Makna Penting Doa dan Penerapannya (Bagian Dua)
Alkitab telah mencatat doa-doa dari banyak orang, yang dalam doa-doanya tidak menentukan keputusan mereka sendiri. Sebaliknya, mereka menggunakan doa untuk mencari dan memahami maksud-maksud Tuhan, dan membiarkan Roh Kuduslah yang mengambil keputusan. Sebagai contoh, orang Israel menyerang Kota Yerikho melalui doa. Penduduk Niniwe juga bertobat dan memperoleh pengampunan Tuhan melalui doa. Doa bukanlah sejenis ritual. Doa adalah persekutuan sejati antara manusia dan Tuhan, dan doa memiliki makna yang mendalam. Dari doa-doa orang, orang bisa melihat bahwa berdoa berarti melayani Tuhan secara langsung. Jika engkau menganggap doa sebagai ritual, doamu tidak akan efektif, dan tidak akan menjadi doa yang benar karena engkau tidak mengungkapkan perasaan batinmu kepada Tuhan atau membuka hatimu kepada-Nya. Bagi Tuhan, doamu tidak masuk hitungan. Engkau tidak ada dalam hati Tuhan. Bagaimana Roh Kudus akan bekerja dalam dirimu jika doamu seperti itu? Akibatnya, setelah bekerja selama beberapa waktu, engkau akan kelelahan. Mulai sekarang, tanpa berdoa, engkau tidak akan bisa bekerja. Doalah yang membuat pekerjaan berhasil, dan doalah yang membuat pelayanan berhasil. Jika engkau seorang pemimpin, seorang yang melayani Tuhan, tetapi engkau tidak pernah mengabdikan dirimu untuk berdoa atau engkau tidak menganggap serius doa, maka engkau tidak akan memiliki pikiran untuk kauungkapkan kepada Tuhan, dan dengan demikian, engkau akan cenderung melakukan kesalahan saat melaksanakan tugasmu, dan engkau akan cenderung tersandung saat engkau terus-menerus mengandalkan niatmu sendiri dalam tindakanmu. Percaya kepada Tuhan tanpa cukup berdoa adalah hal yang tidak bisa diterima. Ada orang-orang yang jarang berdoa, mengira karena Tuhan telah berinkarnasi, maka sudah cukup bagi mereka untuk secara langsung membaca firman Tuhan. Dalam hal ini, engkau berpikir terlalu sederhana. Bisakah engkau dicerahkan dan diterangi oleh Roh Kudus hanya dengan membaca firman Tuhan tanpa berdoa kepada-Nya? Jika seseorang tidak pernah berdoa kepada Tuhan, yang berarti dia tidak berbicara atau benar-benar bersekutu dengan Tuhan, dia akan merasa sangat sulit untuk membuang watak rusaknya dan untuk memuaskan Tuhan dalam pelaksanaan tugasnya. Bahkan Tuhan yang berinkarnasi pun terkadang berdoa! Ketika Yesus datang berinkarnasi, Dia juga berdoa pada saat menghadapi masalah-masalah kritis. Dia berdoa di gunung, di atas perahu, dan di taman. Dia juga memimpin murid-murid-Nya dalam doa. Jika engkau sering datang ke hadirat Tuhan dan berdoa kepada-Nya, ini membuktikan bahwa engkau memperlakukan Tuhan sebagai Tuhan. Jika engkau sering bertindak menurut keinginanmu sendiri, dan sering mengabaikan doa dan melakukan berbagai hal di belakang Dia, berarti engkau tidak sedang melayani Tuhan, engkau hanya sibuk dengan urusanmu sendiri. Jika engkau seperti itu, bukankah engkau akan dihukum? Di luarnya, engkau tidak tampak seolah-olah telah melakukan sesuatu yang menyebabkan gangguan, engkau juga tidak akan terlihat telah menghujat Tuhan, tetapi engkau hanya akan menangani urusanmu sendiri. Engkau akan sibuk dalam upayamu sendiri, dan mengejar ketenaran, keuntungan, status, dan keuntungan pribadi. Bukankah ini mengganggu pekerjaan gereja? Sekalipun, di luarnya, engkau tampak seolah-olah tidak mengganggu, tetapi pada dasarnya tindakanmu itu menentang Tuhan. Jika engkau tidak pernah bertobat atau berubah, engkau berada dalam bahaya.
