Cara Mengejar Kebenaran (13) Bagian Lima

Dapatkah engkau semua mengenali salah satu perwujudan dari ciri "penyimpangan" mereka yang bereinkarnasi dari setan—yang disebut kelicikan ini? (Ya.) Jenis orang ini sangat suka menipu, sangat licik, serta sangat berbahaya dan curang. Jika engkau masih menganggap perwujudan mereka sebagai perwujudan kerusakan yang normal dan masih membantu serta mendukung mereka sebagai saudara-saudari, bukankah ini perwujudan kebodohan? (Ya.) Kelak engkau tidak boleh lagi melakukan hal-hal yang bodoh ini; mereka bukan manusia, melainkan setan, dan bukan orang yang harus kaubantu dan dukung. Di dalam hatinya, mereka tahu apa itu kebenaran, dan bahwa menjadi orang yang jujur adalah baik. Namun, meskipun tahu itu baik, mereka tidak memiliki tuntutan semacam itu terhadap diri mereka sendiri dan tidak pernah menerapkan menjadi orang yang jujur. Bukannya mereka ingin menerapkannya tetapi tak mampu; melainkan, mereka tidak pernah berniat untuk menerapkannya dengan cara ini. Coba pikirkan—apa yang mereka siasatkan dan rencanakan dalam hati mereka? Tak ada satu pun yang berkaitan dengan hal-hal yang positif, dan tak ada satu pemikiran pun yang berkaitan dengan pemikiran dan pandangan yang positif. Mereka tidak berniat untuk menerapkan kebenaran, juga tidak berniat untuk menempuh jalan yang benar, sehingga di dalam hatinya, mereka tidak pernah mencari prinsip-prinsip kebenaran, juga tidak mencari cara untuk bertindak sesuai dengan maksud-maksud Tuhan. Mereka juga tidak berniat untuk melaksanakan tugas sebagai makhluk ciptaan dengan baik, atau penuh pengabdian dan mempersembahkan ketulusan mereka. Semua yang mereka perhitungkan adalah hal-hal yang licik. Ada orang-orang yang berkata, "Hal yang mereka perhitungkan adalah hal dalam dunia batin mereka—itu tidak mudah untuk dikenali. Bagaimana orang lain bisa tahu apa yang sedang mereka pikirkan jika mereka tidak membuka diri dan bersekutu tentang hal itu? Di luarnya, mereka berperilaku cukup baik, dan mereka juga menyibukkan diri dengan tugas-tugas yang ada. Mengapa Kaukatakan bahwa mereka licik dan menggolongkan mereka sebagai setan?" Yang lain berkata, "Mereka hanya memperlihatkan sedikit tatapan jahat di mata mereka, sedikit senyuman licik; kami masih belum mampu mengetahui yang sebenarnya tentang apa yang sedang mereka pikirkan di dunia batin mereka." Jadi, bagaimana orang dapat mengenali bahwa mereka adalah setan? Pemikiran yang orang miliki tidak terlihat; jika mereka tidak mengungkapkannya, engkau tidak dapat melihat atau menemukannya, dan engkau tidak akan dapat mengenalinya. Namun, apa pun pemikiran dan pandangan yang orang miliki, apa pun yang mereka dambakan atau perhitungkan di dunia batin mereka, mereka pasti akan bertindak untuk mencapai tujuan mereka, sehingga mereka akan selalu memiliki beberapa hal yang mereka hidupi, beberapa perwujudan. Selama mereka hidup di antara orang-orang, orang lain akan mampu melihat atau bersentuhan dengan hal-hal yang mereka lakukan. Engkau mungkin tidak tahu apa yang sedang mereka perhitungkan, rancangkan dan rencanakan di lubuk hatinya, tetapi hal-hal yang mereka rancangkan, rencanakan, dan perhitungkan suatu hari nanti akan diperlihatkan dan diwujudkan oleh mereka; mereka kemudian akan menjadikannya kenyataan, dan mereka akan mengambil beberapa tindakan di antara orang-orang. Ketika hal-hal ini terjadi di depan matamu, bukankah engkau akan dapat melihatnya? Bukankah engkau akan dapat mengenali orang tersebut? Ada orang-orang yang berkata, "Sekalipun aku melihat perwujudan mereka, aku masih tidak tahu bagaimana cara mengenali atau menggolongkan jenis orang ini." Itu mudah ditangani; jenis orang ini memiliki beberapa ciri, dan engkau dapat mengenali mereka melalui ciri-ciri ini. Ciri pertama adalah mereka selalu bertindak sesuai keinginan mereka sendiri dan tidak pernah mencari prinsip-prinsip kebenaran. Apa pun yang mereka lakukan, mereka merencanakannya terlebih dahulu dan bertindak sepenuhnya berdasarkan rencana, alur pemikiran, dan niat mereka sendiri, sepenuhnya berdasarkan keinginan mereka sendiri. Mereka tidak meminta pendapat semua orang, dan tentu saja, mereka terlebih lagi tidak mencari prinsip kebenaran ataupun bertindak berdasarkan pengaturan kerja. Jika engkau dapat melihat perwujudan ini, bukankah itu berarti setan-setan itu sepenuhnya tersingkap? (Ya.) Ada orang-orang yang berkata, "Mungkin mereka memahami kebenaran dan mengetahui prinsip-prinsip kebenaran, sehingga mereka tahu apa yang