Tanggung Jawab Para Pemimpin dan Pekerja (21) Pasal Satu
Cara Membedakan Antikristus dari Orang yang Memiliki Watak Antikristus
Membedakan Mereka Berdasarkan Sikap Mereka terhadap Kebenaran
Hari ini, kita akan melanjutkan dengan bersekutu tentang tanggung jawab para pemimpin dan pekerja. Sebelum memulai persekutuan ini secara resmi, mari kita meninjau kembali salah satu topik tentang antikristus yang sebelumnya dipersekutukan, yaitu bagaimana membedakan orang yang memiliki watak antikristus dari mereka yang memiliki esensi antikristus, dan apa perbedaan di antara kedua jenis orang ini. Pertama, kita akan bersekutu tentang cara mengidentifikasi antikristus; ini tidak terlalu sulit. Pertama-tama, engkau harus memahami dengan jelas apa saja perwujudan ciri yang jelas yang antikristus perlihatkan, sehingga engkau mampu mengidentifikasi antikristus yang asli dalam waktu singkat, memastikan bahwa mereka pasti bukanlah orang yang hanya memiliki watak antikristus atau orang yang sedang menempuh jalan antikristus. Dengan cara ini, engkau akan memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi antikristus dan tidak akan lagi disesatkan, dijerat, serta dikendalikan oleh mereka. Sekarang ini, hal yang paling penting adalah mampu membedakan perbedaan yang jelas antara orang yang memiliki esensi natur antikristus dan mereka yang memiliki watak antikristus. Untuk membedakan kedua jenis orang ini, engkau harus terlebih dahulu memahami ciri utama mereka. Ada orang-orang yang hanya memahami perwujudan kerusakan antikristus dalam kehidupan sehari-hari, seperti kecenderungan mereka untuk menegaskan status mereka dan menceramahi orang lain, tetapi tidak mampu mengidentifikasi esensi natur antikristus. Bolehkah hanya memahami hal ini? (Tidak.) Ada juga orang yang berkata bahwa perwujudan yang paling menonjol dari antikristus adalah kecongkakan serta kesombongan mereka, dan mereka menggolongkan semua orang yang congkak dan sombong sebagai antikristus. Apakah ini benar? (Tidak.) Mengapa tidak benar? Karena kecongkakan dan kesombongan bukanlah perwujudan yang paling menonjol dari antikristus; keduanya adalah watak rusak yang dimiliki oleh semua manusia yang rusak. Semua orang memiliki watak yang congkak dan sombong, jadi menggolongkan semua orang yang congkak dan sombong sebagai antikristus adalah kesalahan serius. Jadi, perwujudan apa yang merupakan perwujudan esensial antikristus, yang dapat membuat perbedaan esensial antara antikristus dan orang yang memiliki watak antikristus menjadi jelas meski hanya dengan melihatnya sekilas, serta memungkinkan orang untuk mengenali bahwa esensi kedua jenis orang ini berbeda, dan bahwa orang-orang semacam itu harus diperlakukan dengan cara yang berbeda? Dalam aspek-aspek tertentu, seperti tindakan, perilaku, dan watak, apakah kedua jenis orang ini memiliki kesamaan dan kemiripan? (Ya.) Jika engkau tidak mengamati dengan saksama, tidak membedakan dengan serius, atau tidak memiliki pemahaman yang akurat serta kemampuan untuk mengidentifikasi watak dan esensi kedua jenis orang ini di dalam hatimu, akan sangat mudah memperlakukan mereka seolah-olah mereka adalah jenis orang yang sama. Bahkan engkau mungkin salah mengira seorang antikristus sebagai orang yang memiliki watak antikristus dan sebaliknya, yang berarti, engkau akan mudah membuat penilaian yang keliru seperti ini. Jadi, apa saja ciri dan perbedaan utama antara kedua jenis orang ini yang dapat memungkinkan orang untuk membedakan dengan bukti yang kuat siapa yang merupakan antikristus dan siapa yang merupakan orang yang memiliki watak antikristus? Engkau semua pasti sudah tidak asing lagi dengan topik ini, jadi mari kita dengarkan pemikiranmu. (Salah satu aspek yang digunakan untuk membedakan antara antikristus dan orang yang memiliki watak antikristus adalah melalui sikap mereka terhadap kebenaran; aspek lainnya adalah melalui kemanusiaan mereka. Dalam sikap mereka terhadap kebenaran, antikristus membenci kebenaran dan tidak menerimanya sama sekali. Sebanyak apa pun perbuatan jahat yang mereka lakukan yang menyebabkan kekacauan serta gangguan, dan dengan cara apa pun engkau menyampaikan persekutuan kepada mereka atau memangkas mereka, mereka tidak mengakuinya dan bersikeras tidak mau bertobat. Orang yang memiliki watak antikristus mungkin juga melakukan kesalahan ketika mereka tidak memahami kebenaran atau tidak memahami prinsip, tetapi setelah dipangkas, mereka dapat menerima kebenaran, merenungkan dan mengenal dirinya sendiri, bisa merasa menyesal dan bertobat. Dari perspektif sikap mereka terhadap kebenaran, esensi antikristus adalah bahwa mereka membenci kebenaran, sedangkan orang yang memiliki watak antikristus mampu menerima kebenaran. Dari perspektif kemanusiaan mereka, antikristus adalah orang jahat yang tidak memiliki kesadaran hati nurani atau rasa malu, sedangkan orang yang memiliki watak antikristus memiliki kesadaran hati nurani dan rasa malu.) Engkau telah menyebutkan dua ciri; apakah konten ini dipersekutukan sebelumnya? Apakah ini dianggap sebagai ciri yang jelas? (Ya.) Sikap antikristus dan orang yang memiliki watak antikristus terhadap kebenaran sama sekali berbeda. Ini adalah poin yang sangat penting, dan merupakan perwujudan dengan ciri yang jelas. Antikristus muak akan kebenaran dan tidak menerimanya sama sekali. Mereka lebih baik mati daripada mengakui bahwa firman Tuhan adalah kebenaran. Dengan cara apa pun engkau mempersekutukan kebenaran, di dalam hatinya, mereka menentang dan muak akan hal itu. Bahkan di dalam hatinya, mereka mungkin mengumpatmu, mengejekmu, merendahkanmu, memperlakukanmu dengan sikap menghina. Antikristus itu memusuhi kebenaran; ini adalah ciri yang jelas. Dan seperti apakah ciri-ciri orang yang memiliki watak antikristus? Secara akurat dan objektif, orang yang memiliki watak antikristus tetapi sedikit berhati nurani dan bernalar mampu mengubah gagasan mereka serta menerima kebenaran melalui orang lain yang mempersekutukan kebenaran kepada mereka. Jika mereka dipangkas, mereka juga dapat tunduk. Artinya, selama orang yang memiliki watak antikristus itu benar-benar percaya kepada Tuhan, kebanyakan dari mereka mampu menerima kebenaran hingga taraf yang berbeda-beda. Singkatnya, orang yang memiliki watak antikristus mampu menerima kebenaran dan tunduk melalui berbagai cara, seperti mereka sendiri membaca firman Tuhan, menerima pendisiplinan dan pencerahan dari Tuhan, atau pemangkasan, bantuan, dan dukungan dari saudara-saudari. Ini adalah ciri yang jelas. Namun, antikristus itu berbeda. Siapa pun yang mempersekutukan kebenaran, mereka tidak mau mendengarkannya, dan tidak mau tunduk. Mereka hanya memiliki satu sikap: Mereka lebih baik mati daripada menerima kebenaran. Dengan cara apa pun engkau memangkas mereka, itu tidak ada gunanya. Sekalipun engkau mempersekutukan kebenaran sejelas mungkin, mereka tidak menerimanya; bahkan di dalam hatinya, mereka menentang dan merasa muak akan hal itu. Dapatkah seseorang yang memiliki watak seperti itu yang membenci kebenaran tunduk kepada Tuhan? Tentu saja tidak. Oleh karena itu, antikristus adalah musuh Tuhan, dan mereka adalah orang-orang yang tidak dapat diperbaiki.
