Firman Tuhan | "Engkau Seharusnya Tahu Bagaimana Seluruh Umat Manusia Telah Berkembang Hingga Hari Ini" (Bagian Satu)
Beberapa materi dalam video ini berasal dari: 【All Bible quotations in this video are translated freely from English...
Kami menyambut semua pencari yang merindukan penampakan Tuhan!
Ada orang-orang yang cukup beruntung dipilih menjadi pemimpin di gereja walaupun pada kenyataannya, kualitas dan tingkat pertumbuhan mereka tidak memenuhi syarat. Menjadi seorang pemimpin adalah peninggian Tuhan, tetapi mereka tidak melihatnya seperti itu. Sebaliknya, mereka berpikir, "Sebagai seorang pemimpin, aku lebih baik dan lebih tinggi daripada orang lain; aku bukan lagi orang biasa. Sementara engkau semua perlu sujud dan menyembah di hadirat tuhan dengan taat, aku tidak harus melakukannya karena aku berbeda dari engkau semua; engkau semua adalah makhluk ciptaan, sedangkan aku bukan." Lalu, engkau itu apa sebenarnya? Bukankah engkau juga darah dan daging? Apa bedanya dirimu dengan orang lain? Perbedaannya adalah engkau tidak tahu malu; engkau tidak memiliki rasa hormat dan rasionalitas, engkau bahkan lebih rendah daripada anjing. Engkau bertindak dengan sewenang-wenang dan diktatorial dan mengabaikan nasihat dari orang lain—itulah perbedaannya. Seburuk apa pun kualitas dirinya atau serendah apa pun efisiensinya dalam pekerjaan, mereka tetap menganggap dirinya lebih unggul dibandingkan orang lain, merasa memiliki kemampuan dan bakat. Akibatnya, apa pun yang dilakukan, mereka tidak mendiskusikannya dengan yang lain untuk mencapai kesepakatan, dan menganggap bahwa mereka memenuhi syarat atau sepenuhnya mampu untuk mengendalikan semuanya sendiri. Bukankah kecongkakan ini menyebabkan hilangnya nalar? Bukankah ini tidak tahu malu? (Ya.) Sebelum menjadi pemimpin, mereka bersikap rendah diri; mereka meyakini bahwa mereka memiliki bakat dan kemampuan, serta ambisi tertentu dalam melakukan sesuatu, tetapi tidak memiliki kesempatan. Begitu mereka menjadi pemimpin, mereka mulai memisahkan diri dari saudara-saudari, menganggap dirinya lebih unggul. Mereka mulai bertingkah sombong dan menunjukkan sifat aslinya; mereka mulai berpikir bahwa mereka dapat mencapai hal-hal yang besar dengan beranggapan, "Rumah tuhan memilih orang yang tepat; aku memang berbakat—emas sejati ditakdirkan untuk berkilau pada akhirnya. Lihatlah aku sekarang: tuhan sudah mengakuiku, bukan?" Bukankah ini menjijikkan? (Memang menjijikkan.) Engkau hanyalah satu di antara makhluk ciptaan biasa; sehebat apa pun karunia atau bakatmu, watakmu yang rusak sama seperti orang lain. Jika engkau menganggap dirimu berbeda dari orang biasa, merasa lebih unggul dari orang lain, ingin berada di atas semua orang dan segala sesuatu, berarti engkau keliru. Karena salah persepsi ini, engkau bertindak dengan sewenang-wenang dan diktatorial, tanpa bersekutu atau berdiskusi dengan yang lain, dan engkau bahkan ingin menikmati ketaatan dan kepatuhan orang lain terhadapmu, yang merupakan suatu kesalahan. Di mana letak kesalahannya? (Salah dalam menempatkan diri.) Mengapa antikristus selalu berdiri di posisi yang salah? Ada satu hal yang pasti yang mungkin engkau semua tidak menyadarinya: ada sesuatu yang lebih dalam kemanusiaannya dibandingkan dengan yang lain; mereka selalu memiliki semacam salah persepsi. Dari mana asal mula salah persepsi ini? Salah persepsi bukan diberikan oleh Tuhan, melainkan oleh Iblis. Semua yang mereka lakukan, semua yang mereka perlihatkan dan ungkapkan, bukanlah naluri dalam batas-batas normal kemanusiaan, melainkan didorong oleh suatu kekuatan dari luar. Mengapa dikatakan bahwa tindakan mereka penuh akal bulus, dan ambisi serta keinginan mereka tidak terkendali? Keinginan mereka untuk mengendalikan orang lain telah melampaui batas. Apa yang dimaksud dengan melampaui batas? Itu berarti menggunakan segala cara, melampaui rasionalitas dan rasa malu; tidak bisa dikendalikan, seperti pegas yang jika ditekan sebentar, akan turun, tetapi begitu dilepaskan, akan kembali memantul. Bukankah ini dikuasai oleh hasrat dan terbakar oleh obsesi? Ini sama sekali tidak berlebihan.
