Apa yang Dimaksud dengan Mengejar Kebenaran (16) Bagian Dua
Sekarang, kita akan membahas masalah nyata lainnya mengenai berbagai pepatah tentang perilaku moral. Berbagai pepatah tentang perilaku moral yang kita persekutukan sebelumnya pada dasarnya disingkapkan dengan menggunakan budaya tradisional Tiongkok sebagai demonstrasi, menyingkapkan berbagai pepatah Iblis ini di lubuk hati yang terdalam dari manusia yang rusak. Ada orang-orang yang berkata, "Kami melihat bahwa budaya tradisional Tiongkok digunakan untuk mendemonstrasikan pepatah tentang perilaku moral ini. Kami bukan orang Tionghoa, bolehkah kami tidak menerima firman yang Engkau persekutukan ini? Apakah kami benar-benar harus mengetahui berbagai pepatah tentang perilaku moral mengenai perusakan manusia oleh Iblis?" Apakah ini hal yang benar untuk dikatakan? (Tidak.) Jelas sekali, ini salah. Perusakan Iblis terhadap manusia tidak membedakan ras ataupun waktu, tetapi Iblis merusak manusia tanpa membeda-bedakan ras, waktu, ataupun latar belakang agama. Oleh karena itu, jika engkau adalah anggota ras Tionghoa, entah engkau adalah orang Tionghoa Han atau anggota kelompok etnis minoritas seperti Mongolia, Hui, Miao, Yi, dan sebagainya atau bukan, engkau, tanpa terkecuali, telah menjadi sasaran indoktrinasi dan penanaman segala macam pepatah tentang perilaku moral yang berasal dari Iblis. Dengan kata lain, engkau, tanpa terkecuali, juga telah menjadi sasaran perusakan Iblis dalam hal pemikiranmu. Tepatnya, pemikiranmu, jiwamu yang terdalam, dan lubuk hatimu yang terdalam juga telah dirusak dan diproses sedemikian dalamnya oleh Iblis. Sekalipun engkau bukan orang Tionghoa—jika engkau adalah orang Jepang, Korea, Jerman, atau kebangsaan apa pun—entah engkau orang Asia, Eropa, Afrika, atau Amerika, entah kulitmu berwarna kuning langsat, hitam, cokelat, atau putih, apa pun suku dan rasmu, selama engkau adalah manusia yang diciptakan, engkau telah dirusak sedemikian dalamnya oleh Iblis tanpa terkecuali. Selain memiliki watak rusak Iblis, tanpa terkecuali, engkau telah disuntikkan dengan pemikiran dan pandangan Iblis oleh Iblis, dan tentu saja hatimu juga telah dirusak sedemikian dalamnya oleh Iblis. Hanya saja, bagi orang-orang di negara berbeda dan ras berbeda, Iblis menggunakan cara yang berbeda untuk menanamkan hal yang sama di dalam diri mereka. Hal-hal ini mungkin berbeda dalam perkataannya, mungkin ada beberapa perbedaan, tetapi hasil akhir dari merusak orang selalu sama dan sebagian besar sama, dengan hanya perbedaan kecil. Semua itu menyebabkan orang-orang menyamarkan penampilan mereka melalui perilaku mereka, dan melalui beberapa ucapan yang terdengar muluk-muluk, tidak realistis, atau bahkan tidak etis yang bertentangan dengan kemanusiaan, mereka menuntut agar orang bertindak dengan cara tertentu dan berperilaku dengan cara tertentu sesuai dengan karakter moral mereka, dan menuntut bagaimana orang harus berperilaku dan melakukan hal-hal tertentu. Meskipun ada perbedaan di antara pepatah-pepatah ini, dan walaupun pepatah-pepatah tersebut muncul pada waktu yang berbeda dan berasal dari sudut yang berbeda, wilayah yang berbeda, dan area yang berbeda, serta berasal dari orang yang berbeda, tetapi akibat akhirnya adalah, pepatah-pepatah tersebut selalu mengendalikan pemikiran dan hati orang, memenjarakan pemikiran dan hati manusia, dan mengisi pemikiran manusia dengan pandangan dan gagasan yang mengandung racun dan esensi natur Iblis. Pepatah-pepatah tersebut menyebabkan lubuk hati manusia yang terdalam dipenuhi dengan pandangan Iblis, esensi jahatnya, dan gagasan jahatnya. Pada akhirnya, apa pun etnis atau rasnya, dan apa pun suku atau zamannya, semua manusia telah disesatkan dan diinjak-injak oleh Iblis serta dirusak