Membedakan Mereka Berdasarkan Kemanusiaan Mereka
Baru saja, engkau semua menyebutkan ciri lain untuk membedakan antikristus dari orang yang memiliki watak antikristus, yaitu dari perspektif kemanusiaan. Siapa yang mau menyampaikan lebih banyak persekutuan tentang ciri ini? (Antikristus memiliki kemanusiaan yang sangat kejam; mereka mampu menindas serta menyiksa orang, dan sebanyak apa pun kejahatan yang mereka perbuat, mereka tidak tahu bagaimana bertobat.) Benar, ciri utama antikristus adalah kemanusiaan mereka yang kejam, sikap mereka yang tidak tahu malu, tidak berhati nurani dan tidak bernalar. Sebanyak apa pun perbuatan jahat yang mereka lakukan di gereja atau sebanyak apa pun kerusakan yang mereka sebabkan terhadap pekerjaan gereja, mereka tidak menganggapnya memalukan, juga tidak berpikir bahwa mereka adalah orang berdosa. Entah mereka disingkapkan oleh rumah Tuhan atau dipangkas saudara-saudari, mereka tetap tidak terpengaruh, tidak merasa tertegur atau sedih. Inilah perwujudan antikristus dalam hal kemanusiaan. Ciri-ciri utama mereka adalah mereka tidak berhati nurani dan tidak bernalar, tidak punya rasa malu, dan memiliki watak yang sangat kejam. Mereka menghakimi dan menyiksa siapa pun yang menyinggung kepentingan mereka, dan mereka memiliki hasrat yang sangat kuat untuk membalas dendam, tidak menyayangkan siapa pun, bahkan kerabat mereka sendiri. Sekejam inilah antikristus itu. Sebaliknya, sebanyak apa pun kerusakan yang diperlihatkan orang yang memiliki watak antikristus, mereka belum tentu merupakan orang jahat. Kekurangan atau kelemahan apa pun yang mereka miliki dalam kemanusiaan mereka, kesalahan apa pun yang bisa saja mereka perbuat, atau dalam hal apa pun mereka bisa saja gagal dan tersandung, mereka mampu merenungkan diri mereka serta memetik pelajaran setelahnya. Ketika menghadapi pemangkasan, mereka mampu mengakui kesalahan mereka dan merasa menyesal; dan ketika saudara-saudari mengkritik atau menyingkapkan mereka—meskipun mereka mungkin berusaha sedikit membela diri dan tidak mau mengakuinya pada saat itu—di dalam hatinya, mereka sebenarnya sudah mengakui kesalahan mereka dan tunduk. Ini membuktikan bahwa mereka masih dapat menerima kebenaran dan dapat berubah. Ketika mereka melakukan kesalahan atau menghadapi masalah apa pun, hati nurani dan nalar mereka masih dapat berfungsi; mereka sadar, tidak mati rasa dan tak berperasaan, atau tidak bersikap keras kepala dan tak mau mengakui sesuatu. Selain itu, meskipun jenis orang ini memiliki watak antikristus, mereka relatif berempati dan agak lebih baik hati. Ketika menghadapi berbagai masalah, ciri-ciri yang mereka perlihatkan dalam hal kemanusiaan dapat digambarkan—dengan cara yang paling tepat dan mudah dipahami—bahwa mereka relatif masuk akal. Jika dipangkas dengan keras, paling-paling mereka mungkin merasa sedikit kesal di dalam hatinya, tetapi dari perwujudan kemanusiaannya, dapat terlihat bahwa mereka masih punya rasa malu, bahwa hati nurani mereka dapat menuduh mereka, dan bahwa nalar mereka masih dapat memberikan efek pengekangan tertentu. Jika mereka menyebabkan kerugian pada kepentingan rumah Tuhan atau merugikan saudara-saudari, di dalam hatinya, mereka selalu merasa gelisah dan merasa telah mengecewakan Tuhan. Perwujudan ini diperlihatkan hingga taraf yang berbeda-beda oleh orang-orang yang memiliki watak antikristus. Sekalipun mereka tidak segera menebus kesalahan mereka atau membuat pilihan yang benar serta menerapkan dengan benar setelah sesuatu terjadi, orang-orang ini masih memiliki kesadaran di dalam hatinya. Hati nuraninya menuduh mereka; mereka tahu bahwa mereka telah berbuat salah dan tidak boleh lagi bertindak seperti itu, dan mereka juga merasa bahwa mereka bukan orang yang baik—secara halus, mereka semua dapat memiliki perasaan seperti ini. Terlebih dari itu, seiring berjalannya waktu, keadaan mereka akan berubah, dan mereka akan benar-benar bertobat. Mereka akan merasa sangat bersalah, menyesali bahwa mereka pada awalnya tidak membuat pilihan yang benar atau tidak menerapkan dengan benar. Perwujudan ini justru adalah perwujudan yang paling umum dan biasa yang diperlihatkan oleh manusia yang rusak. Namun, mereka yang merupakan antikristus itu istimewa; mereka bukan manusia melainkan setan. Berapa lama pun waktu berlalu setelah mereka berbuat jahat atau dosa, mereka tidak menyesal sama sekali; mereka tetap keras kepala dan bersikeras sampai akhir. Orang-orang yang memiliki watak antikristus dapat tunduk ketika menghadapi pemangkasan biasa. Ketika menghadapi pemangkasan yang keras, mereka mungkin membela diri, menyangkal berbagai hal, dan tak mau menerimanya pada saat itu, tetapi kemudian mereka mampu merenungkan dan mengenal diri mereka sendiri, dan merasa menyesal serta bertobat. Sekalipun seseorang mengejek dan menghakimi dengan menganggap mereka tidak memiliki kemanusiaan, hati mereka mungkin terasa sakit tetapi mereka tidak melawan atau memperlakukan orang itu sebagai musuh. Mereka juga bisa memahami orang itu, berpikir, "Aku sendirilah yang harus disalahkan atas kesalahan itu; tidak peduli bagaimana orang lain memperlakukanku, itu tidak lebih dari yang pantas kuterima." Perwujudan ini terlihat dengan sendirinya pada taraf yang berbeda-beda dalam diri orang-orang. Singkatnya, perwujudan ini adalah perwujudan yang normal dan alami dari orang yang memiliki watak antikristus, orang yang memiliki watak yang rusak, dan di sinilah mereka jelas berbeda dari antikristus. Melalui perwujudan yang berbeda dari kedua keadaan ini, segera menjadi jelas orang mana yang merupakan orang jahat dan antikristus, dan orang mana yang merupakan orang yang hanya memiliki watak antikristus tetapi bukan orang jahat.
