Ketundukan kepada Tuhan adalah Pelajaran Dasar dalam Memperoleh Kebenaran (Bagian Tiga)
Mudah bagi manusia untuk tunduk ketika mereka tidak memiliki masalah apa pun. Namun, ketika masalah muncul, mereka tidak mampu untuk tunduk. Apa yang bisa dilakukan dalam hal ini? Penting untuk berdoa dan mencari kebenaran untuk mengatasi kesulitan ini. Dari orang yang merasa bahwa dirinya adalah orang mulia yang telah ditinggikan Tuhan, menjadi orang yang merasa bahwa dirinya adalah mainan hina yang tak berharga di mata Tuhan, bukan apa-apa, orang celaka yang tak berharga, dan dapat senang hati tunduk kepada Tuhan dan sama sekali tidak memiliki tuntutan terhadap-Nya—berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat pengalaman seperti itu? (Dalam tujuh tahun terakhirnya, Petrus telah melalui ratusan ujian. Jika seseorang tidak mengejar kebenaran, mereka tidak akan mencapainya, tidak peduli sudah berapa tahun pun mereka percaya.) Ini bukan tentang berapa tahun sudah beriman—tetapi ini bergantung pada apakah seseorang mengejar kebenaran, dan apakah mereka mampu menggunakan kebenaran untuk menyelesaikan masalah watak yang rusak. Itu semua bergantung pada apa yang kaukejar. Ada orang-orang yang tidak mengejar apa pun selain reputasi dan status, selalu ingin menunjukkan diri mereka sendiri dan menonjol di antara orang banyak. Mereka terjatuh ketika menghadapi kemunduran atau kegagalan sekecil apa pun, menjadi negatif dan lumpuh. Ada orang-orang yang suka mengambil keuntungan dengan tidak adil, tetapi tidak mencintai kebenaran; mereka senang ketika mereka mendapat keuntungan dengan mengorbankan orang lain, dan mereka tidak merasa sedih atau terganggu jika mereka belum memperoleh kebenaran. Ada orang-orang yang tidak bersemangat dalam iman mereka jika mereka tidak memiliki status apa pun dan lebih bersemangat daripada orang lain begitu mereka memiliki status ini; lalu mereka tidak pernah merasa negatif dan akan dengan senang hati bekerja mati-matian. Mereka mengabaikan penerapan kebenaran atau melakukan segala sesuatu sesuai dengan prinsip, dan akibatnya, mereka masih tidak memiliki kesaksian pengalaman setelah bertahun-tahun beriman. Mereka merasa iri dan menyesal ketika melihat orang lain yang baru menjadi orang percaya selama beberapa tahun telah memiliki kesaksian pengalaman yang luar biasa, tetapi setelah perasaan itu berlalu, mereka tetap tidak mengejar kebenaran. Jika orang tidak berfokus pada pengejaran kebenaran, jika mereka tidak menggunakan kebenaran untuk menyelesaikan masalah, selama berapa tahun pun mereka sudah beriman, itu tidak ada gunanya. Mereka yang tidak mengejar kebenaran tidak akan pernah bisa disempurnakan oleh Tuhan. Petrus disempurnakan dengan melalui ratusan ujian—bukankah engkau semua juga harus melalui ratusan ujian? Berapa banyak ujian yang sudah engkau semua lalui sampai saat ini? Jika ratusan pun belum, bagaimana dengan seratus saja? (Belum.) Petrus disempurnakan melalui ratusan ujian, jadi jika engkau semua belum pernah melalui satu ujian pun, atau engkau baru melalui seratus, pengalamanmu masih jauh dari pengalaman Petrus. Tingkat pertumbuhanmu kecil. Bukankah engkau perlu mengerahkan upaya untuk mengejar kebenaran? Dan bagaimana engkau harus melakukannya? Engkau harus berusaha untuk memahami dan menerapkan kebenaran. Jangan ceroboh dan bingung, tidak memikirkan apa pun dengan sungguh-sungguh, hidup tanpa beban, dan