Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Melakukan Kebenaran Semata Berarti Memiliki Kenyataan

Mampu menjelaskan firman Tuhan secara gamblang bukan berarti engkau memiliki kenyataan—segala sesuatu tidak sesederhana seperti yang engkau dibayangkan. Apakah engkau memiliki kenyataan atau tidak itu bukan didasarkan pada apa yang engkau ucapkan, melainkan pada apa yang engkau hidupi. Ketika firman Tuhan menjadi hidupmu dan ungkapan alamimu, hanya inilah yang dianggap sebagai kenyataan, dan hanya dengan demikianlah engkau memiliki pemahaman dan tingkat pertumbuhan yang nyata. Engkau harus mampu tahan uji untuk jangka waktu yang lama, dan harus dapat hidup dalam keserupaan yang Tuhan kehendaki; tentu itu bukan semata-mata sikap, tetapi harus mengalir keluar secara alami dari dirimu. Hanya dengan demikian, engkau akan benar-benar memiliki kenyataan, dan baru kemudian engkau akan memperoleh kehidupan. Biar Aku gunakan contoh tentang ujian para pelaku pelayanan yang diketahui semua orang. Siapa pun dapat berbicara tentang berbagai teori paling luhur tentang para pelaku pelayanan; engkau sekalian memiliki tingkat pemahaman yang layak mengenai hal ini, dan tentu lebih cakap membicarakan materi pelajaran ini daripada yang sebelumnya, seolah-olah ini adalah kompetisi. Namun, jika manusia tidak mengalami ujian yang besar, sulit untuk mengatakan apakah dia memiliki kesaksian yang bagus. Singkatnya, cara hidup manusia masih sangat kurang, dan ini tidak selaras dengan pemahamannya. Jadi, pengalaman itu belum menjadi tingkat pertumbuhan manusia yang sebenarnya, dan itu belum menjadi kehidupan manusia. Karena pemahaman manusia belum terwujud dalam kenyataan, tingkat pertumbuhannya masih seperti istana yang dibangun di atas pasir, mulai goyah dan berada di ambang kehancuran. Manusia memiliki terlalu sedikit kenyataan—hampir tidak mungkin menemukan kenyataan dalam diri manusia. Terlalu sedikit kenyataan yang secara alami mengalir dari diri manusia dan semua kenyataan dalam hidupnya telah dipaksakan, itulah sebabnya mengapa Aku mengatakan bahwa manusia tidak memiliki kenyataan. Jangan terlalu banyak bertaruh pada manusia yang mengatakan bahwa kasih mereka kepada Tuhan tidak pernah berubah—inilah yang biasa mereka ucapkan sebelum menghadapi ujian. Begitu mereka tiba-tiba menghadapi ujian, segala sesuatu yang mereka ucapkan sekali lagi tidak sesuai dengan kenyataan, dan hal ini akan membuktikan bahwa manusia tidak memiliki kenyataan. Bisa dikatakan bahwa setiap kali engkau menemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan pemikiranmu dan mengharuskanmu untuk mengesampingkan dirimu sendiri, inilah ujianmu. Sebelum kehendak Tuhan dinyatakan, ada ujian yang sukar bagi setiap orang, ujian yang luar biasa bagi semua orang—dapatkah engkau memahami hal ini dengan jelas? Ketika Tuhan ingin menguji manusia, Dia selalu membiarkan mereka menentukan pilihan sendiri sebelum kebenaran fakta itu terungkap. Ini berarti bahwa ketika Tuhan sedang mengujimu, Dia tidak akan pernah memberitahukan kebenaran itu kepadamu, dan demikianlah tepatnya bagaimana manusia bisa rentan. Inilah salah satu cara Tuhan melakukan pekerjaan-Nya, untuk melihat apakah engkau memahami Tuhan saat ini, dan apakah engkau memiliki kenyataan. Apakah engkau benar-benar bebas dari kebimbangan mengenai pekerjaan Tuhan? Akankah engkau dapat berdiri teguh ketika ujian besar menimpa? Siapakah berani mengatakan "Aku menjamin tidak akan ada masalah"? Siapakah berani mengatakan "Orang lain mungkin bimbang, tetapi aku tidak akan pernah bimbang"? Sama seperti ketika Petrus diperhadapkan dengan ujian—ia selalu membual sebelum kebenaran diungkapkan. Ini bukan kelemahan pribadi Petrus yang