Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Perkataan Kristus pada Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Bagaimana Melayani Selaras Dengan Kehendak Tuhan

Kecepatan

Bagaimana Melayani Selaras Dengan Kehendak Tuhan

Hari ini, kita terutama akan membicarakan tentang bagaimana seharusnya orang melayani Tuhan dalam kepercayaan mereka kepada Tuhan, persyaratan apa saja yang harus dipenuhi serta kebenaran apa harus dipahami oleh mereka yang melayani Tuhan, dan penyimpangan apa saja yang ada dalam pelayananmu. Engkau harus memahami semua hal ini. Semua isu ini menyinggung tentang bagaimana engkau percaya kepada Tuhan, bagaimana engkau menapaki jalan yang dibimbing oleh Roh Kudus, dan bagaimana engkau tunduk pada pengaturan Tuhan dalam segala sesuatu, dan bagaimana semua itu akan memungkinkanmu untuk mengetahui setiap langkah pekerjaan Tuhan dalam dirimu. Saat engkau mencapai titik tersebut, engkau akan menghargai apa arti iman kepada Tuhan, bagaimana percaya kepada Tuhan dengan benar, dan apa yang seharusnya engkau lakukan agar bertindak selaras dengan kehendak Tuhan. Ini akan membuatmu sepenuhnya dan seutuhnya taat kepada pekerjaan Tuhan, dan engkau tidak akan memiliki keluhan apa pun, engkau tidak akan menghakimi atau menganalisis, apalagi meneliti. Lebih lagi, engkau semua akan mampu menjalankan ketaatan kepada Tuhan sampai mati, mengizinkan Tuhan untuk menuntunmu dan menyembelihmu seperti seekor domba, sehingga engkau semua bisa menjadi Petrus era 1990-an, dan bisa mengasihi Tuhan sepenuhnya bahkan di atas kayu salib, tanpa mengeluh sedikit pun. Barulah kemudian engkau mampu hidup sebagai Petrus era 1990-an.

Setiap orang yang telah bertekad, bisa melayani Tuhan—tetapi hanya mereka yang memberi perhatian penuh pada kehendak Tuhan dan memahami kehendak Tuhan saja yang layak dan berhak untuk melayani Tuhan. Aku telah mendapati hal ini di antaramu: banyak orang percaya bahwa selama mereka dengan berapi-api menyebarkan Injil bagi Tuhan, turun ke jalan untuk Tuhan, mengorbankan diri mereka sendiri dan menyerahkan segala sesuatu untuk Tuhan, dan seterusnya, maka inilah melayani Tuhan; bahkan orang-orang yang lebih religius percaya bahwa melayani Tuhan berarti pergi ke sana kemari dengan Alkitab di tangan mereka, menyebarkan Injil kerajaan surga serta menyelamatkan orang dengan membuat mereka bertobat dan mengakui dosa; ada banyak pemuka agama yang berpikir bahwa melayani Tuhan adalah berkhotbah di kapel setelah belajar dan dilatih di seminari, mengajar orang dengan membaca pasal-pasal dalam Alkitab. Ada juga orang-orang di wilayah miskin yang percaya bahwa melayani Tuhan berarti menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh-roh jahat, atau berdoa untuk saudara-saudari, atau melayani mereka; di antaramu ada banyak orang yang percaya bahwa melayani Tuhan berarti makan dan minum firman Tuhan, berdoa kepada Tuhan setiap hari, juga mengunjungi dan melakukan pekerjaan di gereja di mana pun. Ada saudara dan saudari lain yang percaya bahwa melayani Tuhan berarti tidak pernah menikah atau membesarkan anak, dan mendedikasikan segenap keberadaan mereka bagi Tuhan. Namun, hanya sedikit yang mengetahui apa arti sebenarnya melayani Tuhan. Meski ada begitu banyak orang yang melayani Tuhan seperti bintang di langit, jumlah mereka yang bisa melayani secara langsung, dan mereka yang mampu melayani sesuai dengan kehendak Tuhan, sangat sedikit—benar-benar sedikit. Mengapa Aku berkata demikian? Aku mengatakan ini karena engkau tidak memahami substansi dari frasa "pelayanan untuk Tuhan," dan engkau sangat sedikit memahami tentang bagaimana melayani sesuai dengan kehendak Tuhan. Hari ini, kita terutama akan membicarakan tentang bagaimana melayani sesuai dengan kehendak Tuhan, bagaimana melayani guna memuaskan kehendak Tuhan.

