Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Apakah Kristus benar-benar Anak Tuhan atau apakah Ia adalah Tuhan itu sendiri?

15

2. Apakah Kristus benar-benar Anak Tuhan atau apakah Ia adalah Tuhan itu sendiri?

Ayat Alkitab untuk Referensi:

"Filipus berkata kepada-Nya, Tuhan, tunjukkan kepada kami Bapa itu, dan itu cukup untuk kami. Yesus berkata kepadanya, Aku sudah begitu lama bersamamu, tetapi engkau belum mengenal Aku, Filipus? Ia yang sudah melihat Aku sudah melihat Bapa; lalu bagaimana engkau berkata, tunjukkan kepada kami Bapa itu? Tidakkah engkau percaya bahwa Aku ada di dalam Bapa, dan Bapa ada di dalam Aku? Firman yang Aku katakan kepadamu bukanlah Kukatakan dari diri-Ku sendiri: tetapi Bapa yang ada di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan itu. Percayalah kepada-Ku bahwa Aku ada di dalam Bapa, dan Bapa ada di dalam Aku: atau jika tidak, percayalah kepada-Ku karena pekerjaan-pekerjaan itu" (Yohanes 14:8-11).

"Aku dan Bapaku adalah satu" (Yohanes 10:30).

Firman Tuhan yang Relevan:

Tuhan yang berinkarnasi disebut Kristus, dan Kristus adalah daging yang dikenakan oleh Roh Tuhan. Daging ini tidak seperti manusia mana pun yang terbuat dari daging. Perbedaan ini dikarenakan Kristus bukanlah daging dan darah, melainkan inkarnasi Roh. Ia memiliki kemanusiaan yang normal sekaligus keilahian yang lengkap. Keilahian-Nya tidak dimiliki oleh manusia mana pun. Kemanusiaan-Nya yang normal menunjang semua kegiatan normal-Nya dalam daging, sementara keilahian-Nya melaksanakan pekerjaan Tuhan sendiri. Baik kemanusiaan-Nya maupun keilahian-Nya, keduanya berserah pada kehendak Bapa surgawi. Substansi Kristus adalah Roh, yaitu keilahian. Oleh karena itu, substansi-Nya adalah substansi Tuhan sendiri. Substansi ini tidak akan menyela pekerjaan-Nya sendiri, dan Ia tidak mungkin melakukan apa pun yang merusak pekerjaan-Nya sendiri, ataupun mengucapkan perkataan yang bertentangan dengan kehendak-Nya sendiri. Oleh karena itu, Tuhan yang berinkarnasi tentunya tidak akan melakukan pekerjaan yang menyela pengelolaan-Nya sendiri. Inilah yang harus dipahami semua manusia. Inti pekerjaan Roh Kudus adalah menyelamatkan manusia dan demi kepentingan pengelolaan Tuhan sendiri. Begitu pula, pekerjaan Kristus bertujuan untuk menyelamatkan manusia dan demi kehendak Tuhan. Mengingat Tuhan menjadi daging, Ia pun mewujudkan substansi-Nya dalam daging-Nya, sehingga daging-Nya memadai untuk melaksanakan pekerjaan-Nya. Oleh karena itu, semua pekerjaan Roh Tuhan digantikan oleh pekerjaan Kristus selama masa inkarnasi, dan inti semua pekerjaan di sepanjang masa inkarnasi adalah pekerjaan Kristus. Pekerjaan tersebut tidak dapat dicampur dengan pekerjaan di zaman lain. Lalu, karena Tuhan menjadi daging, Ia bekerja dalam identitas daging-Nya. Karena Ia datang dalam daging, Ia pun menyelesaikan pekerjaan yang harus dilakukan-Nya dalam daging. Baik Roh Tuhan maupun Kristus, keduanya adalah Tuhan itu sendiri, dan Ia melakukan pekerjaan yang harus dilakukan-Nya serta melaksanakan pelayanan yang harus dilaksanakan-Nya.

