Tanggung Jawab Para Pemimpin dan Pekerja (9) Pasal Empat
Cara Menyampaikan dan Melaksanakan Pengaturan Kerja secara Akurat
I. Cara Menyampaikan Pengaturan Kerja
Kesepuluh bidang pengaturan kerja ini adalah cakupan dan isi dari semua pekerjaan berbeda yang dilakukan Tuhan di gereja dan di antara umat pilihan Tuhan. Memahami isi dan cakupan pekerjaan ini membantu umat pilihan Tuhan untuk mengawasi para pemimpin dan pekerja dalam melakukan pekerjaan ini dengan baik. Di sisi lain, hal ini terutama membantu para pemimpin dan pekerja untuk mengerti dan memahami lingkup tanggung jawab mereka, dan pekerjaan yang harus mereka lakukan serta tanggung jawab yang harus mereka penuhi, dan untuk memiliki definisi yang akurat mengenai gelar "pemimpin dan pekerja". Apa saja tanggung jawab para pemimpin dan pekerja? Mereka harus hidup dalam keserupaan dengan apa? Apakah mereka harus seperti para pejabat pemerintah? (Tidak.) "Pemimpin dan pekerja" bukanlah jabatan atau gelar resmi. Orang harus memahami apa itu pemimpin dan pekerja dari tugas yang dilakukan oleh para pemimpin dan pekerja, dan amanat yang dipercayakan Tuhan kepada mereka serta standar dituntut-Nya dari mereka. Dengan cara ini, orang akan memiliki pemahaman yang cukup konkret tentang sebutan "pemimpin dan pekerja", dan menjadi lebih jelas tentang definisi pemimpin dan pekerja. Apa saja tanggung jawab yang setidaknya harus dipenuhi oleh para pemimpin dan pekerja? Mereka harus menyampaikan, mengeluarkan, dan melaksanakan secara akurat setiap pengaturan kerja sesuai dengan tuntutan rumah Tuhan, seperti yang disebutkan dalam bab kesembilan. Terlepas dari aspek apa pun yang berkaitan dengan pengaturan kerja, selama hal itu disampaikan melalui para pemimpin dan pekerja, yang harus mereka lakukan adalah menyampaikan pengaturan kerja tersebut kepada gereja-gereja secara terus-menerus tanpa ada penundaan, setelah mereka memiliki pemahaman yang sepenuhnya akurat tentang pengaturan kerja. Adapun bagi mereka yang menjadi sasaran penyampaian pengaturan kerja, jika rumah Tuhan menuntut pengaturan kerja disampaikan kepada para pemimpin dan pekerja di semua tingkatan, termasuk orang-orang di tingkat pengkhotbah, pemimpin gereja, dan diaken gereja, maka harus disampaikan hingga kepada orang-orang di tingkat ini, dan sampai di situ saja; jika pengaturan kerja harus disampaikan kepada setiap saudara-saudari, maka harus disampaikan kepada setiap saudara-saudari dengan ketat sesuai dengan tuntutan rumah Tuhan. Jika lingkungan tidak memungkinkan disampaikannya pengaturan kerja secara tertulis, dan jika hal itu dapat menimbulkan risiko keselamatan atau bahkan masalah yang lebih besar, maka isi penting dan utama dari pengaturan kerja tersebut harus disampaikan secara akurat kepada setiap orang secara lisan. Jadi, bagaimana hal ini harus dilakukan agar pengaturan kerja dapat dianggap telah disampaikan? Jika pengaturan kerja disampaikan secara tertulis, maka harus dipastikan bahwa setiap orang telah menerima, mengetahui, dan menanggapinya dengan serius; jika disampaikan secara lisan, maka setelah disampaikan, orang-orang harus ditanya berulang kali apakah mereka memahaminya dengan jelas dan mengingatnya, dan mereka bahkan dapat diminta untuk menyebutkan kembali pengaturan kerja tersebut—hanya dengan cara inilah pengaturan kerja dapat dianggap telah benar-benar disampaikan. Jika orang dapat menyebutkan kembali dan dengan jelas menyatakan apa saja prinsip-prinsip yang dituntut rumah Tuhan, dan apa saja isi spesifiknya, ini membuktikan bahwa pengaturan kerja telah disampaikan ke dalam pikiran mereka, bahwa mereka telah mengingat dan memahaminya dengan jelas. Baru pada saat itulah pengaturan kerja dapat dianggap telah benar-benar disampaikan. Jika kondisi, lingkungan, dan faktor-faktor lainnya sesuai untuk menyampaikan pengaturan kerja secara tertulis, maka mutlak harus disampaikan secara tertulis; jika tidak dapat disampaikan secara tertulis karena lingkungannya tidak memungkinkan dan harus disampaikan secara lisan, maka harus dipastikan bahwa apa yang disampaikan secara lisan sama dengan pengaturan kerja, bahwa isinya tidak menyimpang, dan tidak ada pemahaman pribadi yang ditambahkan ke dalamnya, dan berkaitan dengan teks aslinya—hanya dengan cara inilah pengaturan kerja dapat dianggap telah disampaikan dengan benar dan akurat. Pengaturan kerja harus disampaikan sepenuhnya sesuai dengan kata-kata spesifiknya; tidak boleh disampaikan dengan cara yang tidak bertanggung jawab atau dengan penafsiran yang menyimpang atau tidak masuk akal berdasarkan pemahaman dan imajinasi pribadi orang. Dalam hal menyampaikannya secara akurat, orang harus memahami tingkat ketegasan dalam menyampaikan pengaturan kerja; yaitu, penyampaiannya harus dilakukan secara akurat. Sebagian orang berkata, "Apakah kita harus menyampaikannya dengan tepat?" Tidak, tidak perlu seperti itu. Ketepatan adalah hal yang dituntut dari perangkat; jika orang bisa menyampaikannya secara akurat, mereka sudah melakukannya dengan cukup baik. Sebagai contoh, mengenai kehidupan bergereja, pengaturan kerja rumah Tuhan menuntut umat pilihan Tuhan untuk makan dan minum firman Tuhan tentang mengenal Tuhan—apakah ini mudah disampaikan? (Ya.) Pengaturan kerja memberikan lingkup kepada orang-orang, dan mereka dapat membaca semua firman Tuhan yang relevan ini. Namun, jika seseorang salah menafsirkan pengaturan kerja, menambahkan pemahaman, gagasan, serta imajinasi pribadinya, dan menyampaikan beberapa kata tambahan, bukankah ini berarti mereka telah menyimpang dari pengaturan kerja? Apakah mereka menyampaikan pengaturan kerja secara akurat? (Tidak.) Mereka menyampaikan pengaturan kerja dengan memberikan tambahan sendiri—ini omong kosong belaka. Orang harus membaca setiap