hanya menyibukkan dirimu dengan tugas-tugas sepanjang hari. Ini bukan berarti bahwa menjadi sibuk adalah masalah—jika ada banyak hal yang harus kaulakukan, engkau harus menyibukkan dirimu; engkau tidak bisa tidak sibuk. Namun, sementara engkau menyibukkan dirimu dengan mengurus segala sesuatu, engkau harus tetap mengejar kebenaran dan prinsip; engkau harus tetap mencoba memahami segala sesuatu dan meminta apa pun itu yang tak kaumiliki kepada Tuhan. Bagaimana caramu meminta sesuatu kepada Tuhan? Setiap hari, engkau mendoakan hal itu kepada Tuhan diam-diam dalam hatimu. Ini menunjukkan bahwa engkau merindukan kebenaran di dalam hatimu, dan engkau memiliki keinginan untuk membiarkan Tuhan memenuhi harapanmu. Jika hatimu tulus, Tuhan akan mendengar doa-doamu; Dia akan mengatur dan mempersiapkan situasi yang tepat untukmu sehingga engkau dapat memetik pelajaran. Engkau mungkin berkata, "Tingkat pertumbuhanku benar-benar kurang. Apakah Tuhan akan memberiku ujian besar yang menghancurkanku?" Tidak, itu tidak mungkin. Tuhan tentunya tidak akan melakukan hal seperti itu. Tuhan sangat tahu sebesar apa iman seseorang dan tingkat pertumbuhannya yang sebenarnya. Engkau harus beriman akan hal ini. Tuhan tidak akan pernah membiarkan seorang anak berusia tiga tahun memikul beban orang dewasa—tidak akan pernah! Engkau harus meyakini hal ini dalam hatimu. Namun, engkau perlu memintanya kepada Tuhan. Engkau harus memiliki keinginan dan tekad tersebut, barulah Tuhan akan bertindak atas permintaanmu. Jika engkau selalu takut dan bersembunyi, takut diuji, jika engkau selalu ingin menjalani hari-hari yang damai, tanpa beban, Tuhan tidak akan bekerja di dalam dirimu. Oleh karena itu, engkau hanya perlu dengan bebas dan berani memohon kepada Tuhan, dengan sungguh-sungguh mempersembahkan dirimu, dan menyerahkan segalanya kepada Tuhan, dan barulah Tuhan akan bekerja dalam dirimu. Tuhan tentu saja tidak bekerja untuk menyiksa orang dengan semena-mena, tetapi untuk mencapai hasil dan tujuan. Tuhan tidak akan melakukan pekerjaan yang sia-sia atau membuatmu memikul beban yang tak mampu kautanggung—engkau harus beriman akan hal ini. Untuk mencari kesempurnaan, untuk berusaha memuaskan Tuhan dan menjadi makhluk ciptaan yang dapat diterima, orang harus memiliki tekad. Tekad apakah itu? Tekad untuk mencari kesempurnaan, untuk berusaha menjadi seseorang yang memiliki kebenaran dan kemanusiaan, untuk menjadi seseorang yang mengasihi dan menjadi kesaksian bagi Tuhan. Itulah sukacita terbesar bagi Tuhan. Jika engkau tidak memiliki tekad tersebut, tetapi cukup puas dengan mengatakan, "Aku sibuk dengan tugasku. Aku memikul beban, berjerih payah, dan mendengarkan khotbah. Aku tidak tertinggal dari orang lain," engkau tidak memiliki prospek apa pun. Paling-paling, engkau adalah orang yang berjerih payah, tetapi engkau tidak akan menjadi salah satu dari umat Tuhan. Bukankah engkau cukup puas dengan keadaan saat ini, tanpa keinginan untuk maju? Engkau tidak mengejar kebenaran, engkau tidak mempersekutukan kebenaran dalam pertemuan, dan engkau tertidur begitu engkau mendengarkan khotbah. Namun, ketika membahas hal-hal duniawi, engkau terus-terusan mengoceh, dan matamu berbinar-binar—ini adalah perilaku orang yang berjerih payah. Ada orang-orang yang matanya berbinar begitu kebenaran disebut; mereka merasa memiliki sangat banyak kekurangan, dan ketika mereka mendengar sesuatu yang baik