Hanya dengan Melaksanakan Tugas sebagai Makhluk Ciptaan dengan Baik, Barulah Hidup itu Menjadi berharga (Bagian Satu)
Sekarang ini, engkau semua sibuk melaksanakan tugasmu, berlatih untuk mengabarkan dan bersaksi tentang firman Tuhan, dan tentang pekerjaan Tuhan pada akhir zaman. Entah membuat film atau menyanyikan lagu pujian untuk menjadi kesaksian bagi Tuhan, apakah tugas-tugas yang kaulaksanakan itu berharga bagi manusia yang rusak? (Ya.) Dalam hal apakah itu berharga? Berharga dalam hal membantu orang untuk mulai menempuh jalan yang benar setelah mereka memahami firman dan kebenaran yang Tuhan singkapkan ini, dan berharga dalam hal membantu orang untuk memahami bahwa mereka adalah anggota dari makhluk ciptaan, dan bahwa mereka harus datang ke hadirat Sang Pencipta. Banyak orang tidak mampu mengerti yang sebenarnya atau memahami banyak hal yang mereka hadapi. Mereka merasa tidak berdaya dan merasa hidup itu begitu tidak berarti dan hampa, dan mereka tidak memiliki perbekalan rohani. Apakah sumber dari semua ini? Jawaban untuk semua ini terletak pada firman Tuhan. Selama bertahun-tahun engkau percaya kepada Tuhan, engkau semua sudah banyak membaca firman-Nya dan sudah memahami sejumlah kebenaran, jadi, tugas yang harus kaulaksanakan adalah menggunakan firman Tuhan untuk mencerahkan mereka dan membereskan pemikiran dan pandangan keliru mereka, yang akan memampukan mereka untuk memahami kebenaran di dalam firman Tuhan dan memahami yang sebenarnya tentang kegelapan dan kejahatan dunia ini, serta membantu mereka untuk mencari jalan yang benar, menemukan Sang Pencipta, mendengar suara Tuhan, dan membaca firman-Nya. Ini akan memungkinkan mereka untuk memahami beberapa kebenaran dan memahami tentang pekerjaan penyelamatan yang sedang Tuhan lakukan, sehingga mereka dapat berpaling kepada-Nya dan menerima pekerjaan-Nya. Itulah tepatnya tugas yang harus kaulaksanakan. Engkau semua tahu di dalam hatimu berapa banyak kebenaran yang telah kaupahami dan berapa banyak masalah yang sudah kauselesaikan sejak engkau mulai percaya kepada Tuhan. Sekarang ini, ada banyak orang, baik orang beragama maupun orang tidak percaya, yang mencari jalan yang benar dan mencari Sang Juruselamat. Mereka tidak tahu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tertentu seperti mengapa manusia hidup dan mati, apakah nilai dan makna hidup manusia, atau dari mana manusia berasal dan ke mana mereka pergi. Mereka menunggumu untuk mengabarkan Injil dan bersaksi bagi Tuhan, dan memimpin mereka di hadirat Sang Pencipta—itulah sebabnya tugas yang sedang kaulaksanakan sekarang sangatlah berarti! Di satu sisi, engkau sendiri mengalami pekerjaan Tuhan, dan di sisi lain, engkau juga sedang bersaksi kepada orang lain tentang pekerjaan Tuhan. Semakin banyak engkau semua mengalami hal ini, akan semakin banyak kebenaran yang perlu kaupahami dan yang perlu memperlengkapi dirimu, dan akan semakin banyak pekerjaan perlu kaulakukan. Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi Tuhan untuk menyempurnakan manusia. Engkau harus berdoa kepada Tuhan dan mengandalkan Tuhan, apa pun kesulitan yang kauhadapi saat melaksanakan tugasmu; ketika semua orang lebih banyak membaca firman Tuhan dan mencari kebenaran secara bersama-sama, tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Ada banyak kebenaran dalam firman Tuhan yang perlu kaupahami, jadi engkau harus sering merenungkan dan mempersekutukannya, sehingga engkau akan memperoleh pencerahan dan penerangan Roh Kudus. Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan dengan mengandalkan Tuhan, engkau semua harus memiliki keyakinan akan hal ini.