unik; ini merupakan kesulitan terbesar yang dihadapi setiap orang saat ini. Jika Aku mengunjungi berbagai tempat, atau beberapa saudara dan saudari, untuk mengetahui pemahaman engkau sekalian tentang pekerjaan Tuhan pada zaman sekarang, engkau sekalian pasti akan banyak berbicara tentang pemahamanmu, dan tampaknya tidak ada kebimbangan dalam dirimu. Jika Aku bertanya: "Dapatkah engkau benar-benar memastikan bahwa pekerjaan pada hari ini dilakukan oleh Tuhan itu sendiri? Tanpa kebimbangan?" Engkau pasti akan menjawab: "Tidak diragukan lagi, pekerjaan itu dikerjakan oleh Roh Tuhan." Begitu engkau menjawab sedemikian rupa, engkau pasti tidak akan memiliki sedikit pun kebimbangan dan bahkan mungkin merasakan kegembiraan yang luar biasa—engkau mungkin merasa bahwa engkau telah memperoleh sedikit kenyataan. Mereka yang cenderung memahami segala sesuatu dengan cara demikian adalah mereka yang kurang memiliki kenyataan; semakin orang berpikir bahwa dia telah memperolehnya, semakin ia tidak mampu berdiri teguh dalam ujian. Celakalah mereka yang sombong dan congkak, dan celakalah mereka yang tidak memiliki pengetahuan tentang diri mereka sendiri. Orang-orang seperti itu paling pintar berbicara tetapi paling buruk dalam tindakan mereka. Ketika ada sedikit saja tanda kesukaran, orang-orang ini akan mulai bimbang dan pikiran untuk menyerah memasuki pikiran mereka. Mereka tidak memiliki kenyataan; yang mereka miliki hanyalah teori yang lebih luhur daripada agama, tanpa satu pun kenyataan yang Tuhan kehendaki saat ini. Aku sangat muak dengan mereka yang hanya berbicara tentang teori dan tidak memiliki kenyataan. Mereka berteriak paling nyaring ketika melakukan pekerjaan mereka, namun remuk redam tak lama setelah mereka menghadapi kenyataan. Bukankah itu menunjukkan bahwa orang-orang ini tidak memiliki kenyataan? Tidak peduli seberapa ganasnya angin dan ombak, jika engkau dapat tetap bertahan tanpa sedikit pun kebimbangan memasuki pikiranmu, dan engkau dapat berdiri teguh dan tidak berada dalam keadaan penyangkalan bahkan ketika tidak ada orang lain yang tersisa, maka engkau bisa dianggap memiliki pemahaman yang benar dan benar-benar memiliki kenyataan. Jika engkau mengikuti arah mana angin bertiup, mengindahkan mayoritas orang dan belajar mengucapkan apa yang dikatakan orang lain, tidak peduli seberapa baik engkau mengatakan hal-hal semacam itu, itu bukan bukti bahwa engkau memiliki kenyataan. Oleh karena itu, Aku menasihatimu agar engkau tidak buru-buru meneriakkan omong kosong. Apakah engkau tahu pekerjaan yang akan Tuhan perbuat? Janganlah bersikap seperti rasul Petrus agar tidak mempermalukan diri sendiri dan tidak bisa lagi membusungkan dada—ini tidak berguna bagi siapa pun. Kebanyakan orang tidak memiliki tingkat pertumbuhan yang nyata. Tuhan telah melakukan banyak pekerjaan tetapi Dia belum membuat kenyataan terjadi pada manusia; lebih tepatnya, Tuhan tidak pernah secara pribadi menghajar siapa pun. Jadi, beberapa dari mereka rentan oleh ujian seperti itu, dengan tentakel dosa mereka merangkak lebih jauh dan makin jauh, berpikir bahwa mereka dapat memperlakukan Tuhan secara sembrono, dan melakukan apa pun yang mereka inginkan. Karena mereka bahkan tidak mampu menghadapi ujian semacam ini, ujian yang lebih menantang akan menjadi mustahil, dan memiliki kenyataan pun menjadi tidak mungkin. Bukankah ini berarti sedang mencoba menipu Tuhan? Memiliki kenyataan bukanlah sesuatu yang dapat dipalsukan, dan juga bukan sesuatu yang dapat engkau peroleh dari pengetahuan tentang hal itu. Hal ini didasarkan pada tingkat pengetahuanmu yang sebenarnya, dan didasarkan pada apakah engkau mampu bertahan menghadapi semua ujian. Pahamkah engkau sekarang?

