Apa yang Dimaksud dengan Mengejar Kebenaran (16) Bagian Satu

Kita terutama telah mempersekutukan dan menganalisis esensi dari berbagai pepatah tentang perilaku moral, dan menganalisis pengaruh berbagai pepatah terhadap orang. Berbagai pepatah tentang perilaku moral ini terutama merepresentasikan berbagai tingkat pengaruh budaya tradisional Tiongkok terhadap orang, pengaruh yang masih bertahan hingga hari ini. Pepatah tentang perilaku moral yang mana yang kita persekutukan dan singkapkan pada pertemuan terakhir kita? (Terakhir kali, Tuhan mempersekutukan dan menyingkapkan pepatah "Perkataan seorang pria bermartabat harus dapat dipegang".) Ketika kita mempersekutukan pepatah tentang perilaku moral, kita membahas masalah lingkungan secara umum: seperti apa pun zaman berubah, atau seperti apa pun lingkungan sosial kita berubah, atau seperti apa pun situasi politik di negara mana pun berubah, kerusakan yang ditimbulkan Iblis dalam diri manusia, dalam pemikiran dan perilaku moral manusia, dan dalam lubuk hati mereka yang terdalam melalui berbagai kebohongan dan kekeliruan mengenai perilaku moral yang ditemukan dalam budaya tradisional menjadi makin jelas. Dampak buruk budaya tradisional terhadap manusia tidak berkurang karena perubahan zaman dan perubahan lingkungan hidup, dan banyak orang masih mengutip dan menganjurkan berbagai pepatah yang berasal dari budaya tradisional, menganggapnya sebagai studi tradisional Tiongkok dan sebagai tulisan yang dianggap berotoritas. Jelaslah bahwa Iblis telah menanamkan berbagai pepatah tentang perilaku moral di lubuk hati manusia dan sangat merusak manusia. Mengapa Iblis merusak manusia? Apa tujuan utamanya dalam merusak manusia? Apakah itu ditujukan kepada manusia atau kepada Tuhan? (Tuhan.) Ini adalah sesuatu yang harus kaupahami agar dapat mengetahui esensi Iblis, dan mengetahui sumber masalah serta proses perusakan Iblis terhadap manusia. Bagaimana pemikiran manusia dirusak oleh Iblis? Mengapa manusia menyimpan hal-hal yang menentang Tuhan di lubuk hati mereka yang terdalam? Mengapa manusia menyimpan hal-hal yang bertentangan dengan kebenaran ini? Bagaimana manusia bisa menjadi seperti ini? Manusia diciptakan oleh Tuhan, jadi mengapa manusia selalu menentang dan memberontak melawan Tuhan sama seperti yang dilakukan Iblis? Apa sumber masalahnya? Apakah pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan apa yang telah kita bahas sebelumnya? (Ya.) Ingatlah kembali dan pikirkan tentang apa yang kita persekutukan terakhir kali. (Tuhan pertama-tama mempersekutukan keadaan kami saat ini. Meskipun kami makan dan minum firman Tuhan, pada dasarnya, kami tidak memiliki kemampuan untuk mengenali kebohongan dan kekeliruan serta pemikiran dan pandangan yang Iblis tanamkan dalam diri kami, dan kami dapat menjadi juru bicara dan antek-antek Iblis kapan pun dan di mana pun. Tuhan juga mempersekutukan alasan Iblis menggunakan kebohongan dan kekeliruan ini untuk menyesatkan dan merusak manusia. Meskipun Iblis merusak dan merugikan manusia, tujuan Iblis yang sebenarnya adalah Tuhan. Dia ingin meruntuhkan dan menghancurkan rencana pengelolaan Tuhan. Karena rencana pengelolaan Tuhan pada akhirnya bertujuan untuk menyelamatkan dan menyempurnakan sekelompok orang agar mereka bisa sehati dan sepikir dengan Tuhan, Iblis berusaha mengganggu dan menghalangi orang-orang ini agar tidak mengikuti Tuhan, agar tidak disempurnakan oleh Tuhan, dan agar tidak didapatkan oleh Tuhan. Tuhan mengetahui yang sebenarnya mengenai rencana licik Iblis, tetapi tidak menghentikan Iblis. Tuhan justru menggunakan Iblis sebagai objek pelayanan dan kontras, karena hikmat Tuhan dibangun di atas rencana licik Iblis, dan Dia melakukan pekerjaan pentahiran dan penyelamatan bagi orang-orang yang telah dirusak oleh Iblis. Tuhan menyingkapkan dan menganalisis berbagai pepatah budaya tradisional untuk memungkinkan kami melihat dengan jelas bahwa Iblis menggunakan kebohongan dan kekeliruan ini untuk menyesatkan dan merusak manusia. Tuhan melakukan ini agar kami dapat belajar mengenali dan tidak hanya memahami secara doktrinal bahwa kebohongan dan kekeliruan ini bersifat negatif, tetapi kami mampu memahami dengan jelas apa rencana licik Iblis dalam pepatah-pepatah ini. Setelah kami memahaminya dengan jelas, barulah kami dapat membandingkan diri kami dengan pepatah-pepatah tersebut, merenungkan diri kami sendiri dalam terang firman Tuhan, memeriksa pemikiran dan gagasan Iblis apa yang kami miliki, rencana licik Iblis apa yang ada di dalam niat tindakan kami, dan watak Iblis apa saja yang kami perlihatkan. Inilah yang dimaksud dengan benar-benar mengenal diri sendiri, dan bukan sekadar pemahaman doktrinal dan pengenalan sederhana.) Salah satu cara Iblis merusak manusia adalah dengan merusak pemikiran dan hati mereka; dia menyuntikkan segala macam pemikiran, gagasan, kebohongan, dan kekeliruan Iblis ke dalam hati dan pikiran manusia. Di antaranya adalah