Setelah Tuhan menciptakan umat manusia, Dia membuat rencana pengelolaan. Dalam beberapa ribu tahun terakhir, manusia tidak memikul tanggung jawab atau amanat besar apa pun untuk menjadi kesaksian bagi Sang Pencipta, dan pekerjaan yang Tuhan lakukan di antara manusia relatif tersembunyi dan sederhana. Namun, pada akhir zaman ini, keadaan tidak lagi sama. Sang Pencipta telah mulai mengucapkan firman. Dia telah mengungkapkan begitu banyak kebenaran, dan mengungkapkan misteri rencana pengelolaan-Nya, tetapi manusia yang rusak itu bodoh dan mati rasa: manusia melihat tetapi tidak mengerti, dan mereka mendengar, tetapi tidak memahami, seolah-olah hati mereka sudah membeku. Oleh karena itu, engkau semua memikul tanggung jawab yang besar! Apa yang luar biasa mengenai hal ini? Selain mengabarkan firman dan kebenaran yang Tuhan ungkapkan ini, yang jauh lebih penting adalah engkau bersaksi bagi Sang Pencipta kepada semua manusia ciptaan, dan engkau juga membawa semua manusia ciptaan yang telah mendengarkan Injil Tuhan itu ke hadirat Sang Pencipta, sehingga mereka mampu memahami makna penting Tuhan menciptakan manusia, dan memahami bahwa, sebagai manusia ciptaan, mereka harus kembali ke hadirat Sang Pencipta, mendengarkan perkataan-Nya, dan menerima semua kebenaran yang telah Dia nyatakan. Dengan cara ini semua manusia dapat dibuat tunduk pada kedaulatan dan pengaturan Sang Pencipta. Mungkinkah hasil ini dicapai hanya dengan membaca beberapa bagian firman Tuhan? Atau dengan hanya belajar menyanyikan beberapa lagu pujian? Atau dengan hanya melakukan salah satu aspek pekerjaan? Tidak. Oleh karena itu, jika engkau semua ingin melaksanakan tugasmu dengan baik, engkau harus bersaksi tentang perbuatan Sang Pencipta, serta kedaulatan dan pengaturan-Nya dengan menggunakan berbagai cara dan bentuk. Dengan cara ini, engkau akan mampu membawa lebih banyak orang ke hadirat Sang Pencipta dan membantu mereka untuk menerima dan tunduk pada kedaulatan dan pengaturan-Nya. Bukankah ini tanggung jawab yang besar? (Ya.) Jadi, bagaimana seharusnya sikapmu terhadap tugas-tugasmu? Bolehkah engkau kacau dalam melaksanakannya? Bolehkah menutup mata terhadap segala sesuatunya? Bolehkah melakukan segala sesuatu dengan setengah hati dan asal-asalan? Bolehkah menunda-nunda dan melakukannya dengan santai? (Tidak.) Jadi bagaimana seharusnya sikapmu? (Berkomitmen dengan sepenuh hati.) Engkau harus berkomitmen dengan sepenuh hati, menggunakan segenap energi, pengalaman, dan wawasan yang kaumiliki. Orang-orang tidak percaya tidak memahami hal paling berarti apakah yang dapat orang lakukan dalam hidup mereka, tetapi engkau semua memahami sesuatu tentang hal ini, bukan? (Ya.) Menerima apa yang telah Tuhan percayakan kepadamu dan melaksanakan misimu sendiri—ini adalah hal yang terpenting. Tugas yang kaulaksanakan sekarang sangat berharga! Engkau mungkin tidak melihat dampaknya sekarang ini, dan engkau mungkin tidak mendapatkan hasil yang bagus dalam tugasmu sekarang ini, tetapi tak lama lagi tugasmu itu akan membuahkan hasil. Pada akhirnya, jika pekerjaan ini dilakukan dengan baik, kontribusinya bagi manusia tak dapat diukur dengan uang sebanyak apa pun. Kesaksian yang benar seperti itu lebih berharga dan bernilai daripada apa pun, dan kesaksian itu akan bertahan selamanya. Ini adalah perbuatan baik yang dilakukan semua orang yang mengikut Tuhan, dan perbuatan baik ini adalah sesuatu yang layak untuk dikenang. Selain percaya kepada Tuhan, mengejar kebenaran, dan melaksanakan tugas mereka sebagai makhluk ciptaan, segala sesuatu dalam hidup