Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Bab 38

Sepanjang pengalaman manusia, tidak pernah ada sosok-Ku ataupun kepemimpinan firman-Ku, jadi Aku selalu menghindari manusia, menjaga jarak dengannya, lalu meninggalkan mereka. Aku membenci ketidaktaatan umat manusia. Aku tidak tahu mengapa. Sepertinya Aku telah membenci manusia sejak awal tetapi Aku merasakan simpati yang dalam kepada mereka. Jadi, manusia memandang-Ku dengan dua hati, karena Aku mengasihi manusia dan Aku juga membenci manusia. Siapa di antara mereka yang menunjukkan pemahaman sejati akan kasih-Ku? Dan siapa yang bisa memahami kebencian-Ku? Di mata-Ku, manusia adalah benda mati, tidak memiliki hidup, seakan mereka adalah patung tanah liat yang berdiri di antara hal-hal lain. Kadang-kadang, ketidaktaatan manusia membangkitkan amarah-Ku terhadap mereka. Ketika Aku hidup di antara manusia, mereka memberi-Ku senyum tipis ketika Aku tiba-tiba datang, karena mereka selalu dengan sadar mencari Aku, seakan Aku bermain-main dengan mereka di bumi. Mereka tidak pernah menganggap-Ku serius, dan karena sikap mereka terhadap-Ku, Aku tidak punya pilihan lain selain "mengundurkan diri" dari "agensi" manusia. Tetap saja, Aku ingin mengumumkan bahwa walau Aku telah "mengundurkan diri", "pensiun"-Ku tidaklah boleh kurang satu sen pun. Karena "senioritas"-Ku di "agensi" manusia, Aku terus meminta bayaran dari mereka, bayaran yang memang menjadi hak-Ku. Walaupun manusia telah meninggalkan Aku, bagaimana bisa mereka lepas dari genggaman tangan-Ku? Aku melonggarkan genggaman-Ku pada mereka sampai tingkat tertentu, membiarkan mereka menikmati keinginan dagingnya, jadi mereka berani tidak dikekang, tak terkendali, dan bisa terlihat bahwa mereka tidak benar-benar mengasihi-Ku, karena mereka hidup dalam daging. Mungkinkah kasih yang sejati didapat dari daging? Mungkinkah semua yang Aku minta dari manusia adalah "kasih" dari daging? Jika memang begitu, maka apakah nilai yang dimiliki manusia? Mereka semua adalah sampah tidak berguna! Andai bukan karena "kuasa supernatural"-Ku yang abadi, Aku sudah lama meninggalkan manusia–untuk apa tinggal dengan mereka dan menerima "perundungan" mereka? Tetapi Aku bertahan. Aku ingin sampai ke dasar urusan manusia. Begitu Aku telah menyelesaikan pekerjaan-Ku di bumi, Aku akan naik tinggi ke langit untuk mengadili "penguasa" segala sesuatu; ini adalah tugas utama-Ku, karena Aku telah membenci manusia dengan sangat. Siapa yang tidak membenci musuhnya? Siapa yang tidak akan membinasakan musuhnya? Di surga, Iblis adalah musuh-Ku, di bumi, manusia adalah lawan-Ku. Karena persatuan antara surga dan bumi, sembilan generasi mereka harus dianggap bersalah karena persatuan itu, dan tidak ada yang akan diampuni. Siapa yang menyuruh mereka menentang Aku? Siapa yang menyuruh mereka tidak menaati-Ku? Mengapa manusia tidak bisa dilepaskan dari sifat lama mereka? Mengapa kedagingan mereka selalu berlipat ganda di dalam diri mereka? Semua ini adalah bukti dari penghakiman-Ku terhadap manusia. Siapa yang berani tidak menerima fakta ini? Siapa yang berani mengatakan penghakiman-Ku diwarnai oleh emosi? Aku berbeda dengan manusia, jadi Aku telah meninggalkan mereka, karena Aku bukanlah manusia.

