Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kesaksian bagi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

5. Bagaimana kita dapat membangun hubungan yang normal dengan Tuhan?

Firman Tuhan yang Relevan:

Orang percaya kepada Tuhan, mengasihi Dia, dan memuaskan Dia dengan cara menyentuh Roh Tuhan dengan hati mereka, sehingga memperoleh kepuasan-Nya; saat merenungkan firman Tuhan dengan hati mereka, mereka pun digerakkan oleh Roh Tuhan oleh karenanya. Jika ingin mencapai kehidupan rohani yang benar dan membangun hubungan yang benar dengan Tuhan, engkau harus terlebih dahulu memberikan hatimu kepada-Nya dan menenangkan hatimu di hadapan-Nya. Hanya setelah engkau menyerahkan segenap hatimu kepada Tuhan, engkau dapat secara bertahap mengembangkan kehidupan rohani yang benar. Jika orang tidak memberikan hatinya kepada Tuhan dalam kepercayaan mereka kepada-Nya, jika hati mereka tidak berada di dalam Dia, dan tidak memperlakukan beban-Nya sebagai beban mereka sendiri, segala sesuatu yang mereka lakukan adalah mendustai Tuhan, dan itu semua adalah perilaku orang agamawi—ini tidak layak untuk menerima pujian dari Tuhan.

Dikutip dari "Membangun Hubungan yang Benar

Dengan Tuhan Sangatlah Penting"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Perkataan Roh Kudus pada zaman sekarang merupakan dinamika pekerjaan Roh Kudus, dan pencerahan Roh Kudus dalam diri manusia secara berkesinambungan selama periode ini merupakan tren pekerjaan Roh Kudus. Lantas, tren apa sajakah yang terdapat dalam pekerjaan Roh Kudus pada zaman sekarang? Tren tersebut adalah kepemimpinan orang-orang untuk masuk ke dalam pekerjaan Tuhan sekarang ini, dan ke dalam kehidupan rohani yang normal. ...

Pertama, engkau harus mencurahkan hatimu ke dalam firman Tuhan. Engkau tidak boleh mengejar firman Tuhan pada masa lalu, dan tidak boleh mempelajari atau membandingkannya dengan firman zaman sekarang. Sebaliknya, engkau harus benar-benar mencurahkan hatimu ke dalam firman Tuhan pada masa sekarang. Jika ada orang yang masih ingin membaca firman Tuhan, buku-buku rohani, atau tulisan lain berupa khotbah dari masa lalu, dan tidak mengikuti perkataan Roh Kudus pada zaman sekarang, mereka adalah orang yang paling bodoh. Tuhan membenci orang seperti itu. Jika engkau bersedia menerima terang Roh Kudus sekarang ini, curahkanlah hatimu sepenuhnya ke dalam perkataan Tuhan pada zaman sekarang. Inilah hal pertama yang harus engkau capai.

