Hanya dengan Sering Hidup di Hadapan Tuhanlah Orang Dapat Memiliki Hubungan yang Normal dengan-Nya (Bagian Dua)

Sudahkah engkau membaca Kitab Ayub? Ketika membacanya, apakah engkau merasa tersentuh? Apakah engkau mengalami semacam kerinduan yang membuatmu ingin menjadi orang seperti Ayub? (Ya.) Berapa lama keadaan dan suasana hati seperti ini bisa bertahan? Sehari atau dua hari, sebulan atau dua bulan, atau mungkin setahun atau dua tahun? (Dua atau tiga hari.) Jadi keadaan dan suasana hati seperti ini akan hilang sesudah dua atau tiga hari? Engkau harus berdoa ketika engkau merasa tersentuh, dan katakan kepada Tuhan bahwa engkau ingin menjadi orang seperti Ayub, bahwa engkau ingin memahami kebenaran, memperoleh pengetahuan tentang Tuhan, dan menjadi orang yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Engkau harus memohon kepada Tuhan untuk mewujudkan ini dalam dirimu, memohon kepada-Nya untuk membimbingmu, memberimu lingkungan yang tepat, memberimu kekuatan, dan melindungimu supaya engkau mampu tetap teguh saat engkau berada dalam situasi apa pun, tidak menentang Tuhan, dan sebaliknya selalu bertindak dengan takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan, serta memuaskan maksud-Nya. Engkau harus selalu berdoa dan memohon kepada Tuhan demi tujuan ini dan untuk hal-hal yang kauharap dapat engkau capai, dan ketika Tuhan melihat hatimu yang tulus, Dia akan bertindak. Jangan takut ketika Tuhan bertindak. Tuhan tak akan mungkin menyelimuti tubuhmu dengan barah dan mengambil darimu semua yang kaumiliki, seperti yang Dia lakukan saat Dia menguji Ayub. Tuhan tidak akan melakukan itu; Dia akan secara bertahap membuatmu mengalami lebih banyak hal yang sesuai dengan tingkat pertumbuhanmu. Engkau harus berseru kepada Tuhan dengan sepenuh hati—jangan hanya berseru kepada-Nya selama dua hari setelah engkau membaca Kitab Ayub dan saat masih merasa tersentuh olehnya, dan kemudian melupakannya pada hari ketiga saat engkau tidak lagi membacanya, dan tidak lagi menyimpannya di dalam hatimu. Jika engkau seperti itu, engkau berada dalam masalah! Jika engkau mengagumi orang seperti Ayub dan ingin menjadi orang seperti itu, engkau harus memiliki jalan tentang bagaimana caramu menjadi orang seperti itu, engkau harus menyerahkan hatimu kepada Tuhan, lalu sering berdoa untuk ini, dan sering merenungkannya, dan kemudian makan dan minum firman yang telah Tuhan ucapkan tentang Ayub, secara konsisten dan berulang kali merenungkannya, dan setelah itu engkau harus bersekutu dengan orang-orang yang memiliki pengalaman dan pengetahuan semacam ini. Engkau harus bekerja keras untuk mencapai tujuan ini. Bagaimana seharusnya engkau bekerja keras? Jika engkau hanya duduk mengamati dan menanti, itu bukanlah bekerja keras. Engkau harus menerapkannya, engkau harus berusaha keras untuk menerapkannya, sekaligus memiliki tekad untuk menanggung penderitaan dan memiliki hati yang rindu, dan kemudian memanjatkan doamu untuk ini, memohon agar Tuhan bertindak. Jika Tuhan tidak bertindak, maka sebanyak apa pun dorongan yang orang miliki, itu tidak akan berguna. Bagaimana Tuhan akan bertindak? Tuhan akan mulai mengatur dan menata lingkungan bagimu yang sesuai dengan tingkat pertumbuhanmu. Engkau harus mengatakan kepada Tuhan apa tujuan yang ingin kaucapai dalam imanmu, dan tekad seperti apa yang kaumiliki. Sudahkah engkau