manusia hampa dan tidak layak dikenang. Meskipun engkau telah meraih prestasi yang paling menggemparkan; meskipun engkau sudah pulang pergi ke bulan; meskipun engkau sudah membuat terobosan ilmiah yang bermanfaat atau membantu manusia, semua itu sia-sia dan akan berlalu. Apakah satu-satunya hal yang tidak akan berlalu? (Firman Tuhan.) Hanya firman Tuhan, kesaksian bagi Tuhan, semua kesaksian dan pekerjaan yang menjadi kesaksian bagi Sang Pencipta, dan perbuatan baik manusia yang tidak akan berlalu. Hal-hal ini akan bertahan selamanya, dan hal-hal ini sangat berharga. Jadi, singkirkan semua hal yang merintangimu, laksanakan tugas luar biasa ini, dan jangan biarkan dirimu dikendalikan oleh orang, peristiwa, atau hal apa pun; korbankan dirimu dengan tulus bagi Tuhan, dan kerahkan segenap daya dan upayamu untuk melaksanakan tugasmu. Ini adalah hal yang paling Tuhan berkati, dan yang paling layak kaulakukan, sebanyak apa pun penderitaannya!
Sekarang ini, engkau mengikut Tuhan, mendengarkan firman Tuhan, dan menerima amanat Sang Pencipta. Terkadang itu sedikit sulit dan melelahkan, dan terkadang engkau menerima dirimu sedikit dipermalukan dan mengalami pemurnian; tetapi ini adalah hal yang baik, bukan hal yang buruk. Apa yang akan kauperoleh pada akhirnya? Yang akan kauperoleh adalah kebenaran dan hidup, dan pada akhirnya, perkenanan dan peneguhan Sang Pencipta terhadapmu. Tuhan berkata, "Engkau mengikut-Ku, dan Aku berkenan akan engkau, dan bersuka karenamu." Jika Tuhan tidak mengatakan apa pun selain bahwa engkau adalah makhluk ciptaan di mata-Nya, maka hidupmu selama ini tidak sia-sia, dan engkau berguna. Sungguh luar biasa diakui oleh Tuhan dengan cara seperti ini, dan itu bukan prestasi kecil. Jika orang mengikut Iblis, apa yang akan mereka dapatkan? (Kehancuran.) Sebelum mereka hancur, akan menjadi apakah orang-orang itu? (Mereka akan menjadi setan.) Orang-orang itu akan menjadi setan. Sebanyak apa pun keterampilan yang orang peroleh, sebanyak apa pun uang yang mereka hasilkan, sebanyak apa pun ketenaran dan keuntungan yang mereka peroleh, sebanyak apa pun keuntungan materi yang mereka nikmati, atau setinggi apa pun status mereka di dunia sekuler, di dalam diri mereka, mereka akan menjadi makin rusak, makin jahat dan kotor, makin memberontak dan munafik, dan akhirnya, mereka akan menjadi setan-setan hidup—mereka akan menjadi tidak manusiawi. Jadi bagaimana orang-orang seperti itu terlihat di mata Sang Pencipta? Hanya terlihat "tidak manusiawi" kah? Bagaimana Sang Pencipta memandang dan bersikap terhadap orang seperti itu? Tidak suka, jijik, benci, menolak, dan akhirnya kutukan, hukuman, dan kehancuran. Manusia menempuh jalan yang berbeda dan pada akhirnya mengalami kesudahan yang berbeda. Jalan manakah yang engkau pilih? (Percaya kepada Tuhan dan mengikut Dia.) Memilih untuk mengikut Tuhan berarti memilih jalan yang benar: itu berarti mulai menempuh terang. Jika orang ingin menjalani kehidupan yang berharga dan bermakna, memiliki hati nurani yang bersih, dan ingin benar-benar kembali ke hadirat Sang Pencipta dan ke sisi-Nya, mereka harus dengan sepenuh hati mengabdikan diri, memuaskan dan memuliakan Tuhan dengan melaksanakan tugas mereka sebagai makhluk ciptaan—mereka tidak boleh setengah hati. Hendaknya engkau katakan, "Selama masa hidupku dan selama di dunia ini, aku tidak berharap untuk memperoleh kekayaan, untuk menonjol atau mendatangkan kehormatan bagi leluhurku, untuk unggul di antara rekan-rekanku, atau menjadi orang yang dihormati—aku tidak akan berjuang untuk hal-hal ini. Aku tidak akan menempuh jalan itu. Aku hanya