harus dilakukan tanpa perlu mendiskusikannya dengan orang lain." Pernyataan ini salah lagi; ini mencerminkan ketidakmampuan untuk mengetahui yang sebenarnya tentang berbagai hal. Bagi engkau semua, hal-hal yang setan katakan dan lakukan merupakan serangkaian rintangan yang sulit. Entah mereka telah meminta pendapat saudara-saudari atau tidak, engkau harus melihat dengan jelas apakah tujuan, motif, titik awal, dan prinsip dari tindakan mereka adalah untuk melindungi reputasi, status, dan harga diri mereka sendiri, atau untuk melindungi pekerjaan gereja, dan apakah hasil akhir yang dicapai adalah melindungi kepentingan rumah Tuhan, dan apakah itu membawa kerugian, bahaya, dan sabotase ataukah membawa manfaat bagi kebanyakan orang. Apa pun yang dilakukan oleh mereka yang bereinkarnasi dari setan, itu selalu untuk melindungi kepentingan mereka sendiri; ini adalah ciri lain dari mereka yang bereinkarnasi dari setan. Di mata mereka, kepentingan mereka adalah di atas segalanya, seperti pedagang yang berbisnis: kepentingan adalah yang terpenting. Kepentingan siapa yang terpenting? Kepentingan setan sendirilah yang terpenting. Jika melakukan sesuatu dapat melindungi kepentingan, harga diri, status, reputasi, atau harta benda dan uang mereka, mereka sama sekali tidak akan menahan diri, tetapi akan melaksanakannya sampai akhir, melakukannya sampai tuntas. Sekalipun para pemimpin tingkat atas atau saudara-saudari menentangnya dan itu tidak dapat dilaksanakan lebih lanjut, dan menemui jalan buntu, mereka tetap akan menggunakan taktik memutar, mencoba segala cara untuk melenyapkan semua lawan dan menyingkirkan semua hambatan, untuk melanjutkan apa yang ingin mereka lakukan. Mereka sama sekali tidak akan menahan diri; yang mereka lindungi hanyalah kepentingan mereka sendiri. Kini engkau dapat melihat hal ini dengan jelas: Entah itu rencana, atau sarana, atau cara, atau langkah-langkah yang mereka rancangkan, rencanakan, dan reka-rekakan, semua hal ini telah diperhitungkan dalam pikiran mereka; yang mereka pikirkan hanyalah kepentingan, dan pikiran mereka dipenuhi dengan pemikiran tentang kepentingan; siapa yang akan dimanfaatkan, siapa yang akan didekati, siapa yang akan dijauhi, siapa yang akan didukung, siapa yang akan ditentang, siapa yang akan diberhentikan—mereka menyusun strategi mengenai semua hal ini berdasarkan kepentingan mereka. Jika, dalam melakukan pekerjaan dan melaksanakan tugasnya, mereka mencapai titik ini, berarti mereka adalah antikristus, para setan yang memperlihatkan diri mereka yang sebenarnya. Orang-orang semacam itu sangat sulit dipahami dan penuh perhitungan; mereka memikirkan hal-hal ini setiap hari. Jika mereka ingin memahami sepenuhnya semua orang di dalam gereja, berapa lama waktu yang dibutuhkan? Hanya setelah mereka memiliki pemahaman yang sangat jelas tentang situasi semua anggota gereja, tentang masalah dan kesulitan nyata setiap orang, dan waktunya sudah matang, barulah mereka mulai bertindak, melakukan apa pun yang mereka inginkan—mereka tidak memberi kelonggaran kepada siapa pun, dan tak seorang pun dapat menghalangi mereka. Mereka mengurus urusan mereka sendiri dengan berkedok melakukan pekerjaan gereja, berusaha untuk mendapatkan keuntungan bagi diri mereka sendiri. Pada akhirnya, pekerjaan gereja dan jalan masuk kehidupan saudara-saudarilah yang menderita kerugian. Mereka mencapai tujuan mereka untuk menjadikan pemuasan kepentingan pribadi mereka sebagai yang terpenting dengan mengorbankan jalan masuk kehidupan semua saudara-saudari dan kepentingan rumah Tuhan. Pada titik ini, bukankah engkau dapat melihat mereka dengan jelas? Dinilai dari cara mereka melakukan sesuatu dan hasil akhirnya, mereka adalah para setan; mereka bukan manusia. Sepanjang hari mereka tampak sangat sedikit bicara dan jarang mengungkapkan pandangan mereka, tetapi sebenarnya mereka menghabiskan setiap hari untuk memikirkan bagaimana bertindak agar mereka dapat memperoleh keuntungan. Meskipun di luarnya, mereka terlihat cukup tenang, cukup elegan, cukup lembut, dan cukup berperilaku baik, serta tidak banyak bicara, di dalam hatinya, hati mereka bergejolak, seperti lautan yang mengamuk. Mereka memahami hal-hal ini sepenuhnya, dan mereka kemudian melaksanakan rencana yang telah mereka pikirkan, dan hasil akhirnya adalah mereka berhasil tepat seperti yang mereka rencanakan. Bukankah inilah pekerjaan setan? (Ya.) Ini adalah pekerjaan setan. Pada saat ini, bukankah engkau mampu mengetahui yang sebenarnya tentang diri mereka?