berbagai pepatah tentang perilaku moral yang merepresentasikan keunggulan budaya tradisional Tiongkok. Itu adalah representasi klasik dari budaya tradisional Tiongkok. Pemikiran dan pandangan budaya tradisional ini pada dasarnya merepresentasikan pemikiran Iblis, esensi Iblis, dan merepresentasikan natur Iblis yang menentang Tuhan. Apa akibat akhir dari Iblis yang menggunakan hal-hal ini untuk merusak manusia? (Ini membuat manusia menentang Tuhan.) Akibatnya, manusia menentang Tuhan. Dan apa yang terjadi pada manusia? (Mereka menjadi juru bicara dan antek Iblis. Mereka menjadi Iblis-Iblis yang hidup.) Manusia menjadi juru bicara Iblis, perwujudan Iblis, dan manusia yang rusak datang untuk merepresentasikan Iblis. Niat, tujuan, pemikiran, dan gagasan yang terkandung dalam perkataan yang diucapkan manusia yang rusak dan watak rusak yang mereka perlihatkan adalah hal-hal yang diekspresikan dan diperlihatkan oleh Iblis. Hal ini sepenuhnya membuktikan bahwa aturan kehidupan manusia dan berbagai pemikiran serta pandangan yang mereka gunakan dalam berperilaku dan berinteraksi dengan orang lain semuanya berasal dari Iblis, dan semuanya merepresentasikan esensi natur Iblis; ini sepenuhnya membuktikan bahwa manusia rusak yang masih hidup adalah perwujudan Iblis, keturunan Iblis, dan sejenis dengan Iblis; ini sepenuhnya membuktikan bahwa manusia rusak yang masih hidup adalah Iblis yang hidup, setan yang hidup, dan bahwa manusia, yang telah menjadi perwujudan Iblis, adalah representasi Iblis. Entah manusia adalah keturunan Iblis atau perwujudan Iblis, bagaimanapun juga, mereka sejenis dengan Iblis, dan bagi Tuhan, manusia semacam ini adalah manusia yang menyangkal dan mengkhianati Tuhan, mereka adalah musuh Tuhan, dan kekuatan yang menentang Tuhan. Manusia semacam ini bukan lagi manusia yang berpikiran polos yang tidak tahu apa-apa seperti pada mulanya. Manusia hidup di bawah pengaruh Iblis dan penuh dengan watak rusak Iblis, dan apa yang dibutuhkan manusia yang hidup dalam keadaan dan kondisi seperti ini? Manusia membutuhkan keselamatan dari Tuhan. Sekaranglah waktunya Tuhan menggunakan firman untuk menyelamatkan manusia. Apa latar belakang Tuhan menyelamatkan manusia? Latar belakangnya adalah perusakan Iblis terhadap manusia telah mencapai taraf yang paling mendalam dan parah; hal ini telah sepenuhnya mengubah manusia menjadi perwujudan dan juru bicara Iblis, dan manusia telah menjadi musuh Tuhan dan menentang Tuhan. Dengan latar belakang ini, Tuhan telah memulai pekerjaan-Nya untuk menyelamatkan manusia. Inilah keadaan yang sebenarnya mengenai perusakan Iblis terhadap manusia, dan inilah latar belakang yang sebenarnya ketika Tuhan mengungkapkan kebenaran dan melakukan pekerjaan penghakiman untuk menyelamatkan manusia pada akhir zaman. Apa manfaat mengetahui latar belakang yang sebenarnya ini? Di satu sisi, ini memungkinkan manusia untuk mengetahui esensi mereka sendiri, mengetahui esensi Iblis, mengetahui cara yang Iblis gunakan untuk merusak manusia, dan untuk mengetahui kejahatan Iblis; di sisi lain, ini juga memungkinkan manusia mengetahui tujuan rencana pengelolaan Tuhan, serta mengetahui kemahakuasaan, otoritas, hikmat, dan kuasa Tuhan yang Dia perlihatkan dalam pekerjaan-Nya untuk menyelamatkan manusia. Selain harus mengenali seperti apa esensi dan kejahatan Iblis serta esensi natur manusia yang rusak, yang penting adalah manusia harus mengetahui pekerjaan Tuhan, watak Tuhan, dan esensi Tuhan. Mengetahui esensi Tuhan pada dasarnya berarti mengetahui kemahakuasaan, otoritas, hikmat, dan kuasa Tuhan. Hal ini terutama berkaitan dengan mengetahui aspek-aspek esensi-Nya ini.

Berdasarkan latar belakang pekerjaan Tuhan untuk menyelamatkan manusia, manusia yang ingin Tuhan selamatkan ini bukanlah manusia yang baru saja Dia ciptakan, melainkan manusia yang telah dirusak oleh Iblis selama beberapa ribu tahun. Lubuk hati manusia yang terdalam bukanlah "kertas kosong", demikian pula pemikiran atau watak manusia, melainkan sudah lama dirusak sedemikian dalamnya oleh Iblis. Mereka yang Tuhan selamatkan adalah makhluk ciptaan yang telah dirusak sedemikian dalamnya, digoda, dikendalikan, dimanipulasi, dan diinjak-injak oleh Iblis. Bagi manusia, membuang atau mengubah hal-hal yang berasal dari Iblis dan watak Iblis dalam diri manusia ciptaan ini sangatlah sulit, atau bahkan mustahil. Dengan kata lain, bagi manusia, mengubah pemikiran dan pandangan mereka, mentahirkan hal-hal yang berasal dari Iblis di lubuk hati mereka, dan mengubah watak rusak mereka adalah tugas yang mustahil; seperti pepatah yang berbunyi, "Macan tutul tidak pernah mengubah bintik-bintiknya". Namun, justru dengan latar belakang inilah dan bersama manusia ciptaan inilah Tuhan ingin melakukan pekerjaan penyelamatan manusia. Dalam pekerjaan-Nya, Tuhan tidak memperlihatkan tanda-tanda dan mukjizat apa pun, Dia juga tidak secara terbuka memperlihatkan diri-Nya yang sejati, apalagi melakukan