Membedakan Mereka Berdasarkan Apakah Mereka Benar-Benar Bertobat atau Tidak
Dua aspek perbedaan antara antikristus dan orang yang memiliki watak antikristus baru saja disebutkan: Aspek pertama adalah sikap mereka terhadap kebenaran; sikap orang terhadap kebenaran adalah sikap mereka terhadap Tuhan. Dalam aspek ini, ada perbedaan yang jelas antara kedua jenis orang ini. Kedua, dalam hal kemanusiaan, kedua jenis orang ini juga memiliki perbedaan esensial yang jelas. Kedua ciri ini sangat jelas; mereka adalah jenis orang yang benar-benar berbeda. Selain kedua perbedaan ini, aspek lainnya adalah apakah terdapat perwujudan pertobatan setelah melakukan kejahatan. Dalam kasus mereka yang merupakan antikristus, perbuatan jahat apa pun yang mereka lakukan—entah itu menyiksa orang lain, mendirikan kerajaan mereka sendiri, bersaing dengan Tuhan untuk mendapatkan status, mencuri persembahan, atau hal lainnya—sekalipun mereka disingkapkan secara langsung, mereka tidak mengakui perbuatan tersebut. Jika mereka tidak mengakuinya, dapatkah mereka bertobat? Mereka lebih baik mati daripada bertobat. Mereka tidak menerima fakta dari perbuatan jahat mereka. Sekalipun mereka menyadari bahwa penyingkapan itu sepenuhnya akurat, mereka menentang dan menolaknya. Mereka sama sekali tidak akan merenungkan apakah mereka sedang menempuh jalan yang salah atau berkata, "Aku digolongkan sebagai antikristus. Ini sangat berbahaya, dan aku harus bertobat." Mereka sama sekali tidak memiliki pemikiran seperti ini di benak mereka. Kemanusiaan mereka tidak memiliki kualitas ini. Oleh karena itu, antikristus memiliki ciri yang jelas, yaitu sekalipun mereka sudah bertahun-tahun percaya kepada Tuhan, mereka tidak menerima kebenaran sama sekali dan tidak memperlihatkan perubahan yang nyata. Ketika baru mulai percaya kepada Tuhan, mereka suka terlihat menonjol, bersaing untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan, menyiksa orang, membentuk kelompok tertutup, serta memecah belah gereja. Tujuan mereka berusaha memegang kekuasaan adalah memanfaatkan gereja untuk memperoleh penghidupan dan mendirikan kerajaan mereka sendiri. Setelah tiga hingga lima tahun percaya, ketika engkau bertemu dengan mereka lagi, mereka masih memperlihatkan perwujudan dan ciri-ciri yang sama tanpa perubahan apa pun. Bahkan setelah delapan hingga sepuluh tahun, mereka tetap sama. Ada orang-orang yang berkata, "Mungkin mereka akan berubah setelah 20 tahun percaya!" Dapatkah mereka berubah? (Tidak.) Mereka tidak akan berubah. Mereka tetap memperlihatkan perwujudan ini entah ketika mereka sedang berinteraksi dengan sedikit orang atau dengan mayoritas orang, entah ketika mereka sedang melaksanakan tugas-tugas biasa atau saat sedang bertindak sebagai pemimpin atau pekerja. Mereka tidak pernah bertobat atau berbalik, bersikeras di jalan yang sama hingga akhir. Mereka sama sekali tidak akan bertobat. Seperti inilah antikristus itu. Adapun orang yang memiliki watak antikristus, sekalipun sebagian dari mereka bukan orang jahat, mereka memiliki watak yang rusak. Mereka memperlihatkan kecongkakan, kelicikan, keegoisan, kehinaan, dan jenis kerusakan lainnya. Mereka juga memperlihatkan kemanusiaan yang buruk. Ketika mereka baru mulai percaya kepada Tuhan, mereka juga ingin bersaing untuk mendapatkan ketenaran dan keuntungan, ingin tampil menonjol untuk mendapatkan kekaguman orang lain, berambisi dan berhasrat untuk menjadi pemimpin serta pemegang kekuasaan. Perwujudan ini hadir hingga taraf yang berbeda-beda dalam diri manusia yang rusak dan tidak banyak berbeda dari perwujudan yang antikristus perlihatkan. Namun, selama proses percaya kepada Tuhan, mereka mulai memahami beberapa kebenaran dengan mengalami penghakiman serta penyingkapan firman Tuhan, dan mereka makin jarang memperlihatkan watak-watak yang rusak ini. Mengapa watak-watak yang rusak ini makin jarang terlihat? Karena setelah memahami kebenaran, mereka menyadari bahwa perilaku dan perwujudan ini adalah perwujudan watak yang rusak. Baru pada saat inilah hati nurani mereka menjadi sadar, dan mereka memahami bahwa mereka sangatlah rusak dan memang tidak memiliki keserupaan dengan manusia. Mereka kemudian menjadi bersedia untuk mengejar kebenaran dan berpikir tentang bagaimana mereka dapat menyingkirkan watak-watak yang rusak ini, dan bagaimana mereka dapat melepaskan diri dari belenggunya, serta menjadi seseorang yang mengejar serta menerapkan kebenaran. Perwujudan apakah ini? Bukankah ini berarti berangsur-angsur bertobat? (Ya.) Selama proses mengalami pekerjaan Tuhan, mereka menemukan masalah mereka sendiri, mengenali watak rusak mereka, dan memahami