berdoa dan memohon kepada Tuhan untuk hal ini? Berapa lama engkau berdoa dan memohon kepada Tuhan? Jika engkau hanya berdoa beberapa kali atau sesekali saja, dan saat engkau melihat bahwa Tuhan tidak bertindak, engkau berpikir, "Lupakan saja, biarkan saja. Apa pun yang terjadi, terjadilah, aku hanya akan mengikuti arus. Aku tidak peduli akan apa yang terjadi padaku," maka itu tidak akan berhasil, dan engkau tidak tulus. Jika yang kaumiliki hanyalah dua menit antusiasme, dapatkah Tuhan bertindak untukmu dan membantumu dengan mengatur lingkungan untukmu? Tuhan tidak akan melakukan itu! Tuhan ingin melihat ketulusanmu, dan ingin melihat berapa lama ketulusan dan ketekunanmu dapat bertahan, dan apakah hatimu tulus atau tidak. Tuhan akan menunggu. Dia mendengar doa dan permohonanmu, Dia mendengar tekad dan keinginan yang kauungkapkan kepada-Nya, tetapi sampai Dia telah melihat tekadmu untuk menanggung penderitaan, Dia tidak akan bertindak. Jika, setelah engkau selesai berdoa kepada Tuhan, engkau menghilang begitu saja tanpa melakukan apa pun, apakah Tuhan akan bertindak dalam keadaan seperti ini? Pasti tidak. Engkau harus lebih banyak berdoa dan memohon kepada Tuhan, berusaha lebih keras dalam hal ini dan merenungkannya, dan kemudian menikmati secara mendetail lingkungan yang telah Tuhan persiapkan bagimu; apa yang kaudoakan akan mulai kaualami, sedikit demi sedikit, dan Tuhan akan mulai bertindak. Jika engkau tidak memiliki hati yang tulus, maka ini tidak akan berhasil. Engkau mungkin berkata, "Betapa aku mengagumi Ayub, dan betapa aku mengagumi Petrus!" tetapi apa gunanya kekagumanmu itu? Engkau dapat mengagumi mereka sesukamu, tetapi engkau bukan mereka, dan semua kekagumanmu tidak akan membuat Tuhan melakukan pekerjaan yang sama dalam dirimu seperti yang Dia lakukan dalam diri mereka, karena engkau bukan orang yang sama seperti mereka. Engkau tidak memiliki tekad mereka, atau kemanusiaan mereka, atau hati mereka yang mendambakan dan mengejar kebenaran. Hanya setelah engkau memiliki hal-hal ini, barulah Tuhan akan memberimu lebih banyak hal.

Apakah sekarang engkau semua memiliki tekad untuk mengejar kebenaran, untuk memperoleh kebenaran, untuk mendapatkan keselamatan dan disempurnakan oleh Tuhan? (Ya.) Seberapa besar tekadmu? Berapa lama engkau dapat mempertahankan tekadmu? (Ketika aku berada dalam keadaan yang baik, aku memiliki tekad, tetapi ketika aku menghadapi hal-hal yang tidak sesuai dengan gagasanku atau kepentingan dagingku, atau ketika aku mengalami pemurnian atau menghadapi kesulitan, aku terjebak dalam keadaan negatif, dan iman serta tekad yang semula kumiliki memudar sedikit demi sedikit.) Ini tidak akan berhasil. Engkau terlalu lemah. Engkau harus mencapai titik di mana tekadmu tidak akan dapat berubah, apa pun keadaan yang kauhadapi. Hanya setelah itulah, engkau akan menjadi orang yang benar-benar mencintai dan mengejar kebenaran. Jika engkau mundur, menjadi negatif dan sedih, dan melepaskan tekadmu ketika sesuatu terjadi padamu dan engkau menghadapi sedikit kesulitan, ini tidak akan berhasil. Engkau harus memiliki kekuatan orang yang siap mempertaruhkan nyawanya, dan berkata, "Apa pun yang terjadi—sekalipun aku harus mati, aku tidak akan meninggalkan kebenaran ataupun tujuanku untuk mengejar kebenaran." Maka tidak akan ada yang dapat menghentikanmu. Jika engkau benar-benar