Di mana pun antikristus berkuasa di gereja, gereja tersebut tidak bisa lagi disebut gereja. Mereka yang telah mengalaminya seharusnya dapat merasakannya. Suasana yang ada bukanlah ketenangan, sukacita, dan di mana semua orang berusaha maju, melainkan suasana yang penuh kekacauan dan perselisihan. Setiap orang merasa sangat gelisah dan tidak tenang, tidak dapat merasakan kedamaian di hati, seolah-olah suatu bencana besar akan terjadi. Perkataan dan tindakan antikristus menimbulkan suasana di mana hati orang-orang menjadi keruh sehingga kehilangan kemampuan untuk mengidentifikasi mana hal yang positif dan mana yang negatif. Selain itu, setelah disesatkan oleh antikristus untuk waktu yang lama, hati orang-orang makin jauh dari Tuhan, hubungan mereka dengan-Nya menjadi tidak normal, sama seperti orang-orang dalam agama yang secara nama mengaku percaya kepada Tuhan, tetapi tidak ada tempat bagi-Nya di dalam hati. Ada juga masalah nyata lainnya, yaitu ketika antikristus berkuasa, perpecahan dan kekacauan muncul di dalam gereja. Mereka yang mencintai kebenaran tidak merasakan kenikmatan atau kelegaan dalam pertemuan sehingga mereka ingin meninggalkan gereja untuk menjalani hidup beriman di rumah. Ketika Roh Kudus bekerja di gereja, entah orang-orang memahami kebenaran atau tidak, semua orang bersatu hati dan upaya, dengan menciptakan suasana yang lebih damai dan stabil, bebas dari keresahan. Namun, setiap kali antikristus bertindak, mereka mendatangkan suasana yang meresahkan dan menyeramkan. Campur tangan mereka menyebabkan munculnya kelompok-kelompok, membuat orang-orang saling waspada, saling menghakimi, saling menyerang, dan diam-diam saling menjatuhkan. Apa sebenarnya peran antikristus? Mereka adalah antek-antek Iblis. Akibat dari tindakan antikristus adalah: pertama, saudara-saudari saling menghakimi, curiga, dan bersikap waspada; kedua, batasan antara pria dan wanita menjadi kabur yang perlahan mengarah pada interaksi yang tidak pantas; dan ketiga, di dalam hatinya, orang-orang tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang visi dan tidak lagi berfokus pada penerapan kebenaran. Mereka tidak lagi tahu bagaimana bertindak berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran. Pemahaman yang sedikit yang pernah mereka miliki tentang doktrin pun lenyap, pikiran mereka menjadi kacau, dan tanpa pertimbangan, mereka mengikuti antikristus, hanya berfokus untuk menyibukkan diri melaksanakan tugas-tugas yang dangkal. Sejumlah orang bisa merasakan bahwa mengikuti antikristus tidak ada jalan keluarnya; andai saja mereka yang mengejar kebenaran dapat berkumpul dan melaksanakan tugas bersama-sama, betapa sukacitanya mereka! Begitu antikristus memegang kekuasaan di gereja, Roh Kudus pun berhenti bekerja, dan kegelapan menyelimuti saudara-saudari. Mereka tidak lagi termotivasi dalam iman mereka kepada Tuhan dan dalam melaksanakan tugas. Jika situasi ini berlangsung lama, bukankah sebagian besar saudara-saudari akan disingkirkan oleh Tuhan?
Hari ini, kita telah menganalisis perwujudan perilaku sewenang-wenang dan diktatorial dari para antikristus. Selain itu, dengan menganalisis perwujudan ini, setiap orang disadarkan bahwa sekalipun engkau bukan seorang antikristus, jika memiliki perwujudan tersebut, akan mengaitkanmu dengan sifat antikristus. Apakah bertindak dengan cara yang sewenang-wenang dan diktatorial merupakan perwujudan dari kemanusiaan yang normal? Sama sekali bukan; ini jelas mencerminkan watak yang rusak. Setinggi apa pun statusmu, atau sebanyak apa pun tugas yang dapat kaulaksanakan, jika engkau dapat belajar untuk bersekutu dengan orang lain, engkau telah menjunjung tinggi prinsip-prinsip kebenaran, yang merupakan persyaratan mendasar. Mengapa dikatakan bahwa belajar untuk bersekutu dengan orang lain sama dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip? Karena jika engkau dapat belajar untuk bersekutu, itu membuktikan bahwa engkau tidak memperlakukan statusmu sebagai sumber penghasilan atau menganggapnya penting. Setinggi apa pun statusmu, engkau tetap melaksanakan tugasmu. Tindakanmu dilakukan demi melaksanakan tugasmu, bukan demi mengejar status. Demikian pula halnya ketika menghadapi masalah, jika engkau dapat belajar bersekutu, baik itu dengan saudara-saudari biasa atau mereka yang bekerja bersamamu, engkau mampu mencari dan bersekutu dengan mereka, apa yang dibuktikan oleh hal ini? Itu membuktikan bahwa engkau memiliki sikap mencari dan tunduk pada kebenaran, yang pertama-tama mencerminkan sikapmu terhadap Tuhan dan kebenaran. Terlebih lagi, melaksanakan tugas adalah tanggung jawabmu, dan