berbagai keadaan mereka. Mereka juga mulai memahami esensi kemanusiaan mereka, dan hati nurani mereka menjadi makin sadar; mereka makin merasa bahwa mereka sangatlah rusak serta tidak layak untuk dipakai oleh Tuhan, dan bahwa mereka telah membangkitkan kebencian Tuhan, dan di dalam hatinya, mereka membenci dirinya sendiri. Tanpa disadari, di dalam hatinya, mereka berangsur-angsur bertobat, dan dengan pertobatan ini, beberapa perubahan kecil terjadi, perubahan kecil yang dapat terlihat dalam perilaku mereka. Sebagai contoh, awalnya ketika seseorang menyingkapkan masalah mereka, mereka akan merasa kesal, meledak dalam kemarahan karena malu, dan berusaha menjelaskan serta membenarkan diri mereka sendiri, berusaha semaksimal mungkin mencari berbagai dalih dan alasan untuk membela diri. Namun, melalui pengalaman yang berkelanjutan, mereka mulai menyadari bahwa perilaku ini salah, lalu mulai memperbaiki keadaan dan perilaku ini, bekerja keras untuk menerima pandangan yang benar, berusaha keras untuk bekerja sama dengan orang lain secara harmonis. Ketika berbagai hal menimpanya, mereka belajar untuk mencari dan bersekutu dengan orang lain, serta belajar untuk berkomunikasi dari hati dan bergaul rukun dengan orang lain. Apakah ini adalah perwujudan pertobatan? (Ya.) Setelah percaya kepada Tuhan, lambat laun mereka memperoleh pemahaman yang benar tentang beberapa watak, perilaku, dan perwujudan antikristus yang mereka perlihatkan. Mereka kemudian secara berangsur-angsur menyingkirkan watak rusak mereka, dan mampu meninggalkan cara hidup mereka sebelumnya yang keliru, melepaskan pengejaran mereka akan ketenaran dan status, serta mampu bertindak, berperilaku, dan melaksanakan tugas mereka berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran. Bagaimana perubahan seperti ini tercapai? Apakah itu tercapai dengan menerima kebenaran dan terus-menerus berbalik serta bertobat? (Ya.) Semua hal ini tercapai selama proses pertobatan secara terus-menerus. Selanjutnya, keadaan mereka tentu saja membaik, tingkat pertumbuhan mereka juga bertumbuh seiring dengan pengalaman mereka yang menjadi makin dalam, dan ketika sesuatu menimpa mereka, mereka mampu merenungkan diri sendiri. Entah mereka mengalami kemunduran atau kegagalan, atau mereka dipangkas, mereka membawa hal-hal ini ke hadapan Tuhan dan berdoa kepada-Nya, serta dapat menghubungkan, menelaah, dan memahami keadaan rusak mereka saat membaca firman Tuhan. Meskipun mereka mungkin masih memperlihatkan kerusakan dan mengembangkan pemikiran yang keliru saat sesuatu menimpa mereka, mereka mampu merenungkan dan memberontak terhadap diri mereka sendiri. Selama mereka menjadi sadar akan masalah-masalah ini, mereka mampu terus-menerus mencari kebenaran untuk menyelesaikannya dan bertobat. Meskipun kemajuan ini sangat lambat dan hasilnya minimal, di lubuk hatinya, mereka terus-menerus berubah. Orang-orang jenis ini selalu mempertahankan sikap yang proaktif, positif, dan penuh motivasi serta keadaan untuk mengubah diri mereka dan bertobat. Meskipun terkadang mereka bersaing dengan orang lain untuk mendapatkan ketenaran dan status serta memperlihatkan beberapa perwujudan dan tindakan antikristus hingga berbagai taraf, setelah mengalami beberapa pemangkasan, penghakiman, dan hajaran, atau pendisiplinan Tuhan, watak-watak rusak ini disingkirkan dan diubah hingga berbagai taraf. Akar penyebab utama tercapainya hasil-hasil ini adalah karena di lubuk hatinya, jenis orang ini mampu merenungkan dan memahami watak rusak mereka serta jalan yang salah yang telah mereka tempuh, dan mereka mampu berbalik. Meskipun perubahan, pertumbuhan, dan hasil yang mereka peroleh dari berbaliknya mereka itu sangatlah kecil, dan kemajuannya sangat lambat, sampai-sampai mereka sendiri mungkin tidak menyadarinya, setelah tiga hingga lima tahun pengalaman seperti itu, mereka bisa merasakan beberapa perubahan dalam diri mereka, dan orang-orang di sekitar mereka juga dapat melihatnya. Bagaimanapun, ada perbedaan antara orang-orang yang memiliki watak antikristus tersebut dan mereka yang merupakan antikristus. Apa ciri utama dalam hal ini? (Orang-orang yang memiliki watak antikristus mampu bertobat.) Ketika mereka melakukan kesalahan, melakukan pelanggaran, atau menghadapi pemangkasan, penghakiman dan hajaran, didikan atau pendisiplinan, mereka mampu bertobat. Bahkan setelah menyadari bahwa mereka telah berbuat salah atau melakukan kesalahan, mereka mampu merenungkan diri sendiri dan memiliki sikap yang mau berbalik dan bertobat di dalam hatinya. Inilah perbedaan ciri yang sepenuhnya membedakan orang yang memiliki watak antikristus dari antikristus.
