Pekerjaan dan Jalan Masuk (7)
Dibutuhkan waktu hingga hari ini bagi manusia untuk menyadari bahwa apa yang kurang dari manusia bukan hanya perbekalan untuk kehidupan rohaninya dan pengalaman mengenal Tuhan, melainkan yang lebih penting, perubahan dalam wataknya. Karena manusia sama sekali tidak mengetahui sejarah dan budaya kuno dari rasnya sendiri, manusia sama sekali tidak mengetahui apa pun tentang pekerjaan Tuhan. Semua orang berharap mereka dapat terikat dengan Tuhan di lubuk hati mereka, tetapi karena daging mereka sangat rusak, serta mereka mati rasa dan bodoh, mereka sama sekali tidak mengenal Tuhan. Dalam kedatangan-Nya di antara manusia pada zaman sekarang, tujuan Tuhan tidak lain adalah untuk mengubah pemikiran dan jiwa, serta gambar Tuhan di dalam hati mereka, yang telah manusia miliki selama jutaan tahun. Dia akan mengambil kesempatan ini untuk menyempurnakan manusia. Artinya, Dia akan, melalui pengetahuan manusia, mengubah pemahaman orang tentang diri-Nya dan sikap mereka terhadap-Nya, memungkinkan manusia untuk membuat awal yang sepenuhnya baru dan lebih kuat dari sebelumnya dalam hal mengenal Tuhan, dan dengan demikian mencapai pembaruan dan transformasi hati manusia. Pemangkasan dan pendisiplinan adalah caranya, sementara penaklukan dan pembaruan adalah tujuannya. Menghilangkan pemikiran takhayul yang telah manusia miliki tentang Tuhan yang samar telah selamanya menjadi maksud Tuhan, dan akhir-akhir ini, hal ini juga telah menjadi hal yang mendesak bagi-Nya. Seandainya semua orang bisa berpikir panjang dalam mempertimbangkan situasi ini. Mengubah pengalaman setiap orang sehingga maksud Tuhan yang mendesak ini dapat segera tercapai sehingga tahap terakhir pekerjaan Tuhan di bumi dapat diselesaikan dengan sempurna. Berilah Tuhan pengabdian yang sepatutnya engkau semua berikan kepada-Nya, dan berilah penghiburan kepada hati Tuhan untuk terakhir kalinya. Semoga tak satu pun darimu, saudara-saudari, yang mengelak dari hal ini, atau sekadar bersikap asal-asalan. Tuhan datang dalam daging kali ini karena undangan, dan itu ditujukan pada keadaan manusia. Artinya, Dia datang untuk menyediakan apa yang dibutuhkan manusia. Apa pun kualitas atau pengasuhan yang manusia miliki, bagaimanapun juga, Dia akan memungkinkan semua orang untuk melihat firman Tuhan dan, dari firman-Nya, melihat bahwa Tuhan itu ada dan telah menampakkan diri, serta menerima penyempurnaan Tuhan atas dirinya, mengubah pemikiran dan gagasan manusia sehingga wajah Tuhan yang asli tertanam kuat di lubuk hati manusia. Inilah satu-satunya keinginan Tuhan di bumi. Sekuat apa pun natur bawaan manusia, atau betapa pun buruknya substansi manusia, atau seperti apa perilaku manusia di masa lampau, Tuhan tidak memedulikan semua ini. Dia hanya berharap agar manusia sepenuhnya memperbarui gambar Tuhan yang mereka miliki di dalam hatinya dan mulai mengetahui substansi umat manusia, dengan demikian tiba pada perubahan pandangan ideologis manusia, dan membuatnya agar manusia dapat merindukan Tuhan jauh dari lubuk hatinya dan membangkitkan keterikatan yang abadi dengan-Nya: Inilah satu-satunya tuntutan Tuhan terhadap manusia.
