Cara Mengenal Natur Manusia (Bagian Dua)

Bagaimana engkau memahami natur manusia? Hal yang terpenting adalah memahaminya dari perspektif pandangan dunia, pandangan hidup, dan nilai-nilai hidup manusia. Mereka yang berasal dari Iblis semuanya hidup bagi diri mereka sendiri. Pandangan dan prinsip-prinsip hidup mereka sebagian besar berasal dari pepatah Iblis, seperti "Tiap orang memperjuangkan kepentingannya sendiri," "Manusia mati demi mendapatkan kekayaaan sama seperti burung mati demi mendapatkan makanan," dan kekeliruan lainnya. Semua perkataan yang diucapkan oleh raja-raja setan, orang-orang terkemuka, dan para filsuf ini telah menjadi hidup manusia. Khususnya, kebanyakan dari perkataan Konfusius, yang diagungkan oleh masyarakat Tiongkok sebagai "orang bijak", telah menjadi hidup manusia. Ada juga kata-kata peribahasa Buddhisme dan Taoisme serta pepatah klasik yang seringkali dikutip oleh berbagai tokoh ternama. Semuanya ini adalah gabungan dari falsafah dan natur Iblis. Semua ini juga merupakan gambaran dan penjelasan terbaik tentang natur Iblis. Racun-racun yang telah ditanamkan ke dalam hati manusia ini semuanya berasal dari Iblis, dan tak satu pun dari semua ini yang berasal dari Tuhan. Perkataan jahat seperti itu juga bertentangan langsung dengan firman Tuhan. Sangat jelas bahwa kenyataan dari semua hal positif berasal dari Tuhan, dan semua hal negatif yang meracuni manusia berasal dari Iblis. Oleh karena itu, engkau dapat mengetahui natur seseorang dan milik siapakah mereka dengan cara melihat pandangan dan nilai-nilai hidup mereka. Iblis merusak manusia melalui pendidikan dan pengaruh pemerintah nasional serta melalui orang-orang terkenal dan hebat. Perkataan jahat mereka telah menjadi natur dan hidup manusia. "Tiap orang memperjuangkan kepentingannya sendiri" adalah pepatah Iblis terkenal yang telah ditanamkan dalam diri semua orang, dan ini telah menjadi hidup manusia. Ada falsafah lain tentang cara berinteraksi dengan orang lain yang juga seperti ini. Iblis menggunakan budaya tradisional setiap negara untuk mendidik, menyesatkan, dan merusak manusia, menyebabkan manusia jatuh dan ditelan oleh jurang kebinasaan yang tak berdasar, dan pada akhirnya, manusia dimusnahkan oleh Tuhan karena mereka melayani Iblis dan menentang Tuhan. Beberapa orang telah menjabat sebagai pejabat publik di masyarakat selama puluhan tahun, bayangkan menanyakan pertanyaan berikut ini kepada mereka: "Engkau telah sangat sukses dengan jabatan ini, pepatah terkenal apa yang paling kaupegang?" Mereka mungkin berkata, "Satu pepatah yang kumengerti adalah ini: 'Para pejabat tidak akan mempersulit orang yang banyak memberi hadiah; orang tidak akan mencapai apa pun tanpa menjilat dan merayu'". Ini adalah falsafah Iblis yang mendasari karier mereka. Bukankah perkataan ini merepresentasikan natur orang semacam itu? Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kedudukan telah menjadi natur mereka, menjadi pejabat dan sukses dalam karier adalah tujuan mereka. Masih ada banyak racun Iblis dalam hidup manusia, dalam tindak tanduk dan perilaku mereka. Sebagai contoh, falsafah mereka tentang cara berinteraksi dengan orang lain, cara-cara mereka melakukan sesuatu, dan motto hidup mereka semuanya dipenuhi dengan racun si naga merah yang sangat besar, dan semua ini berasal dari Iblis. Dengan demikian, segala sesuatu yang mengalir dalam tulang dan darah manusia adalah hal-hal dari Iblis. Semua pejabat itu, mereka yang memegang tampuk kekuasaan, dan orang-orang yang sukses, memiliki berbagai jalan dan rahasia keberhasilannya sendiri. Bukankah rahasia semacam itu mewakili natur asli mereka dengan tepat? Mereka telah melakukan hal-hal besar di dunia, dan tak seorang pun dapat melihat rencana jahat dan tipu muslihat yang ada di baliknya. Ini menunjukkan betapa berbahaya dan jahatnya natur mereka. Manusia telah dirusak sedemikian dalam oleh Iblis. Racun Iblis mengalir dalam darah setiap orang, dan dapat dikatakan bahwa natur manusia itu rusak, jahat, berlawanan, dan bertentangan dengan Tuhan, dipenuhi dan dibenamkan dalam falsafah dan racun Iblis. Itu seluruhnya telah menjadi esensi natur Iblis. Inilah sebabnya manusia menentang dan berlawanan dengan Tuhan. Manusia dapat dengan mudah mengenal diri mereka sendiri jika natur mereka dapat dianalisis dengan cara seperti ini.