Ringkasan Perbedaan antara Antikristus dan Orang yang Memiliki Watak Antikristus
Orang-orang yang merupakan antikristus adalah Iblis yang hidup. Dapat dikatakan bahwa mereka hidup sebagai Iblis; mereka adalah para setan dan Iblis yang terlihat oleh manusia. Jadi, mari kita ringkas perbedaan esensial antara antikristus dan orang yang memiliki watak antikristus. Salah satu aspeknya adalah sikap mereka terhadap kebenaran. Antikristus sama sekali tidak menerima kebenaran. Meskipun mereka dapat mengakui secara lisan bahwa firman Tuhan adalah kebenaran, hal-hal positif, dan perkataan yang bermanfaat bagi manusia, serta kriteria untuk semua hal yang positif, dan bahwa manusia harus menerima, tunduk, dan menerapkannya—meskipun mereka dapat mengatakan semua ini—mereka sama sekali tidak mampu menerapkan firman Tuhan. Mengapa mereka tidak menerapkannya? Karena di dalam hatinya, mereka tidak menerima kebenaran. Dengan mulutnya, mereka berkata bahwa firman Tuhan adalah kebenaran, tetapi itu adalah untuk motif yang sepenuhnya berbeda: Mereka mengatakannya untuk menutupi fakta bahwa mereka tidak menerima kebenaran dan untuk menyesatkan orang. Hanya karena antikristus dapat mengucapkan kata-kata dan doktrin, bukan berarti bahwa di dalam hatinya, mereka mengakui bahwa firman Tuhan adalah kebenaran. Mereka tidak mampu menerapkan kebenaran karena di dalam hatinya, mereka pada dasarnya tidak menerima kebenaran firman Tuhan; mereka tidak bersedia menerima kebenaran dan menerapkan kebenaran untuk masuk ke dalam kenyataan kebenaran. Di sisi lain, orang yang memiliki watak antikristus belum tentu adalah antikristus. Hingga taraf yang berbeda-beda, beberapa dari mereka dapat menerima dan tunduk pada kebenaran, pada hal-hal positif, dan pada perkataan yang benar; ini adalah salah satu perbedaannya. Orang yang memiliki esensi antikristus memusuhi kebenaran dan berpaling darinya, sedangkan beberapa orang yang memiliki watak antikristus dapat menerima dan menerapkan kebenaran. Dengan membaca firman Tuhan, dan dengan mengalami pekerjaan Tuhan selama beberapa tahun, sikap mereka terhadap kebenaran dapat sedikit berubah. Di lubuk hatinya, mereka merasa bahwa meskipun mereka tidak mampu menerapkannya, kebenaran itu baik dan benar. Hanya saja, mereka tidak mencintai atau tidak begitu tertarik akan kebenaran, sehingga perlu usaha dan perjuangan untuk menerapkannya. Jadi, orang-orang yang memiliki watak antikristus tetapi sedikit berhati nurani dan bernalar mampu menerima kebenaran hingga berbagai taraf. Setidaknya, di lubuk hatinya, mereka tidak menentang atau merasa jijik akan kebenaran, dan mereka tidak muak akan kebenaran. Sebagian besar orang berada dalam keadaan seperti ini dan memperlihatkan perwujudan seperti ini terhadap kebenaran. Menggambarkan orang-orang dengan cara seperti ini tidak menutup-nutupi juga tidak menjelek-jelekkan mereka. Ini cukup objektif, bukan? (Ya.) Aspek lainnya adalah membedakan mereka dari perspektif kemanusiaan, yaitu membedakan berdasarkan hati nurani, nalar, dan baik atau jahatnya kemanusiaan mereka. Siapa pun yang memiliki kemanusiaan yang jahat, yang tidak menerima kebenaran, dan yang sangat muak akan kebenaran pasti merupakan antikristus atau pengikut yang bukan orang percaya. Ada orang-orang yang tidak begitu mencintai dan tidak tertarik akan kebenaran. Ketika orang lain mempersekutukan kebenaran, mereka mengantuk atau merasa lesu. Namun, jenis orang ini tidak memiliki kemanusiaan yang jahat dan tidak menyiksa orang lain. Jika engkau bersekutu tentang maksud Tuhan, prinsip-prinsip kebenaran, atau aturan-aturan rumah Tuhan, mereka bisa mendengarkannya dan bersedia menerima kebenaran serta berusaha keras untuk mengejarnya, tetapi mereka belum tentu mampu menerapkannya. Jika mereka menjadi pemimpin, mereka mungkin tidak mampu menuntunmu untuk memahami kebenaran atau membawamu ke hadapan Tuhan, tetapi mereka pasti tidak akan menyiksamu. Seperti inilah kemanusiaan orang yang memiliki watak antikristus. Bagaimanapun juga, kemanusiaan orang yang memiliki watak antikristus tidaklah sejahat itu; mereka mampu menerima kebenaran hingga taraf yang berbeda-beda. Sebaliknya, antikristus bukan hanya tidak memiliki hati nurani dan nalar melainkan juga memiliki kemanusiaan yang sangat kejam. Orang yang memiliki watak antikristus memiliki kepekaan hati nurani, sedikit bernalar, dan mampu menangani hal-hal tertentu secara rasional. Misalnya, dalam hal bagaimana harus memilih dan harus berpihak kepada siapa dalam menghadapi tuntutan rumah Tuhan, dalam menangani berbagai orang di gereja, dan dalam menangani hal-hal yang positif dan negatif, mereka mampu membedakan hal-hal tersebut dan hal lain semacam itu, serta pada akhirnya, mereka mampu membuat pilihan yang benar berdasarkan hati nurani mereka. Jenis orang ini tidak memiliki kemanusiaan yang sejahat itu, dan mereka relatif baik hati. Ada perbedaan lainnya, yang baru saja kita persekutukan, yaitu bahwa ada orang-orang yang memiliki watak antikristus yang mampu menerima kebenaran, dan ketika mereka melakukan kesalahan, mereka dapat merenungkannya dan memiliki hati yang bertobat. Sebaliknya, antikristus sama sekali tidak memperlihatkan kedua perwujudan ini. Mereka keras kepala dan tidak mau berubah karena mereka muak akan kebenaran, tidak menerima kebenaran, dan memiliki kemanusiaan yang sangat kejam. Mustahil bagi orang-orang semacam ini untuk mengubah diri mereka dan bertobat. Apakah seseorang itu dapat sungguh-sungguh bertobat atau tidak, itu terutama tergantung pada apakah dia memiliki hati nurani dan nalar atau tidak, dan pada sikapnya terhadap kebenaran. Orang-orang yang memiliki watak antikristus, karena tidak memiliki kemanusiaan yang jahat, mereka sedikit berhati nurani dan bernalar, serta mampu menerima sejumlah kebenaran hingga taraf yang berbeda-beda, berpotensi untuk mengubah diri mereka. Ketika mereka melakukan kesalahan atau pelanggaran, mereka dapat bertobat setelah dipangkas. Ini menentukan bahwa orang yang memiliki watak antikristus memiliki harapan untuk diselamatkan, sedangkan antikristus tidak dapat diselamatkan; mereka termasuk dalam jenis setan dan Iblis. Perbedaan esensial antara antikristus dan orang yang memiliki watak antikristus adalah beberapa ciri tersebut. Apakah ringkasan ini cukup objektif? (Ya.) Mengenai beberapa ciri antikristus ini, perwujudan terperinci yang kita persekutukan ini objektif dan sesuai dengan fakta, tanpa ada unsur menjelek-jelekkan sama sekali. Semua umat pilihan Tuhan pernah mengalami dan menyaksikan hal ini; memang seperti inilah antikristus itu. Mengenai orang yang memiliki watak antikristus, kita juga telah menyingkapkan berbagai perwujudan, yang semuanya terlihat oleh orang-orang dan sesuai dengan fakta, tanpa menutup-nutupi apa pun.