pekerjaan apa pun yang mungkin tampak berotoritas dan berkuasa di mata manusia. Dengan kata lain, pada akhir zaman, selama masa di mana Tuhan yang berinkarnasi menyelamatkan manusia, Tuhan tidak memperlihatkan tanda-tanda dan mukjizat apa pun, Dia tidak melakukan pekerjaan apa pun yang melampaui batas-batas kenyataan, dan Dia tidak melakukan perbuatan apa pun yang melampaui kemanusiaan. Tuhan tidak melakukan pekerjaan supernatural seperti itu, tetapi Dia menggunakan firman untuk membekali kehidupan manusia dan menyingkapkan manusia serta mentahirkan mereka dari kerusakan mereka. Karena Dia hanya menggunakan firman untuk melakukan pekerjaan ini, bagi manusia, hal ini bahkan tampak lebih seperti tugas yang mustahil, dan kebanyakan orang menganggapnya sebagai lelucon. Orang-orang meyakini bahwa Tuhan dapat membekali manusia dengan cara berfirman, berfirman dengan berbagai cara, berfirman dari berbagai sudut pandang, dan berfirman tentang berbagai hal, sehingga memungkinkan manusia untuk memperoleh keselamatan. Tuhan melakukan tugas yang mustahil. Iblis, khususnya, bahkan jauh lebih tidak yakin bahwa ini adalah sesuatu yang sepenuhnya mampu dilakukan oleh Tuhan, bahwa Tuhan memiliki kuasa, otoritas, dan hikmat untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Jelas bahwa Tuhan berfirman dan melakukan pekerjaan-Nya untuk menyelamatkan manusia adalah tugas yang mustahil di mata manusia ciptaan. Namun, apa pun yang akan terjadi di masa depan, saat ini, yang dikatakan dalam firman Tuhan, "Tuhan sama berotoritasnya dengan firman-Nya, dan firman-Nya akan digenapi, dan apa yang Dia genapi bertahan untuk selamanya," telah digenapi dalam diri mereka yang mengikuti-Nya, artinya, sebagian besar orang telah merasakan hal ini sebelumnya. Berdasarkan cara Tuhan bekerja, cara Tuhan melakukan pekerjaan penyelamatan manusia hanya melalui perbekalan firman, makan firman, penyingkapan firman, hajaran dan penghakiman firman, hajaran firman, peringatan dan dorongan firman, dan cara-cara lainnya, terbukti bahwa firman Tuhan tidak sekadar mengandung makna sederhana dari kata-kata yang dapat dipahami oleh gagasan manusia. Selain pernyataan yang mendasar bahwa firman Tuhan adalah kebenaran, yang mampu dilihat lebih jelas oleh manusia, dan yang terbukti secara faktual, adalah bahwa firman Tuhan mengandung kehidupan dan firman Tuhan adalah kehidupan, yang mampu membekali manusia yang rusak dan menyediakan semua kebutuhan hidup manusia yang rusak. Dalam hal kuasa dan otoritas, firman Tuhan dapat mengubah keadaan hidup manusia, mengubah pemikiran dan pandangan manusia, mengubah hati manusia yang telah dirusak sedemikian dalamnya oleh Iblis, dan bahkan terlebih lagi, firman dapat mengubah jalan dan arah hidup yang telah manusia pilih, dan bahkan mengubah pandangan manusia terhadap kehidupan dan nilai-nilai. Selama engkau menerima dan tunduk pada firman Tuhan, dan bahkan kita dapat berkata, selama engkau mencintai dan mengejar firman Tuhan, seperti apa pun kualitasmu, atau apa tujuan pengejaranmu, atau sebesar apa pun tekadmu untuk mengejar, atau sebesar apa pun imanmu, firman Tuhan pasti mampu mengubahmu, memungkinkan pandanganmu tentang kehidupan dan nilai-nilaimu untuk berubah, memungkinkan pemikiran dan pandanganmu tentang orang dan hal-hal untuk berubah, dan pada akhirnya memungkinkan watak hidupmu untuk berubah. Meskipun kebanyakan orang memiliki kualitas yang rendah dan tidak memiliki tekad untuk mengejar kebenaran, dan mereka bahkan enggan mengejar kebenaran, apa pun keadaan mereka, asalkan mereka telah mendengar firman Tuhan, di alam bawah sadar mereka, dalam taraf yang berbeda, mereka memiliki beberapa pandangan dan persepsi yang benar dari ajaran Tuhan mengenai Iblis, dunia, dan manusia. Di alam bawah sadarnya, mereka memiliki kerinduan dan kehausan pada taraf yang berbeda-beda mengenai hal-hal positif, mengenai prinsip-prinsip kebenaran dan arah serta tujuan hidup yang benar yang Tuhan tuntut untuk manusia miliki. Peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam dan di antara manusia—apakah itu yang orang-orang inginkan atau tidak, apakah itu sesuai dengan gagasan manusia atau tidak, apakah itu memenuhi tuntutan dan standar Tuhan atau tidak, dan sebagainya—semua pengaruhnya terhadap manusia dan semua peristiwa ini menunjukkan bahwa firman Tuhan tidak hanya mampu membekali kehidupan manusia dan menyediakan apa yang mereka perlukan, tetapi yang terlebih penting adalah, firman Tuhan tidak dapat diubah oleh kekuatan apa pun. Mengapa Kukatakan demikian? Karena firman Tuhan mengandung otoritas, dan otoritas firman Tuhan tidak dapat dilampaui oleh teori, falsafah, atau pengetahuan duniawi apa pun, atau oleh argumen, pemikiran, atau pandangan apa pun. Inilah arti nyata dari firman Tuhan mengandung otoritas, dan ini diperlihatkan dengan jelas dalam diri semua orang yang mengikuti Tuhan. Firman Tuhan mengandung otoritas dan mampu mengubah hati serta pemikiran