Masalah besar semacam ini yang muncul dalam pekerjaan penginjilan tahun lalu berkaitan langsung dengan beberapa setan, berkaitan langsung dengan tindakan para setan. Setan-setan itu tidak pernah mencari prinsip kebenaran ketika mereka bertindak. Setelah Yang di Atas menugaskan pekerjaan, mereka segera menerimanya secara langsung, tetapi ketika mereka pergi untuk bekerja di gereja-gereja, mereka justru berperilaku tidak terkendali dan melakukan hal-hal buruk. Mereka tidak melindungi kepentingan rumah Tuhan, dan akibatnya persembahan milik Tuhan dirugikan, pekerjaan penginjilan dirugikan, dan kehidupan bergereja dirugikan; kerugian diderita di beberapa bidang, dan mereka juga menyebabkan kekacauan dalam pekerjaan gereja. Engkau mungkin tidak mampu mengetahui yang sebenarnya tentang apa yang setan pikirkan, juga tidak tahu apakah mereka telah mencari prinsip. Namun, ketika mereka bertindak, dan engkau melihat tanda pertama, engkau akan tahu bahwa metode dan sumber dari tindakan mereka salah, bahwa mereka sepenuhnya sedang memamerkan diri, melakukan segala sesuatu berdasarkan keinginan mereka sendiri, dan bertindak sewenang-wenang serta semaunya dan sedang membangun kerajaan independen. Selain itu, gerombolan setan saling melindungi; tak satu pun dari mereka melindungi kepentingan rumah Tuhan. Apa pun yang dilakukan setan-setan besar, para pengikut dan setan-setan kecil berusaha keras untuk menyanjung dan memuja mereka. Setan-setan besar bertindak gegabah dan semaunya, dan setan-setan kecil mengikutinya, serta menjilat mereka—mereka bekerja sama dengan erat satu sama lain. Ada orang-orang yang berkata mereka masih belum bisa mengetahui yang sebenarnya tentang fakta bahwa esensi yang seseorang miliki adalah esensi setan. Dalam hal ini, lihatlah natur dari sesuatu yang mereka lakukan dan akibatnya. Jika natur dan akibatnya sangat serius, maka orang dapat yakin bahwa itu adalah pekerjaan setan. Contohnya, mengenai masalah pelaporan angka palsu tentang jumlah orang yang didapatkan dalam pemberitaan Injil, ada orang-orang yang berkata, "Bukankah pelaporan angka palsu bertentangan dengan prinsip? Kita harus melaporkan angka yang sebenarnya; berapa pun orang yang diperoleh, sebanyak itulah yang harus kita laporkan. Bagaimana mungkin kita berbohong dalam laporan kita? Bagaimana mungkin kita melaporkan seribu padahal hanya mendapatkan seratus orang, atau sepuluh ribu padahal hanya mendapatkan seribu orang?" Apa yang dikatakan salah seorang dari pemimpin palsu ini? "Engkau harus melaporkannya seperti ini; semua orang melaporkannya seperti ini. Ini adalah aliran Roh Kudus!" Dapatkah engkau semua mengenali pernyataan ini? Melaporkan angka yang palsu dan direkayasa jelas merupakan upaya untuk menipu Tuhan. Bagaimana mungkin itu adalah aliran Roh Kudus? Ini adalah tren jahat. Roh Kudus tidak pernah menyuruh orang untuk berbohong atau melaporkan angka palsu; hanya setan yang dapat mengatakan hal-hal semacam itu. Dapatkah engkau semua mengenali hal ini? Karena pemimpin palsu itu mampu mengucapkan kata-kata yang tidak masuk akal seperti itu, dia bukanlah orang normal; pemimpin palsu itu juga termasuk kategori setan. Dapatkah engkau semua mengetahui yang sebenarnya tentang hal ini? Dapatkah engkau semua mengenali bahwa perkataan seperti itu diucapkan oleh setan? Hanya para setan dan Iblis yang dapat mengatakan hal-hal semacam itu. Jika engkau semua tidak mampu mengetahui yang sebenarnya tentang hal ini, berarti engkau semua terlalu kurang dalam kemampuan untuk membedakan. Jika mereka yang bereinkarnasi dari binatang tidak mampu mengetahui yang sebenarnya tentang hal ini, itu agak dapat dimaafkan, karena mereka bukan manusia; mereka tidak memiliki roh manusia. Jika engkau benar-benar memiliki kemampuan untuk membedakan dan mengetahui yang sebenarnya tentang hal ini, sudahkah engkau memenuhi tanggung jawabmu? Sudahkah engkau bangkit untuk menghentikan dan menyingkapkan masalah ini? Misalkan engkau berkata, "Aku telah mengetahui yang sebenarnya tentang hal ini, tetapi perkataanku tidak berbobot karena statusku yang rendah, dan aku lemah dan seorang diri; aku tidak berani menghentikan atau menyingkapkannya!" Dalam hal ini, engkau adalah pengecut yang tidak berguna! Engkau belum tetap teguh pada pendirianmu dan belum tetap teguh dalam kesaksianmu; engkau bukan hamba Tuhan yang setia, engkau belum memenuhi tanggung