Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Esensi dan Jati Diri Manusia

Faktanya, mereka tidak kecewa, dan mereka sudah melihat apa yang telah dilakukan lebih dari enam ribu tahun lalu sampai hari ini, bahwa Aku tidak menelantarkan mereka. Malahan, karena nenek moyang mereka memakan buah dari pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat yang diberikan oleh si jahat, mereka meninggalkan-Ku demi dosa. Kebaikan adalah kepunyaan-Ku, sedangkan kejahatan adalah kepunyaan si jahat yang menipu-Ku demi dosa. Aku tidak menyalahkan manusia, aku juga tidak membantai mereka dengan bengis ataupun memberikan mereka hajaran tanpa ampun, karena kejahatan pada mulanya bukanlah milik manusia. Maka dari itu, meskipun orang-orang Israel menyalibkan-Ku di hadapan umum, mereka, yang telah menanti Mesias dan Yahweh, serta merindukan Yesus sang Juru Selamat, tidak melupakan janji-Ku. Ini karena Aku tidak menelantarkan mereka. Lagipula, Aku telah mengambil darah sebagai bukti perjanjian yang Kubuat dengan manusia. Fakta ini telah menjadi darah dari perjanjian yang tertulis di hati orang-orang muda dan tak berdosa, seperti ditandai, dan seperti keberdampingan kekal antara surga dan bumi. Aku tidak pernah mencurangi jiwa-jiwa nestapa yang Kutebus, Kuraih, dan yang lebih mengasihi Aku dibandingkan si jahat setelah Aku menetapkan dan memilih mereka. Oleh karena itu, mereka sangat mengharapkan kedatangan-Ku kembali dan tidak sabar menanti bertemu dengan-Ku. Karena Aku tidak pernah menghapus perjanjian yang telah Kubuat dengan mereka oleh darah, tidaklah mengejutkan mereka telah menanti dengan tidak sabar. Aku akan mendapatkan kembali kawanan domba yang telah bertahun-tahun hilang, karena Aku telah senantiasa mengasihi manusia; hanya saja unsur kejahatan telah ditambahkan ke dalam kebaikan manusia. Aku akan meraih jiwa-jiwa malang yang mengasihi Aku dan yang telah Kukasihi, tapi bagaimana bisa Aku membawa orang-orang jahat yang tidak pernah mengasihi Aku dan bersikap layaknya musuh di rumah-Ku? Aku tidak akan membawa keturunan iblis dan ular yang membenci, melawan, menentang, menyerang, dan mengutuk-Ku ke dalam kerajaan-Ku, meskipun Aku telah membuat perjanjian oleh darah dengan manusia. Kamu harus mengerti mengapa dan untuk siapa Aku melakukan pekerjaan-Ku. Apakah kebaikan ataukah kejahatan yang ada dalam kasihmu? Apakah kamu sungguh-sungguh mengenal-Ku seperti Daud dan Musa mengenal-Ku? Apakah kamu sungguh-sungguh melayani-Ku seperti Abraham melayani-Ku? Memang benar bahwa kamu sedang disempurnakan oleh-Ku, tapi kamu harus mengetahui ini: Siapa yang akan kamu wakili? Akan seperti hasil siapakah hasilmu nanti? Dalam hidupmu, apakah kamu menuai hasil yang penuh kesukaan dan melimpah dengan mengalami-Ku? Apakah itu melimpah dan bermanfaat? Kamu harus memeriksa dirimu sendiri. Bertahun-tahun kamu telah bekerja keras demi Aku, tapi apakah kamu memperoleh apapun? Sudahkah kamu mengubah atau meraih apapun? Sebagai ganti pengalamanmu dalam kesusahan, apakah kamu menjadi seperti Petrus yang disalibkan, atau seperti