pengaturan kerja yang berasal dari Yang di Atas beberapa kali dan memahami dengan jelas makna yang benar, pentingnya mengeluarkan pengaturan kerja ini, dan hasil apa yang ingin dicapai, lalu mencari cara yang benar untuk menerapkan bidang pekerjaan spesifik yang diatur oleh Yang di Atas agar tidak membuat kesalahan apa pun. Menyampaikan pengaturan kerja setelah hal-hal ini dipersekutukan dan dipahami akan sepenuhnya akurat. Hal yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah menyampaikan pengaturan kerja dari para pemimpin dan pekerja di daerah pastoral kepada para pemimpin dan pekerja lainnya di semua tingkat lainnya, yang pada akhirnya akan menyampaikannya kepada pengawas setiap tim di setiap gereja. Kemudian, pengaturan kerja rumah Tuhan harus dipersekutukan beberapa kali dalam pertemuan agar semua umat pilihan Tuhan memahaminya dan tahu cara menerapkannya—baru setelah efek ini tercapai, pengaturan kerja dapat dianggap telah disampaikan. Pengaturan kerja harus disampaikan sesuai dengan metode dan lingkup yang dituntut oleh rumah Tuhan. Tentu saja, isi yang disampaikan harus akurat dan bebas dari kesalahan. Pemimpin dan pekerja tidak boleh sembarangan menafsirkannya dan menambahkan pemikiran mereka sendiri—itu bukanlah menyampaikannya secara akurat, dan itu merupakan kegagalan untuk memenuhi tanggung jawab mereka sebagai pemimpin atau pekerja. Beginilah cara menyampaikan dan melaksanakan pengaturan kerja secara akurat harus dipahami.
Apa yang harus dilakukan oleh para pemimpin dan pekerja jika mereka masih belum yakin tentang cara menyampaikan pengaturan kerja secara akurat? Ada metode yang sangat sederhana dan mudah untuk hal ini. Setelah para pemimpin dan pekerja menerima pengaturan kerja, mereka harus terlebih dahulu mempersekutukan pengaturan kerja dengan para pemimpin dan pekerja lainnya, melihat berapa banyak bidang spesifik yang dituntut oleh Yang di Atas untuk pengaturan kerja ini, dan membuat daftarnya satu per satu. Kemudian, berdasarkan pengaturan kerja ini, mereka harus mempertimbangkan situasi nyata dari gereja setempat, seperti keadaan pekerjaan penginjilan, berbagai jenis pekerjaan profesional, dan kehidupan bergereja, serta kualitas dan keadaan keluarga dari segala macam orang yang berbeda, dan sebagainya, dengan menggabungkan semua hal ini untuk melihat bagaimana bagian-bagian pekerjaan ini harus dilaksanakan. Melalui persekutuan, semua pemimpin dan pekerja harus mencapai pemahaman yang sama dan akurat tentang pengaturan kerja, dan memiliki metode yang sesuai untuk menyampaikannya—hanya dengan cara ini pengaturan kerja akan disampaikan secara akurat. Jika pemimpin atau pekerja menerima pengaturan kerja dan tanpa mengetahui apa yang secara spesifik diperlukan, begitu saja mengumpulkan saudara-saudari dan mengeluarkan serta menyampaikannya, apakah ini tepat? Hasilnya adalah satu atau dua bulan setelah pengaturan kerja disampaikan, terdapat penyimpangan dalam cara pelaksanaannya di setiap gereja, dan baru setelah pemimpin atau pekerja mencermatinya, mereka mengetahui bahwa pengaturan kerja tersebut telah disampaikan dengan penyimpangan. Tidak masalah jika pemimpin atau pekerja pada saat itu sungguh-sungguh membaca dan mempersekutukan pengaturan kerja. Namun, karena mereka bermalas-malasan dan bersikap asal-asalan untuk sesaat, mereka menyebabkan adanya banyak kesalahan dan penyimpangan dalam pekerjaan gereja, yang kemudian harus mereka perbaiki. Ini menambah langkah ekstra yang tidak perlu dan membuang-buang waktu. Akan lebih baik jika mereka langsung mempersekutukan pengaturan kerja dengan jelas, lalu menyampaikan dan melaksanakannya satu per satu. Bukankah salah jika pekerjaan tidak dilakukan dengan baik? (Benar.) Oleh karena itu, ada langkah-langkah untuk menyampaikan pengaturan kerja secara akurat. Para pemimpin dan pekerja harus terlebih dahulu memiliki pemahaman yang benar dan pengertian yang akurat tentang isi spesifik dari pengaturan kerja, lalu mereka harus memiliki rencana pelaksanaan dan metode pelaksanaan yang spesifik, serta menargetkan orang-orang untuk pelaksanaannya di benak mereka—hanya dengan cara ini pengaturan kerja dapat disampaikan secara akurat. Apakah tepat jika para pemimpin dan pekerja begitu saja mengeluarkan dan menyampaikan pengaturan kerja jika mereka tidak memiliki pemahaman yang lengkap tentang hal itu, hanya terlihat seolah-olah memahaminya, tidak mengerti dengan jelas dan samar-samar mengetahuinya, atau sama sekali tidak memahami tuntutan dan isi spesifik di dalamnya? (Tidak.) Apakah para pemimpin dan pekerja seperti itu dapat melakukan pekerjaan dengan baik? Tentu saja tidak. Jadi, dalam situasi di mana saudara-saudari tidak mengetahui apa saja standar dan prinsip spesifik yang dituntut dalam pengaturan kerja, atau bagaimana melakukannya dengan benar, para pemimpin dan pekerja telah memiliki pemahaman yang akurat tentang pengaturan kerja, serta rencana dan langkah konkret untuk melaksanakannya—hanya dengan cara ini para pemimpin dan pekerja dapat melakukan langkah pertama, yaitu menyampaikan pengaturan kerja. Setelah pengaturan kerja disampaikan, dan semua saudara-saudari secara akurat memahami isi pengaturan kerja, serta memiliki sejumlah pengetahuan tentang arti penting, nilai, dan standar rumah Tuhan dalam melakukan pekerjaan ini, maka para pemimpin dan pekerja harus segera mempersekutukan cara mendistribusikan orang dan bagian pekerjaan spesifik, serta rencana spesifik terkait siapa yang akan melaksanakan dan melakukan pekerjaan ini—inilah langkah-langkah untuk melakukan pekerjaan. Apa pendapatmu tentang menindaklanjuti pekerjaan dengan cara ini? Apakah cara ini dapat dianggap menindaklanjuti pekerjaan dengan teliti? Apakah cara ini menindaklanjuti pekerjaan dengan segera? (Ya.)