menghadapi kesulitan, dan tidak ada jalan keluar bagimu, Tuhan akan bertindak. Selain itu, engkau harus memahami hal ini: "Apa pun yang kuhadapi, semua itu adalah pelajaran yang harus kupetik dalam mengejar kebenaran—semua itu telah diatur oleh Tuhan. Aku mungkin lemah, tetapi aku tidak negatif, dan aku bersyukur kepada Tuhan karena telah memberiku kesempatan untuk memetik pelajaran ini. Aku bersyukur kepada Tuhan karena telah mengatur situasi ini untukku. Aku tidak boleh melepaskan tekadku untuk mengikut Tuhan dan mendapatkan kebenaran. Jika aku menyerah, itu sama saja dengan menyerah kepada Iblis, menghancurkan diriku sendiri, dan mengkhianati Tuhan." Tekad seperti inilah yang harus kaumiliki. Seremeh apa pun masalah yang kauhadapi, semua itu adalah episode kecil dalam perkembangan hidupmu. Jangan kaubiarkan itu menghalangi arah kemajuanmu. Ketika engkau menghadapi kesulitan, engkau dapat mencari dan menunggu, tetapi arah kemajuanmu tidak boleh berubah, bukankah begitu? (Ya.) Apa pun yang orang katakan, atau bagaimanapun mereka memperlakukanmu, dan bagaimanapun Tuhan memperlakukanmu, tekadmu tidak boleh berubah. Jika Tuhan berfirman, "Kau tidak menerima kebenaran sama sekali, Aku membencimu," dan engkau berkata, "Jika Tuhan membenciku, lantas apa artinya hidupku? Lebih baik aku mati dan selesailah sudah!" berarti engkau telah salah paham terhadap Tuhan. Memang benar bahwa Tuhan membencimu, tetapi engkau harus terus berjuang, engkau harus menerima kebenaran, dan engkau harus melaksanakan tugasmu. Maka engkau tidak akan menjadi orang yang tidak berguna, dan Tuhan tidak akan menolakmu dengan penuh kemuakan. Sekarang ini, tingkat pertumbuhanmu masih terlalu kecil, dan engkau semua belum mencapai standar yang diperlukan Tuhan untuk mengujimu. Apakah satu-satunya hal yang dapat kaulakukan? Engkau harus berdoa: "Tuhan, mohon bimbinglah aku dan cerahkan aku agar aku memahami maksud-Mu, dan memiliki iman serta ketekunan untuk menempuh jalan mengejar kebenaran, dan agar aku takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Meskipun aku lemah dan tingkat pertumbuhanku belum dewasa, kumohon kepada-Mu untuk memberiku kekuatan dan melindungiku agar aku mampu mengikut-Mu hingga akhir." Engkau harus sering datang ke hadirat Tuhan untuk berdoa. Orang lain mungkin mendambakan hal-hal duniawi, memuaskan daging mereka, dan mengikuti tren duniawi, tetapi engkau tidak boleh mengikuti mereka—berfokuslah melaksanakan tugasmu sendiri. Ketika orang lain merasa negatif dan tidak melaksanakan tugas mereka, engkau tidak boleh merasa terkekang, dan engkau harus mencari kebenaran untuk membantu mereka. Ketika orang lain memuaskan diri dalam kenyamanan, engkau tidak boleh iri pada mereka, yang harus kaupikirkan hanyalah bagaimana cara agar engkau selalu hidup di hadirat Tuhan. Ketika orang lain mengejar ketenaran, keuntungan, dan status, engkau harus mendoakan mereka dan membantu mereka, menenangkan hatimu di hadirat Tuhan dan jangan biarkan hal-hal ini memengaruhimu. Apa pun yang terjadi di sekitarmu, engkau harus berdoa kepada Tuhan tentang segala hal. Engkau harus selalu mencari kebenaran, mengendalikan diri, memastikan bahwa engkau hidup di hadirat Tuhan, dan memiliki hubungan yang normal dengan Tuhan. Tuhan memeriksa manusia setiap saat, dan Roh Kudus bekerja dalam diri orang-orang yang seperti ini. Bagaimana cara