Firman Tuhan Harian: Misteri Tentang Alkitab | Kutipan 277
Perkataan dan pekerjaan Yesus pada waktu itu tidak berpegang pada doktrin, dan Dia tidak melangsungkan pekerjaan-Nya berdasarkan pekerjaan...
Kami menyambut semua pencari yang merindukan penampakan Tuhan!
Tuhan mengizinkanmu mengalami segala macam kesukaran, perasaan frustrasi, dan kesengsaraan, serta banyak kegagalan dan kemunduran. Pada akhirnya, selama proses mengizinkanmu mengalami hal-hal ini, Tuhan membuatmu menyadari bahwa semua yang telah Dia katakan adalah benar dan merupakan kebenaran. Pada saat yang sama, Dia akan membuatmu menyadari bahwa apa yang kaupikirkan dan bayangkan, serta gagasan, pengetahuan, teori-teori filosofis, falsafah, dan hal-hal yang kaupelajari di dunia dan apa yang orang tuamu ajarkan kepadamu semuanya salah, dan bahwa hal-hal ini tidak dapat membimbingmu ke jalan yang benar dalam hidup ini, dan tidak dapat menuntunmu untuk memahami kebenaran ataupun datang ke hadapan Tuhan. Jika engkau masih hidup berdasarkan hal-hal ini, artinya engkau sedang menempuh jalan kegagalan, juga jalan penentangan dan pengkhianatan terhadap Tuhan. Pada akhirnya, Tuhan akan membuatmu melihat hal ini dengan jelas. Proses ini adalah sesuatu yang harus kaualami, dan hanya dengan cara inilah hasil dapat dicapai, tetapi itu juga merupakan hal yang menyakitkan bagi Tuhan untuk dilihat. Manusia suka memberontak dan memiliki watak yang rusak, jadi mereka harus sedikit menderita kesukaran, dan mengalami kemunduran ini. Tanpa penderitaan ini, mereka sama sekali tidak akan disucikan. Jika orang benar-benar memiliki hati yang mencintai kebenaran, dan benar-benar mau menerima berbagai cara Tuhan dalam menyelamatkan manusia dan mau membayar harga, tidak perlu bagi mereka untuk menderita sebanyak itu. Tuhan sebenarnya tidak ingin membuat manusia menderita sebanyak itu, dan tidak ingin mereka mengalami begitu banyak kemunduran dan kegagalan. Namun, manusia terlalu memberontak; mereka tidak mau melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka, tidak mau tunduk, dan tidak mampu menempuh jalan yang benar atau hanya mau mengambil jalan pintas; mereka hanya menempuh jalan mereka sendiri, memberontak terhadap Tuhan dan menentang-Nya. Manusia adalah makhluk yang rusak. Tuhan hanya dapat menyerahkan mereka kepada Iblis dan menempatkan mereka dalam berbagai keadaan untuk terus-menerus menempa mereka, sehingga memungkinkan mereka untuk mendapatkan segala macam pengalaman dan memetik segala macam pelajaran dan akhirnya memahami esensi dari segala macam hal jahat. Setelah itu, jika manusia kembali dan mengingat kembali semuanya, mereka akan menyadari bahwa firman Tuhan adalah kebenaran, mengakui bahwa firman Tuhan adalah kebenaran, dan mengakui bahwa Tuhan adalah kenyataan dari semua hal positif, dan Pribadi yang benar-benar mengasihi, mengkhawatirkan, dan mampu menyelamatkan manusia. Tuhan tidak ingin manusia begitu menderita, tetapi manusia terlalu memberontak, ingin menempuh jalan yang salah, dan ingin mengalami penderitaan ini. Tuhan tak punya pilihan selain menempatkan manusia dalam berbagai keadaan untuk terus-menerus menempa mereka. Sampai sejauh mana manusia ditempa pada akhirnya? Sampai engkau berkata, "Aku telah mengalami segala macam keadaan, dan kini aku akhirnya mengerti bahwa selain Tuhan, tidak ada orang, peristiwa, atau