dan nyata, mereka bergegas untuk mencatatnya. Mereka merasa terlalu jauh dari apa yang dituntut Tuhan dan tidak ada cukup banyak hal positif di dalam hati mereka. Mereka merasa bahwa ada terlalu banyak racun Iblis, dan mereka sangat memberontak terhadap Tuhan. Mereka berpikir sendiri: "Pantas saja Tuhan tidak puas denganku. Aku sangat jauh dari apa yang Dia inginkan, aku tidak sesuai dengan Tuhan dalam hal apa pun, dan aku terlalu salah memahami-Nya. Kapan aku mampu memenuhi maksud Tuhan?" Dalam tugasnya, mereka tidak menunda-nunda untuk mencari tahu hal-hal ini, dan mereka sering kali datang ke hadirat Tuhan, diam-diam berdoa: "Tuhan, tolong berikan aku ujian. Aku mohon kepada-Mu untuk menyingkapkanku, untuk membuatku mampu memahami kebenaran, memperoleh kenyataan kebenaran, dan mulai mengenal Engkau. Tolong disiplinkan, hakimi, dan hajarlah aku." Ketika mereka memikul beban ini, mereka selalu mengingatnya. Mereka selalu haus akan kebenaran dan dengan demikian, Tuhan mulai bekerja di dalam diri mereka. Dia mengatur beberapa orang, peristiwa, dan hal-hal, segala macam situasi, sehingga mereka dapat belajar sesuatu darinya setiap hari. Bukankah mereka diberi kemurahan? Mengapa Petrus mampu melalui ratusan pencobaan? Karena dia mengejar kebenaran, dia tidak takut akan ujian Tuhan, dan percaya bahwa ujian Tuhan diberikan untuk menyucikan manusia. Dia percaya bahwa jalan ini dapat menyempurnakan manusia, dan bahwa inilah satu-satunya jalan yang benar. Dia mendoakan hal ini, mengorbankan dirinya dan mengabdikan dirinya untuk hal ini; itulah sebabnya Tuhan bekerja di dalam dirinya. Mungkinkah itu berarti bahwa Tuhan memilihnya, bahwa Dia bertekad untuk menguji dan menyempurnakan Petrus? Benar sekali. Ketika Tuhan memilih seseorang, ada tujuan dan prinsip-prinsip di dalam pikiran-Nya—ini mutlak. Mengapa sebagian besar orang tidak dapat memperoleh pekerjaan dari Tuhan seperti ini? Karena mereka tidak mengejar kebenaran dan tidak memiliki tekad ini, dan itulah sebabnya Tuhan tidak bekerja di dalam diri mereka. Tuhan tidak memaksa siapa pun. Ketika Tuhan ingin menyempurnakan seseorang, itu adalah hal yang luar biasa menakjubkan, dan penderitaan sebesar apa pun adalah sepadan. Namun, kebanyakan orang tidak memiliki tekad ini dan mereka hanya melarikan diri dan bersembunyi ketika dihadapkan dengan ujian dan kesukaran. Apakah Tuhan akan memaksa orang seperti itu? Ada orang-orang yang tidak mengejar kebenaran dan bahkan tidak memiliki keberanian untuk berhadapan muka dengan Kristus. Mereka berkata: "Aku tidak tahu apa yang harus kukatakan jika aku melihat Kristus. Aku tidak mengetahui kebenaran apa pun, atau caranya bersekutu. Bukankah akan memalukan jika Kristus melihat hal yang salah dalam diriku? Aku tidak akan mampu menghadapinya jika aku dipangkas. Aku harus menghindari Tuhan dan menjaga jarak yang sepatutnya dari-Nya. Jika aku selalu berhubungan dengan Tuhan dan hidup di hadapan-Nya, Dia akan mengetahui diriku yang sebenarnya dan membenci dan menolakku. Aku akan disingkirkan dan tidak lagi memiliki tempat tujuan yang baik." Apakah seperti itu keadaannya? (Tidak.) Ada orang-orang yang memendam gagasan semacam ini. Apakah Tuhan akan menuntut sesuatu dari orang seperti itu? (Tidak.) Jadi, apa pun yang kaukejar, sejauh apa pun tekadmu, Tuhan akan menyempurnakanmu hingga ke titik itu. Jika engkau tidak mengejar kebenaran, tetapi selalu bersembunyi dari