Apa yang Dimaksud dengan Mengejar Kebenaran (15) Bagian Satu

Saat ini, bencana menjadi makin dahsyat. Tidak hanya wabah yang terus menyebar, tetapi kelaparan juga melanda manusia. Perang telah pecah di beberapa daerah dan terjadi kekacauan di banyak negara di seluruh dunia. Perpecahan sudah meluas. Dahulu telah dikatakan bahwa "Nyala api peperangan berkobar-kobar, asap meriam memenuhi udara, cuaca berubah panas, iklim berubah, wabah akan menyebar", dan ramalan ini telah menjadi kenyataan. Wabah menyebar dan belum mereda, dan orang tidak percaya sedang hidup dalam kesulitan yang luar biasa. Setiap hari dan tahun lebih buruk dari yang sebelumnya, dan mereka telah jatuh ke dalam bencana. Mereka semua ingin membebaskan diri dari penderitaan ini dan terhindar dari hari-hari bencana. Mereka semua berharap bahwa pemerintah akan menyelamatkan dan membebaskan mereka dari bencana, tetapi pemerintah bagaikan istana pasir yang diterpa ombak, tidak berdaya dan tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri, apalagi orang lain. Sewaktu-waktu, pemerintah bisa runtuh dan hancur; itu tidak bisa dihindari. Engkau semua telah melihat apa yang sedang dialami orang tidak percaya. Mereka benar-benar menderita! Bagaimana hidupmu pada saat ini? Bukankah keadaanmu jauh lebih baik daripada mereka? (Ya.) Apa maksudnya keadaanmu lebih baik? (Kami masih dapat membaca firman Tuhan bersama-sama dan mempersekutukan kebenaran. Kami masih dapat melaksanakan tugas kami di rumah Tuhan dan mencari jalan masuk kehidupan. Hati kami tenang dan bebas dari kecemasan. Keadaan kami jauh lebih baik dibandingkan orang tidak percaya.) Setidaknya, keadaan orang yang percaya kepada Tuhan lebih baik daripada orang tidak percaya karena mereka memiliki sesuatu untuk diandalkan. Mereka percaya pada kedaulatan Tuhan, percaya bahwa semuanya berada di tangan Tuhan, dan percaya pada pengaturan serta penataan Tuhan. Karena mereka memiliki iman dan kepercayaan yang sejati kepada Tuhan, mereka mempunyai sesuatu yang nyata untuk diandalkan, serta memiliki rasa aman. Orang yang dengan sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan memiliki perasaan dukungan yang nyata di dalam hati mereka, serta rasa aman, damai dan sukacita, betapa pun berbahaya atau kacaunya lingkungan di luar sana. Oleh karena itu, apa pun situasi yang mereka alami, seperti apa pun lingkungan di luar berubah, apa pun yang terjadi, entah ada bencana, perang atau wabah penyakit, dan entah itu peristiwa besar ataupun kecil, seseorang yang dengan sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan mampu mengabdikan dirinya untuk melaksanakan tugasnya di rumah Tuhan, makan dan minum firman Tuhan, mengalami pekerjaan Tuhan, dan berusaha memperoleh kebenaran karena mereka mengikuti Tuhan serta menjauhi tren sekuler. Aspek ini tetap tidak berubah. Hal dan tujuan terpenting yang harus kaukejar dalam kepercayaanmu kepada Tuhan tidak boleh berubah, yaitu mengejar kebenaran, melaksanakan tugas dengan baik dan memberi kesaksian yang indah tentang Tuhan. Ini sama sekali tidak boleh berubah.

Seperti apa pun dunia berubah, seperti apa pun kekuatan Iblis berperang serta membuat kegaduhan, dan sekacau apa pun masyarakat serta dunia ini, masalah penting seperti penyesatan, perusakan, perbudakan, dan kendali Iblis terhadap manusia tetap tidak berubah. Dengan kata lain, berbagai kesesatan dan kekeliruan yang Iblis indoktrinasikan ke dalam diri manusia, semua pemikiran serta pernyataan yang menentang Tuhan dan berlawanan dengan hukum serta aturan ciptaan Tuhan atas manusia dan segala sesuatu, tetap tidak berubah. Di satu sisi, hal-hal jahat ini belum berubah. Di sisi lain, seperti apa pun keadaan dan struktur dunia ini berubah, kesesatan dan kekeliruan yang telah Iblis indoktrinasikan di lubuk hati manusia belum disingkirkan. Bukan karena dunia sedang berada dalam kekacauan, atau karena Iblis sekarang dalam keadaan buruk dan tidak berdaya untuk mengendalikan dunia sehingga kesesatan dan kekeliruan yang Iblis gunakan untuk menyesatkan dan merusak manusia telah memudar dari hati manusia. Bukan itu masalahnya. Kesesatan dan kekeliruan Iblis masih ada di dalam hati manusia, dan tak seorang pun mampu menyingkirkannya. Dari sejak awal Iblis merusak manusia, kesesatan dan kekeliruan Iblis secara berangsur telah tertanam jauh di dalam hati dan pikiran semua manusia ciptaan. Hal-hal ini sama sekali tidak berubah di hati dan pikiran orang hingga hari ini. Bahkan setelah Tuhan melakukan pekerjaan selama bertahun-tahun dan membekali manusia dengan banyak kebenaran, manusia tetap tidak mampu mengenali berbagai pemikiran, pandangan, dan pepatah yang telah Iblis indoktrinasikan dalam diri mereka, apalagi secara aktif berusaha mengenali hal-hal tersebut tanpa adanya pengaruh dari faktor lingkungan, atau menyingkirkannya dari hati mereka. Mereka juga tidak mampu secara proaktif menolak berbagai pemikiran dan pernyataan yang telah Iblis indoktrinasikan dalam diri mereka, sekalipun