Pengetahuan tentang budaya dan sejarah kuno yang mencakup beberapa ribu tahun telah menutup pemikiran dan gagasan serta pandangan mental manusia dengan begitu rapat sehingga sukar ditembus dan tidak dapat diuraikan.[1] Manusia hidup di dalam lingkaran neraka tingkat ke-18, di mana, seolah-olah mereka telah dibuang oleh Tuhan ke dalam penjara bawah tanah, tak pernah melihat cahaya. Pemikiran feodal telah menekan manusia sedemikian rupa sehingga mereka nyaris tidak bisa bernapas dan sesak napas. Mereka tidak memiliki kekuatan sedikit pun untuk melawan; satu-satunya hal yang mereka lakukan adalah menanggungnya dan menanggungnya dalam keheningan .... Tidak pernah ada siapa pun yang berani berjuang atau membela kebenaran dan keadilan; manusia hanya menjalani sebuah kehidupan yang lebih buruk daripada kehidupan binatang, di bawah pukulan dan perlakuan kejam etika feodal, hari demi hari, dan tahun demi tahun. Manusia tidak pernah berpikir untuk mencari Tuhan untuk menikmati kebahagiaan di dunia manusia. Seolah-olah manusia telah dipukuli sampai pada titik di mana mereka seperti daun yang berguguran di musim gugur, layu, berubah warna, dan tipis. Manusia sudah lama kehilangan ingatan mereka; mereka hidup tak berdaya di neraka yang disebut dunia manusia, menunggu datangnya akhir zaman sehingga mereka bisa binasa bersama-sama dengan neraka ini, seolah-olah akhir zaman yang mereka rindukan adalah hari ketika manusia akan menikmati kedamaian yang tenang. Etika feodal telah membawa kehidupan manusia ke dalam "dunia orang mati", yang makin melemahkan kekuatan manusia untuk melawan. Berbagai macam tekanan memaksa manusia, selangkah demi selangkah, sampai dia jatuh ke dalam Alam maut, dan mendorong manusia makin jauh dari Tuhan, sehingga sekarang ini dia merasa bahwa Tuhan adalah orang yang sama sekali asing baginya, dan bergegas menghindari-Nya saat mereka bertemu. Manusia tidak mengindahkan-Nya dan membiarkan-Nya berdiri sendirian di satu sisi, seolah-olah manusia tidak pernah mengenal Dia, tidak pernah melihat Dia sebelumnya. Namun Tuhan telah menunggu manusia di sepanjang perjalanan panjang hidup manusia, tidak pernah melampiaskan amarah-Nya yang tak tertahankan terhadap manusia, hanya menunggu dengan tenang, tanpa sepatah kata pun, untuk manusia bertobat dan memulai dari awal. Tuhan sudah sejak lama datang ke dunia manusia untuk ikut menanggung penderitaan dunia manusia bersama manusia. Selama bertahun-tahun Dia telah hidup bersama manusia, tak seorang pun yang telah menyadari keberadaan-Nya. Tuhan hanya menanggung kesengsaraan dari keburukan di dunia manusia dalam keheningan sambil melaksanakan pekerjaan yang Dia bawa secara pribadi. Dia bertahan demi kehendak Bapa dan demi kebutuhan umat manusia, mengalami penderitaan yang belum pernah dialami oleh manusia. Di hadapan manusia Dia telah secara diam-diam melayani dia, dan di hadapan manusia Dia telah merendahkan diri-Nya, demi kehendak Bapa dan juga demi kebutuhan umat manusia. Pengetahuan tentang budaya kuno telah secara diam-diam mencuri manusia dari hadirat Tuhan dan menyerahkannya kepada raja setan dan keturunannya. Empat Kitab dan Lima Klasik[a] telah membawa pemikiran dan gagasan manusia ke zaman pemberontakan yang lain, menyebabkan dia memberikan penyembahan yang jauh lebih besar daripada sebelumnya kepada mereka yang menyusun Empat Kitab dan Lima Klasik ini, dan akibatnya makin memperkuat gagasannya tentang Tuhan. Tanpa sepengetahuan manusia, raja setan dengan kejam mengusir Tuhan dari hatinya dan kemudian menempatinya sendiri dengan kegembiraan yang penuh kemenangan. Sejak saat itu, manusia telah memiliki jiwa yang buruk dan wajah raja setan. Kebencian terhadap Tuhan telah memenuhi dadanya, dan kekejaman raja setan telah menyebar di dalam diri manusia hari demi hari sampai dia benar-benar termakan habis. Manusia tidak lagi memiliki sedikit pun kebebasan dan tidak memiliki cara untuk melepaskan diri dari jerat raja setan. Dia tidak punya pilihan selain ditawan saat itu juga, menyerah dan tunduk di hadapannya. Dahulu kala, ketika hati manusia masih dalam masa pertumbuhan, raja setan menanamkan benih tumor ateisme, mengajar manusia berbagai kekeliruan seperti "belajar ilmu pengetahuan dan teknologi; mewujudkan Empat Modernisasi; tidak ada Tuhan di dunia". Tidak hanya itu, dia