Firman Tuhan Harian: Mengenal Tuhan | Kutipan 175
Apakah engkau semua sekarang menyadari perbedaan terbesar antara Tuhan dan umat manusia? Pada akhirnya, siapakah penguasa segala sesuatu?...
Kami menyambut semua pencari yang merindukan penampakan Tuhan!
Jika orang ingin diselamatkan ketika mereka percaya kepada Tuhan, kuncinya adalah apakah mereka memiliki hati yang takut akan Tuhan atau tidak, apakah Tuhan memiliki tempat di hati mereka atau tidak, apakah mereka mampu hidup di hadapan Tuhan dan memelihara hubungan yang normal dengan Tuhan atau tidak. Yang penting adalah apakah orang mampu menerapkan kebenaran dan mencapai ketundukan kepada Tuhan atau tidak. Demikianlah jalan dan syarat untuk diselamatkan. Jika hatimu tidak mampu hidup di hadapan Tuhan, jika engkau tidak sering berdoa kepada Tuhan dan bersekutu dengan Tuhan, serta kehilangan hubungan yang normal dengan Tuhan, engkau tidak akan pernah diselamatkan karena engkau telah menghalangi jalanmu menuju keselamatan. Jika engkau tidak memiliki hubungan apa pun dengan Tuhan, engkau telah mencapai jalan buntu. Jika Tuhan tidak ada di hatimu, tidak ada gunanya engkau menyatakan bahwa dirimu beriman, hanya percaya kepada Tuhan di bibir saja. Sebanyak apa pun perkataan dan doktrin yang mampu kauucapkan, sebanyak apa pun engkau telah menderita karena kepercayaanmu kepada Tuhan, atau betapa pun berbakatnya dirimu; jika Tuhan tidak ada di hatimu, dan engkau tidak takut akan Tuhan, tidak soal bagaimana engkau percaya kepada Tuhan. Dia akan berkata, "Pergilah dari-Ku, engkau pelaku kejahatan." Engkau akan digolongkan sebagai pelaku kejahatan. Engkau tidak akan memiliki hubungan dengan Tuhan; Dia tidak akan menjadi Tuanmu atau Tuhanmu. Meskipun engkau mengakui bahwa Tuhan berdaulat atas segala sesuatu, dan mengakui bahwa Dia adalah Sang Pencipta, engkau tidak menyembah-Nya dan tidak tunduk pada kedaulatan-Nya. Engkau mengikuti Iblis dan setan; hanya Iblis dan setanlah yang menjadi tuanmu. Jika, dalam segala hal, engkau percaya pada dirimu sendiri, dan mengikuti kehendakmu sendiri, jika engkau percaya bahwa nasibmu berada di tanganmu sendiri, apa yang kaupercayai adalah dirimu sendiri. Meskipun engkau mengaku percaya dan mengakui Tuhan, Dia tidak mengakuimu. Engkau tidak memiliki hubungan dengan Tuhan, dan oleh karena itu, engkau ditakdirkan untuk akhirnya dibenci dan ditolak oleh-Nya, dihukum dan disingkirkan oleh-Nya; Dia tidak menyelamatkan orang-orang sepertimu. Orang yang benar-benar percaya kepada Tuhan adalah mereka yang menerima-Nya sebagai Juruselamat, yang menerima bahwa Dia adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Mereka dapat dengan tulus mengorbankan diri mereka sendiri untuk Tuhan dan melaksanakan tugas sebagai makhluk ciptaan, mereka mengalami pekerjaan Tuhan, mereka menerapkan firman-Nya dan kebenaran, mereka menempuh jalan mengejar kebenaran. Mereka adalah orang-orang yang tunduk kepada kedaulatan dan pengaturan Tuhan, dan yang mengikuti kehendak-Nya. Hanya jika orang memiliki iman seperti itu kepada Tuhan, barulah mereka dapat diselamatkan; jika tidak, mereka akan dihukum. Apakah dapat diterima jika orang mengejar angan-angan ketika mereka percaya kepada Tuhan? Dalam iman mereka kepada Tuhan, dapatkah orang memperoleh kebenaran jika mereka selalu berpegang teguh pada gagasan mereka sendiri dan pada imajinasi abstrak yang samar? Sama sekali tidak. Jika orang percaya kepada Tuhan, mereka harus menerima kebenaran, percaya kepada Tuhan seperti yang Dia kehendaki, serta tunduk kepada pengaturan dan penataan-Nya; hanya dengan cara demikianlah mereka dapat memperoleh keselamatan. Tidak ada cara lain selain ini; apa pun yang kaulakukan, engkau tidak boleh mengejar angan-angan apa pun. Mempersekutukan topik ini sangat penting bagi orang-orang, bukan? Ini adalah peringatan untuk engkau semua.