II. Cara Melaksanakan Pengaturan Kerja
Setelah para pemimpin dan pekerja menerima pengaturan kerja bukan berarti mereka hanya perlu menyampaikan dan mengeluarkannya, lalu selesai. Apakah pengaturan kerja dapat dianggap telah dilaksanakan setelah umat pilihan Tuhan di setiap gereja mengetahui bahwa pengaturan kerja tersebut telah dikeluarkan? Ini bukan benar-benar melakukan atau melaksanakan pengaturan kerja, ini bukan memenuhi tanggung jawab mereka, dan juga bukan standar yang pada akhirnya dituntut oleh Tuhan. Menyampaikan dan mengeluarkan pengaturan kerja bukanlah tujuannya—melaksanakan pengaturan kerja adalah tujuannya. Jadi, bagaimana pengaturan kerja harus dilaksanakan secara spesifik? Para pemimpin dan pekerja harus memanggil semua pengawas dan saudara-saudari terkait untuk berkumpul, dan bersekutu dengan mereka tentang bagaimana pekerjaan harus dilakukan, sambil memilih pengawas utama dan anggota tim untuk melakukan pekerjaan tersebut. Hal pertama yang harus dilakukan oleh para pemimpin dan pekerja ketika melaksanakan pekerjaan adalah persekutuan—bersekutu tentang bagaimana melakukan pekerjaan sesuai dengan prinsip-prinsip dan pengaturan kerja dari rumah Tuhan ini, dan bagaimana melakukannya sedemikian rupa sehingga pengaturan kerja dari rumah Tuhan ini dilaksanakan dan dilakukan. Saat melakukan persekutuan, saudara-saudari serta para pemimpin dan pekerja harus mengusulkan berbagai rencana, dan akhirnya memilih cara, metode, dan langkah-langkah yang paling cocok dan sesuai dengan prinsip-prinsip, memutuskan apa yang harus dilakukan terlebih dahulu, dan apa yang harus dilakukan selanjutnya, sehingga pekerjaan dapat berjalan secara teratur. Setelah hal ini dipahami secara teoretis, ketika orang tidak lagi memiliki kesulitan atau imajinasi apa pun, tidak lagi merasakan adanya pertentangan apa pun terhadap pekerjaan ini, dan dapat memahami makna dan tujuan dari pengaturan kerja rumah Tuhan ini, pekerjaan tersebut masih belum dapat dianggap telah dilaksanakan. Harus ditentukan pula siapa yang paling cocok dan terampil dalam pekerjaan ini, siapa yang dapat memikul tanggung jawab pekerjaan ini, dan siapa yang memiliki kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Orang-orang yang akan melakukan pekerjaan ini harus dipilih, rencana pelaksanaan dan batas waktu penyelesaian harus ditetapkan, dan sumber daya, bahan, dan hal-hal lain yang diperlukan agar pekerjaan dapat diselesaikan harus dipersiapkan dan dinyatakan dengan jelas—baru pada saat itulah pekerjaan dapat dianggap telah dilaksanakan. Tentu saja, sebelum pelaksanaan, perlu juga dilakukan komunikasi dan diskusi spesifik dengan orang-orang yang bertanggung jawab atas pekerjaan ini secara individual, menanyakan apakah mereka pernah melakukan pekerjaan ini sebelumnya dan apa pandangan serta pemikiran mereka tentang hal tersebut. Jika mereka memberikan beberapa rencana dan pemikiran yang sesuai dengan prinsip-prinsip, maka hal ini dapat diadopsi. Selain itu, dalam melaksanakan setiap pekerjaan, perhatian juga harus diberikan untuk menemukan berapa banyak masalah yang sebenarnya ada—langkah ini tidak boleh diabaikan. Setelah masalah ditemukan, harus dipikirkan cara untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan cepat, dan setelah menyelesaikan semua masalah yang ada secara menyeluruh, barulah pengaturan kerja dapat benar-benar dilaksanakan. Lagi pula, bukankah engkau juga harus mencari cara untuk melakukan pekerjaan ini yang sesuai dengan prinsip-prinsip yang dituntut dari rumah Tuhan? Selain itu, apakah rumah Tuhan memiliki tuntutan terkait waktu untuk pekerjaan ini, berapa lama jangka waktu pekerjaan ini harus diselesaikan, apakah ada ketentuan konkret mengenai keterampilan profesional, dan sebagainya, merupakan topik-topik yang harus dipersekutukan oleh para pemimpin dan pekerja dengan para pengawas terkait. Inilah pelaksanaan. Pelaksanaan tidak berakhir dengan penyampaian lisan atau teori, tetapi melibatkan kemajuan nyata dari pekerjaan terkait, serta masalah dan kesulitan spesifik tertentu yang perlu diselesaikan. Inilah semua hal yang harus dipertimbangkan oleh para pemimpin dan pekerja ketika melaksanakan pengaturan kerja dengan pengawas. Maksudnya, sebelum melakukan pekerjaan spesifik ini, para pemimpin dan pekerja harus melakukan persekutuan, analisis, dan diskusi semacam ini dengan para pengawas—inilah pelaksanaan. Pelaksanaan ini merupakan tanggung jawab para pemimpin dan pekerja, dan inilah yang harus dicapai oleh para pemimpin dan pekerja. Menerapkan dengan cara ini berarti melakukan pekerjaan nyata. Misalkan pemimpin berkata, "Saat ini, aku juga tidak tahu cara melakukan pekerjaan ini. Bagaimanapun, aku telah menyerahkannya kepadamu. Aku juga telah menyampaikan dan mengeluarkan pengaturan kerja kepadamu, dan aku telah memberitahumu semua hal terkait. Mengenai apakah kautahu cara melakukannya atau tidak, bagaimana engkau melakukannya, apakah engkau melakukannya dengan baik atau buruk, dan berapa lama waktu yang kaubutuhkan, itu semua terserahmu. Hal-hal ini tidak ada hubungannya denganku. Dengan melakukan pekerjaan sebanyak ini, aku telah memenuhi tanggung jawabku." Apakah ini sesuatu yang seharusnya dikatakan oleh para pemimpin dan pekerja? (Tidak.) Jika pemimpin mengatakan hal ini, orang macam apakah mereka? Mereka adalah pemimpin palsu. Setiap kali Yang di Atas memiliki tuntutan dan perlu melakukan pekerjaan sesuai dengan pengaturan kerja, orang semacam ini sepenuhnya melimpahkannya kepada orang lain, dengan berkata, "Kau saja yang melakukannya, aku tidak tahu caranya. Lagi pula, kau sudah mengerti semuanya. Kau orang ahli, aku orang awam." Ini adalah "ungkapan terkenal" yang sering diucapkan oleh para pemimpin palsu; mereka mencari-cari alasan lalu menyelinap pergi.