Jika orang memiliki pemahaman yang murni tentang watak Tuhan, jika mereka mampu memahami bahwa watak Tuhan itu nyata, bahwa watak Tuhan itu sungguh-sungguh kudus, dan sungguh-sungguh benar, dan jika mereka mampu memuji kekudusan dan kebenaran Tuhan dengan segenap hati, maka mereka akan benar-benar mengenal Tuhan, dan mereka telah memperoleh kebenaran. Hanya orang yang mengenal Tuhan-lah yang hidup di dalam terang. Efek langsung mengenal Tuhan adalah orang menjadi mampu untuk sungguh-sungguh mengasihi dan tunduk kepada Tuhan. Dalam diri orang-orang yang sungguh-sungguh mengenal Tuhan, yang memahami kebenaran dan memperoleh kebenaran, terjadi perubahan nyata dalam pandangan dunia dan pandangan hidup mereka, diikuti dengan adanya perubahan nyata dalam watak hidup mereka. Ketika orang memiliki tujuan hidup yang benar, mampu mengejar kebenaran, dan berperilaku sesuai dengan kebenaran, ketika mereka sepenuhnya tunduk kepada Tuhan dan hidup berdasarkan firman-Nya, ketika hati mereka yang terdalam merasa damai dan diterangi, ketika hati mereka bebas dari kegelapan, dan ketika mereka mampu hidup sepenuhnya bebas dan tidak terkekang di hadirat Tuhan, baru setelah itulah, mereka akan menjalani kehidupan manusia sejati, dan baru setelah itulah, mereka menjadi orang yang memiliki kebenaran dan kemanusiaan. Selain itu, semua kebenaran yang telah kauperoleh dan pahami berasal dari firman Tuhan dan dari Tuhan itu sendiri. Hanya ketika engkau memperoleh perkenanan Tuhan Yang Maha Tinggi—Sang Pencipta, dan Dia berkata bahwa engkau adalah makhluk ciptaan yang memenuhi syarat yang hidup dalam keserupaan dengan manusia sejati, barulah hidupmu akan menjadi paling berarti. Memiliki perkenanan Tuhan berarti engkau telah memperoleh kebenaran, dan engkau adalah orang yang memiliki kebenaran dan kemanusiaan. Di dunia zaman sekarang yang dikuasai Iblis, dan selama sedikitnya ribuan tahun sejarah, siapakah di antara seluruh umat manusia yang telah mendapatkan kehidupan manusia sejati? Tak seorang pun. Karena manusia telah dirusak sedemikian dalamnya oleh Iblis, dan hidup berdasarkan falsafah Iblis, dan semua yang mereka lakukan bertentangan dengan Tuhan, dan setiap ucapan serta teori mereka lahir dari perusakan Iblis, dan secara langsung bertentangan dengan firman Tuhan, mereka pun dengan demikian menjadi jenis orang yang menentang Tuhan. Jika mereka tidak menerima keselamatan dari Tuhan, mereka akan dilemparkan ke dalam kebinasaan dan kehancuran, tanpa memiliki hidup sama sekali. Mereka mengejar ketenaran dan keuntungan, berusaha menjadi orang yang hebat atau terkenal, dan berharap "nama mereka diturunkan dari generasi ke generasi," dan menjadi "terkenal sepanjang sejarah". Semua ini omong kosong, dan sama sekali tak akan bertahan. Sebenarnya, setiap tokoh terkemuka dan terkenal adalah sejenis Iblis, dan telah lama dilemparkan ke dalam neraka tingkat kedelapan belas untuk dihukum, dan mereka tidak akan pernah lagi bereinkarnasi. Ketika manusia yang rusak menghormati orang-orang ini, dan menerima perkataan jahat yang mereka ucapkan serta kekeliruan mereka, manusia yang rusak itu menjadi korban para setan dan Iblis. Makhluk ciptaan haruslah menyembah Sang Pencipta. Ini sepenuhnya wajar dan dapat dibenarkan, karena Tuhan-lah satu-satunya kebenaran. Tuhan mengendalikan langit dan bumi dan segala sesuatunya, dan memerintah atas semuanya. Tidak percaya kepada Tuhan dan tidak tunduk kepada Tuhan berarti tidak