Menyebarkan Injil adalah Tugas yang Wajib Semua Orang Percaya Laksanakan (Bagian Kelima)

Bagaimana cara agar engkau dapat melaksanakan tugas menyebarkan Injil dengan baik? Pertama-tama, engkau harus memahami berbagai kebenaran yang berkaitan dengan tugas menyebarkan Injil. Sebagai contoh, tentang definisi dan bagaimana menempatkan tugas menyebarkan Injil, serta sikap yang semestinya dimiliki, penderitaan yang sepantasnya ditanggung, harga yang semestinya dibayarkan, dan kebenaran yang semestinya diterapkan dan dimasuki saat melaksanakan tugas ini, jika kebenaran-kebenaran ini dipahami, akan mudah untuk melaksanakan tugas menyebarkan Injil dengan baik. Selain itu, di sisi negatifnya, pertanyaan tentang apa saja tindakan salah yang harus dihindari, apa saja tindakan yang tergolong sebagai niat baik manusia, dan apakah pemikiran serta tindakan orang pada akhirnya sesuai dengan prinsip-prinsip menyebarkan Injil atau tidak, semua ini harus direnungkan. Ini berarti setiap perilaku, setiap tindakan, setiap prinsip, dan setiap kesimpulan selama proses menyebarkan Injil harus diperiksa dengan jelas untuk melihat apakah pada akhirnya itu sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran atau tidak. Bertekunlah melakukan hanya hal-hal yang sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran. Hal-hal yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran harus ditinggalkan. Hanya dengan cara ini, hasil yang diperoleh dari pelaksanaan tugas menyebarkan Injil akan meningkat secara progresif. Selain itu, engkau harus bekerja sama secara harmonis, yang merupakan hal paling bermanfaat bagi pekerjaan penginjilan. Tanpa kerja sama yang harmonis, akan sulit untuk melakukan pekerjaan. Saudara-saudari harus saling bertoleransi dan bersabar serta saling mendukung. Agar dapat melaksanakan tugas mereka dengan baik, dibutuhkan kerja sama yang harmonis. Siapa pun yang mengatakan hal yang benar harus dipatuhi. Jangan selalu langsung menyimpulkan bahwa engkau benar dan orang lain salah. Engkau harus memutuskan segala hal berdasarkan firman Tuhan. Persekutukanlah kebenaran berdasarkan prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh rumah Tuhan untuk mencapai kesepakatan. Selain itu, selama proses bekerja sama untuk melaksanakan tugasmu, engkau harus belajar dari satu sama lain, membiarkan kelebihan satu orang melengkapi kekurangan yang lainnya, dan tidak bersikap terlalu keras terhadap orang lain. Selain itu, engkau harus memiliki kepedulian dan kehati-hatian serta mengandalkan kasih dalam caramu memperlakukan orang yang sedang menyelidiki jalan yang benar. Ini karena setiap orang yang sedang menyelidiki jalan yang benar adalah orang tidak percaya—bahkan orang-orang beragama di antara mereka kurang lebih adalah orang-orang tidak percaya—dan mereka semua rapuh: jika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan gagasan mereka, mereka cenderung akan menentangnya, dan jika ada frasa yang tidak sesuai dengan keinginan mereka, mereka cenderung akan menyanggahnya. Oleh karena itu, menyebarkan Injil kepada mereka membutuhkan toleransi dan kesabaran kita, membutuhkan kasih yang luar biasa dari pihak kita, dan membutuhkan beberapa metode dan pendekatan. Namun, yang sangat penting adalah membacakan firman Tuhan kepada mereka, menyampaikan kepada mereka seluruh kebenaran yang Tuhan nyatakan untuk menyelamatkan manusia, dan membiarkan mereka mendengar suara Tuhan serta firman yang diucapkan Sang Pencipta. Dengan cara ini, mereka akan mendapatkan manfaatnya. Prinsip terpenting dalam menyebarkan Injil adalah membiarkan mereka yang haus akan penampakan Tuhan dan mencintai kebenaran untuk membaca firman Tuhan dan mendengar suara Tuhan. Oleh karena itu, lebih sedikitlah mengucapkan perkataan manusia dan lebih banyaklah membacakan firman Tuhan kepada mereka. Setelah engkau selesai membaca, persekutukanlah kebenaran sehingga mereka mampu mendengar suara Tuhan dan memahami kebenaran sampai taraf tertentu. Dengan demikian, kemungkinan besar mereka akan kembali kepada Tuhan. Menyebarkan Injil adalah tanggung jawab dan kewajiban semua orang. Siapa pun yang diminta untuk melaksanakan kewajiban ini, mereka tidak boleh melalaikannya atau menggunakan dalih atau alasan apa pun untuk menolaknya. Ada orang-orang yang berkata, "Aku tidak pandai berbicara, aku tidak memahami Alkitab, dan aku juga masih sangat muda. Apa yang harus kulakukan jika aku menghadapi pencobaan ataupun bahaya?" Perkataan seperti ini salah. Menyebarkan Injil bukan berarti engkau ditugaskan untuk melakukan hal-hal yang berbahaya. Rumah Tuhan tidak akan mengizinkanmu pergi ke tempat di mana terdapat bahaya. Gereja mengikuti prinsip dalam menugaskan orang