mencari kebenaran dalam pekerjaanmu adalah jalan yang harus kauambil. Mengenai bagaimana orang lain menanggapi keputusanmu, apakah mereka memilih untuk tunduk atau bagaimana mereka melakukannya, itu adalah urusan mereka; tetapi apakah engkau dapat melaksanakan tugasmu dengan baik dan memenuhi standar adalah urusanmu. Engkau harus memahami prinsip-prinsip dalam pelaksanaan tugas; ini bukan tentang tunduk kepada individu tertentu, melainkan tunduk pada prinsip-prinsip kebenaran. Jika engkau merasa telah memahami prinsip-prinsip kebenaran dan melalui persekutuan dengan semua orang mencapai kesepakatan yang dianggap tepat oleh semua pihak, tetapi ada orang-orang yang tetap keras kepala dan berusaha mengganggu, apa yang harus dilakukan dalam situasi seperti itu? Dalam kasus ini, yang minoritas harus mengikuti mayoritas. Jika sebagian besar telah mencapai kesepakatan, mengapa mereka justru menimbulkan masalah? Apakah mereka sengaja mencoba menciptakan perselisihan? Mereka dapat mengungkapkan pendapatnya agar semua orang bisa membedakannya, dan jika semua orang mengatakan bahwa pendapatnya tidak sesuai dengan prinsip dan tidak beralasan, berarti mereka harus meninggalkan sudut pandangnya dan tidak lagi berpegang teguh pada pandangan tersebut. Apa prinsip dalam menangani masalah ini? Seseorang harus menegakkan apa yang benar dan tidak memaksa orang lain untuk mematuhi apa yang salah. Apakah engkau mengerti? Sebenarnya, sebelum antikristus memperlihatkan perilaku dan praktik yang sewenang-wenang dan diktatorial ini, mereka sudah memiliki rencana tertentu dalam benaknya. Menjadi sewenang-wenang dan diktatorial jelas tidak mengacu pada melakukan hal yang benar atau menerapkan kebenaran. Ini tentu saja mengacu pada melakukan hal yang salah dan bertentangan dengan kebenaran, mengambil jalan yang salah dan membuat keputusan yang keliru sambil tetap membuat orang lain untuk mematuhinya. Inilah yang disebut bersikap sewenang-wenang dan diktatorial. Jika sesuatu itu benar dan sesuai dengan kebenaran, artinya itu harus dipertahankan. Ini bukan bersikap sewenang-wenang dan diktatorial; ini adalah menegakkan prinsip. Kedua hal tersebut harus dibedakan. Apa yang terutama dimaksud dengan antikristus yang bersikap sewenang-wenang dan diktatorial? (Melakukan hal-hal yang tidak sejalan dengan prinsip atau kebenaran, dan tetap membuat orang lain mengikutinya.) Tepat sekali, situasi apa pun yang muncul atau masalah apa pun yang dihadapi, mereka tidak mencari prinsip-prinsip kebenaran, tetapi membuat keputusan berdasarkan gagasan dan imajinasinya sendiri. Dalam hatinya mereka tahu bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip, tetapi tetap menuntut orang lain untuk mendengarkan dan tunduk. Inilah cara yang konsisten dari antikristus.
Pada awal pekerjaan penyebarluasan Injil, ada orang-orang yang membawa Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia ke kalangan agama untuk memberitakan Injil. Orang-orang beragama itu, setelah membaca firman Tuhan yang menyingkapkan misteri, mempersekutukan visi, dan membahas jalan masuk kehidupan, semuanya mengatakan bahwa firman tersebut cukup bagus. Akan tetapi, mereka merasa beberapa firman penghakiman dan penyingkapan tentang manusia terlalu keras dalam pemilihan kata. Mereka merasa seolah-olah sedang dimaki-maki sehingga tidak bisa menerimanya, dan berkata, "Apakah tuhan berbicara dengan cara yang memaki-maki orang? Kata-kata ini paling-paling hanya ditulis oleh seorang tokoh." Orang yang bertanggung jawab untuk memberitakan Injil mengatakan bahwa dia memiliki solusi. Kemudian, dia mengubah semua bagian firman Tuhan yang tidak selaras dengan gagasan, imajinasi, dan selera orang-orang, serta kata-kata yang dia khawatirkan akan menyebabkan seseorang mengembangkan gagasan setelah membacanya. Misalnya, kata-kata yang Tuhan gunakan untuk menyingkapkan natur manusia, seperti "perempuan jalang," "pelacur," "bajingan," dan frasa seperti "dilemparkan ke neraka" dan "dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang", semuanya dihapus. Singkatnya, semua kata yang dapat dengan mudah menimbulkan gagasan atau kesalahpahaman seluruhnya dihapus. Katakan kepada-Ku, setelah menghapus kata-kata penghakiman, hukuman, dan kutukan dari firman Tuhan ini, apakah itu tetap menjadi firman Tuhan yang asli? (Tidak.) Apakah itu tetap merupakan firman yang diungkapkan oleh Tuhan dalam pekerjaan penghakiman-Nya? Si "orang tua" ini tidak berdiskusi dengan siapa pun dan secara sepihak menghapus banyak firman Tuhan yang sangat keras tentang pemurnian dan penyingkapan watak manusia yang rusak, khususnya yang