Tuntutan Tuhan terhadap manusia bukan sekadar mampu berbicara tentang kenyataan. Bukankah itu terlalu mudah? Mengapa kemudian Tuhan berbicara tentang masuk ke dalam kehidupan? Mengapa Dia berbicara tentang perubahan? Jika seseorang hanya mampu bicara kosong tentang kenyataan, dapatkah perubahan watak tercapai? Melatih sekelompok prajurit kerajaan yang baik tidak sama dengan melatih orang-orang yang hanya mampu berbicara tentang kenyataan atau orang-orang yang hanya membanggakan diri, tetapi ini berarti melatih orang-orang yang dapat menghidupi firman Tuhan setiap saat, yang pantang menyerah terlepas dari kemunduran yang mereka hadapi, dan yang hidup sesuai dengan firman Tuhan setiap waktu, dan tidak kembali pada dunia. Inilah kenyataan yang Tuhan maksud, dan inilah tuntutan Tuhan terhadap manusia. Karena itu, jangan memandang kenyataan yang diucapkan oleh Tuhan itu terlalu sederhana. Sekadar mengalami pencerahan Roh Kudus tidak sama artinya dengan memiliki kenyataan: ini bukanlah tingkat pertumbuhan manusia, tetapi anugerah Tuhan, dan itu tidak melibatkan prestasi manusia. Setiap orang harus menanggung penderitaan Petrus, dan bahkan lebih lagi memiliki kemuliaan Petrus. Hal ini adalah apa yang harus manusia jalani setelah mereka memperoleh pekerjaan Tuhan. Hanya ini yang bisa disebut kenyataan. Jangan berpikir bahwa engkau akan memiliki kenyataan hanya karena engkau dapat berbicara tentang hal tersebut. Ini kekeliruan, yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, dan tidak memiliki arti sebenarnya. Jangan mengatakan hal-hal seperti itu di masa mendatang—hentikan perkataan seperti itu! Semua orang yang memiliki pemahaman yang salah akan firman Tuhan adalah orang yang tidak percaya. Mereka tidak memiliki pengetahuan nyata, apalagi tingkat pertumbuhan yang nyata; namun hanya orang-orang bodoh tanpa kenyataan. Artinya, mereka yang hidup di luar hakikat firman Tuhan adalah orang-orang yang tidak percaya. Mereka yang dianggap tidak percaya oleh manusia adalah celaka di mata Tuhan, dan mereka yang dianggap tidak percaya oleh Tuhan adalah mereka yang tidak memiliki firman Tuhan sebagai hidup mereka. Oleh karena itu, mereka yang tidak memiliki kenyataan firman Tuhan dan yang gagal menghidupi firman Tuhan adalah orang yang tidak percaya. Maksud Tuhan adalah agar setiap orang menghayati kenyataan firman Tuhan. Bukan hanya agar setiap orang dapat berbicara tentang kenyataan, tetapi yang lebih penting, bahwa setiap orang dapat menghayati kenyataan firman Tuhan. Kenyataanyang dirasakan manusia itu terlalu dangkal, tidak memiliki nilai, tidak dapat memenuhi kehendak Tuhan, terlalu rendah, bahkan tidak layak disebutkan, masih terlalu kurang, dan terlampau jauh dari standar tuntutan Tuhan. Engkau masing-masing akan menjalani ujian besar untuk mengetahui siapakah di antaramu sekalian yang hanya tahu berbicara tentang pemahamanmu