akan mengikut Tuhan dan mengabdikan hidupku, energiku, dan kemampuan, karunia, dan bakat yang kumiliki, untuk melaksanakan tugasku, aku akan mengabdikan semuanya untuk Tuhan. Selama waktu tersebut, sekalipun aku ditolak oleh orang lain dan terkadang aku dipangkas, atau disalahmengerti oleh saudara-saudariku; atau jika Tuhan memurnikan dan mengujiku, dan membuatku banyak menderita; atau jika aku tidak memiliki kesenangan daging dalam hidup ini dan mendapati diriku seorang diri dan tidak dipedulikan—aku akan menerima semuanya ini dan mengabdikan keseluruhan diriku kepada Tuhan." Inilah kemauan yang harus engkau miliki! Dengan kemauan seperti ini, orang akan sanggup menanggung banyak kesulitan, tetapi tanpanya, jika orang hanya memiliki keinginan atau ledakan antusiasme yang tiba-tiba, itu tidak akan berhasil: tidak akan ada motivasi. Ketika sibuk dengan tugas mereka, ada orang-orang yang melewatkan beberapa kali makan dan tidur lebih sedikit, dan ketika mereka melihat bahwa mereka terlihat kurang sehat, mereka berpikir, "Ini tidak benar. Sesibuk apa pun aku, aku perlu beristirahat; aku tidak boleh menjadi tua sebelum waktunya, dan aku tidak sanggup menanggung begitu banyak kesukaran. Adalah penting bagiku untuk menjaga kesehatanku." Bagaimana pendapatmu tentang pemikiran seperti ini? Mereka tidak memedulikan maksud Tuhan. Mereka menghargai daging lebih daripada mereka menghargai tugas mereka sendiri dan amanat Tuhan; saat pertama kali mencicipi penderitaan, kemauan mereka langsung hilang, dan mereka mundur seperti kura-kura yang menarik kepalanya dan mulai mengeluh; mereka tidak mampu mengkhawatirkan hal-hal yang Tuhan khawatirkan, dan mereka tidak mampu memikirkan hal-hal yang Tuhan pikirkan, mereka tidak memedulikan maksud Tuhan. Jika seorang pemimpin mengatakan bahwa suatu tugas sangat mendesak, orang seperti ini akan menjawab, "Aku tidak terlalu peduli tentang itu, dan aku tidak mau ketidaknyamanan. Aku tidak tertarik." Apakah orang-orang seperti itu ada? (Ya.) Orang-orang seperti itu egois, hina, dan pengkhianat. Mereka penuh tipu muslihat, mereka tidak bisa dipercaya, dan mereka bukan orang yang dengan tulus menginginkan Tuhan. Mereka juga akan mengatakan bahwa mereka telah mengabdikan diri mereka kepada Tuhan, tetapi ini hanya kata-kata belaka—orang-orang ini tidak menangani masalah nyata apa pun, mereka tidak mengalami sedikit pun kesukaran, atau tidak membayar harga sedikit pun. Tuhan tidak menyukai orang-orang seperti ini, dan mereka tidak mendapatkan berkat-Nya. Ada orang-orang yang menjadi tidak mau menjalankan tugas mereka begitu daging mereka sedikit menderita. Kaum muda, khususnya, sangat peduli dengan penampilan mereka dan menjadi sedih ketika melihat wajah mereka kuyu, kulit mereka tidak lagi mulus, atau ketika mereka menemukan uban. Mereka selalu khawatir akan menjadi tua dan jelek, tidak dapat menemukan pasangan, atau tidak dapat memulai sebuah keluarga. Dapatkah orang seperti itu mendapatkan kebenaran? Apa prinsip Tuhan dalam menilai apakah orang mampu membayar harga dalam melaksanakan tugas mereka, dan apakah mereka melaksanakan tugas sesuai dengan standar yang dapat diterima? Tuhan hanya ingin melihat ketulusan orang. Terkadang orang berpikir, "Aku hanya akan mempersembahkan hatiku, dan itu sudah cukup," tetapi mereka sibuk melakukan apa yang biasa mereka lakukan, tanpa sedikit pun berubah. Bagaimana Tuhan memandang hal ini? Di satu sisi, Tuhan akan melihat aspirasimu, dan di sisi lain, Dia akan melihat tindakan nyatamu. Tuhan akan memeriksa hal-hal ini. Jika engkau memiliki aspirasi dan kemauan dan sekaligus