Firman tentang Bagaimana Memperlakukan Kebenaran dan Tuhan (Kutipan 2)
Orang-orang yang percaya kepada Tuhan harus memahami beberapa hal penting. Setidaknya, di dalam hatinya mereka harus tahu apa artinya percaya kepada Tuhan, kebenaran mana yang harus dipahami oleh orang-orang yang percaya kepada Tuhan, bagaimana harus menerapkan ketundukan kepada Tuhan; dalam ketundukan kepada Tuhan, kebenaran dan firman-Nya yang mana yang harus dipahami, serta kenyataan yang mana yang harus dimiliki untuk memuaskan-Nya. Jika engkau semua memiliki iman dan tekad seperti ini, walaupun adakalanya engkau memiliki sedikit gagasan atau memendam niat tertentu, akan mudah untuk melepaskan semua itu. Mereka yang tidak memiliki iman seperti ini akan selalu pilih-pilih dalam ketundukan mereka, dan terkadang mereka juga suka rewel, suka bertengkar, memendam kebencian, dan mengomel. Segala macam perilaku memberontak akan muncul dari waktu ke waktu! Ini bukan hanya kejadian satu atau dua kali, juga bukan pemikiran sekilas, melainkan kemampuan untuk mengucapkan kata-kata yang memberontak dan melakukan tindakan yang memberontak. Hal ini menunjukkan watak memberontak yang sangat keras. Manusia memiliki watak yang rusak, dan bahkan jika mereka memiliki tekad untuk tunduk kepada Tuhan, ketundukan mereka terbatas. Ketundukan mereka bersifat relatif, sesekali, cepat berlalu, dan bersyarat. Ketundukan mereka tidak mutlak. Dengan watak yang rusak, pemberontakan mereka sangat besar. Mereka mengakui Tuhan, tetapi tidak mampu tunduk kepada-Nya. Mereka bersedia mendengarkan firman-Nya, tetapi tidak mampu tunduk kepada firman-Nya. Mereka tahu bahwa Tuhan itu baik dan ingin mengasihi-Nya, tetapi mereka tidak mampu. Mereka tidak mampu mendengarkan Tuhan sepenuhnya dan tidak mampu membiarkan Dia mengatur segalanya. Mereka masih memiliki pilihan sendiri, menyimpan niat sendiri, dan motif sendiri. Mereka juga memiliki rencana, gagasan, dan cara sendiri dalam melakukan segala sesuatu. Memiliki cara dan metode sendiri dalam melakukan segala sesuatu berarti mereka tidak mungkin mampu tunduk kepada Tuhan. Mereka hanya bisa bertindak sesuai dengan gagasan mereka sendiri dan memberontak terhadap Tuhan. Beginilah sifat manusia yang memberontak! Jadi, natur manusia bukan hanya watak rusak yang sederhana seperti sikap merasa diri benar yang dangkal, mementingkan diri sendiri, kesombongan, atau sesekali berbohong terhadap Tuhan dan menipu-Nya. Sebaliknya, esensi manusia telah menjadi esensi Iblis. Bagaimana penghulu malaikat mengkhianati Tuhan pada waktu itu? Bagaimana dengan manusia di zaman sekarang? Sejujurnya, entah engkau semua bisa menerimanya atau tidak, bukan hanya sepenuhnya mengkhianati Tuhan seperti yang dilakukan Iblis, tetapi manusia di zaman ini juga secara langsung memusuhi Tuhan di dalam hatinya, pemikiran, dan ideologi mereka. Beginilah Iblis merusak umat manusia menjadi setan-setan; manusia telah benar-benar menjadi keturunan Iblis. Mungkin engkau semua akan berkata, "Kami tidak memusuhi Tuhan, kami mendengarkan apa pun yang Tuhan katakan." Itu hanya dari luar; engkau semua seolah-olah memang mendengarkan apa pun yang Tuhan katakan. Kenyataannya, saat Aku menyampaikan persekutuan dan berbicara secara resmi, kebanyakan orang tidak memiliki gagasan, berperilaku baik, dan taat. Namun, ketika Aku berbicara dan melakukan segala sesuatu dalam kemanusiaan yang normal, atau hidup dan bertindak dalam kemanusiaan yang normal, gagasan mereka muncul. Meski mereka ingin memberi ruang bagi-Ku di dalam hati, mereka tidak mampu menyediakan tempat bagi-Ku, dan tidak menjadi soal bagaimana caranya kebenaran dipersekutukan, mereka tidak mampu melepaskan gagasan mereka. Ini menunjukkan bahwa manusia hanya dapat tunduk kepada Tuhan secara relatif, tidak secara mutlak. Engkau semua tahu Dia adalah