Paulus yang tersungkur dan menerima cahaya agung? Kamu harus memperhatikan hal-hal ini. Aku tidak terus-menerus berbicara dan berpikir akan hidupmu yang lebih kecil dari biji sesawi, yakni seukuran butiran pasir. Dapat dikatakan, manusialah yang Aku kelola. Akan tetapi, Aku tidak melihat kehidupan manusia, yang sebelumnya Kubenci tapi kemudian Kupungut kembali, sebagai bagian penting dari pengelolaan-Ku. Kamu harus paham tentang jati dirimu sebelumnya, dan siapa yang kamu layani sebagai budak. Oleh karena itu, Aku tidak menggunakan wajah-wajah manusia layaknya Iblis menggunakan mereka sebagai bahan baku untuk mengelola mereka, karena manusia bukanlah obyek-obyek berharga. Kamu harus mengingat sikap-Ku terhadapmu pada mulanya, dan sapaan-Ku terhadapmu pada waktu itu yang tidak tanpa makna nyata. Kamu harus tahu bahwa “topi-topi” yang terpasang di kepalamu bukan tanpa dasar. Aku menganggap kamu sekalian paham bahwa kamu semula bukan kepunyaan Tuhan, tapi kamu ditangkap oleh Iblis jauh di masa lampau dan melayaninya di kediamannya sebagai hamba yang setia. Kamu telah lama melupakan Aku, karena kamu telah lama berada di luar rumah-Ku, dan berada di dalam genggaman tangan si jahat. Orang-orang yang Kuselamatkan adalah orang-orang yang telah Kutetapkan sejak dahulu kala dan telah ditebus oleh-Ku, sedangkan kamu sekalian adalah jiwa-jiwa malang yang telah ditempatkan di antara manusia sebagai pengecualian. Kamu harus mengetahui bahwa tempatmu bukanlah di kediaman Daud atau Yakub, melainkan Moab, yang adalah anggota suku asing. Karena Aku tidak mengadakan perjanjian dengan kamu, melainkan hanya melakukan pekerjaan dan berbicara di antara kamu, dan memimpin kamu. Darah-Ku tidak ditumpahkan bagimu. Aku hanya bekerja di antara kamu demi kesaksian-Ku. Tidakkah kamu mengetahui itu? Apakah pekerjaan-Ku benar-benar seperti Yesus yang darahnya tertumpah dan mati atas kamu? Tidaklah sepadan bagi-Ku untuk menanggung penghinaan sebesar itu demi kamu. Tuhan, yang sama sekali tanpa dosa, benar-benar turun ke tempat seperti kandang anjing dan babi yang kumuh dan menjijikan, dan tak layak dihuni manusia. Akan tetapi, Aku menanggung semua hinaan kejam ini demi kemuliaan Bapa-Ku dan untuk kesaksian kekal. Kamu harus mengetahui tingkah lakumu dan melihat bahwa kamu bukanlah anak-anak yang lahir ke dalam “keluarga yang kaya dan punya kuasa,” melainkan semata keturunan melarat dari Iblis. Kamu bukanlah pendiri di antara para manusia, dan kamu tidak memiliki hak maupun kebebasan. Sejatinya kamu tidak punya bagian sedikit pun dari berkat yang berasal dari kemanusiaan maupun kerajaan surga. Ini karena kamu sekalian adalah kaum yang derajatnya paling rendah di dalam kemanusiaan, dan Aku sebelumnya tidak pernah memikirkan tentang masa depanmu. Maka dari itu, walaupun itu merupakan bagian dari rencana awal-Ku bahwa hari ini Aku akan berkeyakinan untuk menyempurnakan kamu, ini adalah pekerjaan baru, karena statusmu terlalu rendah dan sejatinya kamu tidak punya bagian dalam kemanusiaan. Bukankah ini sebuah berkat bagi manusia?