Orang yang berwatak antikristus memiliki banyak cela serta kekurangan dalam kemanusiaan mereka, dan mereka juga memperlihatkan berbagai watak yang rusak hingga taraf yang berbeda-beda. Watak-watak yang rusak ini memiliki beberapa perwujudan ciri yang jelas dalam diri semua orang. Misalnya, ada orang yang sangat congkak, ada yang sangat penuh perhitungan dan licik, ada yang sangat keras kepala, ada yang sangat malas, dan sebagainya. Berbagai perwujudan ini adalah perwujudan dari orang yang memiliki watak antikristus, dan ini merupakan ciri dari kemanusiaan orang-orang semacam itu. Meskipun terdapat sedikit kebaikan di dalam hati orang-orang ini—dalam istilah sederhana, mereka agak baik hati—ketika menghadapi berbagai hal, mereka jelas memahami bahwa kepentingan rumah Tuhan sedang dirugikan, tetapi karena takut menyinggung orang lain, mereka menjadi seperti kura-kura yang bersembunyi dalam cangkangnya, hidup berdasarkan falsafah Iblis, dan tidak mau menjunjung tinggi prinsip-prinsip kebenaran. Meskipun di lubuk hatinya, mereka merasa bahwa mereka tidak seharusnya bertindak dengan cara ini dan bahwa mereka telah merasa bersalah terhadap Tuhan dengan bertindak seperti ini, mereka tetap tidak bisa menahan diri dan memilih untuk menjadi penyenang orang. Mengapa demikian? Karena mereka percaya bahwa untuk dapat hidup dan bertahan hidup, mereka harus mengandalkan falsafah Iblis, dan hanya dengan cara inilah mereka dapat melindungi diri mereka sendiri. Oleh karena itu, mereka memilih untuk menjadi penyenang orang dan tidak menerapkan kebenaran. Di dalam hatinya, mereka merasa bahwa dengan bertindak demikian, mereka tidak berhati nurani dan tidak memiliki kemanusiaan; mereka bukan manusia dan lebih buruk daripada anjing penjaga. Namun, setelah mencela diri mereka sendiri, ketika dihadapkan dengan situasi lainnya, mereka tetap tidak bertobat dan tetap bertindak dengan cara yang sama. Mereka selalu lemah dan selalu merasa bersalah. Membuktikan apakah hal ini? Ini membuktikan bahwa meskipun orang yang memiliki watak antikristus bukanlah antikristus, memang ada masalah dan kekurangan dalam kemanusiaan mereka, sehingga mereka tentu saja memperlihatkan banyak kerusakan. Dilihat dari perwujudan orang semacam itu secara keseluruhan, mereka benar-benar orang yang tetap tidak berubah dalam keadaan sangat dirusak oleh Iblis; merekalah tepatnya yang Tuhan sebut sebagai keturunan Iblis. Dalam hal apa orang yang memiliki watak antikristus lebih baik daripada antikristus? Tepatnya, meskipun orang yang memiliki watak antikristus tetapi tidak memiliki esensi antikristus memperlihatkan berbagai watak rusak Iblis, mereka pasti bukanlah orang yang jahat. Situasi mereka adalah seperti yang pada umumnya orang katakan tentang bagaimana seseorang itu bukanlah orang yang sangat curang dan jahat, tetapi juga bukanlah orang yang baik; hanya saja, mereka sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, bersedia bertobat, dan dapat menerima kebenaran setelah dipangkas, memiliki sedikit ketundukan. Meskipun mereka bukan orang jahat dan masih memiliki harapan untuk diselamatkan oleh Tuhan, mereka jauh dari standar takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan yang Tuhan bicarakan! Ada orang yang percaya kepada Tuhan selama tiga hingga lima tahun dan mengalami beberapa perubahan serta kemajuan. Ada orang yang percaya kepada Tuhan selama delapan hingga sepuluh tahun dan tidak membuat kemajuan sama sekali. Ada orang yang bahkan telah percaya kepada Tuhan selama 20 tahun tanpa adanya perubahan yang signifikan; mereka masih tetap sama seperti sebelumnya. Mereka dengan keras kepala berpaut pada gagasan mereka. Hanya saja, karena mereka telah mendengar firman Tuhan dan dikekang oleh berbagai aturan dan peraturan rumah Tuhan, selama itu mereka tidak melakukan kesalahan yang besar, tidak melakukan perbuatan jahat yang menyebabkan kerugian yang serius terhadap rumah Tuhan, dan tidak menyebabkan bencana yang besar. Orang yang memiliki watak antikristus tentu tidak semuanya dapat diselamatkan oleh Tuhan pada akhirnya. Sebagian besar dari mereka mungkin adalah orang yang berjerih payah, dan sebagian dari mereka pasti akan disingkirkan. Bagaimanapun juga, meskipun mereka bukan orang jahat, mereka adalah orang-orang yang memiliki kemanusiaan yang buruk. Kesudahan dan tempat tujuan mereka tentu tidak akan sama. Semua itu