Dikutip dari "Substansi Kristus adalah

Ketaatan pada Kehendak Bapa Surgawi"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Inkarnasi Anak Manusia mengungkapkan keilahian Tuhan melalui kemanusiaan-Nya dan menyampaikan kehendak Tuhan kepada umat manusia. Dan melalui pengungkapan kehendak dan watak Tuhan, Ia juga mengungkapkan kepada orang-orang wujud Tuhan yang tidak bisa dilihat atau disentuh di alam rohani. Apa yang orang-orang lihat adalah Tuhan itu sendiri, yang nyata dan memiliki daging dan tulang. Jadi, inkarnasi Anak Manusia membuat hal-hal seperti identitas, status, gambar, dan watak Tuhan, dan apa yang Tuhan punya dan siapa Tuhan itu menjadi konkret dan dimanusiakan. Meskipun penampakan luar dari Anak Manusia memiliki batasan mengenai gambar diri Tuhan, esensi-Nya dan apa yang Ia punya dan siapa Ia semuanya mampu merepresentasikan identitas dan status Tuhan itu sendiri—hanya ada sejumlah perbedaan dalam bentuk pengungkapannya. Tidak peduli apakah itu sifat manusiawi dari Anak Manusia atau keilahian-Nya, kita tidak dapat menyangkal bahwa Ia merepresentasikan identitas dan status Tuhan itu sendiri. Akan tetapi, pada masa tersebut, Tuhan bekerja melalui daging, berbicara melalui perspektif daging, dan berdiri di hadapan umat manusia dengan identitas dan status Anak Manusia, dan ini memberikan kesempatan bagi orang-orang untuk menemui dan mengalami firman dan pekerjaan Tuhan yang nyata di tengah manusia. Hal ini juga memberikan kepada orang-orang wawasan terhadap keilahian dan kebesaran-Nya di tengah kerendahhatian, sekaligus memungkinkan mereka beroleh pemahaman dan definisi pendahuluan akan autentisitas dan kenyataan Tuhan. Meskipun pekerjaan yang diselesaikan Tuhan Yesus, cara Ia bekerja, dan sudut pandang di mana Ia berbicara berbeda dari pribadi nyata Tuhan dalam alam rohani, segala hal tentang-Nya benar-benar merepresentasikan Tuhan itu sendiri yang sebelumnya belum pernah dilihat manusia—hal ini tidak dapat dibantah! Dengan kata lain, tidak peduli dalam bentuk apa Tuhan menampakkan diri, tidak peduli dari sudut pandang mana Ia berbicara, atau dalam rupa apa Ia menatap manusia, Tuhan tidak merepresentasikan siapa pun selain diri-Nya sendiri. Ia tidak dapat merepresentasikan manusia mana pun—Ia tidak mungkin merepresentasikan seorang manusia rusak. Tuhan adalah Tuhan itu sendiri, dan hal ini tidak dapat dibantah.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Ketika Yesus memanggil Tuhan di surga dengan nama Bapa ketika Dia berdoa, ini dilakukan hanya dari sudut pandang seorang manusia yang diciptakan, hanya karena Roh Tuhan mengenakan daging manusia biasa yang normal dan memiliki penampilan luar sebagai makhluk ciptaan. Walaupun di dalam diri-Nya ada Roh Tuhan, penampilan luarnya tetap seperti manusia biasa; dengan kata lain, Dia telah menjadi "Anak manusia" yang dikatakan semua orang, termasuk Yesus sendiri. Mengingat bahwa Dia disebut Anak manusia, Dia adalah orang (bisa lelaki ataupun perempuan, intinya Dia memiliki wujud lahiriah sebagai manusia) yang lahir dari keluarga normal orang biasa. Oleh karena itu, Yesus yang memanggil Tuhan di surga dengan nama Bapa sama dengan bagaimana engkau sekalian pada awalnya memanggil Dia dengan nama Bapa; Dia melakukannya dari perspektif manusia ciptaan. Apakah engkau sekalian masih ingat Doa Bapa Kami yang Yesus ajarkan untuk engkau hafalkan? "Bapa kami di surga …." Dia meminta semua manusia untuk memanggil Tuhan di surga dengan nama Bapa. Dan karena Dia juga memanggil-Nya dengan nama Bapa, Dia melakukannya dari sudut pandang orang yang berdiri setara dengan engkau semua. Karena engkau memanggil Tuhan di surga dengan nama Bapa, ini menunjukkan bahwa Yesus melihat diri-Nya berdiri setara denganmu sekalian, dan sebagai manusia di bumi yang dipilih oleh Tuhan (yaitu, Anak Tuhan). Jika engkau sekalian memanggil Tuhan "Bapa," bukankah ini karena engkau adalah makhluk ciptaan? Betapa pun hebatnya otoritas Yesus di bumi, sebelum penyaliban, Dia hanyalah Anak manusia, yang diperintah oleh Roh Kudus (yaitu, Tuhan), dan salah satu makhluk ciptaan di bumi, karena Dia masih harus menyelesaikan pekerjaan-Nya. Oleh karena itu, Dia memanggil Tuhan di surga Bapa semata-mata karena kerendahan hati dan ketaatan-Nya. Namun, Dia memanggil Tuhan (yaitu, Roh di surga) dengan cara demikian, tidak membuktikan bahwa Dia adalah Anak dari Roh Tuhan di surga. Sebaliknya, itu karena sudut pandang-Nya berbeda, bukan karena Dia adalah pribadi yang berbeda. Keberadaan pribadi yang berbeda adalah suatu kesalahan berpikir! Sebelum penyaliban-Nya, Yesus adalah Anak manusia yang terikat oleh keterbatasan daging, dan Dia tidak sepenuhnya memiliki otoritas Roh. Itulah sebabnya Dia hanya bisa mencari kehendak Tuhan Sang Bapa dari perspektif makhluk ciptaan. Sebagaimana halnya Dia tiga kali berdoa di Getsemani: "Bukan seperti yang Aku kehendaki, melainkan seperti kehendak-Mu." Sebelum Dia dipaku di kayu salib, Dia hanyalah Raja orang Yahudi; Dia adalah Kristus, Anak manusia, dan bukan tubuh kemuliaan. Itulah sebabnya, dari sudut pandang makhluk ciptaan, Dia memanggil Tuhan dengan nama Bapa.

