Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Domba Tuhan Mendengar Suara-Nya (Seri Wajib bagi Orang Percaya Baru)

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Bab 3 Engkau Harus Mengetahui Kebenaran Tentang Tiga Tahap Pekerjaan Tuhan

3. Mengetahui Tujuan dan Makna dari Masing-Masing Tiga Tahap Pekerjaan Tuhan.

Firman Tuhan yang Relevan:

Pada masa ini, signifikansi, tujuan, dan berbagai tahapan karya Yahweh bagi umat Israel adalah demi mengawali karya-Nya di seluruh bumi ini. Dengan Israel sebagai pusatnya, karya Tuhan secara bertahap menyebar ke bangsa-bangsa non-Yahudi. Inilah prinsip dasar dari karya-Nya di seantero semesta. Tuhan menetapkan contoh lalu menyebarkannya ke seluruh dunia sampai semua manusia menerima Injil-Nya. Bangsa Israel pertama adalah keturunan Nuh. Kaum ini diberkati hanya oleh napas Yahweh, dan mereka cukup memahami cara-cara memenuhi kebutuhan hidup utama, namun mereka tidak tahu seperti apa Tuhan Yahweh itu, atau memahami kehendak-Nya bagi manusia. Tidak pula mereka memahami cara menghormati Tuhan Pencipta. Keturunan Adam tidak tahu-menahu mengenai hal-hal ini, mengenai peraturan dan hukum yang harus ditaati, dan mengenai hal-hal yang harus dikerjakan oleh ciptaan bagi Pencipta-Nya. Mereka hanya mengetahui suami harus berjerih mencukupi kebutuhan keluarganya, dan istri harus tunduk kepada suami serta melanjutkan keturunan manusia yang telah diciptakan Yahweh. Dengan kata lain, kaum yang hanya memiliki napas Yahweh dan hidup-Nya ini tidak mengetahui cara mengikuti hukum Tuhan atau menyukakan hati Pencipta-Nya. Begitu sedikit yang mereka pahami. Jadi, meskipun nurani mereka bersih dari kedengkian dan dusta, serta tidak diracuni iri hati ataupun perselisihan, mereka tidak mengetahui maupun memahami tentang Yahweh, Tuhan Pencipta mereka. Nenek moyang manusia ini hanya tahu cara makan makanan dari Yahweh dan menikmati berkat-Nya, tetapi tidak tahu cara untuk menghormati Tuhan mereka; mereka tidak tahu bahwa Yahweh adalah Satu-satunya yang patut disembah sujud. Maka, bagaimana mereka dapat disebut sebagai ciptaan-Nya? Jika demikian, bagaimana dengan pernyataan, "Yahweh adalah Tuhan Pencipta semesta" dan "Ia menciptakan manusia agar manusia dapat menyatakan Dia, memuliakan Dia, dan menjadi wakil-Nya"—tidakkah ini menjadi penyataan yang sia-sia? Bagaimanakah orang yang tidak menghormati Yahweh dapat menjadi kesaksian untuk kemuliaan-Nya? Bagaimanakah mereka menyatakan kemuliaan-Nya? Tidakkah pernyataan Yahweh "Aku menciptakan manusia seturut gambar-Ku" dapat menjadi senjata di ujung lidah Iblis—si jahat? Tidakkah kata-kata ini menjadi cela memalukan terhadap penciptaan manusia oleh Yahweh? Untuk menyelesaikan tahapan karya-Nya, setelah menciptakan manusia, Yahweh tidak memberikan petunjuk atau membimbing bagi mereka sejak zaman Adam sampai Nuh. Bahkan, baru setelah air bah meluluh-lantakkan muka bumi-lah Ia mulai menuntun bangsa Israel, yang merupakan keturunan Nuh dan juga Adam. Karya dan perkataan Tuhan di Israel menjadi tuntunan bagi bangsa Israel dalam kehidupan mereka di tanah Israel. Ini juga menunjukkan sisi kemanusiaan Yahweh yang tak hanya sanggup meniupkan napas kehidupan, yang memungkinkan manusia hidup dari debu yang diciptakan-Nya, tapi Ia pun sanggup membakar manusia, mengutuk manusia, dan dengan tongkat-Nya memerintah manusia. Dengan ini pula, mereka melihat Yahweh sanggup membimbing kehidupan manusia di bumi, dan bersabda serta berkarya di antara manusia pada siang dan malam hari. Ia melakukannya agar manusia menyadari Yahweh adalah sang Pencipta yang menciptakan manusia dari debu. Tidak hanya itu, namun karya yang dimulai di Israel dimaksudkan supaya orang-orang dan bangsa-bangsa lain (yang pada kenyatannya tidak terpisah dari Israel, tetapi merupakan pecahan dari Israel, serta tetap merupakan keturunan Adam dan Hawa) dapat menerima Injil Yahweh dari Israel, agar semua makhluk ciptaan di dunia dapat menghormati Yahweh dan berpegang teguh kepada-Nya. Apabila Yahweh tidak memulai karya-Nya di Israel, tetapi hanya menciptakan manusia dan membiarkan mereka hidup dengan kehendak bebas di muka bumi, mengingat sifat fisik manusia (sifat fisik bermakna manusia tidak mengetahui hal-hal yang tidak dilihatnya, atau dapat dikatakan manusia tidak pernah tahu bahwa Yahweh yang menciptakan manusia, lebih-lebih alasan Ia melakukannya), mereka tidak akan pernah mengetahui bahwa Yahweh adalah pencipta manusia atau bahwa Ialah Tuhan Maha Pencipta. Jika Yahweh menciptakan manusia dan menempatkannya di muka bumi hanya sebagai objek kesenangannya sendiri, kemudian melepaskan kendali dan meninggalkan mereka, alih-alih tinggal di antara manusia dan membimbing mereka selama waktu tertentu, penciptaan manusia akan menjadi hal yang sia-sia; bahkan surga dan bumi dan segala ciptaan-Nya, serta segenap manusia, akan kembali pada kesia-siaan; atau lebih buruk lagi, akan diinjak-injak oleh Iblis. Jika demikian, hancurlah harapan-Nya, "Di bumi, di tengah segala ciptaan-Nya, Ia memiliki tempat, sebuah tempat kudus". Maka dari itu, setelah menciptakan manusia, Ia tinggal di tengah-tengah ciptaan-Nya untuk menuntun hidup mereka, dan bersabda dari tengah-tengah mereka. Ini semua untuk mewujudkan harapan-Nya dan menggenapkan rencana-Nya. Karyanya bagi bangsa Israel adalah pelaksanaan rencana yang telah ditetapkan-Nya sebelum Ia menciptakan segala sesuatu. Karya -Nya di antara bangsa Israel dan segala ciptaan-Nya tidaklah bertentangan, melainkan keduanya demi pengelolaan-Nya, karya-Nya, dan kemuliaan-Nya. Ini juga bertujuan untuk memberikan arti lebih bagi manusia ciptaan-Nya. Ia menuntun kehidupan manusia di bumi selama dua ribu tahun setelah Nuh, dan selama itu, Ia mengajarkan manusia cara menghormati Yahweh, Tuhan Pencipta Semesta, cara mereka hidup, dan yang terpenting cara berlaku sebagai saksi, patuh kepada-Nya, dan memberikan penghormatan bagi-Nya, bahkan menaikkan lagu pujian bagi-Nya, seperti halnya Daud dan para imamnya.