jawab sebagai manusia. Engkau hanyalah orang yang bingung, pengecut yang tidak berguna. Katakan kepada-Ku, apakah Tuhan menyukai pengecut yang tidak berguna? (Tidak.) Tuhan mengaruniakan hidup kepadamu, membekalimu dengan kebenaran, dan melindungimu dari Iblis yang mencelakakan dirimu dalam kehidupanmu sehari-hari. Namun, engkau ternyata tidak menerima kebenaran dan justru mengikuti Iblis dalam melakukan kejahatan, hidup di antara para setan, dan membiarkan Iblis mencelakakan dirimu. Engkau melihat wajah asli Iblis dengan jelas, tetapi tidak menyingkapkannya. Itu sama saja dengan mencari masalah; engkau pantas dikelabui oleh Iblis. Tuhan membekalimu dengan kebenaran agar engkau dapat bertumbuh dalam kemampuan untuk membedakan. Jika engkau memiliki kemampuan untuk membedakan tetapi masih berpura-pura tuli dan bisu, tidak bangkit untuk menyingkapkan para pemimpin palsu dan antikristus, berarti engkau adalah pengecut yang tidak berguna! Engkau belum memenuhi tanggung jawab yang seharusnya ditanggung manusia; engkau lalai dalam tanggung jawabmu, engkau adalah sampah, pengecut yang tidak berguna, pendompleng, orang yang tidak berguna! Para setan memaksa orang untuk melaporkan angka palsu dalam pemberitaan Injil—tindakan ini seharusnya cukup jelas dan tidak sulit untuk dikenali. Misalkan seseorang menendang atau memukulmu. Engkau tidak tahu mengapa mereka memperlakukanmu seperti ini dan tidak dapat mengenali apa maksudnya melakukan hal itu. Lalu mereka menusuk lehermu dengan pisau, dan barulah engkau menyadari, "Mereka sedang berusaha membunuhku!" Katakan kepada-Ku, seberapa bodoh dirimu? Mereka menendangmu dengan niat jahat, tetapi engkau bahkan tidak menyadari bahwa mereka adalah orang jahat, dan engkau masih mencoba bernalar dengan mereka, "Aku tidak menyinggungmu, mengapa engkau menendangku? Apakah kau memiliki kemanusiaan?" Jika mereka menendangmu tanpa alasan, bukankah mereka orang jahat? Adakah gunanya bernalar dengan orang jahat? Jika mereka mendatangimu dengan pisau, penyesalan sudah terlambat. Saat engkau berteriak minta tolong, itu sudah terlambat; nyawamu akan berakhir. Lihatlah betapa kecilnya tingkat pertumbuhanmu, betapa bodohnya dirimu! Saat menghadapi Iblis, engkau harus mengambil inisiatif untuk menyerang, jangan pasif. Kalau engkau selalu pasif, hanya bereaksi dan berseru kepada Tuhan untuk menyelamatkanmu ketika Iblis hendak mengambil nyawamu, itu terlalu pasif, terlalu bebal! Tuhan tidak menyukai orang-orang semacam itu.

Ada orang-orang yang melaporkan masalah tentang pemimpin palsu dan antikristus dengan cara yang sangat berbelit-belit. Mereka tidak berani melaporkannya di gereja lokal mereka, dan sebaliknya pergi ke gereja-gereja di daerah lain untuk melakukannya, karena takut seseorang di daerah mereka akan menyebarkan berita, dan orang-orang jahat akan mengetahuinya serta menyiksa mereka. Orang-orang ini memiliki tingkat pertumbuhan yang sekecil itu. Engkau percaya kepada Tuhan, tetapi engkau begitu takut kepada orang jahat dan para setan? Apakah para setan memiliki kuasa yang sedemikian besarnya? Mampukah setan mencabut nyawamu? Apakah takdirmu ada di tangan setan? Mengapa engkau begitu takut kepada mereka? Mereka hanyalah orang jahat; apa yang dapat mereka lakukan terhadapmu? Bahkan dalam skenario terburuk pun, negara ini memiliki hukum—apa yang kautakutkan? Ini bukan Tiongkok di mana para setan merajalela; ini adalah negara demokrasi yang berada di bawah aturan hukum. Belum lagi fakta bahwa engkau memiliki saudara-saudari di gereja—apa yang dapat dilakukan orang-orang jahat itu terhadapmu? Ada orang-orang yang menjadi setakut ini hanya karena melaporkan masalah para pemimpin dan pekerja. Ini bukanlah masalah mereka memiliki iman yang kecil; mereka adalah para pengecut dan orang-orang cengeng tak berguna yang bahkan tak pantas untuk hidup! Napas yang Tuhan berikan kepadamu terbuang sia-sia; memberikannya kepada binatang akan lebih baik. Bahkan binatang, jika terdesak, mampu menggigit seseorang. Engkau masih hidup tetapi bahkan tidak memiliki ketabahan yang sedikit ini; engkau terlalu pengecut! Meskipun beberapa orang tidak berani melawan orang jahat secara langsung ketika bertemu dengan mereka, orang-orang itu menggunakan hikmat untuk melindungi pekerjaan gereja. Mereka melaporkan masalah orang jahat kepada atasan dan bergabung dengan mereka yang mencintai