hal apa pun yang dapat membuatku memahami kebenaran, yang dapat membuatku menikmati kebenaran, atau yang bisa membuatku masuk ke dalam kenyataan kebenaran. Jika aku mampu dengan taat menerapkan firman Tuhan, dengan taat tetap pada tempatku sebagai manusia, bertindak sesuai status dan tugas makhluk ciptaan, dengan taat menerima kedaulatan dan pengaturan Tuhan, tidak lagi ada keluhan atau menginginkan hal-hal yang berlebihan dari Tuhan, dan mampu benar-benar tunduk di hadapan Sang Pencipta, baru setelah itulah aku akan menjadi orang yang benar-benar tunduk kepada Tuhan." Ketika orang mencapai taraf ini, mereka benar-benar tunduk di hadapan Tuhan, dan Tuhan tidak perlu lagi mengatur keadaan apa pun untuk mereka alami. Jadi, jalan mana yang ingin kautempuh? Tak seorang pun, dalam keinginan subjektifnya, mau menderita, dan tak seorang pun ingin mengalami kemunduran, kegagalan, kesulitan, perasaan frustrasi, atau kesengsaraan, tetapi tidak ada cara lain. Manusia memiliki natur Iblis dalam diri mereka; mereka terlalu memberontak, dan pemikiran serta pandangan mereka terlalu rumit. Setiap hari, hatimu selalu penuh pertentangan, pergumulan, dan kegelisahan. Engkau memahami sedikit kebenaran, jalan masuk kehidupanmu dangkal, dan engkau tidak memiliki kekuatan untuk mengatasi gagasan, imajinasi, dan watak rusak dagingmu. Satu-satunya yang mampu kaulakukan adalah mengalami apa yang biasanya manusia alami: terus-menerus mengalami kegagalan dan perasaan frustrasi, terus-menerus jatuh, diombang-ambing oleh kesukaran, dan bergolak dalam kotoran, sampai tiba saatnya ketika engkau berkata, "Aku lelah. Aku muak. Aku tidak ingin hidup seperti ini. Aku tidak mau mengalami kegagalan ini. Aku mau datang ke hadapan Sang Pencipta dengan ketaatan; aku akan mendengarkan apa yang Tuhan katakan, dan melakukan apa yang Dia katakan. Hanya inilah jalan hidup yang benar." Hanya pada hari ketika engkau sepenuhnya diyakinkan dan mengakui kekalahan, barulah engkau akan mampu datang ke hadapan Tuhan. Sudahkah engkau memahami sesuatu tentang watak Tuhan dari hal ini? Bagaimana sikap Tuhan terhadap manusia? Apa pun yang Tuhan lakukan, Dia mengharapkan yang terbaik untuk manusia. Keadaan apa pun yang Dia tentukan atau apa pun yang Dia minta untuk engkau lakukan, Dia selalu ingin melihat hasil yang terbaik. Katakanlah engkau menghadapi sesuatu dan mengalami kemunduran dan kegagalan. Tuhan tidak ingin melihatmu berkecil hati ketika engkau gagal, lalu menganggap dirimu sudah tamat, dan telah direnggut oleh Iblis, kemudian menganggap dirimu sendiri sudah tidak ada harapan, tak pernah mampu memulihkan dirimu, dan terpuruk dalam kesedihan—Tuhan tidak ingin melihat hasil seperti ini. Hasil apa yang ingin Tuhan lihat? Bahwa meskipun engkau mungkin telah gagal dalam hal ini, engkau mampu mencari kebenaran dan merenungkan dirimu, menemukan alasan kegagalanmu, menerima pelajaran yang kegagalan ini ajarkan kepadamu, mengingatnya di masa depan, tahu bahwa bertindak seperti itu salah dan bahwa hanya melakukan penerapan berdasarkan firman Tuhanlah yang benar, serta menyadari, "Aku orang yang jahat. Aku memiliki watak rusak Iblis di dalam diriku. Ada pemberontakan di dalam diriku. Aku jauh dari orang-orang benar yang Tuhan bicarakan, dan aku tidak memiliki hati yang takut akan Tuhan." Engkau telah melihat fakta ini dengan jelas; engkau telah