Firman Tuhan | "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I: Otoritas Tuhan (I)" (Bagian Empat)
Beberapa materi dalam video ini berasal dari: 【All Bible quotations in this video are translated freely from English Bible.】...
Kami menyambut semua pencari yang merindukan penampakan Tuhan!
Apakah engkau semua sudah mengerti sekarang bagaimana cara mengikuti Tuhan dan menempuh jalan mengejar kebenaran? Apa sebenarnya yang dimaksud dengan percaya kepada Tuhan dan mengikuti Tuhan? Apakah ini berarti meninggalkan beberapa hal, mampu mengorbankan diri bagi Tuhan, menanggung sedikit penderitaan, dan mengikuti Tuhan sampai akhir, dan hanya itu saja? Dapatkah orang memperoleh kebenaran jika mengikuti Tuhan dengan cara seperti ini? Dapatkah orang memperoleh keselamatan? Apakah engkau semua benar-benar memahami hal ini? Ada orang-orang yang mengira setelah orang mengalami diri mereka dihakimi, dihajar, dan dipangkas atau setelah diri mereka yang sebenarnya tersingkap, kesudahan mereka pun sudah ditetapkan, dan mereka ditakdirkan untuk tidak dapat diselamatkan. Kebanyakan orang tidak mampu memahami hal ini dengan jelas, mereka ragu harus melangkah ke mana, tidak tahu cara menempuh jalan yang ada di depan mereka. Bukankah ini berarti mereka masih belum benar-benar memahami pekerjaan Tuhan? Apakah mereka yang selalu meragukan pekerjaan Tuhan dan keselamatan Tuhan bagi manusia, benar-benar percaya kepada-Nya? Biasanya, orang-orang yang belum pernah mengalami diri mereka dipangkas, belum pernah mengalami kemunduran, mereka merasa bahwa mereka seharusnya mengejar kebenaran dan memuaskan maksud Tuhan dalam iman mereka. Namun, begitu mereka mengalami sedikit pukulan atau kesulitan, mereka pun memperlihatkan natur mereka yang suka berkhianat, yang terlihat memuakkan. Setelahnya, mereka sendiri juga merasa bahwa itu memuakkan dan pada akhirnya menghakimi diri sendiri atas hasil mereka, dengan berkata "Habislah aku! Aku ternyata mampu melakukan hal seperti itu. Bukankah itu berarti habislah aku ini? Tuhan tidak akan pernah menyelamatkanku." Banyak orang berada dalam keadaan seperti ini. Bahkan bisa dikatakan semua orang berada dalam keadaan seperti ini. Mengapa orang menghakimi diri mereka sendiri seperti ini? Ini membuktikan bahwa mereka masih belum memahami maksud Tuhan menyelamatkan manusia. Setelah hanya sekali saja mengalami pemangkasan, engkau langsung terjerumus ke dalam kenegatifan untuk waktu yang lama, tak mampu melepaskan dirimu, bahkan sampai engkau tidak mau lagi melaksanakan tugasmu; kejadian sekecil itu saja mampu membuatmu takut sampai-sampai engkau tidak mau lagi mengejar kebenaran dan tetap berada dalam keadaan seperti itu. Orang seolah-olah hanya bersemangat dalam pengejaran mereka saat mereka merasa diri mereka tanpa kesalahan dan tanpa cela, tetapi ketika mereka mendapati diri mereka sangat rusak, mereka tidak punya keberanian untuk terus mengejar kebenaran. Banyak orang mengucapkan perkataan yang memperlihatkan keputusasaan dan kenegatifan mereka seperti, "Habislah aku; Tuhan tidak akan menyelamatkanku. Sekalipun Tuhan menyelamatkanku, aku tidak bisa memaafkan diriku; aku tidak akan pernah berubah." Orang tidak memahami maksud Tuhan, dan ini menunjukkan bahwa mereka masih belum memahami pekerjaan-Nya. Sebenarnya, adalah wajar bagi manusia untuk sesekali memperlihatkan watak rusak tertentu dalam pengalaman mereka, atau bertindak keliru, tidak bertanggung jawab, asal-asalan, dan tidak setia. Ini karena manusia memiliki watak yang rusak; ini adalah sesuatu yang tak mampu mereka hentikan dan hindari. Kalau bukan karena tersingkapnya hal ini, mengapa mereka disebut manusia yang rusak? Jika manusia tidak rusak, pekerjaan penyelamatan Tuhan tidak akan ada artinya. Masalahnya sekarang adalah, karena