tergantung pada apakah mereka mampu menerima kebenaran dan bagaimana mereka memilih jalan mereka. Ada orang-orang yang berkata, "Firman-Mu bertentangan. Bukankah Engkau mengatakan bahwa orang-orang ini dapat berubah dan bertobat?" Yang Kumaksudkan adalah bahwa orang-orang ini, dalam konteks tertentu dan di tengah lingkungan yang berbeda-beda, mampu menerima kebenaran hingga taraf yang berbeda-beda. Apa artinya "taraf yang berbeda-beda"? Itu berarti ada orang-orang yang sedikit berubah setelah percaya kepada Tuhan selama tiga hingga lima tahun, dan mengalami perubahan signifikan setelah 10 hingga 20 tahun. Ada orang yang percaya kepada Tuhan selama 10 hingga 20 tahun dan masih tetap sama seperti ketika mereka baru mulai percaya, selalu berteriak, "Aku harus bertobat, aku harus membalas kasih Tuhan!" tetapi pada kenyataannya tidak berubah sama sekali. Hanya karena mereka memiliki kesadaran hati nurani, maka di dalam hatinya, mereka memiliki keinginan ini dan bersedia untuk berubah serta bertobat. Namun, bersedia tidak berarti mampu menerapkan kebenaran, juga tidak berarti masuk ke dalam kenyataan. Bersedia hanya berarti tidak menentang kebenaran, tidak muak akan kebenaran, tidak secara terbuka memfitnah kebenaran, tidak secara terbuka menghakimi, mengutuk, atau menghujat Tuhan; hanya perwujudan-perwujudan ini. Namun itu bukan berarti bahwa orang mampu sungguh-sungguh tunduk, menerima, dan menerapkan kebenaran, juga bukan berarti bahwa orang mampu memberontak terhadap daging dan hasratnya sendiri. Apakah ini fakta yang objektif? (Ya.) Memang itulah kenyataannya. Jika orang sedikit berhati nurani dan bernalar serta memiliki sedikit hati yang bertobat dalam kemanusiaannya, itu bukan berarti bahwa orang tersebut tidak memiliki watak yang rusak. Orang yang memiliki watak antikristus pada esensinya berbeda dari antikristus, tetapi bukan berarti bahwa mereka adalah orang-orang yang mampu menerima dan tunduk pada kebenaran. Juga bukan berarti bahwa mereka adalah orang-orang yang memiliki kenyataan kebenaran, atau bahwa mereka adalah orang-orang yang Tuhan kasihi. Ada perbedaan esensial di antara kedua aspek ini; keduanya sepenuhnya berbeda. Orang yang memiliki watak antikristus tentu jauh lebih baik dalam hal kemanusiaan, dalam sikap mereka terhadap kebenaran, dan dalam taraf pertobatan mereka dibandingkan antikristus. Namun, standar yang Tuhan gunakan untuk mengukur orang bukanlah didasarkan pada seberapa berbedanya mereka dari antikristus; ini bukanlah standarnya. Tuhan mengukur kemanusiaan seseorang, apakah mereka memiliki hati nurani dan nalar, apakah mereka mencintai dan menerima kebenaran, apakah mereka melaksanakan tugas mereka dengan setia, apakah mereka tunduk kepada Tuhan, dan apakah mereka mampu memperoleh kebenaran serta memperoleh keselamatan. Inilah standar yang Tuhan gunakan untuk mengukur manusia. Tuhan telah menetapkan berbagai persyaratan bagi mereka yang memiliki watak antikristus. Tuhan menggunakan persyaratan ini untuk mengukur orang yang memiliki watak antikristus dengan tujuan untuk menyelamatkan mereka. Setelah mendengarnya disampaikan dengan cara ini, engkau memahaminya, bukan? Pertama-tama, engkau harus memahami bahwa sebanyak apa pun watak antikristus yang kaumiliki, selama engkau mampu menerima kebenaran, engkau bukanlah antikristus. Meskipun engkau bukan antikristus, bukan berarti bahwa engkau adalah seseorang yang tunduk kepada Tuhan. Tidak merasa jijik akan kebenaran atau tidak muak akan kebenaran bukan berarti bahwa engkau adalah orang yang menerapkan dan tunduk pada kebenaran. Memiliki sedikit hati nurani dan nalar, relatif baik hati, dan memiliki kemanusiaan yang lebih baik daripada antikristus belum tentu berarti bahwa engkau adalah orang yang baik. Standar untuk mengukur apakah seseorang itu baik atau jahat tidaklah didasarkan pada kemanusiaan antikristus. Sebanyak apa pun hal buruk yang antikristus lakukan, mereka tidak pernah mengakuinya, juga tidak pernah bertobat, tetapi mereka terus bertindak dengan cara yang sama; mereka tidak pernah berbalik, dan mereka melawan Tuhan hingga akhir. Meskipun beberapa orang yang memiliki watak antikristus sungguh-sungguh ingin berubah dan bertobat, sedikit berubah tidak berarti bahwa mereka telah benar-benar bertobat. Memiliki tekad untuk bertobat tidak berarti mampu memahami kebenaran, serta memperoleh kebenaran dan hidup.