berteriak di setiap kesempatan: "Mari kita mengandalkan kerja keras kita untuk membangun tanah air yang indah," meminta semua orang untuk bersiap sejak kanak-kanak untuk melakukan pelayanan kepada negara mereka. Manusia, tanpa menyadarinya, telah dibawa ke hadapannya, dan dia tanpa ragu-ragu mengambil semua pujian (artinya pujian yang menjadi milik Tuhan karena memegang seluruh umat manusia di tangan-Nya) untuk dirinya sendiri. Dia tidak pernah memiliki rasa malu sedikit pun. Selain itu, dia tanpa tahu malu merebut umat Tuhan dan menyeret mereka kembali ke rumahnya, di mana dia melompat seperti tikus ke atas meja dan menyuruh manusia menyembahnya sebagai "Tuhan". Sungguh penjahat yang nekat! Dia meneriakkan hal-hal yang memalukan dan mengejutkan, seperti: "Tidak ada Tuhan di dunia. Angin dihasilkan oleh perubahan yang diatur oleh hukum alam; hujan turun ketika uap air, yang bertemu dengan suhu dingin, mengembun menjadi tetesan yang jatuh ke bumi; gempa bumi adalah guncangan permukaan bumi akibat perubahan geologis; kemarau disebabkan oleh udara yang kering akibat pembelahan partikel nuklir di permukaan matahari. Semua ini adalah fenomena alam. Di manakah tindakan Tuhan dalam semua fenomena ini?" Bahkan ada orang-orang yang meneriakkan pernyataan yang sangat tidak pantas seperti berikut: "Manusia berevolusi dari kera di masa lampau, dan dunia saat ini berasal dari masyarakat primitif yang dimulai sekitar seratus juta tahun yang lalu. Apakah suatu negara berkembang atau merosot sepenuhnya berada di tangan rakyatnya." Di balik layar, dia membuat manusia menggantungnya di dinding atau meletakkannya di atas meja untuk menyembahnya dan memberikan persembahan kepadanya. Pada saat yang sama dia berseru, "Tidak ada Tuhan," dia menetapkan dirinya sendiri sebagai tuhan, dengan begitu saja mendorong Tuhan keluar dari batas-batas bumi, sambil berdiri di posisi Tuhan dan mengambil peran sebagai raja setan. Betapa sangat tidak masuk akal! Ini membuat orang sangat membencinya. Tampaknya Tuhan dan dia adalah musuh bebuyutan, dan bahwa keduanya tidak dapat hidup berdampingan. Dia membuat rencana kotor untuk mengusir Tuhan sementara dia berkeliaran dengan bebas, di luar jangkauan hukum.[2] Benar-benar raja setan dia! Bagaimana keberadaannya bisa ditoleransi? Dia tidak akan beristirahat sampai dia telah mengacaukan pekerjaan Tuhan dan meninggalkan semuanya dalam keadaan kacau balau,[3] seolah-olah dia ingin menentang Tuhan sampai akhir, sampai dia atau Tuhan yang mati, dengan sengaja menentang Tuhan dan mendesak makin dekat. Wajahnya yang mengerikan telah lama disingkapkan sepenuhnya, dan kini dia benar-benar kewalahan dan didera berbagai masalah[4], tetapi dia tetap tidak akan mengalah dalam kebenciannya kepada Tuhan, seolah-olah hanya dengan menelan Tuhan dalam sekali telan barulah dia bisa meredakan kebencian yang terpendam di dalam hatinya. Bagaimana bisa kita menoleransi musuh Tuhan ini! Hanya pemusnahan dan pembasmian total dirinya yang akan membuat harapan hidup kita tercapai. Bagaimana bisa dia dibiarkan terus merajalela? Dia sudah merusak manusia sedemikian rupa sehingga manusia tidak lagi mengenal matahari surga dan telah menjadi mati rasa dan bodoh. Manusia telah kehilangan nalar manusia normal. Mengapa tidak menyerahkan seluruh keberadaan kita untuk memusnahkannya dan membakarnya untuk menyingkirkan semua kekhawatiran akan masa depan dan membiarkan pekerjaan Tuhan mencapai kemuliaan seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan lebih cepat? Gerombolan bajingan ini telah datang ke dalam dunia manusia dan mengubahnya menjadi kekacauan. Mereka telah membawa seluruh umat manusia ke tepi jurang, diam-diam berencana untuk mendorong mereka ke jurang agar hancur berkeping-keping sehingga mereka dapat memakan mayat mereka. Mereka dengan sia-sia berharap untuk menghancurkan rencana Tuhan dan masuk ke dalam pertandingan dengan Dia, mempertaruhkan segalanya dalam satu lemparan dadu.[5] Itu sama sekali tidak mudah. Lagipula, salib telah dipersiapkan untuk si raja setan, yang bersalah atas kejahatan paling kejam. Salib bukan tempat Tuhan dan Dia telah mencampakkannya kepada setan. Tuhan telah lama muncul sebagai pemenang dan tidak lagi merasa sedih karena dosa umat manusia, tetapi akan membawa keselamatan kepada seluruh umat manusia.