untuk menyebarkan Injil. Ini bukan tentang menyuruh orang mengambil risiko, melainkan tentang membuat pengaturan yang masuk akal berdasarkan kondisi, kualitas, dan kelebihan masing-masing orang. Saudara-saudari saling bekerja sama, dan pekerjaan akan diberikan kepada mereka yang cocok untuk melaksanakannya. Tidak dapat dikatakan bahwa tidak akan ada risiko sama sekali. Siapa pun yang hidup akan sesekali menghadapi bahaya. Jika Tuhan mengutusmu secara langsung, engkau wajib menerimanya, sekalipun itu berarti engkau akan menghadapi pencobaan, penderitaan, atau bahaya. Mengapa engkau harus menganggap dirimu wajib menerimanya? (Karena ini adalah tanggung jawab manusia.) Benar, hanya dengan cara inilah engkau benar-benar menjadikan penyebaran Injil sebagai tanggung jawab dan tugasmu. Ini adalah sikap yang sepatutnya manusia miliki. Ini adalah kebenaran, dan karena ini adalah kebenaran, manusia harus menerimanya, dan menerimanya tanpa keberatan. Jika pada suatu hari tidaklah tepat bagimu untuk melaksanakan tugas lain, atau jika orang-orang dibutuhkan untuk menyebarkan Injil, sehingga engkau ditugaskan untuk menyebarkan Injil, apa yang akan kaulakukan? Engkau harus menerimanya sebagai sesuatu yang wajib kaulakukan, tanpa perlu adanya pertentangan emosi, analisis, ataupun pemeriksaan. Ini adalah amanat Tuhan. Ini adalah tanggung jawabmu; ini adalah tugasmu. Engkau tidak berhak untuk memilah dan memilih. Karena engkau mengikuti Tuhan, engkau tidak berhak untuk menentukan pilihanmu sendiri. Mengapa engkau tidak boleh menentukan pilihan? Karena menyebarkan Injil adalah amanat Tuhan, dan seluruh umat pilihan Tuhan memiliki bagian dalam pekerjaan ini. Ada orang-orang yang berkata, "Usiaku sudah lebih dari 80 tahun, aku bahkan tidak bisa pergi keluar rumah. Mungkinkah Tuhan tetap memercayakan amanat ini kepadaku?" Ada yang berkata, "Aku baru berusia 18 atau 19 tahun, aku belum banyak melihat dunia ini, dan aku tidak tahu cara berinteraksi dengan orang-orang. Aku sangat pemalu dan takut berbicara di depan umum. Mungkinkah Tuhan tetap memercayakan tugas ini kepadaku?" Tuhan memberikan amanat ini kepadamu seperti apa pun keadaanmu. Berapa pun usiamu, engkau harus melakukan semua yang mampu kaulakukan untuk melaksanakan tugasmu menyebarkan Injil. Sebarkanlah Injil semaksimal mungkin dan kepada sebanyak mungkin orang. Apa pun tugas yang sekarang ini sedang kaulaksanakan, engkau harus melakukan apa pun yang mampu kaulakukan untuk menyebarkan Injil. Jika suatu hari nanti engkau mendapat kesempatan untuk menyebarkan Injil kepada seseorang, haruskah engkau melakukannya? (Ya.) Benar. Ada banyak orang yang memiliki tugas mereka sendiri, tetapi mereka mampu menyebarkan Injil selama waktu luang mereka dan bahkan memperoleh beberapa hasil. Tuhan berkenan akan hal ini. Jadi, setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menyebarkan Injil. Engkau tidak boleh menentukan pilihanmu sendiri atau melalaikan tanggung jawab ini, tetapi engkau harus bekerja sama dengan aktif dan sukarela. Jangan bersikap pasif atau negatif, jangan menolak, dan jangan mengarang alasan atau dalih apa pun agar tidak melaksanakan tugas ini. Ada orang-orang yang berkata, "Lingkungan tempatku berada terlalu berbahaya. Bolehkah aku tidak menyebarkan Injil?" Jika sekarang ini tingkat pertumbuhanmu masih rendah, jika ada orang lain yang menggantikanmu, dan engkau cocok untuk melaksanakan tugas lain, engkau boleh menukar tugas ini dengan tugas lainnya. Namun, apa yang harus kaulakukan jika engkaulah yang harus melaksanakan tugas ini? (Aku wajib menerimanya.) Benar. Engkau wajib menerimanya dan menerima bahwa tugas ini adalah dari Tuhan. Ini adalah tanggung jawab dan kewajiban setiap makhluk ciptaan. Ada orang-orang yang berkata, "Aku lemah secara fisik, jadi aku tidak sanggup menanggung kesukaran dengan pergi untuk menyebarkan Injil." Jika engkau tidak sanggup menanggung kesukaran yang besar ini, dapatkah engkau setidaknya menanggung kesukaran yang lebih kecil? Jika engkau sama sekali tidak sanggup menanggung kesukaran apa pun, bukankah engkau seharusnya menanggung kesukaran besar dari hukuman terhadapmu? Selama engkau hidup dan bernapas, engkau harus melaksanakan tugasmu, engkau harus menyebarkan Injil. Ini sepenuhnya wajar dan dapat dibenarkan. Jika engkau menolak tugasmu, tidak memberitakan Injil, dan memilih untuk menghindar serta melarikan diri dari tanggung jawabmu, ini bukanlah sikap yang semestinya manusia miliki, dan manusia tidak boleh bersikap menentang dan membela diri seperti ini. Orang harus siap untuk menjadikan penyebaran Injil sebagai kewajiban dan tugas mereka kapan pun dan di mana pun. Ada orang-orang yang berkata, "Aku