Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Perkataan Kristus pada Akhir Zaman (Pilihan)

Antologi Bacaan Firman Tuhan Yang Mahakuasa
Perkataan Kristus pada Akhir Zaman (Pilihan)

Kategorie

Recital-latest-expression
Perkataan Tuhan Yang Mahakuasa (Cara untuk Mengenal Tuhan)

Setelah kerusakan selama beberapa ribu tahun, manusia menjadi mati rasa dan dungu, si jahat

yang menentang Tuhan, hingga pemberontakan manusia terhadap Tuhan telah didokumentasikan

dalam buku-buku sejarah, dan bahkan manusia sendiri tidak mampu menceritakan dengan lengkap

tentang perilakunya yang suka memberontak—karena manusia telah begitu rusak oleh Iblis, dan

telah disesatkan oleh Iblis sampai dia tidak tahu harus ke mana. Bahkan hari ini, manusia masih

mengkhianati Tuhan: Ketika manusia melihat Tuhan, dia mengkhianati-Nya, dan ketika dia tidak

dapat melihat Tuhan, dia juga mengkhianati-Nya. Bahkan ada mereka yang, setelah menyaksikan

kutukan Tuhan dan murka Tuhan, masih mengkhianati-Nya. Jadi Aku katakan bahwa akal manusia

telah kehilangan fungsi aslinya, dan bahwa hati nurani manusia juga telah kehilangan fungsi

aslinya. Manusia yang Aku perhatikan adalah binatang liar dalam wujud manusia, dia adalah ular

berbisa, dan tidak peduli seberapa menyedihkan dia mencoba menunjukkan dirinya di depan-Ku,

Aku tidak akan pernah berbelas kasihan terhadapnya, karena manusia tidak memahami perbedaan

antara hitam dan putih, perbedaan antara kebenaran dan bukan kebenaran. Akal manusia begitu

kebas, tetap dia masih ingin mendapatkan berkat; rasa kemanusiaannya begitu rendah tetapi dia

masih ingin memiliki kedaulatan seorang raja. Dia akan menjadi raja untuk siapa, dengan akal

seperti itu? Bagaimana mungkin dengan rasa kemanusiaan seperti itu dia duduk di atas takhta?

Manusia benar-benar tidak punya rasa malu! Dia adalah makhluk celaka yang sombong! Bagi

engkau semua yang ingin mendapatkan berkat, Aku menyarankan engkau semuamencari cermin

dahulu dan memandang cerminan buruk dirimu sendiri—apakah engkau memiliki apa yang

dibutuhkan untuk menjadi seorang raja? Apakah engkau memiliki wajah seorang yang bisa

memperoleh berkat? Belum ada sedikit pun perubahan dalam watakmu dan engkau belum

melaksanakan kebenaran apa pun secara nyata, tetapi engkau masih mengharapkan hari esok yang

luar biasa. Engkau menipu dirimu sendiri! Terlahir di tanah yang kotor seperti itu, manusia telah

dirusak teramat parah oleh masyarakat, dia telah dipengaruhi oleh etik feodal, dan dia telah diajar di

"institusi pendidikan tinggi." Pemikiran terbelakang, moralitas rusak, pandangan licik terhadap

kehidupan, filsafat menjijikkan, eksistensi yang sungguh tidak berharga, dan gaya hidup serta adat-

istiadat bejat—semua ini telah teramat parah memasuki hati manusia, dan sangat menggerogoti dan

menyerang hati nuraninya. Akibatnya, manusia semakin menjauh dari Tuhan, dan semakin

menentang-Nya. Watak manusia menjadi lebih jahat hari demi hari, dan tidak satu orang pun akan

bersedia mengorbankan segalanya untuk Tuhan, tidak satu orang pun yang akan bersedia taat

kepada Tuhan, terlebih lagi, tidak satu orang pun akan bersedia mencari penampakan Tuhan.

Sebaliknya, di bawah wilayah kekuasaan Iblis, manusia tidak melakukan hal lain selain mengejar

kesenangan, menyerahkan diri mereka kepada kerusakan jasmani dalam kubangan lumpur. Bahkan

ketika mereka mendengar kebenaran, mereka yang hidup dalam kegelapan tidak berpikir untuk

melaksanakannya, mereka juga tidak ingin mencari Tuhan bahkan jika mereka telah melihat

penampakan-Nya. Bagaimana mungkin seorang manusia yang begitu bejat memiliki kesempatan

akan penyelamatan? Bagaimana mungkin seorang manusia yang begitu merosot martabatnya hidup

dalam terang?