manusia tidak memahami kebenaran atau benar-benar memahami diri mereka sendiri, dan karena mereka tidak dapat melihat keadaan mereka sendiri dengan jelas, mereka membutuhkan Tuhan untuk mengungkapkan firman-Nya mengenai pengungkapan dan penghakiman-Nya agar mereka dapat memahaminya. Kalau tidak, mereka akan tetap mati rasa dan bodoh. Jika Tuhan tidak bekerja dengan cara ini, manusia tidak akan pernah berubah. Terlepas dari kesulitan yang menimpamu di setiap langkahmu, Aku akan bersekutu denganmu tentang kebenaran, memberikan penjelasan dan bimbingan, dan selama engkau semua mampu memasuki jalan yang benar, itu sudah cukup. Jika tidak, orang akan selalu berbalik ke jalan yang ekstrem. Mereka akan selalu menempuh jalan buntu, tidak mempunyai arah jalan ke depan, dan membatasi diri mereka sendiri seraya berjalan. Ketika manusia baru mulai mengalami pekerjaan Tuhan, mereka belum memahami diri mereka sendiri. Dan setelah gagal dan tersingkap beberapa kali, mereka akhirnya menyatakan hukuman bagi diri mereka sendiri. Mereka berkata: "Aku adalah setan; aku adalah Iblis! Semuanya sudah berakhir bagiku. Tidak mungkin aku akan diselamatkan. Aku sudah tidak bisa diselamatkan." Manusia memang terlalu rapuh dan sulit untuk ditangani, dan akan berubah menjadi ekstrem seiring berjalannya waktu. Ketika orang tidak dapat melihat bahwa kerusakan mereka sudah begitu parah, bahwa mereka adalah para setan, mereka menjadi congkak dan menganggap dirinya benar; mereka percaya bahwa mereka telah menanggung kesulitan yang tak terhitung jumlahnya, bahwa mereka adalah orang-orang yang mengasihi Tuhan dan memenuhi syarat untuk memasuki kerajaan surga. Namun, ketika manusia menyadari betapa parahnya kerusakan mereka, bahwa mereka tidak hidup dalam keserupaan dengan manusia, melainkan seperti para setan dan Iblis, mereka membiarkan diri mereka putus asa dan merasa seolah-olah mereka sudah tidak dapat lagi bisa berharap lagi; bahwa mereka pasti telah dikutuk oleh Tuhan, dan tersingkap serta tersingkirkan oleh-Nya. Orang-orang menjadi congkak dan merasa diri benar ketika mereka tidak memahami diri mereka sendiri, dan mereka membiarkan diri mereka tenggelam dalam keputusasaan ketika mereka mengalaminya. Beginilah betapa merepotkan dan menyulitkan orang-orang seperti itu. Jika mereka bisa menerima kebenaran, jika suatu hari mereka benar-benar memahami maksud Tuhan, mereka akan berkata: "Kerusakanku sudah sedemikian parahnya selama ini dan aku akhirnya menyadarinya. Untungnya, Tuhan menyelamatkanku, dan sekarang aku dapat melihat kehidupan yang cerah dan dapat berjalan di jalan hidup yang benar. Aku tidak tahu bagaimana aku harus bisa berterima kasih kepada Tuhan." Ini seperti terbangun dari mimpi dan melihat terang. Bukankah mereka telah menerima keselamatan yang besar? Bukankah seharusnya mereka memuji Tuhan? Beberapa orang tidak memahami dirinya sendiri bahkan ketika kematian sudah dekat; mereka masih congkak dan tidak bisa menerima kenyataan yang sudah tersingkap. Mereka merasa dirinya cukup baik: "Saya orang baik, bagaimana bisa saya melakukan itu?" Kelihatannya mereka telah dituduh secara tidak adil. Beberapa orang mengalami pekerjaan Tuhan selama bertahun-tahun dan pada akhirnya, mereka masih belum memahami natur mereka. Mereka selalu berpikir bahwa mereka adalah orang baik dan melakukan kesalahan saat sedang kebingungan, dan bahkan sampai hari ini, ketika mereka disingkirkan, mereka tidak tunduk. Orang seperti ini terlalu congkak dan masa bodoh, tidak menerima kebenaran. Mereka tidak akan pernah bisa berubah dan menjadi manusia. Dari sini engkau semua dapat mengetahui bahwa meskipun natur manusia menentang dan mengkhianati Tuhan, ada perbedaan dalam natur mereka. Hal ini memerlukan pemahaman yang lebih dalam mengenai natur manusia.