oleh Iblis dalam pemikiran dan lubuk hati mereka yang terdalam hingga taraf yang berbeda. Pada akhirnya, di belahan dunia mana pun orang-orang yang terhadapnya Iblis melakukan pekerjaan perusakan ini, atau apa pun ras mereka, atau pada zaman apa pun mereka hidup, konsekuensinya selalu menjadikan manusia sebagai keturunan Iblis yang sejati, juru bicara, dan perwujudan Iblis, serta menjadikan manusia sebagai Iblis-Iblis hidup yang sejati, besar maupun kecil, kasatmata dan nyata. Tentu saja, manusia semacam ini juga menjadi musuh dan penentang Tuhan yang sejati. Oleh karena itu, orang macam apa pun yang sekarang mendengarkan khotbah atau sebanyak apa pun orang yang berada di sana, ada satu fakta yang tidak dapat disangkali: semua manusia berada dalam cengkeraman si jahat. Ini adalah sebuah fakta. Dengan kata lain, itu berarti bahwa meskipun semua manusia telah dirusak sedemikian dalamnya oleh Iblis, pemikiran dan hati semua manusia juga sepenuhnya dikendalikan dan dikurung oleh Iblis. Hal ini tidak dapat disangkali. Jadi, ras bangsawan mana pun dan orang mana pun dari negara yang kuat, semuanya, tanpa terkecuali, telah sangat dirusak sedemikian dalamnya oleh Iblis, dan telah sangat dimanipulasi, dikendalikan, dan dikurung oleh Iblis. Selama engkau adalah salah satu dari umat manusia, selama engkau hidup di bawah matahari, selama engkau adalah manusia yang menghirup udara, meminum air, dan memakan gandum, dirusak oleh Iblis tidak dapat dihindari, dan tanpa terkecuali, engkau telah dirusak oleh Iblis dalam pemikiranmu, dalam hatimu, dalam watakmu, dan dalam esensimu. Lebih tepatnya, selama engkau adalah manusia ciptaan dan selama engkau telah dirusak oleh Iblis, maka engkau adalah musuh Tuhan. Selama engkau telah dirusak oleh Iblis, selama engkau dikendalikan dan dipenjarakan oleh Iblis, entah di masa lalu atau sekarang, maka engkau adalah objek untuk Tuhan selamatkan, dan ini tidak diragukan lagi. Selama engkau adalah manusia yang telah dirusak oleh Iblis, maka tanpa terkecuali, engkau memiliki watak dan pemikiran Iblis serta memiliki hati yang telah dipenuhi dan dikuasai oleh racun Iblis. Oleh karena itu, mengenali dan membedakan berbagai pemikiran, pandangan, dan berbagai pepatah tentang perilaku moral yang berasal dari Iblis bukan hanya tugas untuk orang Tionghoa, atau sesuatu yang dimonopoli oleh orang Tionghoa. Melainkan, ini adalah sebuah pelajaran yang harus dipetik oleh setiap umat pilihan Tuhan yang telah Dia pilih dan sebuah kenyataan yang harus mereka masuki. Setiap umat pilihan Tuhan, tanpa terkecuali, harus mengenali dan membedakan berbagai pemikiran dan pandangan yang keliru dan jahat yang berasal dari Iblis. Jangan berpikir bahwa hanya karena engkau dilahirkan di keluarga kaya, keluarga dengan kedudukan yang terkemuka, engkau bisa merasa unggul, meyakini bahwa dirimu tidak dirusak oleh Iblis, dan hanya karena engkau memiliki identitas yang terhormat, jiwamu pun pasti luhur. Ini adalah pemahaman yang menyimpang. Atau mungkin engkau meyakini bahwa engkau memiliki garis keturunan bangsawan, dan warna kulitmu menunjukkan bahwa engkau memiliki identitas, kedudukan, dan nilai yang terhormat, sehingga engkau secara keliru meyakini bahwa esensimu, pemikiranmu, dan hatimu lebih mulia dan luhur daripada orang lain. Jika demikian, Kukatakan bahwa pemahaman yang kaumiliki ini adalah bodoh dan tidak realistis, karena manusia yang Tuhan bicarakan tidak terbagi berdasarkan kebangsaan, ras, atau agama. Di lingkungan sosial atau situasi keagamaan seperti apa pun engkau tinggal, dan dari ras mana pun engkau dilahirkan, atau apakah kedudukanmu di tengah masyarakat rendah atau mulia, atau apakah engkau menikmati gengsi yang tinggi di antara orang lain atau tidak, dan sebagainya, engkau