telah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun, tetapi gereja tidak pernah menugaskanku untuk menyebarkan Injil." Apakah ini hal yang baik atau hal yang buruk? Ini bukan soal baik atau buruk. Mungkin Tuhan belum membutuhkanmu untuk menyebarkan Injil, tetapi Dia membutuhkanmu untuk melaksanakan tugas lainnya. Semua tugas adalah penting, jadi bagaimana seharusnya engkau memilih di antara tugas-tugas itu? Engkau harus tunduk pada pengaturan gereja, tanpa memiliki keinginan pribadi apa pun. Ketika Tuhan membutuhkanmu untuk menyebarkan Injil, Tuhan berkata, "Tidak tepat atau tidak penting bagimu untuk melaksanakan tugasmu saat ini. Tugas menyebarkan Injil lebih penting." Lalu, apa yang harus kaulakukan? Engkau harus menerimanya sebagai sesuatu yang wajib kaulaksanakan, tanpa menganalisis, menilai, atau memeriksa, dan terlebih lagi, tanpa menentang ataupun menolaknya. Inilah sikap yang benar yang harus makhluk ciptaan miliki terhadap Sang Pencipta. Jika orang memiliki sikap seperti ini, dapatkah dikatakan bahwa, dalam hal tertentu, hubungannya dengan Tuhan itu normal dan semestinya? Dalam hal apa hubungan antara manusia dan Tuhan diwujudkan? Itu diwujudkan dalam caramu memperlakukan hal-hal yang Tuhan perintahkan untuk kaulakukan. Jika Tuhan memercayakan sesuatu untuk kaulakukan dan engkau mempertimbangkan serta merenungkan hal itu, dengan bertanya, "Mengapa Engkau menginginkanku melakukan hal ini? Apakah ini akan bermanfaat bagiku?" Jika engkau bisa berpikir seperti ini, berarti hubunganmu dengan Tuhan tidak normal, dan engkau telah gagal untuk tunduk kepada Tuhan. Jika engkau berkata, "Ini adalah hal penting yang telah Tuhan perintahkan untuk kulakukan. Aku tidak boleh sembarangan mengenai apa yang Tuhan perintahkan untuk kulakukan. Aku harus melaksanakannya dengan sungguh-sungguh. Apa pun yang Tuhan minta untuk kulakukan, apa pun yang Tuhan percayakan kepadaku, itu adalah tugasku. Aku akan mendengarkan Tuhan dan melakukan apa pun yang Tuhan atur. Aku tidak boleh menolaknya. Jika aku tidak mampu tetap teguh dalam tugasku, jika aku menolak, jika aku tidak menganggapnya serius, jika aku tidak menyelesaikannya dengan baik, itu berarti mengkhianati Tuhan." Artinya, engkau memiliki nalar yang semestinya makhluk ciptaan miliki dan telah memiliki sikap yang benar yang seharusnya makhluk ciptaan miliki terhadap tugasnya. Jika engkau tahu betul bahwa itu adalah amanat Tuhan, tetapi engkau tetap tidak mau menerimanya dan membenarkan diri atas kelalaianmu terhadap tugasmu ini, berarti natur dari masalah ini serius. Ini bukan hanya memberontak terhadap Tuhan, melainkan juga mengkhianati Tuhan. Jika engkau percaya kepada Tuhan, engkau harus memiliki pendirian dan status sebagai makhluk ciptaan, serta menerima dan tunduk pada amanat Sang Pencipta. Inilah sikap yang benar. Jika engkau tidak memiliki sikap yang benar terhadap tugasmu, natur dari masalah ini sangat serius. Jika engkau baru saja mulai percaya dan tidak memahami kebenaran, tidaklah perlu untuk bersikap serius terhadapmu. Jika engkau sudah beberapa tahun percaya kepada Tuhan dan memahami beberapa kebenaran, tetapi masih bisa menolak amanat Tuhan, jika engkau tidak menyebarkan Injil, dan tetap asal-asalan ketika melaksanakan tugasmu, apa natur dari masalah ini? Ini bukan hanya memperlihatkan tidak adanya hati nurani dan nalar, melainkan yang terpenting, ini juga merupakan pemberontakan dan penentangan terhadap Tuhan, ini berarti mengkhianati Tuhan. Dapat dikatakan bahwa ini adalah ketidaktaatan besar. Mengatakan seperti ini tidaklah berlebihan. Orang yang seperti ini tidak layak disebut manusia dan pasti akan mendapat hukuman. Karena engkau mengakui bahwa engkau adalah makhluk ciptaan, apa nalar yang semestinya makhluk ciptaan miliki? Melakukan apa pun yang Sang Pencipta perintahkan untuk kaulakukan, dan tunduk pada semua pengaturan Sang Pencipta. Ini adalah hati nurani dan nalar yang semestinya manusia miliki. Mereka yang memahami kebenaran bahkan lebih diharapkan untuk tunduk sepenuhnya pada pengaturan dan penataan Tuhan. Mereka tidak boleh memberontak sama sekali.