manusia. Yang lebih penting dari itu, firman dapat mentahirkan dan membuang watak rusak yang telah Iblis tanamkan di lubuk hati manusia yang terdalam. Inilah kuasa firman Tuhan. Tentu saja, ada hal lain, yaitu manusia harus mengenal hikmat Tuhan. Hikmat Tuhan diperlihatkan dalam setiap pekerjaan-Nya. Hikmat Tuhan tidak hanya ada di dalam dan di antara baris-baris firman yang Tuhan ucapkan, tetapi juga ada dalam cara Tuhan berfirman, hal-hal yang Dia firmankan, sudut pandang yang Dia miliki dalam firman-Nya, dan bahkan dalam nada bicara-Nya ketika berfirman, hikmat Tuhan dapat dilihat dalam segala hal. Dalam aspek apa hikmat Tuhan diwujudkan? Di satu sisi, hikmat Tuhan dapat dilihat dalam setiap firman yang Dia ucapkan, dan dalam berbagai cara Dia berfirman, hikmat-Nya diperlihatkan; di sisi lain, hikmat Tuhan dapat dilihat dalam berbagai cara Dia bekerja dalam diri manusia, dan hikmat Tuhan juga dapat dilihat dalam diri orang-orang yang mengikuti Tuhan yang dipimpin-Nya. Jadi tentu saja, kita dapat mengatakan bahwa hikmat Tuhan diperlihatkan melalui firman-Nya, dan juga diperlihatkan melalui pekerjaan-Nya. Selain hikmat Tuhan diperlihatkan kepada manusia melalui firman-Nya, manusia juga mulai memiliki penghargaan yang mendalam terhadap hikmat Tuhan dalam berbagai lingkungan dan situasi dari berbagai masalah yang mereka hadapi. Firman Tuhan memungkinkan orang untuk menerima perbekalan yang sesuai kapan pun dan di mana pun. Tuhan dapat menolongmu kapan pun dan di mana pun, mendukungmu dan membekalimu kapan pun dan di mana pun, memungkinkanmu untuk meninggalkan keadaan negatifmu kapan pun dan di mana pun, serta membuatmu kuat dan tidak lagi lemah. Kapan pun dan di mana pun, Tuhan dapat mengubah gagasan dan cara berpikirmu, memungkinkanmu untuk melepaskan hal-hal yang kauyakini benar dan hal-hal yang berasal dari Iblis, membuang watak rusakmu, bertobat kepada Tuhan, bertindak dan melakukan penerapan berdasarkan tuntutan Tuhan dan firman Tuhan. Ini adalah salah satu aspeknya. Selain itu, Tuhan bekerja dengan berbagai cara dalam diri semua orang yang mengikuti-Nya, yang mencintai firman Tuhan dan mencintai kebenaran. Terkadang, Dia memberi kasih karunia, dan terkadang Dia memberi terang dan penyingkapan. Tentu saja, terkadang Tuhan akan menghajar dan mendisiplinkan manusia agar mereka bertobat, membuat mereka merasakan penyesalan di dalam lubuk hati mereka yang terdalam, merasa benar-benar berutang kepada Tuhan, merasa menyesal, bertobat, dan dengan demikian melepaskan kejahatan yang mereka lakukan dan tidak lagi memberontak terhadap Tuhan, tidak lagi bertindak sesuka hati mereka atau mengikuti Iblis, tetapi melakukan penerapan berdasarkan jalan yang telah Tuhan tunjukkan kepada mereka. Pekerjaan Tuhan terlaksana dalam diri manusia. Tepatnya, pekerjaan Roh Kudus terlaksana dalam diri manusia, dan Roh Kudus bekerja dalam diri sebagian besar orang dengan cara yang berbeda-beda. Tentu saja, seperti apa pun cara Roh Kudus bekerja, semua orang dapat mengalami berbagai pekerjaan Roh Kudus pada taraf yang berbeda-beda. Berdasarkan hal ini, kita dapat memahami bahwa pekerjaan Roh Kudus dan pekerjaan Tuhan, baik dilakukan dengan berbagai cara atau dengan satu cara, keduanya dapat memungkinkan orang untuk menyadari bahwa pekerjaan Tuhan adalah pertolongan bagi manusia dan yang manusia butuhkan setiap saat dan di segala tempat. Roh Kudus dapat bekerja dan membekali manusia kapan pun dan di mana pun. Dia tidak dibatasi oleh ruang, lokasi geografis, atau waktu. Dia juga tidak mengacaukan rutinitas kehidupan normal manusia atau mengganggu pemikiran manusia, apalagi menghancurkan aturan apa pun yang telah Tuhan tetapkan bagi manusia. Roh Kudus hanya bekerja secara diam-diam dalam diri setiap orang, menggunakan firman untuk memberi tahu, mengajar, mencerahkan, dan membimbing mereka dengan jelas, sembari menggunakan berbagai cara untuk bekerja di dalam diri mereka, memungkinkan mereka secara alami dan tanpa sadar untuk hidup di bawah perbekalan firman Tuhan. Tentu saja, berkat pekerjaan Tuhan dan pekerjaan Roh Kudus, watak manusia diubah, dan pemikiran mereka diubah tanpa mereka sadari, dan iman mereka kepada Tuhan perlahan-lahan meningkat. Di antara semua pengaruh yang dicapai dalam diri manusia, harus dikatakan bahwa hal ini terjadi berkat kuasa firman Tuhan dan hikmat pekerjaan Tuhan. Mengenai orang-orang yang sekarang mengikuti Tuhan, Tuhan menggunakan firman-Nya untuk bekerja dan memimpin serta membekali mereka, dan semua orang memiliki hak dan kesempatan untuk menikmati hal-hal ini. Jika jumlah mereka yang mengikuti Tuhan bertambah sepuluh kali lipat, dua puluh kali lipat, atau bahkan seratus kali lipat lebih banyak daripada jumlah orang yang mengikuti-Nya sekarang, Tuhan akan tetap mampu menjaga mereka dengan cara yang sama, dan Dia akan tetap mampu menyelesaikan pekerjaan ini. Hasil yang dicapai tidak akan pernah dapat diubah, dan inilah hikmat Tuhan.