Ada beberapa ciri umum dalam natur manusia yang harus dipahami. Semua orang bisa mengkhianati Tuhan—ini adalah sifat yang umum—namun, setiap individu memiliki kelemahan vitalnya masing-masing. Beberapa orang menyukai kekuasaan, yang lain menyukai status, ada yang memuja uang, ada pula yang memuja kesenangan materi. Inilah perbedaan natur manusia. Beberapa orang mampu berdiri teguh meski menanggung banyak kesulitan setelah mulai memercayai Tuhan, sementara yang lain menjadi negatif, mengeluh, dan gagal berdiri teguh ketika menghadapi sedikit kesulitan. Jadi, mengapa, meskipun mereka sama-sama percaya kepada Tuhan, dan sama-sama makan dan minum firman Tuhan, reaksi mereka berbeda-beda ketika sesuatu menimpa mereka? Hal ini menggambarkan bahwa meskipun semua manusia yang sangat rusak memiliki natur Iblis, kualitas kemanusiaan mereka berbeda-beda. Beberapa orang muak dan membenci kebenaran, sementara yang lain mampu mencintai dan menerimanya. Beberapa orang memperlihatkan watak rusak yang lebih parah, sementara yang lain tidak begitu parah. Beberapa orang lebih baik hati, sementara yang lain sangat kejam. Meskipun perkataan, perilaku, dan perwujudan mereka mungkin berbeda, watak rusak mereka tetap sama; mereka semua adalah manusia rusak yang berasal dari Iblis. Ini adalah ciri umum di antara mereka. Natur seseorang menentukan siapa dirinya. Meskipun ada kesamaan pada hal sifat natur orang-orang, setiap individu harus diperlakukan berbeda-beda sesuai dengan esensi mereka. Misalnya, nafsu jahat adalah sifat umum yang dimiliki semua orang. Setiap orang memiliki hal-hal ini dan tidak dapat dengan mudah mengatasinya. Namun, beberapa orang mempunyai kecenderungan yang kuat dalam hal ini. Setiap kali orang seperti ini menghadapi godaan yang melibatkan lawan jenis, mereka menyerah pada godaan. Hati mereka menjadi terpengaruh dan mereka jatuh ke dalam godaan; mereka siap kabur bersama lawan jenis itu kapan saja dan mengkhianati Tuhan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa orang-orang tersebut memiliki natur jahat. Ketika sebagian orang menghadapi hal semacam ini, meskipun mereka menunjukkan sedikit kelemahan atau memperlihatkan nafsu jahat, mereka tidak akan melakukan apa pun yang di luar batas. Mereka mampu menahan diri dan menghindari situasi seperti ini; mereka dapat memberontak terhadap daging dan terhindar dari perbuatan dosa, dan juga bisa menghindari godaan tersebut. Oleh karena itu, tidak dapat dikatakan bahwa sifat mereka jahat. Manusia hidup dalam daging, sehingga mempunyai nafsu jahat; namun ada pula orang yang sewenang-wenang dan gegabah, menuruti hawa nafsunya, bahkan melakukan hal-hal yang mengganggu, dan mengacaukan pekerjaan gereja. Namun, beberapa orang tidak seperti ini. Mereka mampu mengejar kebenaran dan bertindak sesuai dengan kebenaran, dan mereka dapat memberontak terhadap daging. Walaupun semua orang mempunyai nafsu daging, perilaku mereka tidak sama. Inilah perbedaan dari esensi natur manusia. Beberapa orang rakus akan uang. Setiap kali mereka melihat uang atau barang bagus, mereka ingin mengambilnya untuk diri sendiri. Mereka memiliki keinginan yang sangat kuat untuk memperoleh