dari "Karya Tuhan pada Zaman Hukum Taurat" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Yahweh menciptakan manusia, dengan kata lain, Dia menciptakan leluhur umat manusia, Hawa dan Adam, tetapi Dia tidak menganugerahi mereka kecerdasan atau hikmat lebih lanjut. Meskipun sudah hidup di bumi, mereka hampir tidak mengerti apa-apa. Karena itu, pekerjaan menciptakan umat manusia oleh Yahweh baru separuh jalan dan jauh dari rampung. Dia hanya membentuk model manusia dari tanah liat dan memberikan napas-Nya, namun tidak disertai dengan kemauan yang cukup untuk menghormati-Nya. Mula-mula, jauh di luar pikiran manusia untuk memuja, atau takut akan Dia. Manusia hanya tahu cara mendengarkan perkataan-Nya, tetapi tidak tahu tentang pengetahuan dasar kehidupan di bumi dan aturan hidup manusia yang tepat. Maka, meskipun Yahweh menciptakan laki-laki dan perempuan dan menyelesaikan proyek tujuh hari, Dia sama sekali tidak merampungkan penciptaan manusia sehingga manusia hanyalah debu dan tidak memiliki realitas sebagai manusia. Manusia hanya tahu bahwa Yahweh-lah yang telah menciptakan umat manusia, tetapi tidak tahu bagaimana harus mematuhi perkataan atau hukum Yahweh. Maka, setelah umat manusia muncul, pekerjaan Yahweh masih jauh dari rampung. Dia masih harus membimbing mereka untuk datang ke hadapan-Nya sehingga mereka dapat hidup bersama di bumi dan menghormati-Nya, dan supaya dengan bimbingan-Nya mereka bisa memasuki jalur yang benar dari kehidupan manusia yang normal di bumi. Hanya setelah itu pekerjaan yang dilakukan, terutama atas nama Yahweh, benar-benar rampung; yaitu, hanya setelah itu, pekerjaan penciptaan dunia oleh Yahweh benar-benar rampung. Maka, setelah menciptakan umat manusia, Dia harus menuntun hidup umat manusia di bumi selama beberapa ribu tahun agar umat manusia dapat mematuhi ketetapan dan hukum-Nya dan mengambil bagian dalam semua kegiatan kehidupan manusia normal di bumi. Baru setelah itu pekerjaan Yahweh benar-benar rampung. Ia melakukan pekerjaan ini setelah menciptakan umat manusia, dan melanjutkannya sampai ke zaman Yakub, yakni ketika Dia menjadikan dua belas anak Yakub sebagai dua belas suku Israel. Sejak saat itu dan seterusnya, semua orang Israel menjadi bangsa manusia yang secara resmi dipimpin oleh-Nya di bumi, dan Israel menjadi suatu tempat yang khusus di bumi, tempat Dia melakukan pekerjaan-Nya. Yahweh menjadikan orang-orang ini kelompok pertama yang secara resmi menerima pekerjaan yang dilakukan-Nya di bumi. Dia menjadikan seluruh tanah Israel sebagai titik awal pekerjaan-Nya, menggunakan mereka sebagai awal dari pekerjaan yang lebih besar sehingga semua orang yang lahir dari-Nya di bumi akan tahu bagaimana menghormati-Nya dan bagaimana hidup di bumi. Dan dengan demikian, perbuatan orang Israel menjadi contoh bagi orang-orang dari bangsa bukan Yahudi, dan apa yang dikatakan di antara orang Israel akan didengar pula oleh orang-orang dari bangsa bukan Yahudi. Karena merekalah yang pertama menerima hukum dan perintah Yahweh, demikian pula yang pertama tahu bagaimana menghormati cara hidup yang ditetapkan Yahweh. Merekalah leluhur umat manusia yang selain mengetahui cara hidup yang ditetapkan Yahweh juga merupakan representasi ras manusia yang dipilih oleh Yahweh.