Firman Tuhan mengungkapkan semua aspek kebenaran dan menyediakan apa yang dibutuhkan semua manusia. Tuhan menggunakan segala macam cara kerja yang berbeda dari berbagai sudut pandang dalam diri manusia di waktu yang berbeda dan di lingkungan yang berbeda, untuk membimbing mereka tanpa mereka menyadarinya dan untuk mencapai hasil yang berbeda dalam diri setiap orang. Sekalipun saat ini engkau berpikir, "Aku tidak terlalu mengerti tentang pekerjaan Tuhan dan aku masih sangat lemah sekarang. Imanku kepada Tuhan masih sangat rendah, dan pengenalanku akan Tuhan juga belum bertambah. Sikapku saat ini terhadap pelaksanaan tugasku tampaknya suam-suam kuku seperti sebelumnya, dan aku merasa belum mengalami banyak kemajuan," satu hal yang pasti: betapapun lemahnya dirimu, atau betapapun jauhnya perasaanmu dari memenuhi tuntutan Tuhan, firman dan pekerjaan Tuhan telah menguasai hatimu. Sekalipun engkau tidak terlalu tertarik untuk mengejar kebenaran, sekalipun engkau tetap tidak menganggap serius makna penting memperoleh keselamatan, kebenaran firman Tuhan dan isi firman yang Tuhan ucapkan memberimu harapan, dan di lubuk hatimu yang terdalam, engkau mulai memiliki pengharapan mengenai pekerjaan Tuhan dan kenyataan yang ingin Tuhan capai. Sebesar apa pun imanmu saat ini, atau setinggi apa pun tingkat pertumbuhanmu, engkau pasti memiliki harapan. Apa yang ditunjukkan hal ini? Firman Tuhan adalah kebutuhan manusia, firman Tuhan memenuhi kebutuhan manusia, firman Tuhan telah menguasai hatimu, dan tanpa sadar engkau telah mulai menerima firman Tuhan hingga taraf tertentu di lubuk hatimu yang terdalam. Tentu saja, fakta-fakta ini ditujukan kepada mereka yang tidak terlalu tertarik pada kebenaran, dan memiliki pemahaman yang relatif samar dan tidak jelas mengenai pekerjaan dan penyelamatan Tuhan. Bagi mereka yang benar-benar percaya kepada Tuhan dan mampu mengejar kebenaran, ini bukanlah satu-satunya hasil yang dicapai, melainkan mereka juga dapat mengenal Tuhan dan bersaksi bagi Tuhan. Dari fakta dan tanda-tanda ini, kita dapat memahami bahwa perkataan dan pekerjaan Tuhan dipenuhi dengan kuasa, otoritas, dan hikmat Tuhan. Hal ini juga membuktikan hal lain: manusia diciptakan oleh Tuhan, dan meskipun mereka dapat hidup tanpa sinar matahari, tanpa air, dan tanpa udara, mereka tidak dapat hidup tanpa Tuhan, mereka tidak dapat hidup tanpa firman Tuhan, dan mereka tidak dapat hidup tanpa perbekalan Tuhan. Hanya bimbingan, perbekalan, dan penggembalaan Tuhan serta seluruh kebenaran yang Tuhan ungkapkan yang dapat memberikan harapan dan terang kepada manusia, serta memberikan tujuan dan arah bagi kelangsungan hidup mereka. Ini adalah hal-hal yang telah manusia lihat. Dengan menyingkapkan dan menganalisis situasi yang sebenarnya ketika Iblis merusak manusia dalam hal perilaku moral, orang-orang seharusnya dapat melihat seperti apa latar belakang pekerjaan Tuhan di dalam diri manusia untuk menyelamatkan manusia. Selain mengenali situasi yang sebenarnya dari latar belakang pekerjaan Tuhan, manusia harus jauh lebih memahami betapa sulitnya pekerjaan Tuhan dalam menyelamatkan manusia, dan dengan memahami betapa sulitnya hal ini, mereka harus mengetahui kuasa, otoritas, dan hikmat Tuhan. Dalam pekerjaan-Nya menyelamatkan manusia, Tuhan tidak terburu-buru untuk menyelamatkan manusia ketika Iblis pertama kali mulai merusak mereka. Dia tidak terburu-buru untuk menyelamatkan manusia empat ribu tahun lalu, atau enam ribu tahun lalu. Sebaliknya, Dia melakukan segala sesuatu sebagaimana yang seharusnya dilakukan: melalui manusia yang digoda oleh ular dan dirusak oleh Iblis, mereka menjadi tenggelam dalam dosa, dan bumi dihancurkan oleh air bah. Tuhan kemudian menggunakan hukum Taurat untuk memimpin manusia secara bertahap, dan seiring dengan makin dalamnya perusakan yang dilakukan Iblis terhadap manusia secara berangsur-angsur, Tuhan melakukan pekerjaan penebusan manusia dengan mengambil rupa daging yang dikuasai dosa dan disalibkan. Sekarang, pada akhir zaman, ketika manusia sudah sangat dirusak oleh Iblis sehingga manusia telah sangat dihancurkan olehnya dan sepenuhnya menjadi representasi Iblis, Tuhan secara formal dan terbuka mengungkapkan firman-Nya kepada manusia, dan Dia mengungkapkan apa yang ada di dalam hati-Nya, pandangan dan sikap-Nya mengenai segala macam orang, peristiwa, dan hal-hal, serta semua kebenaran yang manusia butuhkan. Dengan latar belakang seperti ini, Tuhan secara formal mulai menyediakan apa yang manusia butuhkan. Dia tidak menyediakan seluruh kebenaran kepada manusia dalam situasi di mana manusia sama sekali tidak tahu apa-apa. Justru ketika manusia telah dirusak sedemikian dalamnya oleh Iblis dan ketika orang-orang meyakini bahwa mereka tidak mungkin dapat diselamatkan, maka Tuhan datang, mengucapkan firman-Nya, melakukan pekerjaan-Nya, berjalan di antara manusia dan mengungkapkan firman yang ingin Dia ungkapkan, dengan hanya menggunakan firman untuk mencapai kenyataan yang ingin Dia capai. Tidak ada manusia yang relatif mampu di antara manusia yang berani menerima tantangan untuk melakukan pekerjaan ini, karena orang-orang yakin bahwa ini adalah pekerjaan yang sangat sulit, pekerjaan yang mustahil untuk diselesaikan. Namun, justru dalam konteks inilah Tuhan memulai pekerjaan rencana pengelolaan enam ribu tahun-Nya ini, sebuah pekerjaan yang menggunakan firman untuk menyelesaikan segala sesuatu. Ini adalah pekerjaan yang sangat besar, pekerjaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, terlebih lagi, ini adalah pekerjaan yang menciptakan zaman, dan pekerjaan jangka panjang. Sebanyak apa pun perkataan yang orang ucapkan atau apa pun yang mereka katakan atau apa pun esensi perkataan mereka, tak ada seorang pun yang mampu melaksanakan perbuatan yang ingin dicapai oleh perkataan mereka. Hanya firman Tuhan yang dapat digenapi, dan hanya firman Tuhan yang dapat terlaksana sesuai dengan tuntutan Tuhan dan rencana pemikiran-Nya. Ini pun merupakan otoritas Tuhan. Bukankah seharusnya orang-orang memahami hal-hal ini? (Ya.) Jadi, apa gunanya memahami hal-hal ini? Siapa yang mau menjawab? (Di satu sisi, agar manusia mampu memahami hikmat pekerjaan Tuhan dan memahami bahwa pekerjaan Tuhan tidak dilakukan dalam diri orang-orang polos yang belum dirusak oleh Iblis. Di sisi lain, Tuhan menggunakan Iblis dalam pelayanan-Nya dan melakukan pekerjaan penyelamatan kepada mereka yang telah dirusak sedemikian dalamnya oleh Iblis. Orang-orang yakin bahwa pekerjaan ini sangat sulit, tetapi firman Tuhan benar-benar berpengaruh pada manusia. Selain itu, dalam proses pengalaman kami sehari-hari, kami sering dibatasi oleh watak rusak kami dan mau tidak mau memperlihatkan kerusakan, kami menjadi tidak mampu menerapkan kebenaran, dan terkadang kami menjadi begitu negatif sehingga kehilangan iman kami. Namun, setelah kami mendengar persekutuan Tuhan, kami mulai percaya pada firman Tuhan dan memahami bahwa watak rusak kami dapat berubah asalkan kami mencintai dan menerima kebenaran dan bahwa watak rusak kami dapat diubah. Jika seseorang tidak mencintai atau menerima kebenaran dalam esensinya, dia tidak akan mampu mengubah watak rusaknya.) Apa yang engkau katakan sepenuhnya tepat dan akurat.