dengan pembekalan dan bimbingan firman Tuhan. Meskipun pada awalnya manusia bersikap pasif ketika dirusak oleh Iblis, selama proses perusakan manusia oleh Iblis, manusia mulai hidup berdasarkan watak Iblis dan memandang segala sesuatu berdasarkan pemikiran serta sudut pandang Iblis. Lambat laun, manusia mulai bekerja sama secara lebih aktif dengan Iblis dan makin aktif memberontak terhadap Tuhan, berpaling dari Tuhan, dan meninggalkan Tuhan, sampai pada akhirnya, Iblis mengambil kendali penuh atas mereka. Ketika gagasan dan pandangan Iblis yang jahat dan tidak masuk akal benar-benar diindoktrinasikan ke dalam diri manusia, mereka akan sepenuhnya dipenjara oleh Iblis dan menjadi budaknya, atau lebih tepatnya, mereka menjadi perwujudan Iblis. Ketika ini terjadi, manusia benar-benar hidup dalam watak Iblis. Mereka bukan hanya hidup berdasarkan falsafah dan pemikiran Iblis, melainkan juga berbagai gagasan dan pandangan yang telah Iblis indoktrinasikan ke dalam diri mereka telah menyatu dengan natur mereka. Lebih tepatnya, manusia tidak hanya hidup dalam citra Iblis, tetapi mereka juga hidup sebagai Iblis, sebagai setan. Ketika ini terjadi, manusia tidak lagi menjadi secara pasif dirusak, disesatkan, ditipu atau dikendalikan oleh Iblis, tetapi sebaliknya, mereka berdiri sepenuhnya di pihak Iblis dalam penentangan terhadap Tuhan. Ketika manusia dirusak sampai ke taraf ini, dapat dikatakan bahwa mereka telah menjadi saluran Iblis dan perwujudannya. Agar Tuhan dapat menyelamatkan makhluk ciptaan yang merupakan saluran dan perwujudan Iblis, selain membekali dengan kebenaran dan menyingkapkan berbagai watak rusak manusia serta tindakan yang memberontak terhadap Tuhan, yang lebih penting adalah menyingkapkan dan menganalisis pemikiran, pandangan, dan pernyataan yang orang miliki di lubuk hati mereka yang sama dengan pemikiran, pandangan, dan pernyataan Iblis. Manusia dan Iblis memiliki pemikiran, pandangan, dan pernyataan yang sama. Iblis hidup berdasarkan prinsip-prinsip ini, dan demikian pula manusia, karena telah dirusak sedemikian dalamnya oleh Iblis, mereka juga dengan sendirinya hidup berdasarkan hal yang sama. Justru karena orang hidup berdasarkan hal-hal ini dan dipengaruhi, diombang-ambingkan, serta dikendalikan oleh pandangan tersebut, bahkan setelah orang memahami sebagian dari kebenaran dan mengetahui bahwa Tuhan adalah Sang Pencipta, mereka tetap tidak mampu sujud di hadapan-Nya atas dasar kepercayaan mereka kepada Tuhan, atau tunduk sepenuhnya kepada-Nya, ataupun menyembah Dia dengan hati yang jujur. Alasan orang tidak mampu menyembah Tuhan dengan hati yang jujur adalah karena di lubuk hati dan pikirannya, mereka masih dipenuhi dan dikendalikan oleh berbagai pemikiran serta pandangan Iblis. Inilah alasannya mengapa begitu orang menerima pekerjaan Tuhan dan ditaklukkan, meskipun mereka mampu menerima firman Tuhan sebagai hidup, mereka tetap tidak mampu untuk sepenuhnya melepaskan berbagai kesesatan dan kekeliruan Iblis; mereka tetap tidak mampu melepaskan diri sepenuhnya dari pengaruh kegelapan dan menjadi benar-benar tunduk kepada Tuhan, ataupun menyembah-Nya. Oleh karena itu, jika Tuhan ingin menyelamatkan manusia, di satu sisi, Dia harus mengungkapkan kebenaran untuk menghakimi dan mentahirkan watak rusak manusia; membuat orang memahami kebenaran, mengenal Tuhan serta tunduk kepada-Nya; mengajari orang-orang bagaimana mereka harus berperilaku dan mampu menempuh jalan yang benar; serta memberi tahu orang-orang bagaimana mereka harus menerapkan kebenaran, mampu melaksanakan tugas mereka dengan baik, dan mampu masuk ke dalam kenyataan kebenaran. Di sisi lain, Dia harus menyingkapkan pemikiran dan pandangan Iblis. Dia harus menyingkapkan dan menganalisis berbagai kesesatan serta kekeliruan yang Iblis gunakan untuk merusak manusia agar mereka mampu mengenalinya. Setelah itu, orang mampu menyingkirkan hal-hal jahat ini dari hati mereka, menjadi tahir, dan memperoleh keselamatan. Dengan demikian, orang akan memahami apa yang dimaksud dengan kebenaran, dan mampu mengenali watak dan natur Iblis, serta kesesatan dan kekeliruannya. Ketika orang mengakui bahwa Tuhan adalah Sang Pencipta dan memiliki iman untuk mengikuti Tuhan, mereka akan mampu melihat keburukan Iblis di lubuk hati mereka, dan sungguh-sungguh menolak Iblis. Setelah itu, hati orang-orang ini dapat sepenuhnya kembali kepada Tuhan. Setidaknya, ketika hati seseorang mulai kembali kepada Tuhan tetapi belum seutuhnya, yaitu ketika hatinya belum dipenuhi dengan kebenaran dan belum didapatkan oleh Tuhan, dalam perjalanan hidupnya, dia akan menggunakan firman Tuhan untuk mengenali, menelaah, dan mengetahui yang sebenarnya mengenai semua pernyataan yang Iblis indoktrinasikan di dalam diri manusia, dan akhirnya meninggalkan Iblis. Dengan demikian, tempat Iblis di hati orang akan menjadi makin kecil, sampai akhirnya dilenyapkan sepenuhnya. Itu akan diganti dengan firman Tuhan, ajaran yang Tuhan berikan kepada manusia, prinsip-prinsip