Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II

Bagian Tujuh

Selanjutnya, mari kita melihat pekerjaan Tuhan selama Zaman Hukum Taurat.

D. Peraturan Zaman Hukum Taurat

Sepuluh Perintah

Prinsip-prinsip untuk Membangun Mezbah

Peraturan Tentang Perlakuan terhadap Hamba

Peraturan Tentang Pencurian dan Ganti Rugi

Memelihara Tahun Sabat dan Tiga Hari Raya

Peraturan Tentang Hari Sabat

Peraturan tentang Korban-korban

Korban bakaran

Korban sajian

Korban keselamatan

Korban penghapus dosa

Korban penebus salah

Peraturan tentang Korban oleh Para Imam (Harun dan Anak-anaknya Diperintahkan untuk Taat)

Korban Bakaran oleh Imam

Korban Sajian oleh Imam

Korban Penghapus Dosa oleh Imam

Korban Penebus salah oleh Imam

Korban Keselamatan oleh Imam

Peraturan tentang Memakan Korban Bakaran oleh Imam

Binatang yang Tidak Haram dan yang Haram (Binatang yang Boleh Dimakan dan Tidak Boleh Dimakan)

Peraturan tentang Penyucian Perempuan Selepas Persalinan

Standar tentang Pemeriksaan Orang yang Sakit Kusta

Peraturan tentang Mereka yang Telah Tahir dari Kusta

Peraturan tentang Menahirkan Rumah yang Terjangkit

Peraturan tentang Mereka yang Menderita Lelehan Abnormal

Hari Penebusan yang Harus Dirayakan Setahun Sekali

Aturan tentang Menyembelih Kambing Domba dan Ternak

Larangan Mengikuti Praktik-Praktik Menjijikkan Bangsa-Bangsa Lain (Tidak Melakukan Inses, dan Sebagainya)

Peraturan yang Harus Diikuti Manusia ("Hendaklah engkau kudus: karena Aku Yahweh Tuhanmu kudus.")

Eksekusi Orang-Orang yang Mengorbankan Anak-Anak Mereka kepada Molokh

Peraturan tentang Menghukum Kejahatan Perzinaan

Aturan yang Harus Dipatuhi Para Imam (Aturan untuk Perilaku Sehari-hari Mereka, Aturan untuk Pemakaian Benda-Benda Kudus, Aturan untuk Mempersembahkan Korban Persembahan, dan sebagainya)

Hari Raya yang Harus Diperingati (Hari Sabat, Paskah, Pentakosta, Hari Penebusan, dan sebagainya)

Peraturan Lainnya (Menyalakan Pelita, Tahun Yobel, Penebusan Tanah, Bernazar, Persembahan Persepuluhan, dan sebagainya)

Peraturan Zaman Hukum Taurat adalah Bukti Nyata Arahan Tuhan bagi Seluruh Umat Manusia