mampu mendapatkan kebenaran. Jika engkau hidup sesuai dengan firman Tuhan, maka di lubuk hatimu, engkau akan merasa terang dan nyaman, dan engkau juga akan menikmati kemanisan yang tiada tara. Saat ini terjadi, engkau akan benar-benar mendapatkan hidup. Sehebat apa pun prestasi para ilmuwan dunia, begitu mereka mendekati kematian, mereka akan merasa tangan mereka kosong dan belum mendapatkan apa pun. Bahkan Einstein dan Newton, para intelektual terkemuka ini, merasa hampa. Ini karena mereka tidak memiliki kebenaran, dan karena mereka tidak memiliki pemahaman yang benar tentang Tuhan. Meskipun mereka percaya kepada Tuhan, mereka hanya percaya akan keberadaan-Nya, tetapi mereka tidak mengejar kebenaran. Mereka hanya mengandalkan sains dan penelitian untuk menemukan dan membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Akibatnya, masing-masing dari mereka melakukan penelitian seumur hidup tanpa memperoleh apa pun, dan meskipun mereka percaya kepada Tuhan seumur hidup mereka, mereka tidak pernah mencari kebenaran. Mereka hanya mencari pengetahuan ilmiah, tetapi mereka tidak berusaha untuk mengenal Tuhan. Mereka tidak mendapatkan kebenaran, juga tidak mendapatkan kehidupan sejati. Jalan yang engkau semua tempuh hari ini bukanlah jalan yang mereka tempuh. Yang engkau semua cari adalah mengenal Tuhan, bagaimana tunduk kepada-Nya, bagaimana menyembah-Nya, dan bagaimana hidup dalam kehidupan yang bermakna. Semua ini sama sekali berbeda dari apa yang mereka cari. Meskipun mereka adalah orang-orang yang percaya kepada Tuhan, mereka tidak memperoleh kebenaran. Sekarang, Tuhan yang berinkarnasi telah memberitahukan kepadamu semua aspek kebenaran dan menganugerahkan kepadamu jalan kebenaran dan hidup. Engkau semua bodoh jika tidak mengejar kebenaran.

Sekarang, pemahamanmu akan kebenaran tidak memadai. Engkau hanya mampu membicarakan teori kosong. Engkau masih merasa kurang dan tidak yakin dengan pekerjaan apa pun yang kaulaksanakan. Ini menunjukkan bahwa jalan masuk kehidupanmu selama ini terlalu dangkal, dan engkau belum memperoleh kebenaran. Jika engkau benar-benar memahami kebenaran dan masuk ke dalam kenyataan firman Tuhan, engkau pasti akan memiliki tenaga, tenaga yang tak habis-habisnya yang memenuhi tubuhmu. Pada waktu itu, hatimu akan terasa semakin terang, dan jalan itu akan menjadi semakin terang saat semakin jauh engkau menempuhnya. Zaman sekarang, kebanyakan orang yang percaya kepada Tuhan belum memulai di jalan yang benar dan belum memahami kebenaran, sehingga hati mereka masih terasa hampa, merasa bahwa hidup adalah penderitaan, dan mereka tidak memiliki tenaga untuk melaksanakan tugas mereka. Seperti inilah orang-orang yang percaya kepada Tuhan sebelum mereka memiliki visi di dalam hati mereka. Orang belum memperoleh kebenaran dan belum mengenal Tuhan, sehingga mereka belum merasakan banyak kenikmatan. Engkau semua, khususnya, telah menderita penganiayaan dan mengalami kesulitan untuk pulang ke rumah. Ketika engkau menderita, engkau juga memikirkan kematian dan merasa enggan untuk hidup. Semua ini adalah kelemahan daging. Beberapa orang bahkan berpikir, "Percaya kepada Tuhan seharusnya menyenangkan. Pada Zaman Kasih Karunia, Roh Kudus menganugerahkan kedamaian dan sukacita kepada manusia. Sekarang, terlalu sedikit kedamaian dan sukacita, dan kenikmatan seperti yang ada pada zaman Kasih Karunia tidak ada lagi. Percaya kepada Tuhan pada zaman sekarang ini sangat menyusahkan." Yang