Singkatnya, para pemimpin palsu tidak bertanggung jawab dalam pekerjaan mereka. Terlepas dari apakah kualitas mereka tinggi atau rendah, atau apakah mereka sanggup melakukan pekerjaan atau tidak, pokoknya mereka tidak penuh perhatian, tidak melakukannya dengan segenap hati, dan selalu bersikap asal-asalan. Ini adalah perwujudan dari sikap tidak bertanggung jawab. Misalkan ada pemimpin atau pekerja yang tidak memiliki kualitas dan pengalaman mendalam, tetapi mereka dapat bekerja dengan penuh perhatian dan melakukannya dengan segenap hati. Meskipun hasil yang mereka capai dalam pekerjaannya termasuk biasa saja, setidaknya, mereka adalah orang yang bertanggung jawab, melakukan pekerjaan dengan segenap hati, dan memberikan yang terbaik. Hanya karena kualitas dan tingkat pertumbuhannya yang kurang, mereka tidak melakukan pekerjaan dengan baik. Jika nantinya mereka benar-benar menjadi kompeten dalam pekerjaan mereka setelah melatih diri selama beberapa waktu, maka pemimpin semacam ini harus terus dibina. Jika pemimpin tidak memiliki sedikit pun hati nurani atau nalar, hanya berpegang pada jabatannya, dan menikmati manfaat yang diperoleh dari status, tetapi sama sekali tidak melakukan pekerjaan nyata, maka mereka adalah pemimpin palsu sejati dan harus segera diberhentikan. Mereka pun tidak akan pernah lagi diizinkan untuk dipromosikan atau digunakan. Pemimpin sejati yang bertanggung jawab mencurahkan segenap kemampuan dalam pekerjaan mereka—mereka mendedikasikan pikiran untuk pekerjaan, mencari berbagai cara untuk menyelesaikan amanat Tuhan, dan mengerahkan upaya terbaik mereka—dengan cara ini, mereka memenuhi tanggung jawab mereka. Sambil melaksanakan pengaturan kerja rumah Tuhan, para pemimpin yang bertanggung jawab juga akan mengamati dan menindaklanjuti status pelaksanaannya. Ketika terjadi situasi yang tidak terduga, mereka akan mampu mengambil tindakan tanggap dan solusi, alih-alih menyelinap pergi dan lepas tangan dari masalah tersebut. Melaksanakan pekerjaan dengan cara ini disebut bertanggung jawab. Ketika pengaturan kerja dikeluarkan, para pemimpin dan pekerja harus menganggapnya sebagai pekerjaan yang paling penting saat itu, dan bertanggung jawab atasnya; mereka harus menindaklanjutinya sendiri, bertanggung jawab atasnya dari awal hingga akhir, dan baru melepaskan pekerjaan itu setelah berada di jalur yang benar, dan para pemimpin masing-masing tim tahu cara melakukannya. Namun, setelah melepaskannya, para pemimpin dan pekerja masih perlu memahami status pekerjaan dan memeriksanya dari waktu ke waktu, hanya dengan cara ini dapat dipastikan bahwa pekerjaan dilakukan dengan baik. Para pemimpin dan pekerja tidak meninggalkan jabatan mereka, bertahan dari awal hingga akhir, mengarahkan pekerjaan ke jalur yang benar—ini yang disebut dengan melakukan pekerjaan nyata. Selama waktu ini, para pemimpin dan pekerja juga perlu memperhatikan dan mencermati kemajuan bidang pekerjaan lainnya. Apa pun kesulitan atau masalah yang muncul dalam pekerjaan, para pemimpin dan pekerja harus segera pergi ke lokasi kerja untuk memberikan arahan dan penyelesaian. Pemimpin utama harus berpegang teguh pada pekerjaan yang paling penting, dan pada saat yang sama, mereka juga perlu menindaklanjuti, memahami, memeriksa, serta mengawasi dan mendorong pekerjaan lain di gereja serta memastikan bahwa semuanya berjalan dengan normal. Untuk pekerjaan yang paling penting, pemimpin utama harus bekerja langsung di lokasi dan mengambil alih kendali pekerjaan ini, dan terutama ketika menyangkut bagian pekerjaan yang penting, mereka tidak boleh meninggalkan lokasi kerja. Jika satu orang tidak cukup, harus ada orang lain yang bekerja sama dengan mereka dan mengarahkan pekerjaan—ini adalah melakukan segala upaya dan bersatu dengan tujuan yang sama untuk melakukan pekerjaan yang penting dengan baik. Karena rumah Tuhan memiliki bagian pekerjaan yang paling penting di setiap tahapan dan periode waktu, jika pemimpin utama tidak melakukan pekerjaan yang penting dengan baik, berarti ada masalah dengan kualitasnya dan mereka harus diberhentikan. Pemimpin utama harus bertanggung jawab atas pekerjaan yang paling penting, sedangkan pemimpin lainnya melakukan hal yang sama untuk pekerjaan biasa; para pemimpin dan pekerja harus belajar cara memprioritaskan pekerjaan berdasarkan kepentingan dan urgensinya, serta cara menimbang pro dan kontra. Jika para pemimpin dan pekerja dapat menguasai prinsip-prinsip ini, berarti mereka memenuhi standar sebagai pemimpin dan pekerja.