kebenaran untuk memberhentikan orang-orang jahat itu dari jabatan mereka. Mereka memiliki tekad seperti ini: "Kau adalah orang jahat, tetapi aku tidak takut kepadamu. Aku tidak akan membiarkanmu berbuat jahat untuk mengganggu dan menyabotase pekerjaan rumah Tuhan. Aku tidak akan membiarkanmu mendapatkan apa yang kauinginkan. Aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk melawanmu—apa yang dapat kaulakukan terhadapku? Paling-paling, kau akan mencabut nyawaku, tetapi selama aku masih bernapas, aku akan melawanmu sampai akhir!" Apakah engkau semua memiliki iman seperti ini? Para pengecut yang tidak berguna itu tidak memiliki iman seperti ini. Ketika mereka melihat para setan mengganggu pekerjaan gereja, di dalam hatinya, mereka tahu bahwa ini salah, bahwa mereka adalah para setan dan antikristus yang sedang melakukan kejahatan. Namun mereka berpikir, "Aku tidak bisa menyingkapkan atau melaporkan mereka; aku seharusnya tidak membuat diriku mendapat masalah. Makin sedikit masalah, makin baik; melindungi diri sendiri sangatlah penting. Jika aku diusir dari gereja oleh orang jahat karena menyingkapkan mereka, dan aku bahkan kehilangan kesempatan untuk percaya kepada Tuhan dan memperoleh keselamatan, dan aku bahkan tidak dapat melaksanakan tugasku, bukankah aku akan disingkirkan sepenuhnya?" Mereka tidak berani menyingkapkan orang jahat, sangat takut akan pembalasan mereka. Jadi, ketika si naga merah yang sangat besar dengan gila-gilaan menindas dan menganiaya umat pilihan Tuhan, mereka tentu juga takut, dan jika tertangkap, mereka pasti akan menjadi Yudas dan mengkhianati Tuhan. Jadi, jika engkau takut kepada orang jahat di gereja, dan tidak berani menyingkapkan mereka ketika engkau melihat mereka melakukan kejahatan, bukankah ini sama saja dengan menyerah kepada Iblis? Tuhan membekalimu dengan kebenaran, memberimu iman, dan telah melindungimu serta menjagamu tetap hidup sampai sekarang. Engkau menghirup napas yang Tuhan berikan kepadamu, menikmati kebenaran yang Dia bekalkan kepadamu, dan menikmati kasih karunia-Nya. Engkau memiliki kondisi kehidupan bergereja yang begitu baik dan hidup dengan cukup nyaman. Namun, ketika ada orang jahat yang menyebabkan gangguan di rumah Tuhan, engkau melihat dan mengenali hal ini, tetapi engkau tidak berani mengucapkan sepatah kata pun, engkau bahkan tidak berani bernapas dengan berat—makhluk macam apa engkau ini? Engkau bahkan tidak pantas untuk hidup! Engkau tidak melaporkan masalah di gereja lokalmu kepada para pemimpin setempat, tetapi sebaliknya pergi ke gereja-gereja di daerah lain untuk melaporkan masalah tersebut. Dengan pola pikir yang picik dan pengecut seperti ini, dapatkah engkau mencapai hal-hal besar? Namun, engkau berkata bahwa engkau ingin bersaksi tentang Tuhan dan menjadi pemenang—engkau bukanlah apa-apa, engkau lebih buruk daripada binatang! Seekor anjing pun tahu bahwa dia harus melindungi tuannya. Jika orang asing datang, anjing menggonggong sekuat tenaga, takut akan ancaman terhadap keselamatan tuannya. Beberapa anjing tidaklah besar dan dapat dijatuhkan ke tanah hanya dengan satu tendangan, tetapi mereka tidak takut dan tetap menggonggong dengan sekuat tenaga—mereka melakukannya untuk melindungi tuannya. Ada anjing yang bahkan mempertaruhkan nyawa untuk melindungi tuannya. Orang-orang ini bahkan tidak memiliki iman yang sekecil ini dan lebih tidak setia dibandingkan anjing penjaga terhadap tuannya—mereka semua adalah orang-orang celaka yang tidak berguna! Mereka menikmati kasih karunia dan perbekalan Tuhan dengan cuma-cuma, tanpa memberi imbalan apa pun, dan bahkan menganggap sudah semestinya bahwa Tuhan seharusnya mengasihi manusia dan menunjukkan belas kasihan kepada mereka. Ketika melihat pekerjaan gereja diganggu dan disabotase, di dalam hatinya, mereka tidak merasa sedih. Ini berarti mereka lebih buruk daripada binatang, jauh lebih buruk daripada anjing penjaga. Apa yang harus kaulakukan ketika kelak engkau bertemu kembali dengan para setan? Jika engkau tidak mampu mengetahui yang sebenarnya tentang mereka, dan tidak tahu hal buruk apa yang mereka rencanakan saat mereka tersenyum, atau niat jahat apa yang tersembunyi di balik tatapan mata mereka, maka engkau dapat mengamati mereka terlebih dahulu. Carilah orang yang dapat diandalkan untuk mengawasi mereka, dan lihatlah apa yang mereka katakan dan lakukan secara rahasia, dan