Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Meloloskan Diri dari Pengaruh Kegelapan dan Engkau Akan Dimenangkan oleh Tuhan

Apa yang dimaksud dengan pengaruh kegelapan?

Yang dimaksud pengaruh kegelapan adalah ikatan Iblis, pengaruh Iblis, dan pengaruh yang mengandung aura kematian.

Setelah engkau dengan tulus berdoa kepada Tuhan, engkau menyerahkan hatimu sepenuhnya kepada-Nya. Pada titik ini, hatimu digerakkan oleh Roh Tuhan, engkau rela memberikan dirimu sepenuhnya, dan pada saat inilah, engkau telah meloloskan dirimu dari pengaruh kegelapan. Jika semua yang dilakukan manusia itu menyenangkan hati Tuhan dan sesuai dengan kehendak-Nya, maka dia adalah seseorang yang hidup di dalam firman Tuhan, dan dia adalah seseorang yang hidup di bawah pemeliharaan dan perlindungan Tuhan. Apabila manusia tidak dapat melakukan firman Tuhan, selalu mengelabui Dia, bertindak secara tidak sungguh-sungguh terhadap-Nya, dan tidak memercayai keberadaan-Nya, orang-orang seperti itu hidup di bawah pengaruh kegelapan. Orang-orang yang belum menerima keselamatan dari Tuhan, semuanya hidup dalam kekuasaan Iblis, artinya, mereka semua hidup di bawah pengaruh kegelapan. Mereka yang tidak percaya kepada Tuhan, hidup dalam kekuasaan Iblis. Bahkan mereka yang percaya akan keberadaan Tuhan pun belum tentu hidup dalam terang Tuhan, karena mereka yang percaya kepada-Nya belum tentu hidup sesuai dengan firman Tuhan, dan mereka belum tentu merupakan orang yang sanggup menaati Tuhan. Manusia hanya percaya kepada Tuhan, dan karena kegagalannya dalam mengenal Tuhan, ia masih hidup sesuai peraturan yang lama, hidup sesuai kata-kata yang telah mati, menjalani kehidupan yang gelap dan tidak pasti, tidak sepenuhnya dimurnikan oleh Tuhan atau sepenuhnya dimenangkan oleh Tuhan. Oleh karena itu, jelaslah bahwa mereka yang tidak percaya kepada Tuhan hidup di bawah pengaruh kegelapan, akan tetapi, bahkan mereka yang percaya kepada Tuhan pun mungkin masih hidup di bawah pengaruhnya, karena Roh Kudus belum bekerja dalam diri mereka. Mereka yang belum menerima anugerah Tuhan atau belas kasih Tuhan, dan mereka yang tidak dapat melihat pekerjaan Roh Kudus, semuanya hidup di bawah pengaruh kegelapan. Mereka yang hanya menikmati anugerah Tuhan tetapi tidak mengenal-Nya juga hidup di bawah pengaruh kegelapan hampir di sepanjang waktu. Apabila seseorang percaya kepada Tuhan tetapi dia menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan hidup di bawah pengaruh kegelapan, maka keberadaan orang ini telah kehilangan maknanya, belum lagi mereka yang tidak percaya akan keberadaan Tuhan.

Mereka semua yang tidak dapat menerima pekerjaan Tuhan, dan karena itu tidak sanggup memenuhi tuntutan-Nya, menjalani hidup di bawah pengaruh kegelapan. Hanya mereka yang mencari kebenaran dan sanggup memenuhi tuntutan Tuhanlah yang akan menerima berkat dari-Nya, dan hanya merekalah yang akan meloloskan diri dari pengaruh kegelapan.

Orang-orang yang belum dibebaskan, yang selalu dikendalikan oleh hal-hal tertentu dan yang tidak dapat menyerahkan hati mereka kepada Tuhan, mereka adalah orang-orang yang berada di bawah ikatan Iblis, dan yang menjalani hidup di bawah aura kematian.

Mereka yang tidak setia terhadap tugas mereka sendiri, tidak setia kepada amanat Tuhan, dan mereka yang tidak menjalankan fungsinya di gereja, mereka hidup di bawah pengaruh kegelapan.

Mereka yang dengan sengaja mengganggu kehidupan gereja, yang dengan sengaja menghancurkan hubungan antara saudara laki-laki dan saudara perempuan, atau berkumpul dengan kelompok mereka sendiri, mereka hidup lebih dalam lagi di bawah pengaruh kegelapan. Mereka hidup dalam ikatan Iblis.