dari "Visi Pekerjaan Tuhan (3)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pada zaman Hukum Taurat, Yahweh menetapkan banyak perintah kepada Musa untuk disampaikan ke hadapan bangsa Israel yang mengikutinya ke luar Mesir. Perintah-perintah ini diturunkan Yahweh bagi bangsa Israel, dan tidak berhubungan dengan orang Mesir. Tujuannya adalah membatasi bangsa Israel. Jika mereka bersedia mematuhi Sabat, jika mereka menghormati orang tua, jika mereka menyembah berhala, dan sebagainya. Inilah prinsip yang menghakimi jika mereka hidup dengan kebenaran atau dalam dosa. Di antaranya, terdapat beberapa orang yang disambar api Yahweh, yang dirajam sampai mati, dan sebagian lainnya yang menerima berkat Yahweh. Ini ditentukan berdasarkan ketaatan mereka terhadap perintah-perintah ini. Mereka yang tidak mematuhi Sabat akan dirajam sampai mati dan imam-imam yang mengingkari Sabat akan disambar api. Mereka yang tidak menghormati orang tuanya juga akan dirajam sampai mati. Ini semuanya diperintahkan oleh Yahweh. Ia menurunkan perintah-perintah dan hukum-hukum-Nya saat Ia memimpin kehidupan mereka. Kaumnya akan mendengar dan mematuhi-Nya serta tidak memberontak terhadap-Nya. Ia memakai hukum-hukum ini untuk mengendalikan umat manusia yang baru lahir dan menjadikan mereka pilar karya-Nya yang lebih baik pada masa mendatang. Dengan demikian, berdasarkan pekerjaan yang Yahweh lakukan, zaman pertama disebut sebagai Zaman Hukum Taurat. Walaupun Yahweh banyak berfirman dan berkarya, Ia memimpin dengan tujuan membangun, mengajarkan orang bebal menjadi manusia lebih baik, bagaimana menjalani hidup, dan bagaimana memahami cara Yahweh. Karena pekerjaan utama yang dilakukan-Nya adalah agar orang-orang menaati peraturan-Nya dan mengikuti hukum-hukum-Nya. Ini dilakukan terhadap orang-orang yang dangkal dan culas, tetapi tidak meluas hingga mengubah watak mereka, ataupun perjalanan hidup mereka. Ia menggunakan hukum untuk membatasi dan mengatur umatnya. … Maka dari itu, Yahweh memberikan tujuan hidup dan membuat bangsa yang telah dipimpin-Nya melampaui nenek moyang mereka, Adam dan Hawa karena berkat Yahweh bagi mereka telah melebihi apa yang diberikan-Nya bagi Adam dan Hawa pada awal mula penciptaan. Bagaimanapun juga, pekerjaan yang dilakukan Yahweh bagi Israel semata untuk menuntun umatnya dan membuat mereka mengenal Penciptanya. Ia tidak menaklukkan atau mengubah mereka, melainkan hanya memberikan tuntunan. Semua ini merupakan rangkuman pekerjaan yang dilakukan Yahweh pada Zaman Hukum Taurat. Inilah latar belakang, kisah nyata, serta esensi karya-Nya di seluruh tanah Israel, dan merupakan awal mula karya-Nya selama enam ribu tahun—untuk menjaga umatnya tetap setia kepada Yahweh. Lebih dari itu, ada lebih banyak pekerjaan yang dilakukan-Nya dalam rencana pengelolaan-Nya yang selama enam ribu tahun.

dari "Karya Tuhan pada Zaman Hukum Taurat" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Selama Zaman Hukum Taurat, pekerjaan membimbing umat manusia dilakukan atas nama Yahweh dan tahap pertama pekerjaan dimulai di bumi. Pada tahap ini, pekerjaan itu terdiri dari membangun Bait Suci dan mezbah, menggunakan hukum Taurat untuk membimbing orang Israel, dan bekerja di tengah-tengah mereka. Dengan membimbing orang Israel, Dia membangun suatu pangkalan untuk pekerjaan-Nya di bumi. Dari pangkalan ini, Dia memperluas pekerjaan-Nya melampaui Israel, yang berarti bahwa dari Israel, Dia memperluas pekerjaan-Nya ke luar, sehingga generasi selanjutnya secara bertahap mengetahui bahwa Yahweh adalah Tuhan, dan bahwa adalah Yahweh yang menciptakan langit bumi dan segala sesuatunya, dan adalah Yahweh yang menjadikan segala makhluk. Dia menyebarluaskan pekerjaan-Nya melalui orang Israel kepada suku bangsa lain. Tanah Israel adalah tempat suci pertama pekerjaan Yahweh di bumi, dan di tanah Israel pula Tuhan pertama kali bekerja di bumi. Inilah pekerjaan Zaman Hukum Taurat.

