Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Domba Tuhan Mendengar Suara-Nya (Seri Wajib bagi Orang Percaya Baru)

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Bab 7 Aspek-Aspek Lain dari Kebenaran yang Harus Engkau Pahami dalam Imanmu kepada Tuhan

3. Dalam Kepercayaanmu kepada Tuhan, Engkau Harus Membangun Hubungan yang Normal Dengan Tuhan

Firman Tuhan yang Relevan:

Dalam memercayai Tuhan, setidaknya engkau harus berusaha membina hubungan yang normal dengan Tuhan. Tanpa hubungan yang normal dengan Tuhan, maka kepercayaan kepada Tuhan menjadi kehilangan makna. Membina hubungan yang normal dengan Tuhan dicapai dengan menenangkan hatimu di hadirat Tuhan. Hubungan yang normal dengan Tuhan berarti mampu untuk tidak meragukan ataupun mengingkari pekerjaan Tuhan dan tunduk pada pekerjaan Tuhan itu, dan, lebih jauh lagi, itu berarti memiliki niat yang benar di hadirat Tuhan, tidak memikirkan diri sendiri, selalu menjadikan kepentingan keluarga Tuhan sebagai yang terpenting dalam apa pun yang engkau lakukan, menerima pengawasan Tuhan, dan tunduk pada pengelolaan-Nya. Engkau mampu menenangkan hatimu di hadirat Tuhan setiap kali engkau melakukan sesuatu; bahkan kala engkau tidak memahami kehendak Tuhan, engkau harus tetap memenuhi tugas dan tanggung jawab dengan sebaik mungkin. Tidak ada kata terlambat dalam menunggu kehendak Tuhan diungkapkan kepadamu dan untuk engkau kemudian melakukannya. Apabila hubunganmu dengan Tuhan telah menjadi normal, engkau juga akan memiliki hubungan yang normal dengan orang-orang. Semuanya dibangun atas dasar firman Tuhan. Dengan makan dan minum firman Tuhan, lakukanlah sesuai dengan ketentuan Tuhan, arahkanlah sudut pandangmu dengan benar, dan jangan melakukan hal-hal yang melawan Tuhan atau mengacaukan gereja. Jangan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat bagi kehidupan saudara-saudarimu, jangan mengucapkan hal-hal yang tidak berguna bagi orang lain, jangan melakukan hal-hal yang membuat malu. Bersikaplah adil dan terhormat ketika melakukan segala hal dan jadikan segala hal itu layak di hadapan Tuhan. Meskipun daging terkadang lemah, engkau mampu mengutamakan pemberian manfaat pada keluarga Tuhan, tidak menginginkan bagianmu sendiri, dan menjalankan kebenaran. Apabila engkau dapat melakukan seperti ini, hubunganmu dengan Tuhan akan menjadi normal.