Watak manusia harus diubah mulai dari pengetahuan tentang substansinya hingga perubahan

dalam pemikiran, sifat, dan pandangan mentalnya—melalui perubahan fundamental. Hanya dengan

cara ini perubahan sejati akan dicapai dalam watak manusia. Watak rusak manusia berasal dari Iblis

yang meracuni dan menginjak-injaknya, dari bahaya mengerikan yang telah Iblis timbulkan pada

pemikiran, moralitas, wawasan, dan akalnya. Justru karena semua hal mendasar manusia ini telah

dirusak oleh Iblis, dan sepenuhnya tidak lagi serupa dengan bagaimana Tuhan menciptakan mereka

di awal, sehingga manusia menentang Tuhan dan tidak memahami kebenaran. Jadi, perubahan

dalam watak manusia harus dimulai dengan perubahan dalam pemikiran, wawasan, dan akalnya

yang akan mengubah pengetahuannya tentang Tuhan dan pengetahuannya tentang kebenaran.

Mereka yang lahir di tempat yang paling rusak dari negeri mana pun bahkan lebih tidak mengetahui

siapa Tuhan, atau apa artinya percaya pada Tuhan. Semakin rusak diri orang, semakin sedikit

mereka mengetahui keberadaan Tuhan, dan semakin miskin akal dan wawasan mereka. Sumber

pertentangan dan pemberontakan manusia terhadap Tuhan adalah kerusakan dirinya oleh Iblis.

Karena dia sudah dirusak oleh Iblis, hati nurani manusia menjadi mati rasa, dia tidak bermoral,

pikirannya bobrok, dan dia memiliki pandangan mental terbelakang. Sebelum dia dirusak oleh Iblis,

manusia secara alami mengikuti Tuhan dan taat kepada firman-Nya. Dia secara alami memiliki akal

dan hati nurani yang sehat, juga kemanusiaan yang normal. Setelah dirusak oleh Iblis, akal, hati

nurani, dan kemanusiaannya yang asli menjadi tumpul dan dilemahkan oleh Iblis. Jadi, dia telah

kehilangan ketaatan dan kasihnya kepada Tuhan. Akal manusia telah menyimpang, wataknya telah

menjadi serupa dengan binatang, dan pemberontakannya terhadap Tuhan semakin sering dan

memilukan. Namun, manusia masih tidak tahu atau mengakui hal ini, dan hanya menentang dan

memberontak tanpa berpikir. Penyingkapan watak manusia adalah ungkapan dari akal, wawasan,

dan hati nuraninya, dan karena akal dan wawasannya kurang sehat, dan hati nuraninya telah

menjadi sangat tumpul, sehingga wataknya suka memberontak melawan Tuhan. Jika akal dan

wawasan manusia tidak dapat berubah, perubahan dalam wataknya sangat tidak mungkin, sama

tidak mungkinnya untuk jadi berkenan kepada Tuhan. Jika akal manusia kurang sehat, dia tidak

dapat melayani Tuhan dan tidak layak untuk digunakan oleh Tuhan. "Akal yang normal" mengacu

pada taat dan setia kepada Tuhan, merindukan Tuhan, bersikap teguh terhadap Tuhan, dan memiliki

hati nurani terhadap Tuhan. Itu mengacu pada satu hati dan pikiran terhadap Tuhan, dan tidak

dengan sengaja menentang Tuhan. Mereka yang memiliki akal menyimpang tidaklah seperti ini.

Karena manusia telah rusak oleh Iblis, dia telah membuat pemahaman tentang Tuhan, dan dia tidak

memiliki kesetiaan atau kerinduan untuk Tuhan, apalagi hati nurani terhadap Tuhan. Manusia

sengaja menentang dan menjatuhkan penghakiman kepada Tuhan, dan, lebih lagi, melemparkan

makian kepada-Nya di belakang-Nya. Manusia jelas mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan, tetapi

masih menjatuhkan penghakiman kepada-Nya di belakang-Nya, tidak berniat untuk taat kepada-

Nya, dan hanya membuat tuntutan dan permintaan membabi buta kepada Tuhan. Orang semacam

itu—orang yang memiliki akal menyimpang—tidak mampu mengetahui perilaku tercela mereka

sendiri atau menyesali pemberontakan mereka. Jika orang mampu mengetahui diri mereka sendiri,

maka mereka telah mendapatkan kembali sedikit akal mereka; semakin orang suka memberontak

melawan Tuhan tetapi tidak mengenal diri mereka, semakin mereka memiliki akal kurang sehat.