dari "Visi Pekerjaan Tuhan (3)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pekerjaan yang dilakukan Yesus sesuai dengan kebutuhan manusia pada zaman itu. Tugas-Nya adalah menebus umat manusia, mengampuni dosa-dosa mereka, dan karena itu, watak-Nya sepenuhnya rendah hati, sabar, penuh kasih, saleh, mampu menahan diri, murah hati, dan penuh kasih setia. Ia memberkati umat manusia dengan melimpah dan memberikan banyak sekali kasih karunia kepada mereka, serta memberikan semua hal yang dapat mereka nikmati untuk kesenangan mereka: kedamaian dan kebahagiaan, kesabaran dan cinta-Nya, kemurahan dan kasih setia-Nya. Pada masa itu, manusia menemukan begitu banyak hal untuk dinikmati: Hati mereka damai dan tenang, roh mereka dihiburkan, dan mereka ditopang oleh Yesus Sang Juru Selamat. Mereka bisa mendapatkan semuanya ini karena mereka hidup pada zaman itu. Pada Zaman Kasih Karunia, manusia telah dirusak oleh Iblis. Karena itu, pekerjaan penebusan seluruh umat manusia menuntut kasih karunia yang berlimpah, ketabahan dan kesabaran yang tak terbatas, dan terlebih lagi, sebuah persembahan yang cukup untuk menebus dosa umat manusia, agar dapat mencapai tujuannya. Apa yang dilihat manusia pada Zaman Kasih Karunia hanyalah korban persembahan-Ku untuk menebus dosa-dosa umat manusia, yaitu Yesus. Yang mereka ketahui adalah bahwa Tuhan sangat berbelas kasihan dan panjang sabar, dan yang mereka lihat adalah belas kasihan dan kasih setia Yesus. Semuanya ini terjadi karena mereka hidup pada Zaman Kasih Karunia. Jadi, sebelum mereka dapat ditebus, mereka harus menikmati berbagai jenis kasih karunia yang Yesus anugerahkan kepada mereka; hanya ini yang bermanfaat bagi mereka. Dengan cara ini, dosa-dosa mereka dapat diampuni melalui kenikmatan kasih karunia yang diberikan kepada mereka, dan mereka juga bisa mempunyai kesempatan untuk ditebus melalui ketabahan dan kesabaran Yesus. Hanya melalui ketabahan dan kesabaran Yesuslah mereka mendapatkan hak untuk diampuni dan menikmati limpahan kasih karunia yang dianugerahkan oleh Yesus—seperti yang dikatakan Yesus, "Aku datang bukan untuk menebus orang benar, melainkan orang berdosa, sehingga orang berdosa diampuni dari dosa-dosa mereka." Jika dahulu Yesus berinkarnasi dengan watak menghakimi, mengutuk, dan tidak bersabar terhadap pelanggaran manusia, maka manusia tidak akan pernah mempunyai kesempatan untuk ditebus, dan dengan begitu mereka akan selamanya berada di dalam dosa. Jika demikian, rencana pengelolaan enam ribu tahun itu mungkin terhenti di Zaman Hukum Taurat, dan Zaman Hukum Taurat akan diperpanjang selama enam ribu tahun lagi. Dosa manusia hanya akan semakin bertambah dan semakin menyedihkan, dan penciptaan umat manusia pastinya akan menjadi sia-sia belaka saja. Manusia hanya dapat melayani Yahweh di bawah hukum-Nya, tetapi dosa-dosa mereka akan melampaui dosa manusia yang diciptakan lebih dahulu. Semakin Yesus mengasihi umat manusia, mengampuni dosa-dosa mereka, dan memberikan belas kasihan serta kasih setia yang cukup kepada mereka, semakin banyak manusia dapat diselamatkan, dapat disebut sebagai domba-domba terhilang yang telah dibeli Yesus dengan harga mahal. Iblis tidak dapat ikut campur dalam pekerjaan ini, karena Yesus memperlakukan para pengikut-Nya seperti seorang ibu yang penuh kasih memperlakukan bayinya di dalam dekapannya. Ia tidak marah atau membenci mereka, tetapi senantiasa memberikan penghiburan. Ia tidak pernah murka terhadap mereka, melainkan menahan diri terhadap dosa-dosa mereka dan menutup mata terhadap kebodohan dan kebebalan mereka, bahkan hingga berkata, "Ampunilah sesamamu sampai tujuh puluh kali tujuh kali." Jadi, hati-Nya mengubah hati orang lain. Dengan cara inilah orang menerima pengampunan dosa melalui kesabaran-Nya.