Jika engkau ingin melayani sesuai dengan kehendak Tuhan, pertama-tama engkau harus memahami orang macam apa yang dicintai oleh Tuhan, orang macam apa yang dibenci Tuhan, orang macam apa yang akan disempurnakan oleh Tuhan, dan orang macam apa yang layak untuk melayani Tuhan. Dalam hal inilah paling sedikit engkau harus dibekali. Lebih lagi, engkau harus mengetahui tujuan pekerjaan Tuhan, dan pekerjaan yang akan Tuhan lakukan di sini pada saat ini. Setelah memahami ini, dan melalui bimbingan firman Tuhan, engkau pertama-tama harus masuk, dan engkau pertama-tama harus menerima amanat Tuhan. Pada saat engkau benar-benar merasakan pengalaman berdasarkan firman Tuhan, dan pada saat engkau sungguh mengetahui pekerjaan Tuhan, engkau telah memenuhi syarat untuk melayani Tuhan. Dan pada saat engkau melayani-Nya, Tuhan membuka mata rohanimu, dan memungkinkanmu untuk memiliki pemahaman yang lebih besar tentang pekerjaan-Nya dan melihatnya dengan lebih jelas. Saat engkau semua memasuki kenyataan ini, pengalamanmu akan lebih mendalam dan nyata, dan engkau semua yang memiliki pengalaman demikian akan mampu berjalan di antara jemaat-jemaat dan membekali saudara-saudarimu, sehingga engkau bisa saling memanfaatkan kekuatan masing-masing untuk mengisi kekuranganmu sendiri, dan mendapatkan pengetahuan yang lebih kaya dalam rohmu. Hanya setelah mencapai efek inilah engkau akan mampu melayani sesuai dengan kehendak Tuhan dan disempurnakan oleh Tuhan di sepanjang pelayananmu.

Mereka yang melayani Tuhan harus menjadi sahabat karib Tuhan, mereka harus dicintai oleh Tuhan, dan mampu menunjukkan loyalitas tertinggi kepada Tuhan. Terlepas dari apakah engkau bertindak di belakang orang, atau di depan mereka, engkau mampu memperoleh sukacita Tuhan di hadapan Tuhan, engkau mampu berdiri teguh di hadapan Tuhan, dan terlepas dari bagaimana orang lain memperlakukanmu, engkau senantiasa menapaki jalanmu sendiri, dan memberi perhatian penuh pada beban Tuhan. Hanya inilah sahabat karib Tuhan. Sahabat karib Tuhan mampu melayani-Nya secara langsung karena mereka telah diberi amanat agung Tuhan, dan beban Tuhan, mereka mampu menjadikan hati Tuhan seperti milik mereka sendiri, dan beban Tuhan seperti beban mereka sendiri, dan mereka tidak banyak berpikir apakah mereka memperoleh atau kehilangan masa depan. Bahkan bilamana mereka tidak memiliki masa depan, dan mereka tidak akan mendapat apa pun, mereka senantiasa akan percaya kepada Tuhan dengan hati penuh kasih. Maka, orang semacam ini adalah sahabat karib Tuhan. Sahabat karib Tuhan adalah juga orang kepercayaan-Nya; hanya orang kepercayaan Tuhan yang bisa berbagi keresahan-Nya, juga keinginan-Nya, dan meski daging mereka sakit dan lemah, mereka mampu menanggung rasa sakit dan meninggalkan apa yang mereka cintai demi memuaskan Tuhan. Tuhan memberi beban lebih banyak pada orang tersebut, dan apa yang Tuhan akan lakukan diungkapkan melalui orang-orang ini. Dengan demikian, orang-orang ini dicintai oleh Tuhan, mereka adalah pelayan Tuhan yang berkenan di hati-Nya, dan hanya orang seperti ini yang bisa memerintah bersama dengan Tuhan. Saat engkau benar-benar telah menjadi sahabat karib Tuhan adalah saat engkau benar-benar akan memerintah bersama dengan Tuhan.