Sebagian besar pemimpin dan pekerja di rumah Tuhan adalah kaum muda. Mereka adalah pemula dan sedang berlatih untuk melakukan pekerjaan, jadi hal yang paling penting bagi mereka adalah belajar menguasai prinsip-prinsip. Sebagian orang mungkin berkata, "Bukankah tuntutan yang dimiliki oleh rumah Tuhan bagi para pemimpin dan pekerja terlalu tinggi?" Sebenarnya, sama sekali tidak. Bagaimana menuntut orang untuk menguasai prinsip-prinsip merupakan tuntutan yang tinggi? Bagaimana seseorang dapat melakukan pekerjaan gereja dengan baik jika tidak dapat menguasai prinsip-prinsip? Bagaimana seseorang dapat menjadi pemimpin atau pekerja jika mereka menangani berbagai hal tanpa prinsip-prinsip? Menguasai prinsip-prinsip merupakan tuntutan bagi para pemimpin dan pekerja, bukan orang biasa; jika orang tidak dapat menguasai prinsip-prinsip, maka mereka tidak akan dapat melakukan pekerjaan dengan baik. Orang yang kualitasnya sangat kurang tidak mencapai pemahaman akan prinsip-prinsip, rumah Tuhan tidak akan membina mereka, dan mereka juga tidak memenuhi syarat untuk menjadi pemimpin. Sebagian orang selalu merasa bahwa menjadi pemimpin itu sulit, dan ada dua alasan untuk hal ini: Pertama, mereka sama sekali tidak memahami kebenaran dan tidak mampu menggunakan kebenaran untuk menyelesaikan masalah; kedua, mereka kurang memiliki kualitas, tidak tahu apa artinya melakukan pekerjaan, tidak dapat menjelaskan prinsip-prinsip dan jalan penerapan pekerjaan dengan jelas, dan bahkan tidak dapat membicarakan doktrin dengan jelas. Orang seperti ini tidak cocok menjadi pemimpin. Katakanlah ada orang yang kualitasnya terlalu buruk, mereka tidak tahu cara melakukan pekerjaan, dan sama sekali tidak efisien dalam melaksanakan tugas—yaitu, mereka membutuhkan beberapa hari untuk melakukan pekerjaan yang seharusnya hanya perlu satu hari, dan enam bulan untuk melakukan pekerjaan yang seharusnya hanya perlu satu bulan—orang seperti itu tidak berguna dan tidak ada manfaatnya. Orang yang kualitasnya terlalu buruk tidak dapat melaksanakan tugas apa pun dengan baik. Adil dan masuk akal bagi-Ku untuk memiliki berbagai tuntutan ini dari orang-orang, dan ini adalah hal-hal yang dapat dicapai oleh para pemimpin dan pekerja. Sebagian orang merasa bahwa tuntutan yang dibuat oleh rumah Tuhan terlalu tinggi—ini menunjukkan bahwa kualitas mereka terlalu buruk, mereka tidak memenuhi syarat untuk menjadi pemimpin dan pekerja, dan mereka harus bertanggung jawab dan mengundurkan diri. Engkau tidak sanggup mengemban tanggung jawab sebagai pemimpin atau pekerja, dan engkau tidak cocok menjadi salah satunya. Jadi, meskipun engkau adalah seorang pemimpin, engkau adalah pemimpin palsu. Jika satu pekerjaan saja tidak mampu kaulakukan dengan baik, bagaimana engkau dapat melakukan pekerjaan lain di saat yang bersamaan? Apakah orang yang kualitasnya terlalu buruk layak menjadi pemimpin dan pekerja? Jika mereka bahkan tidak sebaik anjing penjaga, mereka tidak layak disebut manusia. Ketika anjing menjaga suatu rumah, anjing itu tidak hanya mengawasi halaman depan, halaman belakang, dan kebun sayur, tetapi bahkan bisa mengawasi ayam, angsa, dan domba di rumah tersebut. Begitu merasakan ada orang asing mendekat, anjing itu akan menggonggong—tidak akan membiarkan siapa pun masuk ke halaman, dan anjing itu tahu harus memperingatkan pemiliknya akan kedatangan orang asing tersebut. Bahkan, pikiran anjing pun tidak sederhana. Jika kualitas orang terlalu buruk dan bahkan tidak dapat dibandingkan dengan anjing, bukankah orang semacam itu tidak berguna? Sebagian orang suka bersantai dan tidak suka bekerja, rakus dan malas, dan ingin menumpang hidup di rumah Tuhan tanpa melakukan apa pun—bukankah mereka benalu? Dengan menuntut para pemimpin dan pekerja untuk menangani berbagai hal dengan prinsip-prinsip, rumah Tuhan membina dan melatih mereka agar mampu menerapkan kebenaran dan memasuki kenyataan dalam pelaksanaan tugas mereka. Sebagian pemimpin dan pekerja mampu mengejar kebenaran dan tunduk kepada pengaturan rumah Tuhan—orang-orang ini diberkati oleh Tuhan. Mereka yang suka bersantai dan tidak suka bekerja serta tidak melakukan sesuatu yang nyata harus disingkirkan. Semua orang tidak berguna yang mendambakan kenyamanan, yang takut akan kesulitan dan kelelahan, yang selalu mengeluh tentang kesulitan dan kesukaran, serta sama sekali tidak dapat menanggung penderitaan harus disingkirkan—tidak seorang pun boleh tersisa! Jika para pemimpin dan pekerja menghadapi berbagai kesulitan ketika memulai pekerjaan, mereka harus mencari sumber dari masalah tersebut, lalu mengeluarkan para pengacau yang menghalangi dan tidak bernalar itu—batu sandungan dan rintangan itu. Ketika mereka yang tersisa adalah orang-orang yang dapat menerima kebenaran, taat, dan tunduk, maka akan jauh lebih mudah untuk memimpin mereka. Ketika para pemimpin dan pekerja bekerja, mereka harus terlebih dahulu mempersekutukan kebenaran dengan jelas sehingga orang-orang memiliki jalan ke depan setelah mendengarnya. Mereka tidak boleh membicarakan doktrin, meneriakkan slogan-slogan, apalagi memaksa orang untuk mengindahkan, menaati, dan menerapkannya. Jika para pemimpin dan pekerja mempersekutukan kebenaran dengan jelas, maka sebagian besar orang akan bersedia menerapkannya. Sungguh memprihatinkan jika para pemimpin dan pekerja tidak menerangkan segala sesuatu dengan jelas atau gamblang, tetapi masih menuntut saudara-saudari untuk menerapkannya, dan saudara-saudari tidak tahu cara menerapkan dan tidak dapat menemukan jalan penerapan—ini akan memengaruhi hasil pekerjaan. Selama para pemimpin dan pekerja dapat menjelaskan dengan gamblang dan mempersekutukan dengan jelas prinsip-prinsip kebenaran yang terdapat dalam setiap jenis pekerjaan spesifik, maka