Tuhan, dan engkau tahu bahwa Tuhan yang berinkarnasi harus memiliki kemanusiaan yang normal, jadi, mengapa engkau semua tidak mampu tunduk kepada Tuhan secara mutlak? Tuhan yang menjadi daging adalah Kristus, Anak Manusia. Dia memiliki keilahian dan kemanusiaan yang normal. Secara lahiriah, Dia memiliki kemanusiaan yang normal, tetapi keilahian-Nya hidup dan bekerja di dalam kemanusiaan yang normal ini. Kini, Tuhan telah menjadi daging sebagai Kristus, memiliki keilahian dan kemanusiaan. Namun, ada orang yang hanya mampu tunduk pada sebagian dari firman dan pekerjaan ilahi-Nya, hanya menerima perkataan ilahi-Nya dan bahasa-Nya yang mendalam sebagai firman Tuhan, sambil mengabaikan sebagian firman dan pekerjaan-Nya dalam kemanusiaan yang normal. Bahkan ada orang yang memiliki beberapa ide dan gagasan di dalam hati mereka, percaya bahwa hanya bahasa ilahi-Nya yang merupakan firman Tuhan, sedangkan bahasa manusia-Nya bukanlah firman Tuhan. Mampukah orang-orang seperti ini menerima semua kebenaran yang Tuhan ungkapkan? Bisakah mereka disucikan dan disempurnakan oleh Tuhan? Tidak bisa, karena manusia seperti itu memahami dengan cara yang tidak masuk akal dan tidak mampu memperoleh kebenaran. Singkatnya, dunia batin manusia sangatlah kompleks, dan masalah-masalah pemberontakan ini begitu rumit—tidak perlu dijabarkan lagi. Orang mampu tunduk pada keilahian Tuhan, tetapi tidak mampu tunduk pada sebagian pekerjaan dan firman kemanusiaan-Nya yang normal, yang menunjukkan bahwa mereka tidak sungguh-sungguh tunduk kepada Tuhan. Ketundukan manusia kepada Tuhan selalu bersyarat; mereka mendengarkan apa pun yang mereka yakini benar dan masuk akal, dan tidak bersedia mendengarkan apa pun yang mereka anggap salah dan tidak masuk akal. Mereka tidak tunduk pada hal yang tidak ingin mereka dengar atau hal yang tidak mampu mereka lakukan. Apakah ini bisa disebut ketundukan yang sebenarnya? Tentu saja tidak. Ini menunjukkan bahwa watak manusia itu tidak baik, sangat jahat, dan buruk—hal ini sangat penting! Dengan kata lain, bahkan ketika orang tunduk sedikit saja kepada Tuhan, itu selalu merupakan ketundukan yang selektif dan bersyarat, dan tidak pernah berupa ketundukan yang mutlak kepada Tuhan. Jika dikatakan bahwa seseorang mendengarkan dan tunduk, ini hanya relatif, karena engkau semua belum menyinggung kepentingannya atau benar-benar memangkas mereka, engkau belum secara langsung dan terang-terangan memangkasnya. Begitu engkau benar-benar memangkasnya, mereka akan menentangmu dan memasang wajah muram sepanjang hari. Jika engkau menanyakan sesuatu, mereka tidak akan menanggapinya, dan jika engkau menyuruh melakukan sesuatu, mereka tidak akan bersedia melakukannya. Saat engkau menyuruh mereka melakukan sesuatu yang tidak ingin mereka lakukan, mereka akan mulai merusak semuanya dan bersikap keras kepala terhadapmu. Watak seseorang bisa menjadi begitu buruk! Sudah tahu Dia adalah Tuhan, mengapa kalian memperlakukan-Nya seperti itu? Ini tidak ada bedanya dengan orang Farisi dan Paulus pada zaman itu. Apakah Paulus tahu bahwa Yesus adalah Tuhan? Mengapa dia menganiaya murid-murid Yesus? Mengapa dia menangkap begitu banyak murid-murid Yesus? Pada akhirnya, Yesus melihat bahwa Paulus telah melampaui batas dalam penganiayaan yang dilakukannya, dan dalam perjalanan Paulus menuju Damsyik, Dia memukul Paulus. Cahaya terpancar di sekelilingnya, dan Paulus terjatuh ke tanah. Setelah terjatuh, dia bertanya kepada Yesus: "Siapakah engkau, tuhan?" Yesus berkata kepadanya, "Akulah Yesus yang engkau aniaya itu" (Kisah Para Rasul 9:5). Sejak saat itu, Paulus menjadi lebih takluk. Jika Yesus tidak "menerangi" dan menjatuhkannya, Paulus tidak akan menerima Yesus, apalagi berkhotbah untuk-Nya. Apa yang dibuktikan oleh hal ini? Ini membuktikan bahwa natur manusia sangatlah buruk.