Mereka yang memiliki hubungan yang tidak pantas dengan Tuhan, yang selalu memiliki hasrat menghambur-hamburkan uang, yang selalu ingin mendapatkan keuntungan, dan yang tidak pernah berusaha mengubah karakter mereka adalah orang-orang yang hidup di bawah pengaruh kegelapan.

Mereka yang selalu tidak bersungguh-sungguh, tidak serius dalam melakukan kebenaran, dan mereka yang tidak berusaha untuk memenuhi kehendak Tuhan tetapi hanya memuaskan kedagingan mereka sendiri, mereka juga adalah orang-orang yang hidup di bawah pengaruh kegelapan dan diselimuti oleh kematian.

Mereka yang terlibat dalam ketidakjujuran dan penipuan pada saat melakukan pekerjaan untuk Tuhan, yang berurusan dengan Tuhan dengan cara yang tidak sungguh-sungguh, mereka menipu Tuhan, dan mereka yang selalu memikirkan diri sendiri adalah orang yang hidup di bawah pengaruh kegelapan.

Semua orang yang tidak dapat dengan tulus mencintai Tuhan, yang tidak mencari kebenaran, dan yang tidak memusatkan perhatian untuk mengubah watak mereka, mereka adalah orang-orang yang hidup di bawah pengaruh kegelapan.

Apabila engkau ingin dipuji Tuhan, engkau harus terlebih dahulu meloloskan diri dari pengaruh kegelapan Iblis, membuka hatimu kepada Tuhan, dan sepenuhnya berbalik kepada Tuhan. Apakah hal-hal yang engkau lakukan sekarang mendapat pujian dari Tuhan? Sudahkah hatimu berbalik kepada Tuhan? Apakah hal-hal yang telah engkau lakukan merupakan hal yang Tuhan kehendaki darimu? Apakah semua itu sudah sesuai dengan kebenaran? Engkau harus senantiasa memeriksa dirimu, berkonsentrasi untuk makan dan minum firman Tuhan, menyerahkan hatimu kepada-Nya, mengasihi Dia dengan tulus hati, dan mengabdikan dirimu dengan setia bagi Tuhan. Orang-orang seperti ini pasti akan menerima pujian dari Tuhan.

Mereka yang tidak menjalani hidup mereka dengan kejujuran, yang berperilaku berbeda di hadapan dan di belakang orang lain, yang menunjukkan kerendahan hati, kesabaran, dan kasih sementara dalam hatinya mereka busuk, licik, dan tidak memiliki kesetiaan kepada Tuhan—orang-orang ini menunjukkan ciri khas mereka yang hidup di bawah pengaruh kegelapan. Mereka adalah sejenis ular.

Mereka yang percaya kepada Tuhan selalu demi mendapatkan keuntungan sendiri, yang merasa paling benar sendiri dan sombong, yang memamerkan diri dan melindungi status mereka sendiri adalah mereka yang mengasihi Iblis dan menentang kebenaran. Mereka menentang Tuhan dan sepenuhnya milik Iblis.

Mereka yang tidak memedulikan beban Tuhan, yang tidak dengan sepenuh hati melayani Tuhan, yang selalu peduli dengan kepentingan mereka sendiri dan kepentingan keluarga mereka, yang tidak sanggup meninggalkan segalanya untuk menyerahkan diri mereka bagi Tuhan, dan tidak pernah hidup berdasarkan firman-Nya dan hidup di luar firman Tuhan. Orang-orang seperti itu tidak dapat menerima pujian dari Tuhan.

