Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Orang yang Mendapatkan Keselamatan adalah Orang yang Bersedia Melakukan Kebenaran

Sejak dahulu, kebutuhan untuk memiliki kehidupan gereja yang benar telah disampaikan dalam khotbah-khotbah yang ada. Namun mengapa kehidupan gereja belum membaik dan masih tetap sama? Mengapa tidak ada cara hidup yang benar-benar baru dan berbeda? Apakah baik bagi seseorang yang hidup pada tahun sembilan puluhan untuk hidup seperti kaisar pada zaman dahulu? Meskipun makanan dan minumannya mungkin merupakan kenikmatan yang jarang dicicipi pada zaman dahulu, belum ada perubahan besar dalam kondisi di gereja. Ini seperti memasukkan anggur lama ke dalam botol baru. Lalu, apa gunanya Tuhan berbicara begitu banyak? Gereja-gereja di berbagai tempat tidak berubah sama sekali. Aku telah melihatnya dengan mata-Ku sendiri dan hal itu jelas dalam hati-Ku; meskipun Aku sendiri belum mengalami kehidupan gereja, Aku mengenal kondisi kebaktian gereja seperti mengenali punggung tangan-Ku sendiri. Mereka belum membuat banyak kemajuan. Kembali ke pepatah tadi—seperti memasukkan anggur lama ke dalam botol baru. Tidak ada yang berubah, tidak sedikit pun! Ketika ada orang yang menggembalakan mereka, mereka terbakar seperti api, tetapi ketika tidak ada orang yang mendukung mereka, mereka seperti balok es. Tidak banyak yang dapat berbicara tentang hal-hal yang nyata dan sangat jarang yang dapat mengambil alih kemudi. Meskipun khotbahnya agung, jarang ada orang yang telah mendapati jalan masuk. Sedikit orang mengasihi firman Tuhan. Mereka menangis ketika menerima firman Tuhan, gembira ketika mengesampingkannya, serta menjadi tak berselera dan muramketika pergi dari situ. Terus terang saja, kamu sekalian tidak mengasihi firman Tuhan, dan tidak pernah menganggap perkataan dari mulut-Nya saat ini sebagai suatu harta. Kamu sekalian hanya menjadi cemas ketika membaca firman-Nya dan merasa sangat berat ketika menghafalkannya, dan ketika tiba waktunya untuk menerapkan firman-Nya, seperti menghadapi tugas berat tanpa akhir yang sia-sia belaka—kamu sekalian tidak termotivasi. Kamu sekalian selalu bersemangat saat membaca firman Tuhan, tetapi lupa ketika melakukannya. Bahkan, firman-firman ini tidak perlu diucapkan dengan susah payah dan diulang dengan sabar; orang-orang hanya mendengarkan tetapi tidak melakukannya, oleh karena itu, hal ini telah menjadi penghalang bagi pekerjaan Tuhan. Aku tidak bisa tidak membahas masalah ini. Aku terdorong melakukannya; bukan karena Aku menikmati mengekspos kelemahan orang lain. Kamu sekalian berpikir bahwa penerapanmu cukup dan bahwa ketika pewahyuan berada di tingkat puncak, kamu juga telah memasuki titik puncak tersebut? Apakah ini sesederhana itu? Kamu sekalian tidak pernah memeriksa dasar di mana pengalamanmu akhirnya dibangun. Pada saat ini, kebaktian gerejamu benar-benar tidak dapat disebut kehidupan gereja yang layak, juga sama sekali bukan kehidupan rohani yang layak. Ini adalah perkumpulan sekelompok orang yang suka mengobrol dan bernyanyi. Sebenarnya, tidak ada banyak realitas di dalamnya. Lebih jelasnya, jika kamu tidak melakukan pengamalan, di mana realitasnya? Apakah bukan membual mengatakan kamu memiliki realitas? Mereka yang selalu melakukan pekerjaan adalah orang yang arogan dan sombong, sementara mereka yang selalu taat berdiam diri dan menundukkan kepala, tanpa memiliki kesempatan untuk melakukan pengamalan. Orang yang melakukan pekerjaan, tidak melakukan apa pun selain berbicara, terus menerus mengoceh dengan khotbah-khotbah mereka yang terdengar tinggi, sementara jemaat hanya mendengarkan. Tidak ada transformasi untuk dibicarakan; ini adalah keadaan masa lalu! Saat ini, kemampuanmu untuk berserah diri dan tidak berani ikut campur atau bertingkah degil adalah karena adanya keputusan administratif Tuhan; itu bukanlah perubahan yang telah kamu alami melalui pengalaman hidup. Kenyataan bahwa ada banyak hal yang tidak akan kamu lakukan sekarang, yang pasti kamu lakukan di masa lalu, adalah karena pekerjaan Tuhan begitu jelas sehingga telah menaklukkan orang-orang. Aku ingin bertanya kepada seseorang, berapa banyak pencapaianmu hari ini yang diperoleh dengan keringat kerja kerasmu sendiri? Berapa banyak darinya yang Tuhan beri tahukan kepadamu secara langsung? Bagaimana kamu akan menjawab? Apakah kamu akan tercengang dan tidak mampu berkata-kata? Apakah kamu akan terperangah? Mengapa orang lain dapat berbicara banyak tentang pengalaman mereka sehingga dapat memberimu makanan, sementara kamu hanya menikmati makanan yang telah dimasak oleh orang lain? Apakah kamu tidak merasa hina? Apakah kamu tidak malu?