benar-benar mampu membayar harga, meskipun terkadang engkau lemah, Tuhan akan melihat bahwa hatimu belum benar-benar menyerah, dan bahwa hatimu masih berjuang untuk maju, dan bahwa engkau mencintai kebenaran, keadilan, kesalehan, dan hal-hal positif, dan Dia tidak akan meninggalkanmu. Ada orang-orang yang berbicara dengan cukup fasih, tetapi hati mereka tidak tergerak; mereka tidak menerapkan kebenaran sedikit pun, dan satu-satunya yang mereka lakukan adalah berusaha mengelabui orang lain. Mereka tidak punya pilihan selain berbicara dengan cara seperti ini, begitulah cara mereka menangani orang-orang di sekitar mereka. Mereka mungkin terdengar cukup terhormat, tetapi pada kenyataannya, mereka tidak mau bertindak. Sekalipun mereka bertindak, mereka tidak menerapkan apa yang mereka katakan. Sebaliknya, mereka melakukan apa pun yang mereka kehendaki, apa pun yang baik untuk mereka, dan apa pun yang akan melindungi mereka. Bukankah itu berarti ada perbedaan antara perkataan dan tindakan mereka? Dapatkah Tuhan melihat perbedaan ini? Tuhan memeriksa, dan Dia sangat mampu melihat hal ini. Ada orang-orang yang licik dan suka berbohong dan melakukan tipu muslihat kecil. Mereka mengira Tuhan tidak tahu, bahwa Dia tidak peduli juga tidak melihat. Benarkah demikian? Bagaimana Tuhan menangani orang yang jujur dan orang yang melakukan tipu muslihat kecil? Dapatkah engkau melihat perbedaan perlakuan Tuhan terhadap kedua tipe orang ini? (Tuhan memberkati orang yang jujur dan membenci orang yang licik dan suka berbohong.) Bagaimana Tuhan memberkati orang yang jujur? Bagaimana pendapatmu tentang orang jujur yang mendapatkan berkat Tuhan? (Orang jujur mendapatkan hasil dalam tugas mereka.) (Tuhan mencerahkan orang jujur, dan orang jujur dapat dengan mudah memahami kebenaran dan masuk ke dalam kenyataan.) (Tuhan mengasihi dan memedulikan orang jujur, dan hanya orang jujur yang dapat masuk ke dalam kerajaan Tuhan.) Semua pernyataan ini benar, dan ini adalah berkat-berkat Tuhan bagi orang jujur. Tidak dapatkah engkau sekarang melihat perbedaan dan sikap Tuhan dalam perlakuan-Nya terhadap orang yang berbeda dan orang yang menempuh jalan yang berbeda? Orang jujur juga melakukan hal-hal bodoh dan mengalami kelemahan; tetapi mereka beroleh pencerahan dan bimbingan Tuhan, mereka menikmati perlindungan-Nya, dan mereka dapat melihat berkat-Nya di mana pun. Tuhan mendisiplinkan dan memangkas mereka, atau menguji dan memurnikan mereka, untuk membuat mereka berubah dan bertumbuh. Orang yang selalu melakukan tipu muslihat dalam perkataan dan perbuatannya, dan yang selalu licin dan melalaikan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas mereka, adalah orang-orang yang sama sekali tidak menerima kebenaran. Mereka tidak memiliki pekerjaan Roh Kudus; mereka seperti hidup dalam rawa, dalam kegelapan. Bagaimanapun mereka meraba-raba, sekeras apa pun mereka berusaha, mereka tidak dapat melihat terang ataupun menemukan arah. Mereka melaksanakan tugas mereka tanpa ilham dan tanpa bimbingan Tuhan, menemui jalan buntu dalam banyak hal, dan tanpa disadari mereka tersingkap saat melakukan hal-hal tertentu. Apa tujuan menyingkapkan mereka? Supaya semua orang dapat mengenali mereka dan mengetahui orang seperti apa mereka sebenarnya. Sesungguhnya, orang-orang semacam ini semuanya adalah orang yang berjerih payah. Sesudah mereka selesai berjerih payah, tanpa mengalami perubahan nyata apa pun, mereka akan mulai disingkap dan disingkirkan. Mereka yang sudah melakukan segala macam tindak kejahatan akan dihukum dan, seperti orang-orang yang tidak percaya, mereka akan