Jadi, engkau semua telah membaca peraturan dan prinsip Zaman Hukum Taurat, bukan? Apakah peraturan-peraturan tersebut mencakup ruang lingkup yang luas? Pertama, peraturan tersebut mencakup Sepuluh Perintah, dan kemudian peraturan tentang cara untuk membangun mezbah, dan sebagainya. Ini diikuti oleh peraturan untuk memelihara hari Sabat dan memperingati tiga hari raya, dan kemudian peraturan tentang korban. Apakah engkau semua melihat ada berapa banyak jenis korban? Ada korban bakaran, korban sajian, korban keselamatan, korban penghapus dosa, dan sebagainya. Semua itu diikuti dengan peraturan tentang korban para imam, termasuk korban bakaran dan korban sajian oleh para imam, dan jenis korban-korban lainnya. Peraturan kedelapan adalah tentang memakan korban oleh para imam. Dan kemudian ada peraturan tentang apa yang harus diperingati sepanjang hidup manusia. Ada ketetapan untuk banyak aspek dalam hidup manusia, seperti peraturan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dimakan oleh mereka, tentang penyucian perempuan setelah persalinan, dan tentang mereka yang telah tahir dari penyakit kusta. Dalam peraturan-peraturan ini, Tuhan sampai berbicara tentang penyakit, dan bahkan ada aturan tentang penyembelihan kambing domba dan ternak, dan sebagainya. Kambing domba dan ternak diciptakan oleh Tuhan, dan engkau harus menyembelihnya seperti yang Tuhan perintahkan kepadamu; tidak boleh ada keraguan dan alasan untuk firman Tuhan; tidak diragukan lagi adalah benar untuk bertindak sesuai dengan apa yang ditetapkan Tuhan, dan itu pasti bermanfaat bagi manusia! Ada juga hari-hari raya dan aturan untuk diperingati, seperti hari Sabat, Paskah, dan masih banyak lagi—Tuhan berbicara tentang semua ini. Mari kita melihat yang terakhir: peraturan lainnya—menyalakan pelita, Tahun Yobel, penebusan tanah, bernazar, persembahan persepuluhan, dan sebagainya. Apakah semua ini mencakup ruang lingkup yang luas? Hal pertama yang harus dibahas adalah masalah korban persembahan manusia, kemudian ada peraturan tentang pencurian dan ganti rugi, dan memelihara hari Sabat ...; setiap rincian kehidupan dilibatkan. Dengan kata lain, ketika Tuhan memulai secara resmi pekerjaan dalam rencana pengelolaan-Nya, Dia menetapkan banyak peraturan yang harus diikuti oleh manusia. Semua peraturan ini dibuat demi memungkinkan manusia menjalani kehidupan normal manusia di bumi, kehidupan normal manusia yang tidak dapat dipisahkan dari Tuhan dan bimbingan-Nya. Tuhan pertama-tama memberitahukan kepada manusia cara untuk membangun mezbah, cara mengatur mezbah. Setelah itu, Dia memberitahukan kepada manusia cara mempersembahkan korban, dan menetapkan bagaimana manusia harus hidup—apa yang harus dia perhatikan dalam hidup, apa yang harus dia patuhi, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan olehnya. Apa yang ditetapkan oleh Tuhan bagi manusia mencakup semuanya, dan dengan ketetapan, peraturan, dan prinsip ini, Dia menetapkan standar perilaku manusia, membimbing hidup mereka, menuntun mereka untuk melakukan hukum-hukum Tuhan, membimbing mereka untuk datang ke hadapan mezbah Tuhan, menuntun mereka untuk memiliki kehidupan di tengah segala sesuatu yang Tuhan buat untuk manusia yang mengandung ketertiban, keteraturan, dan kesederhanaan. Tuhan pertama-tama menggunakan peraturan dan prinsip yang sederhana ini untuk menetapkan batasan bagi manusia, sehingga di bumi manusia akan memiliki kehidupan penyembahan kepada Tuhan yang normal, memiliki kehidupan normal sebagai manusia; seperti itulah isi spesifik dari awal rencana pengelolaan enam ribu tahun-Nya. Peraturan dan aturan itu mencakup konten yang sangat luas, semua itu merupakan hal-hal spesifik dari bimbingan Tuhan bagi umat manusia selama Zaman Hukum Taurat, semua itu harus diterima dan dipatuhi oleh orang-orang yang hidup sebelum Zaman Hukum Taurat, semua itu adalah catatan pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan selama Zaman Hukum Taurat, dan bukti nyata kepemimpinan serta bimbingan Tuhan bagi seluruh umat manusia.