dari "Kisah Nyata di Balik Pekerjaan pada Zaman Penebusan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Karena masa itu adalah zaman yang berbeda, Ia sering menganugerahkan makanan dan minuman yang berlimpah, sehingga orang-orang bisa menjadi kenyang. Ia memperlakukan semua pengikut-Nya dengan kasih karunia, menyembuhkan orang sakit, mengusir setan-setan, membangkitkan orang mati. Agar orang-orang percaya kepada-Nya dan melihat bahwa semua perbuatan-Nya itu dilakukan dengan tulus dan sepenuh hati, Ia bahkan membangkitkan kembali mayat yang telah membusuk, untuk menunjukkan kepada mereka bahwa di tangan-Nya, orang mati pun dapat hidup kembali. Dengan cara ini, Ia bertahan tanpa berbicara dan melakukan pekerjaan penebusan-Nya di tengah-tengah mereka. Bahkan sebelum dipakukan di kayu salib, Yesus telah menanggung dosa umat manusia dan menjadi korban penghapus dosa bagi umat manusia. Bahkan sebelum disalibkan, Ia telah membuka jalan ke kayu salib untuk menebus umat manusia. Akhirnya Ia disalibkan, mengorbankan diri-Nya demi salib, dan Ia menganugerahkan semua belas kasihan, kasih setia, dan kekudusan-Nya kepada umat manusia.

dari "Kisah Nyata di Balik Pekerjaan pada Zaman Penebusan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Tanpa penebusan Yesus, umat manusia selamanya akan hidup dalam dosa, dan menjadi anak-anak dosa, keturunan setan-setan. Jika terus begitu, seluruh bumi akan menjadi rumah tumpangan Iblis, tempat kediamannya. Namun, pekerjaan penebusan hanya dapat dilakukan dengan menunjukkan belas kasihan dan kasih setia kepada umat manusia. Hanya dengan cara ini manusia dapat menerima pengampunan dan akhirnya mendapatkan hak untuk dilengkapi dan dimenangkan sepenuhnya. Tanpa tahap kerja ini, rencana pengelolaan enam ribu tahun tidak akan dapat bergerak maju. Jika Yesus tidak disalibkan, jika Ia hanya menyembuhkan orang-orang dan mengusir setan-setan yang merasuki mereka, maka dosa-dosa orang tidak dapat diampuni sepenuhnya. Dalam kurun tiga setengah tahun Yesus melakukan pekerjaan-Nya di bumi, Ia hanya menyelesaikan separuh saja dari pekerjaan penebusan-Nya. Kemudian, dengan disalibkan dan menjadi serupa dengan daging yang berdosa, serta diserahkan kepada si jahat, Ia menyelesaikan pekerjaan penyaliban dan menguasai takdir umat manusia. Ia barulah menebus umat manusia setelah diserahkan ke dalam tangan Iblis. Selama tiga puluh tiga setengah tahun Ia menderita di bumi, diolok-olok, difitnah, dan ditinggalkan, bahkan sampai tidak punya tempat untuk meletakkan kepala-Nya, tanpa tempat untuk beristirahat. Kemudian Ia disalibkan, dengan seluruh wujud-Nya—sebuah tubuh yang tak bernoda dan tak berdosa—disalibkan, dan mengalami segala macam penderitaan. Orang-orang yang berkuasa mengejek dan mencambuk-Nya, dan para tentara bahkan meludahi wajah-Nya. Namun, Ia tetap diam dan bertahan sampai akhir, menyerahkan diri-Nya tanpa syarat sampai mati, dan saat itulah Ia menebus semua umat manusia. Baru saat itulah Ia diizinkan untuk beristirahat.

dari "Kisah Nyata di Balik Pekerjaan pada Zaman Penebusan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Ketika Yesus datang, Dia juga bagian dari pekerjaan Tuhan dan menyampaikan firman—tetapi apakah pekerjaan utama yang diselesaikan-Nya? Yang dikerjakan-Nya terutama adalah penyaliban. Dia menjadi sama dengan daging yang penuh dosa untuk menyelesaikan tugas penyaliban dan menebus semua umat manusia dan demi dosa manusia itulah Dia menjadi korban penghapus dosa. Inilah pekerjaan utama yang diselesaikannya. Pada akhirnya, Dia memberikan jalan salib untuk membimbing mereka yang datang kepada-Nya nanti. Ketika Yesus datang, tujuan utamanya adalah menyelesaikan karya penebusan. Dia menebus seluruh umat manusia, dan membawa Injil Kerajaan Sorga kepada manusia, dan lebih lagi Dia membawa Kerajaan Sorga. Sebagai hasilnya, mereka yang datang kepada-Nya berkata, "Kita harus menempuh jalan salib, dan mengorbankan diri kita bagi salib."

dari "Segala Sesuatu Terlaksana oleh Firman Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

"Yesus" adalah Imanuel, dan yang artinya korban penghapus dosa yang penuh kasih, belas kasihan, dan menebus manusia. Ia melakukan pekerjaan Zaman Kasih Karunia, dan mewakili Zaman Kasih Karunia, dan hanya dapat mewakili satu bagian rencana pengelolaan. … Hanya Yesus-lah Penebus umat manusia. Dialah korban penghapus dosa yang menebus umat manusia dari dosa. Dengan kata lain, nama Yesus berasal dari Zaman Kasih Karunia, dan ada karena pekerjaan penebusan pada Zaman Kasih Karunia. Nama Yesus ada agar orang-orang pada Zaman Kasih Karunia dapat lahir baru dan diselamatkan, dan merupakan nama teristimewa bagi penebusan seluruh umat manusia. Jadi, nama Yesus mewakili pekerjaan penebusan, dan menandai Zaman Kasih Karunia. … "Yesus" mewakili Zaman Kasih Karunia, dan merupakan nama Tuhan bagi semua orang yang ditebus selama Zaman Kasih Karunia.