Semua orang pernah berada dalam keadaan menderita dan sengsara ketika sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi, dan mereka merasa tidak ingin berbicara kepada siapa pun. Tak lama kemudian, mereka merasa lebih baik, tetapi keadaan ini belum terselesaikan. Terkadang, mereka memperlihatkan watak yang rusak dalam pelaksanaan tugasnya dan mereka menunda pekerjaan, atau mereka dipangkas, mereka merasa menderita dan tertekan, tetapi jika mereka tidak mencari kebenaran untuk menyelesaikan ini, maka keadaan abnormal ini tidak akan terselesaikan. Sudah berapa kalikah engkau datang ke hadirat Tuhan dalam keadaan menderita dan tertekan untuk berdoa? Engkau semua memiliki pola pikir yang santai dan hanya berdoa dengan asal-asalan. Dengan demikian, ada banyak orang yang mengaku percaya kepada Tuhan, tetapi tidak memiliki Tuhan di dalam hati mereka. Tugas apa pun yang mereka laksanakan, setiap kali menghadapi masalah, mereka tidak pernah berdoa atau mencari kebenaran. Mereka mengandalkan kehendak mereka sendiri untuk melakukan segala sesuatu secara membabi buta, seolah-olah mereka sedang menanggung penderitaan dan menghabiskan tenaga, dan mereka mengira sedang melaksanakan tugas mereka dengan baik, meskipun mereka tidak menghasilkan apa pun dan usaha mereka itu sia-sia. Orang sering mengandalkan kehendaknya sendiri dan pada saat mereka berjalan, mereka menyimpang. Begitu mereka mampu melakukan sedikit pekerjaan, mereka menjadi congkak, merasa mereka memiliki modal, dan mereka kemudian tidak memiliki tempat bagi Tuhan di dalam hatinya. Dari hal ini, orang bisa melihat bahwa natur manusia adalah berkhianat. Orang bahkan berpikir, "Bagaimana mungkin tidak ada tempat bagi Tuhan di dalam hatiku padahal aku percaya kepada-Nya? Bukankah aku bekerja untuk gereja sekarang ini? Bagaimana mungkin Tuhan meninggalkanku?" Bukannya Tuhan ingin meninggalkanmu, engkaulah yang tidak memiliki tempat bagi Tuhan di dalam hatimu. Sebanyak apa pun pekerjaan yang engkau lakukan, engkau tidak akan bisa menebus dirimu dari hal ini, engkau sama sekali tidak akan memperoleh pekerjaan Roh Kudus, dan apa pun yang kaulakukan, engkau akan tetap menjauhkan dirimu dari Tuhan dan mengkhianati Dia. Pelajaran tentang doa adalah pelajaran yang paling mendalam. Jika engkau melaksanakan tugasmu bahkan tanpa berdoa, maka pelaksanaan tugasmu tidak akan mencapai standar, dan upayamu akan menjadi sia-sia. Semakin abnormal keadaanmu, engkau harus semakin banyak berdoa. Tanpa berdoa, keadaanmu hanya akan semakin memburuk, dan tugasmu tidak akan efektif. Doa tidak bergantung pada seberapa baik kata-kata yang kauucapkan. Sebaliknya, doa menuntutmu untuk berbicara dari hatimu, mengatakan yang sebenarnya tentang kesulitanmu sendiri, berbicara dari posisi makhluk ciptaan dan dari perspektif ketundukan: "Tuhan, Engkau tahu betapa keras kepalanya manusia. Kumohon bimbinglah aku dalam masalah ini. Engkau tahu bahwa aku lemah, bahwa aku sangat berkekurangan, bahwa aku tidak layak untuk digunakan oleh-Mu, bahwa aku seorang pemberontak, dan bahwa setiap kali aku bertindak, aku mengganggu pekerjaan-Mu dan melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan maksud-maksud-Mu. Kumohon agar Engkau melakukan