sebagian besar orang akan mengerti dan bernalar, serta bersedia melakukan bagian mereka. Semua orang bersedia mendengarkan seseorang jika perkataannya itu benar, sesuai dengan kebenaran, dan bermanfaat bagi pekerjaan gereja dan jalan masuk kehidupan saudara-saudari. Namun, ada situasi di mana beberapa pemimpin dan pekerja hanya mengucapkan kata-kata dan doktrin, dan ketika seseorang bertanya kepada mereka tentang jalan penerapan spesifik, mereka tidak dapat menjelaskannya, dan justru menyampaikan beberapa doktrin agung dan meneriakkan sejumlah slogan, lalu menyuruh orang itu pergi. Orang itu tidak yakin, dan berpikir, "Engkau memintaku menerapkannya, tetapi engkau tidak menerangkan dengan jelas—bagaimana aku bisa menerapkannya? Aku tidak punya jalan untuk diikuti! Aku bertanya kepadamu karena aku tidak mengerti, tetapi ternyata engkau pun tidak mengerti, dan hanya tahu cara membicarakan doktrin dan meneriakkan slogan-slogan. Engkau tidak lebih baik dariku. Mengapa aku harus menaatimu? Aku menaati kebenaran, bukan dirimu yang membicarakan doktrin dan meneriakkan slogan-slogan!" Situasi seperti ini memang terjadi. Jika para pemimpin dan pekerja bisa untuk tidak membicarakan doktrin kosong, berbicara dengan jujur, dan mempersekutukan prinsip-prinsip dan jalan penerapan dengan jelas, maka sebagian besar orang akan dapat menaatinya. Oleh karena itu, pekerjaan gereja sebenarnya mudah dilakukan; selama para pemimpin dan pekerja dapat dengan sungguh-sungguh melaksanakan pengaturan kerja, berpegang pada jabatan kerjanya, dan terlibat dalam pekerjaan spesifik, maka mereka pasti dapat melakukan pekerjaan dengan baik. Yang mengkhawatirkan adalah jika para pemimpin, pekerja, dan pengawas tidak bertanggung jawab dan bersikap superior, hanya tahu cara membicarakan doktrin dan meneriakkan slogan-slogan, dan tidak terlibat dalam pekerjaan spesifik di lapangan—maka pasti akan ada masalah dalam pekerjaan. Ini karena bawahan tidak dapat mengetahui yang sebenarnya mengenai hal-hal semacam ini, mereka membutuhkan seseorang yang dapat menunjukkan jalan, seorang andalan, yang secara pribadi mampu memimpin dan memerintah, serta yang dapat memberikan pengawasan dan melakukan pemeriksaan, jika tidak, pekerjaan tidak akan terlaksana. Jika engkau berharap bahwa dirimu hanya perlu meneriakkan beberapa doktrin dan slogan dari posisi berstatus, lalu orang-orang bawahan akan bertindak dan melakukan apa yang kaukatakan, bermimpilah saja. Orang-orang bawahan ini seperti mesin: Jika tidak ada yang menggerakkan, mereka tidak akan bertindak. Jika mereka yang berperan sebagai pemimpin dan pekerja bahkan tidak dapat mengetahui yang sebenarnya tentang hal ini, maka wawasan mereka sangat kurang! Ketika para pemimpin palsu bekerja, mereka tidak dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Mereka tidak tahu mana pekerjaan yang penting dan mana yang bersifat umum, dan mereka juga tidak mampu memprioritaskan tugas berdasarkan tingkat kepentingan dan urgensinya. Apa pun yang mereka lakukan, mereka tidak memiliki prinsip, tidak dapat menerangkan jalan penerapan dengan jelas, dan hanya membicarakan doktrin dan meneriakkan slogan-slogan, serta mengatakan beberapa hal yang tidak nyata. Akibatnya, mereka tidak mampu melakukan pekerjaan apa pun dan hanya dapat disingkirkan. Para pemimpin dan pekerja harus tahu cara mengatur serta melaksanakan pekerjaan, dan mereka harus tahu cara memeriksa maupun mengarahkan pekerjaan, serta menyelesaikan sendiri masalah yang muncul. Hanya para pemimpin dan pekerja seperti ini yang dapat melakukan pekerjaan nyata dan benar-benar meyakinkan orang. Jika pemimpin tidak dapat mengarahkan pekerjaan atau menemukan dan menyelesaikan masalah, dan mereka hanya mampu terus-menerus menceramahi dan memangkas orang lain, dan menyalahkan orang lain ketika mereka sendiri mengacaukan segalanya, maka ini adalah pemimpin yang tidak kompeten. Pemimpin seperti itu adalah orang yang tidak berguna, merupakan pemimpin palsu, dan harus disingkirkan. Jika tidak tahu cara melakukan beberapa pekerjaan spesifik, engkau setidaknya harus mencari dua orang yang cocok untuk bertindak sebagai asistenmu yang membantu melakukan pekerjaan spesifik ini dengan baik, dan engkau setidaknya harus terlebih dahulu menangani dan mengeluarkan orang-orang yang menghalangi dan menimbulkan kekacauan. Bukankah ini menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk melakukan pekerjaan ini dengan baik? Jika engkau menemukan orang yang dapat melakukan sesuatu yang nyata dan segera mempromosikannya, serta menangani dan mengeluarkan mereka yang menyebabkan gangguan dan kekacauan, maka akan ada jauh lebih sedikit kesulitan ketika engkau terus melakukan pekerjaan ini. Pemimpin yang kualitasnya sangat kurang tidak akan mampu bekerja seperti ini. Mereka takut menyinggung perasaan orang lain, dan ketika mereka melihat orang jahat yang terus-menerus menyebabkan gangguan dan kekacauan, mereka tidak menanganinya. Mereka juga tidak dapat menentukan siapa yang mampu melakukan sesuatu yang nyata, dan tidak mengetahui siapa yang tepat untuk dipromosikan guna bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut. Pemimpin seperti ini buta dan mereka tidak mampu melakukan pekerjaan mereka. Jika para pemimpin dan pekerja tidak memahami kebenaran atau keterampilan profesional, mereka tidak akan melakukan pekerjaan mereka dengan baik, jadi para pemimpin dan pekerja harus sering berlatih untuk melakukan pekerjaan nyata. Selama mereka menguasai prinsip-prinsip, mengetahui cara memprioritaskan tugas berdasarkan tingkat kepentingan dan urgensinya, serta mengetahui cara menimbang pro dan kontra, mereka akan dapat melakukan pekerjaan mereka dengan baik dan akan memenuhi standar sebagai pemimpin dan pekerja.