Umat Manusia Selamanya Tidak Terpisahkan dari Ajaran dan Pembekalan Tuhan

Dalam peraturan-peraturan ini kita melihat bahwa sikap Tuhan terhadap pekerjaan-Nya, terhadap pengelolaan-Nya, dan terhadap umat manusia adalah serius, berhati-hati, teliti, dan bertanggung jawab. Dia melakukan pekerjaan yang harus Dia lakukan di antara umat manusia sesuai dengan langkah-Nya, tanpa penyimpangan sedikit pun, mengucapkan firman yang harus Dia ucapkan kepada umat manusia tanpa sedikit pun kekeliruan atau kelalaian, memungkinkan manusia untuk melihat bahwa dia tidak dapat dipisahkan dari kepemimpinan Tuhan, dan menunjukkan kepadanya betapa pentingnya semua yang Tuhan lakukan dan firmankan kepada umat manusia. Terlepas dari seperti apakah manusia pada zaman selanjutnya, pada awal mulanya—selama Zaman Hukum Taurat—Tuhan melakukan hal-hal sederhana ini. Bagi Tuhan, konsep manusia tentang Tuhan, dunia, dan umat manusia pada zaman itu adalah abstrak dan kabur, dan meskipun mereka memiliki beberapa gagasan dan niat yang disadari, semuanya itu tidak jelas dan tidak benar, dan dengan demikian umat manusia tidak dapat dipisahkan dari ajaran dan pembekalan Tuhan untuk mereka. Manusia yang paling awal tidak tahu apa-apa, jadi Tuhan harus mulai mengajar manusia dari prinsip-prinsip yang paling dangkal dan dasar untuk bertahan hidup dan peraturan yang diperlukan untuk hidup, menanamkan hal-hal ini dalam hati manusia sedikit demi sedikit, dan memberikan kepada manusia pemahaman bertahap tentang Tuhan, penghargaan serta pemahaman bertahap tentang kepemimpinan Tuhan, dan konsep dasar tentang hubungan antara manusia dan Tuhan, melalui peraturan-peraturan ini, dan melalui aturan-aturan ini, yang berasal dari firman. Setelah mencapai dampak ini, barulah Tuhan kemudian mampu, sedikit demi sedikit, melakukan pekerjaan yang akan Dia lakukan di kemudian hari, dan dengan demikian peraturan dan pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan selama Zaman Hukum Taurat merupakan landasan bagi pekerjaan-Nya menyelamatkan umat manusia, dan merupakan tahap pertama pekerjaan dalam rencana pengelolaan Tuhan. Meskipun, sebelum pekerjaan Zaman Hukum Taurat, Tuhan telah berbicara kepada Adam, Hawa, dan keturunan mereka, perintah dan ajaran itu tidak begitu sistematis atau spesifik seperti yang dikeluarkan satu per satu kepada manusia, dan semua itu tidak dituliskan, juga tidak menjadi peraturan. Itu karena, pada waktu itu, rencana Tuhan belum sampai sejauh itu; hanya ketika Tuhan telah memimpin manusia ke langkah ini, barulah Dia dapat mulai berbicara tentang peraturan-peraturan Zaman Hukum Taurat ini, dan mulai membuat manusia melaksanakannya. Itu adalah proses yang perlu, dan hasilnya tidak bisa dihindari. Ketetapan dan peraturan sederhana ini menunjukkan kepada manusia langkah-langkah pekerjaan pengelolaan Tuhan dan hikmat Tuhan yang dinyatakan dalam rencana pengelolaan-Nya. Tuhan tahu apa isi dan sarana yang digunakan untuk memulai, sarana apa yang digunakan untuk melanjutkan, dan sarana apa yang digunakan untuk mengakhiri agar Dia bisa mendapatkan sekelompok orang yang menjadi kesaksian bagi-Nya, dan bahwa Dia bisa mendapatkan sekelompok orang yang sepemikiran dengan diri-Nya. Dia tahu apa yang ada di dalam hati manusia, dan tahu apa yang kurang dalam diri manusia. Dia tahu apa yang harus Dia sediakan, dan bagaimana Dia seharusnya