Yesus mampu menunaikan amanat Tuhan—pekerjaan penebusan semua umat manusia—karena Dia memberi perhatian penuh pada kehendak Tuhan, tanpa rencana dan pertimbangan pribadi-Nya. Jadi, Dia juga sahabat karib Tuhan—Tuhan itu sendiri, sesuatu yang engkau semua pahami dengan sangat baik. (Sebenarnya, Dia adalah Tuhan itu sendiri yang tentang-Nya Tuhan memberikan kesaksian; Aku menyinggungnya di sini untuk menggunakan kenyataan tentang Yesus guna mengilustrasikan persoalan tersebut.) Dia mampu menempatkan rencana pengelolaan Tuhan sebagai pusat hidup, dan senantiasa berdoa kepada Bapa Surgawi serta mencari kehendak Bapa Surgawi. Dia berdoa, dan berkata: "Bapa! Terjadilah apa yang menjadi kehendak-Mu, dan bertindaklah tidak dengan menuruti niat-Ku; biarlah Engkau bertindak sesuai rencana-Mu. Manusia mungkin lemah, namun mengapa Engkau harus peduli terhadapnya? Bagaimana bisa manusia menjadi pusat kekhawatiran-Mu, manusia yang seperti seekor semut di tangan-Mu? Dalam hati-Ku, Aku hanya ingin memenuhi kehendak-Mu, dan Aku ingin agar Engkau bisa melakukan apa yang akan Engkau lakukan pada-Ku sesuai dengan maksud-Mu sendiri." Dalam perjalanan menuju Yerusalem, Yesus merasakan kesakitan, seolah-olah pisau sedang dipilin dalam hati-Nya, namun Dia tidak memiliki niat sedikit pun untuk mengingkari firman-Nya; selalu ada kekuatan dahsyat yang mendorong-Nya menuju ke tempat Dia akan disalibkan. Pada akhirnya, Dia dipaku di kayu salib dan menjadi serupa dengan daging pendosa, menunaikan pekerjaan penebusan umat manusia, dan menaklukkan belenggu kematian dan dunia orang mati. Di hadapan-Nya, kematian, neraka, dan dunia orang mati kehilangan kekuatan mereka dan ditaklukkan oleh-Nya. Dia hidup selama tiga puluh tiga tahun, dan selama itu Dia selalu melakukan yang terbaik untuk memenuhi kehendak Tuhan sesuai dengan pekerjaan Tuhan pada saat itu, tidak pernah mempertimbangkan keuntungan atau kerugian pribadi-Nya sendiri, dan selalu memikirkan kehendak Bapa. Jadi, setelah Dia dibaptis, Tuhan berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." Karena pelayanan-Nya di hadapan Tuhan yang selaras dengan kehendak Tuhan, Tuhan meletakkan beban berat menebus semua umat manusia di kedua bahu-Nya dan membuat-Nya terus melanjutkan demi mencapainya, dan Dia layak serta berhak untuk menyelesaikan tugas penting ini. Sepanjang hidup-Nya, Dia menanggung penderitaan tidak terkira untuk Tuhan, dan Dia dicobai oleh Iblis berkali-kali, namun Dia tidak pernah berkecil hati. Tuhan memberi-Nya tugas seperti itu karena Dia memercayai-Nya, dan mengasihi-Nya, sehingga Tuhan secara pribadi berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." Pada waktu itu, hanya Yesus yang dapat menyelesaikan amanat ini, dan ini adalah satu bagian dari penyelesaian pekerjaan Tuhan menebus semua umat manusia di Zaman Kasih Karunia.