Setelah Aku mempersekutukan isi tentang menyampaikan, mengeluarkan, dan melaksanakan secara akurat pengaturan kerja sesuai dengan tuntutan rumah Tuhan, apakah engkau para pemimpin dan pekerja sekarang memiliki beberapa pemahaman dasar tentang cara menyikapi dan melaksanakan pengaturan kerja? Apakah engkau sekarang memiliki beberapa pemahaman spesifik tentang tanggung jawab dan kewajiban yang harus kaupenuhi ketika melaksanakan pengaturan kerja? (Ya.) Kini, setelah memiliki pemahaman spesifik ini, engkau harus mempertimbangkan apa yang mesti kaulakukan dan sejauh mana dirimu mampu melakukannya, lalu engkau harus mampu menilai apakah dirimu memiliki kualitas atau tidak untuk menjadi pemimpin atau pekerja, dan apakah engkau mampu atau tidak melakukan pekerjaan kepemimpinan. Adapun bagi para pemimpin dan pekerja tertentu yang memiliki kualitas buruk dan tidak melakukan pekerjaan nyata—yaitu mereka yang kita sebut sebagai pemimpin palsu—setelah memahami isi spesifik dari tanggung jawab kesembilan para pemimpin dan pekerja, apa yang harus mereka lakukan? Ada yang berkata, "Dahulu, aku tidak begitu mengerti tanggung jawab pemimpin dan pekerja. Setelah menjadi pemimpin, aku hanya mengandalkan gagasan dan imajinasiku untuk melakukan beberapa pekerjaan demi dilihat orang lain. Kupikir karena diriku antusias dan bersedia menanggung penderitaan, aku mungkin memenuhi standar sebagai pemimpin. Aku merasa tercengang setelah mendengarkan Tuhan yang melakukan persekutuan dengan cara ini. Ternyata aku seorang pemimpin palsu, kualitasku terlalu buruk, dan aku tidak dapat melakukan pekerjaan nyata. Aku bahkan tidak mampu melaksanakan satu pun pengaturan kerja spesifik rumah Tuhan. Dahulu aku mengira bahwa dengan membaca pengaturan kerja beberapa kali, membagikannya kepada semua orang, lalu mendorong dan mengawasi orang-orang bawahan ketika mereka mengerjakannya, berarti aku telah melaksanakan pengaturan kerja itu. Setelah beberapa saat, aku menyadari bahwa pekerjaan belum dilakukan dengan baik dan banyak pekerjaan spesifik yang terabaikan, dan baru saat itulah aku menyadari bahwa kualitasku benar-benar kurang, dan aku tidak berbakat menjadi pemimpin." Jadi, apa yang harus dilakukan oleh orang seperti ini? Apakah tidak masalah jika mereka berhenti bekerja? (Tidak.) Lalu, apakah ada cara untuk menyelesaikan masalah ini? Atau apakah masalah ini tidak dapat diselesaikan? (Tidak, masalah ini dapat diselesaikan. Orang-orang itu harus berusaha melakukan yang lebih baik sesuai dengan tuntutan Tuhan.) Ini adalah sudut pandang yang positif dan aktif; serta sangat baik. Mereka harus berusaha melakukan yang lebih baik sesuai dengan tuntutan Tuhan, memiliki keyakinan, dan mengandalkan Tuhan, serta tidak menjadi negatif, atau berhenti bekerja—ini adalah salah satu solusinya. Apakah ini solusi yang baik? (Ya.) Namun, apakah ini satu-satunya solusi? (Tidak. Jika kualitas mereka terlalu buruk dan benar-benar tidak dapat melakukan pekerjaan nyata, maka mereka dapat bertanggung jawab atas hal ini dan mengundurkan diri dari jabatannya.) Ini adalah solusi kedua. Jika mereka telah mencoba sebelumnya, dan merasa tak mampu melakukan pekerjaan kepemimpinan—yang berarti, jika pekerjaan itu sangat berat dan melelahkan bagi mereka, dan mereka merasa sangat cemas tidak dapat tidur nyenyak, dan setiap hari merasa seolah-olah ada gunung besar yang menekan mereka sehingga tidak dapat mengangkat kepala atau menarik napas, dan mereka bahkan merasa bahwa kakinya terasa berat ketika berjalan—dan setelah mendengarkan tuntutan spesifik ini, mereka makin merasa bahwa kualitasnya terlalu buruk dan tidak dapat melakukan pekerjaan itu, apa yang harus mereka lakukan? Ada satu hal yang dapat mereka lakukan, yaitu segera mengundurkan diri. Jika tidak dapat melakukan pekerjaan nyata, maka mereka tidak boleh memengaruhi pekerjaan rumah Tuhan—inilah nalar yang seharusnya mereka miliki. Mereka tidak boleh begitu saja memaksakan diri melampaui batas, bersikeras melakukan sesuatu yang melebihi kemampuannya, atau melakukan hal-hal bodoh. Hanya mereka yang menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal ini yang memiliki nalar. Orang yang bernalar memiliki kesadaran diri; mereka mengetahui dengan jelas kualitas dan kekurangannya sendiri. Baru setelah orang mengetahui dengan jelas ukurannya sendiri, mereka dapat secara akurat memahami apa yang mampu dan tidak mampu mereka lakukan, serta apa yang paling cocok untuk mereka lakukan. Mengapa orang harus mengetahui kualitas dirinya sendiri? Ini membantu mereka memastikan tugas yang harus mereka lakukan, dan juga membantu mereka melakukan tugas tersebut dengan baik. Jika engkau telah memeriksa dirimu sendiri dan menyadari bahwa engkau hanya memiliki kualitas ini dan tahu bahwa engkau tidak mampu melakukan pekerjaan kepemimpinan, maka tidak perlu lagi memeriksa dirimu dan membuktikannya. Engkau harus segera mengundurkan diri—jangan