Firman Tuhan Harian: Mengenal Tuhan | Kutipan 47
Ayub Mengutuk Hari Kelahirannya karena Dia Tidak Ingin Tuhan Merasa Sedih karena Dirinya Aku sering mengatakan bahwa Tuhan melihat lubuk...
Kami menyambut semua pencari yang merindukan penampakan Tuhan!
Tujuan mempersekutukan kebenaran dengan jelas adalah memampukan orang untuk memahami dan menerapkan kebenaran serta mencapai perubahan dalam watak mereka. Tujuannya bukan hanya untuk membawa terang dan sedikit kebahagiaan ke dalam hati mereka begitu mereka memahami kebenaran. Jika engkau memahami kebenaran tetapi tidak menerapkan kebenaran, maka tidak ada gunanya mempersekutukan kebenaran dan memahaminya. Apa masalahnya jika orang memahami kebenaran tetapi tidak menerapkannya? Ini adalah bukti bahwa mereka tidak mencintai kebenaran, bahwa di dalam hatinya, mereka tidak menerima kebenaran, dalam hal ini mereka akan kehilangan berkat Tuhan dan kesempatan untuk diselamatkan. Mengenai apakah orang dapat memperoleh keselamatan atau tidak, yang penting adalah apakah mereka mampu menerima dan menerapkan kebenaran. Jika engkau telah menerapkan semua kebenaran yang kaupahami, engkau akan menerima pencerahan, penerangan dan bimbingan Roh Kudus, engkau akan mampu masuk ke dalam kenyataan kebenaran dan mencapai pemahaman yang lebih dalam tentang kebenaran, engkau akan memperoleh kebenaran dan memperoleh keselamatan Tuhan. Ada orang-orang yang tak mampu menerapkan kebenaran, mereka selalu mengeluh bahwa Roh Kudus tidak mencerahkan atau menerangi mereka, bahwa Tuhan tidak memberi mereka kekuatan. Ini keliru; ini artinya salah paham terhadap Tuhan. Pencerahan dan penerangan Roh Kudus dibangun di atas dasar kerjasama orang-orang. Orang harus tulus dan mau menerapkan kebenaran, dan entah pemahaman mereka mendalam atau dangkal, mereka harus mampu menerapkan kebenaran. Hanya dengan cara demikianlah, mereka akan dicerahkan dan diterangi oleh Roh Kudus. Jika orang memahami kebenaran tetapi tidak menerapkannya—jika mereka hanya menunggu Roh Kudus bertindak dan memaksa mereka untuk menerapkannya—bukankah mereka sedang bersikap sangat pasif? Tuhan tidak pernah memaksa orang untuk melakukan apa pun. Jika orang memahami kebenaran tetapi tidak mau menerapkannya, ini menunjukkan bahwa mereka tidak mencintai kebenaran, atau bahwa keadaan mereka tidak normal dan ada semacam penghalang. Namun, jika orang mampu berdoa kepada Tuhan, Tuhan pun akan bertindak; sebaliknya jika mereka tidak mau menerapkan kebenaran dan juga tidak berdoa kepada Tuhan, Roh Kudus sama sekali tidak akan bekerja dalam diri mereka. Sebenarnya, apa pun kesulitan yang orang hadapi, itu selalu dapat diselesaikan; yang penting adalah mampu atau tidaknya mereka melakukan penerapan sesuai dengan kebenaran. Sekarang ini, masalah kerusakan di dalam dirimu bukanlah kanker, itu bukan suatu penyakit yang tak dapat disembuhkan. Jika engkau semua mampu bertekad untuk menerapkan kebenaran, engkau akan menerima pekerjaan Roh Kudus, dan akan ada kemungkinan watak-watak yang rusak ini berubah. Semua itu tergantung pada apakah engkau mampu bertekad untuk menerapkan kebenaran, inilah kuncinya. Jika engkau menerapkan kebenaran, jika engkau menempuh jalan mengejar kebenaran, engkau akan mampu menerima pekerjaan Roh Kudus, dan pasti dapat diselamatkan. Jika jalan yang kautempuh adalah jalan yang salah, maka engkau akan kehilangan pekerjaan Roh Kudus, satu langkah yang salah akan menghasilkan langkah salah lainnya, dan tamatlah riwayatmu, dan berapa tahun pun engkau terus percaya, engkau tidak akan dapat memperoleh keselamatan. Sebagai contoh, ketika orang-orang sedang