pekerjaan-Mu dalam diriku, aku hanya ingin tunduk dan bekerja sama ...." Jika engkau bahkan tidak mampu mengucapkan perkataan ini, tidak ada harapan bagimu. Ada orang-orang yang berpikir, "Saat aku berdoa, aku masih perlu mengenali apakah doaku masuk akal atau tidak. Lalu, bagaimana seharusnya aku berdoa?" Apakah butuh waktu lama untuk mengenali apakah doamu masuk akal atau tidak? Setiap kali setelah engkau berdoa, renungkanlah dengan sungguh-sungguh, dan engkau akan mendapatkan kejelasan. Saat engkau melakukannya, engkau akan menjadi makin masuk akal dalam doa-doa selanjutnya, karena saat engkau berdoa, engkau akan tahu bahwa beberapa kata kurang pantas. Saat orang berdoa, hubungan mereka dengan Tuhan adalah yang paling langsung, dan paling dekat. Biasanya, dapatkah engkau berlutut dan berdoa segera setelah engkau melakukan sesuatu? Tidak selalu; itu tergantung pada lingkungan di sekitarmu. Ketika engkau sendirian di rumah dan engkau berlutut dan berdoa kepada Tuhan, hubunganmu dengan Tuhan adalah yang paling dekat. Engkau dapat mengatakan apa pun yang ada dalam hatimu, dan engkau merasakan sukacita terbesar. Ketika engkau membaca firman Tuhan, jika engkau berdoa terlebih dahulu, membaca firman-Nya akan terasa berbeda. Ketika engkau melaksanakan tugasmu, berdoa dan mencarilah terlebih dahulu, maka hatimu akan menjadi serius, dan ketika engkau melakukan tugasmu, efeknya akan berbeda. Jika engkau membaca firman Tuhan dan menemukan terang, berdoalah kepada Tuhan dan engkau akan menemukan sukacita yang lebih besar. Jika engkau tidak pernah berdoa, engkau tidak akan merasakan hadirat Tuhan saat engkau membaca firman Tuhan dan melaksanakan tugasmu. Terkadang, membaca firman Tuhan tidak akan mencerahkanmu, dan sesudah membaca firman-Nya, tidak akan ada efek yang jelas. Tidak ada apa pun yang engkau lakukan dalam kepercayaanmu kepada Tuhan yang dapat dilakukan tanpa doa. Jika engkau sering berdoa kepada Tuhan, dan hubunganmu dengan Tuhan menjadi normal, engkau akan memiliki jalan masuk ke dalam kehidupan, dan imanmu akan semakin kuat. Jika engkau tidak berdoa untuk jangka waktu yang lama, engkau akan kehilangan imanmu, dan jika demikian, bagaimana engkau akan memperoleh jalan masuk ke dalam kehidupan? Orang yang memiliki iman sejati memperoleh imannya dengan hidup di hadirat Tuhan melalui doa, dan dengan mencari kebenaran melalui doa. Banyak orang hanya sekadar melakukan formalitas saat mereka berdoa, dan tidak mencari kebenaran. Mereka hanya datang ke hadirat Tuhan untuk berdoa dan memohon ketika sesuatu terjadi dan tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan. Mereka selalu memaksa Tuhan untuk melakukan apa yang mereka inginkan dan untuk memuaskan diri mereka. Inikah doa yang benar? Apakah Tuhan mendengarkan doa-doa semacam ini? Berdoa dan mencari di hadirat Tuhan bukanlah tentang memaksa Tuhan melakukan apa yang engkau inginkan, apalagi meminta-Nya untuk melakukan ini dan itu. Semua ini adalah perwujudan dari orang yang tidak memiliki nalar. Apa yang dimaksud dengan doa yang masuk akal? Apa yang dimaksud dengan doa yang tidak masuk akal? Engkau akan mengetahui hal-hal ini dari pengalamanmu selama beberapa waktu. Sebagai contoh, sesudah