Kamu dapat melakukan pengujian pencarian fakta, menguji mereka di tingkat yang lebih tinggi yang agak lebih baik: Seberapa banyak kebenaran yang kamu pahami? Seberapa banyakkah yang akhirnya kamu lakukan? Siapakah yang lebih kamu cintai, Tuhan atau dirimu sendiri? Apakah kamu lebih sering memberi atau menerima? Seberapa sering kamu meninggalkan dirimu yang lama dan mengikuti kehendak Tuhan ketika memiliki niat yang salah? Beberapa pertanyaan ini saja sudah cukup mencengangkan banyak orang. Bagi kebanyakan orang, bahkan jika mereka menyadari bahwa niat mereka salah, mereka masih secara sadar melakukan kesalahan tersebut, dan mereka tidak bisa meninggalkan kedagingan mereka sendiri. Kebanyakan orang membiarkan dosa mereka merajalela, memungkinkan dosa mengarahkan setiap tindakan mereka. Mereka tidak dapat menaklukkan dosa-dosa mereka, dan terus hidup dalam dosa. Sampai pada tahap ini, siapa yang tidak tahu berapa banyak perbuatan jahat yang telah ia lakukan? Jika kamu mengatakan kamu tidak tahu, Aku akan mengatakan bahwa kamu bohong. Terus terang, itu semua adalah keengganan untuk meninggalkan dirimu yang lama. Apa gunanya mengucapkan begitu banyak "kata pertobatan dari hati" yang tidak berharga? Apakah ini akan membantumu bertumbuh dalam kehidupan? Mengenal diri sendiri adalah pekerjaan penuh-waktumu. Aku menyempurnakan orang melalui penyerahan diri mereka dan penerapan firman Tuhan dalam hidup mereka. Jika kamu hanya mengenakan firman Tuhan seperti kamu mengenakan pakaian, hanya untuk terlihat cerdas dan manis, bukankah kamu menipu diri sendiri dan orang lain? Jika yang kamu miliki hanyalah kata-kata dan kamu tidak pernah melakukannya, apa yang akan kamu capai?