Sumber penyingkapan watak rusak manusia tidak lain adalah hati nuraninya yang tumpul,

sifatnya yang jahat dan akalnya yang kurang sehat; jika hati nurani dan akal manusia dapat kembali

normal, dia akan layak untuk digunakan di hadapan Tuhan. Ini hanya karena hati nurani manusia

selalu mati rasa, akal manusia tidak pernah sehat, dan semakin tumpul sehingga manusia semakin

suka memberontak terhadap Tuhan, dia bahkan sampai memaku Yesus di kayu salib dan telah

menolak Tuhan yang berinkarnasi dari akhir zaman untuk masuk ke dalam rumahnya, dan

mengutuk jasmani Tuhan, dan memandang jasmani Tuhan hina dan rendahan. Jika manusia

memiliki sedikit saja kemanusiaan, dia tidak akan begitu kejam dalam memperlakukan jasmani

Tuhan yang berinkarnasi; jika dia memiliki sedikit saja akal, dia tidak akan begitu jahat dalam

memperlakukan jasmani Tuhan yang berinkarnasi; jika dia memiliki sedikit saja hati nurani, dia

tidak akan merasa sangat "berterima kasih" kepada Tuhan yang berinkarnasi dengan cara ini.

Manusia hidup di zaman saat Tuhan menjadi manusia, namun dia tidak mampu berterima kasih

kepada Tuhan karena memberinya kesempatan yang begitu baik, dan malah mengutuk kedatangan

Tuhan, atau sepenuhnya mengabaikan fakta inkarnasi Tuhan, dan tampaknya menentangnya dan

jemu akan hal tersebut. Terlepas dari bagaimana manusia menyikapi kedatangan Tuhan, singkatnya,

Tuhan selalu melanjutkan pekerjaan-Nya apa pun yang terjadi—bahkan meskipun manusia belum

sedikit pun bersikap ramah saat menyambut-Nya, dan tanpa berpikir mengajukan permintaan

kepada-Nya. Watak manusia telah menjadi sangat jahat, akalnya menjadi sangat tumpul, dan hati

nuraninya sepenuhnya diinjak-injak oleh si jahat dan sejak dulu bukan lagihati nurani manusia yang

asli. Manusia bukan saja tidak tahu berterima kasih kepada Tuhan yang berinkarnasi karena

melimpahkan begitu banyak kehidupan dan kasih karunia kepada umat manusia, tetapi bahkan

merasa benci kepada Tuhan karena memberinya kebenaran; itu karena manusia tidak memiliki

sedikit pun ketertarikan pada kebenaran sehingga dia membenci Tuhan. Bukan hanya manusia tidak

mampu menyerahkan hidupnya untuk Tuhan yang berinkarnasi, tetapi dia juga mencoba untuk

mendapatkan keuntungan dari-Nya, dan menuntut keuntungan yang puluhan kali lebih besar dari

apa yang telah manusia berikan kepada Tuhan. Orang yang memiliki hati nurani dan akal demikian

menerima semua hal ini sebagai pemberian, dan masih percaya bahwa mereka telah berkorban

begitu banyak untuk Tuhan, dan bahwa Tuhan telah memberi mereka terlalu sedikit. Ada orang

yang telah memberi-Ku semangkuk air namun mengulurkan tangan mereka dan meminta bayaran

setara dengan

[a] dua mangkuk susu, atau memberi-Ku sebuah kamar untuk satu malam tetapi

mencoba untuk mengenakan biaya akomodasi kepada-Ku berkali-kali lipat. Dengan kemanusiaan

seperti itu, dan hati nurani seperti itu, bagaimana mungkin engkau semua masih ingin mendapatkan

kehidupan? Engkau semua sungguh makhluk celaka rendahan! Karena kemanusiaan dan hati nurani

manusia yang seperti inilah Tuhan yang berinkarnasi mengembara ke penjuru negeri, tanpa

menemukan tempat untuk berteduh. Mereka yang benar-benar memiliki hati nurani dan