Tuhan menciptakan manusia, agar mereka menikmati kekayaan-Nya dan dengan tulus mengasihi-Nya; dengan cara ini, manusia akan hidup dalam terang-Nya. Sekarang ini, semua orang yang tidak sanggup mengasihi Tuhan, tidak memedulikan beban-Nya, tidak sanggup memberikan hati mereka sepenuhnya kepada Tuhan, tidak dapat memiliki hati Tuhan sebagai milik mereka, tidak dapat memikul beban Tuhan sebagai beban mereka—terang Tuhan tidak menyinari orang-orang seperti itu, oleh karena itu, mereka semua hidup di bawah pengaruh kegelapan. Mereka berada di jalan yang bertentangan dengan kehendak Tuhan, semua yang mereka lakukan sedikit pun tidak mengandung kebenaran, dan mereka bersekongkol dengan Iblis. Orang-orang seperti itu hidup di bawah pengaruh kegelapan. Apabila engkau selalu dapat makan dan minum firman Tuhan serta memperhatikan kehendak-Nya dan melakukan firman-Nya, engkau adalah milik Tuhan dan engkau adalah orang yang hidup di dalam firman Tuhan. Bersediakah engkau meloloskan diri dari kekuasaan Iblis dan hidup di dalam terang Tuhan? Jika engkau tinggal di dalam firman Tuhan, Roh Kudus akan memiliki kesempatan untuk melakukan pekerjaan-Nya. Jika engkau hidup di bawah pengaruh Iblis, Roh Kudus tidak akan memiliki kesempatan untuk melakukan pekerjaan apa pun. Pekerjaan yang Roh Kudus lakukan dalam diri manusia, terang-Nya yang menyinari manusia, dan keyakinan yang Dia berikan kepada manusia berlangsung hanya sesaat. Jika mereka tidak berhati-hati dan tidak memperhatikan, pekerjaan yang dilakukan oleh Roh Kudus akan melewati mereka. Jika manusia hidup dalam firman Tuhan, Roh Kudus akan menyertai mereka dan bekerja dalam diri mereka. Jika manusia tidak hidup dalam firman Tuhan, mereka hidup dalam ikatan Iblis. Manusia yang hidup dalam wataknya yang rusak tidak memiliki hadirat maupun pekerjaan Roh Kudus. Jika engkau hidup dalam lingkup firman Tuhan, jika engkau hidup dalam kehendak Tuhan, engkau adalah milik-Nya dan pekerjaan-Nya akan dilakukan dalam dirimu. Jika engkau tidak tinggal dalam lingkup kehendak Tuhan tetapi hidup dalam kekuasaan Iblis, maka engkau pasti hidup di bawah kerusakan Iblis. Hanya dengan hidup dalam firman Tuhan dan menyerahkan dirimu kepada-Nya, engkau dapat memenuhi tuntutan-Nya. Engkau harus melakukan apa yang Tuhan katakan, engkau harus menjadikan firman Tuhan sebagai dasar keberadaanmu dan realitas hidupmu, dan hanya dengan demikian engkau akan menjadi milik Tuhan. Jika engkau benar-benar melakukan sesuai dengan kehendak Tuhan, Dia akan bekerja dalam dirimu dan engkau akan hidup dalam berkat-berkat Tuhan, hidup dalam terang wajah Tuhan, memahami pekerjaan Roh Kudus, dan juga merasakan sukacita karena kehadiran Tuhan.