dari "Juruselamat Telah Datang Kembali di Atas 'Awan Putih'" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pada masa itu, pekerjaan Yesus adalah penebusan seluruh umat manusia. Dosa-dosa semua orang yang percaya kepada-Nya diampuni; asalkan engkau percaya kepada-Nya, Dia akan menebusmu; jika engkau percaya kepada-Nya, engkau bukan lagi orang berdosa, engkau telah dibebaskan dari dosa-dosamu. Inilah yang dimaksud dengan diselamatkan dan dibenarkan oleh iman. Namun di antara orang-orang percaya, masih ada yang memberontak dan melawan Tuhan, dan secara bertahap harus dibuang. Keselamatan tidak berarti manusia telah sepenuhnya dimiliki oleh Yesus, tetapi manusia tidak lagi terikat oleh dosa, dosa-dosanya telah diampuni: Asalkan engkau percaya, engkau tidak akan pernah lagi terikat oleh dosa.

dari "Visi Pekerjaan Tuhan (2)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pada akhir zaman, Tuhan sekali lagi menjadi daging, dan ketika Ia menjadi daging, Ia mengakhiri Zaman Kasih Karunia dan memulai Zaman Kerajaan. Semua orang yang menerima inkarnasi Tuhan yang kedua akan dipimpin ke dalam Zaman Kerajaan, dan dapat menerima bimbingan Tuhan secara pribadi. Meskipun Yesus melakukan banyak pekerjaan di antara manusia, Ia hanya menyelesaikan penebusan seluruh umat manusia dan menjadi korban penghapus dosa manusia, tetapi tidak melepaskan manusia dari wataknya yang rusak. Menyelamatkan manusia sepenuhnya dari pengaruh Iblis tidak hanya membuat Yesus harus menanggung dosa manusia sebagai korban penghapus dosa, tetapi juga membuat Tuhan wajib melakukan pekerjaan yang lebih besar untuk melepaskan manusia dari wataknya yang telah dirusak Iblis. Jadi, setelah dosa manusia diampuni, Tuhan kembali menjadi daging untuk memimpin manusia memasuki zaman yang baru. Tuhan memulai melakukan hajaran dan penghakiman, dan pekerjaan ini telah membawa manusia ke dalam alam yang lebih tinggi. Semua orang yang tunduk di bawah kekuasaan-Nya akan menikmati kebenaran yang lebih tinggi dan menerima berkat yang lebih besar. Mereka benar-benar hidup dalam terang dan akan mendapatkan kebenaran, jalan, dan hidup.

dari "Prakata, Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Ketika Tuhan menjadi daging kali ini, pekerjaan-Nya untuk mengungkapkan watak-Nya, terutama melalui hajaran dan penghakiman. Dengan landasan ini, Ia membawa lebih banyak kebenaran kepada manusia, menunjukkan lebih banyak cara praktis, sehingga dapat mencapai tujuan-Nya untuk menaklukkan dan menyelamatkan manusia dari wataknya yang rusak. Inilah landasan di balik pekerjaan Tuhan pada Zaman Kerajaan.