apa yang mereka rencanakan bersama kaki tangan mereka. Engkau harus menghentikan semua rencana dan siasat mereka sejak awal, tidak membiarkannya berhasil, dan tidak membiarkan kepentingan rumah Tuhan menderita kerugian. Ada orang-orang yang memiliki tekad seperti ini: "Aku harus menjaga pintu gerbang rumah Tuhan dengan baik, aku harus menjadi anjing penjaga yang baik. Aku tidak tahu bagaimana orang lain akan memperlakukan masalah ini, tetapi bagiku, aku tidak akan mengabaikannya; aku akan melawan para setan sampai akhir!" Ini disebut kesetiaan kepada Tuhan; ini bukan berarti mereka sedang berusaha membuktikan seberapa mampunya diri mereka. "Aku akan mengandalkan Tuhan untuk melakukan hal ini; tak satu setan pun bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan atau berhasil selama ada aku di sini! Aku akan menjaga pintu gerbang rumah Tuhan, melindungi saudara-saudari, melindungi kepentingan rumah Tuhan, dan menjaga pekerjaan rumah Tuhan. Tak seorang pun boleh menyebabkan gangguan atau melakukan sabotase—jika aku melihat siapa pun melakukan hal-hal itu, aku tidak akan bersikap lunak terhadap mereka. Jika mereka harus diberhentikan, mereka akan diberhentikan, jika mereka harus diusir, mereka akan diusir, dan jika mereka harus dikeluarkan, mereka akan dikeluarkan. Aku sama sekali tidak akan menahan diri!" Apakah engkau semua memiliki iman seperti ini? (Ya.) Jika engkau cukup mampu dalam hal melawan manusia atau binatang, tetapi ketika engkau harus melawan para setan, engkau menjadi gentar dan takut, lalu engkau mundur ke dalam cangkangmu seperti kura-kura, maka Tuhan berkata engkau sudah tamat, engkau tidak berguna, engkau tidak akan dapat memperoleh kebenaran, dan engkau tidak dapat memperoleh keselamatan. Melawan setan adalah pertempuran yang sesungguhnya; ini adalah pertempuran untuk bersaksi bagi Tuhan. Ini adalah pertempuran yang harus dihadapi oleh para pemenang, orang kudus, dan pengikut Tuhan, pendirian yang harus mereka ambil, serta tekad dan ketetapan hati yang harus mereka miliki. "Melawan setan sampai akhir! Pilihannya antara mereka atau aku! Aku sama sekali tidak akan takut, aku sama sekali tidak akan mundur, dan aku sama sekali tidak akan putus asa!" Apakah engkau semua memiliki tekad seperti ini? (Sekarang kami memilikinya.)

Ada orang-orang yang tingkat pertumbuhannya terlalu kecil. Ketika bertemu dengan orang-orang yang berkuasa dan memiliki status, terutama mereka yang berpenampilan garang, berpengalaman, dan sangat licik, serta berbahaya dan curang, di dalam hatinya, mereka merasa takut. Meskipun tahu betul bahwa orang-orang ini adalah para setan, mereka tetap bersikeras menyanjung, membujuk, dan menyesuaikan diri dengan mereka, tidak berani menyinggung mereka sedikit pun, apalagi menyingkapkan mereka. Ketika bertemu para setan dan Iblis, mereka tidak berani menjunjung tinggi prinsip apa pun, dan mereka juga sama sekali tidak memiliki kepatutan orang kudus. Bahkan ada orang-orang yang berkata, "Kita harus menyesuaikan diri dengan orang-orang ini dan membangun hubungan baik dengan mereka, jika tidak, pekerjaan gereja tidak dapat berkembang." Jelas, orang-orang ini tidak berperan positif di rumah Tuhan, dan jelas, mereka adalah orang-orang yang tergolong setan dan antikristus, dan orang-orang yang harus diusir atau dikeluarkan, tetapi ada orang-orang yang menoleransi mereka. Orang-orang ini merasa bahwa mereka tidak mampu mengalahkan orang-orang tersebut; di dalam hatinya, mereka takut dan gentar, mengkhawatirkan situasi mereka sendiri, dan khawatir akan dikucilkan atau diganggu oleh mereka. Mereka tidak memiliki hikmat untuk menghadapi orang-orang itu, mereka tidak memiliki tingkat pertumbuhan yang cukup untuk melawan mereka, dan mereka berulang kali mundur, dan berulang kali menyerah dan berkompromi. Akibatnya, tiga bulan berlalu, lalu enam bulan, dan pekerjaan gereja berakhir dalam keadaan lumpuh, dan kehidupan bergereja akhirnya menjadi kacau-balau. Mereka jelas melihat orang-orang jahat dan para setan ini menyebabkan gangguan, mereka melihat para penindas lokal ini merajalela di gereja, tetapi mereka tidak berani menyingkapkan atau menangani mereka, takut membahayakan keselamatan, status, reputasi, dan kepentingan mereka sendiri. Mengapa status, reputasi, dan keselamatan pribadimu bisa begitu penting? Bukankah bagian dari pekerjaan apa pun di rumah Tuhan lebih