mati dengan segala cara yang mengerikan. Ada orang-orang yang suka mengucapkan hujat dan kata-kata lancang, dan akibatnya Tuhan tidak lagi menginginkan mereka, dan Dia menyerahkan mereka kepada Iblis. Masih mungkinkah diserahkan kepada Iblis membuahkan hasil yang baik? Tanpa perlindungan Tuhan, Iblis akan menyiksa dan menindak mereka; mereka akan kerasukan setan, mereka akan terlihat seperti setan, hingga mereka disiksa sampai mati oleh roh-roh jahat. Bukankah Tuhan memperlakukan orang yang berbeda dengan cara yang berbeda? Ketika Tuhan bekerja dalam diri orang, Dia menggerakkan mereka, membekali mereka dengan pencerahan dan bimbingan, dan mengubah keadaan batin mereka. Orang yang baik senang menjadi makin jujur, karena hanya dengan menjadi jujur mereka dapat melaksanakan tugas dengan baik dan memulai jalan mereka untuk mengejar kebenaran. Hanya dengan menjadi jujur mereka dapat memperoleh pekerjaan Roh Kudus dan selalu merenungkan diri mereka, tidak memberontak terhadap Tuhan, tunduk kepada Tuhan dalam segala hal yang menimpa mereka, dan mencari serta berusaha untuk mengejar kebenaran dalam segala hal. Inilah tepatnya yang Tuhan tuntut dari manusia, dan ketika mereka telah memenuhi tuntutan-Nya, Dia bekerja dalam diri mereka, mencerahkan mereka, menerangi mereka, membimbing mereka, dan memberkati mereka. Tuhan mengesampingkan mereka yang muak dan membenci kebenaran. Bagaimana Tuhan menangani orang-orang jahat yang melakukan segala macam tindak kejahatan dan terus-menerus mengganggu dan mengacaukan pekerjaan gereja? Tuhan akan menyingkapkan mereka dan menyerahkan mereka kepada Iblis. Mereka akan mulai menimbulkan masalah dan memperlihatkan diri mereka yang sebenarnya, mereka akan mengatakan hal-hal yang buruk dan negatif tanpa sadar, dan menabur perselisihan, bertindak bodoh. Mereka akan melakukan banyak hal buruk, yang akan menyebabkan gangguan dan kekacauan di dalam gereja, dan ketika umat pilihan Tuhan memahami yang sebenarnya, dan mampu mengenali dan menyingkapkan mereka, mereka akan diberhentikan dan dikeluarkan. Apakah itu merupakan pilihan mereka sendiri? (Tidak.) Inilah akibatnya jika orang tidak menerima kebenaran dan tidak melaksanakan tugas mereka dengan semestinya. Ketika orang tidak menempuh jalan yang benar, jika Tuhan menyerahkan mereka kepada Iblis dan setan-setan kecilnya, maka mereka akan sama sekali hancur dan ditinggalkan tanpa dapat dipulihkan. Begitu mereka telah tersingkap, mereka akan merenung, "Apakah yang terjadi? Apakah aku menyebabkan masalah? Apakah aku mengganggu, apakah aku menimbulkan kekacauan? Mengapa aku tidak menyadari hal ini?" Tuhan memeriksa segalanya, dan jika Dia mengatur lingkungan untuk menyingkapkan dan menyingkirkan mereka, maka itu akan terjadi dengan sangat cepat. Ada kemungkinan, sesudah satu atau dua kejadian, mereka akan ketahuan sebagai orang jahat, dan ditangani sebagaimana mestinya. Ada hal-hal yang Tuhan urus secara pribadi, dan ada hal-hal lain yang Dia lakukan dengan menggunakan setan-setan kecil, Iblis, atau roh-roh jahat untuk melakukan pelayanan bagi-Nya. Di satu sisi, Dia menyempurnakan dan mendidik umat pilihan Tuhan; di sisi lain, Dia menyingkapkan dan menyingkirkan orang jahat. Jika engkau mengukur ini dengan menggunakan gagasanmu dan menganggap itu bukanlah sesuatu yang dilakukan oleh Tuhan, menganggap Dia tidak melakukan hal-hal semacam itu, bahwa hal-hal itu tidak diatur oleh-Nya, bukankah anggapanmu keliru? Segala sesuatu ada di tangan Tuhan, dan engkau semua akan mengetahuinya setelah engkau mengalaminya.
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.