Sekarang setelah engkau semua mendengar khotbah-khotbah ini, engkau seharusnya memahami kebenaran dan mengerti dengan jelas apa artinya diselamatkan. Apa yang orang sukai, apa yang mereka perjuangkan, apa yang menjadi gairah mereka—tak satu pun dari hal-hal ini penting. Hal yang terpenting adalah menerima kebenaran. Kesimpulannya, mampu memperoleh kebenaran adalah hal terpenting, dan apa yang memampukanmu untuk memperoleh rasa takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan adalah jalan yang benar. Jika engkau telah percaya kepada Tuhan selama beberapa tahun dan selalu berfokus pada pengejaran akan hal-hal yang tidak berkaitan dengan kebenaran, maka imanmu tidak ada kaitannya dengan kebenaran, dan tidak ada hubungannya dengan Tuhan. Engkau bisa saja menyatakan bahwa engkau percaya dan mengakui Tuhan, tetapi Tuhan bukan Tuanmu, Dia bukan Tuhanmu, engkau tidak menerima bahwa Tuhan berdaulat atas nasibmu, engkau tidak tunduk pada semua yang Tuhan atur untukmu, engkau tidak mengakui fakta bahwa Tuhan adalah kebenaran—dalam hal ini, harapanmu untuk diselamatkan telah hancur; jika engkau tak mampu menempuh jalan mengejar kebenaran, artinya engkau menempuh jalan kehancuran. Jika segala sesuatu yang kaukejar, kaufokuskan, kaudoakan, dan kauminta didasarkan pada firman Tuhan, dan didasarkan pada apa yang Tuhan tuntut, dan jika engkau semakin merasa bahwa engkau tunduk dan menyembah Sang Pencipta, dan merasakan bahwa Tuhan adalah Tuanmu, Tuhanmu, jika engkau semakin senang tunduk kepada semua yang Tuhan atur dan tata untukmu, dan hubunganmu dengan Tuhan menjadi jauh lebih dekat dan jauh lebih normal, dan jika kasihmu kepada Tuhan menjadi jauh lebih murni dan benar, maka keluhan dan kesalahpahamanmu terhadap Tuhan, dan keinginanmu yang berlebihan terhadap Tuhan akan semakin berkurang, dan engkau akan sepenuhnya memperoleh rasa takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan, yang berarti engkau telah menjejakkan kaki di jalan keselamatan. Meskipun menempuh jalan keselamatan selalu disertai dengan pendisiplinan, pemangkasan, penghakiman, dan hajaran Tuhan, dan ini menyebabkan engkau mengalami banyak penderitaan, ini adalah kasih Tuhan yang dilimpahkan kepadamu. Jika, ketika engkau percaya kepada Tuhan, engkau hanya mengejar berkat, dan hanya mengejar status, ketenaran, dan keuntungan, serta tidak pernah didisiplinkan, atau dipangkas, atau dihakimi dan dihajar, maka meskipun engkau mungkin memiliki hidup yang mudah, hatimu akan semakin jauh dari Tuhan, engkau akan kehilangan hubungan yang normal dengan Tuhan, dan engkau juga tidak akan bersedia menerima pemeriksaan Tuhan; engkau ingin menjadi tuan bagi dirimu sendiri—yang semuanya membuktikan bahwa jalan yang kautempuh bukanlah jalan yang benar. Jika engkau telah mengalami pekerjaan Tuhan selama beberapa waktu dan semakin merasa betapa sangat dalamnya kerusakan manusia, dan betapa sangat mudahnya manusia menentang Tuhan, dan jika engkau cemas bahwa harinya akan tiba ketika engkau melakukan sesuatu yang menentang Tuhan, dan takut bahwa engkau