Jika, seperti Yesus, engkau semua mampu memberikan kepedulian penuh pada beban Tuhan dan mengesampingkan dagingmu, Tuhan akan mempercayakan tugas penting-Nya kepadamu, sehingga engkau semua akan memenuhi persyaratan melayani Tuhan. Hanya dalam keadaan seperti itulah engkau semua akan berani berkata bahwa engkau semua melakukan kehendak Tuhan dan menyelesaikan amanat-Nya, hanya dengan begitulah engkau semua akan berani mengatakan bahwa engkau semua benar-benar melayani Tuhan. Dibandingkan dengan teladan Yesus, apakah engkau berani mengatakan bahwa engkau adalah sahabat karib Tuhan? Beranikah engkau berkata bahwa engkau melakukan kehendak Tuhan? Beranikah engkau berkata bahwa engkau benar-benar melayani Tuhan? Jika hari ini engkau tidak memahami pelayanan seperti itu kepada Tuhan, beranikah engkau berkata bahwa engkau sahabat karib Tuhan? Jika engkau berkata bahwa engkau melayani Tuhan, tidakkah engkau menghujat Dia? Pikirkan ini: Apakah engkau sedang melayani Tuhan, atau dirimu sendiri? Engkau melayani Iblis, namun dengan keras kepala engkau berkata sedang melayani Tuhan—dalam hal ini bukankah engkau menghujat Tuhan? Banyak orang di belakang-Ku mendambakan berkat berupa status, mereka melahap makanan sendirian, mereka suka tidur dan memberi perhatian kepada daging, selalu takut bahwa tidak ada jalan keluar dari daging. Mereka tidak melakukan fungsi normal mereka di gereja, dan makan gratis, atau menegur saudara-saudari mereka dengan menggunakan firman-Ku, mereka berdiri tinggi di atas dan memerintah orang lain. Orang-orang ini terus berkata bahwa mereka sedang melakukan kehendak Tuhan, mereka selalu berkata bahwa mereka adalah sahabat karib Tuhan—bukankah ini absurd? Jika engkau memiliki motivasi yang benar, tetapi tidak mampu melayani sesuai dengan kehendak Tuhan, maka engkau bersikap bodoh; tetapi jika motivasimu tidak benar, dan engkau tetap berkata bahwa engkau melayani Tuhan, maka engkau adalah orang yang menentang Tuhan, dan engkau patut dihukum oleh Tuhan! Aku tidak punya simpati terhadap orang semacam itu! Di rumah Tuhan, mereka makan gratis, dan selalu mendambakan kenyamanan daging, dan tidak mempertimbangkan kepentingan Tuhan; mereka selalu mencari apa yang baik untuk mereka, mereka tidak menghiraukan kehendak Tuhan, semua yang mereka lakukan tidak dipandang oleh Roh Tuhan, mereka selalu bermanuver dan berkomplot melawan saudara-saudari mereka dan bermuka dua, seperti rubah di kebun anggur, selalu mencuri anggur dan menginjak-injak kebun anggur. Mungkinkah orang seperti itu sahabat karib Tuhan? Apakah engkau pantas menerima berkat Tuhan? Engkau tidak bertanggung jawab atas hidupmu dan gereja, apakah engkau pantas menerima amanat Tuhan? Siapa berani memercayai seseorang sepertimu? Jika engkau melayani seperti ini, mungkinkah Tuhan berani memercayakan kepadamu tugas yang lebih besar? Bukankah engkau menghambat segala hal?

Aku mengatakan ini agar engkau semua mengetahui persyaratan apa yang harus dipenuhi agar melayani selaras dengan kehendak Tuhan. Jika engkau semua tidak memberikan hatimu kepada Tuhan, jika engkau tidak peduli dengan kehendak Tuhan seperti Yesus, maka engkau semua tidak dapat dipercaya oleh Tuhan, dan akhirnya akan dihakimi oleh Tuhan. Mungkin sekarang, dalam pelayananmu untuk Tuhan, engkau selalu memendam niat mengelabui Tuhan—tetapi Tuhan masih tetap memperhatikanmu. Singkatnya, terlepas dari hal apa pun, jika engkau menipu Tuhan, penghakiman tanpa belas kasih akan menimpamu. Engkau semua seharusnya mengambil manfaat dengan baru saja memasuki jalur tepat dalam melayani Tuhan untuk pertama-tama memberikan hati engkau semua kepada Tuhan, tanpa loyalitas yang terbagi. Terlepas dari apakah engkau berada di hadapan Tuhan, atau di hadapan orang lain, hatimu harus selalu menghadap Tuhan, dan engkau harus bertekad untuk mengasihi Tuhan seperti Yesus. Dengan cara ini, Tuhan akan menyempurnakanmu, sehingga engkau menjadi pelayan Tuhan yang berkenan di hati-Nya. Jika engkau benar-benar ingin disempurnakan oleh Tuhan, dan agar pelayananmu selaras dengan kehendak-Nya, maka engkau harus mengubah pandanganmu yang terdahulu tentang iman kepada Tuhan, dan mengubah caramu sebelumnya dalam melayani Tuhan, sehingga lebih banyak dari dirimu yang disempurnakan oleh Tuhan; dengan cara ini, Tuhan tidak akan meninggalkanmu, dan, seperti Petrus, engkau akan menjadi garda depan bagi mereka yang mengasihi Tuhan. Jika engkau tetap tidak bertobat, maka engkau akan menjumpai akhir yang sama seperti Yudas. Ini seharusnya dipahami oleh mereka semua orang yang percaya kepada Tuhan.

Sebelumnya:Orang Jahat Pasti Dihukum

Selanjutnya:Cara Mengenal Kenyataan

media terkait