Tuhan dan menjauhkan dirimu dari-Nya, selalu menyembunyikan pikiranmu dari Tuhan, lalu apa yang Tuhan katakan tentang orang-orang sepertimu? ("Jangan kauberikan barang yang kudus kepada anjing, dan jangan kaulemparkan mutiaramu kepada babi" (Matius 7:6).) Engkau tidak mencintai kebenaran dan engkau bersembunyi dari Tuhan, tetapi engkau berpikir bahwa Dia akan bersikeras menguji dan menyempurnakanmu? Engkau salah. Jika engkau bukan orang yang tepat, tidak ada gunanya memohon dan berdoa. Tuhan tidak akan melakukan itu; Tuhan tidak memaksa orang. Itu adalah salah satu aspek dari watak-Nya. Namun, yang Dia inginkan dari mereka yang mengejar kebenaran adalah agar mereka dapat menjadi seperti Petrus, atau Ayub, atau Abraham; agar mereka dapat melangkah ke jalan kehidupan yang benar seperti yang dituntut oleh Tuhan; agar mereka dapat melangkah ke jalan yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan, dan pada akhirnya memperoleh kebenaran dan disempurnakan. Tuhan berharap untuk mendapatkan orang seperti ini, tetapi apakah Tuhan akan memaksamu jika engkau tidak mencarinya sendiri? Tidak. Tuhan tidak pernah memaksa siapa pun. Roh Kudus tidak akan terus-menerus menggerakkanmu, mencengkerammu dan tidak melepaskanmu, berniat menyempurnakanmu dan tidak akan berhenti sebelum itu. Sejujurnya, Tuhan sama sekali tidak akan melakukan hal seperti itu. Begitulah sikap-Nya. Tuhan hanya berharap bahwa pada akhirnya, ketika pekerjaan-Nya selesai, Dia akan mendapatkan lebih banyak orang seperti Ayub, Petrus, dan Abraham. Namun, berapa banyak orang yang benar-benar mengejar kebenaran dan pada akhirnya diperoleh Tuhan adalah sesuatu yang tidak akan dipaksakan-Nya. Dia akan membiarkan segala sesuatu berjalan dengan sendirinya—ini adalah salah satu segi dari pekerjaan Tuhan yang nyata. Tuhan tidak menentukan suatu jumlah—bahwa itu harus 10, 20, 1.000 atau 2.000, atau bahkan 10.000. Dia tidak menetapkan apa pun tentang hal ini. Tuhan hanya melanjutkan dengan cara ini, bekerja dengan cara yang nyata dan berjalan di antara manusia dengan cara yang nyata. Beginilah cara Dia bekerja dan berfirman, melakukan setiap aspek pekerjaan yang melibatkan kebenaran, pekerjaan yang bermanfaat bagi manusia. Inilah pekerjaan yang terus-menerus Dia lakukan di dalam diri orang-orang yang tepat, di dalam diri mereka yang merindukan kebenaran. Pada akhirnya, mereka yang memiliki tekad dan mengejar kebenaran akan disempurnakan. Merekalah yang paling diberkati dan merekalah yang akan memperoleh hidup yang kekal. Ini cukup untuk membuktikan bahwa Tuhan itu benar terhadap semua orang dan tidak memperlakukan siapa pun secara tidak adil. Engkau semua mampu mengikut Tuhan hari ini bukanlah karena kebetulan—itu sudah ditentukan oleh Tuhan sejak lama. Tuhan telah menentukan keluarga orang-orang, kapan mereka dilahirkan, lingkungan tempat mereka tumbuh, kualitas, talenta, kemampuan, dan hal-hal sekitar mereka—semua hal ini. Pada akhirnya, manusia akan melihat kebenaran Tuhan seperti apa? Pada akhirnya, kemampuan untuk bertahan dan mendapatkan tempat tujuan yang indah bergantung pada pengejaran manusia itu sendiri dan harga yang mereka bayar. Salah satu aspeknya adalah Tuhan telah menentukan hal-hal ini, tetapi kerja sama manusia juga sangat penting. Tuhan menentukan kesudahan manusia berdasarkan jalan yang mereka tempuh dan apakah mereka memiliki kebenaran atau tidak. Inilah kebenaran-Nya.