sangatlah mungkin menyinggung Tuhan dan ditinggalkan oleh-Nya, dan dengan demikian merasa bahwa tidak ada yang lebih menakutkan daripada menentang Tuhan, engkau akan memiliki hati yang takut akan Tuhan. Engkau akan merasa bahwa ketika orang percaya kepada Tuhan, mereka tidak boleh menyimpang dari Tuhan; jika mereka menyimpang dari Tuhan, jika mereka menyimpang dari pendisiplinan Tuhan, dan dari penghakiman dan hajaran Tuhan, ini sama dengan kehilangan perlindungan dan pemeliharaan Tuhan, kehilangan berkat Tuhan, dan tamatlah riwayat manusia; mereka hanya bisa menjadi semakin rusak, mereka akan menjadi seperti orang-orang beragama, dan akan tetap cenderung menentang Tuhan sementara mereka percaya kepada Tuhan—dan dalam hal ini, mereka telah menjadi antikristus. Jika engkau mampu menyadari hal ini, engkau akan berdoa kepada Tuhan, "Ya Tuhan! Kumohon hakimi dan hajarlah aku. Dalam segala sesuatu yang kulakukan, kumohon agar engkau memeriksaku. Jika aku melakukan sesuatu yang melanggar kebenaran dan melanggar maksud-Mu, kiranya Engkau menghukumku dan menghajarku dengan berat—aku tak bisa hidup tanpa penghakiman dan hajaran-Mu." Inilah jalan yang benar yang harus orang tempuh dalam iman mereka kepada Tuhan. Jadi, nilailah berdasarkan standar ini: apakah engkau berani berkata bahwa engkau telah menjejakkan kaki di jalan keselamatan? Engkau semua tidak berani karena engkau belum menjadi salah seorang dari mereka yang mengejar kebenaran, dalam banyak hal, engkau tidak mencari kebenaran, dan engkau tidak mampu menerima dan tunduk pada pemangkasan—yang membuktikan bahwa engkau semua masih jauh dari jalan keselamatan. Apakah mudah untuk menjejakkan kaki di jalan keselamatan jika engkau bukan orang yang mengejar kebenaran? Sebenarnya, itu tidak mudah. Jika orang belum mengalami penghakiman dan hajaran Tuhan, jika mereka belum mengalami pendisiplinan, didikan, pemangkasan oleh Tuhan, maka tidak mudah bagi mereka untuk menjadi orang yang mengejar kebenaran, dan akibatnya sangat sulit bagi mereka untuk menjejakkan kaki di jalan keselamatan. Jika, setelah mendengar khotbah ini, engkau tahu bahwa itu adalah kebenaran, tetapi engkau belum menjejakkan kakimu di jalan mengejar kebenaran dan memperoleh keselamatan, dan engkau tidak menganggap hal ini sesuatu yang serius, merasa cepat atau lambat, akan tiba saatnya engkau akan mencapainya—tidak perlu terburu-buru melakukannya—lalu pandangan macam apakah ini? Jika engkau memiliki pandangan seperti itu, engkau berada dalam masalah, dan engkau akan mengalami kesulitan untuk menjejakkan kaki di jalan menuju keselamatan. Jadi, bagaimana seharusnya engkau bertekad untuk dapat menjejakkan kaki di jalan ini? Engkau harus berkata, "Ah! Saat ini aku belum menjejakkan kaki di jalan menuju keselamatan—ini cukup berbahaya! Tuhan berkata bahwa manusia harus hidup di hadapan-Nya setiap saat, dan harus lebih banyak berdoa, dan bahwa hati mereka harus tenang, dan tidak bersikap impulsif—jadi aku harus mulai menerapkan semua ini sekarang juga." Melakukan penerapan seperti ini berarti memasuki