kemanusiaan seharusnya menyembah dan dengan sepenuh hati melayani Tuhan yang berinkarnasi

bukan karena seberapa banyak pekerjaan yang telah Dia lakukan, tetapi bahkan jika Dia tidak

melakukan pekerjaan sama sekali. Inilah yang seharusnya dilakukan oleh mereka yang memiliki

akal yang sehat, dan itu adalah tugas manusia. Kebanyakan orang bahkan berbicara tentang

ketentuan dalam pelayanan mereka kepada Tuhan: Mereka tidak peduli apakah Dia adalah Tuhan

atau seorang manusia, dan mereka hanya berbicara tentang ketentuan mereka sendiri, dan hanya

mengejar pencapaian keinginan mereka sendiri. Ketika engkau memasak untuk-Ku, engkau

menagih upah koki, ketika engkau berlari untuk-Ku, engkau meminta upah lari, ketika engkau

bekerja untuk-Ku, engkau menuntut upah kerja, ketika engkau mencuci pakaian-Ku, engkau

menagih upah pencucian, ketika engkau menyediakan untuk gereja engkau meminta biaya

pemulihan, ketika engkau berbicara, engkau meminta upah pembicara, ketika engkau memberikan

buku-buku, engkau meminta biaya distribusi, dan ketika engkau menulis, engkau meminta upah

penulisan. Mereka yang telah Aku tangani bahkan menuntut imbalan dari-Ku, sementara mereka

yang telah dipulangkan menuntut ganti rugi atas kerusakan pada nama mereka; mereka yang belum

menikah menuntut mas kawin, atau ganti rugi untuk masa muda mereka yang hilang, mereka yang

membunuh ayam menuntut upah tukang daging, mereka yang menggoreng makanan menuntut upah

menggoreng, dan mereka yang membuat sup menuntut pembayaran untuk itu juga…. Ini

kemanusiaanmu yang mulia dan kuat, dan ini adalah tindakan yang ditentukan oleh hati nuranimu

yang hangat. Di mana akalmu? Di mana kemanusiaanmu? Biarkan Aku memberitahumu! Jika

engkau terus seperti ini, Aku akan berhenti bekerja di antaramu. Aku tidak akan bekerja di antara

kawanan binatang liar dalam wujud manusia, Aku tidak akan menderita demi sekelompok orang

yang wajah lembutnya menyembunyikan hati liar, Aku tidak akan menanggung derita demi

kawanan hewan seperti itu yang sedikit pun tidak memiliki sedikit pun kemungkinan akan

keselamatan. Hari ketika Aku memalingkan diri-Ku darimu adalah hari ketika engkau mati, itu

adalah hari ketika kegelapan mendatangimu, dan hari ketika engkau ditinggalkan oleh terang!

Biarkan Aku memberitahumu! Aku tidak akan pernah berbaik hati kepada kelompok seperti engkau

semua, kelompok yang bahkan lebih rendah dari binatang! Ada batas untuk firman dan tindakan-

Ku, dan dengan kemanusiaan dan hati nuranimu yang seperti demikian, Aku tidak akan melakukan

pekerjaan lagi, karena engkau terlalu kekurangan hati nurani, engkau telah membuat-Ku

menanggung terlalu banyak rasa sakit, dan perilaku tercelamu begitu menjijikkan bagi-Ku! Orang

yang terlalu kekurangan kemanusiaan dan hati nurani tidak akan pernah memiliki kesempatan akan

keselamatan; Aku tidak akan pernah menyelamatkan orang yang tidak berperasaan dan tidak tahu

berterima kasih seperti itu. Ketika hari-Ku tiba, Aku akan menghujankan nyala api-Ku yang

menghanguskan untuk selamanya pada anak-anak ketidaktaatan yang pernah membangkitkan

murka-Ku yang ganas, Aku akan menjatuhkan hukuman-Ku yang kekal pada semua binatang

tersebut yang pernah melemparkan makian kepada-Ku dan meninggalkan-Ku, Aku akan terus-

menerus membakar dengan api kemarahan-Ku anak-anak ketidaktaatan yang pernah makan dan

hidup bersama dengan-Ku tetapi tidak percaya kepada-Ku, dan menghina serta mengkhianati-Ku.