Dikutip dari "Apakah Tritunggal Itu Ada?"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Masih ada orang yang berkata, "Bukankah Tuhan secara tegas menyatakan bahwa Yesus adalah Anak-Nya yang terkasih?" Yesus adalah Anak Tuhan yang terkasih, yang kepadanya Dia berkenan—ini tentu diucapkan oleh Tuhan Sendiri. Itu adalah Tuhan yang memberi kesaksian tentang diri-Nya, tetapi hanya dari perspektif yang berbeda, yaitu perspektif Roh di surga yang memberikan kesaksian mengenai inkarnasi-Nya sendiri. Yesus adalah inkarnasi-Nya, bukan Anak-Nya di surga. Apakah engkau paham? Bukankah perkataan Yesus, "Aku ada di dalam Bapa, dan Bapa ada di dalam Aku," menunjukkan bahwa Mereka adalah satu Roh? Dan bukankah karena inkarnasilah Mereka dipisahkan di antara langit dan bumi? Kenyataannya, Mereka tetap satu; bagaimanapun, itu hanyalah Tuhan yang bersaksi mengenai diri-Nya. Karena perubahan zaman, tuntutan pekerjaan, dan tahap yang berbeda dalam rencana pengelolaan-Nya, nama yang digunakan manusia untuk memanggil-Nya juga berbeda. Ketika Dia datang untuk melaksanakan tahap pertama pekerjaan, Dia hanya bisa disebut Yahweh, gembala orang Israel. Pada tahap kedua, Tuhan yang berinkarnasi hanya bisa disebut Tuhan, dan Kristus. Tetapi pada waktu itu, Roh di surga hanya menyatakan bahwa Dia adalah Anak Tuhan yang terkasih, dan tidak menyebutkan bahwa Dia adalah satu-satunya Anak Tuhan. Ini tidak terjadi. Bagaimana mungkin Tuhan memiliki anak tunggal? Maka apakah Tuhan tidak akan menjadi manusia? Karena Dia adalah inkarnasi, Dia disebut Anak Tuhan yang terkasih, dan, dari sini, muncullah hubungan antara Bapa dan Anak. Itu hanya karena pemisahan antara langit dan bumi. Yesus berdoa dari sudut pandang manusia. Karena Dia telah menjelma menjadi manusia normal, maka Dia berkata dari perspektif manusia: "Jasmani-Ku adalah jasmani makhluk ciptaan. Karena Aku menjelma menjadi manusia untuk datang ke bumi ini, Aku sangat jauh sekali dari surga." Karena alasan ini, Dia hanya bisa berdoa kepada Tuhan Sang Bapa dari perspektif manusia. Ini adalah tugas-Nya, dan tugas yang harus diberikan kepada Roh Tuhan yang berinkarnasi. Tidak dapat dikatakan bahwa Dia bukan Tuhan hanya karena Dia berdoa kepada Bapa dari perspektif manusia. Meskipun Dia disebut Anak Tuhan yang terkasih, Dia tetap Tuhan Sendiri, karena Dia adalah inkarnasi dari Roh, dan substansi-Nya tetaplah Roh.