penting daripada nyawa kecilmu itu? Sekalipun, dalam skenario terburuk, engkau mengambil beberapa risiko karena kesetiaan kepada Tuhan, bukankah Tuhan akan melindungimu? Jika engkau menggunakan hikmat dan bertindak berdasarkan prinsip untuk melindungi kepentingan rumah Tuhan, akankah Tuhan menyerahkanmu kepada para Iblis agar mereka menganiaya dan menyakitimu sekehendak hati mereka? (Tidak.) Tuhan sangat menyayangi orang semacam ini, Dia tidak akan pernah cukup menyayangi mereka; bagaimana mungkin Dia menyerahkanmu kepada para Iblis? Imanmu terlalu kecil. Engkau sama seperti Petrus pada waktu itu—Tuhan Yesus memanggilnya dari laut, berkata, "Datanglah," yang berarti Petrus harus berjalan di atas air seolah-olah itu tanah datar, tetapi makin Petrus berjalan, makin dia merasa takut dan kehilangan iman kepada Tuhan. Jika Tuhan memintamu untuk datang, Dia telah berjanji kepadamu dan pasti mampu melindungimu; Dia tidak akan membiarkanmu menghadapi bahaya. Sekalipun hidupmu dalam bahaya, bagaimana seharusnya engkau menyikapi hal ini? Bukankah engkau hanya perlu dengan rela memercayakan hidupmu kepada Tuhan? Apa masalahnya? Apakah setan benar-benar sedemikian menakutkan? Si naga merah yang sangat besar menindas dan menangkap orang-orang percaya, tetapi engkau mampu bertahan dalam imanmu; lingkungan yang keras semacam itu tidak membuatmu gentar. Namun, ketika beberapa setan kecil muncul di gereja, engkau menjadi begitu takut sehingga engkau langsung mundur ke dalam cangkangmu, dan merasa tak punya pilihan selain mengikuti mereka dalam melakukan kejahatan. Bukankah ini berarti kehilangan kesaksianmu? (Ya.) Dapat dikatakan bahwa para setan yang mendapatkan apa yang mereka inginkan di beberapa gereja dan di lingkungan kerja tertentu, yang membuat pekerjaan gereja menjadi sedemikian kacau dan membuatnya berantakan sesuai yang diharapkannya, yang menyebabkan saudara-saudari tidak memiliki lingkungan yang sesuai untuk melaksanakan tugas mereka, itu berkaitan dengan adanya beberapa orang yang mampu mengetahui yang sebenarnya tentang para setan ini tetapi tidak bangkit untuk melawan mereka, dan justru berkompromi dengan para setan dan Iblis ini untuk melindungi diri mereka sendiri. Dapat dikatakan bahwa orang-orang ini dengan sengaja membiarkan para setan melakukan kejahatan dan mengganggu pekerjaan gereja. Jika engkau mengetahui yang sebenarnya tentang para setan yang mengganggu pekerjaan gereja tetapi tidak melawan atau menyingkapkan mereka, bukankah ini berarti membiarkan para setan melakukan kejahatan? Jika, setelah menemukan adanya setan yang melakukan kejahatan, engkau segera menyingkapkan, menangani, dan menghentikan mereka, maka kerugian dapat dikurangi dan kekacauan dapat dikurangi hingga taraf tertentu. Bukankah ini bermanfaat bagi pekerjaan rumah Tuhan maupun bagi jalan masuk kehidupan saudara-saudari? Jadi mengapa engkau tidak melakukannya? Jika engkau tidak melakukannya, engkau tidak memiliki kesetiaan kepada Tuhan. Entah engkau seorang pemimpin atau pekerja di tingkat mana pun, atau seorang pengikut biasa, selama engkau mampu mengetahui yang sebenarnya tentang para setan yang berbuat jahat dan mengganggu pekerjaan gereja tetapi tidak menyingkapkan mereka demi melindungi kepentingan rumah Tuhan, berarti engkau belum tetap teguh dalam kesaksianmu, engkau adalah orang yang bingung, dan engkau tidak pantas untuk hidup! Engkau belum memenuhi tanggung jawab sebagai manusia, jadi engkau tidak pantas untuk menghirup napas yang telah Tuhan berikan kepadamu. Apakah engkau mengerti? (Kami mengerti.) Apa yang harus orang lakukan dalam hal ini? Setan macam apa pun yang kauhadapi—entah yang menyimpang, jahat, berbahaya, kejam, atau licik—dan apa pun tujuan mereka, selama engkau melihat mereka mengganggu pekerjaan gereja dan engkau mengenalinya, engkau harus bangkit untuk menyingkapkan dan menghentikan mereka. Di sinilah letak tanggung jawabmu. Ada orang yang berkata, "Aku tidak tahu harus berkata apa untuk menghentikan mereka." Jika demikian, berdoalah kepada Tuhan dan perlakukan mereka dengan cara yang bijaksana. Untuk saat ini, jangan memprovokasi mereka; jangan memprovokasi mereka dengan menyingkapkan mereka secara langsung. Sebaliknya, berusahalah melakukan segala cara untuk menghentikan mereka agar tidak berhasil dalam siasat dan tujuan mereka. Pertama-tama, lindungilah pekerjaan gereja semaksimal