Dikutip dari "Kenalilah Pekerjaan Tuhan yang Terbaru

dan Ikutilah Jejak Langkah-Nya"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Dalam memercayai Tuhan, setidaknya engkau harus berusaha membina hubungan yang normal dengan Tuhan. Tanpa hubungan yang normal dengan Tuhan, maka kepercayaan kepada Tuhan menjadi kehilangan makna. Membina hubungan yang normal dengan Tuhan dicapai dengan menenangkan hatimu di hadirat Tuhan. Hubungan yang normal dengan Tuhan berarti mampu untuk tidak meragukan ataupun mengingkari pekerjaan Tuhan dan tunduk pada pekerjaan Tuhan itu, dan, lebih jauh lagi, itu berarti memiliki niat yang benar di hadirat Tuhan, tidak memikirkan diri sendiri, selalu menjadikan kepentingan keluarga Tuhan sebagai yang terpenting dalam apa pun yang engkau lakukan, menerima pengawasan Tuhan, dan tunduk pada pengelolaan-Nya. Engkau mampu menenangkan hatimu di hadirat Tuhan setiap kali engkau melakukan sesuatu; bahkan kala engkau tidak memahami kehendak Tuhan, engkau harus tetap memenuhi tugas dan tanggung jawab dengan sebaik mungkin. Tidak ada kata terlambat dalam menunggu kehendak Tuhan diungkapkan kepadamu dan untuk engkau kemudian melakukannya. Apabila hubunganmu dengan Tuhan telah menjadi normal, engkau juga akan memiliki hubungan yang normal dengan orang-orang. Semuanya dibangun atas dasar firman Tuhan. Dengan makan dan minum firman Tuhan, lakukanlah sesuai dengan ketentuan Tuhan, arahkanlah sudut pandangmu dengan benar, dan jangan melakukan hal-hal yang melawan Tuhan atau mengacaukan gereja. Jangan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat bagi kehidupan saudara-saudarimu, jangan mengucapkan hal-hal yang tidak berguna bagi orang lain, jangan melakukan hal-hal yang membuat malu. Bersikaplah adil dan terhormat ketika melakukan segala hal dan jadikan segala hal itu layak di hadapan Tuhan. Meskipun daging terkadang lemah, engkau mampu mengutamakan pemberian manfaat pada keluarga Tuhan, tidak menginginkan bagianmu sendiri, dan menjalankan kebenaran. Apabila engkau dapat melakukan seperti ini, hubunganmu dengan Tuhan akan menjadi normal.

Setiap kali engkau berbuat sesuatu, periksalah apakah motivasimu sudah benar. Jika engkau mampu bertindak sesuai dengan tuntutan Tuhan, hubunganmu dengan Tuhan sudah normal. Inilah syarat yang paling minim. Apabila di saat memerikasa motivasimu, engkau menemukan motivasi yang tidak benar, dan apabila engkau mampu meninggalkannya lalu bertindak sesuai dengan firman Tuhan, maka engkau akan menjadi orang yang benar di hadapan Tuhan, yang akan menunjukkan bahwa hubunganmu dengan Tuhan sudah normal, dan bahwa semua yang engkau lakukan adalah demi Tuhan, dan bukan demi dirimu sendiri. Kapanpun engkau berbuat atau mengatakan sesuatu, engkau harus memperbaiki motivasi, bersikap benar, dan tidak dituntun oleh emosi semata, atau bertindak sesuai dengan kehendakmu sendiri. Inilah prinsip orang-orang yang percaya kepada Tuhan dalam menjaga perilakunya. Motivasi dan tingkat pertumbuhan seseorang dapat terungkap dalam hal yang kecil dan, oleh karena itu, agar orang dapat memasuki jalan penyempurnaan Tuhan, mereka harus terlebih dahulu menetapkan motivasi mereka sendiri dan hubungan mereka dengan Tuhan. Hanya ketika hubunganmu dengan Tuhan sudah normal, engkau akan bisa disempurnakan oleh Tuhan, dan baru setelah itu, penanganan, pemangkasan, pendisiplinan, dan pemurnian oleh Tuhan atas dirimu dapat mencapai dampak yang diinginkan. Artinya, orang dapat memiliki Tuhan dalam hati mereka, tidak mencari keuntungan pribadi, tidak memikirkan masa depan pribadi (mengacu pada pemikiran daging), tetapi justru menanggung beban dalam memasuki hidup, melakukan yang terbaik untuk mengejar kebenaran, dan tunduk pada pekerjaan Tuhan. Dengan demikian, tujuan yang engkau tetapkan sudah benar, dan hubunganmu dengan Tuhan menjadi normal.