Dari atas sampai ke bawah dan dari awal sampai akhir, Iblis telah mengganggu pekerjaan Tuhan dan bertindak dalam penentangan terhadap-Nya. Semua "warisan budaya kuno", "pengetahuan tentang budaya kuno" yang berharga, "ajaran Taoisme dan Konfusianisme", serta "kitab-kitab klasik Konfusius dan ritual feodal" ini telah membawa manusia ke dalam neraka. Pengetahuan dan teknologi zaman modern yang maju serta industri, pertanian, dan bisnis yang sangat maju, tidak terlihat di mana pun. Sebaliknya, yang dilakukannya hanyalah menekankan ritual feodal yang dibawa oleh para "kera-kera" pada zaman kuno untuk dengan sengaja mengacaukan, menentang, dan merombak pekerjaan Tuhan. Sampai hari ini, dia tidak saja terus menyengsarakan manusia, tetapi juga ingin menelan[6] manusia sepenuhnya. Penyebaran ajaran etika feodal dan pengetahuan budaya kuno yang diturunkan telah lama menjangkiti umat manusia dan mengubah mereka menjadi setan-setan besar dan kecil. Hanya sedikit dari mereka yang akan dengan senang hati menerima Tuhan, hanya sedikit yang akan dengan penuh sukacita menyambut kedatangan-Nya. Wajah seluruh umat manusia dipenuhi dengan niat membunuh, dan di setiap tempat, napas pembunuhan memenuhi udara. Mereka berusaha mengusir Tuhan dari negeri ini; dengan pisau dan pedang terhunus, mereka mengatur barisan perangnya untuk "membinasakan" Tuhan. Di seluruh negeri para setan ini, tempat manusia terus-menerus diajarkan bahwa tidak ada Tuhan, berhala-berhala tersebar di mana-mana, dan udara di atasnya dipenuhi dengan bau kertas terbakar dan dupa yang memualkan, begitu tebal sehingga membuat sulit bernapas. Itu seperti bau busuk lumpur yang terbawa angin bersama dengan ular beracun yang menggeliat-geliat, sedemikian rupa sehingga orang tidak bisa menahan muntah. Selain itu, samar-samar terdengar suara roh-roh jahat melantunkan nyanyian, suara yang sepertinya datang dari jauh di neraka, sedemikian rupa sehingga orang pasti akan gemetar. Di seluruh negeri ini ditempatkan berhala dengan semua warna pelangi, yang mengubah negeri ini menjadi dunia yang mencolok dan seronok, sementara raja setan terus tertawa dengan culas, seolah-olah rencananya telah berhasil. Sementara itu, manusia tetap sama sekali tidak menyadarinya, juga tidak sadar sedikit pun bahwa setan telah merusaknya sampai pada titik di mana dia menjadi tak sadarkan diri dan menundukkan kepalanya. Iblis ingin, dalam satu gebrakan, melenyapkan segala sesuatu tentang Tuhan, dan sekali lagi mencemari dan membunuh-Nya; ia berniat untuk menghancurkan dan mengganggu pekerjaan-Nya. Bagaimana mungkin dia membiarkan Tuhan menyamai statusnya? Bagaimana mungkin dia membiarkan Tuhan "ikut campur" dalam pekerjaannya di dunia manusia? Bagaimana mungkin dia membiarkan Tuhan menyingkapkan wajahnya yang mengerikan? Bagaimana mungkin dia membiarkan Tuhan mengacaukan pekerjaannya? Bagaimana mungkin si setan ini, yang penuh dengan kemarahan, membiarkan Tuhan memegang kendali atas pemerintahannya di bumi? Bagaimana mungkin dia dengan rela tunduk pada kemahakuasaan-Nya? Wajah aslinya yang mengerikan sudah tersingkap apa adanya, sehingga manusia tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis, dan itu benar-benar sulit untuk dibicarakan. Bukankah itulah hakikat si setan? Dengan jiwa yang