Tuhan memeriksa hati seseorang? Dia tidak hanya melihat dengan mata-Nya, Dia juga mengatur lingkungan untukmu dan menjamah hatimu dengan tangan-Nya. Mengapa Kukatakan demikian? Karena ketika Tuhan mengatur lingkungan tertentu untukmu, Tuhan melihat apakah engkau tidak suka dan membencinya, ataukah menyukai dan menerimanya, apakah engkau secara pasif menunggu atau secara aktif mencari kebenaran. Tuhan mengawasi bagaimana hatimu dan pikiranmu berubah, dan ke arah mana hati dan pikiranmu berkembang. Keadaan di dalam hatimu terkadang positif, dan terkadang negatif. Jika engkau mampu menerima kebenaran, engkau akan dapat menerima bahwa orang, peristiwa dan hal-hal, serta beragam lingkungan yang Dia persiapkan bagimu adalah dari Tuhan, dan engkau akan dapat memperlakukan semua itu dengan benar. Dengan membaca firman Tuhan, dan dengan merenungkannya, semua pikiran dan gagasanmu, semua pendapatmu, dan semua suasana hatimu akan berubah berdasarkan firman Tuhan. Engkau akan memahami hal ini, dan Tuhan juga akan memeriksa semuanya. Meskipun engkau tidak akan mengatakannya kepada siapa pun, atau mendoakannya, dan engkau hanya akan memikirkan semua ini di dalam hatimu dan di dalam duniamu sendiri, dari sudut pandang Tuhan, semua ini sudah sangat jelas—semua ini terlihat jelas bagi-Nya. Orang melihatmu dengan mata mereka, tetapi Tuhan menjamah hatimu dengan hati-Nya, sedekat itulah Dia denganmu. Jika engkau mampu merasakan pemeriksaan Tuhan, berarti engkau sedang hidup di hadirat Tuhan. Jika engkau tak mampu merasakan pemeriksaan-Nya sama sekali, berarti engkau sedang hidup di duniamu sendiri, dan engkau sedang hidup berdasarkan perasaanmu sendiri dan watak rusakmu, dan itu berarti bahwa engkau berada dalam masalah. Jika engkau tidak hidup di hadirat Tuhan, jika ada jarak yang sangat jauh di antara engkau dan Tuhan, dan engkau jauh dari-Nya, jika engkau sama sekali tidak memikirkan maksud Tuhan, dan jika engkau tidak menerima pemeriksaan Tuhan, Tuhan akan mengetahui semua ini. Akan sangat mudah bagi-Nya untuk mengetahui hal ini. Jadi, jika engkau memiliki tekad dan tujuan, dan engkau bersedia disempurnakan oleh Tuhan, dan menjadi orang yang mengikut kehendak Tuhan dan takut akan Tuhan serta menjauhi kejahatan, jika engkau memiliki tekad ini, dan engkau dapat sering berdoa dan memohon hal-hal ini, dan hidup di hadirat Tuhan, tidak pernah menjauhkan dirimu dari Tuhan atau meninggalkan-Nya, maka engkau akan memahami hal-hal ini, dan Tuhan pun mengetahuinya. Ada orang-orang yang berkata, "Aku sendiri memahami hal ini, tetapi apakah Tuhan mengetahuinya atau tidak?" Pertanyaan ini tidak benar. Jika engkau mengatakan ini, itu membuktikan bahwa engkau tidak pernah bersekutu dengan Tuhan dan tidak ada hubungan sama sekali di antara engkau dan Tuhan. Mengapa Kukatakan bahwa tidak ada hubungan di antara engkau dan Tuhan? Karena engkau belum hidup di hadirat Tuhan, sehingga engkau tidak dapat merasakan apakah Dia menyertaimu, apakah Dia membimbingmu, apakah Dia melindungimu, dan apakah Dia telah menegurmu saat engkau melakukan kesalahan atau tidak. Jika engkau tidak merasakan hal-hal ini, berarti engkau tidak hidup di hadirat Tuhan, engkau hanya membayangkannya dan memuaskan dirimu sendiri—engkau sedang hidup di duniamu sendiri, dan tidak di hadirat Tuhan, dan tidak ada hubungan sama sekali di antara engkau dan Tuhan.