Dikutip dari "Bagaimana Hubunganmu Dengan Tuhan?" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Setiap kali engkau berbuat sesuatu, periksalah apakah motivasimu sudah benar. Jika engkau mampu bertindak sesuai dengan tuntutan Tuhan, hubunganmu dengan Tuhan sudah normal. Inilah syarat yang paling minim. Apabila di saat memerikasa motivasimu, engkau menemukan motivasi yang tidak benar, dan apabila engkau mampu meninggalkannya lalu bertindak sesuai dengan firman Tuhan, maka engkau akan menjadi orang yang benar di hadapan Tuhan, yang akan menunjukkan bahwa hubunganmu dengan Tuhan sudah normal, dan bahwa semua yang engkau lakukan adalah demi Tuhan, dan bukan demi dirimu sendiri. Kapanpun engkau berbuat atau mengatakan sesuatu, engkau harus memperbaiki motivasi, bersikap benar, dan tidak dituntun oleh emosi semata, atau bertindak sesuai dengan kehendakmu sendiri. Inilah prinsip orang-orang yang percaya kepada Tuhan dalam menjaga perilakunya. Motivasi dan tingkat pertumbuhan seseorang dapat terungkap dalam hal yang kecil dan, oleh karena itu, agar orang dapat memasuki jalan penyempurnaan Tuhan, mereka harus terlebih dahulu menetapkan motivasi mereka sendiri dan hubungan mereka dengan Tuhan. Hanya ketika hubunganmu dengan Tuhan sudah normal, engkau akan bisa disempurnakan oleh Tuhan, dan baru setelah itu, penanganan, pemangkasan, pendisiplinan, dan pemurnian oleh Tuhan atas dirimu dapat mencapai dampak yang diinginkan. Artinya, orang dapat memiliki Tuhan dalam hati mereka, tidak mencari keuntungan pribadi, tidak memikirkan masa depan pribadi (mengacu pada pemikiran daging), tetapi justru menanggung beban dalam memasuki hidup, melakukan yang terbaik untuk mengejar kebenaran, dan tunduk pada pekerjaan Tuhan. Dengan demikian, tujuan yang engkau tetapkan sudah benar, dan hubunganmu dengan Tuhan menjadi normal. Dapat dikatakan, memperbaiki hubungan dengan Tuhan adalah langkah pertama dalam memasuki perjalanan rohani. Meski takdir manusia ada di tangan Tuhan, telah ditetapkan oleh Tuhan sejak semula dan tidak dapat diubah oleh mereka sendiri, soal apakah engkau dapat atau tidak dapat disempurnakan atau didapatkan oleh Tuhan akan bergantung pada apakah hubunganmu dengan Tuhan sudah benar atau belum. Mungkin ada bagian-bagian yang lemah atau tidak taat pada dirimu—tetapi selama pandanganmu sudah benar dan motivasimu sudah tepat, dan sejauh engkau telah memperbaiki dan memulihkan hubungan dengan Tuhan maka engkau akan memenuhi syarat untuk disempurnakan oleh Tuhan. Apabila engkau tidak memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan, dan bertindak demi daging atau demi keluargamu, maka seberapa pun kerasnya engkau bekerja, itu semua akan sia-sia. Apabila hubunganmu dengan Tuhan sudah benar, segala sesuatu akan berjalan dengan lancar. Tuhan tidak melihat hal lain selain apakah pandanganmu tentang kepercayaan kepada Tuhan sudah benar: siapa yang engkau percayai, demi siapa engkau percaya, dan mengapa engkau percaya. Apabila engkau dapat melihat semua ini dengan jernih, dan mampu memperbaiki pandangan serta perbuatanmu, maka hidupmu akan mengalami kemajuan, dan engkau pasti dapat memasuki jalur yang benar. Apabila hubunganmu dengan Tuhan tidak normal, dan pandanganmu tentang kepercayaan kepada Tuhan menyimpang, ini akan menghalangi semua hal lain. Terlepas dari bagaimana engkau percaya kepada Tuhan, engkau tidak akan meraih apa pun juga. Hanya apabila hubunganmu dengan Tuhan sudah normal, engkau akan diperkenan oleh Tuhan di saat engkau meninggalkan daging, berdoa, menderita, bertahan, taat, membantu saudara-saudarimu, lebih berbakti kepada Tuhan, dan seterusnya.