kauketahui hanyalah bahwa kenikmatan daging lebih baik daripada apa pun. Engkau tidak tahu pekerjaan apa yang sedang Tuhan lakukan sekarang ini. Tuhan harus mengizinkan dagingmu menderita untuk mengubah watakmu. Meskipun dagingmu menderita, engkau memiliki firman Tuhan dan engkau memiliki berkat Tuhan. Engkau tidak dapat mati meskipun engkau menginginkannya. Bolehkah engkau pasrah menerima bahwa dirimu tidak mengenal Tuhan dan tidak memperoleh kebenaran? Jadi, orang menderita biasanya karena mereka belum memperoleh kebenaran, dan mereka belum memiliki hidup. Mereka sedang dalam masa mencari keselamatan, jadi mereka harus sedikit menderita selama proses ini. Pada zaman sekarang, semua orang di dunia sedang mengalami ujian, bahkan Tuhan pun sedang menderita, jadi apakah pantas bagimu untuk tidak menderita? Tanpa pemurnian melalui bencana besar, tidak akan ada iman yang sejati, dan kebenaran serta hidup tidak akan dapat diperoleh. Tanpa mengalami ujian dan pemurnian, tidak mungkin semua itu dapat diperoleh. Lihatlah Petrus—dia akhirnya menjalani tujuh tahun ujian (setelah dia berusia lima puluh tiga tahun). Dia mengalami ratusan ujian selama tujuh tahun itu. Dia harus melewati salah satu ujian ini setiap beberapa hari, dan hanya setelah menjalani segala macam ujian barulah dia memperoleh hidup dan mengalami perubahan dalam wataknya. Ketika engkau benar-benar memperoleh kebenaran dan mulai mengenal Tuhan, engkau akan merasa bahwa engkau harus hidup bagi Tuhan. Jika engkau tidak hidup bagi Tuhan, engkau akan menyesal; engkau akan menjalani sisa hidupmu dalam penyesalan yang getir dan merasa sangat bersalah. Engkau belum boleh mati. Engkau harus menguatkan dirimu dan bertekad untuk terus hidup. Engkau harus menjalani hidup bagi Tuhan. Ketika orang memiliki kebenaran di dalam diri mereka, mereka memiliki tekad ini dan tidak pernah lagi ingin mati. Ketika kematian mengancammu, engkau akan berkata, "Ya Tuhan, aku tidak mau mati. Aku masih belum mengenal-Mu. Aku masih belum membalas kasihmu. Aku tak boleh mati sampai aku mengenal-Mu dengan baik." Apakah engkau semua sudah sampai di titik ini sekarang? Belum, bukan? Ada orang-orang yang menghadapi penderitaan dalam keluarga, ada yang menghadapi penderitaan dalam pernikahan, dan ada yang menderita penganiayaan, bahkan tidak memiliki tempat tinggal. Ke mana pun mereka pergi, itu adalah rumah orang lain, dan mereka merasakan sakit di hati mereka. Bukankah penderitaan yang engkau semua alami saat ini adalah penderitaan yang telah Tuhan alami? Engkau semua sedang menderita bersama Tuhan, dan Tuhan menyertai manusia dalam penderitaan. Engkau semua mengambil bagian dalam kesengsaraan, Kerajaan, dan ketabahan Kristus sekarang ini, dan pada akhirnya engkau akan mendapatkan kemuliaan! Penderitaan ini bermakna. Bukankah begitu? Engkau harus memiliki keinginan ini. Engkau semua harus memahami arti penderitaan zaman sekarang dan mengapa engkau sangat menderita. Engkau harus mencari kebenaran dan memperoleh pemahaman tentang kehendak Tuhan, dan baru setelah itulah engkau akan memiliki keinginan untuk menderita. Jika engkau tidak memahami kehendak Tuhan, dan engkau hanya memikirkan penderitaan, maka makin engkau memikirkannya, makin engkau merasa tidak nyaman dan makin engkau merasa negatif, seolah-olah jalan hidupmu akan segera berakhir. Engkau akan mulai mengalami siksaan kematian. Jika engkau berusaha dengan sepenuh hatimu dan dengan segenap