Aku akan menjatuhkan hukuman-Ku kepada semua orang yang membangkitkan kemarahan-Ku,

Aku akan menghujankan seluruh amarah-Ku pada binatang-binatang tersebut yang dulu ingin

berdiri dekat di samping-Ku namun tidak menyembah atau menaati-Ku, tongkat yang Aku gunakan

untuk memukul manusia akan dihantamkan kepada semua binatang itu yang pernah menikmati

pemeliharaan-Ku dan segala misteri yang Aku ucapkan, dan yang mencoba mengambil kesenangan

material dari-Ku. Aku tidak akan memaafkan siapa pun yang mencoba untuk mengambil tempat-

Ku; Aku tidak akan mengasihani siapa pun yang berusaha merebut makanan dan pakaian dari-Ku.

Untuk saat ini, engkau semua tetap bebas dari bahaya dan terus melampaui batas dalam tuntutan

yang engkau semua buat kepada-Ku. Ketika hari kemurkaan tiba, engkau semua tidak akan lagi

membuat tuntutan kepada-Ku; pada saat itu, Aku akan membiarkanmu "menikmati" dirimu sepuas

hatimu, Aku akan menundukkan wajahmu ke tanah, dan engkau semua tidak akan pernah bisa

bangun lagi! Cepat atau lambat, Aku akan "melunasi" utang ini kepadamu—dan Aku berharap

engkau semua sabar menunggu kedatangan hari ini.

Jika semua makhluk rendahan ini benar-benar dapat mengesampingkan hasrat berlebih mereka

dan kembali kepada Tuhan, mereka masih memiliki kesempatan akan keselamatan; jika manusia

memiliki hati yang benar-benar merindukan Tuhan, dia tidak akan ditinggalkan oleh Tuhan.

Manusia gagal menjangkau Tuhan bukan karena Tuhan memiliki emosi, atau karena Tuhan tidak

ingin dijangkau oleh manusia, tetapi karena manusia tidak ingin menjangkau Tuhan, dan karena

manusia tidak segera mencari Tuhan. Bagaimana mungkin salah satu dari mereka yang benar-benar

mencari Tuhan dikutuk oleh Tuhan? Bagaimana mungkin akal yang sehat dan hati nurani yang peka

dikutuk oleh Tuhan? Bagaimana mungkin seseorang yang benar-benar menyembah dan melayani

Tuhan ditelan oleh api murka-Nya? Bagaimana mungkin orang yang bersukacita karena taat kepada

Tuhan ditendang dari rumah Tuhan? Bagaimana mungkin orang yang tidak pernah merasa cukup

dalam mengasihi Tuhan hidup dalam hukuman Tuhan? Bagaimana mungkin seseorang yang

bersukacita karena meninggalkan segalanya untuk Tuhan ditinggalkan begitu saja? Manusia enggan

mengejar Tuhan, enggan mengorbankan miliknya untuk Tuhan, dan enggan mencurahkan upaya

seumur hidup untuk Tuhan, dan malah berkata bahwa Tuhan sudah pergi terlalu jauh, terlalu banyak

hal tentang Tuhan bertentangan dengan pemahaman manusia. Dengan kemanusiaan seperti ini,

bahkan jika engkau semua terus-menerus mengerahkan upayamu, engkau semua masih tidak

mampu memperoleh persetujuan Tuhan, apalagi nyatanya bahwa engkau semua tidak mencari

Tuhan. Apakah engkau semua tidak tahu bahwa engkau semua produk gagal umat manusia?

Apakah engkau semua tidak tahu bahwa tidak ada kemanusiaan yang lebih rendah dari

kemanusiaanmu? Apakah engkau semua tidak tahu apa "gelar kehormatan" milikmu? Mereka yang

benar-benar mengasihi Tuhan memanggilmu bapak serigala, ibu serigala, putra serigala, dan cucu

serigala; engkau semua adalah keturunan serigala, orang dari golongan serigala, dan engkau semua

harus tahu jati dirimu sendiri dan jangan pernah melupakannya. Jangan berpikir bahwa engkau

semua adalah sosok superior: Engkau semua kelompok non-manusia yang paling jahat di antara

umat manusia. Apakah engkau semua tidak mengetahui semua ini? Apakah engkau semua tahu

berapa banyak risiko yang Aku ambil untuk bekerja di antara engkau semua? Jika akalmu tidak bisa

kembali normal, dan hati nuranimu tidak bisa bekerja secara normal, maka engkau semua tidak

akan pernah bebas dari gelar "serigala", engkau semua tidak akan pernah lolos dari hari pengutukan,