Kebenaran tentang penyebarluasan Injil berkaitan dengan banyak orang. Penyebarluasan Injil seharusnya melibatkan semua orang. Awalnya, ada orang-orang yang, ketika mendengar persekutuan tentang aspek kebenaran ini, menganggap bahwa penyebarluasan Injil tidak ada kaitannya dengan mereka. Namun sekarang ini, semua orang harus memiliki sikap yang menerima terhadap tugas menyebarluaskan Injil, dan semua orang harus memiliki pemahaman akan aspek kebenaran ini. Mereka juga harus memiliki definisi yang akurat tentang tugas ini. Jadi, pada posisi apakah orang harus menempatkan diri mereka? (Pada posisi sebagai makhluk ciptaan.) Engkau adalah makhluk ciptaan, jadi apakah prioritas utama dari makhluk ciptaan? (Tunduk kepada Sang Pencipta.) Apa wujud nyata utama ketundukanmu kepada Sang Pencipta? (Melaksanakan tugas kami sebagai makhluk ciptaan.) Jadi, apa tugas utama yang harus dilakukan oleh makhluk ciptaan? (Menyebarluaskan Injil dan bersaksi bagi Tuhan.) Benar. Itulah jawaban yang Kucari. Engkau semua telah menempuh jalan yang sangat berliku sebelum akhirnya memberikan jawaban yang benar. Prioritas utama setiap makhluk ciptaan adalah menyebarluaskan Injil, bersaksi bagi Tuhan dan menyebarluaskan pekerjaan Tuhan ke seluruh dunia dan sampai ke ujung bumi. Ini adalah tanggung jawab dan kewajiban semua orang yang menerima Injil Tuhan. Itu adalah sesuatu yang sudah menjadi kewajiban mereka. Mungkin saat ini engkau tidak sedang melaksanakan tugas ini, atau mungkin tugas ini jauh darimu, atau engkau tidak pernah berpikir bahwa ini adalah tugas yang harus kaulaksanakan. Namun, engkau harus tahu di dalam hatimu: tugas ini ada kaitannya dengan dirimu. Ini bukan saja tanggung jawab orang lain, ini juga adalah tanggung jawab dan tugasmu. Hanya karena saat ini engkau tidak ditugaskan untuk melaksanakan tugas ini, bukan berarti tugas ini tidak ada kaitannya dengan dirimu, bahwa ini bukan tugas yang harus kaulaksanakan, atau Tuhan tidak memercayakanmu untuk melaksanakan tugas ini. Jika pemahamanmu mampu mencapai taraf ini, bukankah itu berarti cara pandang yang kauyakini dalam hatimu tentang tugas penyebarluasan Injil sudah sesuai dengan kebenaran dan maksud Tuhan? Setelah pemahamanmu mencapai taraf ini, suatu hari, setelah engkau semua menyelesaikan semua pekerjaan yang menjadi tanggung jawabmu, Tuhan akan mengeluarkan perintah untuk menyebarkanmu dan menyalurkanmu ke mana-mana, bahkan ke beberapa tempat yang menurutmu paling aneh, paling tidak menyenangkan, dan paling sulit. Lalu, apa yang akan kaulakukan? (Kami akan menerimanya sebagai kewajiban kami.) Itulah yang engkau semua katakan sekarang, tetapi ketika saatnya tiba, air mata mungkin akan memenuhi matamu. Jadi, engkau semua harus mempersiapkan diri dengan cara seperti ini: engkau harus memiliki pemahaman ini, "Ini adalah zaman di mana aku dilahirkan. Aku beruntung telah menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman dan beruntung bisa mengambil bagian dalam pekerjaan yang merupakan rencana pengelolaan Tuhan. Oleh karena itu, nilai dan makna penting hidupku seharusnya adalah mendedikasikan seluruh tenagaku untuk perluasan pekerjaan penginjilan Tuhan. Aku tidak akan memikirkan hal lainnya." Apakah engkau semua memiliki tekad ini? (Ya.) Engkau seharusnya memiliki tekad ini dan telah membuat persiapan serta rencana ini. Hanya dengan cara inilah engkau dapat menjadi makhluk ciptaan sejati, makhluk ciptaan yang dikasihi oleh Tuhan dan layak bagi-Nya. Ada orang-orang yang berkata, "Aku belum siap, dan aku selalu takut jika diminta untuk mengabarkan Injil sekarang." Jangan takut, Tuhan tidak akan memaksamu untuk melakukannya sebelum engkau siap. Dan jika engkau berkata sudah siap, Tuhan mungkin saja belum akan memakaimu. Jadi, kapan engkau akan dipakai oleh-Nya? Itu terserah Tuhan, jadi engkau tidak perlu mengkhawatirkan hal itu. Ketika Tuhan ingin memakaimu, Dia akan mempersiapkan segala sesuatunya. Setelah engkau memiliki tingkat pertumbuhan dan pengalaman yang dibutuhkan serta memenuhi semua persyaratan lain yang diperlukan, Dia mungkin akan mengaturmu untuk mengabarkan Injil di berbagai tempat. Ketika saat itu tiba, dapatkah engkau disebut sebagai utusan Injil? (Tidak.) Mereka yang melaksanakan tugas ini tidak dapat disebut sebagai utusan Injil. Ini tidak akan pernah berubah. Apa sebutan untuk orang-orang semacam itu? (Orang yang menyebarluaskan Injil.) Itu lebih akurat. Apa pun sebutan untuk mereka, tugas inilah yang mereka laksanakan. Ini adalah kebenaran dan itu tidak akan pernah berubah. Jika sebutannya berubah dan identitas orang-orang ini berubah, maka esensi pekerjaan itu akan berubah. Setelah esensi pekerjaan itu berubah, pekerjaan itu akan menyimpang dari jalan kebenaran. Begitu pekerjaan itu menyimpang dari jalan kebenaran, itu akan menjadi aktivitas agamawi. Jika demikian, orang-orang akan makin menyimpang jauh dari jalan keselamatan, pergi ke selatan padahal mereka bermaksud pergi ke utara. Oleh karena itu, jangan pernah menempuh jalan yang salah. Kapan pun ketika mereka yang menyebarluaskan Injil diutus dan dikirim ke berbagai tempat, mereka tidak melakukan apa pun selain melaksanakan tugas mereka untuk menyebarkan Injil. Mereka bukan saksi, mereka bukan pemberita Injil, apalagi utusan Injil. Ini adalah kebenaran yang kekal dan tidak berubah.