engkau berdoa, engkau mungkin merasa bahwa Roh Kudus tidak melakukan apa yang engkau doakan, juga tidak membimbingmu seperti yang engkau doakan. Kali berikutnya engkau berdoa, engkau akan berdoa dengan cara yang berbeda. Engkau tidak akan berusaha memaksa Tuhan seperti yang coba kaulakukan sebelumnya atau mengajukan permintaan kepada-Nya berdasarkan keinginanmu sendiri. Engkau akan berkata, "Ya Tuhan! Kiranya segala sesuatu terjadi sesuai dengan keinginan-Mu." Selama engkau berfokus melakukan pendekatan seperti ini, maka sesudah merenungkannya selama beberapa waktu, engkau akan tahu apa yang dimaksud dengan doa yang masuk akal dan doa yang tidak masuk akal. Ada juga keadaan di mana, saat engkau berdoa menurut keinginanmu sendiri, engkau merasakan dalam rohmu bahwa doamu tumpul, dan engkau segera mendapati dirimu tidak memiliki apa pun untuk kaukatakan. Semakin engkau berusaha untuk berbicara, semakin engkau merasa canggung. Ini membuktikan bahwa saat engkau berdoa seperti ini, engkau sepenuhnya mengikuti daging, dan Roh Kudus tidak bekerja atau membimbingmu karenanya. Ini juga adalah tentang mencari dan mengalami. Sementara engkau lebih sering mengalami hal-hal seperti itu, engkau secara alami akan mulai memahaminya.
Doa terutama adalah tentang berbicara dengan jujur kepada Tuhan dan mengatakan kepada-Nya apa yang ada di dalam hatimu. Katakanlah, "Tuhan! Engkau tahu kerusakan manusia. Hari ini, aku telah melakukan lagi hal yang tidak masuk akal. Aku memiliki niat—aku orang yang licik. Aku tidak bertindak sesuai dengan maksud-maksud-Mu ataupun dengan kebenaran. Aku bertindak sesuai keinginanku dan berusaha untuk membenarkan diriku sendiri. Sekarang, aku menyadari kerusakanku. Kumohon kepada-Mu untuk semakin mencerahkanku dan memampukanku untuk memahami kebenaran, menerapkannya, dan menyingkirkan kerusakan ini." Berdoalah dengan cara ini; nyatakan dan ucapkan hal-hal nyata dengan cara yang nyata. Ketika kebanyakan orang datang ke hadirat Tuhan untuk berdoa, kebanyakan perkataan mereka adalah perkataan doktrin. Itu bukanlah doa yang benar dari hati. Mereka memiliki sedikit pemahaman hanya dalam pikiran mereka, dan hati mereka mau bertobat, tetapi mereka tidak berusaha untuk merenungkan atau memahami kebenaran sepenuhnya. Ini mempengaruhi kemajuan hidup mereka. Jika engkau mampu merenungkan firman Tuhan dan mencari kebenaran saat berdoa, dan Roh Kudus mencerahkanmu, maka itu akan jauh lebih berguna daripada sekadar memikirkannya dan memahaminya; engkau akan mampu memahami prinsip-prinsip kebenaran. Roh Kudus menggerakkan orang saat Dia bekerja, dan Dia mencerahkan dan menerangi orang dalam firman Tuhan, sehingga orang memiliki pemahaman sejati dan pertobatan sejati, yang jauh lebih mendalam daripada pemikiran dan pemahaman orang. Engkau harus benar-benar memahami hal ini. Jika engkau hanya sibuk dengan memeriksa dan memikirkan firman Tuhan secara dangkal dan sembarangan, engkau tidak akan memiliki jalan yang tepat untuk kauterapkan setelahnya, dan engkau tidak akan mengalami banyak kemajuan dalam jalan masukmu ke dalam kebenaran, engkau akan tetap tidak mampu untuk berubah. Misalnya, terkadang, ketika engkau bertekad untuk mengorbankan dirimu dengan