tidak boleh menggunakan hal-hal ini sebagai alasan untuk tidak menerima firman Tuhan ini atau tidak menerima kenyataan bahwa Iblis merusak manusia. Selama engkau masih seorang manusia, maka kata "manusia" seharusnya memiliki kata "rusak" yang menyertai di belakangnya. Tepatnya, selama engkau masih manusia, engkau pasti adalah manusia yang rusak, dan ini tidak diragukan lagi. Selain itu, kita dapat mengatakan bahwa selama engkau adalah manusia yang rusak, maka hal-hal yang ada di dalam pemikiran alamimu dan yang tersimpan di dalam lubuk hatimu yang terdalam berasal dari Iblis, dan semuanya telah diproses serta dirusak sedemikian dalamnya oleh Iblis. Engkau harus menerima kenyataan ini. Engkau pada dasarnya tidak memiliki hubungan apa pun dengan kebenaran, tidak ada hubungan apa pun dengan firman Tuhan atau kehidupan Tuhan, tetapi sebaliknya, engkau disesatkan, dirusak, dan dikendalikan oleh Iblis. Pikiranmu dipenuhi dengan pemikiran, falsafah, logika, serta aturan kehidupan Iblis, dan segala sesuatu yang ada di dalam pikiranmu berasal dari Iblis. Apa yang ditunjukkan oleh fakta ini? Tak seorang pun boleh menggunakan alasan apa pun untuk menolak penyelamatan Tuhan, atau menerima firman Tuhan secara selektif. Sebagai manusia yang rusak, engkau harus menerima firman Tuhan tanpa pilihan apa pun. Ini adalah tanggung jawabmu, dan ini juga yang kaubutuhkan. Jika seseorang dilahirkan di negara yang kaya serta berkuasa dan hidup dalam kondisi sosial yang unggul, atau dia dilahirkan dalam keluarga yang bermartabat dan telah mengenyam pendidikan tinggi, sehingga dia meyakini bahwa dirinya berbeda dari orang lain dan lebih mulia daripada umat pilihan Tuhan yang lain, dan ingin menempatkan dirinya di atas seluruh umat pilihan Tuhan, artinya ini adalah pemikiran yang tidak masuk akal, pemikiran yang bodoh, dan bahkan dapat dikatakan sangat bodoh. Betapa pun istimewanya identitas, kedudukan, atau nilaimu, atau betapapun mulianya identitas, kedudukan, atau keadaan sosialmu dibandingkan orang biasa, engkau akan selalu menjadi makhluk ciptaan di hadapan Tuhan. Tuhan tidak melihat dari mana engkau berasal atau keadaanmu saat lahir, Dia tidak melihat kebangsaan atau rasmu, dan Dia tidak melihat nilai, gengsi, atau prestasimu di tengah masyarakat atau di dunia. Tuhan hanya melihat apakah engkau menerima firman-Nya atau tidak, apakah engkau menganggap firman-Nya sebagai kebenaran atau tidak, dan apakah engkau dapat memandang orang dan hal-hal serta bersikap dan bertindak berdasarkan firman-Nya atau tidak. Jika engkau benar-benar menganggap dirimu hanya sebagai salah satu makhluk ciptaan biasa yang berada di bawah kekuasaan Tuhan, engkau harus melepaskan keadaan sosialmu, latar belakang rasmu, latar belakang kebangsaanmu, dan latar belakang agamamu dan datang ke hadapan Tuhan sebagai makhluk ciptaan biasa, menerima firman-Nya tanpa penggolongan atau latar belakang apa pun, dan dengan melakukannya, identitas dan statusmu akan diperbaiki. Jika engkau ingin menerima firman Tuhan dengan identitas dan status yang benar ini, hal pertama yang harus kaupahami adalah apa esensi manusia, dan hal pertama yang harus kauterima adalah bahwa esensi manusia telah dirusak sedemikian dalamnya oleh Iblis, dan bahwa hal-hal yang memenuhi pemikiran manusia serta lubuk hati mereka yang terdalam semuanya berasal dari Iblis. Karena manusia ingin menerima firman Tuhan dan menerima kebenaran sebagai kehidupan, mereka harus terlebih dahulu menggali, merenungkan, dan mengetahui segala hal di dalam pemikiran dan lubuk hati mereka yang terdalam yang tidak sesuai dengan kebenaran dan yang bersikap menentang kebenaran. Hanya ketika hal-hal ini dikenali dengan jelas, dipahami secara menyeluruh, dan dianalisis secara