Semua orang telah melihat sisi nyata dari Tuhan yang berinkarnasi. Tuhan memperlakukan setiap orang dengan adil dan bijaksana. Engkau telah melihatnya; orang lain telah melihatnya; engkau semua telah melihatnya. Tuhan yang berinkarnasi adalah manusia biasa. Orang-orang yang memiliki gagasan ketika mereka melihat Kristus berpikir, "Dia terlihat begitu normal, sangat tidak mencolok. Benarkah ini inkarnasinya? Aku tidak percaya kepada-Nya—tidak mungkin aku bisa percaya kepada-Nya." Atau mereka hanya mengikuti-Nya dengan enggan, percaya kepada-Nya dengan ragu-ragu, membawa serta gagasan-gagasan mereka. Orang lain yang memiliki nalar melihat Kristus dan berpikir: "Inkarnasinya adalah manusia biasa, tetapi Dia mampu mengungkapkan kebenaran dan memberikan kehidupan bagi manusia, jadi aku harus memperlakukan-Nya seperti Tuhan. Aku menerima dan menerapkan firman-Nya sebagai kebenaran, sebagai firman Sang Pencipta. Aku akan mengikuti-Nya." Orang-orang ini pada akhirnya disempurnakan dan memperoleh kebenaran. Orang macam apa yang pada akhirnya memperoleh kebenaran? Mereka yang mengejar kebenaran. Tuhan menyirami, memelihara, menggembalakan, dan bekerja di dalam umat pilihan-Nya setiap hari. Aku membagikan khotbah dan persekutuan, Roh Kudus bekerja di dalam umat pilihan Tuhan, dan semua orang menerima penyiraman dan pemeliharaan. Tidak ada seorang pun yang menerima perlakuan khusus, dan setiap orang yang mengambil bagian dalam kehidupan bergereja dan melaksanakan tugas mereka menikmati pekerjaan Tuhan setiap hari dengan cara ini. Aku memperlakukan setiap orang dengan cara yang sama. Aku memberikan jawaban kepada siapa pun yang bertanya, Aku tidak memberikan perhatian ekstra, mengatur situasi khusus, atau mencoba mendesak atau menyemangati siapa pun, memberikan pencerahan dan penerangan ekstra dari Roh Kudus, atau mengadakan tanda-tanda dan mukjizat. Tuhan tidak melakukan hal seperti itu. Tuhan mengadakan tanda-tanda dan mukjizat di Zaman Kasih Karunia, untuk mengampuni dosa-dosa manusia dan membuat mereka mengambil jalan pertobatan, dan agar mereka percaya kepada Tuhan dan tidak meragukan-Nya. Langkah pekerjaan saat ini sepenuhnya terdiri dari menyediakan kebenaran sehingga orang dapat memahami kebenaran dan mengembangkan iman yang sejati. Sebesar apa pun engkau telah menderita, jika pada akhirnya engkau memperoleh kebenaran, engkau adalah orang yang telah disempurnakan dan akan dijaga. Jika engkau tidak memperoleh kebenaran, alasan apa pun yang kautemukan tidak ada gunanya. Engkau mungkin berkata, "Tuhan tidak mengadakan mukjizat apa pun, jadi aku tidak bisa percaya," "Tuhan selalu mengungkapkan kebenaran yang melampauiku, jadi aku tidak bisa percaya," atau "Tuhan terlalu nyata, terlalu normal, jadi aku tidak bisa percaya." Ini semua adalah permasalahanmu. Engkau dibekali dengan kebenaran sama seperti orang lain—jadi mengapa mereka disempurnakan, sementara engkau disingkirkan? Mengapa engkau tidak memperoleh kebenaran? Inilah penghakimanmu: Ini karena engkau tidak mengejar kebenaran. Pada tahap terakhir ini, Tuhan hanya melakukan pekerjaan firman. Dia secara nyata menggunakan firman untuk menghakimi dan mentahirkan manusia; Dia tidak mengadakan tanda-tanda dan mukjizat. Jika engkau ingin melihat mukjizat Tuhan, pergilah ke 2.000 tahun yang lalu untuk melihat mukjizat Tuhan Yesus pada zaman itu. Jangan menjadi orang percaya di zaman ini. Engkau telah menerima pekerjaan penghakiman Tuhan, jadi jangan mencari mukjizat. Tuhan tidak akan mengadakannya. Apakah itu masuk akal? (Ya.) Itu adil dan masuk akal. Jika engkau mengejar kebenaran, Tuhan tidak akan memperlakukanmu secara tidak adil. Jika engkau tidak mengejar kebenaran, tetapi hanya mengejar jerih payah, selalu melayani dengan setia sampai akhir, Tuhan akan