Dikutip dari "Bagaimana Hubunganmu Dengan Tuhan?" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Orang percaya kepada Tuhan, mengasihi Dia, dan memuaskan Dia dengan cara menyentuh Roh Tuhan dengan hati mereka, sehingga memperoleh kepuasan-Nya; saat merenungkan firman Tuhan dengan hati mereka, mereka pun digerakkan oleh Roh Tuhan oleh karenanya. Jika ingin mencapai kehidupan rohani yang benar dan membangun hubungan yang benar dengan Tuhan, engkau harus terlebih dahulu memberikan hatimu kepada-Nya dan menenangkan hatimu di hadapan-Nya. Hanya setelah engkau menyerahkan segenap hatimu kepada Tuhan, engkau dapat secara bertahap mengembangkan kehidupan rohani yang benar. Jika orang tidak memberikan hatinya kepada Tuhan dalam kepercayaan mereka kepada-Nya, jika hati mereka tidak berada di dalam Dia, dan tidak memperlakukan beban-Nya sebagai beban mereka sendiri, segala sesuatu yang mereka lakukan adalah mendustai Tuhan, dan itu semua adalah perilaku orang agamawi—ini tidak layak untuk menerima pujian dari Tuhan. Tuhan tidak dapat memperoleh apa pun dari orang semacam itu; mereka hanya dapat berfungsi sebagai kontras bagi pekerjaan Tuhan, seperti dekorasi dalam rumah Tuhan, menghabiskan ruang dan tiada gunanya—Tuhan tidak memakai orang seperti itu. Dalam diri orang seperti ini, tidak ada sedikit pun kesempatan untuk pekerjaan Roh Kudus, apalagi memiliki nilai kesempurnaan. Tipe orang ini adalah "mayat hidup" yang sebenarnya. Mereka tidak memiliki komponen yang dapat dipakai oleh Roh Kudus, mereka semua telah dikuasai dan sangat dirusak oleh Iblis, dan mereka adalah sasaran penyingkiran Tuhan. Saat ini Roh Kudus tidak hanya memakai orang dengan membuat kebajikan mereka mulai bekerja, tetapi juga menyempurnakan dan mengubah kelemahan mereka. Jika hatimu dapat dicurahkan kepada Tuhan dan tetap tenang di hadapan-Nya, engkau akan memiliki kesempatan dan kualifikasi yang dapat dipakai oleh Roh Kudus, untuk menerima pencerahan dan penerangan Roh Kudus, dan bahkan terlebih lagi, engkau akan memberi kesempatan kepada Roh Kudus untuk memperbaiki kelemahanmu. Ketika engkau memberi hatimu kepada Tuhan, engkau dapat memasuki aspek positif lebih dalam dan berada di tataran wawasan yang lebih tinggi; dalam aspek negatif, engkau akan memiliki lebih banyak pemahaman atas kesalahan dan kelemahanmu sendiri, akan lebih bersemangat dalam upayamu memenuhi kehendak Tuhan; engkau tidak akan pasif, dan akan masuk secara aktif. Ini berarti engkau adalah orang yang tepat.