tidak akan pernah lolos dari hari penghukumanmu. Engkau semua dilahirkan inferior, suatu hal

yang tidak bernilai. Engkau semua pada dasarnya adalah sekawanan serigala lapar, tumpukan puing

dan sampah, dan, tidak sepertimu, Aku tidak bekerja atas dirimu supaya disukai, tetapi karena

kebutuhan pekerjaan. Jika engkau semua terus bersikap memberontak seperti ini, maka Aku akan

menghentikan pekerjaan-Ku, dan tidak akan pernah bekerja lagi atas dirimu; sebaliknya, Aku akan

memindahkan pekerjaan-Ku ke kelompok lain yang menyenangkan AKu, dan dengan cara ini akan

meninggalkanmu selamanya, karena Aku tidak mau memandang mereka yang memusuhi diri-Ku.

Jadi, apakah engkau semua ingin sesuai dengan-Ku, atau memusuhi diri-Ku?

Catatan kaki:

[a]. Naskah asli menyebutkan "koin emas untuk."

Perkataan Kristus pada Akhir Zaman (Pilihan)

Hanya Dia yang Mengalami Pekerjaan Tuhan yang Benar-Benar Percaya kepada Tuhan Penampakan Tuhan Telah Mendatangkan Zaman yang Baru Tuhan Mengendalikan Nasib Seluruh Umat Manusia Memandang Penampakan Tuhan dalam Penghakiman dan Hajaran-Nya Pandangan yang Harus Dimiliki Orang Percaya Manusia yang Rusak Tak Dapat Merepresentasikan Tuhan Cara Melakukan Pelayanan Rohani yang Harus Dilarang Dalam Imanmu kepada Tuhan, Engkau Harus Menaati Tuhan Janji-janji Bagi Mereka yang Telah Disempurnakan Orang Jahat Harus Dihukum Cara Mengenal Kenyataan Kerajaan Seribu Tahun Telah Tiba Engkau Harus Tahu Bahwa Tuhan yang Praktis adalah Tuhan Sendiri Mengenal Pekerjaan Tuhan Saat Ini Apakah Pekerjaan Tuhan Begitu Sederhana Seperti yang Dibayangkan Manusia? Engkau Harus Hidup demi Kebenaran Karena Engkau Percaya kepada Tuhan Deru Tujuh Guruh—Menubuatkan Bahwa Injil Kerajaan Akan Tersebar ke Seluruh Alam Semesta Perbedaan Mendasar Antara Tuhan yang Berinkarnasi dan Orang-Orang yang Dipakai oleh Tuhan Percaya kepada Tuhan Seharusnya Berfokus pada Kenyataan, bukan Ritual Keagamaan Hanya Mereka yang Mengenal Pekerjaan Tuhan Saat Ini yang Dapat Melayani Tuhan Orang-Orang yang Menaati Tuhan dengan Hati yang Benar Pasti Akan Dijadikan Milik Tuhan Zaman Kerajaan adalah Zaman Firman Segala Sesuatu Terlaksana oleh Firman Tuhan Hanya Mengasihi Tuhan-lah yang Berarti Sungguh-Sungguh Percaya kepada Tuhan Pembahasan Singkat Tentang "Kerajaan Seribu Tahun Telah Datang" Cara Petrus Mengenal Yesus Mereka yang Mengasihi Tuhan akan Selamanya Hidup dalam Terang-Nya Sudahkah Engkau Sekalian Hidup Kembali? Memiliki Watak yang Tidak Berubah Berarti Memusuhi Tuhan Kedua Inkarnasi Melengkapi Makna Penting Inkarnasi Pengalaman Petrus: Pengetahuannya tentang Hajaran dan Penghakiman (Bagian Satu) Pengalaman Petrus: Pengetahuannya tentang Hajaran dan Penghakiman (Bagian Dua) Pengalaman Petrus: Pengetahuannya tentang Hajaran dan Penghakiman Bagian Tiga Bagaimana Seharusnya Mengelola Misimu yang akan Datang? Bila Berbicara tentang Tuhan, Apakah Pemahamanmu? Makna Menjadi Seorang Manusia Sejati Apa yang Kauketahui tentang Iman? Tidak Satu Pun yang Berasal dari Daging Dapat Luput dari Hari Murka Juruselamat Telah Datang Kembali di Atas "Awan Putih" Pekerjaan Menyebarkan Injil Juga Merupakan Pekerjaan Menyelamatkan Manusia Pekerjaan di Zaman Hukum Taurat Kisah Nyata di Balik Pekerjaan