kebenaran yang Tuhan berikan, dan sebagainya. Kehidupan positif dan kebenaran ini secara berangsur akan berakar di dalam diri manusia dan menempati posisi yang paling utama di hati mereka, dan sebagai hasilnya, Tuhan akan berkuasa atas hati manusia. Dengan kata lain, ketika berbagai pemikiran, pandangan, kesesatan, dan kekeliruan yang digunakan Iblis untuk merusak manusia dikenali dan diketahui sehingga orang membenci dan meninggalkannya, kebenaran lambat laun akan memenuhi hati manusia. Ini secara berangsur akan menjadi kehidupan orang, mereka akan secara aktif tunduk dan mengikuti Tuhan. Seperti apa pun cara Tuhan bekerja dan memimpin, orang akan mampu secara aktif menerima kebenaran dan firman Tuhan serta tunduk pada pekerjaan Tuhan. Selain itu, melalui pengalaman ini, mereka akan secara aktif berjuang mengejar kebenaran dan memperoleh pemahaman tentang kebenaran. Dengan cara seperti inilah orang akan memiliki iman yang sejati kepada Tuhan, dan ketika kebenaran menjadi makin jelas bagi mereka, iman mereka akan bertumbuh dan berkembang. Ketika orang memiliki iman yang sejati kepada Tuhan, hal ini juga menimbulkan rasa takut akan Tuhan dalam diri mereka. Ketika orang takut akan Tuhan, mereka memiliki keinginan untuk mendapatkan Tuhan di lubuk hati mereka dan bersedia tunduk pada kekuasaan-Nya. Mereka tunduk pada pengaturan dan penataan Tuhan, serta tunduk pada rencana yang Tuhan miliki untuk takdirnya. Mereka tunduk setiap hari kepada semua keadaan khusus yang Tuhan atur bagi mereka. Ketika manusia memiliki kemauan dan rasa haus seperti ini, mereka juga akan secara aktif menerima dan tunduk pada tuntutan Tuhan atas mereka. Ketika hasilnya menjadi makin jelas dalam diri manusia dan makin nyata, pernyataan, pemikiran, dan pandangan Iblis akan kehilangan pengaruhnya di hati manusia. Dengan kata lain, pernyataan, pemikiran, dan pandangan Iblis akan memiliki kendali serta pengaruh yang semakin berkurang terhadap manusia. Melalui masa pergumulan, kerja sama secara aktif, dan tekad untuk tunduk kepada Tuhan, manusia akan mampu melepaskan diri dari ikatan dan kendali Iblis. Ketika mereka mencapai titik ini, manusia telah melepaskan diri dari kekuasaan Iblis. Mereka akan sepenuhnya meninggalkan pernyataan, pemikiran, serta pandangan yang Iblis gunakan untuk menyesatkan mereka, dan iman mereka kepada Tuhan akan menjadi makin besar. Tentu saja, efek ini bergantung pada firman dan pekerjaan Tuhan, bahkan yang jauh lebih penting, bergantung pada pengejaran dan kerja sama manusia. Jika seseorang banyak mendengarkan kebenaran dan khotbah, tetapi tetap tidak memiliki kesadaran akan pemikiran serta pandangan Iblis dan tidak membenci hal-hal ini, dan jika orang tersebut tidak mau secara aktif mengenali, mengetahui yang sebenarnya, dan meninggalkan hal-hal jahat ini, justru mengambil pendekatan pasif atau mengabaikannya, berbagai pemikiran dan pandangan Iblis akan tetap tertanam dalam diri orang tersebut. Dalam kehidupan mereka sehari-hari dan sepanjang jalan hidupnya, mereka tanpa sadar masih akan dipengaruhi dan dikendalikan oleh berbagai pemikiran serta sudut pandang Iblis, serta pandangan mereka tentang orang dan hal-hal, juga perilaku serta tindakan mereka akan tetap berasal dari Iblis. Jika semua ini berasal dari Iblis, kepercayaanmu kepada Tuhan hanyalah pengakuan akan keberadaan Tuhan, bukan iman yang sejati, dan engkau tidak akan pernah benar-benar mengakui identitas serta esensi Tuhan. Tentu saja, hatimu tidak akan berpaling kepada Tuhan dengan sendirinya, dan engkau tidak akan mampu mengembalikan hatimu kepada Tuhan. Dapat dikatakan bahwa engkau tidak mampu memberikan sedikit pun pengabdian sejati pada tugas dan kewajiban yang telah Tuhan berikan kepadamu, serta tidak mampu benar-benar takut akan Tuhan, apalagi sungguh-sungguh tunduk kepada-Nya. Apa yang akan menjadi akibatnya jika engkau gagal mencapai hal ini? Engkau tidak akan diselamatkan. Inikah yang akan terjadi? (Ya.) Inilah yang akan terjadi. Jelas sekali bahwa pemikiran, pandangan, dan gagasan yang Iblis gunakan untuk merusak manusia dan yang Iblis indoktrinasikan di lubuk hati mereka adalah hal-hal yang menghalangi manusia agar tidak mendengarkan suara Tuhan, tidak memercayai firman Tuhan, tidak menerima hal-hal positif, dan tentu saja menghalangi agar manusia tidak menerima kebenaran serta tidak masuk ke dalam kebenaran. Hal ini secara lahiriah berbeda dengan watak rusak manusia. Namun, esensi dari semuanya adalah bagian dari natur Iblis, dan inilah yang Iblis gunakan untuk merusak manusia. Dilihat dari luar, ada perbedaan yang jelas antara tindakan jahat Iblis yang merusak manusia dan kepura-puraan Iblis untuk berbuat baik, perbedaan yang sulit dikenali oleh orang kebanyakan. Namun, akibat yang ditimbulkan oleh Iblis yang menyesatkan dan merusak manusia sangat jelas terlihat. Tidak dapat dipungkiri bahwa hal ini telah menyebabkan seluruh masyarakat pada umumnya menyangkal, menentang, dan bahkan melawan Tuhan.