jalur iman yang benar kepada Tuhan; sesederhana itu. Orang macam apa mereka yang mendengar firman Tuhan, lalu pergi dan menerapkannya? Apakah mereka orang yang baik? Ya—mereka adalah orang-orang yang mencintai kebenaran. Orang macam apa mereka jika, setelah mendengar firman Tuhan, mereka tetap mati rasa, acuh tak acuh, berkeras hati—jika mereka menganggap enteng firman Tuhan, dan tidak mau mendengar serta berpura-pura tidak memperhatikannya? Apakah mereka tidak bingung? Orang-orang selalu bertanya apakah ada jalan pintas untuk diselamatkan ketika mereka percaya kepada Tuhan. Kuberitahukan kepadamu tidak ada jalan pintas, dan kemudian Kuberitahukan kepadamu tentang jalan yang sederhana ini, tetapi setelah mendengarnya, engkau semua tidak menerapkannya—yang menunjukkan bahwa engkau orang yang tidak mengetahui hal yang baik padahal engkau mendengarnya. Dapatkah orang semacam itu diselamatkan? Meskipun ada sedikit harapan bagi mereka, harapannya tidak besar; keselamatan akan sangat sulit mereka dapatkan. Mungkin ada suatu hari ketika mereka terbangun dari tidur, ketika mereka berpikir sendiri, "Aku tidak muda lagi, dan aku belum melaksanakan tugasku yang semestinya setelah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun. Tuhan mengharuskan manusia untuk hidup di hadapan-Nya setiap saat, dan aku tidak pernah hidup di hadapan Tuhan. Aku harus segera berdoa." Jika mereka sadar di dalam hati mereka dan mulai melaksanakan tugas mereka yang semestinya, mereka belum terlambat! Namun, jangan sampai terlambat; jika engkau semua menunggu sampai engkau berusia tujuh puluhan atau delapan puluhan, dan tubuhmu melemah, dan engkau tak lagi punya tenaga, bukankah akan terlambat untuk mengejar kebenaran? Jika engkau semua menghabiskan tahun-tahun terbaik dalam hidupmu untuk hal-hal yang tidak berarti, dan akhirnya menunda atau melewatkan pengejaran akan kebenaran, yang merupakan hal terpenting dari semuanya, bukankah ini sangat bodoh? Apakah ada sesuatu yang lebih bodoh? Banyak orang tahu betul jalan yang benar tetapi menunggu sampai nanti untuk menerima dan mengejarnya—mereka semua adalah orang bodoh. Mereka tidak tahu bahwa mengejar kebenaran membutuhkan upaya puluhan tahun sebelum mereka dapat memperoleh hidup. Akan terlambat untuk menyesal jika mereka menyia-nyiakan waktu terbaik untuk diselamatkan!
—Firman, Jilid 3, Pembicaraan Kristus Akhir Zaman, "Hanya dengan Takut akan Tuhan Orang Dapat Menempuh Jalan Keselamatan"
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Apakah engkau semua sekarang menyadari perbedaan terbesar antara Tuhan dan umat manusia? Pada akhirnya, siapakah penguasa segala sesuatu?...
Aku sudah mengatakan berulang kali bahwa pekerjaan Tuhan pada akhir zaman dilakukan untuk mengubah roh masing-masing orang, untuk mengubah...
Watak Tuhan Tidak Pernah Tersembunyi dari Manusia—Hati Manusia Telah Menyimpang dari Tuhan Sejak waktu penciptaan, watak Tuhan telah...
Sebelum dua ribu tahun di mana selama Yahweh melakukan pekerjaan-Nya, manusia tidak tahu apa-apa. Hampir seluruh umat manusia jatuh ke...