Setelah mendengar apa yang Kufirmankan sejauh ini, sebagian besar orang pasti akan merasa hati mereka dicerahkan, dan banyak di antara mereka yang sudah tidak sabar lagi, berpikir dengan penuh harap, "Bagus sekali, masa depan terlihat sangat menjanjikan! Jalan yang telah Tuhan persiapkan bagi kita begitu terang!" Ini belum tentu demikian. Tuhan punya rencana bagi masing-masing pengikut-Nya. Masing-masing dari mereka akan mengalami lingkungan tertentu yang Tuhan persiapkan bagi manusia, yang di dalamnya mereka melaksanakan tugas mereka, dan mereka dapat menikmati kasih karunia dan kebaikan yang Tuhan karuniakan untuk manusia nikmati. Manusia juga mengalami keadaan-keadaan khusus, yang Tuhan aturkan baginya, dan ada banyak penderitaan yang harus dialaminya—bukan keadaan yang mudah dan tanpa masalah seperti yang manusia bayangkan. Selain itu, jika engkau mengakui bahwa engkau adalah makhluk ciptaan, engkau harus mempersiapkan dirimu untuk menderita dan membayar harga demi memenuhi tanggung jawabmu mengabarkan Injil dan demi melaksanakan tugasmu dengan benar. Harganya mungkin engkau akan menderita penyakit atau kesukaran jasmani, atau menderita penganiayaan si naga merah yang sangat besar atau kesalahpahaman orang-orang dunia terhadapmu, serta berbagai kesengsaraan yang orang alami ketika mengabarkan Injil: dikhianati, dipukul dan dicaci, dikutuk—bahkan diserang dan berada dalam bahaya maut. Mungkin saja, selama proses mengabarkan Injil, engkau akan mati sebelum pekerjaan Tuhan selesai, dan engkau tidak akan hidup untuk melihat hari kemuliaan Tuhan. Engkau harus siap untuk ini. Ini tidak dimaksudkan untuk menakut-nakutimu; ini adalah kenyataannya. Jadi, setelah Aku menjelaskan hal ini, dan setelah engkau memahaminya, jika engkau semua masih memiliki aspirasi ini, dan yakin aspirasimu itu tidak akan berubah, dan engkau akan tetap setia sampai mati, ini membuktikan bahwa engkau semua memiliki tingkat pertumbuhan tertentu. Jangan mengira bahwa mengabarkan Injil di negara-negara lain yang menjamin kebebasan beragama dan hak asasi manusia, engkau akan terbebas dari bahaya dan semua yang kaulakukan akan berjalan lancar, semuanya akan diberkati oleh Tuhan dan disertai dengan kuasa dan otoritas-Nya yang besar. Ini adalah hal-hal yang ada dalam gagasan dan imajinasi manusia. Orang-orang Farisi juga percaya kepada Tuhan, tetapi mereka menangkap Tuhan yang berinkarnasi dan menyalibkan-Nya. Jadi, hal-hal buruk apa yang mampu dilakukan oleh dunia keagamaan sekarang ini terhadap Tuhan yang berinkarnasi? Mereka telah melakukan sangat banyak hal buruk—mengkritik Tuhan, mengutuk Tuhan, menghujat Tuhan—mereka mampu melakukan segala macam hal buruk. Jangan lupa bahwa mereka yang menangkap Tuhan Yesus dan menyalibkan-Nya adalah orang-orang percaya. Hanya merekalah yang punya kesempatan untuk melakukan hal semacam itu. Orang-orang tidak percaya tidak peduli akan hal-hal itu. Orang-orang percaya inilah yang bersekongkol dengan pemerintah untuk menangkap Tuhan Yesus dan menyalibkan-Nya. Selain itu, bagaimanakah kematian para murid Tuhan Yesus? Di antara para murid, ada yang dirajam, diseret di belakang kuda, disalibkan terbalik, dikoyak-koyakkan oleh lima ekor kuda—berbagai jenis kematian menimpa mereka. Apakah alasan kematian mereka? Apakah mereka dihukum mati secara sah karena kejahatan mereka? Tidak. Mereka mengabarkan Injil Tuhan, tetapi orang-orang dunia tidak menerimanya, sebaliknya mereka justru mengutuk, memukul, memaki, bahkan membunuh mereka—dengan cara seperti itulah mereka menjadi martir. Mari kita tidak usah membicarakan kesudahan akhir dari para martir itu, atau definisi Tuhan tentang perilaku mereka, tetapi tanyakanlah ini: ketika mereka tiba pada akhir hidup mereka, apakah cara mereka sampai pada akhir hidup mereka sesuai dengan gagasan manusia? (Tidak.) Dari sudut pandang gagasan manusia, mereka sudah membayar harga sebesar itu untuk menyebarluaskan pekerjaan Tuhan, tetapi mereka pada akhirnya dibunuh oleh Iblis. Ini tidak sesuai dengan gagasan manusia, tetapi inilah justru yang terjadi pada mereka. Inilah yang Tuhan izinkan terjadi. Kebenaran apa yang bisa dicari dalam hal ini? Apakah Tuhan membiarkan mereka mati dengan cara ini adalah kutukan dan hukuman-Nya, atau apakah ini adalah rencana dan berkat-Nya? Bukan keduanya. Apakah itu? Kini orang-orang merenungkan kematian para martir itu dengan penuh kesedihan, tetapi memang itulah yang terjadi. Orang-orang yang percaya kepada Tuhan mati dengan cara seperti itu, bagaimana ini bisa dijelaskan? Saat kita membahas topik ini, kau menempatkan dirimu pada posisi mereka, lalu apakah hatimu terasa sedih dan apakah engkau merasakan sakit yang tersembunyi? Engkau berpikir, "Orang-orang ini melaksanakan tugas mereka untuk mengabarkan Injil Tuhan dan seharusnya dianggap sebagai orang-orang baik, jadi bagaimana mereka bisa berakhir seperti itu dan mengalami kesudahan seperti itu?" Sesungguhnya, begitulah tubuh mereka mati dan meninggal; itu adalah cara mereka meninggalkan dunia manusia, tetapi bukan berarti kesudahan mereka sama. Bagaimanapun proses kematian dan kepergian mereka, bagaimanapun itu terjadi, itu bukanlah cara Tuhan menentukan kesudahan akhir dari hidup mereka, kesudahan akhir dari makhluk ciptaan tersebut. Ini adalah sesuatu yang harus