buruk, mereka tetap meyakini bahwa mereka luar biasa indah. Gerombolan kaki tangan dalam kejahatan[7] ini! Mereka turun ke alam fana untuk menikmati kesenangan dan menyebabkan keributan, mengaduk-aduk segala sesuatu sedemikian rupa sehingga dunia menjadi tempat yang berubah-ubah dan tidak konstan serta hati manusia dipenuhi dengan kepanikan dan kegelisahan, dan mereka telah mempermainkan manusia sedemikian rupa sehingga penampilannya telah menjadi seperti binatang buas yang tidak manusiawi, sangat buruk, di mana jejak terakhir dari manusia yang awalnya murni telah hilang. Selain itu, mereka bahkan ingin mendapatkan kekuasaan berdaulat di bumi. Mereka merintangi pekerjaan Tuhan sedemikian rupa sehingga itu hampir tidak bisa maju sedikit pun, dan mereka mengurung manusia serapat tembok yang terbuat dari tembaga dan besi. Setelah melakukan begitu banyak dosa yang serius dan menyebabkan begitu banyak bencana, apakah mereka masih mengharapkan sesuatu selain hajaran? Para setan telah mengamuk di bumi selama beberapa waktu, dan telah menutup maksud serta hati dan usaha Tuhan dengan begitu rapatnya sehingga tidak ada yang bisa keluar. Sungguh, ini adalah dosa yang kejam! Bagaimana mungkin Tuhan tidak merasa cemas? Bagaimana mungkin Tuhan tidak marah? Mereka telah dengan keras menghalangi dan menentang pekerjaan Tuhan: Betapa memberontaknya mereka! Bahkan setan-setan itu, baik besar maupun kecil, berperilaku seperti serigala di belakang singa, dan mengikuti arus jahat dalam hal membuat gangguan. Mengetahui kebenaran, mereka dengan sengaja menentangnya, anak-anak pemberontak ini! Seolah-olah, sekarang setelah raja neraka naik ke atas takhta raja, mereka telah menjadi nyaman dan berpuas diri, memperlakukan orang lain dengan sikap menghina. Berapa banyak di antara mereka yang mencari kebenaran dan mengikuti keadilan? Mereka semua adalah binatang buas, tidak lebih baik daripada babi dan anjing, berada di depan sekelompok lalat busuk, mengibaskan kepala mereka memberi selamat pada diri sendiri dan menyebabkan berbagai macam masalah,[8] di tengah-tengah tumpukan kotoran. Mereka percaya bahwa raja neraka mereka adalah raja yang terhebat dari semuanya, tanpa menyadari bahwa mereka sendiri tidak lebih daripada lalat-lalat busuk. Namun, mereka memanfaatkan kekuatan babi dan anjing yang menjadi induk mereka untuk memperkecil keberadaan Tuhan. Sebagai lalat kecil, mereka percaya induk mereka sama besarnya dengan ikan paus biru.[9] Tidakkah mereka tahu bahwa, meskipun mereka sendiri sangat kecil, induk mereka adalah babi dan anjing najis yang ratusan juta kali lebih besar daripada mereka? Tidak sadar akan posisi mereka sendiri yang rendah, mereka mengandalkan bau busuk yang dikeluarkan oleh babi dan anjing itu untuk bertindak tak terkendali, dengan sia-sia berpikir untuk melahirkan generasi yang akan datang, sungguh tak tahu malu! Dengan sayap hijau di punggungnya (ini mengacu pada pengakuan mereka bahwa mereka percaya kepada Tuhan), mereka mulai menjadi angkuh dan menyombongkan kecantikan dan pesona mereka di mana-mana, sementara mereka dengan diam-diam melemparkan kenajisan di tubuh mereka sendiri ke atas manusia. Selain itu, mereka sangat senang dengan diri mereka sendiri, seolah-olah mereka dapat menggunakan sepasang sayap berwarna pelangi