bekerja, beberapa dari mereka tidak pernah berpikir tentang bagaimana melakukan pekerjaan dengan cara yang bermanfaat bagi rumah Tuhan dan sesuai dengan maksud Tuhan—akibatnya, mereka pun melakukan banyak hal yang egois dan keji, Tuhan muak dengan hal tersebut dan membencinya; dan dengan melakukannya, mereka telah disingkapkan dan disingkirkan. Jika dalam segala sesuatu, orang mampu mencari kebenaran dan melakukan penerapan sesuai dengan kebenaran, itu berarti mereka telah masuk ke jalur iman yang benar kepada Tuhan, sehingga memiliki harapan untuk menjadi orang yang sesuai dengan maksud Tuhan. Ada orang-orang yang memahami kebenaran tetapi tidak menerapkannya. Sebaliknya, mereka percaya bahwa kebenaran tidak lebih dari ini, dan tidak mampu menyelesaikan kecenderungan dan watak rusak mereka sendiri. Bukankah orang-orang semacam itu menggelikan? Bukankah mereka konyol? Bukankah mereka sok tahu? Jika orang mampu bertindak sesuai dengan kebenaran, maka watak rusak mereka dapat berubah. Jika kepercayaan dan pelayanan mereka kepada Tuhan sesuai dengan kepribadian alami mereka, maka tak seorang pun dari mereka akan mampu mencapai perubahan dalam watak mereka. Ada beberapa orang yang menghabiskan sepanjang hari berlarut-larut dalam kesedihan karena pilihan mereka yang salah. Kebenaran telah tersedia bagi mereka, tetapi mereka sama sekali tidak merenungkannya atau berusaha menerapkannya, malah bersikeras memilih jalan mereka sendiri. Betapa konyolnya berperilaku seperti itu; mereka bahkan tidak dapat menikmati berkat-berkat yang mereka miliki, dan mereka pun ditakdirkan untuk mengalami banyak kesulitan dalam hidup ini. Menerapkan kebenaran adalah sesederhana itu; apakah engkau menerapkannya atau tidak, itulah yang terpenting. Jika engkau adalah orang yang telah bertekad untuk menerapkan kebenaran, maka kenegatifan, kelemahan, dan watakmu yang rusak akan berangsur diselesaikan dan diubah; ini tergantung pada apakah hatimu mencintai kebenaran atau tidak, apakah engkau mampu menerima kebenaran atau tidak, apakah engkau mampu menderita dan membayar harga untuk memperoleh kebenaran atau tidak. Jika engkau benar-benar mencintai kebenaran, engkau akan mampu mengalami segala jenis penderitaan untuk memperoleh kebenaran, entah itu difitnah, dikritik, atau ditolak orang. Engkau harus menanggung semua ini dengan kesabaran dan toleransi; dan Tuhan akan memberkati dan melindungimu, Dia tidak akan meninggalkan atau mengabaikanmu—ini pasti. Jika engkau berdoa kepada Tuhan dengan hati yang takut akan Tuhan, bergantung pada Tuhan dan mencari Tuhan, tidak akan ada yang tak mampu kaulewati. Engkau mungkin memiliki watak yang rusak, dan engkau mungkin melakukan pelanggaran, tetapi jika engkau memiliki hati yang takut akan Tuhan, dan jika engkau dengan hati-hati menempuh jalan mengejar kebenaran, engkau pasti akan mampu berdiri teguh, dan pasti akan dibimbing serta dilindungi oleh Tuhan.
—Firman, Jilid 3, Pembicaraan Kristus Akhir Zaman, "Bagian Tiga"
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Ayub Mengutuk Hari Kelahirannya karena Dia Tidak Ingin Tuhan Merasa Sedih karena Dirinya Aku sering mengatakan bahwa Tuhan melihat lubuk...
Bagi setiap roh, reinkarnasi mereka, apa peran mereka dalam kehidupan ini, dalam keluarga mana mereka dilahirkan, dan seperti apa kehidupan...
Kerajaan diperluas di tengah umat manusia, kerajaan terbentuk di tengah umat manusia, kerajaan ditegakkan di tengah umat manusia; tidak ada...
Meskipun apa yang didengar atau dipahami orang-orang adalah tentang watak Tuhan, apa yang dimiliki-Nya dan siapa diri-Nya, apa yang mereka...