Watak Iblis dalam diri manusia sepenuhnya merupakan hasil dari penyesatan dan perusakan Iblis terhadap mereka. Selain itu, berbagai kesesatan, kekeliruan, falsafah Iblis, dan hukum-hukum yang orang anut, serta pandangan hidup dan nilai-nilai mereka, semuanya merupakan perwujudan nyata dari Iblis yang menyesatkan dan merusak mereka. Dengan kata lain, setelah Iblis menyesatkan manusia, dan membuat mereka menyangkal Tuhan serta berpaling dari Tuhan, Iblis sepenuhnya menanamkan dalam diri mereka semua jenis pemikiran, pandangan, kesesatan, dan kekeliruan Iblis. Selain itu, Iblis secara terbuka menyebarluaskan banyak propaganda, termasuk segala macam gagasan, pandangan, dan pernyataan, yang menginstruksikan serta menghasut orang tentang bagaimana menangani segala sesuatu, dan menyebabkan mereka menerima semua ini ke dalam hati mereka. Akibatnya, berbagai watak rusak Iblis diindoktrinasikan ke dalam diri mereka. Inilah cara yang Iblis gunakan untuk merusak manusia. Dengan kata lain, ketika ada kekosongan jauh di dalam jiwa manusia, ketika mereka tidak berpikir dengan benar, dan ketika mereka adalah bejana yang kosong, berbagai pernyataan Iblis masuk ke dalam hati mereka dan berdiam di sana. Sebagai contoh, ketika pernyataan seperti "Yang namanya Juruselamat itu tidak pernah ada", "Langit dan bumi dan segala sesuatu diciptakan oleh alam", "Aku bersedia mengorbankan diri untuk seorang teman", "Seorang wanita harus berbudi luhur, baik hati, lemah lembut, dan bermoral", "Laki-laki harus bersikap jantan", dan sebagainya dibuat, orang tanpa sadar dipengaruhi olehnya. Tanpa kesadaran apa pun akan kekuatan jahat, kesesatan, serta kekeliruan ini, dan tanpa kemampuan apa pun untuk mengenalinya ataupun kekuatan apa pun untuk menentangnya, orang menerima segala macam pemikiran dan pandangan dari Iblis. Proses yang berdasarkannya orang menerima pemikiran dan pandangan Iblis ini justru adalah proses yang dengannya orang disesatkan, dihasut, dan dirusak. Sebagai contoh, jika engkau adalah seorang perempuan yang tidak tahu cara hidup yang benar seperti yang seharusnya, dan hal-hal apa yang seharusnya dia lakukan, Iblis akan menganjurkan kesesatan dan kekeliruannya, seperti, "Seorang wanita harus berbudi luhur, baik hati, lemah lembut, dan bermoral, tinggal di rumah dan tidak pergi keluar", "Wanita memiliki kebajikan dalam dirinya jika dia tidak memiliki keterampilan", dan sebagainya. Engkau menganggap pepatah ini terdengar sangat cerdas dan bagus, jadi engkau menerimanya. Ketika kesesatan dan kekeliruan ini beredar di masyarakat dan di bumi, sebagai seorang perempuan, engkau akan tanpa sadar menerimanya dan dengan keras menuntut dirimu sendiri untuk mematuhi pepatah ini. Pertama, engkau akan membandingkan dirimu dengan mereka, meyakini bahwa karena engkau adalah seorang perempuan, engkau harus berbudi luhur, baik hati, lemah lembut, bermoral, tinggal di rumah, menjadi perempuan yang tidak memiliki keterampilan, dll. Selama proses ini, engkau lambat laun akan terhasut, terindoktrinasi, dan dipengaruhi oleh pernyataan, pemikiran serta pandangan yang beredar di masyarakat ini, dan pada akhirnya engkau berbaur dengannya. Lebih tepatnya, setelah disesatkan oleh pemikiran dan pandangan Iblis, engkau akan diikat serta dikendalikan olehnya, dan kemudian di lubuk hatimu, engkau tanpa sadar akan menuntut dirimu sendiri dan memandang orang lain berdasarkan pemikiran dan pandangan itu. Oleh karena itu, dalam kehidupanmu sehari-hari, pemikiran dan pernyataan ini akan membentuk pemikiran dan pandangan di dalam hatimu, dan setelah itu engkau akan menggunakannya sebagai standar dan dasar untuk tindakan dan perilakumu. Dengan cara seperti inilah berbagai pemikiran dan pandangan Iblis lambat laun menjadi praktik umum di masyarakat secara umum. Karena praktik ini menjadi makin umum di masyarakat, dan jumlah orang yang terhasut dan terbaur menjadi semakin banyak, itu menjadi semacam kekuatan. Ketika kekuatan ini telah terbentuk, manusia sepenuhnya dipenjara dan dikendalikan oleh pemikiran dan pandangan tersebut, atau dengan kata lain, mereka dipenuhi olehnya. Lebih tepatnya, orang telah ditawan oleh Iblis. Sebagai contoh, di dunia Iblis, "laki-laki harus bersikap jantan, tangguh, dan ambisius", "laki-laki harus memiliki ambisi yang besar, impian, dan semangat yang gigih", "laki-laki harus mengembangkan diri, mengatur keluarga, memerintah bangsa, dan membawa perdamaian bagi semuanya", "laki-laki harus belajar menggunakan kekuasaan, mengendalikan keadaan, dan menguasai dunia", "laki-laki tidak boleh gampang menangis", dan sebagainya. Semua laki-laki diikat oleh tuntutan, pemikiran, dan pandangan ini sejak mereka dilahirkan. Baik laki-laki maupun perempuan dibatasi dan diikat oleh berbagai pepatah budaya tradisional. Jika para laki-laki tidak tahu bagaimana seharusnya bertindak, atau bagaimana memiliki status dalam komunitas, masyarakat atau negara mereka, mereka tanpa sadar akan menerima pemikiran dan pandangan ini ketika mereka mendengarnya. Mereka lambat laun akan terbiasa dengannya sampai mereka menganggapnya sebagai standar dan dasar untuk membuat tuntutan yang keras terhadap diri mereka sendiri. Selain itu, mereka akan menerapkan pemikiran dan pandangan ini, mengalami menjadi orang semacam itu dalam kenyataan, dan kemudian menjadi teladan dengan berjuang ke arah tujuan-tujuan ini. Sebagai contoh, laki-laki harus memiliki ambisi yang besar, melakukan hal-hal besar, dan memiliki karier yang sukses. Mereka tidak boleh memiliki hubungan asmara atau menjadikan menafkahi