Bagaimanakah orang dapat memelihara hubungan yang normal dengan Tuhan? Tergantung pada apakah terpeliharanya hubungan tersebut? Itu tergantung pada bagaimana mereka memohon, berdoa, dan berinteraksi dengan Tuhan di dalam hati mereka. Hubungan seperti ini memungkinkan manusia untuk selalu hidup di hadirat Tuhan. Oleh karena itu, untuk membangun hubungan yang normal dengan Tuhan, orang harus berdiam diri terlebih dahulu. Ada orang-orang yang selalu melakukan berbagai hal di luar, dan hanya menyibukkan diri dengan urusan lahiriah. Jika mereka tidak memiliki kehidupan rohani selama satu atau dua hari, mereka tidak akan menyadarinya. Mereka masih belum menyadarinya setelah tiga atau empat hari, atau bahkan setelah satu atau dua bulan. Ini karena mereka belum berdoa, atau memohon, atau bersekutu dengan Tuhan. Memohon berarti ketika sesuatu terjadi padamu, engkau ingin Tuhan menolongmu, membimbingmu, membekalimu, mencerahkanmu, membuatmu memahami maksud-Nya, mengerti apa yang dimaksud dengan kebenaran, memahami apa yang dimaksud dengan prinsip-prinsip kebenaran, dan mengerti bagaimana cara menerapkan kebenaran—ini adalah jenis permohonan yang sesuai dengan maksud Tuhan. Doa mencakup jangkauan yang relatif luas. Terkadang engkau mungkin berbicara tentang hal-hal yang ada di dalam hatimu—saat engkau menghadapi kesulitan atau saat engkau merasa negatif dan lemah, engkau dapat berbicara kepada Tuhan tentang hal-hal ini dengan segenap hatimu; engkau juga dapat berdoa kepada Tuhan pada saat engkau sedang memberontak, atau engkau dapat berbicara kepada Tuhan tentang hal-hal yang terjadi padamu setiap hari, baik yang dapat kaupahami, maupun yang tak dapat kaupahami—ini disebut doa. Doa adalah berbicara kepada Tuhan tentang apa yang ada di dalam hatimu atau mencari kebenaran dari Tuhan. Terkadang doa dilakukan pada waktu tertentu, terkadang tidak pada waktu tertentu; engkau dapat berdoa kapan pun dan di mana pun. Persekutuan dalam roh tidak perlu memiliki bentuk tertentu: mungkin ada sesuatu yang mengganggumu, atau mungkin juga tidak; mungkin ada sesuatu yang ingin kaukatakan, atau mungkin juga tidak. Ketika ada sesuatu yang mengganggumu, engkau harus membicarakannya kepada Tuhan, dan berdoa. Terutama, engkau harus berusaha merenungkan pertanyaan-pertanyaan seperti bagaimana Tuhan mengasihi manusia, bagaimana Dia mengkhawatirkan manusia, mengapa Dia memangkas manusia, apa sebenarnya yang dimaksud dengan tunduk kepada Tuhan, dan sebagainya, berkomunikasi dengan Tuhan kapan pun dan di mana pun, berdoa kepada Tuhan, dan mencari dari-Nya. Ini adalah persekutuan dalam roh, atau singkatnya "persekutuan roh". Terkadang, engkau mungkin memikirkan sesuatu yang sangat membuatmu sedih saat engkau berada dalam perjalanan; engkau tidak perlu berlutut atau memejamkan mata. Engkau cukup berbicara kepada Tuhan di dalam hatimu, "Tuhan, hal ini telah terjadi padaku dan aku tidak tahu cara yang tepat untuk menanganinya, jadi aku mohon bimbingan-Mu dalam hal ini." Ketika hatimu merasa tergerak akan sesuatu, dan engkau mengatakan hal itu kepada Tuhan