Firman Tuhan Harian: Mengenal Tuhan | Kutipan 100
27 Februari 2021
Hanya Tuhan, yang Memiliki Identitas Sang Pencipta, yang Memiliki Otoritas Unik (Bagian-bagian Pilihan)
Otoritas itu sendiri dapat dijelaskan sebagai kuasa Tuhan. Pertama, dapat dikatakan dengan pasti bahwa otoritas dan kuasa bersifat positif. Mereka tidak memiliki hubungan dengan apa pun yang negatif, dan tidak terkait dengan makhluk ciptaan atau bukan ciptaan. Kuasa Tuhan mampu menciptakan benda dalam bentuk apa pun yang memiliki kehidupan dan vitalitas, dan ini ditentukan oleh kehidupan Tuhan. Tuhan adalah kehidupan, jadi Dia adalah sumber dari semua makhluk hidup. Lebih jauh lagi, otoritas Tuhan dapat membuat semua makhluk hidup taat kepada setiap firman Tuhan, yaitu, menjadi sesuai dengan firman dari mulut Tuhan, dan hidup dan berkembang biak menurut titah Tuhan, dan setelah itu Tuhan memerintah dan menitahkan semua makhluk hidup, dan tidak akan pernah ada penyimpangan, selama-lamanya. Tidak seorang atau satu benda pun memiliki semua hal ini; hanya Sang Pencipta memiliki dan membawa kuasa semacam itu, sehingga disebut otoritas. Inilah keunikan Sang Pencipta. Dengan demikian, terlepas dari apakah kata "otoritas" itu sendiri atau substansi dari otoritas ini, masing-masingnya hanya dapat dikaitkan dengan Sang Pencipta, karena itu adalah simbol dari identitas dan hakikat unik dari Sang Pencipta, dan mewakili identitas dan status Sang Pencipta; selain dari Sang Pencipta, tidak seorang atau satu objek pun dapat dikaitkan dengan kata "otoritas." Ini adalah interpretasi atas otoritas unik Sang Pencipta.
Meski Iblis memandang Ayub dengan mata iri, tanpa izin Tuhan, ia tidak berani menyentuh sehelai rambut pun di tubuh Ayub. Meski pada dasarnya jahat dan kejam, setelah Tuhan mengeluarkan perintah-Nya kepadanya, Iblis tidak memiliki pilihan selain mematuhi titah Tuhan. Jadi, meski Iblis sama buasnya seperti serigala di antara kawanan domba ketika datang ke Ayub, ia tidak berani melupakan batas yang ditetapkan untuknya oleh Tuhan, tidak berani melanggar perintah Tuhan, dan dalam semua yang dilakukan olehnya, Iblis tidak berani menyimpang dari prinsip dan batasan firman Tuhan—bukankah ini fakta? Dari sini, dapat dilihat bahwa Iblis tidak berani menentang satu pun firman Tuhan Yahweh. Bagi Iblis, setiap firman dari mulut Tuhan adalah sebuah perintah, dan hukum surgawi, dan ungkapan otoritas Tuhan—karena di balik setiap firman Tuhan tersirat hukuman Tuhan bagi mereka yang melanggar perintah Tuhan, dan mereka yang tidak taat serta menentang hukum surgawi. Iblis jelas tahu bahwa jika ia melanggar perintah Tuhan, ia harus menerima konsekuensi dari pelanggaran terhadap otoritas Tuhan, dan menentang hukum surgawi. Dan apa sebenarnya konsekuensinya? Tak perlu dikatakan, semua itu, tentu saja, hukumannya oleh Tuhan. Tindakan Iblis terhadap Ayub hanyalah mikrokosmos dari perusakan manusia olehnya, dan ketika Iblis melakukan semua tindakan ini, batas-batas yang ditetapkan oleh Tuhan dan perintah yang Dia berikan kepada Iblis hanyalah mikrokosmos dari prinsip-prinsip di balik semua yang dilakukannya. Selain itu, peran dan posisi Iblis dalam hal ini hanyalah mikrokosmos dari peran dan posisinya dalam pekerjaan pengelolaan Tuhan, dan ketaatan Iblis sepenuhnya kepada Tuhan dalam mencobai Ayub hanyalah sebuah mikrokosmos dari bagaimana Iblis tidak berani menentang Tuhan sedikit pun dalam pekerjaan pengelolaan Tuhan. Peringatan apa yang semua mikrokosmos ini berikan kepada engkau semua? Di antara segala sesuatu, termasuk Iblis, tidak seorang atau satu benda pun yang dapat melanggar hukum dan aturan surgawi yang ditetapkan oleh Sang Pencipta, dan tidak seorang orang atau benda pun yang berani melanggar hukum dan aturan surgawi ini, karena tidak ada seorang atau satu objek pun yang dapat mengubah atau lolos dari hukuman yang Sang Pencipta berikan kepada mereka yang tidak taat terhadap-Nya. Hanya Sang Pencipta yang dapat menetapkan hukum dan aturan surgawi, hanya Sang Pencipta yang memiliki kuasa untuk mengerahkannya, dan hanya kuasa Sang Pencipta yang tidak dapat dilanggar oleh orang atau benda apa pun. Ini adalah otoritas unik Sang Pencipta, otoritas ini adalah yang tertinggi di antara segala sesuatu, sehingga tidak mungkin dikatakan bahwa "Tuhan adalah yang terbesar dan Iblis adalah nomor dua." Kecuali Sang Pencipta yang memiliki otoritas unik, tidak ada Tuhan yang lain!
Apakah engkau semua sekarang memiliki pengetahuan baru tentang otoritas Tuhan? Pertama, apakah ada perbedaan antara otoritas Tuhan yang baru disebutkan, dan kuasa manusia? Dan apa perbedaannya? Beberapa orang mengatakan bahwa keduanya tidak dapat dibandingkan. Itu benar! Meski orang mengatakan bahwa keduanya tidak dapat dibandingkan, dalam pikiran dan konsepsi manusia, kuasa manusia sering disalahartikan sebagai otoritas, dengan keduanya sering dibandingkan secara berdampingan. Apa maksudnya? Bukankah orang membuat kesalahan dengan secara tidak sengaja mengganti satu dengan yang lain? Keduanya tidak saling terhubung, dan tidak ada perbandingan di antara mereka, tetapi orang masih tidak dapat menahan diri. Bagaimana ini seharusnya diselesaikan? Jika engkau benar-benar ingin menemukan resolusi, satu-satunya cara adalah memahami dan mengetahui otoritas unik Tuhan. Setelah memahami dan mengetahui otoritas Sang Pencipta, engkau tidak akan menyebut-nyebut otoritas manusia dan otoritas Tuhan dalam kalimat yang sama.
Apa yang dimaksud dengan kuasa manusia? Pada dasarnya, itu adalah kemampuan atau keterampilan yang memungkinkan watak, hasrat, dan ambisi manusia yang rusak untuk diperluas atau dicapai sebisa mungkin. Apakah ini dianggap sebagai otoritas? Terlepas dari betapa besar atau menggiurkannya ambisi dan hasrat manusia, orang itu tidak dapat dikatakan memiliki otoritas; paling-paling, kesibukan dan kesuksesan ini hanyalah demonstrasi kekonyolan Iblis di tengah-tengah manusia, paling-paling itu adalah lelucon saat Iblis bertindak sebagai leluhurnya sendiri guna memenuhi ambisinya menjadi Tuhan.
—Firman, Vol. 2, Tentang Mengenal Tuhan, "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I"
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Jenis Video Lainnya