sungguh-sungguh untuk Tuhan, dan membalas kasih-Nya dengan tulus. Meskipun engkau memiliki keinginan ini di benakmu, engkau mungkin tidak mengorbankan dirimu dengan upaya sebesar itu, dan hatimu mungkin tidak sepenuhnya berkomitmen untuk upaya tersebut. Namun, jika setelah berdoa dan hatimu digerakkan, engkau berketetapan hati dan berkata, "Tuhan, aku rela menanggung kesukaran. Aku rela menerima ujian-Mu; dan aku rela untuk tunduk sepenuhnya kepada-Mu. Sebesar apa pun penderitaanku, aku mau membalas kasih-Mu. Aku menikmati kasih-Mu yang besar, dan Engkau telah membangkitkan aku. Untuk ini, aku berterima kasih kepada-Mu dari lubuk hatiku, dan memberikan segala kemuliaan bagi-Mu," setelah menaikkan doa seperti itu, seluruh tubuhmu akan diberi kekuatan, dan engkau akan memiliki jalan untuk kauterapkan. Inilah hasil dari doa. Setelah orang berdoa, Roh Kudus mulai bekerja dalam diri mereka, mencerahkan, menerangi, dan membimbing mereka, memberi kepada mereka iman dan keberanian, serta memampukan mereka untuk menerapkan kebenaran. Ada orang-orang yang membaca firman Tuhan setiap hari tanpa memperoleh hasil seperti itu. Namun, setelah mereka membaca firman Tuhan, mereka mempersekutukannya dan hati mereka semakin dicerahkan, dan mereka menemukan jalan ke depan. Jika, selain itu, Roh Kudus juga menggerakkanmu dan memberimu sedikit beban, serta sedikit bimbingan, hasilnya tentu saja akan sangat berbeda. Ketika engkau membaca firman Tuhan, engkau mungkin agak tergerak, dan pada saat itu, engkau mungkin menangis. Tak lama kemudian, perasaan itu akan hilang. Namun, jika engkau menaikkan doa dengan linangan air mata, dengan sungguh-sungguh, dengan tulus dan murni, dan engkau digerakkan oleh Roh Kudus, maka hatimu akan bersukacita selama berhari-hari. Inilah hasil dari doa. Tujuan doa adalah untuk datang ke hadirat Tuhan dan menerima apa yang akan Dia berikan kepada manusia. Jika engkau sering berdoa, jika engkau sering datang ke hadirat Tuhan untuk bersekutu dengan-Nya, dan engkau memiliki hubungan yang normal dengan-Nya, engkau akan selalu digerakkan oleh-Nya. Jika engkau selalu menerima perbekalan-Nya, dan menerima kebenaran, engkau akan diubahkan, dan keadaanmu akan makin membaik. Secara khusus, ketika saudara-saudari berdoa bersama-sama, kekuatan yang sangat besar muncul sesudahnya, dan mereka merasa telah memperoleh banyak hal. Sebenarnya, mereka mungkin tidak banyak bersekutu selama waktu-waktu yang mereka habiskan bersama, tetapi doalah yang membangkitkan mereka sedemikian rupa, sampai-sampai mereka tidak bisa menunggu sedetik pun untuk meninggalkan keluarga mereka dan dunia, dan mereka tidak menginginkan apa pun, dan hanya memiliki Tuhan saja sudah cukup. Sungguh iman yang luar biasa! Kekuatan yang diberikan oleh pekerjaan Roh Kudus kepada manusia dapat dinikmati tanpa akhir! Seberapa jauh engkau mampu melangkah jika engkau bersikukuh mengandalkan kegigihanmu, dan bukannya mengandalkan kekuatan yang Tuhan berikan kepadamu? Engkau hanya akan terus berjalan lalu kehabisan tenaga, dan kemudian ketika engkau menghadapi masalah atau kesulitan, engkau sama sekali tak punya jalan keluar. Engkau akan jatuh dan merosot sebelum mencapai akhir. Ada begitu banyak orang yang