kekuatanmu untuk mengejar kebenaran, dan engkau mampu memahami kebenaran, maka hatimu akan dicerahkan, dan engkau akan mengalami kenikmatan. Engkau akan menemukan kedamaian dan sukacita di dalam hatimu dalam hidup ini, dan ketika penyakit menyerang atau kematian mendekat, engkau akan berkata, "Aku belum memperoleh kebenaran, jadi aku tak boleh mati. Aku harus banyak mengorbankan diri untuk Tuhan, bersaksi tentang Tuhan dengan baik, dan membalas kasih Tuhan. Bagaimana aku mati pada akhirnya tidak masalah, karena aku telah menjalani kehidupan yang memuaskan. Apa pun yang terjadi, aku belum boleh mati. Aku harus bertahan dan terus hidup." Sekarang engkau harus memiliki kejelasan dalam hal ini, dan engkau harus memahami kebenaran dari hal-hal ini. Ketika orang memiliki kebenaran, mereka memiliki kekuatan. Ketika mereka memiliki kebenaran, mereka memiliki tenaga yang tak habis-habisnya yang memenuhi tubuh mereka. Ketika mereka memiliki kebenaran, mereka memiliki tekad. Tanpa kebenaran, manusia menjadi selunak sayuran busuk; ketika mereka memiliki kebenaran, mereka menjadi sekeras baja. Sepahit apa pun segala sesuatunya, mereka sama sekali tidak akan merasa pahit. Menurutmu, apa artinya penderitaan kecilmu? Tuhan yang berinkarnasi masih menderita! Engkau semua adalah orang-orang yang telah dirusak oleh Iblis dan memiliki natur yang mengkhianati Tuhan. Engkau tanpa sadar telah melakukan banyak hal yang memberontak dan menentang Tuhan, dan engkau layak menerima penghakiman dan hajaran. Sama seperti orang yang sakit harus disembuhkan, apakah pantas bagi mereka untuk takut akan penderitaan? Engkau semua memiliki watak yang rusak, jadi apakah menurutmu engkau mampu mengubah watakmu dan memperoleh hidup tanpa rasa sakit sama sekali? Penderitaanmu disebabkan oleh watak rusakmu. Penderitaanmu itu pantas dan harus ditanggung. Penderitaanmu itu bukan kesalahan atau dipaksakan oleh Tuhan. Penderitaan yang engkau semua tanggung saat ini tidak lebih daripada sibuk mengerjakan banyak hal dan bekerja keras dalam tugasmu. Terkadang engkau mendapati watak rusakmu sama sekali tidak berubah, sehingga engkau mengalami beberapa pemurnian. Terkadang engkau tidak memahami firman Tuhan atau firman itu menyakitkan untuk dibaca, sehingga engkau sedikit menderita karena pemurnian firman Tuhan. Atau, engkau mungkin melaksanakan pekerjaanmu yang sebenarnya dengan buruk dan terus melakukan kesalahan dalam tugasmu, engkau merasa bersalah dan membenci dirimu sendiri karena tidak mampu melaksanakan pekerjaanmu, dan ini menyebabkan engkau menderita. Mungkin engkau melihat orang lain mengalami kemajuan dan merasa kemajuanmu sendiri terlalu lambat, terlalu lama bagimu untuk mengalami kemajuan dalam memahami firman Tuhan, bahwa hanya ada sedikit terang, dan hal-hal ini membuatmu menderita. Terkadang engkau merasa terancam oleh lingkunganmu yang memusuhimu karena penangkapan dan penganiayaan si naga merah yang sangat besar, sehingga engkau selalu merasa takut, gelisah, dan hidup dalam ketakutan, dan ini menyebabkan engkau menderita. Selain penderitaan ini, penderitaan apa lagi yang pernah kaualami? Engkau semua tidak dipaksa melakukan pekerjaan fisik yang berat, juga tidak ada atasan atau pimpinan yang memukul dan memarahimu, dan tak seorang pun memperlakukanmu seperti budak. Engkau tidak menderita kesukaran seperti itu. Sebenarnya, kesukaran yang engkau semua tanggung ini bukanlah kesukaran. Renungkanlah itu. Bukankah ini