mempertahankan jabatanmu dan menolak untuk mundur; jangan memengaruhi dan menyebabkan penundaan bagi orang lain saat engkau tidak dapat melakukan pekerjaan spesifik. Bukankah mengundurkan diri adalah jalan ke depan? Kedua jalan ini terbentang di hadapanmu, dan engkau dapat memilih salah satunya; engkau tidak kekurangan jalan ke depan, dan tidak hanya ada satu jalan. Engkau dapat membuat penilaian yang nyata dan akurat tentang situasimu yang sebenarnya berdasarkan pemahamanmu akan diri sendiri, serta evaluasi yang dibuat tentang dirimu oleh saudara-saudari di sekitarmu yang mengenalmu, lalu membuat pilihan yang tepat. Rumah Tuhan tidak akan mempersulitmu. Bagaimana pendapatmu tentang hal ini? (Itu bagus.) Sebagian orang berkata, "Aku ingin mencoba lagi dan berusaha menjadi lebih baik. Kurasa aku bisa melakukannya. Aku hanya kurang memperhatikan pengejaran kebenaran selama bertahun-tahun itu, dan setelah menjadi pemimpin, aku masih tidak tahu cara mencari kebenaran, dan bekerja dengan cara yang bingung. Dahulu aku berpikir menjadi pemimpin gereja itu sangat mudah, hanya perlu mengatur orang untuk menghadiri pertemuan, memimpin persekutuan tentang kebenaran, menyelesaikan masalah yang muncul dengan cepat, dan segera melaksanakan pengaturan apa pun dari Yang di Atas, dan itu saja. Setelah menjadi pemimpin untuk beberapa waktu, tidak pernah kubayangkan, aku akan menemukan bahwa ada begitu banyak masalah yang tidak dapat kuselesaikan, bahwa saat Yang di Atas bertanya mengenai pekerjaan, aku tidak tahu bagaimana menanggapinya, dan bahwa aku tidak dapat memberikan jawaban ketika beberapa umat pilihan Tuhan mengajukan masalah nyata. Selama bertahun-tahun saudara-saudari percaya kepada Tuhan, mereka semua telah sering membaca firman Tuhan dan mendengarkan khotbah. Mereka semua tentu memahami beberapa kebenaran dan memiliki sejumlah kemampuan dalam menilai. Tanpa kenyataan kebenaran, aku benar-benar tidak dapat menyirami atau membekali mereka." Sekarang sudah jelas bahwa tidak sesederhana itu untuk melakukan pekerjaan spesifik apa pun di rumah Tuhan dengan baik. Di satu sisi, orang perlu memiliki kualitas, sedangkan di sisi lain, mereka perlu menanggung beban, serta memahami kebenaran—semua hal ini mutlak diperlukan. Tidak akan bisa jika seseorang tidak mengejar kebenaran atau tidak memiliki kualitas, dan juga tidak akan bisa jika seseorang tidak memiliki kemanusiaan serta tidak menanggung beban. Pekerjaan spesifik membutuhkan pendekatan spesifik, dan ini bukanlah hal yang sederhana. Namun, beberapa orang masih belum yakin. Mereka masih ingin mencoba lagi, dan meminta untuk kembali diberi kesempatan—haruskah orang-orang seperti ini kembali diberi kesempatan? Jika kemampuan kerja dan kualitas mereka termasuk biasa saja, tetapi dapat melakukan beberapa pekerjaan spesifik, dan tidak bersikap asal-asalan serta berfokus pada penyelesaian masalah untuk mencapai hasil dalam pekerjaannya, dan dapat menaati serta tunduk kepada pengaturan apa pun yang dibuat oleh Yang di Atas, dan pada dasarnya melaksanakan pekerjaan sesuai dengan pengaturan kerja serta prinsip-prinsip yang dituntut dari rumah Tuhan, dan meskipun sebelumnya mereka tidak melakukan pekerjaannya dengan baik karena masih muda, tidak memahami kebenaran, dan memiliki dasar yang terlalu dangkal, mereka adalah orang yang benar, maka harus kembali diberi kesempatan dan terus melatih dirinya sendiri—jangan memberhentikan mereka begitu saja. Tidak mudah menjadi pemimpin atau pekerja, dan juga tidak mudah memilih pemimpin atau pekerja. Kini, sebagian besar pemimpin dan pekerja memiliki pemahaman tentang tanggung jawab mereka, dan setidaknya akan menjadi lebih baik dalam pekerjaan mereka daripada sebelumnya—ini adalah fakta.
Setelah Aku selesai mempersekutukan prinsip-prinsip kebenaran mengenai tanggung jawab kesembilan para pemimpin dan pekerja—menyampaikan, mengeluarkan, dan melaksanakan secara akurat berbagai pengaturan kerja rumah Tuhan sesuai dengan tuntutannya, memberikan bimbingan, pengawasan, dan dorongan, serta memeriksa dan menindaklanjuti status pelaksanaannya—hatimu menjadi cerah, dan engkau memiliki jalan penerapan. Engkau tidak hanya mampu memenuhi tugasmu sekarang dan memiliki jalan masuk kehidupan, tetapi engkau juga harus memiliki sejumlah pengetahuan atau penilaian tentang para pemimpin dan pekerja, dan setidaknya telah memperoleh kejelasan dan pemahaman tentang tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh para pemimpin dan pekerja serta pekerjaan yang harus mereka lakukan. Singkatnya, mengetahui apakah para pemimpin dan pekerja melakukan pekerjaan nyata atau tidak akan sangat membantu dan bermanfaat bagi setiap umat pilihan Tuhan, dan dengan cara ini, pemahaman mereka terhadap tanggung jawab para pemimpin dan pekerja tidak akan kosong lagi, tetapi akan menjadi lebih konkret.
10 April 2021
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.