Dikutip dari "Membangun Hubungan yang Benar Dengan Tuhan Sangatlah Penting" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Jika engkau ingin memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan, hatimu harus berpaling kepada Tuhan, dan atas dasar inilah engkau juga akan memiliki hubungan yang benar dengan orang lain. Jika engkau tidak memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan, tidak peduli apa pun yang engkau lakukan untuk mempertahankan hubunganmu dengan orang lain, sekeras apa pun engkau bekerja, atau sebanyak apa pun energi yang engkau kerahkan, ini masih sekadar bagian dari falsafah hidup manusia saja. Engkau mempertahankan posisimu di tengah khalayak melalui perspektif dan falsafah manusia sehingga mereka akan memujimu. Engkau tidak membangun hubungan yang benar dengan orang lain sesuai dengan firman Tuhan. Jika engkau tidak memusatkan perhatian pada hubunganmu dengan orang lain, tetapi lebih mempertahankan hubungan yang tepat dengan Tuhan, jika engkau bersedia memberi hatimu kepada Tuhan dan belajar mematuhi-Nya, secara sangat alami, engkau akan memiliki hubungan yang benar dengan semua orang. Dengan demikian, hubungan ini tidak dibangun atas dasar keinginan daging, tetapi berlandaskan kasih Tuhan. Dalam keinginan daging hampir tidak terdapat interaksi, tetapi dalam roh ada persekutuan dan cinta kasih, penghiburan, dan pembekalan bagi satu sama lain. Ini semua dilakukan berdasarkan hati yang memuaskan Tuhan. Hubungan ini tidak dijaga dengan mengandalkan falsafah hidup manusia, tetapi terbentuk secara wajar melalui beban demi Tuhan. Hubungan ini tidak membutuhkan upaya manusia, tetapi dilakukan melalui prinsip-prinsip firman Tuhan. Maukah engkau mempertimbangkan kehendak Tuhan? Maukah engkau menjadi seseorang "tanpa nalar" di hadirat Tuhan? Maukah engkau menyerahkan segenap hatimu kepada Tuhan, dan tidak mempertimbangkan posisimu di tengah manusia? Dari semua orang yang berhubungan denganmu, dengan siapakah engkau memiliki hubungan terbaik? Dengan siapakah engkau memiliki hubungan terburuk? Apakah hubunganmu dengan orang lain benar? Apakah engkau memperlakukan semua orang dengan setara? Apakah hubunganmu dengan orang lain dijaga sesuai dengan falsafah hidupmu, ataukah dibangun di atas dasar cinta kasih Tuhan? Jika orang tidak memberikan hatinya kepada Tuhan, rohnya menjadi tumpul, mati rasa, dan tidak sadar. Orang semacam ini tidak akan pernah mengerti firman Tuhan, tidak akan pernah memiliki hubungan yang tepat dengan Tuhan, dan tidak akan pernah mengubah wataknya. Perubahan watak seseorang merupakan proses memasrahkan hati sepenuhnya kepada Tuhan dan menerima pencerahan serta penerangan dari firman Tuhan. Pekerjaan Tuhan memungkinkan orang masuk secara aktif, juga menyingkirkan aspek negatifnya setelah memperoleh pengetahuan. Ketika engkau mampu memberikan hatimu kepada Tuhan, engkau akan dapat melihat setiap gerakan halus di dalam rohmu dan akan mengetahui setiap pencerahan dan penerangan yang diterima dari Tuhan. Berpeganglah pada hal ini, maka secara bertahap engkau akan memasuki jalan disempurnakan oleh Roh Kudus. Semakin hatimu dapat tenang di hadapan Tuhan, semakin rohmu peka dan lemah lembut. Semakin rohmu mampu merasakan gerakan Roh Kudus, hubunganmu dengan Tuhan pun akan menjadi semakin benar. Hubungan yang benar antara manusia dibangun berdasarkan penyerahan hati kepada Tuhan; tidak dicapai melalui usaha manusia. Tanpa Tuhan dalam hati mereka, hubungan interpersonal antara manusia hanyalah hubungan daging, hubungan yang tidak layak, menuruti hawa nafsu, dan karena itu, dibenci Tuhan dan menjijikkan bagi Dia. Jika engkau mengatakan bahwa rohmu telah digerakkan, tetapi engkau selalu ingin bersekutu hanya dengan orang yang menarik bagimu dan menurut anggapanmu baik, sedangkan jika ada seorang pencari lain yang tidak menarik bagimu, engkau berprasangka buruk dan tidak ingin terlibat dengannya, semakin jelas terbukti bahwa engkau orang yang emosional dan sama sekali tidak memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan. Engkau berusaha membohongi Tuhan dan menutupi keburukanmu sendiri. Sekalipun engkau dapat berbagi pemahaman, tetapi jika niatmu salah, semua yang engkau lakukan hanya baik menurut ukuran manusia. Tuhan tidak akan memujimu sebab engkau bertindak menurut keinginan daging, tidak menurut beban Tuhan. Jika engkau mampu menenangkan hatimu di hadirat Tuhan dan memiliki interaksi yang benar dengan semua orang yang mengasihi Tuhan, barulah engkau layak untuk dipakai oleh Tuhan. Dengan demikian, tidak peduli bagaimana engkau bergaul dengan orang lain, ini tidak akan sesuai dengan falsafah hidup, tetapi hidup di hadapan Tuhan, mempertimbangkan beban-Nya.