Orang sering berkata, "Kita semua manusia memiliki watak yang rusak; tidak seorang pun dari kita yang dapat memuaskan Tuhan," dan "Manusia selalu merasa dirinya paling benar, mementingkan diri sendiri, selalu yakin bahwa mereka baik dan lebih dari orang lain!" Sebenarnya, ini adalah pemahaman yang sangat dangkal dan hanyalah sebagian kecil dari watak yang rusak. Mengapa engkau semua tidak mendiskusikan pemikiran dan niat memberontak serta menentang Tuhan dalam naturmu sendiri? Tuhan menuntutmu melakukan sesuatu dengan satu cara, tetapi engkau melakukannya dengan cara lain. Tuhan bekerja dengan satu cara, tetapi engkau meminta-Nya bekerja dengan cara lain. Bukankah ini menentang Tuhan? Setiap orang memiliki watak seperti ini; tidak ada yang bisa menghindarinya. Mungkin sebagian orang akan berkata, "Ini tidak berlaku bagiku, aku tidak tahu!" Hal ini karena engkau belum berhubungan dengan Tuhan. Begitu engkau semua berhubungan dengan Tuhan, dan setelah satu minggu mengenal-Nya secara bertahap, engkau semua dijamin akan berubah dan memperlihatkan jati dirimu yang sebenarnya. Ini bukanlah pernyataan yang berlebihan atau meremehkan kalian. Saat ini, manusia tidak hanya memiliki watak yang rusak; natur mereka pun telah rusak. Kemanusiaan normal mereka telah sedemikian rusaknya hingga terkoyak dan hilang sama sekali. Artinya, manusia tidak lagi memiliki kemanusiaan yang normal. Tuhan yang berinkarnasi memiliki kemanusiaan yang normal, tetapi semua manusia memiliki watak yang rusak dan kekurangan banyak aspek dari kemanusiaan yang normal, sehingga mustahil bagi mereka untuk selaras dengan Tuhan. Mereka pasti akan memiliki perbedaan dan perselisihan dengan Tuhan dalam banyak hal, bahkan sampai memusuhi-Nya. Ini karena manusia tidak memiliki hati yang takut akan Tuhan atau hati yang tunduk terhadap Tuhan. Seseorang tidak dapat menuntut orang lain, "Karena engkau semua mengakui bahwa Dia adalah Tuhan, engkau semua harus tunduk kepada-Nya, tidak soal apa yang dikatakan-Nya," apalagi menuntut mereka untuk berserah diri kepada Tuhan dalam segala hal. Ini bukan soal berserah diri; manusia adalah makhluk ciptaan, dan bagaimanapun juga, Tuhan adalah Tuhan, dan manusia adalah manusia—harus ada batasan di antara mereka. Bagaimana hamba Abraham berdoa kepada Tuhan Yahweh di Zaman Hukum Taurat? "Ya Tuhan Yahweh tuanku Abraham" (Kejadian 24:12). Dia membuat perbedaan derajat dengan sangat jelas, sedangkan orang-orang zaman sekarang percaya: "Tuhan tidak jauh berbeda dengan kita. Dia juga memiliki kemanusiaan yang normal, kebutuhan, berbagai macam emosi, kehidupan, dan aktivitas manusia normal. Meskipun Dia melakukan pekerjaan ilahi, kemanusiaan-Nya yang normal sangat diperlukan!" Begitu manusia memiliki bayangan kasar tentang "kemanusiaan normal" di dalam dirinya, mereka akan cenderung menganggap pekerjaan Tuhan, firman-Nya, dan watak-Nya sebagai kemanusiaan normal manusia, menyangkal esensi ilahi-Nya. Ini adalah kesalahan yang sangat besar yang membuat manusia mustahil untuk mengenal Tuhan, bukan? Engkau semua belum pernah berhubungan dengan Tuhan; siapakah di antara kalian yang berani berkata, "Jika aku berhubungan dengan Tuhan selama setahun, aku jamin aku tidak akan memberontak sama sekali"? Tidak ada seorang pun yang bisa begitu yakin. Kebanyakan orang telah percaya kepada Tuhan selama lebih dari 10 atau 20 tahun, tetapi tidak seorang pun yang mampu benar-benar mencapai ketundukan yang sejati kepada-Nya. Ini cukup untuk menunjukkan bahwa manusia telah dirusak secara mendalam oleh Iblis dan watak Iblis telah berakar di dalam hati mereka; ada hal-hal rusak yang bahkan tidak mampu engkau semua gali sendiri. Aku telah menyampaikan begitu banyak firman Tuhan, mengungkapkan banyak kebenaran, tetapi hampir tidak ada seorang pun yang benar-benar memahami kebenaran itu. Orang-orang di zaman ini sangat keras kepala, salah arah, mati rasa dan bodoh hingga taraf tertentu. Bukan hanya sedikit bodoh—natur memberontak mereka telah terbentuk, tetapi engkau semua masih belum melihatnya dengan jelas.