memimpin manusia, dan demikian pula Dia tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh manusia. Manusia itu seperti boneka: meskipun dia tidak memiliki pemahaman akan kehendak Tuhan, dia tidak bisa berbuat apa-apa selain dipimpin oleh pekerjaan pengelolaan Tuhan, langkah demi langkah, hingga saat ini. Tidak ada kekaburan dalam hati Tuhan tentang apa yang harus dilakukan oleh-Nya; dalam hati-Nya ada rencana yang sangat jelas dan terang, dan Dia melakukan pekerjaan yang Dia sendiri ingin lakukan menurut langkah-Nya dan rencana-Nya, berkembang dari yang dangkal hingga yang mendalam. Meskipun Dia tidak menunjukkan pekerjaan yang akan Dia lakukan di kemudian hari, pekerjaan-Nya yang selanjutnya masih terus dilaksanakan dan berkembang tepat sekali sesuai dengan rencana-Nya, yang merupakan perwujudan dari apa yang dimiliki Tuhan dan siapa Dia, dan yang juga merupakan otoritas Tuhan. Terlepas dari tahap mana dari rencana pengelolaan-Nya yang sedang Dia kerjakan, watak-Nya dan hakikat-Nya merepresentasikan diri-Nya sendiri. Ini sungguh benar. Tanpa memandang zaman, atau tahap pekerjaan, ada hal-hal yang tidak akan pernah berubah: orang macam apa yang Tuhan kasihi, orang macam apa yang Dia benci, watak-Nya dan semua yang dimiliki-Nya dan siapa Dia. Meskipun peraturan dan prinsip yang Tuhan tetapkan selama pekerjaan Zaman Hukum Taurat ini tampak sangat sederhana dan dangkal bagi orang-orang zaman sekarang, dan meskipun semua itu mudah dipahami dan dicapai, di dalamnya tetap terdapat hikmat Tuhan, dan tetap terdapat watak Tuhan dan apa yang dimiliki-Nya dan siapa Dia. Karena dalam peraturan yang tampak sederhana ini tanggung jawab dan kepedulian Tuhan kepada umat manusia dinyatakan, serta hakikat pikiran-Nya yang sempurna, sehingga memungkinkan manusia untuk benar-benar menyadari fakta bahwa Tuhan mengatur segala sesuatu dan segala sesuatu dikendalikan oleh tangan-Nya. Seberapa pun banyaknya pengetahuan yang dikuasai oleh umat manusia, atau seberapa pun banyaknya teori atau misteri yang dipahami olehnya, bagi Tuhan tak ada satu pun dari hal-hal ini yang mampu menggantikan pembekalan-Nya dan kepemimpinan-Nya bagi umat manusia; umat manusia akan selamanya tidak dapat dipisahkan dari bimbingan Tuhan dan pekerjaan pribadi Tuhan. Seperti itulah hubungan yang tidak terpisahkan antara manusia dan Tuhan. Terlepas dari apakah Tuhan memberimu perintah, atau peraturan, atau memberikan kebenaran bagimu untuk memahami kehendak-Nya, apa pun yang Dia lakukan, tujuan Tuhan adalah untuk membimbing manusia menuju hari esok yang indah. Firman yang diucapkan oleh Tuhan dan pekerjaan yang dilakukan oleh-Nya, keduanya adalah penyingkapan salah satu aspek hakikat-Nya, dan merupakan penyingkapan salah satu aspek dari watak-Nya dan hikmat-Nya; semua itu merupakan langkah yang harus ada dalam rencana pengelolaan-Nya. Ini tidak boleh diabaikan! Kehendak Tuhan ada dalam apa pun yang Dia lakukan; Tuhan tidak takut pada pernyataan yang salah tempat, dan Dia juga tidak takut pada gagasan atau pemikiran manusia tentang diri-Nya. Dia hanya melakukan pekerjaan-Nya dan melanjutkan pengelolaan-Nya, sesuai dengan rencana pengelolaan-Nya, tidak dibatasi oleh orang, perkara, atau benda apa pun.

Baiklah. Sekian untuk hari ini. Sampai jumpa lagi!

9 November 2013

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Hubungi kami via WhatsApp