hal-hal ini. Natur orang-orang ini memang serakah. Mereka mendambakan harta benda apa pun yang mereka lihat, dan mereka bahkan berani mencuri atau menyalahgunakan persembahan Tuhan—mereka bahkan berani menyentuh uang ribuan atau puluhan ribu RMB. Semakin banyak uang yang ada, semakin berani mereka. Mereka sama sekali tidak memiliki hati yang takut akan Tuhan. Ini adalah natur yang serakah. Hati nurani beberapa orang tidak tenang setelah menghabiskan beberapa RMB, atau beberapa puluh RMB dari uang gereja. Mereka segera berlutut di hadapan Tuhan untuk berdoa dengan air mata penyesalan, memohon pengampunan Tuhan. Kita tidak bisa mengatakan bahwa orang-orang seperti ini rakus akan uang, karena setiap orang memiliki watak dan kelemahan yang rusak, dan kemampuan orang-orang ini untuk benar-benar bertobat membuktikan bahwa tindakan mereka hanyalah perwujudan dari watak mereka yang rusak. Beberapa orang menghakimi orang lain. Mereka akan berkata, "Karena orang ini sudah menghabiskan beberapa RMB dari uang gereja kali ini, lain kali dia bisa menghabiskan puluhan RMB. Mereka jelas-jelas adalah orang yang mencuri persembahan, dan harus dikeluarkan." Ucapan seperti ini mengandung sedikit natur menghakimi. Manusia mempunyai watak yang rusak, sehingga mereka pasti akan memperlihatkan kerusakannya dan melakukan banyak hal yang buruk. Hal ini normal, tetapi orang yang menyingkapkan kerusakannya tidak sama dengan orang yang mempunyai natur jahat. Meskipun kedua tipe orang ini mungkin melakukan beberapa hal yang sama, namun natur mereka berbeda. Contohnya, saat seseorang menempuh jalan mengejar kebenaran dan berusaha menjadi orang jujur, mereka pasti akan terus mengungkapkan kebohongan, tipu muslihat, atau kelicikan dari waktu ke waktu. Sedangkan kebohongan dan tipu muslihat adalah bagian dari natur setan, dan setan akan berbohong sepanjang waktu dan tentang segala hal. Meskipun keduanya mungkin menunjukkan perilaku berbohong, esensi setan dan seseorang yang mengejar kebenaran pada dasarnya berbeda. Kalau begitu, pantaskah kita melabeli orang-orang yang berusaha jujur sebagai Iblis atau setan, hanya karena kerusakannya terungkap sesaat? Melakukan pelanggaran berupa berbohong atau menipu orang lain bukan berarti mereka adalah para setan yang selalu berbohong dan menipu orang lain. Karena esensi natur manusia tidaklah sama, kita tidak bisa menyamakan mereka semua. Membandingkan seseorang yang melakukan pelanggaran sesaat dengan setan merupakan bentuk menghakimi dan mengutuk dengan sewenang-wenang. Ini adalah hal yang paling menyakiti manusia. Jika engkau kurang memiliki pemahaman dan tidak dapat memahami hal-hal dengan jelas, maka engkau tidak boleh berbicara secara sembarangan atau menerapkan aturan tanpa pandang bulu, jika tidak, engkau akan menyakiti orang lain. Orang yang kurang memiliki pemahaman rohani dan suka mematuhi aturan kemungkinan besar akan menghakimi dan mengutuk orang lain. Orang-orang yang tidak memahami kebenaran berbicara dan bertindak tanpa prinsip, dan orang-orang yang berbicara sembarangan dan sewenang-wenang dalam menilai dan mengutuk orang lain tidak akan menguntungkan diri mereka sendiri maupun orang lain.