berkaitan dengan masa ujian bagi para pelaku pelayanan. Kemudian, ketika orang-orang beragama membaca versi yang telah diubah, mereka berkata, "Ini bagus, kita bisa percaya kepada tuhan seperti itu," dan mereka menerimanya. Orang tua ini berpikir dalam hati, "Lihatlah betapa pintarnya aku! Tidaklah bijaksana jika firman tuhan terlalu keras. Dengan orang-orang ini, engkau perlu membujuknya—bagaimana bisa engkau mengucapkan kata-kata yang mungkin disalahartikan sebagai makian? Itu tidak bijaksana! Aku membuat beberapa perubahan, dan lihat hasilnya: bahkan para pendeta agama pun mau percaya, dan makin banyak orang yang menerimanya. Bagaimana menurutmu? Bukankah aku bijak? Bukankah aku pintar? Bukankah itu cukup mengesankan?" Hasil perubahan tersebut, membuatnya sangat bangga pada dirinya sendiri. Namun, ada orang-orang beragama yang bergabung dengan gereja mendapati bahwa firman Tuhan yang mereka baca sebelumnya telah diubah dan berbeda dari teks asli di gereja, dan masalah ini pun diangkat. Belakangan terungkap bahwa orang tua ini telah mengubah isi firman Tuhan. Apa pendapatmu tentang tindakan orang tua tersebut? Mari kita kesampingkan masalah lain dan katakan: firman ini bukan milikmu, engkau tidak berhak untuk mengubahnya. Sekalipun itu adalah artikel atau buku hasil karya manusia, jika engkau ingin mengubahnya, engkau harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari penulis aslinya. Jika penulisnya mengizinkan, engkau bisa mengubahnya. Jika penulis tidak mengizinkannya, engkau sama sekali tidak boleh mengubah satu kata pun. Ini disebut menghormati penulis dan pembaca. Jika penulis tidak mampu memperbaikinya, kemudian memberikan wewenang kepadamu, dengan mengatakan engkau dapat mengubah apa pun asal tetap setia pada makna asli dan mencapai hasil yang diinginkan, apakah dalam situasi seperti ini engkau bisa mengubahnya? (Ya.) Jika penulis telah memberikan izin atau wewenang, engkau boleh mengubahnya. Apa sebutan untuk tindakan seperti ini? Tindakan tersebut dapat dibenarkan, sah, dan pantas, bukan? Namun, jika penulis tidak memberikan izin dan engkau mengubahnya tanpa wewenang darinya, apa namanya? (Tindakan sembrono dan disengaja.) Itu disebut tindakan sembrono, disengaja, sewenang-wenang dan diktatorial. Sekarang, apa yang diubah oleh orang tua tersebut? (Firman Tuhan.) Firman asli Tuhan, yang mengandung suasana hati, watak, dan maksud Tuhan terhadap umat manusia. Firman Tuhan memiliki makna dalam cara penyampaiannya. Apakah engkau tahu suasana hati, tujuan, dan dampak yang diharapkan di balik setiap firman yang diucapkan oleh Tuhan? Jika engkau tidak dapat memahaminya, mengapa engkau mengubahnya secara sembarangan? Setiap kalimat yang diucapkan Tuhan, pemilihan kata, nada, suasana, suasana hati, dan perasaan yang ditimbulkannya dalam diri manusia, telah disusun dan direnungkan dengan cermat dan bijaksana. Tuhan memiliki pertimbangan dan hikmat. Apa yang dipikirkan oleh orang tua ini? Dia menganggap cara Tuhan berbicara tidak bijaksana. Begitulah cara dia memandang pekerjaan Tuhan. Dia beranggapan, "Orang-orang dalam agama yang hanya ingin makan roti sampai kenyang perlu dibujuk dan diperlakukan dengan kasih dan belas kasihan. Firman tidak bisa terlalu keras. Jika terlalu keras, bagaimana Injil dapat diberitakan? Apakah Injil masih dapat disebarluaskan jika kita berbicara seperti itu?" Bukankah Tuhan tahu tentang ini? (Ya.) Tuhan sepenuhnya mengetahuinya. Lalu mengapa Dia tetap berbicara dengan cara seperti ini? Ini adalah watak Tuhan. Apakah watak Tuhan itu? Watak Tuhan adalah berbicara dengan cara-Nya, terlepas dari apakah engkau percaya atau tidak. Jika engkau percaya, engkau adalah salah satu dari domba Tuhan; jika tidak, engkau adalah serigala. Ketika firman Tuhan menyingkapkanmu dan sedikit memarahimu, dan kemudian engkau menolak untuk mengakui bahwa engkau adalah orang yang percaya kepada Tuhan? Apakah itu berarti engkau bukan lagi makhluk ciptaan-Nya? Apakah Dia berhenti menjadi Tuhan? Jika engkau menyangkal-Nya karena alasan ini, itu menunjukkan engkau adalah orang jahat, setan. Tuhan tidak menyelamatkan orang-orang seperti itu, jadi gereja tidak boleh menerima mereka dengan paksa atau membujuk. Ada yang berkata, "Sekalipun Tuhan memarahiku, aku rela menerimanya. Jika Dia adalah Tuhan, Dia dapat menyelamatkanku. Jika Dia memukulku, aku pantas menerimanya. Jika Dia menyebutku orang yang bingung, berarti aku memang bingung, bahkan mungkin lebih bingung dari itu; jika Dia menyebutku perempuan jalang, meskipun aku merasa tidak melakukan apa yang dilakukan perempuan jalang, karena Tuhan yang mengatakannya, aku