masalahnya? Engkau semua harus memahami apa makna penting dari meninggalkan keluargamu untuk mengorbankan diri bagi Tuhan, dan mengapa engkau melakukannya. Jika engkau melakukannya untuk mengejar kebenaran dan hidup, dan pada saat yang sama, untuk melaksanakan tugasmu dan membalas kasih Tuhan, ini sepenuhnya tepat. Itu adalah hal yang positif, itu sepenuhnya wajar dan dapat dibenarkan, dan engkau tidak akan pernah menyesalinya. Apa pun yang terjadi dengan keluargamu, engkau bisa melepaskannya. Jika engkau memahami dengan jelas makna penting ini, engkau tidak akan menyesal, dan engkau tidak akan menjadi negatif. Jika engkau tidak benar-benar mengorbankan dirimu untuk Tuhan, dan hanya mengerahkan segenap kemampuanmu untuk mendapatkan berkat, maka ini tidak ada artinya. Setelah engkau memahami masalah ini, masalahnya teratasi, dan engkau tidak perlu mengkhawatirkan keluargamu. Semuanya berada di tangan Tuhan. Sampai sekarang, engkau semua telah mengalami beberapa ujian. Beberapa orang telah memperoleh sedikit kebenaran, tetapi beberapa orang baru memahami beberapa doktrin tetapi belum memperoleh kebenaran apa pun. Beberapa orang memiliki kualitas yang baik sehingga memiliki pemahaman yang relatif dalam, dan beberapa orang yang berkualitas buruk memiliki pemahaman yang relatif dangkal. Entah pemahamanmu dalam atau dangkal, asalkan engkau memahami sedikit kebenaran dan mampu tetap teguh dalam kesaksianmu saat engkau mengalami penderitaan melalui ujian, maka penderitaanmu memiliki makna dan nilai. Jika engkau tak mampu menerima bahwa hal-hal tersebut adalah dari Tuhan, dan engkau selalu memperlakukan segala sesuatu berdasarkan gagasan dan imajinasi manusia, sebanyak apa pun engkau mengalami penderitaan, engkau tidak akan pernah memiliki kesaksian pengalaman yang sejati. Penderitaanmu tidak akan ada nilainya, karena engkau belum memperoleh kebenaran.

Engkau harus mencari kehendak Tuhan dalam segala hal, dan engkau harus mencari kebenaran dalam segala hal. Sebagai contoh, bagaimana engkau mencari kebenaran dalam hal-hal seperti makanan, pakaian, dan masalah pribadi dalam hidupmu? Apakah ada kebenaran untuk dicari dalam hal-hal ini? Sebagian orang berkata, "Entah engkau percaya kepada Tuhan atau tidak, kebahagiaan berarti bisa makan enak dan berpakaian bagus. Tanpa itu, semuanya adalah kesengsaraan." Apakah perkataan itu sesuai dengan kebenaran? Ada banyak orang yang hidup berkelimpahan, dengan makanan yang enak dan pakaian yang bagus, yang rakus akan kenikmatan daging. Mereka tidak akan dengan mudah menerima atau menerapkan kebenaran, apalagi menyerahkan segalanya untuk mengorbankan diri mereka bagi Tuhan. Orang semacam itu tidak akan mendapatkan perkenanan Tuhan, dan pada akhirnya, mereka semua akan jatuh ke dalam bencana, meratap dan mengertakkan gigi. Apakah ada kebahagiaan bagi orang semacam itu? Banyak orang yang dilahirkan dalam keluarga buruh atau petani dan banyak menderita sejak kecil. Jika mereka mampu memahami kebenaran, mereka kemungkinan besar akan menerimanya dan menerapkannya, dan mereka mampu meninggalkan segala sesuatu dan mengorbankan diri mereka untuk Tuhan, tanpa takut menderita. Mereka mampu melaksanakan amanat Tuhan dengan setia, dan beberapa orang bahkan sampai menyerahkan nyawa mereka untuk Tuhan. Orang semacam itu dihargai di rumah Tuhan. Banyak orang sangat terfokus pada kenikmatan daging. Apakah menurutmu sangat penting bagi orang untuk makan enak dan berpakaian