sudah gagal dan jatuh ketika menempuh jalan mengikut Tuhan; tanpa kebenaran mereka tidak bisa bertahan. Oleh karena itu, orang harus selalu berdoa kepada Tuhan, mengandalkan Tuhan, dan memelihara hubungan yang normal dengan Tuhan hingga akhir. Namun manusia, saat berjalan, mereka menyimpang jauh dari Tuhan. Tuhan adalah Tuhan, manusia adalah manusia. Masing-masing mengikuti jalannya sendiri. Tuhan mengucapkan firman Tuhan, dan manusia menempuh jalannya sendiri, yang tidak sama dengan jalan Tuhan. Ketika orang kehilangan kekuatan dalam kepercayaan mereka kepada Tuhan, mereka datang ke hadapan Tuhan untuk mengucapkan beberapa patah kata dalam doa mereka dan meminjam sedikit kekuatan. Setelah mendapatkan sedikit kekuatan, mereka kembali meninggalkan Tuhan. Tak lama kemudian, mereka kehabisan tenaga, dan kembali kepada Tuhan untuk kembali meminta kekuatan. Jika orang terus mempertahankan cara bertindak seperti ini, mereka tak akan mampu bertahan untuk waktu yang lama. Jika orang meninggalkan Tuhan, mereka tidak punya jalan ke depan.
Sekarang ini, Aku mendapati bahwa kemampuan banyak orang untuk mengatur diri sendiri sangatlah buruk. Apa penyebabnya? Yang terutama karena orang-orang tidak memahami kebenaran, dan jika mereka tidak berdoa, kemungkinan besar mereka akan menjadi bejat. Mereka hanya memahami kata-kata dan doktrin, yang tidak berguna, dan mereka sama sekali tak mampu mengendalikan diri. Dalam keadaan seperti ini, engkau hanya bisa memperoleh pencerahan dan penerangan dari Roh Kudus melalui doa, dan hanya jika engkau memahami sedikit kebenaran, barulah engkau bisa mengendalikan diri dalam hal-hal tertentu dan memiliki sedikit keserupaan dengan manusia. Orang yang percaya kepada Tuhan harus sering membaca firman-Nya, memberikan penekanan pada kebenaran, dan sering berdoa. Hanya dengan begitu orang bisa mengalami kemajuan, melakukan perubahan, dan hidup dalam sedikit keserupaan dengan manusia. Jika engkau hanya berbicara tentang mengenal diri sendiri dan tentang hidup dalam kemanusiaan yang normal, itu tidak baik; tanpa pekerjaan Roh Kudus, itu tidak akan berdampak apa pun. Jika engkau tidak berusaha memahami bagaimana, tepatnya, cara Roh Kudus bekerja dan menggerakkan orang, dan bagaimana orang seharusnya mencari dan menerapkan kebenaran dalam kehidupan sehari-harinya, lalu bagaimana engkau bisa percaya kepada Tuhan? Tugas apa yang mampu kaulaksanakan? Jika dalam hatinya, orang hanya percaya akan keberadaan Tuhan, jika satu-satunya yang tersisa dalam kepercayaan mereka hanyalah pengakuan bahwa Tuhan itu ada, dan jika firman dan kebenaran-Nya dikesampingkan, maka mereka tidak akan memiliki jalan masuk ke dalam kehidupan, dan baik Tuhan maupun kebenaran tidak akan ada dalam hati mereka. Pikiran dan gagasan orang hanya akan dipenuhi dengan dunia materiel. Kepercayaan kepada Tuhan yang seperti ini sudah menjadi ritual keagamaan. Mereka yang tidak mencintai kebenaran bahkan bisa menerima ateisme atau materialisme, dan mereka mungkin akan perlahan-lahan mempertanyakan apakah Tuhan itu ada, dan menyangkal alam roh dan hal-hal dalam kehidupan rohani. Ini berarti sepenuhnya menyimpang dari jalan yang benar, dan mereka sudah jatuh ke dalam jurang maut. Tanpa