Banyak orang dapat berbicara sedikit tentang penerapan dan kesan pribadi mereka, tetapi sebagian besar adalah penerangan yang diperoleh dari perkataan orang lain. Sama sekali tidak mencakup apa pun dari penerapan pribadi dan apa yang mereka lihat dari pengalaman mereka sendiri. Aku telah menelaah masalah ini sebelumnya; jangan pikir Aku tidak tahu apa-apa. Kamu hanyalah seekor macan kertas, tetapi kamu berbicara tentang menaklukkan Iblis, memberikan kesaksian yang penuh kemenangan, dan tentang hidup dalam gambaran Tuhan? Ini semua omong kosong! Apakah kamu pikir semua perkataan yang diucapkan oleh Tuhan hari ini adalah untuk kamu kagumi? Mulutmu berbicara tentang meninggalkan dirimu yang lama dan melakukan kebenaran, tetapi tanganmu melakukan perbuatan lain dan hatimu sedang merencanakan rencana lain—orang macam apa kamu ini? Kenapa hati dan tanganmu tidak sejalan? Begitu banyak khotbah telah menjadi perkataan kosong; tidakkah ini memilukan hati? Jika kamu tidak dapat melakukan firman Tuhan, ini membuktikan bahwa kamu belum memasuki cara bekerja Roh Kudus, kamu belum memiliki karya Roh Kudus di dalam dirimu, dan kamu belum memiliki bimbingan-Nya. Jika kamu mengatakan bahwa kamu hanya mampu memahami firman Tuhan tetapi tidak dapat melakukannya, berarti kamu adalah orang yang tidak mencintai kebenaran. Tuhan tidak datang untuk menyelamatkan orang semacam ini. Yesus menanggung penderitaan hebat ketika Dia disalibkan untuk menyelamatkan orang berdosa, untuk menyelamatkan orang miskin, untuk menyelamatkan orang-orang yang rendah hati. Penyaliban-Nya membawa korban penghapus dosa. Jika kamu tidak dapat melakukan firman Tuhan, kamu harus cepat pergi; jangan jadi pembonceng berlama-lama di rumah Tuhan. Banyak orang bahkan merasa sulit untuk menghentikan diri mereka dari perbuatan-perbuatan yang jelas menentang Tuhan. Bukankah mereka cari mati? Bagaimana mereka dapat berbicara tentang memasuki Kerajaan Tuhan? Akankah mereka memiliki keberanian untuk memandang wajah-Nya? Makan makanan yang Dia sediakan untukmu, melakukan hal-hal menyimpang yang menentang Tuhan, bertindak jahat, berbahaya, dan licik, bahkan ketika Tuhan mengizinkanmu menikmati berkat-berkat yang telah Dia limpahkan kepadamu—tidakkah kamu merasa tanganmu terbakar saat menerimanya? Apakah kamu tidak merasa wajahmu memerah? Setelah melakukan sesuatu yang bertentangan dengan Tuhan, telah melakukan rencana untuk "menyimpang," apakah kamu tidak merasa takut? Jika kamu tidak merasakan apa-apa, bagaimana kamu bisa berbicara tentang masa depan? Sudah lama tidak ada masa depan bagimu, jadi harapan apa lagi yang bisa kamu miliki? Jika kamu mengatakan sesuatu yang memalukan tetapi tetap tidak merasa menyesal, dan hatimu tidak memiliki kesadaran, bukankah itu berarti kamu telah ditinggalkan oleh Tuhan? Berbicara dan bertindak dengan seenaknya dan bebas telah menjadi sifatmu; bagaimana kamu bisa disempurnakan oleh Tuhan seperti ini? Apakah kamu bisa berjalan di dunia ini? Siapakah yang dapat diyakinkan olehmu? Mereka yang mengenal sifat sejatimu akan menjaga jarak mereka. Apakah ini bukan hukuman Tuhan? Setelah mempertimbangkan semuanya, jika hanya ada kata-kata tanpa perbuatan, tidak ada pertumbuhan. Meskipun Roh Kudus mungkin bekerja atasmu pada saat kamu berbicara, jika kamu tidak melakukan pengamalan, Roh Kudus akan berhenti bekerja. Jika kamu terus seperti ini, bagaimana bisa ada pembicaraan tentang masa depan atau memberikan seluruh keberadaanmu kepada pekerjaan Tuhan? Kamu hanya berbicara tentang memberikan seluruh dirimu, tetapi kamu tidak memberikan kepada Tuhan hatimu yang benar-benar mengasihi Dia. Semua yang Tuhan terima adalah hati dari perkataanmu, dan bukan hati dari perbuatanmu. Inikah tingkat pertumbuhan sejatimu? Jika kamu terus seperti ini, kapan kamu akan disempurnakan oleh Tuhan? Apakah kamu tidak merasa cemas akan masa depanmu yang gelap dan suram? Apakah kamu tidak merasa bahwa Tuhan telah kehilangan harapan dalam dirimu? Apakah kamu tidak tahu bahwa Tuhan ingin menyempurnakan orang-orang yang lebih baru dan lebih banyak? Mungkinkah hal-hal lama dapat bertahan? Kamu tidak mengindahkan firman Tuhan hari ini: Apakah kamu menunggu esok hari?

Sebelumnya:Lakukanlah Kebenaran Setelah Engkau Memahaminya

Selanjutnya:Dengan Apakah Seorang Gembala yang Cakap Harus Diperlengkapi

media terkait