mengakui dan menerimanya." Orang-orang tersebut memiliki iman yang bersahaja, pengakuan, penerimaan, dan hati yang takut akan Tuhan yang paling sederhana. Tuhan ingin mendapatkan orang-orang seperti itu. Sebagian ada yang menganggap firman Tuhan terlalu keras dan menyakitkan, merasa mereka tidak akan mendapatkan berkat, dan karena itu, tidak ingin percaya lagi. Mereka berpikir, "Sekalipun engkau adalah tuhan, aku tidak akan percaya kepadamu. Jika engkau berbicara seperti ini, aku tidak akan mengikutimu." Kalau begitu, pergilah! Jika engkau bahkan tidak mengakui Tuhan, bagaimana Dia dapat mengakuimu sebagai makhluk ciptaan-Nya? Itu tidak mungkin! Firman Tuhan sudah dipaparkan di sini; percaya atau tidak, itu keputusanmu. Jika engkau tidak percaya, pergilah. Engkau akan kehilangan kesempatan. Jika engkau percaya, engkau akan memiliki secercah harapan untuk diselamatkan. Bukankah ini adil? (Ya.) Namun, apakah orang tua tersebut berpikir seperti itu? Apakah dia bisa memahami pikiran Tuhan? (Tidak.) Bukankah dia bodoh? Orang-orang yang tidak memiliki pemahaman rohani akan melakukan tindakan bodoh seperti itu. Dia memandang Tuhan sebagai sesuatu yang sangat tidak penting dan sederhana, dengan menganggap bahwa pemikiran Tuhan tidak jauh lebih tinggi daripada pemikiran manusia. Meskipun dia sering berbicara tentang pemikiran Tuhan yang lebih tinggi daripada pemikiran manusia, menyampaikan doktrin-doktrin agung ini di saat-saat normal, ketika menghadapi situasi nyata, dia menyingkirkan firman ini dari pikirannya, dan merasa bahwa firman Tuhan tersebut sepertinya bukan sesuatu yang akan Tuhan ucapkan. Dalam hatinya, dia tidak mengakui firman Tuhan itu, jadi dia tidak bisa menerimanya. Tepat ketika Injil sedang diberitakan, dia memanfaatkan kesempatan ini untuk dengan cepat mengubah firman Tuhan, bahkan dengan dalih "memberitakan Injil secara efektif dan mendapatkan lebih banyak orang." Bagaimana Aku akhirnya mendefinisikan tindakannya? Merombak firman Tuhan. Apa artinya merombak? Itu berarti menambahkan, mengurangi, atau mengubah makna asli secara sewenang-wenang, mengubah pesan yang dimaksudkan penulis, mengabaikan maksud dan tujuan awal penulis dalam berbicara, dan kemudian mengubahnya sesuka hati. Inilah yang dimaksud dengan mengubah. Apakah dia memiliki hati yang takut akan Tuhan? (Tidak.) Betapa lancangnya! Apakah ini perbuatan manusia? (Bukan.) Itu adalah pekerjaan setan, bukan manusia. Bahkan, engkau tidak bisa seenaknya mengubah perkataan orang biasa; engkau harus menghormati pandangan penulis. Jika engkau ingin mengubahnya, engkau harus memberi tahu dan mendapatkan izinnya terlebih dahulu, dan hanya setelah menerima izinnya, barulah engkau boleh mengubahnya sesuai dengan makna aslinya. Inilah yang disebut penghormatan. Jika menyangkut Tuhan, yang dibutuhkan lebih dari sekadar penghormatan! Jika terdapat kesalahan cetak bahkan dalam satu kalimat saja dari firman Tuhan, atau jika ada satu artikel tata bahasa saja yang hilang, engkau harus bertanya apakah itu dapat diterima; jika tidak, engkau harus mencetak ulang halaman tersebut. Hal ini menuntut sikap yang serius dan bertanggung jawab; inilah yang disebut memiliki hati yang takut akan Tuhan. Apakah orang tua tersebut memiliki hati seperti itu? (Tidak.) Dia tidak memiliki hati yang takut akan Tuhan. Dia menganggap Tuhan lebih rendah daripada dirinya; dia benar-benar lancang. Orang seperti ini harus diusir.
Baru-baru ini, kejadian serupa terjadi lagi. Sejumlah orang sekali lagi menggunakan dalih memberitakan Injil dan mendapatkan lebih banyak orang sebagai alasan untuk mengubah firman Tuhan secara sembrono. Kali ini sedikit lebih baik daripada yang terakhir; pada kejadian sebelumnya, hal itu dilakukan secara sewenang-wenang dan diktatorial, tanpa bersekutu bersama orang lain, bertindak gegabah dan mengubah firman Tuhan dengan sesuka hati. Kali ini, mereka terlebih dahulu bertanya kepada Yang di Atas, dengan berucap, "Orang-orang dari kelompok etnis tertentu tidak dapat menerima beberapa istilah dalam firman tuhan. Kami telah merancang strategi untuk menghapus atau mengubah istilah-istilah tersebut, dan perkataan atau bagian-bagian yang tidak dapat mereka terima, dan kemudian menyampaikan kepada mereka versi firman tuhan yang disesuaikan. Dengan begitu, bukankah mereka akan percaya?" Lihatlah itu; mereka benar-benar lancang. Perilaku macam apa ini? Jika diperlakukan dengan lunak, orang-orang seperti itu hanya bisa dianggap bodoh dan tidak tahu apa-apa, dan terlalu muda; mereka bisa saja diberi tahu untuk tidak melakukannya lagi. Namun, jika kita menilai natur