Firman Tuhan Harian: Mengenal Tuhan | Kutipan 99

28 Februari 2021

Hanya Tuhan, yang Memiliki Identitas Sang Pencipta, yang Memiliki Otoritas Unik (Bagian Pilihan)

Identitas khusus Iblis telah menyebabkan banyak orang menunjukkan minat besar terhadap perwujudannya dalam berbagai aspek. Bahkan banyak orang bodoh percaya bahwa, seperti Tuhan, Iblis juga memiliki otoritas, karena Iblis mampu menunjukkan mukjizat, dan mampu melakukan hal-hal yang tidak mungkin bagi umat manusia. Maka, selain menyembah Tuhan, umat manusia juga menyediakan tempat bagi Iblis dalam hatinya, dan bahkan memuja Iblis sebagai Tuhan. Semua orang ini sama-sama menyedihkan dan menjijikkan. Mereka menyedihkan karena ketidaktahuan mereka, dan menjijikkan karena bidah dan esensi inheren mereka yang jahat. Pada titik ini, Aku merasa bahwa perlu untuk memberi tahu engkau semua mengenai makna otoritas, apa yang dilambangkannya, dan apa yang direpresentasikannya. Secara garis besar, Tuhan Itu Sendiri adalah otoritas, otoritas-Nya melambangkan supremasi dan hakikat Tuhan, dan otoritas Tuhan Itu Sendiri mewakili status dan identitas Tuhan. Dalam hal ini, apakah Iblis berani mengatakan bahwa ia sendiri adalah Tuhan? Apakah Iblis berani mengatakan bahwa ia menciptakan segala sesuatu, dan memegang kedaulatan atas segala sesuatu? Jelas tidak! Karena ia tidak mampu menciptakan segala sesuatu; sampai saat ini, ia tidak pernah bisa membuat sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan, dan tidak pernah menciptakan sesuatu yang hidup. Karena ia tidak memiliki otoritas Tuhan, ia tidak pernah mungkin memiliki status dan identitas Tuhan, dan ini ditentukan oleh hakikatnya. Apakah ia memiliki kuasa yang sama seperti Tuhan? Jelas tidak! Apa yang kita sebut tindakan Iblis, dan mukjizat yang ditunjukkan oleh Iblis? Apakah itu kuasa? Bisakah itu disebut otoritas? Tentu saja tidak! Iblis mengatur arah berbagai kejahatan, dan mengganggu, merusak, dan menyela setiap aspek pekerjaan Tuhan. Selama beberapa ribu tahun terakhir, selain merusak dan menyiksa umat manusia, dan memikat serta menipu manusia dengan kebejatan moral, dan penolakan Tuhan, sehingga manusia berjalan menuju lembah kekelaman, sudahkah Iblis melakukan apa pun yang pantas dikenang, dipuji, atau dihargai oleh manusia? Jika Iblis memiliki otoritas dan kuasa, akankah umat manusia dirusak olehnya? Jika Iblis memiliki otoritas dan kuasa, akankah umat manusia disakiti olehnya? Jika Iblis memiliki kuasa dan otoritas, akankah umat manusia meninggalkan Tuhan dan berbalik kepada kematian? Karena Iblis tidak memiliki otoritas atau kekuasaan, apa yang harus kita simpulkan tentang substansi dari semua yang dilakukannya? Ada orang yang mendefinisikan semua yang Iblis lakukan sebagai tipuan belaka, tetapi Aku percaya bahwa definisi seperti itu tidak begitu tepat. Apakah perbuatan jahatnya merusak umat manusia hanya tipuan belaka? Kekuatan jahat yang digunakan Iblis untuk menyiksa Ayub, dan keinginannya yang ganas untuk menyiksa dan menelannya, tidak mungkin bisa dicapai dengan tipuan belaka. Jika dipikir lagi, dalam sekejap, kawanan domba dan ternak Ayub yang tersebar jauh dan luas melintasi bukit dan gunung, hilang; dalam sekejap, keberuntungan besar Ayub lenyap. Mungkinkah itu telah dicapai dengan tipuan belaka? Sifat dasar semua hal yang Iblis lakukan sesuai dan cocok dengan hal-hal negatif seperti merusak, mengganggu, memusnahkan, mencelakakan, kejahatan, kebencian, dan kegelapan, sehingga terjadinya semua yang tidak benar dan jahat terkait erat dengan tindakan Iblis, dan tidak dapat dipisahkan dari hakikat jahat Iblis. Terlepas dari seberapa "berkuasanya" Iblis, terlepas dari seberapa berani dan ambisius dirinya, terlepas dari seberapa besar kemampuannya untuk menimbulkan kerusakan, terlepas dari seberapa luas teknik yang merusak dan memikat manusia, terlepas dari seberapa pintar trik dan rencana jahat yang digunakannya untuk mengintimidasi manusia, terlepas dari kemampuannya untuk berubah bentuk di tempat ia berada, ia tidak pernah mampu menciptakan satu makhluk hidup pun, tidak pernah mampu menetapkan hukum atau aturan untuk keberadaan segala sesuatu, dan tidak pernah mampu mengatur dan mengendalikan objek apa pun, baik yang hidup atau mati. Di seluruh alam semesta dan bentangan alam yang luas, tidak ada satu orang atau objek pun yang lahir darinya, atau ada karenanya; tidak ada satu orang atau objek pun yang diatur olehnya, atau dikendalikan olehnya. Sebaliknya, ia tidak hanya harus hidup di bawah kekuasaan Tuhan, tetapi, lebih dari itu, harus taat kepada semua perintah dan titah Tuhan. Tanpa izin Tuhan, sulit bagi Iblis untuk menyentuh setetes air atau butiran pasir di atas tanah; tanpa izin Tuhan, Iblis bahkan tidak bebas untuk memindahkan semut-semut di atas tanah—apalagi umat manusia, yang diciptakan oleh Tuhan. Di mata Tuhan, Iblis lebih rendah daripada bunga bakung di gunung, burung-burung yang terbang di udara, ikan di laut, dan belatung di tanah. Perannya antara lain adalah melayani segala sesuatu, dan bekerja untuk umat manusia, serta melayani pekerjaan Tuhan dan rencana pengelolaan-Nya. Terlepas dari seberapa buruk sifatnya, dan seberapa jahat substansinya, satu-satunya hal yang dapat dilakukan olehnya adalah mematuhi fungsinya secara saksama, yaitu melayani Tuhan, dan memberikan tandingan kepada Tuhan. Itulah esensi dan posisi Iblis. Hakikatnya tidak terhubung dengan kehidupan, tidak terhubung dengan kuasa, tidak terhubung dengan otoritas; itu hanyalah mainan di tangan Tuhan, hanya sebuah mesin yang melayani Tuhan!

—Firman, Vol. 2, Tentang Mengenal Tuhan, "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I"

Lihat lebih banyak

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Bagikan

Batalkan

Hubungi kami via WhatsApp