untuk menyembunyikan kenajisan mereka, dan dengan cara ini mereka membawa penganiayaan mereka terhadap keberadaan Tuhan yang benar (ini mengacu pada apa yang terjadi di balik layar di dunia keagamaan). Bagaimana manusia bisa mengetahui bahwa, seindah apa pun sayap seekor lalat, lalat itu sendiri sebenarnya tidak lebih daripada makhluk yang sangat kecil, dengan perut yang penuh kotoran dan tubuh yang dipenuhi dengan kuman? Dengan kekuatan anjing dan babi sebagai induk mereka, mereka bertindak tak terkendali di seluruh negeri (ini mengacu pada para pemuka agama yang menganiaya Tuhan dengan dukungan yang kuat dari negara yang mengkhianati Tuhan yang benar dan kebenaran) dengan kebiadaban mereka yang tak terkendali. Seolah-olah hantu orang Farisi Yahudi telah kembali bersama dengan Tuhan ke negara si naga merah yang sangat besar, kembali ke sarang lamanya. Mereka telah memulai babak penganiayaan lainnya, melanjutkan kembali pekerjaan mereka beberapa ribu tahun yang lalu. Sekelompok makhluk bobrok ini pasti akan binasa di bumi pada akhirnya! Tampaknya setelah beberapa ribu tahun, roh najis menjadi makin licik dan licin. Mereka terus-menerus ingin merusak pekerjaan Tuhan secara diam-diam. Mereka memiliki tipu muslihat dan tipu daya yang berlimpah, mereka ingin mengulang kembali tragedi yang terjadi beberapa ribu tahun lalu itu di tanah air mereka, membuat Tuhan hampir berteriak. Dia hampir tidak mampu menahan diri-Nya untuk kembali ke tingkat yang ketiga dari surga untuk membinasakan mereka. Untuk manusia mengasihi Tuhan, dia harus memahami maksud-maksud-Nya, mengetahui sukacita dan dukacita-Nya, dan memahami apa yang dibenci-Nya. Melakukan ini akan lebih memacu jalan masuk manusia. Makin cepat jalan masuk manusia, makin maksud-maksud Tuhan terpenuhi. Makin jelas manusia mengenali si raja setan, makin dekat dia kepada Tuhan, sehingga keinginan-Nya dapat tercapai.
Catatan kaki:
1. "Tidak dapat diuraikan" dimaksudkan sebagai sindiran, yang berarti manusia itu kaku dalam pengetahuan, budaya dan pandangan mental mereka.
2. "Berkeliaran dengan bebas, di luar jangkauan hukum" menunjukkan bahwa Iblis tidak terkendali dalam kekejamannya dan bertindak tak terkendali di seluruh negeri.
3. "Keadaan kacau balau" mengacu pada bagaimana perilaku kejam setan tak tertahankan untuk dilihat.
4. "Benar-benar kewalahan dan didera oleh berbagai masalah" mengacu pada wajah buruk raja setan.
5. "Mempertaruhkan segalanya dalam satu lemparan dadu" berarti menaruh semua uang seseorang pada satu taruhan dengan harapan mendapatkan kemenangan pada akhirnya. Ini adalah kiasan untuk rencana kotor setan yang jahat dan kejam. Ungkapan ini digunakan sebagai ejekan.
6. "Menelan" mengacu pada perilaku kejam raja setan, yang merampok manusia secara keseluruhan.
7. "Kaki tangan dalam kejahatan" memiliki jenis yang sama dengan "segerombolan penjahat".
8. "Menyebabkan berbagai macam masalah" mengacu pada bagaimana orang-orang yang berasal dari setan membuat kekacauan, menghalangi, dan menentang pekerjaan Tuhan.
9. "Ikan paus biru" digunakan sebagai ejekan. Ini adalah sebuah kiasan di mana lalat begitu kecil sehingga babi dan anjing tampak sebesar ikan paus bagi mereka.
a. Empat Kitab dan Lima Klasik adalah kitab-kitab rujukan utama Konfusianisme di Tiongkok.