Ada orang-orang yang setelah bertemu dengan Kristus selama satu atau dua hari, merasa bahwa Dia asing serta merasa agak terkendali: "Tuhan ada di sini!" Mereka memiliki pemikiran ini di dalam hati mereka, tetapi setelah 10 hari atau dua minggu berhubungan dengan-Nya, sedikit demi sedikit mereka menjadi makin akrab dan makin dekat dengan-Nya, hati mereka menjadi tidak terkendali dan tidak lagi membedakan antara status mereka dan status-Nya. Seolah-olah ada kesetaraan total, tanpa hierarki apa pun; mereka berpikir bahwa wajar bagi Tuhan untuk hidup dan berbagi sukacita dengan mereka. Adakalanya Aku merenung, bagaimana bisa orang-orang ini menjadi begini? Andaikan Aku selalu memangkas dan menceramahi mereka, pasti mereka akan berperilaku baik dan tunduk. Terkadang ketika Aku berbicara dengan seseorang sebagai orang yang setara, mereka berpikir, "Hmm, lihatlah betapa baiknya Tuhan kepadaku!" Menunjukkan kebaikan kepadamu tidak membuktikan bahwa engkau tidak memiliki watak memberontak atau esensi naturmu baik. Bukankah begitu? Ketika Aku memperlakukan sebagian orang dengan sedikit lebih baik dan memberikan senyuman kecil, mereka melupakan tempat mereka di alam semesta, melupakan dari mana asal mereka, apa identitas serta esensinya—mereka melupakan semua ini. Natur manusia sungguh buruk; mereka sama sekali tidak memiliki nalar! Jika sebagian orang percaya bahwa mereka cukup baik, silakan saja berinteraksi dengan Tuhan untuk jangka waktu tertentu dan lihatlah bagaimana semua pemberontakan dan penentangan di dalam dirimu akan tersingkap. Berinteraksilah dengan Tuhan selama beberapa waktu—Aku tidak akan mengingatkanmu, menegur atau berurusan denganmu, dan tidak seorang pun akan bersekutu denganmu; engkau akan mengalaminya sendiri, dan kita akan melihat sejauh mana engkau semua mampu mengalaminya. Tanpa memperoleh kebenaran, engkau semua pasti akan gagal total, konsekuensinya tidak akan terpikirkan. Watak manusia yang pemberontak sangatlah parah; hati mereka tidak dapat menyediakan tempat bagi orang lain! Watakmu yang pemberontak, sifat jahatmu, dan hatimu yang congkak tidak dapat menyediakan tempat bagi orang lain. Mungkin setelah berinteraksi dengan-Ku selama beberapa waktu, sebagian orang mengembangkan beberapa pemikiran yang salah; jika hal ini tidak diluruskan, begitu pemikiran itu menjadi gagasan atau penilaian, mereka akan mendapati diri mereka berada dalam bahaya. Ada yang berkata, "Itu karena Engkau terlalu biasa dan normal. Aku tidak seperti ini dalam kepercayaanku kepada Tuhan Yesus." Sama halnya dengan kepercayaanmu kepada Yesus. Jika kalian ditempatkan di zaman Yesus, kalian tidak akan menjadi lebih baik dari orang Farisi, pikiranmu akan penuh dengan gagasan. Jangan berpikir engkau akan lebih baik daripada Yudas. Dia bisa mengkhianati Tuhan dan mencuri uang-Nya untuk kepentingannya sendiri; kalian mungkin tidak mengkhianati-Nya atau membelanjakan uang gereja dengan ceroboh, tetapi kalian tidak akan menjadi orang yang tunduk kepada Tuhan, dan kalian pasti akan penuh dengan gagasan, pemberontakan, dan penentangan. Firman dan pekerjaan Tuhan Yesus adalah penampakan dan pekerjaan Tuhan. Mengapa Yudas melawan Tuhan? Naturnya sangat buruk; dia tidak dapat menyediakan tempat bagi Kristus dan bersikeras untuk memusuhi-Nya. Bukankah Petrus juga sangat menderita pada saat itu? Karena kemanusiaannya sedikit lebih baik daripada orang lain pada saat itu dan karena dia berusaha untuk mengasihi Tuhan, pada