian, dan pepohonan berbuah, dan Tuhan menggolongkan mereka masing-masing menurut jenisnya, dan menyebabkan masing-masing mengandung benihnya sendiri. Semua ini terwujud sesuai dengan pikiran Tuhan dan perintah firman Tuhan, dan masing-masing muncul, satu demi satu, di dunia yang baru ini.

Ketika Dia belum memulai pekerjaan-Nya, Tuhan sudah memiliki gambaran tentang apa yang ingin Dia capai dalam benak-Nya, dan ketika Tuhan mulai melakukannya, yaitu ketika Tuhan membuka mulut-Nya untuk berbicara tentang isi dari gambaran ini, perubahan dalam segala sesuatu mulai terjadi berkat otoritas dan kuasa Tuhan. Terlepas dari bagaimana Tuhan melakukannya, atau mengerahkan otoritas-Nya, semua telah dicapai langkah demi langkah sesuai dengan rencana Tuhan dan karena firman Tuhan, dan langkah demi langkah perubahan terjadi antara surga dan bumi berkat firman dan otoritas Tuhan. Semua perubahan dan kejadian ini menunjukkan otoritas Sang Pencipta, dan keagungan serta kebesaran kuasa kehidupan Sang Pencipta. Pemikiran-Nya bukanlah gagasan sederhana, atau gambaran kosong, melainkan otoritas yang memiliki vitalitas dan energi luar biasa, dan semua itu adalah kuasa untuk menyebabkan semua hal berubah, pulih, diperbarui, dan binasa. Dan karena ini, segala sesuatu berfungsi karena pikiran-Nya, dan, di saat yang sama, dicapai karena firman dari mulut-Nya….

Sebelum segala sesuatu muncul, rencana yang lengkap telah lama terbentuk dalam pemikiran Tuhan, dan dunia baru telah lama dicapai. Meskipun pada hari ketiga muncul segala macam tanaman di daratan, Tuhan tidak memiliki alasan untuk menghentikan langkah penciptaan dunia ini oleh-Nya; Dia bermaksud untuk terus mengucapkan firman-Nya, untuk terus mencapai penciptaan setiap hal baru. Dia akan berbicara, akan mengeluarkan perintah-Nya, dan akan mengerahkan otoritas-Nya serta menunjukkan kuasa-Nya, dan Dia mempersiapkan setiap hal yang telah Dia rencanakan untuk mempersiapkan segala sesuatu dan umat manusia yang hendak Dia ciptakan….

dari “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

media terkait