tetapi tidak dapat menunjukkan jalan itu, dan melihat siapakah di antara engkau adalah sampah yang tidak berguna. Ingatlah ini di masa mendatang! Jangan cuma berbicara tentang pemahaman kosong—hanya bertutur tentang jalan penerapan, dan tentang kenyataan. Beralihlah dari pengetahuan nyata menjadi penerapan yang nyata, dan kemudian beralihlah dari penerapan menjadi hidup dalam kenyataan. Jangan menguliahi orang lain, dan jangan bicara tentang pengetahuan nyata. Jika pemahamanmu adalah sebuah jalan, maka engkau bisa melepaskannya; jika itu bukan jalan, maka tutup mulutmu, dan berhentilah bicara. Apa yang engkau katakan tidak ada gunanya. Itu hanya beberapa kata pemahaman untuk menipu Tuhan dan membuat orang lain iri padamu. Bukankah itu ambisimu? Bukankah ini berarti engkau secara sengaja mempermainkan orang lain? Apakah ini bernilai? Bicaralah tentang pemahaman hanya setelah engkau mengalaminya, dan kemudian engkau tidak akan lagi membual. Jika tidak, maka engkau hanya mengatakan perkataan sombong. Engkau bahkan tidak dapat mengatasi banyak hal atau memberontak melawan daging sendiri dalam pengalaman yang sebenarnya, selalu melakukan apa pun karena terdorong untuk melakukan keinginanmu, bukan memuaskan kehendak Tuhan, namun engkau masih memiliki keberanian untuk berbicara tentang pemahaman teoretis—sungguh tidak tahu malu! Engkau masih memiliki keberanian untuk berbicara tentang pemahamanmu tentang firman Tuhan—betapa lancang! Berpidato dan membual telah menjadi sifatmu, dan engkau telah terbiasa melakukan hal ini. Kebiasaan itu ada di ujung jari kapan pun engkau ingin bicara, engkau melakukannya dengan lancar dan tanpa pikir panjang, dan engkau senang mengumbar kosong dalam hal penerapannya. Bukankah ini berarti membodohi orang lain? Engkau mungkin bisa menipu orang lain, tetapi Tuhan tidak bisa dibodohi. Manusia tidak tahu dan tidak memiliki ketajaman, tetapi Tuhan serius tentang hal-hal seperti itu, dan Dia tidak akan menyayangkan dirimu. Saudara dan saudarimu mungkin mendukungmu, memuji-muji pemahamanmu, menyanjungmu, tetapi jika engkau tidak memiliki kenyataan, Roh Kudus tidak akan mengampunimu. Mungkin Tuhan yang nyata tidak akan mengusik kekuranganmu, tetapi Roh Tuhan tidak akan menyayangkanmu, dan itu sudah cukup bagimu untuk menanggungnya. Apakah engkau percaya ini? Bicaralah lebih banyak tentang kenyataan dalam penerapannya; apakah engkau sudah lupa? Bicaralah lebih banyak tentang jalan penerapan; apakah engkau sudah lupa? "Bicaralah lebih sedikit tentang teori-teori yang luhur atau omong besar yang tidak berharga, dan yang terbaik adalah mulailah menerapkan dari sekarang." Sudahkah engkau lupa perkataan ini? Apakah engkau tidak memahami semua ini? Apakah engkau tidak memahami kehendak Tuhan?

Sebelumnya:Berpegang pada Perintah dan Melakukan Kebenaran

Selanjutnya:Mengenal Pekerjaan Tuhan Saat Ini

media terkait