orang tua atau membesarkan anak sebagai tanggung jawab atau tujuan seumur hidup mereka. Sebaliknya, mereka harus memperluas wawasan mereka, mengejar cita-cita mereka, belajar mengendalikan keadaan, dan bahkan meraih kekuasaan untuk mengendalikan manusia dan para perempuan. Orang-orang telah menerima pemikiran dan pandangan ini; mereka telah bertindak dan hidup berdasarkan pemikiran serta pandangan tersebut dalam hidup mereka, dan mengejar tujuan yang dibawa oleh pemikiran dan pandangan tersebut. Selain itu, ketika pemikiran dan pandangan ini telah terbentuk dan berakar dalam hati manusia, mereka akan memandang kemanusiaan, masyarakat dan seluruh dunia melaluinya. Ketika semua itu telah berakar di dalam hati seorang laki-laki sedemikian dalamnya hingga tidak dapat dicabut, dia akan memandang orang dan hal-hal, berperilaku dan bertindak berdasarkan pemikiran serta pandangan seperti "Laki-laki harus bersikap jantan dan tangguh", dll. Ini adalah asal usul dan sumber penyebab pandangan laki-laki terhadap dunia dan kehidupan. Ketika laki-laki memandang orang dan hal-hal, berperilaku dan bertindak berdasarkan pemikiran serta pandangan yang diindoktrinasikan oleh Iblis ke dalam diri mereka, pemikiran dan pandangan ini tanpa terasa menyebar di antara orang-orang dan masyarakat, secara berangsur menembus ke dalam hati semua orang. Bukan hanya laki-laki, tetapi juga perempuan. Ketika hal-hal ini menembus masuk ke dalam hati setiap orang, bahkan telah tertanam di dalam hati anak-anak kecil yang baru belajar bicara, pemikiran dan pandangan ini telah menjadi praktik umum di komunitas dan di masyarakat. Praktik ini akan menyebar makin cepat, dan menjadi makin tersebar luas sampai itu dikenal oleh semua orang, dan diakui serta diterima oleh mereka seratus persen. Ketika hal-hal telah berkembang sampai ke tahap ini, para sosiolog, politisi, dan kepala negara, atau lebih tepatnya, raja-raja setan yang mengikuti Iblis, akan meneruskan lebih lanjut untuk memperkuat status pemikiran dan pernyataan ini di antara manusia. Mereka akan menuliskan hal-hal ini, dan secara sistematis menyebarluaskan serta mempromosikan pernyataan ini secara luas dengan menggunakan semua jenis bukti yang terperinci, kondisi yang menguntungkan, orang, peristiwa dan hal-hal, sehingga pernyataan ini tersebar luas di antara umat manusia dan membentuk iklim sosial serta standar moral yang tetap di tengah masyarakat. Dengan standar moral ini, mereka akan mengendalikan dan mengikat orang, di mana tujuan Iblis akan tercapai. Ketika Iblis telah mencapai tujuan ini, semua manusia, baik laki-laki maupun perempuan, akan disesatkan, dirusak, dan dipenuhi oleh pemikiran serta pandangan ini. Apakah engkau semua tahu apa akibatnya ketika manusia telah disesatkan, dirusak, dan dipenuhi oleh pemikiran serta pandangan Iblis? Menurutmu, mengapa Iblis menganjurkan pemikiran, pernyataan, kesesatan, dan kekeliruan ini? Apakah hanya untuk merusak manusia? Apakah hanya untuk merebut manusia dari Tuhan? Siapa target dari semua ini? (Tuhan.) Benar, engkau semua harus jelas tentang hal ini. Dalam semua hal jahat yang Iblis lakukan, dan khususnya semua hal yang Iblis lakukan untuk menyesatkan, mengganggu, mengendalikan, dan merusak manusia, manusia hanyalah objek dan alat yang melayani Iblis. Mereka hanyalah alat yang Iblis gunakan untuk mengerahkan semua kemampuan dan keterampilannya. Semua yang Iblis lakukan diarahkan kepada Tuhan dan bukan kepada manusia. Dia ingin menentang Tuhan, dan manusia hanyalah wadah atau alat yang dia gunakan untuk melakukan hal ini. Jadi, mengapa Iblis ingin berperang melawan Tuhan? Mengapa dia ingin merusak manusia seperti ini? Itu karena Tuhan menciptakan manusia dan ingin menyelamatkannya. Mengapa Iblis tidak merusak binatang, tumbuhan, atau alien? Karena Tuhan tidak berusaha menyelamatkan binatang, tumbuhan, atau alien, atau makhluk apa pun selain manusia. Tuhan berusaha menyelamatkan manusia yang Dia ciptakan di bumi ini. Dia berusaha mendapatkan sekelompok manusia ini di bumi. Manusia macam apa? Sekelompok manusia yang mengikuti Tuhan dan setia sampai mati, yang sehati dan sepikir dengan Tuhan, dan yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Inilah orang-orang yang ingin Tuhan dapatkan. Sebelum Tuhan melakukan pekerjaan-Nya untuk menyelamatkan dan mendapatkan orang-orang ini, Iblis berusaha masuk terlebih dahulu dan merusak mereka. Iblis berkata, "Tuhan, apakah Engkau ingin menyelamatkan manusia? Kalau begitu, aku akan merusak mereka terlebih dahulu. Ketika mereka menjadi begitu rusak sampai menjadi tidak manusiawi dan sepenuhnya seperti setan, Engkau tidak akan mampu menyelamatkan mereka. Engkau tidak akan berhasil, dan pada akhirnya akan gagal." Inilah tujuan Iblis. Mari kita kembali ke pertanyaan yang telah Kuajukan sebelumnya. Ketika Iblis merusak watak manusia, dan juga menganjurkan berbagai kesesatan dan kekeliruan serta segala macam pemikiran dan pandangan untuk menyesatkan, melumpuhkan, dan mengendalikan pemikiran serta hati manusia, apa tujuannya? Engkau semua tidak bisa menjawabnya; engkau semua tidak memahaminya. Iblis tidak mengincar manusia ketika dia melakukan semua ini, meskipun manusialah yang dirusak dan dikendalikannya. Sebaliknya, semua itu diarahkan kepada Tuhan. Apa tujuan akhir atau hasil Iblis merusak manusia? Tujuannya adalah untuk membuat manusia bertentangan dengan Tuhan. Ketika manusia benar-benar menjadi lawan Tuhan dan musuh-Nya, Iblis meyakini bahwa rencana serta perhitungannya telah berhasil, dan akan disembah serta diikuti