Dikutip dari "Membangun Hubungan yang Benar Dengan Tuhan Sangatlah Penting" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Untuk setiap firman Tuhan, setelah engkau membacanya dan setelah engkau mendapat pemahaman, engkau harus menerapkannya. Terlepas dari bagaimana engkau dahulu melakukannya—mungkin di masa lalu dagingmu lemah, engkau memberontak dan menolak—ini bukan masalah besar, dan ini tidak akan menghalangi pertumbuhan hidupmu pada hari ini. Sepanjang engkau mampu membina hubungan yang normal dengan Tuhan pada hari ini, maka tetap ada harapan. Apabila setiap kali membaca firman Tuhan, engkau mengalami perubahan dan orang lain dapat melihat bahwa hidupmu berubah menjadi lebih baik, itu menunjukkan bahwa engkau memiliki hubungan yang normal dengan Tuhan dan hubunganmu itu sudah benar. Tuhan tidak memperlakukan manusia berdasarkan pelanggaran mereka. Sepanjang engkau mampu untuk tidak memberontak dan melawan lagi, begitu engkau menjadi paham dan sadar, Tuhan akan mengasihanimu. Ketika engkau memiliki pemahaman ini dan keinginan untuk disempurnakan oleh Tuhan, maka keadaanmu di hadirat Tuhan akan menjadi normal. Apa pun yang engkau lakukan, pertimbangkan: apa yang akan Tuhan pikirkan jika aku melakukan ini? Akankah hal ini bermanfaat bagi saudara-saudariku? Akankah hal ini bermanfaat bagi pekerjaan rumah Tuhan? Periksalah niat-niatmu dalam doa, persekutuan, ucapan, pekerjaan, dan hubungan dengan orang-orang, dan ujilah apakah hubunganmu dengan Tuhan sudah normal atau belum. Apabila engkau tidak dapat membedakan antara niat dan pikiran, artinya engkau tidak punya kemampuan membedakan, ini membuktikan bahwa engkau masih terlalu sedikit memahami kebenaran. Jika engkau mampu memiliki pemahaman yang jelas mengenai segala sesuatu yang dilakukan oleh Tuhan, pandanglah segala hal seturut firman Tuhan dan pandang segala hal dengan berdiri di pihak Tuhan, dengan demikian sudut pandangmu akan menjadi benar. Oleh karena itu, membina hubungan yang baik dengan Tuhan adalah prioritas utama bagi siapa pun yang percaya kepada Tuhan; setiap orang harus menjadikan ini sebagai tugas terpenting dan peristiwa utama dalam hidup mereka. Segala sesuatu yang engkau lakukan harus mempertimbangkan apakah engkau sudah memiliki hubungan yang normal dengan Tuhan. Apabila hubunganmu dengan Tuhan telah benar dan niatmu sudah benar, maka jalanilah. Untuk memelihara hubungan yang normal dengan Tuhan, engkau tidak boleh takut kehilangan kepentingan pribadi, engkau tidak boleh membiarkan Iblis menang, engkau tidak boleh membiarkan Iblis menemukan apa pun untuk melawanmu, dan engkau tidak boleh membiarkan Iblis menjadikan dirimu bahan tertawaan. Niat seperti itu adalah perwujudan bahwasanya hubunganmu dengan Tuhan sudah normal. Itu bukanlah untuk daging, melainkan untuk kedamaian jiwa, untuk meraih pekerjaan Roh Kudus dan memenuhi kehendak Tuhan. Apabila engkau akan memasuki keadaan yang benar, engkau harus membina hubungan yang baik dengan Tuhan, engkau harus meluruskan sudut pandang imanmu kepada Tuhan. Ini adalah agar Tuhan dapat memperoleh dirimu, agar Tuhan dapat mengungkapkan buah-buah dari firman-Nya dalam dirimu, dan untuk lebih mencerahkan dan menerangimu. Dengan cara ini engkau akan memasuki cara yang benar. Teruslah makan dan minum firman Tuhan yang sekarang ini, masukilah cara kerja Roh Kudus saat ini, perbuatlah sesuai keinginan Tuhan saat ini, janganlah mengikuti kebiasaan lama, janganlah berpaku pada cara lama dalam melakukan segalanya, dan segera memasuki cara kerja hari ini. Dengan begini hubunganmu dengan Tuhan akan sepenuhnya normal dan engkau akan masuk ke jalur yang benar dalam kepercayaanmu kepada Tuhan.

Dikutip dari "Bagaimana Hubunganmu Dengan Tuhan?" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebelumnya:Dalam Mencari Jalan yang Benar, Engkau Harus Memiliki Akal

Selanjutnya:Kepatutan Orang Kudus yang Harus Dimiliki Orang yang Percaya kepada Tuhan