dari tindakannya, mereka dengan seenaknya mengubah firman Tuhan untuk menyenangkan Iblis. Apa sebutan untuk ini? Ini adalah perilaku Yudas, pengkhianat dan pembelot, yang mengkhianati Tuhan demi keuntungan. Mereka merombak firman Tuhan, mengubahnya menjadikan kata-kata yang manusia sukai dan mudah diterima untuk menyenangkannya dan membuat mereka menerima Injil—apa hasilnya? Sekalipun tidak ada orang di dunia yang percaya, apakah firman Tuhan tidak lagi menjadi firman-Nya? Apakah natur firman Tuhan berubah? (Tidak.) Apakah firman Tuhan hanya akan menjadi kebenaran jika mereka menerimanya, dan jika mereka tidak menerimanya, firman Tuhan bukanlah kebenaran? Dapatkah natur firman Tuhan berubah karena ini? Sama sekali tidak. Kebenaran adalah kebenaran; jika engkau tidak menerimanya, engkau akan binasa! Sebagian orang yang memberitakan Injil berpikir, "Betapa malangnya mereka jika tidak menerimanya! Betapa hebat dan mulianya orang-orang itu. Tuhan sangat mengasihi dan berbelaskasihan kepada mereka, bagaimana mungkin kita tidak menunjukkan sedikit kasih kepada mereka? Mari kita ubah firman tuhan agar mereka dapat menerimanya. Betapa hebatnya orang-orang itu, dan betapa baik dan penuh belas kasihannya tuhan terhadap mereka. Kita harus memikirkan maksud tuhan!" Bukankah ini kepura-puraan? (Ya.) Ini adalah kepura-puraan lain—mereka yang tidak memahami kebenaran hanya bisa melakukan hal-hal bodoh! Bukankah telah dikatakan bahwa seseorang yang merombak firman Tuhan telah ditangani dan diusir, dan sekarang ada orang yang ingin merombaknya lagi. Apa yang ingin mereka capai? Bukankah ini mengkhianati Tuhan demi keuntungan? (Ya.) Ini berarti mengkhianati Tuhan demi keuntungan dan menyenangkan Iblis. Bukankah firman Tuhan itu nyata? Bukankah firman itu dapat diungkapkan secara terbuka? Bukankah engkau mengakuinya sebagai kebenaran? Jika engkau tidak mengakuinya, mengapa engkau tetap percaya? Jika engkau tidak dapat menerima kebenaran, apa gunanya percaya kepada Tuhan? Mustahil untuk memperoleh keselamatan dengan cara seperti itu. Seperti apa pun Tuhan berbicara, kata-kata apa pun yang Dia gunakan yang mungkin tidak sesuai dengan gagasanmu, Dia tetaplah Tuhan, dan esensi-Nya tidak berubah. Betapa pun menyenangkannya engkau berbicara, apa pun yang kaulakukan, tidak peduli seberapa baik, murah hati, atau betapa pun pengasihnya engkau menganggap dirimu sendiri, engkau tetaplah manusia, manusia yang rusak. Engkau menolak untuk mengakui firman Tuhan sebagai kebenaran dan berusaha mengubah firman Tuhan untuk menyenangkan Iblis. Perilaku macam apakah ini? Perilaku yang sangat tercela! Aku pikir setelah persekutuan sebelumnya tentang natur merombak firman Tuhan, masalah ini tidak akan muncul lagi dalam memberitakan Injil saat ini. Namun sungguh tak percaya, masih ada orang yang berani merombak dan memiliki pemikiran seperti itu. Bagaimana sikap orang-orang ini terhadap firman Tuhan? (Meremehkan.) Mereka benar-benar gegabah! Dalam hatinya, firman Tuhan begitu ringan seperti bulu, tidak memiliki bobot. Mereka beranggapan, "Firman tuhan bisa disampaikan dengan cara apa saja; aku dapat mengubah firmannya sesuka hati. Lebih baik membuatnya sesuai dengan gagasan dan selera manusia. Itulah seharusnya firman tuhan!" Orang-orang yang melakukan tindakan merombak firman Tuhan seperti ini, bisa disebut sebagai antikristus. Mereka bertindak dengan gegabah dan tanpa berpikir, mengubah firman Tuhan seenaknya; mereka sewenang-wenang dan diktatorial, dan memiliki watak dan sifat yang sama dengan antikristus lainnya. Ada satu hal lagi: apa pemikiran dan tindakan pertama mereka ketika menghadapi bahaya atau ketika kepentingannya dirugikan? Apa yang mereka pilih? Mereka memilih untuk mengkhianati kepentingan Tuhan dan kepentingan rumah Tuhan demi melindungi dirinya sendiri. Orang-orang yang merombak firman Tuhan ini, apakah mereka benar-benar melakukannya untuk memberitakan Injil dan mencapai hasil yang efektif? Apa tujuan mereka di balik apa yang disebut efektivitas? Mereka ingin memamerkan bakat dan kemampuannya, membuat orang melihat, "Lihatlah betapa cakapnya diriku! Lihat betapa efektifnya penyebaran Injil setelah aku mengubahnya? Engkau semua tidak memiliki keterampilan seperti ini, engkau semua bahkan tidak akan berani memikirkannya. Lihatlah, dengan pemikiran dan tindakanku, lihat hasil yang telah aku capai?" Orang-orang seperti ini mengabaikan firman Tuhan dan merombaknya untuk memuaskan ambisi dan keinginannya sendiri demi mengejar ketenaran dan status. Bukankah mereka memiliki karakter antikristus? Menyebut mereka sebagai antikristus sangatlah pantas.