oleh manusia di bumi. Oleh karena itu, ketika berbagai pemikiran, pernyataan, kesesatan, dan kekeliruan Iblis telah berakar begitu dalam di hati manusia, mereka tidak akan lagi percaya bahwa Tuhan itu ada, ataupun menerima pengaturan dan penataan-Nya, atau kedaulatan-Nya. Manusia akan menyangkal Tuhan sepenuhnya dan mengkhianati-Nya. Iblis berpikir bahwa merusak manusia sampai ke taraf di mana mereka dapat menyangkal Tuhan sudah cukup. Mengapa? Karena pada saat itu, manusia yang ingin Tuhan selamatkan telah sepenuhnya ditawan dan dimiliki oleh Iblis, dan telah sepenuhnya menjadi lawan Tuhan. Inilah tujuan Iblis. Benarkah engkau semua tidak pernah memikirkan hal ini sebelumnya? (Ya.) Engkau semua tidak mengerti. Orang berpikir, "Iblis merusak manusia untuk menangkap kita, menjebak kita, menyakiti kita, membiarkan kita mati, mengirim kita ke neraka dan menjauhkan kita dari keselamatan Tuhan serta jalan hidup yang benar. Iblis membuat kita menderita." Ini adalah bagian dari rencananya, tetapi ini hanyalah salah satu efek objektif yang dipicu oleh semua yang Iblis lakukan, dan sebenarnya ini bukanlah tujuan yang mendasarinya. Apakah engkau semua mengerti sekarang apa tujuan yang mendasarinya? Katakan kepada-Ku, mengapa Iblis menyesatkan, mengendalikan, dan memenjarakan pikiran manusia? (Semua yang Iblis lakukan ditujukan kepada Tuhan, dan tujuan utamanya adalah membuat semua orang menentang Tuhan.) Apa lagi? (Karena Tuhan ingin menyelamatkan manusia, Iblis ingin merusak mereka, dan membuat mereka menentang Tuhan, sehingga mereka tidak dapat menerima keselamatan Tuhan. Iblis ingin menghancurkan rencana pengelolaan Tuhan untuk menyelamatkan manusia.) Iblis menanamkan segala macam kesesatan dan kekeliruan ke dalam diri manusia, dan ketika pemikiran dan pandangan yang salah, kesesatan, dan kekeliruan ini telah berakar begitu dalam di hati manusia, mereka mengendalikan dan memenjarakan pikiran mereka. Ini menimbulkan keadaan tertentu. Keadaan macam apa? Suatu keadaan di mana lawan Tuhan sepenuhnya terbentuk, manusia telah menjadi kekuatan yang sepenuhnya memusuhi Tuhan, dan Iblis senang. Inilah tujuan yang berusaha dicapai oleh Iblis. Apa tujuan Iblis melakukan semua ini? Ringkaslah dalam satu kalimat. (Iblis menanamkan dalam diri manusia segala macam kesesatan dan kekeliruan, dan ketika pemikiran serta pandangan yang salah, kesesatan dan kekeliruan ini telah berakar begitu dalam di hati manusia, terciptalah suatu keadaan di mana lawan Tuhan sepenuhnya terbentuk, dan manusia telah menjadi orang yang menentang Tuhan. Mereka telah menjadi musuh Tuhan, dan Iblis telah mencapai tujuannya.) Inilah jawabannya. Sederhana, bukan? (Ya, benar.) Inilah tujuan dan hasil yang ingin Iblis capai dengan merusak manusia.

Menurutmu, apakah Tuhan tahu tentang hal-hal yang Iblis lakukan ini untuk merusak manusia? (Ya.) Jadi, mengapa Tuhan mengizinkan Iblis melakukan hal ini? Gunakan apa yang engkau semua pahami tentang kebenaran untuk menjelaskannya. Bukankah ada pepatah tentang hal ini? "Hikmat Tuhan dilaksanakan berdasarkan tipu muslihat Iblis." Ini adalah contoh pepatah yang menjadi kenyataan, bukan? (Ya.) Selain itu, apakah ungkapan "Iblis adalah kontras dan objek pelayanan dalam pekerjaan Tuhan" berlaku di sini? (Ya.) Kedua pepatah itu relevan dan dapat digunakan untuk menjelaskan pertanyaan di atas. Bukankah demikian? (Ya.) Memang demikian. Jika seseorang mengajukan pertanyaan ini, bagaimana engkau semua akan menjelaskannya kepadanya? Jika engkau hanya secara umum berkata, "Hikmat Tuhan dilaksanakan berdasarkan tipu muslihat Iblis," mereka akan bingung dan tidak akan mengerti. Apakah engkau semua tahu bagaimana menjelaskannya secara lebih terperinci? Ini mudah untuk dijelaskan, bukan? Tuhan mengizinkan Iblis melakukan hal-hal yang merusak manusia ini, bukan karena Tuhan tidak mampu menghentikan ataupun menanganinya, melainkan karena suatu alasan. Seperti yang Kukatakan sebelumnya, alasannya adalah "Hikmat Tuhan dilaksanakan berdasarkan tipu muslihat Iblis". Ini bukanlah pepatah atau teori, tetapi kebenaran yang tak terbantahkan, yang dapat dibuktikan dengan fakta bahwa Tuhan mampu menyelamatkan manusia setelah Iblis merusak mereka. Apa tujuan Iblis merusak watak manusia dan menanamkan segala macam kesesatan dan kekeliruan untuk mengendalikan dan memenjarakan pikiran mereka? Apakah tujuan akhirnya adalah untuk memberangus pekerjaan Tuhan dan membuat rencana pengelolaan-Nya lenyap begitu saja? Apakah ini tipu muslihat Iblis? (Ya.) Ini adalah tipu muslihat Iblis. Apa yang Tuhan pikirkan ketika Iblis melakukan tipu muslihat seperti itu? Apa yang Tuhan lakukan? Apa yang ada dalam pikiran-Nya? Bagaimana hikmat-Nya diwujudkan dalam semua ini? Tuhan sedang menggunakan tipu muslihat Iblis. Iblis punya tipu muslihat. Iblis berkata, "Aku menghasut dan merusak manusia sampai mereka menjadi seperti diriku. Mereka menjadi Iblis-Iblis kecil yang memiliki pemikiran dan pandanganku, memandang orang dan hal-hal, berperilaku, dan bertindak berdasarkan sudut pandangku yang jahat, serta menentang Tuhan. Aku ingin merebut semua manusia yang Tuhan ciptakan dan menjadikan mereka milikku, Iblis, sehingga pekerjaan Tuhan dalam diri manusia menjadi tidak berguna dan sia-sia. Tentu saja ini akan menyebabkan rencana pengelolaan Tuhan lenyap begitu saja." Apakah ini tipu muslihat Iblis? (Ya.) Lalu, bagaimana menurut Tuhan? Dan apa yang Dia lakukan? Tuhan berfirman, "Iblis, engkau menyebarkan kesesatan dan kekeliruan untuk mengganggu dan menyesatkan manusia, serta melakukan