Semua yang Aku lakukan ada alasannya, ketika manusia "menyatakan kebenaran" kepada-Ku, Aku menggiring mereka ke "tempat eksekusi", karena umat manusia cukup bersalah untuk menerima hajaran-Ku. Jadi, Aku tidak menghajar manusia dengan membabi buta; sebaliknya, hajaran-Ku atas mereka selalu sesuai dengan kebenaran dosa mereka. Jika tidak, umat manusia tidak akan pernah berlutut dan mengakui mereka bersalah kepada-Ku karena pemberontakan mereka. Manusia semuanya dengan segan menundukkan kepala mereka karena situasi saat ini, tetapi hati mereka tetap tidak teryakinkan. Aku memberi manusia "barium" untuk diminum, jadi organ dalam mereka tampak jelas di hadapan sebuah "lensa"; kenajisan dan kotoran dalam perut manusia tetap tidak dibasmi. Berbagai kotoran mengalir dalam pembuluh darah mereka, jadi racun dalam diri mereka berkembang. Karena manusia telah lama hidup seperti ini, maka mereka menjadi terbiasa dengannya dan tidak merasa itu aneh. Sebagai hasilnya, kuman dalam diri mereka menjadi dewasa, menjadi sifat mereka, dan semua orang hidup di bawah dominasinya. Itulah sebabnya manusia seperti kuda liar, berlarian ke sana kemari. Bagaimanapun juga, mereka tidak pernah benar-benar mengakui hal ini, tetapi hanya mengangguk-anggukkan kepala mereka untuk menunjukkan bahwa mereka "diyakinkan". Sesungguhnya, manusia tidak memasukkan firman-Ku ke dalam hati mereka. Jika mereka menganggap firman-Ku sebagai obat, maka mereka akan "mengikuti perintah dokter" dan membiarkan obat itu menyembuhkan penyakit mereka dari dalam. Akan tetapi, dalam hati-Ku, cara mereka bersikap tidak bisa memenuhi keinginan-Ku, jadi Aku hanya bisa "mengigit peluru" dan terus berbicara kepada mereka. Entah mereka mendengarkan atau tidak, Aku hanya melakukan tugas-Ku. Manusia tidak mau menikmati berkat-Ku dan akan menjalani penyiksaan neraka, jadi Aku tidak bisa melakukan apa-apa selain menyetujui permintaan mereka. Akan tetapi, supaya nama dan Roh-Ku tidak dipermalukan di neraka, Aku akan pertama-tama mendisiplinkan mereka dan kemudian "mengabulkan" keinginan mereka dan melakukannya sehingga mereka bisa mengalami "sukacita sepenuh hati". Aku tidak bersedia membiarkan manusia mempermalukan Aku di bawah panji-panji-Ku di mana pun atau kapan pun, itu sebabnya Aku mendisiplinkan mereka dari waktu ke waktu. Tanpa kekangan firman tegas yang Kuucapkan, bagaimana manusia masih bisa berdiri di hadapan-Ku hari ini? Bukankah manusia menahan diri dari dosa hanya karena mereka takut Aku akan menjauh? Bukankah benar bahwa mereka tidak mengeluh hanya karena mereka takut hajaran? Kehendak siapa yang ditujukan hanya demi rencana-Ku? Manusia semuanya berpikir Aku adalah keilahian yang kekurangan "kualitas intelektual", tetapi siapa yang bisa mengerti bahwa Aku mampu menyelami segala sesuatu dalam diri umat manusia? Tepat sekali seperti yang dikatakan manusia, "Mengapa memukul paku dengan palu godam?" Manusia "mengasihi" Aku bukan karena kasih mereka bagi-Ku merupakan pembawaan lahir mereka, tetapi karena mereka takut hajaran. Siapa di antara manusia yang terlahir mengasihi-Ku? Siapa yang memperlakukan-Ku seakan Aku adalah hati mereka sendiri? Jadi, Aku menyimpulkan semuanya dengan pepatah bagi dunia manusia: Di antara manusia, tidak ada yang mengasihi-Ku.