Apa perwujudan lain dari kesewenang-wenangan dan kediktatoran antikristus? Mereka tidak pernah mempersekutukan kebenaran bersama saudara-saudari dan juga tidak menyelesaikan masalah-masalah nyata orang lain. Sebaliknya, mereka hanya mengkhotbahkan kata-kata dan doktrin untuk menceramahi orang, bahkan memaksanya untuk mematuhi mereka. Bagaimana dengan sikap dan tindakan mereka terhadap Yang di Atas dan terhadap Tuhan? Tidak lain hanyalah tipu daya dan bermuka dua. Apa pun masalah di dalam gereja, mereka tidak pernah melaporkannya kepada Yang di Atas. Apa pun yang dilakukan, mereka tidak pernah bertanya kepada Yang di Atas. Seolah-olah mereka tidak memiliki masalah yang memerlukan persekutuan atau bimbingan dari Yang di Atas—semua yang mereka lakukan adalah sembunyi-sembunyi, rahasia, dan diam-diam. Ini disebut manipulasi licik di mana mereka ingin menjadi penentu dan pembuat keputusan. Namun, terkadang mereka juga berpura-pura, mengemukakan hal-hal sepele untuk ditanyakan kepada Yang di Atas, berpura-pura sebagai seseorang yang mengejar kebenaran sehingga membuat Yang di Atas secara keliru meyakini bahwa mereka mencari kebenaran dalam segala hal dengan sangat teliti. Sebenarnya, mereka tidak pernah mencari bimbingan dalam masalah-masalah penting, membuat keputusan sepihak dan menyembunyikan segala hal dari Yang di Atas. Jika ada masalah yang muncul, mereka bahkan cenderung tidak melaporkannya karena takut itu akan memengaruhi kekuasaan, status, atau reputasinya. Antikristus bertindak secara sewenang-wenang dan diktatorial; mereka tidak pernah bersekutu bersama orang lain, antikristus memaksa orang untuk mematuhinya. Sederhananya, perwujudan utama dari perilaku ini adalah terlibat dalam manajemen pribadi; menumbuhkan kekuatan sendiri, kelompok, dan jaringan, serta menjalankan agenda pribadinya, dan kemudian melakukan apa pun yang mereka inginkan, melakukan hal-hal yang menguntungkan dirinya sendiri, serta bertindak tanpa transparansi. Keinginan dan ambisi antikristus agar orang lain tunduk kepadanya sangatlah kuat; mereka menghendaki orang-orang mematuhinya seperti anjing pemburu yang mengikuti perintah tuannya, tidak mengizinkan adanya kemampuan untuk mengidentifikasi mana yang benar atau mana yang salah, dan menuntut kepatuhan dan ketundukan mutlak.
Perwujudan lain dari kesewenang-wenangan dan kediktatoran antikristus dapat diamati dalam skenario berikut. Sebagai contoh, jika pemimpin gereja tertentu adalah seorang antikristus, apakah dia akan setuju jika pemimpin dan pekerja tingkat tinggi bermaksud untuk mengetahui dan campur tangan dalam pekerjaan gereja tersebut? Sama sekali tidak. Sejauh mana dia mengendalikan gereja? Seperti benteng yang tidak dapat ditembus, di mana tidak ada jarum yang dapat menembus atau air yang meresap ke dalamnya, dia tidak mengizinkan orang lain untuk terlibat atau bertanya. Ketika dia mengetahui bahwa pemimpin dan pekerja datang untuk mengetahui tentang pekerjaan tersebut, dia berkata kepada saudara-saudari, "Aku tidak tahu apa tujuan orang-orang ini datang. Mereka tidak memahami situasi sebenarnya dari gereja kita. Jika mereka ikut campur, mereka bisa mengganggu pekerjaan gereja kita." Dengan cara inilah dia menyesatkan saudara-saudari. Begitu para pemimpin dan pekerja tiba, dia mencari-cari alasan dan dalih untuk menghalangi saudara-saudari bertemu dengan mereka. Dia berpura-pura menjamu para pemimpin dan pekerja, mengurung mereka di suatu tempat dengan dalih untuk memastikan keselamatannya, padahal sebenarnya untuk mencegah mereka bertemu dengan saudara-saudari dan mengetahui situasi yang sebenarnya. Ketika para pemimpin dan pekerja menanyakan tentang situasi pekerjaan, antikristus menggunakan penipuan dengan menampilkan citra palsu; dia menipu orang-orang di atasnya dan menyembunyikan kebenaran dari orang-orang di bawahnya, membumbui pernyataannya, dan membesar-besarkan keefektifan pekerjaan untuk menipu mereka. Ketika para pemimpin dan pekerja menyarankan untuk bertemu dengan saudara-saudari di gereja, dia menjawab, "Aku belum membuat pengaturan apa pun! Engkau tidak memberitahuku sebelum datang. Jika engkau memberitahuku, aku akan mengatur agar beberapa saudara-saudari bertemu denganmu. Namun, mengingat lingkungan yang tidak bersahabat saat ini, demi alasan keselamatan, lebih baik engkau tidak bertemu dengan saudara-saudari." Meskipun perkataannya terdengar masuk akal, orang yang memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi dapat menemukan masalahnya: "Dia tidak ingin para pemimpin dan pekerja bertemu dengan saudara-saudari karena takut dirinya disingkapkan, khawatir kalau kekurangan dan penyimpangan dalam pekerjaannya