banyak hal untuk mengganggu dan menghancurkan pekerjaan Tuhan. Ini hanya akan menanamkan beberapa kesesatan dan kekeliruan dalam diri manusia, sehingga mereka hidup berdasarkan semua itu dan menentang Tuhan. Jadi, Aku akan mendasarkan firman dan pekerjaan-Ku pada kerusakan manusia, menyingkapkan kesesatan dan kekeliruan yang kaugunakan untuk merusak manusia, menghakimi berbagai watak manusia yang rusak dan memampukan manusia untuk mengenali berbagai pemikiran dan pernyataan yang telah kauindoktrinasikan ke dalam diri mereka. Dengan cara seperti ini, orang bukan hanya akan memahami kebenaran dan mengenal Tuhan, tetapi mereka juga akan mampu mengenali berbagai pernyataan, pemikiran, serta pandangan Iblis dan juga mengetahui yang sebenarnya mengenai watak, esensi, dan berbagai perbuatan jahat Iblis. Dengan menggunakan pemahaman akan kebenaran sebagai landasan mereka, orang akan mampu mengenali dan menolak Iblis dengan lebih akurat dan dengan kekuatan yang lebih besar. Sisi negatifnya, manusia tidak akan lagi disesatkan oleh Iblis, atau ditawan serta ditelan olehnya untuk kedua kalinya. Sisi positifnya, mereka akan lebih bisa percaya dan meyakini keberadaan Tuhan dan identitas-Nya, serta fakta bahwa Dia berdaulat atas semua makhluk dan segala sesuatu. Setelah dua hal ini telah tercapai, di hati mereka akan muncul hati yang takut akan Tuhan, mereka akan sungguh-sungguh tunduk kepada Tuhan. Tuhan akan memenangkan hati mereka, atau lebih tepatnya, Tuhan akan mendapatkan mereka. Saat manusia mencapai tahap ini, mereka tidak akan lagi disesatkan dan dimanfaatkan oleh Iblis. Sebaliknya, mereka akan mampu mengenali Iblis sepenuhnya, mengetahui diri Iblis yang sebenarnya, dan menolaknya dengan segenap hati mereka. Mereka akan mengakui bahwa mereka adalah makhluk ciptaan Tuhan, dengan rela menerima kedaulatan serta pengaturan Sang Pencipta, dan dengan demikian telah sepenuhnya kembali kepada Tuhan." Ini adalah pengaturan dan rencana spesifik Tuhan. Tentu saja, dapat juga dikatakan bahwa ini adalah pemikiran dan gagasan yang Tuhan miliki di lubuk hati-Nya. Dengan cara seperti inilah Tuhan berpikir, bagaimana gagasan-Nya bekerja, dan bagaimana Dia telah mengaturnya. Sementara Iblis telah menyesatkan dan merusak manusia, Tuhan telah mengatur semua makhluk dan segala sesuatu secara sistematis, dan menjalankan rencana serta pengelolaan-Nya selangkah demi selangkah secara teratur, terus menerus sampai sekarang. Manusia telah sepenuhnya dirusak dan dikuasai oleh Iblis. Namun, merupakan fakta yang tak terbantahkan bahwa ketika manusia yang telah dijenuhi dan dipenuhi dengan segala macam racun Iblis ini dipanggil oleh Tuhan serta mendengar suara-Nya, mereka tetap mampu datang ke hadapan Tuhan, menerima panggilan-Nya, dan bersedia menerima penghakiman serta hajaran-Nya. Sekalipun Tuhan mengecam dan mengutuk manusia semacam itu karena menjadi sejenis Iblis dan musuh-Nya, mereka tidak akan pernah meninggalkan-Nya. Meskipun pemikiran dan pandangan manusia penuh dengan hal-hal yang telah diindoktrinasikan ke dalam diri mereka oleh Iblis, sehingga menyebabkan mereka memandang orang dan hal-hal, berperilaku, serta bertindak dengan cara yang masih sangat dipengaruhi dan dikendalikan oleh pemikiran dan pandangan Iblis, hati mereka semakin berpaling kepada Tuhan dengan lebih tulus dan mendesak. Bukankah ini fakta yang tak terbantahkan? (Ya.) Selain itu, dalam waktu dekat, setelah Tuhan menyingkapkan semua perbuatan jahat Iblis, manusia yang telah dirusak sedemikian dalamnya oleh Iblis ini akan mampu meninggalkan Iblis sepenuhnya, mengatakan "tidak" kepadanya, dan membalikkan hati mereka kepada Tuhan. Mereka semua akan bersedia mengikuti Tuhan dengan teguh berdasarkan kedaulatan, pengaturan, dan penataan-Nya. Ini adalah arah penyelesaian pekerjaan besar Tuhan yang berhasil, bukan? (Ya.) Terutama setelah mempersekutukan apa yang dimaksud dengan mengejar kebenaran, lebih banyak orang akan memiliki tekad untuk memandang orang dan hal-hal, berperilaku, serta bertindak berdasarkan firman Tuhan dengan kebenaran sebagai standar mereka. Entah tekad orang kuat atau lemah, atau entah mereka telah masuk ke dalam kenyataan ini atau belum, apa pun yang terjadi, fakta bahwa manusia yang telah dirusak sedemikian dalamnya oleh Iblis memiliki keinginan dan tekad untuk meninggalkannya, serta memandang manusia dan hal-hal, berperilaku dan bertindak berdasarkan firman Tuhan dengan kebenaran sebagai standar mereka, dan bukan berdasarkan berbagai pemikiran serta pandangan yang telah diindoktrinasikan Iblis ke dalam diri mereka, merupakan tanda bahwa Tuhan telah menang. Jadi, Iblis telah dipermalukan, bukan? (Ya.) Oleh karena itu, pepatah bahwa "Hikmat Tuhan dilaksanakan berdasarkan tipu muslihat Iblis" bukanlah kata-kata kosong, melainkan fakta yang nyata, objektif, dan tak terbantahkan. Semua kejahatan yang Iblis lakukan telah mencapai titik di mana dia menyesatkan dan mengendalikan manusia. Dia yakin bahwa dia telah mengganggu dan menghancurkan pekerjaan Tuhan dan bahwa mustahil bagi Tuhan untuk melanjutkan rencana pengelolaan-Nya. Oleh karena itu, Iblis mengira bahwa dia telah menang. Namun, Iblis tidak mampu memperlambat laju rencana pengelolaan Tuhan untuk menyelamatkan manusia betapa pun merajalelanya Iblis, dan dia juga tidak mampu menggagalkan keberhasilan besar rencana pengelolaan Tuhan serta kemenangan-Nya atas Iblis. Sekarang pekerjaan Tuhan telah meluas ke seluruh alam semesta, dan firman Tuhan telah tersebar ke jutaan rumah. Ini adalah bukti keberhasilan besar Tuhan.