kaulihat dengan jelas. Sebaliknya, mereka justru menggunakan cara-cara itu untuk mengutuk dunia ini dan untuk bersaksi tentang perbuatan-perbuatan Tuhan. Makhluk ciptaan ini menggunakan hidup mereka yang paling berharga—mereka menggunakan saat-saat terakhir hidup mereka untuk bersaksi tentang perbuatan-perbuatan Tuhan, untuk bersaksi tentang kuasa Tuhan yang besar, dan untuk menyatakan kepada Iblis dan dunia bahwa perbuatan-perbuatan Tuhan benar, bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan, bahwa Dia adalah Tuhan, dan daging inkarnasi Tuhan. Bahkan hingga di saat terakhir hidup mereka, mereka tidak pernah menyangkal nama Tuhan Yesus. Bukankah ini suatu bentuk penghakiman terhadap dunia ini? Mereka menggunakan nyawa mereka untuk menyatakan kepada dunia, untuk menegaskan kepada manusia bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan, bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus, bahwa Dia adalah daging inkarnasi Tuhan, bahwa pekerjaan penebusan seluruh umat manusia yang Dia lakukan memungkinkan manusia ini untuk terus hidup—fakta ini tidak akan berubah selamanya. Mengenai mereka yang menjadi martir karena mengabarkan Injil Tuhan Yesus, sampai sejauh mana mereka melaksanakan tugas mereka? Apakah sampai ke taraf tertinggi? Bagaimana taraf tertinggi itu diwujudkan? (Mereka mempersembahkan nyawa mereka.) Benar, mereka membayar harga dengan nyawa mereka. Keluarga, kekayaan, dan hal-hal materiel dari kehidupan ini semuanya adalah hal-hal lahiriah; satu-satunya hal yang berkaitan dengan diri mereka adalah nyawa mereka. Bagi setiap orang yang hidup, nyawa adalah hal yang paling bernilai untuk dihargai, hal yang paling berharga dan, yang terjadi adalah, orang-orang ini mampu mempersembahkan milik mereka yang paling berharga—nyawa—sebagai penegasan dan kesaksian tentang kasih Tuhan bagi manusia. Hingga saat wafatnya, mereka tidak menyangkal nama Tuhan, juga tidak menyangkal pekerjaan Tuhan, dan mereka menggunakan saat terakhir hidup mereka untuk bersaksi tentang keberadaan fakta ini—bukankah ini bentuk kesaksian tertinggi? Inilah cara terbaik orang dalam melaksanakan tugasnya; inilah yang artinya orang memenuhi tanggung jawabnya. Ketika Iblis mengancam dan meneror mereka, dan, pada akhirnya, bahkan ketika Iblis membuat mereka harus membayar harga dengan nyawa mereka, mereka tidak meninggalkan tanggung jawab mereka. Ini artinya orang memenuhi tugasnya hingga taraf tertinggi. Apakah yang Kumaksud dengan ini? Apakah yang Kumaksudkan adalah agar engkau semua menggunakan metode yang sama untuk bersaksi tentang Tuhan dan mengabarkan Injil-Nya? Engkau tidak perlu melakukan hal yang seperti itu, tetapi engkau harus memahami bahwa ini adalah tanggung jawabmu, bahwa jika Tuhan memintamu untuk melakukannya, engkau harus menerimanya sebagai suatu kehormatan. Orang-orang sekarang ini memiliki ketakutan dan kekhawatiran dalam diri mereka, tetapi apa gunanya perasaan-perasaan itu? Jika Tuhan tidak memintamu untuk melakukan hal ini, apa gunanya mengkhawatirkannya? Jika Tuhan memintamu untuk melakukannya, janganlah engkau menghindari tanggung jawab ini atau menolak untuk melakukannya. Engkau harus bekerja sama secara proaktif dan menerimanya tanpa merasa khawatir. Bagaimanapun cara orang mati, mereka tidak boleh mati di hadapan Iblis, dan tidak boleh mati di tangan Iblis. Jika orang akan mati, mereka harus mati di tangan Tuhan. Manusia berasal dari Tuhan, dan kepada Tuhan-lah mereka kembali—itulah nalar dan sikap yang harus dimiliki oleh makhluk ciptaan. Ini adalah kebenaran utama yang harus orang pahami dalam mengabarkan Injil dan melaksanakan tugas mereka—orang harus membayar harga dengan nyawa mereka untuk mengabarkan dan bersaksi tentang Injil Tuhan yang berinkarnasi yang melakukan pekerjaan-Nya dan menyelamatkan manusia. Jika engkau memiliki aspirasi ini, jika engkau memberikan kesaksianmu dengan cara seperti ini, itu sangat baik. Jika engkau masih belum memiliki aspirasi seperti itu, setidaknya engkau harus melaksanakan tanggung jawab dan tugas yang ada di hadapanmu dengan benar, memercayakan sisanya kepada Tuhan. Mungkin kemudian, seiring berlalunya bulan dan tahun, seiring bertambahnya pengalaman serta usiamu, dan dengan makin mendalamnya pemahamanmu tentang kebenaran, engkau akan menyadari bahwa engkau memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk mempersembahkan hidupmu bagi pekerjaan Injil Tuhan, bahkan sampai saat terakhir hidupmu.

Sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai membahas topik-topik ini karena penyebarluasan Injil Kerajaan telah dimulai. Sebelumnya, pada Zaman Hukum Taurat dan Zaman Kasih Karunia, banyak nabi dan orang kudus zaman dahulu mempersembahkan nyawa mereka untuk menyebarluaskan Injil, jadi mereka yang lahir pada akhir zaman juga dapat mempersembahkan nyawa mereka untuk tujuan ini. Ini bukan sesuatu yang baru atau tiba-tiba, dan terlebih lagi, ini bukan tuntutan yang berlebihan. Inilah yang harus dilakukan makhluk ciptaan dan merupakan tugas yang harus mereka laksanakan. Ini adalah kebenaran; ini adalah kebenaran tertinggi. Jika yang kaulakukan hanyalah meneriakkan slogan tentang apa yang ingin kaulakukan bagi Tuhan, tentang bagaimana engkau ingin melaksanakan tugasmu, dan seberapa banyak engkau ingin mengorbankan