mengetahui yang sebenarnya dari masalah ini, dan melalui kemunduran ini, kegagalan ini, engkau menjadi berakal sehat dan dewasa. Inilah yang ingin Tuhan lihat. Apa yang dimaksud dengan kedewasaan? Ini berarti Tuhan bisa mendapatkanmu, engkau dapat diselamatkan, engkau mampu masuk ke dalam kenyataan kebenaran, dan engkau telah mulai menempuh jalan takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Tuhan berharap melihat orang menempuh jalan yang benar. Tuhan melakukan segala sesuatu dengan maksud yang sungguh-sungguh, dan semua ini adalah kasih-Nya yang tersembunyi, tetapi orang sering tidak menyadarinya. Manusia berpikiran sempit dan sangat picik. Saat mereka tidak dapat menikmati kasih karunia dan berkat Tuhan, mereka mengeluh tentang Tuhan, menjadi negatif dan bertindak dalam kemarahan mereka, tetapi Tuhan tidak marah terhadap mereka. Dia hanya memperlakukan mereka seakan-akan mereka anak bodoh dan tidak mencari-cari kesalahan mereka. Dia mengatur keadaan yang membuat manusia mengetahui bagaimana kasih karunia dan berkat diperoleh dan membiarkan mereka memahami apa arti kasih karunia bagi manusia, dan apa yang dapat manusia pelajari darinya. Misalkan, engkau suka makan sesuatu yang Tuhan katakan buruk bagi kesehatanmu jika dimakan berlebihan. Engkau tidak mendengarkan, dan bersikeras memakannya, dan Tuhan membiarkanmu untuk membuat pilihan itu dengan bebas. Akibatnya, engkau jatuh sakit. Setelah mengalami ini beberapa kali, engkau menyadari bahwa firman yang Tuhan ucapkan sungguh-sungguh benar, bahwa semua yang Dia katakan adalah benar, bahwa engkau harus melakukan penerapan sesuai dengan firman-Nya, dan bahwa ini adalah jalan yang benar. Jadi, apa hasil dari kemunduran, kegagalan, dan penderitaan yang kaualami? Di satu sisi, engkau dapat merasakan maksud Tuhan yang bersungguh-sungguh. Di sisi lain, itu membuatmu percaya dan yakin bahwa firman Tuhan adalah benar, dan bahwa semuanya itu nyata, dan imanmu kepada Tuhan bertumbuh. Selain itu, dengan mengalami masa kegagalan ini, engkau akhirnya menyadari ketepatan dan keakuratan firman Tuhan, engkau memahami bahwa firman Tuhan adalah kebenaran, dan engkau memahami prinsip menerapkan kebenaran. Dengan demikian, adalah baik bagimu untuk mengalami kegagalan—meskipun itu juga sesuatu yang membuatmu menderita, dan sesuatu yang menempamu. Namun jika ditempa seperti itu pada akhirnya membuatmu kembali ke hadapan Tuhan, membuatmu memahami firman-Nya dan menerimanya di dalam hatimu sebagai kebenaran, dan membuatmu akhirnya mengenal Tuhan, maka tempaan, kemunduran dan kegagalan yang kaualami tidak akan sia-sia. Inilah hasil yang ingin Tuhan lihat.
—Firman, Jilid 3, Pembicaraan Kristus Akhir Zaman, "Bagaimana Mengenali Esensi Natur Paulus"
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Perkataan dan pekerjaan Yesus pada waktu itu tidak berpegang pada doktrin, dan Dia tidak melangsungkan pekerjaan-Nya berdasarkan pekerjaan...
Seharusnya engkau sekalian mendalami pelajaran-pelajaran yang lebih realistis. Tidak perlu berbicara muluk dan kosong yang membuat orang...
Pekerjaan dalam pikiran manusia terlalu mudah dicapai oleh manusia. Pendeta dan pemimpin di kalangan keagamaan, misalnya, menggantungkan...
Pengetahuan dasar tentang berdoa: 1. Jangan sembarang mengucapkan apa pun yang terlintas dalam pikiranmu. Harus ada beban di dalam hatimu,...