dari "Prakata, Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pekerjaan di akhir zaman adalah mengucapkan firman. Perubahan-perubahan besar dapat terjadi dalam diri manusia melalui firman. Perubahan yang sekarang terjadi dalam diri manusia karena penerimaan mereka akan firman jauh lebih besar dibandingkan perubahan pada diri orang-orang di Zaman Kasih Karunia yang mengalami berbagai tanda dan mukjizat. Karena, di Zaman Kasih Karunia, roh jahat diusir dari manusia melalui penumpangan tangan dan doa, namun watak rusak dalam diri manusia tetap tinggal di dalam dirinya. Manusia disembuhkan dari sakitnya dan diampuni dosa-dosanya, tetapi pekerjaan mengenyahkan watak rusak Iblis dalam diri manusia belumlah dilakukan dalam dirinya. Manusia hanya diselamatkan dan diampuni dosanya karena imannya, tetapi sifat dosa manusia tidak diambil daripadanya dan masih tetap ada dalam dirinya. Dosa manusia diampuni melalui Tuhan yang berinkarnasi, namun bukan berarti manusia tidak lagi memiliki dosa dalam dirinya. Dosa manusia dapat diampuni melalui korban penghapusan dosa, tetapi manusia belum mampu menyelesaikan masalah bagaimana ia dapat untuk tidak lagi berbuat dosa dan bagaimana agar sifat dosanya dapat dibuang sepenuhnya dan diubahkan. Dosa manusia diampuni karena pekerjaan penyaliban Tuhan, tetapi manusia tetap hidup dalam watak lama Iblis yang rusak. Dengan demikian, manusia harus sepenuhnya diselamatkan dari watak rusak Iblis sehingga sifat dosa manusia sepenuhnya dibuang dan tidak akan pernah lagi berkembang, sehingga memungkinkan watak manusia berubah. Hal ini mengharuskan manusia memahami jalan pertumbuhan dalam kehidupan, jalan hidup, dan cara untuk mengubah wataknya. Hal ini juga mengharuskan manusia untuk bertindak sesuai dengan jalan ini sehingga watak manusia dapat secara bertahap diubahkan dan ia dapat hidup di bawah cahaya terang, sehingga segala sesuatu yang ia lakukan sesuai dengan kehendak Tuhan, sehingga ia dapat membuang watak rusak Iblisnya, dan supaya dia dapat membebaskan dirinya dari pengaruh kegelapan Iblis, sehingga ia pun benar-benar lepas dari dosa. Hanya dengan begitu, manusia akan menerima keselamatan yang lengkap. Tatkala Yesus melakukan pekerjaan-Nya, pengetahuan manusia tentang Dia masih samar dan tidak jelas. Manusia selalu percaya bahwa Dia adalah anak Daud dan memproklamirkan-Nya sebagai nabi besar dan Tuhan yang penuh belas kasih yang menebus dosa manusia. Ada orang yang karena imannya, disembuhkan hanya dengan menyentuh ujung jubah-Nya; orang buta dapat melihat, bahkan orang mati hidup kembali. Namun, manusia tidak dapat menemukan watak Iblis yang jahat yang sudah berurat-akar di dalam dirinya dan tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana mengenyahkan watak tersebut. Manusia menerima banyak kasih karunia, seperti kedamaian dan kesenangan daging, berkat bagi seluruh keluarga karena iman satu orang, kesembuhan atas penyakit, dan lain sebagainya. Sisanya adalah perbuatan baik manusia dan penampilan saleh mereka; jika manusia bisa hidup berdasarkan hal-hal itu, ia dianggap orang percaya yang baik. Hanya orang-orang percaya semacam itu yang dapat masuk ke surga setelah meninggal, yang artinya mereka telah diselamatkan. Namun, semasa hidup, mereka sama sekali tidak mengerti jalan kehidupan. Mereka sekadar melakukan dosa dan mengakui dosa, terus begitu dalam siklus yang terus menerus berputar tanpa jalan menuju watak yang diubahkan; seperti itulah keadaan manusia di Zaman Kasih Karunia. Apakah manusia sudah menerima keselamatan yang lengkap? Tidak! Karena itu, setelah tahap itu selesai, masih ada pekerjaan penghakiman dan penghajaran. Tahap ini akan menyucikan manusia melalui firman sehingga manusia akan memiliki jalan untuk mereka ikuti. Tahap ini tidak akan berbuah atau bermakna jika dilanjutkan dengan pengusiran roh-roh jahat, karena sifat manusia yang berdosa tidak bisa diusir dan manusia hanya akan sekadar berhenti pada pengampunan dosa mereka. Melalui korban penghapus dosa, manusia telah diampuni dosa-dosanya, karena pekerjaan penyaliban telah berakhir dan Tuhan telah mengalahkan Iblis. Namun, watak manusia yang rusak tetap ada dalam dirinya dan manusia masih tetap dapat berbuat dosa dan melawan Tuhan; Tuhan belum mendapatkan umat manusia. Itulah mengapa pada tahap pekerjaan ini, Tuhan memakai firman-Nya untuk menyingkapkan watak manusia yang rusak dan meminta dia untuk menjalani hidup menurut jalan yang benar. Tahap ini lebih bermakna dan lebih berbuah dibandingkan tahap sebelumnya, karena sekarang firman-lah yang secara langsung membekali hidup manusia dan memampukan watak manusia untuk sepenuhnya diperbarui. Ini adalah tahap pekerjaan yang lebih menyeluruh. Oleh karena itu, inkarnasi pada akhir zaman telah menyempurnakan arti penting dari inkarnasi Tuhan dan sepenuhnya menggenapi rencana pengelolaan Tuhan bagi keselamatan manusia.

dari "Misteri Inkarnasi (4)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Di Zaman Kerajaan, Tuhan yang berinkarnasi berfirman untuk menaklukkan semua yang percaya kepada-Nya. Inilah "Firman Menampakkan diri dalam rupa manusia." Tuhan telah datang di akhir zaman untuk melakukan firman ini, yaitu, Dia datang untuk menggenapi makna yang sebenarnya dari Firman Menampakkan diri dalam rupa manusia. Dia hanya menyampaikan firman, dan jarang menunjukkan fakta. Inilah hakikat dari penampakan firman dalam daging, dan ketika Tuhan yang berinkarnasi menyampaikan firman-Nya, inilah Firman Menampakkan diri dalam rupa manusia dan inilah firman yang menjadi daging. "Pada awalnya adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Tuhan, dan Firman itu adalah Tuhan, dan Firman itu menjadi daging." Ini (Firman Menampakkan diri dalam rupa manusia) adalah pekerjaan yang Tuhan akan selesaikan di akhir zaman dan inilah bab terakhir dari seluruh rencana pengelolaan-Nya, jadi Tuhan telah datang ke bumi dan menyatakan firman-Nya dalam daging.