dan mengerahkan diri bagi Tuhan, itu tidak ada gunanya. Ketika kenyataan benar-benar kaualami, ketika engkau diminta untuk mengorbankan nyawamu, apakah engkau mengeluh pada saat-saat terakhir, apakah engkau rela, dan apakah engkau benar-benar tunduk; ini adalah ujian dalam hal tingkat pertumbuhanmu. Jika pada saat nyawamu akan diambil darimu, engkau merasa tenang, rela, dan tunduk tanpa mengeluh, jika engkau merasa telah memenuhi tanggung jawab, kewajiban, dan tugasmu sampai akhir, jika hatimu bersukacita dan tenang—jika engkau mati dengan cara seperti ini, maka di mata Tuhan, engkau sama sekali belum mati. Sebaliknya, engkau hidup di alam lain dan dalam wujud yang lain. Engkau hanya hidup dengan cara yang berbeda. Engkau tidak benar-benar mati. Di mata manusia, "Orang ini meninggal pada usia yang sangat muda, sungguh menyedihkan!" Namun, di mata Tuhan, engkau belum mati atau pergi untuk menderita. Melainkan, engkau telah pergi untuk menikmati berkat dan menjadi makin dekat dengan Tuhan. Karena, sebagai makhluk ciptaan, engkau telah memenuhi standar dalam pelaksanaan tugasmu di mata Tuhan, engkau telah menyelesaikan tugasmu, Tuhan tidak lagi membutuhkanmu untuk melaksanakan tugas ini di antara jajaran makhluk ciptaan. Bagi Tuhan, "kepergianmu" bukan disebut "pergi", tetapi engkau "diambil", "dibawa pergi", atau "dituntun pergi", dan itu adalah hal yang baik. Apakah engkau semua ingin dituntun pergi oleh Tuhan? (Kami menginginkannya.) Jangan menginginkannya. Dalam hidup ini, ada banyak hal yang tidak dipahami manusia. Jangan terburu-buru untuk sampai pada tahap ini. Sebelum hari itu tiba, engkau harus berusaha memahami lebih banyak kebenaran dan mengenal lebih banyak tentang Sang Pencipta. Jangan meninggalkan penyesalan apa pun. Mengapa Kukatakan jangan meninggalkan penyesalan apa pun? Dalam hidup ini, orang benar-benar hanya memiliki waktu yang terbatas untuk beralih dari memahami sesuatu hingga memiliki kesempatan ini, memiliki kualitas ini, dan memenuhi syarat untuk berdialog dengan Sang Pencipta, sehingga mereka benar-benar memperoleh pemahaman, pengetahuan, dan rasa takut akan Sang Pencipta, dan menempuh jalan takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Jika sekarang engkau ingin agar Tuhan segera mengangkatmu, berarti engkau tidak bertanggung jawab atas hidupmu sendiri. Jika engkau ingin bertanggung jawab, engkau harus bekerja lebih keras untuk memperlengkapi dirimu dengan kebenaran, makin sering merenungkan dirimu sendiri ketika sesuatu terjadi padamu, dan dengan segera melengkapi kekuranganmu sendiri. Engkau harus mulai menerapkan kebenaran, bertindak berdasarkan prinsip, masuk ke dalam kenyataan kebenaran, lebih mengenal Tuhan, mampu mengerti dan memahami maksud Tuhan, dan tidak menjalani hidupmu dengan sia-sia. Engkau harus mengetahui di mana Sang Pencipta berada, apa maksud Sang Pencipta, dan bagaimana Sang Pencipta mengungkapkan sukacita, kemarahan, kesedihan, dan kebahagiaan—meskipun engkau tidak mampu memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam atau pemahaman yang lengkap, setidaknya engkau harus memiliki pemahaman mendasar tentang Tuhan, tidak pernah mengkhianati Tuhan, pada dasarnya mampu menjadi sesuai dengan Tuhan, menunjukkan perhatianmu kepada Tuhan, mampu memberikan penghiburan dasar kepada Tuhan, dan melakukan apa yang seharusnya dan pada dasarnya mampu dilakukan dan dicapai oleh makhluk ciptaan. Ini bukanlah hal yang mudah. Dalam proses melaksanakan tugas mereka, orang mampu secara berangsur-angsur mengenal diri mereka sendiri, dan dengan demikian mengenal Tuhan. Proses ini sebenarnya merupakan interaksi antara Sang Pencipta dan makhluk ciptaan, dan seharusnya menjadi proses yang layak diingat orang di sepanjang hidup mereka. Proses ini adalah sesuatu yang seharusnya mampu orang nikmati, bukan proses yang menyakitkan dan sulit. Oleh karena itu, orang seharusnya menghargai siang dan malam, tahun dan bulan yang mereka habiskan ketika melaksanakan tugas mereka. Mereka seharusnya menghargai fase kehidupan ini dan tidak boleh menganggapnya sebagai penghalang atau beban. Mereka seharusnya menikmati dan memperoleh pengetahuan berdasarkan pengalaman pada tahap kehidupan mereka ini. Setelah itu, mereka akan memahami kebenaran dan hidup dalam keserupaan dengan manusia, memiliki hati yang takut akan Tuhan, dan makin sedikit melakukan kejahatan. Engkau memahami banyak kebenaran, engkau tidak melakukan hal-hal yang mendukakan Tuhan atau yang membuat Dia muak. Ketika engkau datang ke hadapan Tuhan, engkau merasa bahwa Tuhan tidak lagi membencimu. Betapa indahnya! Setelah orang mencapai titik ini, bukankah mereka akan merasa tenang meskipun mereka harus mati? Jadi, mengapa ada orang-orang yang ingin mati sekarang? Mereka hanya ingin melarikan diri dan tidak mau menderita. Mereka hanya ingin segera mengakhiri hidup ini, agar bisa pergi dan menyerahkan diri mereka secara resmi kepada Tuhan. Engkau ingin menyerahkan dirimu kepada Tuhan, tetapi Tuhan belum menginginkanmu. Mengapa engkau menyerahkan dirimu kepada Tuhan padahal Dia belum memanggilmu? Jangan menyerahkan dirimu kepada-Nya sebelum tiba waktumu. Ini bukanlah hal yang baik. Jika engkau menjalani kehidupan yang bermakna dan berharga dan kemudian Tuhan mengangkatmu, itu adalah hal yang indah!