akhirnya dia disempurnakan. Saat itu, dia juga memiliki sejumlah gagasan dan pendapat tentang Yesus, tetapi karena dia mampu terus mengasihi Tuhan, pada akhirnya dia memperoleh sejumlah pengetahuan tentang Tuhan Yesus. Jadi, jangan membual; jangan terlalu yakin bahwa kalian akan berhasil dan mencapai nilai sempurna dalam sesuatu yang belum kalian alami. Ini tidak benar dan tidak realistis. Kalian harus mengalaminya terlebih dahulu; hanya dengan demikianlah pengetahuan dan wawasan yang kalian bagikan akan menjadi nyata. Jangan berkata, "Tuhan, datanglah ke rumahku, aku berjanji tidak akan membuat-Mu marah seperti orang lain, aku berjanji tidak akan bersikap tidak manusiawi seperti orang lain." Hal ini tidak pasti karena unsur-unsur kemanusiaan normal di dalam diri manusia telah dihancurkan; kemanusiaan mereka yang normal telah hilang, begitu pula hati nurani dan nalar mereka—akal sehat kemanusiaan yang normal, berbicara dengan sederhana dan jujur, mampu mendengarkan dan tunduk, semua hal positif ini telah hilang dari dalam diri manusia. Jadi, prinsip hidup orang-orang serta tujuan hidup mereka pun telah berubah. Mereka semua mengikuti falsafah Iblis dan dikuasai oleh natur Iblis. Ucapan mereka penuh dengan tipu daya dan kelicikan, mereka pergi ke arah mana pun angin bertiup, dan mereka pandai mengatakan hal-hal yang terdengar menyenangkan—mereka meyakini bahwa hidup seperti ini adalah hal yang luar biasa. Mengapa dikatakan bahwa manusia sudah sangat rusak? Dengan kerusakan yang begitu parah, apakah manusia masih memiliki kemanusiaan yang normal? Engkau semua yakin bahwa engkau memiliki watak yang rusak, yang engkau anggap sebagai sedikit bersikap congkak, merasa diri benar, sombong, sedikit licik dalam berbicara, atau agak bersikap asal-asalan dalam melaksanakan tugasmu—itu saja. Namun, anggapan ini terlalu dangkal, ini baru menyinggung kulitnya saja. Intinya adalah manusia pada dasarnya jahat, semua orang memuja kejahatan, menyangkal dan menentang Tuhan, serta kemanusiaan mereka yang normal telah lenyap dari muka bumi. Bukankah benar begitu? Jadi, apa yang harus dilakukan manusia untuk memenuhi standar sebagai makhluk ciptaan? Kuncinya adalah menemukan jalan penerapan dan metode penerapan yang sesuai yang berasal dari firman Tuhan. Engkau semua tahu bahwa tidak ada orang yang sangat baik di antara umat manusia, jadi, mengapa sekarang dikatakan bahwa sebagian orang memiliki kemanusiaan, sedangkan sebagian lainnya tidak? Mampukah orang yang memiliki kemanusiaan benar-benar menerapkan kebenaran ini? Mereka juga tidak mampu menerapkannya; hanya saja mereka memiliki hati yang sedikit lebih baik dan lembut, dan lebih bertanggung jawab dalam pekerjaan mereka—tetapi ini semua bersifat relatif, tidak mutlak. Jika engkau mengevaluasi seseorang dan mengatakan bahwa orang tersebut benar-benar baik dan tidak memiliki kesalahan atau pemberontakan, bahwa mereka sepenuhnya patuh dan tunduk, dan sama sekali tidak bersikap asal-asalan dalam melaksanakan tugasnya, bukankah ini berlebihan? Apakah ini sesuai dengan faktanya? Apakah benar-benar ada orang seperti ini? Jika ini caramu memahami segala sesuatu, caramu itu menyimpang. Namun, jika engkau meyakini, "Kita manusia sudah tamat, tidak ada satu pun dari kita yang baik, jadi apa gunanya percaya kepada Tuhan? Aku akan berhenti percaya dan menunggu kematianku saja!" ini juga tidak masuk akal. Engkau semua selalu bertindak keterlaluan, seolah-olah engkau tidak