Dikutip dari "Apakah Tritunggal Itu Ada?"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Jika ada di antaramu yang mengatakan bahwa Tritunggal memang ada, jelaskanlah apa sebenarnya satu Tuhan dalam tiga pribadi ini. Apa itu Bapa yang Suci? Apa itu Anak? Apa itu Roh Kudus? Apakah Yahweh itu Bapa yang Suci? Apakah Yesus itu Anak? Lalu bagaimana dengan Roh Kudus? Bukankah Bapa adalah Roh? Bukankah substansi Anak juga Roh? Bukankah pekerjaan Yesus adalah pekerjaan Roh Kudus? Bukankah pekerjaan Yahweh yang pada waktu itu dilakukan oleh Roh sama dengan Yesus? Berapa banyak Roh yang dapat Tuhan miliki? Menurut penjelasanmu, ketiga pribadi Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah satu; jika demikian, ada tiga Roh, tetapi memiliki tiga Roh berarti ada tiga Tuhan. Ini berarti bahwa tidak ada satu Tuhan yang benar; bagaimana mungkin Tuhan yang seperti ini masih memiliki substansi yang melekat pada Tuhan? Jika engkau menerima bahwa hanya ada satu Tuhan, lalu bagaimana Dia bisa memiliki satu anak dan menjadi bapa? Bukankah ini semua hanyalah gagasanmu? Hanya ada satu Tuhan, hanya satu pribadi dalam Tuhan ini, dan hanya satu Roh Tuhan, sama seperti yang tertulis dalam Alkitab bahwa "hanya ada satu Roh Kudus dan hanya satu Tuhan." Terlepas dari apakah Bapa dan Anak yang engkau katakan ada, bagaimanapun hanya ada satu Tuhan, dan substansi Bapa, Anak, dan Roh Kudus yang engkau sekalian percayai adalah substansi Roh Kudus. Dengan kata lain, Tuhan adalah Roh, tetapi Dia mampu menjadi manusia dan hidup di antara manusia, serta berada di atas segalanya. Roh-Nya mencakup segalanya dan maha hadir. Dia bisa secara bersamaan menjadi manusia dan di seluruh alam semesta. Karena semua orang mengatakan bahwa Tuhan adalah satu-satunya Tuhan yang benar, maka ada satu Tuhan, yang tidak dapat dibagi oleh siapa pun! Tuhan hanyalah satu Roh, dan hanya satu pribadi; dan itu adalah Roh Tuhan. Jika menurut apa yang engkau katakan, ada Bapa, Anak, dan Roh Kudus, bukankah Mereka itu tiga Tuhan? Roh Kudus adalah satu pribadi, Anak pribadi yang lain, dan Bapa pribadi yang lain lagi. Mereka adalah pribadi yang berbeda dari hakikat yang berbeda, jadi bagaimana kemudian mereka masing-masing dapat menjadi bagian dari satu Tuhan? Roh Kudus adalah Roh; ini mudah dimengerti oleh manusia. Jika demikian, Bapa adalah Roh juga. Dia tidak pernah turun ke bumi dan tidak pernah menjadi manusia; Dia adalah Tuhan Yahweh di dalam hati manusia, dan Dia tentu saja adalah Roh juga. Lalu apa hubungan antara Dia dan Roh Kudus? Apakah hubungan antara Bapa dan Anak? Atau hubungan antara Roh Kudus dan Roh Bapa? Apakah substansi dari masing-masing Roh itu sama? Atau, apakah Roh Kudus adalah instrumen Bapa? Bagaimana ini dapat dijelaskan? Lalu apa hubungan antara Anak dan Roh Kudus? Apakah itu hubungan antara dua Roh atau hubungan antara manusia dan Roh? Ini semua adalah hal yang tidak bisa dijelaskan! Jika Mereka semua adalah satu Roh, tidak akan ada pembicaraan tentang tiga pribadi, karena Mereka memiliki satu Roh. Jika Mereka adalah pribadi yang berbeda, Roh Mereka akan berbeda kekuatannya, dan tentu Mereka tidak bisa menjadi satu Roh. Konsep Bapa, Anak, dan Roh Kudus ini sangat tidak masuk akal! Konsep ini memilah Tuhan dan membagi-Nya menjadi tiga pribadi, masing-masing memiliki status dan Roh; bagaimana kemudian Dia masih bisa menjadi satu Roh dan satu Tuhan? Katakan kepada-Ku, apakah langit dan bumi, dan semua hal yang ada di dalamnya diciptakan oleh Bapa, Anak, atau Roh Kudus? Ada yang mengatakan bahwa Mereka menciptakan semuanya bersama. Lalu siapa yang menebus umat manusia? Apakah itu Roh Kudus, Anak, atau Bapa? Sebagian orang mengatakan yang menebus umat manusia adalah Anak. Lalu siapakah Anak itu dalam substansinya? Bukankah Dia inkarnasi dari Roh Tuhan? Inkarnasi memanggil Tuhan di surga dengan nama Bapa dari perspektif manusia yang diciptakan. Apakah engkau tidak menyadari bahwa Yesus dilahirkan dari pembuahan melalui Roh Kudus? Di dalam Dia ada Roh Kudus; apa pun yang engkau katakan, Dia tetap satu dengan Tuhan di surga, karena Dia adalah inkarnasi dari Roh Tuhan. Gagasan mengenai Anak ini tidak benar. Ini adalah satu Roh yang melakukan semua pekerjaan; hanya Tuhan Sendiri, yaitu, Roh Tuhan melakukan pekerjaan-Nya. Siapa Roh Tuhan? Bukankah itu Roh Kudus? Bukankah Roh Kudus yang bekerja di dalam Yesus? Jika pekerjaan itu tidak dilakukan oleh Roh Kudus (yaitu, Roh Tuhan), maka dapatkah pekerjaan-Nya mewakili Tuhan sendiri?