Apakah engkau semua memahami apa yang telah kita bahas hari ini? Kuharap firman ini tidak menambah bebanmu, dan kuharap isi persekutuan hari ini tidak membuatmu takut. Sebaliknya, Aku berharap persekutuan ini memampukanmu untuk memahami beberapa kebenaran yang seharusnya kaupahami, sehingga engkau akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang hal kepercayaan kepada Tuhan, dan merasa lebih tenang dan lebih jelas tentang hal itu. Apakah firman-Ku sudah mencapai efek ini? (Sudah.) Jelaskan kepada-Ku. (Dahulu, aku tidak benar-benar menjadikan pengabaran Injil sebagai tugasku. Aku menyimpan banyak pandangan yang keliru dalam hatiku. Aku menganggap bahwa aku akan ditugaskan untuk mengabarkan Injil hanya jika aku melaksanakan tugas-tugasku yang lain dengan buruk. Bagiku, tampaknya mengabarkan Injil adalah tugas terburuk, dan aku tidak benar-benar menganggap pengabaran Injil sebagai tugas yang Tuhan percayakan kepada manusia. Hari ini, persekutuan Tuhan memberi tahu kami bahwa mengabarkan Injil dan bersaksi bagi Tuhan adalah tanggung jawab manusia dan orang harus merasa bahwa sudah menjadi kewajiban mereka untuk pergi dan memenuhi tanggung jawab ini. Setelah menyadari hal ini, barulah aku merasa bahwa pandanganku sangat tidak masuk akal, dan bahwa itu telah membuatku tidak benar-benar ingin melaksanakan tugas mengabarkan Injil dengan baik. Mendengarkan persekutuan Tuhan hari ini telah mengubah pandanganku.) Bagus sekali. Ada lagi yang ingin berbicara? (Dahulu aku menganggap bahwa aku hanyalah makhluk ciptaan kecil, dan aku tidak menganggap serius pelaksanaan tugasku. Aku merasa bahwa tugasku tidak penting dan tidak layak untuk diperhatikan. Namun, hari ini, aku mendengar Tuhan berkata bahwa tugas yang dilaksanakan oleh setiap orang yang telah ditentukan-Nya dari semula telah ditetapkan oleh-Nya, dan semua itu telah direncanakan dan diatur dengan matang oleh-Nya. Jika orang tidak melaksanakan tugas mereka dengan setia, itu berarti mereka sedang menghindari tanggung jawab dan kewajiban mereka. Khususnya, ketika kudengar dalam persekutuan Tuhan bahwa mengabarkan Injil dan bersaksi bagi Tuhan adalah amanat yang Tuhan percayakan kepada semua orang dan tanggung jawab makhluk ciptaan, perkataan itu memberiku iman yang besar dan tekad yang sangat kuat untuk menempuh jalan yang telah Tuhan tetapkan. Aku ingin bertanggung jawab atas hidupku, melaksanakan tugasku dengan baik, dan menyelesaikan misiku. Baru setelah itulah aku akan mampu sedikit menghiburkan hati Tuhan. Setelah mendengarkan persekutuan Tuhan, hatiku sangat terharu. Aku merasa aku tidak boleh lagi meremehkan amanat yang Tuhan berikan kepadaku.) Bagus sekali. Semua orang merasakan hal yang sama, bukan? (Ya.) Seperti yang kaulihat, jika orang tidak memahami kebenaran, mereka akan menjadi bingung dan bahkan mengabaikan hal besar seperti mengabarkan Injil. Namun, ketika kebenaran dipersekutukan dengan jelas, orang-orang menyadari pentingnya hal ini, mulai mengetahui posisi mereka sendiri, dan mengetahui nilai dari hidup mereka sendiri. Apakah ini berarti mereka memiliki arah? (Ya.) Kebenaran mampu mengubah hati orang. Selain kebenaran, adakah teori apa pun yang mampu menyentuh hatimu dan mengubah pandanganmu? Tidak ada, hanya jalan kebenaran yang mampu mengubah pandanganmu. Mengapa jalan kebenaran mampu mengubah pandanganmu? Itu karena kebenaran-kebenaran ini begitu nyata sehingga tak seorang pun dapat membantahnya. Kebenaran-kebenaran ini berkaitan dengan kehidupan manusia dan misi hidup manusia. Kebenaran ini berkaitan erat dengan manusia dan relevan bagi mereka. Kebenaran bukanlah sesuatu yang remeh, tetapi berkaitan dengan misi hidup manusia serta nilai dan makna hidup. Oleh karena itu, jika diucapkan dengan jelas, firman ini mampu mengubah hati manusia sehingga mereka akan menerima firman ini dan mengubah pandangan mereka. Persekutuan hari ini seharusnya telah memainkan peran tertentu dalam mengubah sikap orang terhadap tugas mereka. Jika kebenaran-kebenaran ini mampu mengubah hidup orang, cara mereka hidup, dan arah yang mereka tempuh dalam pengejaran mereka, itu tentu saja hal yang luar biasa. Itu berarti Aku tidak mengucapkan firman ini dengan sia-sia hari ini. Sekarang setelah Aku menyelesaikan persekutuan-Ku tentang kebenaran-kebenaran ini, engkau semua harus menerapkan, mengalami, dan mencernanya secara perlahan-lahan dalam kehidupanmu sehari-hari. Setelah kebenaran ini menjadi kenyataan dan hidupmu, Tuhan tidak akan menghapus sebutanmu sebagai makhluk ciptaan dan engkau akan benar-benar memetik pelajaran. Pada saat itu, jika Tuhan benar-benar memintamu untuk mempersembahkan hidupmu dan memakai hidupmu untuk menjadi saksi tentang perbuatan-Nya dan memberi kesaksian tentang Injil-Nya, engkau akan terbebas dari kekhawatiran dan ketakutan, dan engkau pasti tidak akan menolak. Engkau akan menerimanya dengan senang hati. Karena ini adalah amanat yang dipercayakan kepadamu oleh Sang Pencipta, engkau harus menerima bahwa amanat ini adalah dari Tuhan. Oleh karena itu, untuk menantikan dan menyambut hari itu, selain harus mampu memahami kebenaran ini, kini orang harus bekerja keras untuk memperlengkapi diri mereka dengan firman Tuhan dan memperoleh pengetahuan yang lebih banyak dan lebih dalam tentang pekerjaan Tuhan dan watak Tuhan. Inilah yang terpenting.

25 Desember 2018

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Hubungi kami via WhatsApp