Firman Tuhan dapat menyelesaikan segala sesuatu dan mengubah segala sesuatu. Pada saat yang sama, manusia harus mampu memahami bahwa firman Tuhan memiliki pengaruh lain dalam diri mereka—segala sesuatu pasti berlalu, hanya firman Tuhan yang tidak akan pernah berlalu, dan sama seperti Tuhan itu sendiri, firman Tuhan akan kekal selamanya. Apa yang kita lihat dari hal ini? (Kita melihat otoritas Tuhan.) Kita melihat otoritas Tuhan, hikmat Tuhan, dan kita melihat kuasa yang diperlihatkan dalam firman-Nya. Karena firman Tuhan merepresentasikan hidup, esensi, dan watak-Nya, firman akan kekal selamanya sama seperti Tuhan akan kekal selamanya. Apa yang diberitahukan hal ini kepadamu? Ini memberitahukan kepadamu bahwa firman Tuhan sangat penting bagi manusia. Apa pun yang kauperoleh, itu bukanlah harta karun yang sesungguhnya. Entah engkau menerima batangan emas ataupun permata yang langka dan berharga di dunia, itu bukanlah harta karun yang sesungguhnya. Sekalipun engkau mendapatkan obat panjang umur, itu sama sekali tidak berharga. Sekalipun engkau berhasil bertapa dan terbang ke Surga, belum tentu engkau akan hidup selamanya. Itu karena engkau adalah makhluk ciptaan, segalanya sudah ditentukan oleh Tuhan dari semula, dan tak ada seorang pun yang dapat melepaskan diri dari kedaulatan Tuhan. Segala sesuatu pasti berlalu, hanya firman Tuhan yang tidak akan pernah berlalu, dan sama seperti Tuhan itu sendiri, firman Tuhan akan kekal selamanya. Apa gunanya memahami firman ini? Jika engkau tidak mengejar kebenaran dan tidak mencintai kebenaran atau keadilan dan kebenaran Tuhan, engkau mungkin tidak tertarik dengan firman atau fakta ini. Namun, jika engkau mencintai keadilan dan kebenaran Tuhan, engkau mencintai kebenaran, dan mencintai hal-hal yang positif, itu berarti engkau akan memiliki minat yang mendalam terhadap firman ini dan dengan demikian akan mengingat fakta dan firman ini di lubuk hatimu. Apakah firman tersebut? Segala sesuatu pasti berlalu, hanya firman Tuhan yang tidak akan pernah berlalu, dan sama seperti Tuhan itu sendiri, firman Tuhan akan kekal selamanya. Engkau semua harus menyimpan firman ini di dalam hatimu dan merenungkannya di waktu luangmu. Firman ini sangat penting. Katakan kepada-Ku, apa yang kauperoleh darinya? (Tuhan, aku memahami sesuatu. Firman Tuhan berbunyi, "Segala sesuatu pasti berlalu, hanya firman Tuhan yang tidak akan pernah berlalu". Terkadang, ada banyak hal yang berubah di dunia luar, dan ketika kami menghadapi keadaan seperti itu, keadaan kami akan berubah, dan tekad kami untuk mengikuti Tuhan pun akan berubah. Sulit bagi kami untuk menghindari perasaan negatif dan lemah, tetapi ketika kami merenungkan firman Tuhan ini dan janji-janji yang Tuhan berikan kepada kami pada mulanya, dan ketika kami berpikir bahwa Tuhan berkata Dia ingin mendapatkan sekelompok orang yang sehati dan sepikir dengan-Nya, kekuatan dan iman membanjiri hati kami. Kami tidak lagi terpengaruh oleh keadaan di dunia luar, dan kami memiliki iman untuk mengikuti Tuhan dan melaksanakan tugas kami.) Firman ini memberimu jalan penerapan. Jalan penerapan yang seperti apa? Jangan mengejar atau menghargai apa pun di dunia materiel; hal-hal ini kosong. Segala hal seperti ketenaran, keuntungan, kedudukan, kenikmatan materiel di depan matamu, kecantikan wanita, dan identitas serta status pria adalah sementara, lenyap dalam sekejap mata, dan tidak ada gunanya menghargai hal-hal ini. Apa yang Kumaksud dengan mengatakan bahwa itu tidak ada gunanya? Maksud-Ku, hal-hal ini hanya dapat memuaskan kebutuhan sesaat, kesukaan dan keinginan dagingmu, atau suasana hati dan kasih sayangmu, dan sebagainya, tetapi hal-hal tersebut tidak dapat memuaskan kebutuhan rohanimu. Ketika rohmu merasa lapar, haus, dan kosong, tak ada apa pun di dunia materiel yang dapat memuaskan kebutuhan rohanimu atau mengisi kekosongan di lubuk hatimu yang terdalam, dan itulah sebabnya mengejar hal-hal ini tidak ada gunanya. Jadi, apa yang dapat memuaskanmu dan mengisi kekosongan di lubuk hatimu yang terdalam? Ketika engkau membaca firman Tuhan dan memahami kebenaran, lubuk hatimu yang terdalam disegarkan kembali dan menikmati kedamaian serta sukacita, dan hatimu merasa puas dan tenang. Jika engkau terus mengejar dengan cara seperti ini, ketika firman Tuhan menjadi hidupmu, tak ada seorang pun yang dapat mengambil hidupmu darimu dan tak ada seorang pun yang dapat menghancurkannya. Ketika tak ada seorang pun yang dapat mengambil hidupmu atau menghancurkannya, apa yang akan kaurasakan? Engkau tidak akan lagi merasa kosong, tidak akan lagi merasa tersesat, takut, atau tidak nyaman hidup di dunia ini, karena engkau akan memiliki firman Tuhan di dalam dirimu, yang membimbingmu, membekalimu, memungkinkanmu untuk hidup dengan tujuan dan arah. Engkau akan menjalani setiap hari dengan penuh makna dan nilai. Inilah yang sebenarnya orang-orang rasakan. Jadi, bagaimana hasil positif yang benar-benar orang rasakan ini dicapai? (Ini dicapai dalam diri manusia melalui firman Tuhan ketika mereka menerapkan