menyeluruh, barulah orang dapat melepaskannya pada waktu yang tepat dan di lingkungan yang tepat, sehingga memungkinkan lubuk hati mereka yang terdalam mengalami perubahan total. Ketika mereka telah mengusir segala sesuatu yang berasal dari Iblis dan menerima firman Tuhan serta kebenaran, mereka akan menjadi manusia baru. Hanya ketika perspektif, pandangan, dan sudut pandang yang orang gunakan untuk memandang orang-orang dan hal-hal mengalami perubahan total, barulah mereka dapat memandang orang dan hal-hal dengan benar dan akurat berdasarkan firman Tuhan. Mereka kemudian menjadi orang-orang yang relatif murni, tidak ternoda. Orang-orang zaman sekarang belum bisa mencapai hal tersebut. Meskipun mereka mungkin memahami sedikit kebenaran di dalam hati mereka, mereka masih dikotori oleh segala macam pandangan yang tidak masuk akal serta hal-hal yang salah dan tidak masuk akal. Mereka menerima separuh firman Tuhan dan kebenaran serta menolak separuh lainnya; mereka secara selektif menerima sedikit, menerima sedikit dalam taraf yang berbeda, tetapi hati mereka selalu memberi ruang bagi pemikiran dan logika Iblis dan hal-hal palsu yang Iblis tanamkan dalam diri mereka, selalu menyimpan hal-hal ini di dalam hati mereka. Hal-hal dalam diri manusia ini memengaruhi pikiran mereka, penilaian mereka, dan sudut pandang serta pandangan yang mereka gunakan untuk memandang orang dan hal-hal, dan ini memiliki pengaruh yang luar biasa pada sejauh mana mereka menerima kebenaran.
Kerusakan dan penyesatan manusia yang disebabkan oleh berbagai pepatah tentang perilaku moral yang ditanamkan Iblis ke dalam diri manusia dengan menggunakan budaya tradisional sangatlah luas. Hal ini tidak hanya terbatas pada orang Tionghoa, tetapi menjangkau semua manusia, di setiap sudut dan setiap zaman. Itu memengaruhi dan mengendalikan manusia dari generasi demi generasi, dan memengaruhi serta mengendalikan orang-orang dari berbagai ras, kebangsaan dan agama. Setelah orang-orang memahami hal ini, kata atributif yang berkaitan dengan "budaya tradisional" bukan hanya "orang Tionghoa"; dapat dikatakan bahwa kebudayaan tradisional suatu bangsa atau ras berasal dari Iblis dan muncul dari perusakan Iblis. Sebagai contoh, ada budaya tradisional Jepang, budaya tradisional Korea, budaya tradisional India, budaya tradisional Filipina, budaya tradisional Vietnam, budaya tradisional Afrika, budaya tradisional orang kulit putih, serta budaya tradisional agama Yahudi, Kristen, Katolik, dan budaya tradisional lain yang muncul dari agama. Semua budaya tradisional ini bertentangan dengan kebenaran dan memiliki pengaruh yang besar terhadap pandangan, sudut pandang, dan perspektif orang mengenai cara mereka memandang orang dan hal-hal serta cara berperilaku dan bertindak. Semua budaya tradisional ini sama seperti merek-merek terkenal yang meninggalkan kesan yang mendalam di pemikiran dan lubuk hati orang yang terdalam. Semua budaya tradisional ini memengaruhi kehidupan orang, aturan hidup orang, jalan yang mereka tempuh dalam hidup dan arah serta tujuan perilaku mereka; hal-hal ini bahkan memengaruhi tujuan yang orang kejar. Hal-hal ini sangat mengganggu dan memengaruhi sikap yang orang gunakan untuk memandang hal-hal positif, firman Tuhan, kebenaran, dan Tuhan. Tentu saja, hal-hal tersebut juga sangat memengaruhi dan mengganggu sudut pandang dan pandangan orang mengenai cara mereka memandang orang dan hal-hal serta cara mereka berperilaku dan bertindak, yang berarti bahwa hal-hal tersebut memiliki dampak yang sangat buruk terhadap orang-orang yang menerima dan menerapkan kebenaran. Dan apa akibatnya pada akhirnya? (Orang-orang kehilangan kesempatan untuk memperoleh keselamatan.) Benar, yang akhirnya terkena dampaknya adalah masalah