dengan segenap hatimu, maka Dia akan mengetahuinya. Terkadang engkau mungkin merasa merindukan rumah dan berkata, "Tuhan, aku sangat rindu rumah." Engkau tidak mengatakan secara khusus siapa yang kaurindukan, hanya saja engkau merasa sedih dan mengatakan kepada Tuhan tentang hal itu. Engkau hanya dapat mengatasi masalahmu jika engkau berdoa kepada Tuhan dan mengatakan kepada-Nya apa yang ada di dalam hatimu. Dapatkah engkau menyelesaikan masalahmu dengan berbicara kepada orang lain? Tidak akan begitu buruk jika engkau bertemu dengan seseorang yang memahami kebenaran—karena engkau bukan saja akan dapat menyelesaikan masalahmu, engkau juga akan mendapat manfaat darinya. Namun, jika engkau bertemu dengan seseorang yang tidak memahami kebenaran, engkau tidak akan dapat menyelesaikan masalahmu, dan itu juga dapat berdampak pada mereka. Jika engkau berbicara kepada Tuhan, Tuhan akan menghiburmu dan menggerakkanmu. Jika engkau dapat menenangkan dirimu di hadirat Tuhan, dan membaca firman-Nya, lalu merenung dan berdoa, engkau akan dapat memahami kebenaran dan menyelesaikan masalahmu. Firman Tuhan dapat membantumu menemukan jalan untuk mengatasi kesulitanmu, dan saat melewati rintangan kecil ini, engkau tidak akan tersandung, dan hal itu tidak akan membatasimu, juga tidak akan memengaruhi pelaksanaan tugasmu. Akan ada saat-saat ketika engkau tiba-tiba merasa semangatmu kendur dan sedikit gelap. Ketika ini terjadi, engkau harus segera berdoa kepada Tuhan, dan mendekatkan diri kepada-Nya, yang berarti berbicara kepada-Nya tentang apa yang ada dalam hatimu dan mencurahkan isi hatimu kepada-Nya kapan pun dan di mana pun engkau berada. Dengan cara seperti ini, keadaanmu dapat dibalikkan. Engkau harus yakin: "Tuhan ada di sisiku setiap saat, Dia tidak pernah meninggalkanku, aku dapat merasakannya. Di mana pun aku berada atau apa pun yang aku lakukan—baik aku sedang dalam pertemuan maupun sedang melaksanakan tugasku—aku tahu dalam hatiku bahwa Tuhan sedang menuntun tanganku, dan bahwa Dia tidak pernah meninggalkanku." Terkadang, saat engkau mengingat bagaimana engkau sudah melewati setiap hari seperti ini selama bertahun-tahun, engkau akan merasa bahwa tingkat pertumbuhanmu telah meningkat, bahwa Tuhan telah membimbingmu, dan kasih Tuhan selalu melindungimu. Saat engkau memikirkan hal-hal ini, engkau kemudian akan berdoa di dalam hatimu, mempersembahkan rasa syukur kepada Tuhan: "Ya Tuhan, aku bersyukur kepada-Mu! Aku terlalu lemah, penakut, dan begitu rusak. Jika bukan karena Engkau yang membimbingku seperti ini, tidak mungkin aku bisa bertahan sampai hari ini." Bukankah seperti inilah persekutuan rohani itu? Jika orang dapat sering bersekutu dengan Tuhan dengan cara seperti ini, tidakkah mereka akan berbicara banyak kepada Tuhan? Mereka tidak akan melewatkan berhari-hari tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada Tuhan. Jika tidak ada apa pun yang dapat kaukatakan kepada Tuhan, Tuhan tidak ada dalam hatimu. Jika Tuhan ada dalam hatimu, dan engkau beriman kepada Tuhan, maka engkau akan dapat mengucapkan semua