Dikutip dari "Bagaimana Hubunganmu Dengan Tuhan?"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Kutipan Khotbah dan Persekutuan untuk Referensi:

Ketika membangun hubungan yang baik dengan Tuhan, dari mana kita harus memulainya? Yang paling penting adalah berbicaralah dari lubuk hatimu ketika berdoa kepada Tuhan. Misalnya, engkau berkata dalam doamu, "Ya Tuhan, aku melihat bahwa banyak dari saudara dan saudariku mampu mempersembahkan seluruh diri mereka untuk mengorbankan diri bagi-Mu, tetapi tingkat pertumbuhanku terlalu kecil. Aku mempertimbangkan mata pencaharian dan masa depanku, serta apakah aku akan mampu menanggung kesusahan jasmani. Aku tidak dapat melepaskan semua hal itu. Aku benar-benar berutang kepada-Mu. Bagaimana mereka bisa mencapai tingkat pertumbuhan seperti itu? Latar belakang keluarga kami sama, tetapi mereka mampu mengorbankan diri mereka demi Engkau sepenuh waktu—mengapa aku tidak bisa? Aku begitu kurang memiliki kebenaran. Aku selalu memikirkan masalah daging; imanku sangat lemah. Ya Tuhan, kumohon Engkau mencerahkan dan menerangiku, sehingga aku bisa memiliki iman yang murni kepada-Mu dan sepenuhnya mengorbankan diriku bagi-Mu secepatnya." Seperti inilah berbicara dari hati. Jika engkau mengadakan komunikasi dari hati ke hati seperti ini dengan Tuhan setiap hari, Dia akan melihat bahwa engkau tulus, bahwa engkau tidak berkomunikasi asal-asalan dengan Dia, tidak bermulut manis dengan Dia, atau hanya berbasa-basi kepada-Nya. Maka, Roh Kudus akan melakukan pekerjaan-Nya. Ini langkah awal dalam membangun hubungan yang baik dengan Tuhan. Kita adalah makhluk ciptaan, dan Dia adalah Pencipta. Apa yang seharusnya kita miliki sebagai makhluk ciptaan di hadirat Pencipta kita? Ketaatan sejati, penerimaan, iman, dan penyembahan. Kita harus memberikan hati kita sepenuhnya kepada Tuhan; kita harus mengizinkan Dia untuk menuntun, memerintah, dan merencanakan. Dengan berdoa dan mencari seperti ini, hubungan kita dengan Tuhan akan menjadi benar.

Dikutip dari

"Khotbah dan Persekutuan tentang Jalan Masuk

ke Dalam Kehidupan"