dari "Segala Sesuatu Terlaksana oleh Firman Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Di Zaman Kerajaan, Tuhan menggunakan firman untuk menghantarkan zaman yang baru, mengubah metode pekerjaan-Nya, dan melakukan pekerjaan untuk seluruh zaman itu. Inilah prinsip yang Tuhan gunakan untuk bekerja di Zaman Firman. Dia menjadi manusia untuk berbicara dari perspektif yang berbeda, memampukan manusia supaya sungguh-sungguh melihat Tuhan yaitu Firman yang menampakkan diri dalam rupa manusia, serta hikmat dan keajaiban-Nya. Pekerjaan semacam itu dilakukan agar lebih mencapai tujuan menaklukkan, menyempurnakan, dan menyingkirkan manusia. Inilah makna sebenarnya dari penggunaan firman untuk bekerja di Zaman Firman. Melalui firman, manusia menjadi tahu akan pekerjaan Tuhan, watak-Nya, esensi manusia, dan apa yang seharusnya manusia masuki. Melalui firman, pekerjaan yang hendak Tuhan kerjakan di Zaman Firman diwujudkan secara keseluruhan. Melalui firman, manusia diungkapkan, disingkirkan, dan diuji. Manusia telah menyaksikan firman, mendengar firman, dan menjadi sadar akan keberadaan firman. Akibatnya, ia percaya akan keberadaan Tuhan, dalam kemahakuasaan dan hikmat Tuhan, serta dalam kasih-Nya bagi manusia dan keinginan-Nya untuk menyelamatkan manusia. Meskipun kata "firman" itu sederhana dan lumrah, firman dari mulut Tuhan yang berinkarnasi mengguncang seluruh alam semesta. Firman mengubah hati, gagasan, dan watak lama manusia, serta cara seluruh dunia biasanya muncul. Selama berabad-abad, hanya Tuhan pada masa sekarang yang bekerja dengan cara ini, dan hanya Dia yang berbicara serta datang untuk menyelamatkan manusia dengan cara demikian. Mulai saat ini dan seterusnya, manusia hidup di bawah bimbingan firman, digembalakan dan dibekali oleh firman. Seluruh umat manusia telah hidup di dunia firman, di dalam kutuk dan berkat dari firman Tuhan, dan bahkan ada lebih banyak manusia yang telah hidup di bawah penghakiman dan hajaran firman. Firman dan pekerjaan ini semuanya demi keselamatan manusia, demi memenuhi kehendak Tuhan, dan demi mengubah penampakan asli dari dunia ciptaan lama. Tuhan menciptakan dunia dengan firman, menuntun manusia dari seluruh alam semesta dengan firman, serta kembali menaklukkan dan menyelamatkan mereka dengan firman. Akhirnya, Dia akan menggunakan firman untuk membawa seluruh dunia lama pada kesudahannya. Baru setelah itu rencana pengelolaan sepenuhnya tuntas. Di seluruh Zaman Kerajaan, Tuhan menggunakan firman untuk melakukan pekerjaan-Nya dan mencapai hasil pekerjaan-Nya. Dia tidak melakukan keajaiban atau mengadakan mukjizat; Dia hanya melakukan pekerjaan-Nya melalui firman. Karena firman, manusia dipelihara dan dibekali; karena firman pula, manusia mendapatkan pengetahuan dan pengalaman sejati.

dari "Zaman Kerajaan adalah Zaman Firman" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Dalam pekerjaan terakhir-Nya untuk mengakhiri zaman, salah satu watak Tuhan ialah menghajar dan menghakimi. Dengan watak ini Dia menyingkapkan segala sesuatu yang tidak benar untuk menghakimi semua orang secara terbuka dan menyempurnakan mereka yang mengasihi-Nya dengan hati yang tulus. Watak seperti inilah yang dapat mengakhiri zaman. Akhir zaman telah tiba. Semua makhluk ciptaan akan dikelompokkan menurut jenis mereka, dan dibagi ke dalam kategori berbeda berdasarkan sifat mereka. Ini saat ketika Tuhan mengungkap kesudahan manusia dan tempat tujuan mereka. Jika manusia tidak mengalami hajaran dan penghakiman, tidak akan ada jalan untuk mengungkap ketidakpatuhan serta ketidakbenaran mereka. Hanya melalui hajaran dan penghakimanlah kesudahan semua makhluk ciptaan bisa diungkapkan. Manusia hanya menunjukkan warna aslinya ketika ia dihajar dan dihakimi. Yang jahat akan dikumpulkan bersama yang jahat, yang baik dengan yang baik, dan semua manusia akan dikelompokkan berdasarkan jenis mereka. Melalui hajaran dan penghakiman, kesudahan semua ciptaan akan diungkap, sehingga yang jahat bisa dihukum dan yang baik diberikan upah, dan semua orang menjadi tunduk di bawah kekuasaan Tuhan. Semua pekerjaan ini harus dicapai melalui hajaran dan penghakiman yang benar. Karena kerusakan manusia telah mencapai puncak dan ketidakpatuhan mereka semakin parah, hanya watak Tuhan yang benar, yang pada prinsipnya adalah termasuk hajaran dan penghakiman serta diungkapkan di akhir zaman–yang bisa benar-benar mentransformasi dan melengkapi manusia. Hanya watak ini yang bisa menyingkap kejahatan dan menghukum semua yang tidak benar dengan keras.

dari "Visi Pekerjaan Tuhan (3)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebelumnya:Engkau Harus Mengetahui Tujuan dari Tiga Tahap Pekerjaan Tuhan

Selanjutnya:Hubungan Antara Masing-Masing Tiga Tahap Pekerjaan Tuhan

Anda Mungkin Juga Menyukai