mengizinkanmu untuk tetap tinggal dan engkau akan dianugerahi kasih karunia. Namun, jika engkau tidak mampu berjerih payah hingga akhir, engkau akan disingkirkan. Apa artinya disingkirkan? Itu berarti pemusnahan! Ini adil dan masuk akal, dan tidak ada perlakuan yang tidak adil terhadap orang lain dalam hal ini. Semua ini didasarkan pada firman Tuhan dan kebenaran. Berdasarkan semua itu, bukankah jalan yang ditempuh manusia adalah hal yang paling penting? Jalan apa yang kaukejar, menjadi orang seperti apa yang kauinginkan, pengejaran seperti apa yang kaulakukan, apa yang kauharapkan, apa yang kauminta dari Tuhan, bagaimana sikapmu terhadap Tuhan dan bagaimana sikapmu terhadap firman Tuhan ketika engkau berada di hadapan-Nya: semua hal ini sangat penting. Katakanlah pada-Ku—apakah mengadakan tanda-tanda dan mukjizat dapat menyempurnakan manusia? Misalnya, jika engkau mengalami kecelakaan lalu lintas dan Tuhan menyelamatkanmu, dapatkah itu menyempurnakanmu? Jika engkau mati seketika dan dibangkitkan, dapatkah itu menyempurnakanmu? Atau, jika dalam mimpimu engkau naik ke kerajaan surga dan bertemu Tuhan, dapatkah hal itu menyempurnakanmu? (Tidak.) Hal-hal ini tidak dapat menggantikan kebenaran. Jadi, pada tahap akhir pekerjaan terakhir, yaitu tahap pekerjaan saat pengelolaan Tuhan berakhir, Dia menggunakan firman untuk menyempurnakan manusia, untuk menyingkapkan manusia. Inilah kebenaran Tuhan. Jika engkau telah disempurnakan melalui firman Tuhan, tak seorang pun dapat mengeluh bahwa Dia telah menjaga engkau, dan Iblis tidak dapat menuduhmu karena engkau dijaga. Orang seperti inilah yang Tuhan inginkan. Tuhan telah membekali dengan begitu banyak firman, jadi jika pada akhirnya engkau tidak memperoleh apa pun, salah siapakah itu? (Kami sendiri.) Itu salahmu sendiri karena memilih jalan yang salah. Jalan mana yang ditempuh manusia sangatlah penting. Mengapa demikian? Karena itu menentukan tempat tujuan mereka. Itulah sebabnya engkau tidak perlu terus-menerus berusaha mencari tahu apakah nubuat-nubuat telah digenapi, apakah Tuhan telah mengadakan tanda-tanda dan mukjizat, kapan Tuhan akan benar-benar meninggalkan bumi, dan apakah engkau akan menyaksikannya ketika Dia benar-benar meninggalkan bumi. Mencari tahu hal itu tidak akan ada gunanya bagimu; itu tidak memengaruhi tempat tujuanmu atau penyempurnaanmu. Jadi, apa yang penting bagimu? (Jalan yang kutempuh dalam iman.) Jalan yang kautempuh memengaruhi apakah engkau dapat disempurnakan atau tidak. Kebenaran apakah yang paling harus kaumasuki dalam pengejaranmu untuk disempurnakan? Kebenaran tentang ketundukan kepada Tuhan. Ketundukan kepada Tuhan adalah kebenaran yang tertinggi, paling penting, dan pada esensinya, mengejar kebenaran sama dengan mengejar ketundukan kepada Tuhan. Engkau perlu mengejar ketundukan kepada Tuhan sepanjang hidupmu, dan jalan mengejar ketundukan kepada Tuhan ini adalah jalan mengejar kebenaran. Mengapa engkau perlu mengejar ketundukan kepada Tuhan sepanjang hidupmu? Karena proses mengejar ketundukan kepada Tuhan adalah proses untuk mengatasi watak yang rusak. Mengapa engkau perlu mengatasi watak yang rusak? Karena watak yang rusak bertentangan dengan Tuhan. Jika engkau hidup berdasarkan watak Iblis, esensimu adalah esensi Iblis, setan, dan mengejar ketundukan kepada Tuhan mengharuskanmu untuk menyelesaikan masalah watakmu yang rusak. Ini sangat penting! Selama engkau memiliki watak yang rusak dan selama masih ada sedikit saja yang belum diatasi, engkau akan bertentangan dengan Tuhan, engkau akan menjadi musuh Tuhan, dan tidak akan mampu tunduk kepada-Nya. Sejauh mana watakmu yang rusak teratasi menunjukkan sejauh mana engkau tunduk kepada Tuhan; persentase teratasinya watakmu yang rusak adalah persentase ketundukanmu kepada Tuhan.