Dikutip dari "Apakah Tritunggal Itu Ada?"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Yang pertama dilihat manusia adalah Roh Kudus yang turun seperti burung merpati kepada Yesus; itu bukan Roh yang khusus untuk Yesus, melainkan Roh Kudus. Lalu bisakah Roh Yesus dipisahkan dari Roh Kudus? Jika Yesus adalah Yesus, Anak, dan Roh Kudus adalah Roh Kudus, bagaimana mereka bisa menjadi satu? Jika demikian, pekerjaan itu tidak dapat dilaksanakan. Roh di dalam diri Yesus, Roh di surga, dan Roh Yahweh adalah satu. Roh itu dapat disebut Roh Kudus, Roh Tuhan, Roh yang diperkuat tujuh kali lipat, dan Roh yang mencakup semuanya. Roh Tuhan dapat melakukan banyak pekerjaan. Dia mampu menciptakan dunia dan menghancurkannya dengan membanjiri bumi; Dia dapat menebus dosa semua umat manusia, dan selain itu, menaklukkan dan menghancurkan semua umat manusia. Pekerjaan ini semuanya dilakukan oleh Tuhan Sendiri dan tidak dapat dilakukan oleh pribadi lain dari Tuhan yang menggantikan Dia. Roh-Nya dapat dipanggil dengan nama Yahweh dan Yesus, serta Yang Mahakuasa. Dia adalah Tuhan, dan Kristus. Dia juga bisa menjadi Anak manusia. Dia ada di langit dan juga di bumi; Dia berada di atas alam semesta dan di antara orang banyak. Dia adalah satu-satunya Penguasa langit dan bumi! Sejak zaman penciptaan hingga sekarang, pekerjaan ini telah dilakukan oleh Roh Tuhan Sendiri. Baik itu pekerjaan di langit atau sebagai manusia, semuanya dilakukan oleh Roh-Nya sendiri. Semua makhluk, apakah di surga atau di bumi, berada di telapak tangan mahakuasa-Nya; semua ini adalah pekerjaan Tuhan Sendiri dan tidak dapat dilakukan oleh yang lain sebagai pengganti-Nya. Di surga, Dia adalah Roh tetapi juga Tuhan Sendiri; di antara manusia, Dia adalah manusia tetapi tetap merupakan Tuhan Sendiri. Meskipun Dia mungkin dipanggil dengan ratusan ribu nama, Dia tetap Dirinya Sendiri, dan semua pekerjaan[a] merupakan ungkapan langsung dari Roh-Nya. Penebusan dosa seluruh umat manusia melalui penyaliban-Nya adalah pekerjaan langsung dari Roh-Nya, dan demikian juga proklamasi kepada semua bangsa dan semua negeri pada akhir zaman. Setiap saat, Tuhan hanya bisa disebut Tuhan yang Mahakuasa dan satu-satunya Tuhan yang benar, Tuhan Sendiri yang mencakup segalanya. Beberapa pribadi yang berbeda tidak ada, apalagi gagasan tentang Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Hanya ada satu Tuhan di surga dan di bumi!

Dikutip dari "Apakah Tritunggal Itu Ada?"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Catatan kaki:

a. Naskah asli tidak mengandung frasa "pekerjaan."

media terkait