mengerti ucapan yang sederhana; engkau selalu condong ke satu sisi, atau ke sisi lain. Jika Aku berbicara dengan lebih lemah lembut, engkau akan gagal mengenal dirimu sendiri, tetapi jika Aku berbicara terlalu keras dan kasar, engkau akan menundukkan kepala, menjadi negatif, dan bahkan menyerah pada dirimu sendiri. Ketika sebagian orang mendengar firman Tuhan tentang penghakiman dan kutukan, mereka langsung menjadi lumpuh, percaya bahwa hidup mereka sudah tamat dan tidak memiliki harapan untuk diselamatkan. Orang-orang seperti inilah yang paling sulit diselamatkan karena mereka tidak memahami ucapan yang sederhana! Sekarang, ketika Tuhan berbicara dan menyingkapkan manusia, itu adalah untuk membuat mereka memahami akar dari natur manusia yang rusak dan memahami mengapa manusia mampu memberontak terhadap Tuhan. Menyingkapkan semua hal ini bermanfaat bagi manusia. Jika tidak disingkapkan, engkau semua akan beriman sampai akhir tanpa pernah mengenal dirimu sendiri, selalu mengatakan bahwa penghulu malaikat itu angkuh, atau mengatakan orang ini congkak dan orang itu pemberontak. Bagaimana denganmu? Ada juga orang yang selalu berkata, "Kami memang memberontak terhadap Tuhan," tetapi masih tidak mengetahui akar pemberontakan mereka dan tidak mengerti atau memahami esensi dari keadaan tersebut. Ini berarti mereka tidak dapat berubah dan tidak dapat diselamatkan. Apakah engkau semua mampu memahami kata-kata ini? (Ya.)
Ada dua aspek utama dari apa yang baru saja Ku-persekutukan. Aspek pertama adalah, dalam memercayai Tuhan, seseorang harus mampu benar-benar tunduk, sepenuhnya memenuhi standar sebagai makhluk ciptaan. Aspek lainnya adalah bahwa menyingkapkan pemberontakan di dalam diri manusia dan menyingkapkan naturnya memungkinkan mereka untuk mengenal diri sendiri. Jika mereka tidak disingkapkan seperti ini dan disadarkan, semua orang akan mengatakan dirinya baik dan lebih dari yang lain. Misalnya, ada sebagian orang yang mengatakan, "Aku juga telah dirusak sedemikian dalamnya," tetapi ketika mereka berinteraksi dengan orang lain selama beberapa waktu, mereka yakin bahwa mereka masih lebih baik dari orang lain dan berpikir, "Aku tidak lebih baik, menurutku engkau pun tidak lebih baik, bahkan lebih buruk dariku!" Jangan berpikir bahwa engkau semua lebih baik dari yang lain. Engkau semua sama sekali tidak lebih baik dari yang lain; natur pemberontakan manusia semuanya sama. Apakah semuanya sudah jelas? Sekarang, setelah kita telah selesai mempersekutukan hal ini, apa pendapatmu? Apakah engkau semua berpikir, "Aku telah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun, dan kurasa aku adalah orang yang tunduk kepada Tuhan. Namun hari ini, setelah Tuhan selesai bersekutu, aku akhirnya menyadari bahwa aku tidak memiliki ketundukan yang sebenarnya kepada Tuhan, dan aku masih belum memperlakukan-Nya sebagai Tuhan. Aku bahkan tidak bisa tunduk kepada-Nya—aku sangat tidak bernalar dan imanku sangat kacau!" Jika engkau benar-benar memiliki pemahaman seperti ini, ada harapan bagimu untuk memasuki jalan yang benar dalam memercayai Tuhan dan menjadi orang yang tunduk kepada-Nya; hanya dengan begitu engkau mampu memperoleh keselamatan.
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Konten Terkait
Firman Tuhan | "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" (Bagian Tujuh)
Beberapa materi dalam video ini berasal dari: 【All Bible quotations in this video are translated freely from English Bible.】...