Di dalam hatimu, engkau semua tidak mengetahui tujuan apa yang harus dicapai seseorang dalam kepercayaannya kepada Tuhan agar sesuai dengan maksud-Nya. Sangat sedikit orang yang mampu percaya kepada Tuhan sepenuhnya sesuai dengan tuntutan-Nya. Ada terlalu banyak masalah di dalam diri engkau semua dan mungkin engkau semua belum menyadarinya serta belum memahaminya dengan jelas. Ini menunjukkan bahwa engkau semua masih belum memahami kebenaran, belum mampu merenungkan dirimu sendiri, belum menemukan dan masih belum mampu menganalisis berbagai pemikiran dan aspek dari natur di dalam dirimu. Suatu hari nanti, ketika engkau semua telah mendengar banyak khotbah, dan memiliki pengalaman, engkau semua akan memahami kebenaran. Hanya dengan cara itulah engkau semua akan mampu benar-benar mengenali dirimu sendiri. Meskipun engkau semua benar-benar percaya kepada Tuhan, engkau belum menyingkirkan watakmu yang rusak, dan masih banyak hal-hal dangkal di dalam naturmu, engkau masih suka mengenakan pakaian yang bagus dan menikmati hal-hal yang menyenangkan. Ketika beberapa orang mengenakan pakaian yang bagus atau mendapatkan ponsel yang bagus, nada suara mereka berubah. Ketika beberapa wanita mengenakan sepatu hak tinggi, cara mereka berjalan berubah, dan mereka tidak lagi mengetahui siapa diri mereka. Ketika menyangkut hal-hal yang disimpan dalam hati manusia, dan natur apa yang membuat mereka menyingkapkan hal-hal yang jahat, jelek, dan dangkal ini, orang-orang perlu mengetahui watak mereka yang rusak dan hal-hal yang ada di dalam natur mereka sendiri. Meskipun orang-orang dapat merasakan watak-watak rusak ini, mereka tidak dapat menyelesaikannya, mereka hanya dapat mengandalkan kemauan mereka sendiri untuk menahannya dan menghentikannya agar tidak tersingkap secara eksternal. Seraya pengalaman mereka makin dalam, seraya pengetahuan mereka tentang natur mereka dan semua aspek kebenaran makin dalam, dan seraya mereka perlahan-lahan memahami dan masuk ke dalam tuntutan Tuhan, watak rusak manusia dan aspek-aspek dari natur mereka perlahan-lahan mulai berubah. Pada awalnya, pengetahuan akan diri mereka sangat dangkal. Mereka bisa mengakui watak mereka yang rusak, tetapi mereka tidak mampu mencari kebenaran dan mengetahui esensi dari kerusakan mereka. Ketika mereka memperoleh sedikit pengetahuan, mereka ingin menahan diri dan memberontak terhadap daging melalui kerja keras dan memperoleh hasil. Namun, upaya mereka ternyata sia-sia, dan mereka masih tidak dapat memahami akar masalahnya. Ketika mereka benar-benar memahami kebenaran di kemudian hari, dan sepenuhnya mengetahui watak rusak mereka, mereka mulai membenci diri mereka sendiri. Pada saat itu, mereka tidak perlu berusaha keras untuk memberontak terhadap daging, mereka bisa secara proaktif menerapkan kebenaran, dan bertindak sesuai dengan prinsip-prinsipnya. Walaupun terkadang mereka tidak sepenuhnya memahami kebenaran, setidaknya mereka dapat bertindak berdasarkan hati nurani dan nalar mereka. Ketika manusia pertama kali mulai mengalami firman Tuhan, mereka semua menghadapi kesulitan. Ini karena mereka tidak memahami kebenaran dan tidak tahu bagaimana menggunakan prinsip-prinsip sebagai landasan, mereka selalu bertanya bagaimana cara melakukan ini atau itu, dan hanya bisa mematuhi aturan. Terlebih lagi, manusia selalu terganggu oleh keadaan negatif, dan terkadang tidak ada jalan untuk bergerak maju. Pada saat mereka berada dalam keadaan