firman-Nya.) Benar, setelah manusia menerima firman Tuhan sebagai hidup mereka, hasil ini dicapai dalam diri mereka; hidup mereka berubah, cara hidup mereka berubah, pandangan mereka terhadap orang dan hal-hal berbeda, cara mereka memandang orang dan hal-hal berbeda, sehingga pengejaran mereka pun berbeda. Mereka tidak lagi mengejar kenikmatan daging, imbalan materiel, atau ketenaran, keuntungan, dan kedudukan. Mengejar hal-hal yang menjadi kesukaan daging hanya bisa membuat orang merasa makin bosan, kosong, gelisah dan menderita. Namun, setelah firman Tuhan memenuhi hati orang, kebenaran menjadi hidup mereka di dalam diri mereka, esensi dan kehidupan batin mereka berubah, sehingga perasaan mereka pun berbeda. Perasaan dan kesukaan mereka, berbagai emosi mereka, tujuan hidup mereka, arah pengejaran mereka, dan aturan kehidupan mereka semuanya benar-benar berbeda. Pengejaran mereka berubah, mereka mampu mengejar kebenaran dan berusaha mengenal Tuhan, dan mereka menjadi mampu hidup sesuai dengan cara hidup yang Tuhan kehendaki. Orang-orang yang mencapai hal ini tidak akan mengalami kerusakan, kematian, dan kehancuran, tetapi mereka akan mendapatkan kehidupan sejati, kehidupan yang tidak mengalami pembusukan. Apa yang Kumaksud ketika Kukatakan bahwa mereka tidak mengalami pembusukan? Maksud-Ku, kehidupan di dalam diri orang-orang ini tidak akan hilang, tidak akan berkurang, tidak akan pudar, serta tidak akan rusak, dan mereka tidak akan menghadapi kehancuran seperti yang mereka alami sebelumnya. Dengan demikian, bukankah keberadaan mereka saat ini dan prospek kelangsungan hidup mereka mengalami perubahan? Jelas bahwa prospek kelangsungan hidup mereka mengalami perubahan. Apa yang menyebabkan kehidupan manusia memudar, layu, membusuk, berakhir, dan dihancurkan? Itu terjadi karena manusia tidak memiliki firman Tuhan sebagai hidup mereka, dan entah seseorang hidup selama seratus tahun, atau dua ratus tahun, atau tiga ratus tahun, atau seribu tahun, aturan kehidupan mereka, pandangan hidup mereka, dan makna hidup mereka tidak akan berubah. Jadi, untuk apa sebenarnya orang-orang hidup seperti ini? Mereka hidup sepenuhnya untuk memuaskan daging mereka. Apa yang dikejar oleh daging manusia? Hal-hal seperti kekayaan, ketenaran, keuntungan, dan kenikmatan material, dan justru hal-hal inilah yang di mata Tuhan bertentangan dengan kebenaran, dan yang Tuhan benci. Oleh karena itu, ada batasan waktu bagi Tuhan untuk mengizinkan manusia mengejar dan menikmati hal-hal ini. Satu kehidupan manusia bisa bertahan selama sekitar enam puluh atau tujuh puluh tahun, sekitar delapan puluh atau sembilan puluh tahun, lalu berakhir, dan di setiap akhirnya, selalu ada babak baru kelahiran kembali, dan dengan cara seperti inilah masa hidup manusia terjadi. Jika Tuhan tidak menentukan batas waktu ini, bukankah manusia akan bosan hidup setelah hidup dalam waktu yang lama? Ketika orang berusia dua puluhan, setiap hari mereka merasa bahwa segala sesuatunya baru, indah, dan bahagia; ketika mereka menginjak usia empat puluhan, mereka merasa bahwa makan tiga kali sehari dan tidur di malam hari adalah cara hidup yang membosankan; ketika mereka menginjak usia enam puluhan, mereka merasa seolah-olah mereka memahami segalanya, dan mereka telah menikmati banyak berkat, mengalami menderita banyak kesukaran, dan mereka merasa bahwa tidak ada lagi yang menarik. Mereka memulai pekerjaan mereka setiap hari saat matahari terbit dan beristirahat saat matahari terbenam, dan hari berlalu dalam sekejap mata. Setiap fungsi tubuh mereka mulai menurun, sangat berbeda dengan saat mereka berusia dua puluhan. Saat itulah ajal mereka sudah dekat. Ketika ajal seseorang sudah dekat, bukan berarti jiwanya akan berakhir. Itu artinya daging mereka akan segera berakhir. Biasanya, orang meninggal ketika mereka memasuki usia enam puluhan, tujuh puluhan atau delapan puluhan, dan mereka yang berumur panjang paling lama bisa hidup sampai lebih dari seratus tahun. Ada pepatah yang berbunyi, "Seseorang yang hidup terlalu lama akan bosan hidup—mereka sudah muak dengan hidup." Ketika seseorang hidup terlalu lama, dia menjadi muak dengan kehidupan, dia tidak mau lagi hidup, dan hidup menjadi tidak berarti bagi mereka. Mengapa mereka merasa bahwa hidup tidak ada artinya? Ada fakta di sini, dan itu adalah bahwa orang-orang hidup dalam daging mereka, makan tiga kali sehari dan melakukan tugas mereka sehari-hari, setiap hari persis sama seperti hari sebelumnya, melakukan hal yang sama, menjalani kehidupan yang sama, dan ketika mereka mencapai titik tertentu, orang-orang mengetahui hal-hal ini secara menyeluruh. Mereka merasa telah melihat semua yang seharusnya mereka lihat, mencicipi semua yang seharusnya mereka cicipi, dan mengalami semua yang seharusnya mereka alami. Mereka merasa bahwa hidup mereka memang seperti ini, tidak ada lagi yang bisa mereka harapkan, tidak ada yang perlu dinanti-nantikan, dan hidup mereka kosong dan mereka akan segera menemui ajal mereka. Bukankah benar demikian? (Ya.) Beginilah keadaannya.