Ada beberapa prinsip untuk membangun hubungan yang benar dengan Tuhan. Yang pertama adalah engkau harus percaya pada kemahakuasaan dan hikmat-Nya, dan engkau harus percaya bahwa semua firman Tuhan akan digenapi. Inilah landasannya. Jika engkau tidak percaya bahwa firman Tuhan pasti akan digenapi atau tidak percaya pada kemahakuasaan Tuhan, engkau tidak memiliki iman yang murni. Kedua, engkau harus memberikan hatimu kepada Tuhan dan membiarkan Tuhan memutuskan dalam segala hal. Ketiga, engkau harus menerima pemeriksaan Tuhan, dan ini sangat penting. Jika engkau tidak menerima pemeriksaan Tuhan atas doa dan persekutuanmu, tindakan dan perkataanmu, bagaimana engkau dapat mengadakan persekutuan yang sejati dengan Tuhan? Dapatkah engkau memberitahukan kepada-Nya apa yang ada dalam hatimu? Ketika engkau berbicara, engkau hanya berdoa untuk dirimu sendiri; itu berisi niat buruk dan dipenuhi dengan kata-kata kosong, kesombongan, dan kebohongan. Jika engkau tidak menerima pemeriksaan Tuhan, bagaimana engkau dapat mengenali hal-hal itu? Setelah engkau menerima pemeriksaan Tuhan, ketika engkau mengatakan sesuatu yang salah, mengucapkan kata-kata kosong, atau mengucapkan sumpah yang tidak serius, engkau akan segera menyadari, "Apakah aku tidak sedang berusaha menipu Tuhan? Mengapa ini terasa seperti berbohong kepada Tuhan?" Ini adalah menerima pemeriksaan Tuhan, dan inilah sebabnya hal itu sangat penting. Keempat, engkau harus belajar mencari kebenaran dalam segala hal. Jangan mengandalkan filsafat Iblis; jangan melakukan sesuatu berdasarkan pada apakah engkau akan mendapatkan keuntungan atau tidak. Engkau harus mencari kebenaran dan bertindak sesuai dengan kebenaran. Terlepas dari keuntungan atau kerugian pribadi, engkau harus mengamalkan kebenaran dan menyampaikan kebenaran, serta menjadi seorang yang jujur. Menderita kerugian adalah sejenis berkat; engkau akan lebih diberkati oleh Tuhan ketika engkau menderita kerugian. Abraham menderita banyak kerugian, dan dia selalu berkompromi dalam interaksinya dengan orang lain. Bahkan hamba-hambanya mengeluh, "Mengapa engkau begitu lemah? Mari kita lawan mereka!" Apa yang dipikirkan Abraham pada saat itu? "Kita tidak akan melawan mereka. Semuanya ada di tangan Tuhan, dan tidak apa-apa menderita sedikit kerugian." Karena itu, Tuhan semakin memberkati Abraham. Jika keuntungan pribadimu telah dikesampingkan oleh karena engkau mengamalkan kebenaran dan engkau tidak menyalahkan Tuhan, Dia akan memberkatimu. Kelima, engkau harus belajar untuk tunduk pada kebenaran dalam segala hal; ini juga sangat penting. Terlepas dari siapa yang mengatakan sesuatu sesuai dengan kebenaran, terlepas dari apakah mereka memiliki hubungan baik dengan kita atau tidak, dan terlepas dari bagaimana perasaan kita tentang mereka, selama apa yang mereka katakan sesuai dengan kebenaran, kita harus taat dan menerimanya. Apa yang ditunjukkan oleh hal ini? Memiliki hati yang penuh hormat kepada Tuhan. Jika seseorang bahkan dapat mematuhi seorang anak berusia tiga tahun yang kata-katanya sesuai dengan kebenaran, apakah orang ini masih memiliki kecongkakan? Apakah mereka masih orang yang congkak? Watak mereka telah berubah. ... Keenam, setialah kepada Tuhan dalam melaksanakan tugas-tugasmu. Jangan pernah lupa melaksanakan tugasmu sebagai makhluk ciptaan—jika engkau tidak melakukannya, engkau tidak akan pernah dapat memuaskan Tuhan. Siapa pun yang tidak melaksanakan tugas mereka adalah sampah dan pengikut Iblis. Jika engkau dapat memenuhi tugasmu di hadirat Tuhan, berarti engkau adalah salah seorang umat Tuhan—inilah tandanya. Jika engkau melaksanakan tugasmu dengan baik, engkau adalah makhluk ciptaan yang memenuhi standar; jika engkau gagal melaksanakan tugasmu, berarti engkau tidak memenuhi standar, dan engkau tidak akan mendapatkan perkenanan Tuhan. Karena itu, jika engkau bisa setia kepada Tuhan dalam melaksanakan tugasmu dan kemudian berhubungan dengan Tuhan, mungkinkah Dia tidak memberkatimu? Mungkinkah Dia tidak menyertaimu? Ketujuh, berdirilah di pihak Tuhan dalam segala hal; jadilah selaras dengan Tuhan dalam hati dan pikiranmu. Jika orang tuamu mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kebenaran, yang menentang dan memberontak terhadap Tuhan, engkau harus bisa berdiri di pihak Tuhan dan berdebat dengan mereka, membantah mereka, dan menolak untuk menerima apa yang mereka katakan. Bukankah melakukan ini berarti menjadi kesaksian? Bisakah ini mempermalukan Iblis? (Ya, bisa.) ... Jika orang dapat mematuhi ketujuh prinsip ini, mereka bisa mendapatkan perkenanan Tuhan, dan kemudian hubungan mereka dengan Tuhan akan menjadi benar-benar baik. Ketujuh prinsip ini sangat penting!

Dikutip dari "Khotbah dan Persekutuan tentang Jalan Masuk

ke Dalam Kehidupan"

Sebelumnya:Apa yang dimaksud dengan doa yang benar?

Selanjutnya:Apa yang dimaksud dengan orang yang jujur? Mengapa Tuhan menyukai orang yang jujur?

MediaTerkait