penting dalam hal manusia memperoleh keselamatan. Bukankah ini akibat yang serius? (Ya.) Ini adalah akibat yang sangat serius! Cara seseorang memandang segala sesuatu, dari sudut mana dia memandang segala sesuatu, apa pandangan mereka dan gagasan apa yang mereka miliki untuk memahami segala sesuatu semuanya ditentukan berdasarkan watak rusak mereka dan berdasarkan hal-hal yang ada dalam pemikiran mereka. Jika hal-hal yang ada di dalam pemikiran mereka bersifat positif, mereka akan memandang orang dan hal-hal dari sudut pandang yang benar; jika hal-hal yang ada di dalam pemikiran mereka bersifat negatif dan pasif serta berasal dari Iblis, mereka pasti akan memandang orang dan hal-hal dari perspektif, sudut pandang, dan pandangan yang salah dan tidak masuk akal, dan pada akhirnya hal ini akan memengaruhi jalan yang mereka tempuh. Jika sudut pandang, pandangan, dan perspektif yang kaugunakan dalam memandang orang dan hal-hal adalah salah, itu berarti tujuan dan arah pengejaranmu juga akan salah, begitu pun jalan yang kautempuh dalam perilakumu. Jika engkau terus melakukan hal-hal yang salah ini, engkau sama sekali tidak akan memiliki kesempatan untuk memperoleh keselamatan, karena jalan yang kautempuh salah. Jika perspektif, sudut pandang, pemikiran dan pandangan yang kaugunakan dalam memandang orang dan hal-hal adalah benar, maka hasil yang akan ditimbulkan pun akan benar, hasil-hasilnya akan berkaitan dengan hal-hal yang positif, dan tidak akan bertentangan dengan kebenaran. Ketika manusia memandang orang dan hal-hal dari sudut pandang yang sesuai dengan kebenaran, jalan yang mereka pilih juga akan benar, begitu pun tujuan dan arah mereka, dan mereka akan memiliki harapan untuk memperoleh keselamatan pada akhirnya. Namun, karena manusia sekarang dikuasai dan dikendalikan oleh Iblis, perspektif, sudut pandang, dan pandangan yang mereka gunakan untuk memandang orang dan hal-hal adalah salah, yang menyebabkan pengejaran dan jalan yang mereka ikuti juga salah. Sebagai contoh, ketika orang bekerja dan membayar harga demi ketenaran dan keuntungan, demi reputasi, dan demi status, apakah jalan ini salah? (Ya.) Apa yang menyebabkan orang-orang menempuh jalan yang salah? Bukankah karena perspektif, pandangan, dan titik awal mereka dalam memandang hal semacam ini salah? (Ya.) Hal ini menyebabkan orang menempuh jalan yang salah. Dan jika orang-orang terus menempuh jalan yang salah seperti itu, akankah mereka pada akhirnya mampu memperoleh keselamatan? Tidak, mereka tidak akan mampu memperoleh keselamatan. Jika engkau memandang orang-orang dan hal-hal serta berperilaku dan bertindak berdasarkan pemikiran atau pandangan yang ditanamkan Iblis dalam dirimu, jalan yang kautempuh pasti akan menjadi jalan kehancuran. Itu sama sekali bukan jalan menuju keselamatan, karena itu justru berlawanan dan bertentangan dengan jalan menuju keselamatan. Jika orang-orang menempuh jalan yang salah ini, mereka menghancurkan kesempatan mereka sendiri untuk memperoleh keselamatan, jalan tersebut benar-benar hilang, dan mereka tidak akan pernah dapat menempuh jalan menuju keselamatan. Namun, jika engkau mengejarnya dengan pandangan yang benar, dan engkau memandang orang-orang dan hal-hal serta berperilaku dan bertindak berdasarkan firman Tuhan, prinsip-prinsip penerapan yang muncul akan positif, jalanmu akan positif, dan karena engkau memulai dari tempat yang benar, jalan yang pada akhirnya kautempuh juga akan benar. Jika engkau menempuh jalan seperti ini, engkau pasti akan mampu memperoleh keselamatan. Aspek kebenaran ini agak mendalam, dan sebagian besar darimu mungkin tidak memahaminya. Engkau tidak mengalaminya, dan engkau masih belum memiliki aspek kenyataan kebenaran ini. Engkau tidak tahu apakah engkau memandang orang dan hal-hal serta berperilaku dan bertindak berdasarkan pandangan yang salah atau pandangan yang benar. Engkau belum memiliki pengalaman ini. Saat ini, engkau semua hanya tahu untuk bertindak, mengerahkan kekuatanmu, melakukan upaya, dan membayar harga, sedangkan engkau bahkan belum mulai memeriksa apa yang memengaruhi dan mengendalikan pandangan dan pemikiran di lubuk hatimu yang terdalam. Oleh karena itu, topik ini agak jauh darimu, dan kita akan berhenti membahasnya di sini.