Untuk meloloskan diri dari pengaruh kegelapan, pertama-tama engkau harus setia kepada Tuhan dan memiliki rasa haus dan lapar akan kebenaran—hanya dengan demikian, engkau akan memiliki keadaan yang benar. Tinggal dalam keadaan yang benar adalah prasyarat untuk meloloskan diri dari pengaruh kegelapan. Tidak memiliki keadaan yang benar berarti engkau tidak setia kepada Tuhan dan engkau tidak memiliki rasa haus dan lapar akan kebenaran. Maka, mustahil engkau dapat meloloskan diri dari pengaruh kegelapan. Pelarian manusia dari pengaruh kegelapan didasari atas firman-Ku, dan apabila manusia tidak dapat melakukan sesuai dengan firman-Ku, mereka tidak akan terlepas dari ikatan pengaruh kegelapan. Hidup dalam keadaan yang benar adalah hidup di bawah bimbingan firman Tuhan, hidup dalam kesetiaan kepada Tuhan, hidup dalam keadaan mencari kebenaran, hidup dalam realitas mengorbankan diri untuk Tuhan, hidup dalam keadaan sungguh-sungguh mengasihi Tuhan. Mereka yang hidup dalam keadaan ini dan dalam realitas ini akan berangsur-angsur berubah begitu mereka masuk lebih dalam lagi ke dalam kebenaran, dan mereka akan berubah dengan semakin mendalamnya pekerjaan tersebut, sampai pada akhirnya mereka pasti akan dimenangkan oleh Tuhan, dan mereka akan semakin sungguh-sungguh mengasihi Tuhan. Mereka yang telah meloloskan diri dari pengaruh kegelapan perlahan-lahan akan dapat memahami kehendak Tuhan, perlahan-lahan akan memahami isi hati Tuhan, dan pada akhirnya menjadi intim dengan Tuhan. Mereka tidak hanya akan menyingkirkan gagasan mereka tentang Tuhan dan tidak lagi memberontak terhadap Dia, tetapi mereka akan semakin membenci gagasan dan pemberontakan yang pernah mereka lakukan sebelumnya, dan bertumbuh dalam kasih mereka yang sejati kepada Tuhan dalam hati mereka. Mereka yang tidak sanggup meloloskan diri dari pengaruh kegelapan disibukkan kedagingan mereka, dan mereka penuh pemberontakan. Hati mereka dipenuhi dengan gagasan manusiawi dan filosofi kehidupan, serta niat dan pertimbangan mereka sendiri. Tuhan menghendaki kasih manusia yang tidak mendua, dan Dia menghendaki manusia untuk disibukkan dengan firman-Nya dan kasih mereka kepada-Nya. Untuk hidup sesuai dengan firman Tuhan, untuk menemukan apa yang harus dicari manusia dari dalam firman-Nya, untuk mencintai Tuhan sebagai hasil dari firman-Nya, untuk menjalani hidup demi firman Tuhan, hidup untuk firman Tuhan—inilah semua hal yang harus dicapai manusia. Segalanya harus dibangun di atas dasar firman Tuhan, dan baru setelah itu manusia akan dapat memenuhi tuntutan Tuhan. Apabila manusia tidak dilengkapi dengan firman Tuhan, dia hanyalah belatung yang dirasuk Iblis. Timbanglah dalam hatimu sendiri—berapa banyak firman Tuhan yang telah berakar dalam dirimu? Dalam hal apa saja engkau menjalani hidup sesuai dengan firman Tuhan? Dalam hal apa saja engkau tidak hidup sesuai dengan firman Tuhan? Jika firman itu belum sepenuhnya menguasai dirimu, sejauh mana firman itu telah menguasaimu? Dalam keseharianmu, apakah engkau dikendalikan oleh Iblis, atau apakah engkau dibimbing oleh firman Tuhan? Apakah doa-doamu bersumber dari firman-Nya? Sudahkah engkau keluar dari keadaan negatifmu melalui pencerahan firman Tuhan? Mengambil firman Tuhan sebagai dasar keberadaanmu, inilah yang seharusnya didalami semua orang. Jika firman Tuhan tidak hadir dalam hidupmu, engkau hidup di bawah pengaruh kegelapan, engkau memberontak kepada Tuhan, engkau menolak Tuhan, dan engkau tidak menghormati nama-Nya—kepercayaan orang-orang seperti itu terhadap Tuhan adalah kekejian dan kedegilan semata. Berapa banyak dari hidupmu yang telah dijalani sesuai dengan firman-Nya? Telah berapa banyak dari hidupmu yang tidak sesuai dengan firman-Nya? Berapa banyak firman Tuhan yang dikehendaki telah terpenuhi dalam dirimu? Berapa banyak yang telah hilang dalam dirimu? Sudahkah engkau memeriksa dengan cermat hal-hal seperti itu?

Untuk meloloskan diri dari pengaruh kegelapan, satu aspek yang dibutuhkan adalah pekerjaan Roh Kudus, dan aspek lainnya adalah bahwa itu memerlukan kerja sama yang penuh komitmen dari manusia. Mengapa Aku katakan bahwa manusia tidak berada di jalur yang benar? Pertama, jika seseorang berada di jalur yang benar, dia akan sanggup memberikan hatinya kepada Tuhan, yang merupakan tugas yang membutuhkan jangka waktu yang panjang untuk memasukinya karena manusia selalu hidup di bawah pengaruh kegelapan dan telah berada di bawah ikatan Iblis selama ribuan tahun. Oleh karena itu, jalan masuk ini tidak dapat dicapai dalam satu atau dua hari saja. Aku mengangkat masalah ini sekarang agar manusia dapat memahami keadaan mereka sendiri; mengenai apa pengaruh kegelapan dan bagaimana hidup di dalam terang, jalan masuk untuk melakukannya menjadi mungkin dilakukan ketika manusia sanggup membedakan hal-hal ini. Ini karena engkau harus mengetahui apa yang dimaksud dengan pengaruh Iblis sebelum engkau dapat meloloskan diri darinya, dan hanya dengan demikian, engkau akan memiliki jalan untuk secara berangsur-angsur meloloskan diri darinya. Mengenai apa yang harus dilakukan setelah itu, itu adalah tanggung jawab manusia itu sendiri. Engkau harus selalu memulainya dari aspek yang positif dan engkau tidak boleh menunggu dengan pasif. Hanya dengan cara inilah engkau dapat dimenangkan oleh Tuhan.

Sebelumnya:Perbedaan Mendasar Antara Tuhan yang Berinkarnasi dan Orang-Orang yang Dipakai oleh Tuhan

Selanjutnya:Keyakinan kepada Tuhan Harus Berfokus pada Realitas, Bukan Ritual Keagamaan

Anda Mungkin Juga Menyukai