bagus? Sama sekali tidak. Jika seseorang benar-benar mampu mengenal Tuhan dan memperoleh kebenaran, maka dalam segala hal yang dilakukannya, dia akan menjadi kesaksian bagi Tuhan dan memuaskan Tuhan. Seburuk apa pun orang seperti itu makan atau berpakaian, tetaplah ada nilai dalam hidupnya, dan dia bisa mendapatkan perkenanan Tuhan. Bukankah itu hal yang paling bermakna? Makan enak ataupun mengenakan pakaian bagus tidak menjamin engkau akan diberkati. Engkau tetap akan dikutuk jika engkau memberontak terhadap Tuhan atau mengambil jalan yang salah, sedangkan orang yang mengenakan pakaian lusuh dan makan dengan sangat sederhana tetapi telah mendapatkan kebenaran tetap akan diberkati oleh Tuhan. Oleh karena itu, ada kebenaran yang harus dicari tentang bagaimana engkau harus memandang masalah makanan dan pakaian, dan bahkan ada lebih banyak kebenaran yang harus kaucari tentang bagaimana engkau harus memperlakukan pelaksanaan tugasmu. Caramu memandang amanat Tuhan sangatlah penting, dan ini adalah hal yang sangat serius. Jika engkau tidak dapat menyelesaikan apa yang telah Tuhan percayakan kepada manusia, engkau tidak layak untuk hidup di hadirat-Nya dan engkau harus dihukum. Adalah sepenuhnya wajar dan dapat dibenarkan bahwa manusia harus menyelesaikan amanat apa pun yang Tuhan percayakan kepada mereka. Ini adalah tanggung jawab tertinggi manusia, dan sama pentingnya dengan hidup mereka sendiri. Jika engkau tidak memperlakukan amanat Tuhan dengan serius, artinya engkau sedang mengkhianati Dia dengan cara yang paling menyedihkan. Dalam hal ini, engkau lebih disesalkan daripada Yudas dan harus dikutuk. Manusia harus mendapatkan pemahaman yang menyeluruh tentang bagaimana memperlakukan apa yang Tuhan percayakan kepada mereka dan, setidaknya, mereka harus memahami bahwa amanat yang Tuhan percayakan kepada manusia adalah peninggian dan kemurahan khusus dari Tuhan, dan semua ini adalah hal-hal yang paling mulia. Segala sesuatu yang lain dapat ditinggalkan. Meskipun seseorang harus mengorbankan nyawanya sendiri, dia tetap harus memenuhi amanat Tuhan, jadi, bukankah ada kebenaran yang harus dicari di sini? Mencapai perubahan dalam watakmu berkaitan erat dengan mencari kebenaran! Jika engkau memahami kebenaran tentang mengapa orang hidup, dan bagaimana engkau seharusnya memandang kehidupan, bukankah pandanganmu tentang kehidupan akan berubah? Ada jauh lebih banyak kebenaran yang harus dicari di sini. Kebenaran apa yang dapat ditemukan dalam hal mengasihi Tuhan? Mengapa manusia harus mengasihi Dia? Apa makna penting mengasihi Dia? Jika seseorang memiliki pemahaman yang jelas mengenai kebenaran tentang mengasihi Tuhan, dan dia mampu mengasihi Dia di lubuk hatinya dan memiliki sedikit hati yang mengasihi Tuhan, itu berarti dia memiliki kehidupan yang sejati dan termasuk di antara orang-orang yang paling diberkati. Mereka yang mencari kebenaran dalam segala sesuatu berkembang paling cepat dalam hidup mereka, dan mampu mencapai perubahan watak. Orang-orang yang Tuhan kasihi justru adalah mereka yang mencari kebenaran dalam segala hal. Jika orang mengandalkan gagasan dan doktrin atau mengikuti peraturan dalam segala hal, mereka tidak akan mengalami kemajuan. Mereka tidak akan pernah mendapatkan kebenaran, dan cepat atau lambat mereka akan disingkirkan, dan Tuhan paling membenci orang-orang semacam ini.

Musim Semi 1999

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Hubungi kami via WhatsApp