tersingkap." Antikristus mengendalikan saudara-saudari di gereja dengan sangat ketat. Jika para pemimpin dan pekerja tidak bertanggung jawab, mereka dapat dengan mudah ditipu dan dikelabui oleh antikristus. Situasi sebenarnya dari saudara-saudari di gereja, kesulitan-kesulitan mereka yang masih belum terselesaikan, apakah persekutuan, khotbah dan buku-buku firman Tuhan dari Yang di Atas disampaikan tepat waktu kepada saudara-saudari, bagaimana kemajuan berbagai proyek pekerjaan gereja, apakah ada penyimpangan atau masalah—semua hal ini tidak akan diketahui oleh pemimpin dan pekerja. Saudara-saudari juga tidak menyadari adanya pengaturan pekerjaan baru di rumah Tuhan; dengan demikian, antikristus sepenuhnya mengendalikan gereja, memonopoli kekuasaan, dan menjadi penentu keputusan dalam berbagai hal. Saudara-saudari di gereja tidak memiliki kesempatan untuk menghubungi pemimpin dan pekerja tingkat atas, tidak mengetahui kenyataan yang sebenarnya, dan akhirnya disesatkan dan dikendalikan oleh antikristus. Pemimpin dan pekerja yang datang untuk memeriksa pekerjaan, terlepas dari apa yang dikatakan antikristus, tidak memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi dan masih menganggap bahwa antikristus melakukan pekerjaan yang baik, dan menaruh kepercayaan penuh kepadanya. Ini sama saja dengan memercayakan umat pilihan Tuhan ke tangan antikristus. Jika pemimpin dan pekerja tidak dapat mengidentifikasi, tidak bertanggung jawab, dan tidak tahu bagaimana menanganinya ketika antikristus menyesatkan orang, bukankah ini menghalangi pekerjaan gereja dan merugikan umat pilihan Tuhan? Bukankah pemimpin dan pekerja seperti itu merupakan pemimpin dan pekerja palsu? Mengenai gereja yang dikendalikan oleh antikristus, pemimpin dan pekerja harus turun tangan dan bertanya, dan mereka perlu segera menangani dan menyingkirkan antikristus—ini tidak perlu dipertanyakan lagi. Jika ada pemimpin palsu yang tidak melakukan pekerjaan nyata dan mengabaikan penyesatan antikristus terhadap umat pilihan Tuhan, umat pilihan itu harus menyingkapkan pemimpin dan pekerja palsu tersebut, kemudian melaporkannya, menyingkirkan mereka dari jabatannya, dan menggantinya dengan pemimpin yang lebih baik. Inilah satu-satunya cara untuk secara tuntas menyelesaikan masalah antikristus yang menyesatkan orang. Ada yang mungkin berkata, "Pemimpin dan pekerja seperti itu mungkin memiliki kualitas yang buruk dan tidak memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi, itulah sebabnya mereka gagal menangani dan menyelesaikan masalah antikristus. Mereka tidak melakukannya dengan sengaja; bukankah seharusnya mereka diberi kesempatan lagi?" Bagi pemimpin yang bingung seperti itu, tidak boleh lagi diberi kesempatan. Jika diberi kesempatan lagi, mereka hanya akan terus merugikan umat pilihan Tuhan. Ini karena mereka bukanlah orang yang mengejar kebenaran; mereka tidak memiliki hati nurani dan nalar, dan tidak berprinsip dalam tindakannya—mereka adalah orang tercela yang harus disingkirkan! Dalam dua tahun terakhir, ada saudara-saudari di gereja-gereja tertentu telah bersatu untuk memberhentikan, mengganti, dan menyingkirkan pemimpin palsu dan antikristus yang tidak melakukan pekerjaan nyata. Bukankah itu hal yang baik? (Ya.) Aku senang mendengar kabar baik seperti ini; itu adalah bukti terbaik tentang umat pilihan Tuhan yang bertumbuh dalam kehidupan dan memasuki jalan yang benar dalam percaya kepada Tuhan. Ini menunjukkan bahwa orang-orang telah memiliki kemampuan tertentu untuk mengidentifikasi dan memiliki tingkat pertumbuhan, serta tidak lagi dikendalikan oleh pemimpin palsu dan setan antikristus. Pemimpin palsu biasa dan antikristus tidak dapat lagi menyesatkan atau mengendalikan umat pilihan Tuhan, yang kini tidak dikekang oleh status atau kekuasaan. Mereka memiliki keberanian untuk mengidentifikasi dan menyingkapkan pemimpin palsu dan antikristus, berani menyingkirkan dan memberhentikan mereka. Sebenarnya, baik pemimpin dan pekerja atau orang biasa di antara umat pilihan Tuhan, mereka semua memiliki status yang sama di hadirat Tuhan, hanya berbeda dalam tugas. Di rumah Tuhan, tidak ada perbedaan dalam status, hanya perbedaan dalam tugas dan tanggung jawab. Bilamana berhadapan dengan pemimpin palsu dan antikristus yang mengganggu pekerjaan gereja, baik pemimpin maupun pekerja, umat pilihan Tuhan harus menyingkapkan dan melaporkannya, menangani mereka dengan segera, dan mengusir antikristus dari gereja. Tanggung jawab ini sama dan dipikul oleh semua orang.
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Beberapa materi dalam video ini berasal dari: 【All Bible quotations in this video are translated freely from English...