Mereka yang Kuselamatkan adalah jiwa-jiwa yang Kulepaskan dari api penyucian dahulu kala, dan kaum terpilih yang Kukunjungi jauh di masa lalu, karena mereka telah merindukan kehadiran-Ku kembali di antara mereka. Mereka telah mengasihi Aku, dan telah menuliskan perjanjian yang telah Kubuat dengan mereka oleh darah di dalam hati mereka, karena Aku telah mengasihi mereka. Mereka seperti kawanan domba yang hilang, yang telah mencari-Ku selama bertahun-tahun, dan mereka baik, dan oleh karenanya Aku memanggil mereka orang-orang Israel yang baik dan malaikat-malaikat kecil yang menyenangkan. Aku tidak akan menderita akan hinaan jika Aku berada di tengah mereka. Ini karena kasih mereka terhadap-Ku melebihi kasih mereka akan hidup mereka sendiri, dan Aku mengasihi mereka sebagai hal paling indah di antara segalanya. Ini karena mereka diciptakan oleh-Ku dan merupakan kepunyaan-Ku; mereka tidak pernah melupakan Aku. Kasih mereka melampaui kasihmu sekalian, dan mereka mengasihi Aku dengan kesetiaan yang melebihi kasihmu akan hidupmu sendiri. Mereka berserah kepada-Ku seperti merpati-merpati kecil tunduk kepada langit, dan dengan kesetiaan yang jauh melebihi kesetiaanmu terhadap-Ku. Dan ini karena mereka merupakan keturunan Yakub, anak-anak Adam, dan merupakan bagian dari orang-orang yang Ku-pilih, karena Aku telah mengasihi mereka sejak zaman dahulu, dan jauh melebihi kasih-Ku kepadamu, dan karena kamu terlalu memberontak, perlawananmu terlalu sengit, kamu terlalu menganggap-Ku remeh, sikapmu terlalu dingin terhadap-Ku, kamu tidak cukup mengasihi-Ku, dan terlalu membenci Aku. Kamu terlalu banyak menghina pekerjaan-Ku dan membenci tindakan-Ku. Berbeda dengan mereka, kamu tidak pernah memandang tindakan-Ku sebagai harta. Malahan, kamu membenci mereka dengan mata merah dan rasa cemas, sama seperti Iblis. Di mana pengabdianmu? Di mana karaktermu? Di mana kasihmu? Kapankah kamu menunjukkan unsur kasih di dalam dirimu? Kapankah kamu menganggap serius pekerjaan-Ku? Kasihanilah malaikat-malaikat elok yang telah mendambakan-Ku dan menanggung derita hebat selagi menanti Aku, karena aku sangat mengasihi mereka. Akan tetapi, apa yang Ku-saksikan sekarang ini adalah dunia tidak manusiawi yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan mereka. Tidakkah kamu merasa bahwa nuranimu telah tumpul dan mati rasa untuk waktu yang panjang? Tidakkah kamu berpikir bahwa kamu adalah sampah yang menghalangi pertemuan-Ku kembali dengan malaikat-malaikat elok itu? Pernahkah mereka tidak menunggu kedatangan-Ku kembali? Pernahkah mereka tidak menantikan saat bisa bersatu kembali dengan-Ku? Pernahkah mereka tidak menantikan waktu untuk menghabiskan hari-hari yang indah dan bersantap bersama-Ku? Pernahkah kamu sadar akan apa yang kamu lakukan di masa sekarang ini—mengamuk di seluruh dunia, merencanakan hal buruk terhadap sesamamu, menipu satu sama lain, bertingkah secara berbahaya, penuh rahasia dan tanpa rasa malu, tidak tahu akan kebenaran, tidak jujur dan penuh tipu muslihat, bermulut manis penuh sanjungan, menganggap dirimu sendiri paling benar dan lebih baik dari orang lain, menjadi angkuh, dan bertindak biadab layaknya hewan liar di pegunungan dan kasar bagaikan raja hewan buas—inikah gambaran manusia? Kamu kasar dan keterlaluan. Kamu tidak pernah menganggap firman-Ku sebagai harta, malahan kamu bersikap merendahkan. Dengan cara ini, dari manakah datangnya pencapaian, kehidupan manusia yang sejati, dan pengharapan yang indah? Akankah imajinasimu yang berlebihan benar-benar menyelamatkanmu dari mulut harimau? Akankah ia benar-benar menyelamatkanmu dari nyala api? Mungkinkah kamu jatuh ke titik ini kalau saja kamu melihat pekerjaan-Ku sebagai harta yang tak ternilai? Benarkah demikian bahwa nasibmu sudah tidak mungkin diubah lagi? Apakah kamu ingin binasa dengan penyesalan seperti itu?

Sebelumnya:Tujuan Mengelola Umat Manusia

Selanjutnya:Apakah Jati Diri dan Nilai Yang Melekat Pada Manusia?

Anda Mungkin Juga Menyukai