kata dalam hatimu kepada-Nya, termasuk hal-hal yang biasanya akan engkau katakan kepada orang kepercayaanmu. Sebenarnya, Tuhan adalah Pribadi terkarib yang paling dapat kaupercayai. Jika engkau memperlakukan Tuhan sebagai Pribadi terkarib yang paling dapat kaupercayai, sebagai keluarga yang paling kauandalkan, yang kaudapati paling dapat diandalkan, paling tepercaya, dan yang paling akrab denganmu, maka mustahil engkau tidak memiliki apa pun untuk dikatakan kepada Tuhan. Jika engkau selalu memiliki sesuatu untuk kaukatakan kepada Tuhan, bukankah engkau akan selalu hidup di hadirat-Nya? Jika engkau selalu hidup di hadirat Tuhan, maka engkau akan dapat merasakan setiap saat bagaimana Tuhan mencerahkan dan membimbingmu, bagaimana Dia memelihara dan melindungimu, dan memberimu damai dan sukacita, bagaimana Dia memberkatimu, bagaimana Dia menegurmu, mendisiplinkanmu, mendidikmu, menghakimi dan menghajarmu. Semua ini akan menjadi jelas dan nyata bagimu. Jika engkau hanya kacau setiap hari, percaya kepada Tuhan hanya dalam perkataanmu, tanpa ada Tuhan di dalam hatimu, dan jika engkau hanya melaksanakan tugasmu dan menghadiri pertemuan di tingkat lahiriah, dan membaca firman Tuhan dan berdoa setiap hari, hanya asal-asalan saja, maka ini bukanlah percaya kepada Tuhan—tidak satu pun dari ritual keagamaan yang engkau lakukan ini ada hubungannya dengan kebenaran. Mereka yang percaya kepada Tuhan harus dengan saksama membaca satu bagian dari firman Tuhan setiap hari, dan berdoa serta bersekutu dalam firman ini. Mereka harus mendapatkan sedikit penerangan dari firman Tuhan setiap hari, dan memahami sedikit kebenaran. Secara khusus, mereka harus mampu mencari kebenaran dan menangani masalah sesuai prinsip sementara melaksanakan tugas mereka, dan mampu memperoleh pengalaman hidup setiap hari, dan mengalami pekerjaan Tuhan. Seperti itulah orang percaya sejati dan orang yang mengikut Tuhan.

Masalah apakah yang paling penting dan yang paling harus diatasi dalam kepercayaanmu kepada Tuhan? Itu adalah masalah hubungan normalmu dengan Tuhan. Jika engkau percaya kepada Tuhan, tetapi Dia tidak ada di dalam hatimu, dan engkau sudah memutuskan hubunganmu dengan-Nya, dan engkau tidak memperlakukan Tuhan seperti anggota keluargamu yang paling akrab, paling tepercaya, dan paling dekat, maka Tuhan bukanlah Tuhanmu. Terapkanlah firman-Ku selama beberapa waktu dan lihatlah apakah keadaan batinmu telah berubah. Dengan menerapkan firman-Ku, engkau dapat memastikan bahwa engkau hidup di hadirat Tuhan, bahwa engkau berada dalam kondisi normal dan keadaan yang normal. Ketika orang berada dalam keadaan yang normal, dan mereka tidak dipengaruhi oleh orang, peristiwa, dan hal apa pun, atau beragam lingkungan yang mereka hadapi dalam semua tahap pengalaman hidup mereka, dan mereka mampu bertahan dalam melaksanakan tugas mereka secara normal, maka mereka memiliki tingkat pertumbuhan yang benar dan mereka adalah orang yang sudah masuk ke dalam kenyataan kebenaran.

13 Juli 2017

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Hubungi kami via WhatsApp