Kita baru saja membicarakan tentang firman "Segala sesuatu pasti berlalu, hanya firman Tuhan yang tidak akan pernah berlalu, dan sama seperti Tuhan itu sendiri, firman Tuhan akan kekal selamanya". Firman ini memberi tahu orang-orang fakta bahwa firman Tuhan sangatlah penting bagi manusia, dan firman ini juga memberi tahu orang-orang tujuan dan arah penerapan mereka, dan memberi tahu bahwa tidak ada pengejaran apa pun yang dapat menggantikan manusia memperoleh firman Tuhan satu baris pun. Hal ini karena segala sesuatu pasti berlalu, dan segala sesuatu pasti memudar, layu, dan melemah seiring berjalannya waktu, dan hanya firman Tuhan saja yang tidak akan pernah berlalu. Oleh karena itu, jika engkau memperoleh firman Tuhan dan masuk ke dalam kenyataan firman Tuhan, yang berarti bahwa engkau memahami kebenaran dan masuk ke dalam kenyataan kebenaran, engkau akan memiliki nilai karena firman Tuhan dan kebenaran, dan esensimu menjadi berbeda dari yang sebelumnya. Ada orang-orang yang berkata, "Memangnya kenapa jika esensiku berbeda?" Yang Kumaksud bukan berbeda dalam arti biasa, melainkan menjadi sangat berbeda, karena engkau telah menjadikan firman Tuhan sebagai hidupmu, dan sama seperti firman Tuhan, engkau tidak akan berlalu, sama seperti Tuhan, engkau akan memiliki hidup yang kekal, dan engkau akan memiliki masa depan dan tempat tujuan yang kekal. Jadi sekarang, dengan melihat apa yang akan terjadi di masa depan, bukankah firman Tuhan penting bagi manusia? (Ya.) Itu sangat penting! Bagaimana seharusnya engkau mengejarnya setelah engkau memahami bahwa firman Tuhan itu penting? Apa yang harus kaukejar yang memiliki nilai dan makna? Haruskah engkau mengerahkan lebih banyak upaya, lebih menderita, membayar harga yang lebih mahal, dan lebih menyibukkan diri untuk melaksanakan tugasmu? Atau haruskah engkau lebih banyak mempelajari keterampilan profesional, memperlengkapi dirimu dengan lebih banyak doktrin, dan lebih banyak berkhotbah? (Tak satu pun dari hal-hal tersebut.) Jadi, apa yang paling berguna untuk kaukejar? Engkau semua tahu jawabannya, jawabannya sangat jelas bagimu: memperoleh firman Tuhan adalah pengejaran yang paling berharga dan bermakna. "Segala sesuatu pasti berlalu, hanya firman Tuhan yang tidak akan pernah berlalu, dan sama seperti Tuhan itu sendiri, firman Tuhan akan kekal selamanya". Ingatlah firman ini di dalam hatimu dan jangan sampai engkau melupakan atau membuangnya sampai kapan pun. Saat engkau merasa negatif dan lemah, saat engkau merasa tidak punya harapan, saat kesengsaraan menghampirimu, saat engkau digantikan dalam tugasmu, saat engkau dipangkas, saat engkau mengalami kemunduran dan kegagalan, dan saat engkau ditegur dan dikutuk; atau saat engkau sedang berada di puncak kesuksesanmu, saat orang-orang menghormati dan memujimu di mana pun engkau berada, dan sebagainya; kapan pun dan dalam situasi apa pun, engkau harus selalu merenungkan firman ini dan mengizinkannya membawamu ke hadapan Tuhan dan mencari perbekalan firman Tuhan untukmu pada saat ini, izinkan firman Tuhan untuk membantu membebaskanmu dari kesengsaraanmu, menyelesaikan kesulitanmu, menyelesaikan kebingungan di lubuk hatimu yang terdalam, memalingkanmu dari jalan salah yang kautempuh, dan membereskan pelanggaranmu, sikapmu yang keras kepala, pemberontakanmu, dan sebagainya, dan izinkan firman Tuhan menyelesaikan setiap masalah yang kauhadapi. Firman ini sangat berguna bagimu! Ketika engkau lupa apa tanggung jawab dan tugasmu, ketika engkau lupa prinsip apa yang harus kaupegang, ketika engkau lupa sudut pandang dan perspektif apa yang harus kaumiliki serta lupa identitas dan statusmu sendiri, renungkanlah firman ini. Firman ini akan membawamu ke hadapan Tuhan, firman ini akan membawamu ke dalam firman Tuhan, firman ini akan membawamu memahami apa maksud Tuhan pada saat ini, dan firman ini akan membawamu untuk memiliki sudut pandang, pandangan, dan perspektif yang benar dalam memandang dirimu sendiri, memandang orang lain, serta memandang peristiwa dan lingkungan yang kaujumpai. Dengan cara seperti ini, di bawah bimbingan Tuhan dan di bawah perbekalan, pencerahan, dan pertolongan firman Tuhan, tidak ada masalah yang dapat membuatmu bingung, dan tidak ada masalah yang dapat menghalangimu dalam mengejar kebenaran dan menghentikan langkahmu selanjutnya. Bukankah ini jalan penerapannya? (Ya.) Pelajaran yang harus kaupetik sekarang bukanlah bersungut-sungut, mengeluh, dan mematuhi aturan, atau mencari pendekatan manusia ketika menghadapi masalah, melainkan datang ke hadapan Tuhan dan mencari kebenaran, mencari pertolongan Tuhan, mengizinkan firman Tuhan membekalimu dan menyelesaikan setiap kesulitanmu. Inilah pelajaran yang harus engkau semua petik. Kita akan mengakhiri persekutuan kita di sini tentang topik mengenai memahami bahwa Tuhan memulai pekerjaan paling penting dari rencana pengelolaan-Nya dengan latar belakang perusakan besar yang dilakukan Iblis terhadap manusia; pada akhirnya, yang paling penting adalah firman Tuhan. Bagaimanapun cara kita bersekutu, Aku berharap bahwa pada akhirnya orang-orang dapat masuk ke dalam kenyataan kebenaran firman Tuhan dan tidak hanya puas mengetahui cara mengkhotbahkan kata-kata dan doktrin, atau mempelajari teori teologis atau melakukan ritual keagamaan setiap hari. Masuk ke dalam kenyataan firman Tuhan adalah pelajaran paling mendesak dari jalan masuk kehidupan yang harus orang pahami.

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Hubungi kami via WhatsApp