doa, keinginan orang untuk menerapkan kebenaran hanyalah suatu keinginan subjektif; mereka hanya akan berpegang pada aturan. Sekalipun engkau bertindak sesuai dengan pengaturan dari Yang di Atas dan tidak menyinggung Tuhan, engkau hanya akan berpaut pada aturan, sehingga engkau tak akan pernah melaksanakan tugasmu dengan baik. Sekarang ini roh manusia semuanya mati rasa dan tumpul. Ada banyak kerumitan dalam hubungan manusia dengan Tuhan, seperti digerakkan dan dicerahkan oleh Roh, tetapi orang tidak bisa merasakannya—mereka terlalu mati rasa! Jika orang tidak membaca firman Tuhan atau berdoa, dan tidak pernah mengalami berbagai hal dalam kehidupan rohani mereka, dan mereka tak mampu menguasai keadaan mereka, maka sama sekali tak ada jaminan bahwa mereka akan hidup di hadirat Tuhan. Jika engkau ingin hidup di hadirat Tuhan, maka tidak bisa diterima jika engkau tidak berdoa, apalagi jika engkau tidak membaca firman Tuhan. Tidak menjalani kehidupan gereja juga tidak bisa diterima. Jika orang mengabaikan firman Tuhan, mereka tidak lagi percaya kepada-Nya, dan mengabaikan doa berarti orang sangat jauh dari Tuhan. Untuk percaya kepada Tuhan, orang harus berdoa. Tanpa doa, tidak ada kepercayaan kepada Tuhan. Aku pernah mengatakan bahwa engkau tidak harus berpaut pada aturan, dan bahwa engkau bisa berdoa di mana pun dan kapan pun, sehingga ada orang-orang tertentu yang jarang berdoa. Mereka tidak berdoa di pagi hari ketika mereka bangun, tetapi hanya membaca beberapa bagian dari firman Tuhan dan sebaliknya mereka mendengarkan nyanyian pujian. Pada siang hari, mereka menyibukkan diri dengan urusan luar, dan mereka tidak berdoa sebelum mereka berbaring tidur pada malam hari. Tidakkah engkau merasa bahwa memang benar jika engkau hanya membaca firman Tuhan dan tidak berdoa, engkau akan seperti orang tidak percaya yang membaca firman-Nya, tanpa firman itu kaupahami sedikit pun? Jika orang tidak berdoa, maka hati mereka tidak akan mampu memahami firman Tuhan, dan mereka tidak akan dicerahkan dengan membacanya. Mereka tidak akan memiliki perasaan roh yang halus, juga rohnya tidak akan tergerak. Mereka mati rasa dan tumpul; mereka hanya menyampaikan persekutuan tentang pekerjaan gereja secara dangkal dan hanya di luarnya saja tampak melaksanakan tugas mereka. Ketika sesuatu terjadi, mereka tidak bisa memahami perasaan terdalam hati mereka. Bukankah ini memengaruhi hubungan normal mereka dengan Tuhan? Sudah tidak ada tempat bagi Tuhan dalam hati mereka, dan mereka berdoa sesukanya, tidak ada kata yang bisa mereka ucapkan, dan mereka tidak dapat merasakan Tuhan. Ini sudah sangat berbahaya. Ini berarti mereka sudah mengembara terlalu jauh dari Tuhan. Sebenarnya, menenangkan rohmu untuk berdoa tidak akan mengganggumu dari tugas eksternalmu; itu sama sekali tidak akan menunda apa pun. Jika suatu masalah muncul dan itu tidak diselesaikan, maka segala sesuatu akan tertunda. Berdoa kepada Tuhan dimaksudkan untuk menyelesaikan masalah, dan memungkinkan orang untuk hidup di hadirat Tuhan dan menikmati firman-Nya. Ini lebih bermanfaat bagi orang-orang dalam pelaksanaan tugas mereka dan jalan masuk kehidupan mereka.
1998
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.