Karena Aku ingin mengakhiri pekerjaan-Ku di bumi, Aku telah mempercepat kecepatan langkah pekerjaan-Ku dengan cara ini agar manusia tidak tertinggal jauh dari-Ku, sangat jauh sehingga mereka jatuh ke dalam laut tak berbatas. Ini karena Aku telah memberi tahu mereka realitas berbagai hal jauh-jauh hari sehingga mereka bisa berjaga-jaga. Jika bukan karena ini, siapa yang akan menaikkan layar ketika akan dihadapkan pada angin kencang dan ombak? Manusia semuanya melakukan pekerjaan kewaspadaan. Seakan Aku telah menjadi "perampok" di mata mereka. Mereka takut Aku akan mengambil dari mereka semua barang di rumah mereka, jadi mereka semua mendorong "pintu" dengan sekuat tenaga yang mereka bisa kerahkan, sangat takut Aku akan tiba-tiba menerobos masuk. Ketika Aku melihat mereka bersikap seperti tikus yang pengecut, Aku pergi diam-diam. Dalam imajinasi manusia, seakan-akan "kiamat" datang kepada dunia, jadi mereka semua lari tunggang langgang, ketakutan setengah mati. Hanya pada saat itulah Aku bisa melihat hantu berkeliaran di bumi. Aku tidak bisa menahan tawa, dan di tengah suara tawa-Ku, manusia dikejutkan dan ketakutan. Pada saat itulah Aku menyadari kebenaran, jadi Aku menahan senyum-Ku dan tidak lagi memandang bumi, dan kembali kepada rencana awal-Ku. Aku tidak lagi menganggap manusia sebagai model yang dijadikan sampel bagi penelitian-Ku, karena mereka tidaklah lebih dari sampah sisa makanan. Begitu Aku membuang mereka, mereka tidak lagi memiliki kegunaan–mereka adalah sampah. Pada saat ini, Aku akan melenyapkan mereka dan membuang mereka ke dalam api. Dalam pikiran manusia, penghakiman, keagungan, dan murka-Ku mengandung belas kasih dan kebaikan-Ku. Tetapi mereka tidak tahu bahwa Aku telah lama mengabaikan kelemahan mereka dan aku sudah lama sekali menarik belas kasih dan kebaikan-Ku, dan itulah sebabnya mereka ada dalam keadaan seperti mereka saat ini. Tidak ada manusia yang bisa mengenal-Ku, atau pun mengerti firman-Ku atau memandang wajah-Ku atau memahami kehendak-Ku. Bukankah ini keadaan manusia saat ini? Lalu bagaimana bisa seseorang mengatakan Aku memiliki belas kasih dan kebaikan? Aku tidak peduli dengan kelemahan mereka dan Aku tidak mempertimbangkan ketidakmampuan mereka. Apakah ini masih merupakan belas kasih dan kebaikan-Ku? Apalagi kasih-Ku bagi mereka? Semua orang percaya bahwa Aku memilah perkataan-Ku demi adat kebiasaan, jadi mereka tidak percaya kata-kata yang Aku katakan. Tetapi siapa yang paham, "Karena ini adalah zaman yang berbeda, belas kasih dan kebaikan-Ku tidak hadir saat ini; namun Aku tetaplah Tuhan yang melakukan apa yang Dia katakan?" Aku ada di antara manusia dan dalam pikiran manusia, mereka melihat-Ku sebagai Yang Maha Tinggi jadi manusia percaya Aku senang berbicara lewat hikmat-Ku. Oleh karena itu, manusia selalu memandang firman-Ku dengan skeptis. Tetapi siapa yang bisa memahami peraturan di balik perkataan-Ku? Siapa yang bisa memahami asal-usul firman-Ku? Siapa yang bisa memahami apa yang Aku benar-benar ingin capai? Siapa yang bisa paham detail dari kesimpulan rencana pengelolaan-Ku? Siapa yang bisa menjadi orang kepercayaan-Ku? Di antara semuanya, siapa selain Aku yang bisa mengerti dengan tepat apa yang Aku kerjakan? Dan siapa yang bisa tahu tujuan puncak-Ku?

30 April 1992

Sebelumnya:Bab 37

Selanjutnya:Bab 39