negatif, orang harus menyelesaikan hal-hal yang dapat diselesaikan melalui persekutuan. Adapun yang tidak bisa diselesaikan melalui persekutuan, engkau bisa mengabaikannya. Engkau seharusnya fokus pada penerapan dan masuk secara normal, dan lebih mempersekutukan kebenaran. Suatu hari, ketika engkau memahami kebenaran dengan jelas, dan memahami banyak hal, keadaan negatifmu akan hilang dengan sendirinya. Bukankah keadaan negatif engkau semua yang lama sudah hilang sekarang? Setidaknya, engkau lebih jarang mengalaminya dibandingkan dengan sebelumnya. Fokuslah untuk bekerja keras dalam mengejar kebenaran, dan engkau semua akan mampu menyelesaikan semua masalahmu. Ketika engkau dapat menyelesaikan masalahmu sendiri, engkau akan membuat kemajuan dan menjadi berkembang. Ketika orang menempuh pengalaman sampai datangnya hari ketika pandangan mereka tentang kehidupan dan makna serta dasar dari keberadaan mereka telah sepenuhnya berubah, ketika mereka telah berubah sepenuhnya dan telah menjadi orang lain, bukankah ini luar biasa? Ini perubahan besar, perubahan yang menghancurkan bumi. Hanya ketika engkau menjadi tidak tertarik pada ketenaran dan kekayaan, status, uang, kesenangan, kekuasaan, dan kemuliaan dunia, dan dapat dengan mudah melupakannya, engkau akan memiliki keserupaan dengan manusia. Mereka yang pada akhirnya akan disempurnakan adalah kelompok orang seperti ini; mereka hidup demi kebenaran, hidup demi Tuhan, dan hidup demi keadilan. Inilah keserupaan dengan manusia yang sejati.
Beberapa orang akan bertanya, "Apa sebenarnya manusia itu?" Tak satu pun dari orang-orang di zaman sekarang yang merupakan manusia. Jika mereka bukan manusia, lalu apakah mereka? Bisa dikatakan mereka adalah hewan, binatang buas, Iblis, atau para setan. Bagaimanapun juga, mereka hanya berselubung dalam kulit manusia, tetapi tidak bisa disebut manusia, karena mereka tidak memiliki kemanusiaan yang normal. Menyebut mereka sebagai hewan hampir tepat, tetapi manusia memiliki bahasa, pikiran, dan akal, serta manusia dapat menggunakan ilmu pengetahuan dan menghasilkan karya, sehingga hanya mereka yang dapat digolongkan sebagai hewan yang tingkatannya lebih tinggi. Namun, manusia sudah terlalu dirusak oleh Iblis, mereka sudah lama kehilangan hati nurani dan nalarnya, dan mereka sama sekali tidak tunduk atau takut kepada Tuhan. Sangatlah tepat untuk menyebut mereka sebagai para setan dan Iblis. Karena natur mereka berasal dari Iblis, dan mereka menyingkapkan watak Iblis, serta mengungkapkan pandangan Iblis, maka lebih tepat jika mereka disebut para setan dan Iblis. Manusia sudah sangat rusak dan mereka tidak memiliki banyak keserupaan dengan manusia. Mereka seperti binatang buas dan hewan, mereka adalah setan-setan. Saat ini, manusia bukanlah manusia atau makhluk lain, mereka tidak menyerupai manusia atau setan, dan mereka juga tidak memiliki keserupaan dengan manusia yang sebenarnya. Setelah pengalaman bertahun-tahun, beberapa orang yang telah lama memercayai Tuhan memperoleh sedikit kedekatan dengan Tuhan, dan sedikit banyak dapat memahami Tuhan, dan sedikit banyak mengkhawatirkan hal-hal yang Tuhan khawatirkan, dan sedikit banyak memikirkan hal-hal yang Tuhan pikirkan. Ini berarti mereka memiliki sedikit penampilan manusia dan berbentuk setengah manusia. Orang-orang yang baru memercayai Tuhan, belum mengalami hajaran dan penghakiman, atau banyak pemangkasan, mereka juga belum banyak mendengar kebenaran, mereka