Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

306 Diciptakan oleh-Mu, Milik-Mu

Bait 1

Melewati banyak pasang surut, perubahan tak terhitung.

Tertiup angin dan basah oleh hujan, aku mengikuti langkah-Mu.

Bahaya dan kesulitan ialah tempaan kasih sejati dan cinta sejati.

Hatiku yang terpikat memuja-Mu dengan kasih abadi.

Berapa kalikah musim dingin telah berganti menjadi musim semi?

Pahit lalu manis, masing-masing dinikmati satu per satu.

Angin musim gugur berlalu, aku menyambut bunga musim semi.

Oh, gejolak kehidupan seorang tentara, aku tahu hati-Mu.

Kau menderita saat Kau dengan rendah hati masuk ke dunia ini.

Didera angin dan hujan, tak seorang pun yang mengasihani-Mu.

Ditolak banyak orang, terlalu menyakitkan untuk dikatakan.

Namun, hasrat hati-Mu dapat terlihat dalam firman-Mu.

Firman kehidupan-Mu menyirami hatiku

sampai ke lubuk hati, sampai ke ke lubuk hati.

Hatiku, yang berbalik kepada yang baik, memuja-Mu.

Bilakah hatiku akan bersatu dengan hati-Mu?

Aku diciptakan oleh-Mu dan aku milik-Mu.

Meninggalkan iman adalah dosa kekal.

Aku akan mengusap air mata yang menetes karena hati-Mu yang terluka.

Demi mengabulkan keinginan-Mu, aku berikan hatiku kepada-Mu.

Bait 2

Ketika Kau pergi, sulit mengetahui kapan Kau akan kembali.

Berpisah terasa seperti kematian, aku menangis dengan kesakitan.

Aku masih tinggal, enggan untuk pergi, hatiku hancur berkeping-keping.

Aku rindu melihat-Mu kembali.

Roh merana yang tak dapat kusembunyikan.

Dengan berlutut, aku merasakan penyesalan menusuk jiwaku.

Sahabat serasa begitu dekat seperti tetangga, walau terpisah lautan.

Kubawa sedikit persembahan ke hadapan-Mu.

Ketika kita bertemu, Kau tersenyum kepadaku.

Firman kehidupan-Mu menyirami hatiku

sampai ke lubuk hatinya, sampai ke ke lubuk hatinya.

Hatiku, yang berbalik kepada yang baik, memuja-Mu.

Bilakah hatiku akan bersatu dengan hati-Mu?

Aku diciptakan oleh-Mu dan aku milik-Mu.

Meninggalkan iman adalah dosa kekal.

Aku akan mengusap air mata yang menetes karena hati-Mu yang terluka.

Demi mengabulkan keinginan-Mu, aku berikan hatiku kepada-Mu.

Sebelumnya:Tuhan Mahakuasa Kami yang Terkasih

Selanjutnya:Perpisahan yang Sentimental

media terkait