Ada orang-orang yang berkata, "Aku bukan antikristus, jadi aku lebih baik daripada antikristus dan tidak terlalu rusak dibandingkan antikristus." Apakah perkataan ini benar? Apakah ini pemahaman yang menyimpang? (Ya.) Orang yang memiliki watak antikristus sama dengan antikristus dalam watak rusak mereka, tetapi esensi natur mereka berbeda. Pikirkanlah, apakah pernyataan ini benar? (Ya.) Kalau begitu, coba jelaskan. (Orang berwatak antikristus memiliki watak yang rusak seperti antikristus. Keduanya memiliki watak yang congkak dan jahat, keduanya mengejar status. Namun, esensi kemanusiaan mereka berbeda. Orang-orang yang memiliki watak antikristus memiliki kesadaran hati nurani, dan mampu menerima kebenaran hingga taraf yang berbeda-beda. Mereka tidak muak akan kebenaran dan tidak membenci kebenaran. Sebaliknya, orang yang memiliki esensi antikristus, mereka memiliki esensi kemanusiaan yang kejam. Mereka tidak memiliki kesadaran hati nurani, muak akan kebenaran, dan membenci kebenaran. Mereka tidak akan bertobat.) Mereka semua memiliki watak yang rusak, jadi mengapa Tuhan menggolongkan orang yang memiliki esensi antikristus sebagai antikristus dan musuh-Nya? (Itu terutama didasarkan pada sikap mereka terhadap kebenaran. Antikristus muak akan kebenaran serta membenci kebenaran, dan membenci kebenaran sebenarnya berarti membenci Tuhan.) Ada lagi? (Esensi antikristus adalah esensi setan.) Apakah manusia yang memiliki esensi setan memiliki harapan untuk diselamatkan? (Tidak.) Orang-orang ini tidak menerima kebenaran sama sekali dan tidak dapat diselamatkan. Mengingat bahwa kedua jenis orang ini memiliki watak yang rusak, apa perbedaan antara mereka yang dapat diselamatkan dan mereka yang tidak dapat diselamatkan? Kedua jenis orang ini sama hanya dalam hal watak rusak mereka, jadi mengapa antikristus tidak dapat diselamatkan, sedangkan orang yang memiliki watak antikristus tetapi tidak memiliki esensi antikristus memiliki harapan yang kecil untuk diselamatkan? (Orang yang memiliki watak antikristus tidak seperti antikristus, yang sangat membenci kebenaran dan hal-hal positif. Meskipun mereka tidak terlalu mencintai kebenaran, mereka tidak merasa jijik akan kebenaran dan mampu menerimanya hingga taraf yang berbeda-beda, berubah sedikit demi sedikit. Selain itu, terdapat beberapa kepekaan hati nurani dalam kemanusiaan mereka, tidak seperti antikristus, yang tidak memiliki rasa malu.) Harapan untuk diselamatkan terletak di sini; inilah perbedaan esensialnya. Dilihat dari esensi antikristus, jenis orang ini tidak dapat diselamatkan dan tidak memiliki harapan untuk diselamatkan. Sekalipun engkau ingin menyelamatkan mereka, engkau tidak bisa; mereka tidak dapat berubah. Mereka bukan jenis orang biasa yang memiliki watak rusak Iblis, melainkan jenis orang yang memiliki esensi hidup setan dan Iblis. Jenis orang seperti ini sama sekali tidak dapat diselamatkan. Sebaliknya, apa esensi orang biasa yang memiliki watak yang rusak? Mereka sekadar memiliki watak yang rusak; tetapi, mereka memiliki hati nurani dan nalar dengan jumlah tertentu, dan mampu menerima beberapa kebenaran. Ini berarti bahwa kebenaran bisa memiliki dampak tertentu dalam diri orang-orang ini, memberi mereka harapan untuk diselamatkan. Jenis orang seperti inilah yang Tuhan selamatkan. Antikristus sama sekali tidak dapat diselamatkan, tetapi dapatkah orang yang memiliki watak antikristus diselamatkan? (Ya.) Jika kita katakan bahwa mereka dapat diselamatkan, ini tidak objektif. Kita hanya dapat mengatakan bahwa mereka memiliki harapan untuk diselamatkan; ini relatif objektif. Pada akhirnya, apakah seseorang dapat diselamatkan atau tidak, itu tergantung pada orang itu sendiri. Itu tergantung pada apakah mereka dapat sungguh-sungguh menerima kebenaran, menerapkan kebenaran, dan tunduk pada kebenaran. Oleh karena itu, hanya dapat dikatakan bahwa jenis orang ini memiliki harapan untuk diselamatkan. Jadi, mengapa antikristus tidak memiliki harapan untuk diselamatkan? Karena mereka adalah antikristus; natur mereka adalah natur Iblis. Mereka sangat membenci kebenaran, membenci Tuhan, dan tidak menerima kebenaran sama sekali. Dapatkah Tuhan tetap menyelamatkan mereka? (Tidak.) Tuhan menyelamatkan manusia yang rusak, bukan Iblis dan setan. Tuhan menyelamatkan mereka yang menerima kebenaran, bukan sampah yang membenci kebenaran. Apakah penjelasan ini dapat kaupahami? (Ya.) Kita bersekutu seperti ini agar tidak ada orang yang memiliki pemahaman yang menyimpang. Setelah membedakan antara antikristus dan orang yang memiliki watak antikristus, ada orang-orang yang berpikir bahwa mereka bukanlah antikristus dan ini berarti bahwa mereka berada di zona aman, bahwa mereka telah benar-benar berada di tempat perlindungan dan pasti tidak akan dikeluarkan, diusir, atau disingkirkan di masa depan. Apakah ini pemahaman yang menyimpang? Memiliki harapan untuk diselamatkan bukan berarti orang akan diselamatkan. Orang masih harus bertindak dan meraihnya. Sikapmu terhadap kebenaran berbeda dari sikap antikristus. Engkau tidak muak akan kebenaran, atau kemanusiaanmu sedikit lebih baik daripada kemanusiaan antikristus; engkau memiliki sedikit kesadaran hati nurani, engkau relatif baik hati, tidak menyakiti orang lain, tahu bagaimana bertobat ketika melakukan kesalahan, dan dapat berubah. Dengan memiliki beberapa kualitas ini saja, berarti engkau memenuhi persyaratan dasar untuk menerima kebenaran, menerapkan kebenaran, dan memperoleh keselamatan. Namun sekalipun engkau bukan antikristus, itu bukan berarti engkau akan diselamatkan. Engkau bukan antikristus, tetapi engkau tetap merupakan manusia yang rusak. Dapatkah semua manusia yang rusak diselamatkan? Belum tentu. Sekalipun orang bukanlah antikristus atau orang jahat, selama mereka tidak mengejar kebenaran, mereka tetap tidak dapat diselamatkan. Keselamatan dari Tuhan diperoleh manusia melalui penerimaan dan pengejaran mereka akan kebenaran. Watak rusak manusia bertentangan dengan Tuhan. Selama watak yang rusak masih ada dalam diri seseorang, dia masih bisa memberontak terhadap Tuhan, melawan Tuhan, mengkhianati Tuhan, dan sebagainya. Oleh karena itu, mereka perlu menerima penghakiman, hajaran, ujian, dan pemurnian oleh firman Tuhan; mereka perlu perbekalan serta bimbingan firman Tuhan, pemangkasan, pendisiplinan, dan hukuman dari Tuhan, dan sebagainya; semua pekerjaan yang Tuhan lakukan ini harus ada. Oleh karena itu, agar dapat diselamatkan, di satu sisi, pekerjaan Tuhan diperlukan, dan di sisi lain, orang harus memiliki tekad untuk bekerja sama. Mereka harus mampu menanggung kesukaran dan membayar harga, masuk ke dalam kenyataan kebenaran setelah memahami kebenaran, dan sebagainya. Inilah satu-satunya cara untuk memperoleh keselamatan dari Tuhan pada akhir zaman dan menerima berkat yang sangat langka yakni disempurnakan oleh Tuhan yang berinkarnasi, atas dasar memahami kebenaran. Sesederhana itu. Baiklah, mari kita akhiri persekutuan mengenai topik ini di sini.
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Konten Terkait
Firman Tuhan | "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" (Bagian Dua)
Beberapa materi dalam video ini berasal dari: 【All Bible quotations in this video are translated freely from English...