hanya telah membaca firman Tuhan, tetapi tidak memiliki pengalaman yang nyata. Akibatnya, mereka jauh tertinggal. Kedalaman pengalaman seseorang menentukan seberapa besar perubahannya. Makin sedikit engkau mengalami firman Tuhan, makin sedikit engkau memahami kebenaran. Jika engkau tidak memiliki pengalaman sama sekali, maka engkau adalah Iblis yang utuh dan hidup, dan engkau adalah setan yang lugu dan sederhana. Apakah engkau memercayai hal ini? Engkau akan memahami kata-kata itu suatu hari nanti. Apakah ada orang baik sekarang? Jika manusia tidak memiliki penampilan manusia, bagaimana kita bisa menyebut mereka manusia? Menyebut mereka sebagai orang baik bahkan lebih mustahil lagi. Mereka hanya memiliki cangkang manusia, tetapi mereka tidak memiliki esensi manusia, tidak berlebihan jika menyebut mereka sebagai binatang buas yang berpakaian manusia. Jika seseorang ingin memiliki keserupaan dengan manusia melalui mengalami pekerjaan Tuhan, mereka harus melalui penyingkapan, hajaran, dan penghakiman firman Tuhan, barulah mereka pada akhirnya dapat mencapai perubahan. Inilah jalannya; jika Tuhan tidak melakukan ini, manusia tidak akan mampu berubah. Tuhan harus bertindak dengan cara ini, sedikit demi sedikit. Manusia harus mengalami penghakiman dan hajaran, pemangkasan yang terus-menerus, dan cara-cara mereka mengungkapkan watak rusak mereka harus disingkapkan. Orang-orang hanya dapat menapaki jalan yang benar ketika mereka mampu merenungkan diri mereka sendiri dan memahami kebenaran. Hanya setelah melalui suatu periode pengalaman dan memahami beberapa kebenaran barulah orang memiliki keyakinan untuk mampu berdiri teguh. Aku melihat tingkat pertumbuhan engkau semua masih terlalu kecil, engkau masih terlalu sedikit memahami kebenaran, dan tidak dapat melaksanakan tugasmu dengan baik. Meskipun engkau tampak menyibukkan diri dengan sangat aktif dalam tugas-tugasmu, pada kenyataannya, engkau semua berada di ambang bahaya. Aku tidak dapat melihat bahwa engkau memiliki kenyataan kebenaran apa pun, dan sulit untuk mengetahui apakah engkau adalah orang-orang yang mengejar kebenaran. Hal ini menempatkan engkau dalam bahaya besar. Aku telah mengucapkan kata-kata seperti ini berkali-kali, tetapi banyak orang yang tidak memahami maksudnya. Beberapa orang berkata: "Sekarang aku sangat antusias dalam memercayai Tuhan, aku tidak akan tersandung atau kehilangan arah. Tuhan memperlakukanku dengan penuh kasih karunia, aku tidak berada dalam bahaya apa pun." Tuhan memperlakukan setiap orang dengan kasih karunia dan melindungi mereka, tetapi engkau belum masuk ke dalam kenyataan kebenaran, jadi secara alami engkau berada dalam bahaya. Ketika dihadapkan pada ujian, dapatkah engkau menjamin bahwa engkau akan mampu berdiri teguh? Tidak ada orang yang berani menjamin seperti ini. Banyak orang hanya mampu mengucapkan beberapa kata-kata dan doktrin. Ini tidak berarti bahwa mereka memahami kebenaran, dan tentu saja tidak berarti bahwa mereka memiliki tingkat pertumbuhan yang nyata, tetapi mereka berpikir bahwa mereka hampir berhasil. Jika seseorang bisa mengatakan hal seperti itu, itu menunjukkan bahwa dia jauh tertinggal. Setiap orang yang tidak memiliki kenyataan kebenaran sedang hidup di ambang bahaya. Ini sepenuhnya benar.
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Beberapa materi dalam video ini berasal dari: 【All Bible quotations in this video are translated freely from English Bible.】...