Dalam pertemuan ini, kita belum membahas tentang mengenal Tuhan. Mengenal Tuhan dicapai secara bertahap melalui proses mengatasi watakmu yang rusak dan mengejar penyempurnaan agar mencapai ketundukan kepada Tuhan. Mengejar pengenalan tentang Tuhan itu sendiri akan menjadi pelajaran yang sangat mendalam, itulah sebabnya kita belum membahasnya. Pada saat ini, kita membahas tentang topik-topik yang berkaitan erat dengan penerapan, kehidupan, pengejaran, dan jalan yang ditempuh manusia. Dalam proses mencari cara untuk mengatasi watakmu yang rusak, engkau secara bertahap memahami Tuhan dan mengetahui maksud-Nya. Bukankah engkau lebih mengenal Tuhan ketika engkau mampu memahami maksud-Nya? (Ya.) Dengan demikian, engkau memiliki pengetahuan yang nyata tentang Tuhan. Mengapa engkau mampu mencapai ketundukan kepada Tuhan seraya engkau mengikuti-Nya? Karena engkau mengenal hati-Nya dan memahami maksud-Nya, engkau memahami standar dan prinsip apa yang Tuhan tuntut darimu, dan apa tujuan-Nya. Bukankah pemahaman ini mengandung beberapa pengetahuan tentang Tuhan? (Ya.) Hal ini dicapai secara bertahap, dan semuanya saling berkaitan. Engkau akan kesulitan jika engkau hanya mengejar pengetahuan tentang Tuhan. Engkau mungkin berkata, "Aku tidak akan melakukan apa pun selain mengejar pengetahuan tentang Tuhan, setiap harinya. Aku akan mencari tahu dari mana asalnya bunga, mengapa anak domba berlutut untuk mendapatkan susunya, sementara anak sapi tidak. Aku akan mempelajari semua ini dan aku akan mengenal Tuhan dengan cara ini." Dapatkah engkau mencapai pengenalan tentang Tuhan hanya dengan meneliti semua itu? Tentu saja tidak. Kebenaran tidak berasal dari penelitian, tetapi kebenaran hanya benar-benar dipahami melalui pengalaman. Penelitian tidak ada gunanya sama sekali. Engkau tahu bahwa segala sesuatu diciptakan oleh Tuhan, dan itu luar biasa, dan dengan demikian, engkau sudah sedikit mengenal Tuhan. Namun, engkau harus berfokus pada apa? Engkau harus mengejar kebenaran, mengatasi watakmu yang rusak, dan mencapai ketundukan kepada Tuhan. Dalam proses pengejaran ini, engkau akan menjawab banyak pertanyaan kecil sedikit demi sedikit, dan engkau akan menemukan jalan untuk melakukan penerapanmu dan jalan masukmu. Semakin tuntas watakmu yang rusak diatasi, semakin mudah bagimu untuk menerapkan kebenaran dan mencapai ketundukan kepada Tuhan. Begitu orang tidak lagi dikekang oleh watak mereka yang rusak, mereka benar-benar memperoleh kebebasan dan kelegaan, dan menerapkan kebenaran apa pun tidaklah berat, tetapi sangat mudah. Bukankah itu kebenaran yang menjadi kehidupan manusia?
1 Oktober 2017
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Konten Terkait
Firman Tuhan | "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" (Bagian Empat)
Beberapa materi dalam video ini berasal dari: 【All Bible quotations in this video are translated freely from English Bible.】...