Kita baru saja membahas esensi dari pepatah tentang perilaku moral, dan cakupan kaitannya tidak hanya terbatas pada daratan Tiongkok, tetapi pada semua manusia. Ini karena semua manusia berada dalam cengkeraman si jahat, dan semua manusia telah dirusak sedemikian dalamnya oleh Iblis dan berada di bawah kendali Iblis. Ada dasar faktual yang mendasari pernyataan tersebut. Yang telah dirusak oleh Iblis bukan saja orang-orang di daratan Tiongkok, tetapi semua manusia telah dirusak oleh Iblis, dan semua manusia berada dalam cengkeraman si jahat. Manusia telah dirusak sedemikian dalamnya oleh Iblis sehingga dapat dilihat oleh semua orang sampai taraf tertentu. Sekarang, kita telah bersekutu selama beberapa waktu tentang Iblis yang menanamkan berbagai pepatah tentang perilaku moral ke dalam pemikiran manusia, menggunakan metode ini untuk menyesatkan, mengendalikan, dan memenjarakan manusia, dan dengan demikian mencapai tujuannya untuk merusak manusia. Fakta ini tidak terbatas pada orang Tionghoa, tetapi terjadi pada semua orang dari berbagai ras, kebangsaan, dan etnis. Semua manusia telah dirusak sedemikian dalamnya oleh Iblis, termasuk semua ras dan etnis; berbagai hal palsu yang sulit dikenali yang Iblis tanamkan dalam diri manusia dengan menggunakan budaya tradisional, dan bahkan menggunakan pepatah yang bagi manusia tampak relatif positif dan sesuai dengan moral, pemikiran, dan selera mereka, sebenarnya semuanya adalah bagian dari perusakan Iblis terhadap manusia. Dengan kata lain, semua manusia telah dirusak oleh Iblis dengan cara seperti ini, dan semua manusia dari etnis, ras, atau kebangsaan apa pun, yang lahir di mana pun, atau di wilayah atau daratan mana pun di planet Bumi, telah disesatkan, dikendalikan, dan dirusak sedemikian dalamnya oleh Iblis baik dalam pikiran maupun hati mereka. Di mana pun atau kapan pun engkau dilahirkan, atau di etnis atau di bangsa mana pun engkau dilahirkan, engkau tanpa terkecuali telah disesatkan dan dirusak oleh pepatah budaya tradisional yang telah Iblis tanamkan dalam dirimu. Oleh karena itu, hanya karena kita cuma menganalisis budaya tradisional Tiongkok, jangan mengira bahwa bangsa atau sukumu sendiri tidak memiliki latar belakang budaya Iblis, jangan mengira bahwa engkau lebih baik daripada orang Tionghoa, dan jangan merasa lebih unggul sehingga engkau merasa lebih terhormat dan mulia daripada orang Tionghoa. Perasaan unggul ini adalah sebuah kesalahpahaman, ini salah, ini tidak masuk akal, dan kita bahkan bisa mengatakan bahwa hal itu bodoh. Sepanjang berbicara tentang manusia yang rusak, engkau tidak boleh mengecualikan dirimu darinya; sepanjang berbicara tentang manusia yang rusak, engkau adalah bagian darinya. Tentu saja, selama dikatakan bahwa engkau adalah manusia yang rusak, maka lubuk hatimu yang terdalam dipenuhi dengan pemikiran-pemikiran yang didominasi oleh budaya tradisional yang Iblis tanamkan dalam dirimu, dan ini adalah fakta yang tidak terbantahkan, fakta yang selamanya tidak dapat diubah. Engkau semua harus memahami fakta ini dengan jelas. Ini tidak perlu dipertanyakan lagi dan tidak boleh diragukan. Kita akan menyelesaikan persekutuan kita tentang topik ini di sini.
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.