pada Zaman Penebusan Engkau Seharusnya Tahu Bagaimana Seluruh Umat Manusia Telah Berkembang Hingga Hari Ini (Bagian Satu) Mengenai Sebutan dan Identitas (Bagian Dua) Mengenai Sebutan dan Identitas (Bagian Satu) Hanya Mereka yang Sudah Disempurnakan Bisa Menjalani Hidup yang Bermakna Bagaimana Mungkin Manusia yang Telah Mendefinisikan Tuhan dalam konsepsi-konsepsinya Dapat Menerima Penyingkapan Tuhan? Hanya Orang-Orang yang Mengenal Tuhan dan Pekerjaan-Nya Dapat Memuaskan Hati Tuhan Perbedaan Antara Pelayanan Tuhan yang Berinkarnasi dan Tugas Manusia Tuhan adalah Tuhan atas Seluruh Ciptaan Keberhasilan atau Kegagalan Tergantung pada Jalan yang Dijalani Manusia (Bagian Satu) Keberhasilan atau Kegagalan Tergantung pada Jalan yang Dijalani Manusia (Bagian Dua) Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia (Bagian Satu) Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia (Bagian Dua) Bagaimana Melayani Selaras Dengan Kehendak Tuhan Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging (Bagian Satu) Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging (Bagian Dua) Hakikat Daging yang Didiami oleh Tuhan (Bagian Satu) Pekerjaan Tuhan dan Penerapan Manusia (Bagian Satu) Hakikat Daging yang Didiami oleh Tuhan (Bagian Dua) Pekerjaan Tuhan dan Penerapan Manusia (Bagian Dua) Substansi Kristus adalah Ketaatan pada Kehendak Bapa Surgawi Tuhan dan Manusia akan Masuk ke Tempat Perhentian Bersama-sama Bagian Satu Tuhan dan Manusia akan Masuk ke Tempat Perhentian Bersama-sama Bagian Dua Ketika Engkau Melihat Tubuh Rohani Yesus Adalah Saat Tuhan Menciptakan Langit dan Bumi yang Baru Mereka yang Tidak Sesuai dengan Kristus Pastinya adalah Lawan Tuhan Banyak yang Dipanggil, Tetapi Sedikit yang Dipilih Engkau Harus Mencari Cara agar Dapat Selaras dengan Kristus Apakah Kamu Orang Percaya yang Sejati? Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran Tahukah Engkau? Tuhan Telah Melakukan Hal yang Hebat di antara Manusia Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal Engkau Harus Mempersiapkan Perbuatan Baik yang Cukup untuk Tiba di Tempat Tujuanmu Kepada Siapakah Engkau Setia? Tiga Peringatan Sangatlah Penting untuk Memahami Watak Tuhan Cara Mengenal Tuhan yang di Bumi Sepuluh Ketetapan Administratif yang Harus Ditaati Orang Pilihan Tuhan di Zaman Kerajaan Engkau Sekalian Harus Mempertimbangkan Perbuatanmu Tuhan adalah Sumber Kehidupan Manusia Keluhan Yang Mahakuasa Manusia Hanya Dapat Diselamatkan dalam Pengelolaan Tuhan Perkataan Keempat Perkataan Kelima Perkataan Keenam Perkataan Ketujuh Perkataan Kedelapan Perkataan Kesembilan Perkataan Kesepuluh Perkataan Kedua Belas Perkataan Keenam Belas Perkataan Ketujuh Belas Perkataan Kedelapan Belas Perkataan Kesembilan Belas Perkataan yang Ke Duapuluh Perkataan Kedua Puluh Satu Perkataan Kedua Puluh Dua Perkataan Kedua Puluh Tiga Perkataan Kedua Puluh Enam Perkataan Kedua Puluh Tujuh Perkataan Kedua Puluh Delapan Perkataan Kedua Puluh Sembilan Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III Mengenal Tiga Tahap Pekerjaan Tuhan adalah Jalan untuk Mengenal Tuhan (Bagian Satu) Engkau Seharusnya Tahu Bagaimana Seluruh Umat ManusiaTelah Berkembang Hingga Hari Ini (Bagian Dua)

0Hasil Pencarian