Jika seseorang kembali bertanya kepadamu, "Mengapa Iblis menyesatkan, mengendalikan, dan memenjarakan pikiran manusia? Mengapa Tuhan mengizinkan Iblis melakukan hal ini?" Akankah engkau semua mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan ini? Sekalipun engkau tidak mampu menjelaskannya secara penuh, setidaknya engkau mampu menyampaikan sebagian dari pemahamanmu. Mengapa Iblis melakukan semua ini? Apa makna penting Tuhan mengizinkan Iblis melakukan semua ini? Engkau harus memikirkan hal-hal ini, dan harus ada jawaban yang tepat di hatimu. Tuhan telah bekerja untuk menyelamatkan manusia selama enam ribu tahun. Ada orang-orang yang tidak mengerti dan berkata, "Tuhan telah bekerja selama enam ribu tahun? Bukankah itu terlalu lama?" Berapa lama pun pekerjaan Tuhan berlangsung, perbuatan-Nya adalah hal yang paling penting. Bukan hanya durasi pekerjaan-Nya yang penting; hasil akhir yang dicapai oleh pekerjaan-Nya bahkan lebih penting. Jika bukan karena fakta bahwa Tuhan telah bekerja selama enam ribu tahun untuk menyelamatkan manusia, keadaan mati rasa dan kebodohan pasti menghalangi manusia untuk mengenal Tuhan atau diselamatkan sepenuhnya oleh-Nya. Akankah orang mampu mengenali antikristus dan mengenali esensi natur mereka jika orang hanya mengalami penyesatan dan gangguan yang disebabkan oleh antikristus sekali atau dua kali? Akankah tiga atau lima kali cukup? Kurasa tidak cukup. Orang harus mengalaminya berkali-kali sampai mereka telah mengetahui esensi natur antikristus yang sebenarnya. Hanya dengan cara demikianlah mereka dapat benar-benar mengenali dan sepenuhnya meninggalkan antikristus. Terutama, jika orang mengalami penindasan gila-gilaan dan penganiayaan yang kejam dari si naga merah yang sangat besar untuk waktu yang tidak terlalu lama, mereka tidak akan mengalaminya secara menyeluruh, dan akan segera melupakannya. Akibatnya, mereka tidak akan benar-benar membenci dan menolak si naga merah yang sangat besar. Penganiayaan kejam yang dilakukan Iblis harus diukirkan ke dalam hati orang seperti cap, agar mereka mampu membencinya dengan segenap hati mereka dan melihat diri Iblis yang sebenarnya. Jika seseorang hanya sekali atau dua kali dianiaya dalam waktu yang tidak terlalu lama, akan sulit baginya untuk membenci Iblis dan memberontak terhadapnya. Jika diberi kesempatan, dia akan tetap mengucapkan hal-hal yang baik tentang Iblis dan memujinya. Seseorang harus diserahkan kepada Iblis berkali-kali agar dia mengalami siksaan dan kekejaman Iblis sebelum dia dapat melihat kejahatan, keburukan, kekejaman, dan kelancangan Iblis dengan jelas, dan meninggalkan Iblis sepenuhnya. Hal-hal ini mutlak harus dialami dalam jangka waktu yang lama. Dalam pembuatan baja, misalnya, baja yang bagus tidak dapat dihasilkan dalam waktu singkat di dalam api; baja harus ditempa seluruhnya untuk mendapatkan hasil terbaik. Dengan kata lain, setiap tahap pekerjaan Tuhan memerlukan waktu yang lama; setiap tahap menuntut jangka waktu yang lama. Itu harus dilakukan dengan cara seperti ini; jika tidak, hasil yang baik tidak dapat diperoleh. Akan ada berbagai tingkat perubahan di lubuk hati manusia dan watak rusak manusia karena pengaruh keadaan yang lebih besar di setiap zaman, dan setiap perubahan ini akan berkaitan dengan pekerjaan yang ingin Tuhan lakukan dalam diri manusia selama setiap tahap. Alasan mengapa Tuhan kembali berinkarnasi pada akhir zaman untuk bekerja dalam skala besar dan berfirman begitu banyak adalah karena pada tahap terakhir ini, watak rusak, pemikiran, dan pandangan manusia, serta lingkungan dan latar belakang masyarakat yang lebih luas, semuanya sesuai dengan latar belakang pekerjaan yang ingin Tuhan lakukan pada akhir zaman. Tren, kebiasaan, pola, atau keadaan di tengah masyarakat, situasi politik, atau bahkan kekuatan politik negara-negara Iblis adalah semua faktor dari lingkungan yang lebih besar. Pada saat faktor-faktor ini menjadi latar belakangnya, keadaan batin dan watak rusak manusia, yaitu keadaan batin seluruh umat manusia, adalah hal yang sebenarnya Tuhan butuhkan untuk pekerjaan-Nya. Ini adalah waktu yang paling tepat bagi Tuhan untuk melaksanakan penghakiman dan hajaran-Nya untuk memperlihatkan kemegahan, kebenaran, belas kasihan, dan kasih setia-Nya. Ketika semua faktor ini telah matang dan siap sepenuhnya, Tuhan memulai pekerjaan-Nya. Inilah pekerjaan yang Tuhan ingin lakukan di bawah pengaruh latar belakang yang lebih besar. Sudah cukup bagimu untuk memahami hal ini. Beberapa orang yang berkualitas baik akan mengerti, sementara yang lain yang tidak berpengalaman mungkin tidak mengerti. Khususnya, mereka yang tidak mampu memahami situasi politik dan esensi dari tren di tengah masyarakat, dan yang tidak cukup dewasa dalam pemikiran mereka, hanya puas dengan pengalaman rohani yang kecil serta kesaksian yang kecil, dan mungkin tidak memahami banyak tentang latar belakang politik dan sosial yang lebih luas yang terlibat dalam pekerjaan Tuhan. Sebanyak apa pun engkau semua mampu memahami hal-hal ini; semua itu akan menjadi jelas saat engkau secara perlahan mengalaminya lebih banyak lagi karena semua itu melibatkan rencana pengelolaan Tuhan dan pekerjaan Tuhan, yang merupakan visi yang sangat besar. Kita tidak akan mempersekutukan topik ini lebih lanjut karena engkau semua belum siap untuk masuk lebih dalam.

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Hubungi kami via WhatsApp