mungkin dan pastikan kepentingan rumah Tuhan terlindungi. Kemudian, carilah kesempatan untuk berkonsultasi dengan mereka yang memahami kebenaran, atau dengan para pemimpin dan pekerja, tentang cara yang paling tepat untuk menangani setan itu. Pekerjaan ini harus dilakukan dengan berhikmat. Di satu sisi, engkau harus melawan Iblis, menghentikan perbuatan jahat para Iblis dan setan, membantu saudara-saudari memperoleh kemampuan mengenali, serta melindungi saudara-saudari dan pekerjaan rumah Tuhan. Di sisi lain, engkau juga harus melindungi dirimu sendiri semaksimal mungkin. Jika benar-benar perlu bagimu untuk menghadapi bahaya atau kesulitan, maka engkau harus melakukannya sebagai tugas yang wajib kaulaksanakan, tanpa memikirkan jalan keluar atau keselamatanmu sendiri. Ini karena kebutuhan pekerjaan gereja dan di situlah letak tanggung jawabmu. Engkau harus melakukannya, dan sudah seharusnya melakukannya; jika tidak, engkau tidak akan layak menerima hidup yang telah Tuhan berikan kepadamu, dan perbekalan yang telah Dia berikan bagimu selama bertahun-tahun. Bukankah benar demikian? (Ya.) Semua orang haruslah memiliki pendirian seperti ini dalam hal memperlakukan para setan. Engkau adalah makhluk ciptaan yang diciptakan oleh tangan Tuhan. Entah engkau termasuk golongan manusia atau golongan makhluk hidup lainnya, selama identitasmu saat ini adalah manusia, manusia ciptaan, engkau harus memikul tanggung jawab sebagai manusia ciptaan, engkau tidak boleh melalaikannya. Misalkan engkau mengetahui bahwa seseorang sedang mencuri persembahan tetapi engkau tidak peduli, juga tidak bertanya tentang hal itu, dengan berkata, "Aku takut menyinggung orang itu. Jika aku menyingkapkan dan menyinggungnya, dia tidak hanya akan mempersulit aku di belakangku, tetapi dia juga tidak akan pernah melepaskannya. Dia itu orang jahat! Aku tidak berani menyingkapkan atau melaporkannya!" Dalam hal ini, hidupmu sudah tamat, engkau adalah pengecut yang tidak berguna, dan engkau telah gagal memenuhi tanggung jawabmu. Jadi, apa yang harus kaulakukan jika engkau ingin memenuhi tanggung jawabmu? Carilah kesempatan untuk menulis surat kepada pemimpinmu, jangan cantumkan namamu, dan nyatakan fakta-faktanya dengan jelas agar pemimpin tahu dan dapat segera menangani dan menghentikan hal ini, dan dengan demikian melindungi persembahan dari kerugian. Pemimpin tersebut tidak perlu tahu siapa yang melaporkan; cukup Tuhan yang tahu. Jadi, prinsip apa yang harus dijunjung tinggi dalam hal melindungi persembahan? Apa mentalitas yang benar? Yaitu melindungi persembahan dari kerugian dan tidak membiarkan orang jahat berhasil. Inilah tanggung jawabmu. Rumah Tuhan tidak meminta semua orang untuk mengambil risiko demi melindungi kepentingannya, demi melindungi saudara-saudari, melindungi pekerjaannya, dan melindungi persembahan milik Tuhan; rumah Tuhan tidak meminta engkau semua untuk menyinggung orang lain atau menempatkan diri dalam situasi sulit demi hal ini. Bukan itu yang rumah Tuhan maksudkan. Jika engkau takut kepada orang jahat atau takut menyinggung orang lain, engkau dapat melaporkan masalah secara anonim; engkau juga dapat menyingkapkan orang jahat dan para setan secara anonim. Dengan cara itu, meskipun engkau tidak mencantumkan namamu, engkau tetap telah memenuhi tanggung jawab dan kewajibanmu, serta tidak melalaikan tanggung jawabmu. Jika engkau mampu melakukan hal ini, berarti engkau tidak melalaikan tanggung jawabmu. Ini karena engkau memiliki hati seperti ini, merasa bahwa di sinilah letak tanggung jawabmu, dan bahwa engkau harus memenuhi tanggung jawab ini, melindungi pekerjaan rumah Tuhan dan melindungi kepentingannya. Ini adalah perbuatan baik, dan Tuhan akan mengingatnya. Berikut adalah kebenaran yang jelas bagi engkau semua: Tidak ada cara yang pasti untuk melawan para setan; mampu mengalahkan setan, melindungi kepentingan rumah Tuhan, melindungi berbagai bagian dari pekerjaan gereja, melindungi kehidupan bergereja, dan melindungi jalan masuk kehidupan saudara-saudari—ini adalah prinsip yang tertinggi. Apakah engkau mengerti? (Kami mengerti.) Tidak ada cara yang pasti untuk melawan para setan; engkau boleh menggunakan metode memangkas mereka, engkau boleh menggunakan metode menyingkapkan mereka, dan tentu saja, engkau juga boleh menggunakan metode memberhentikan mereka dan mengatur ulang tugas mereka, serta metode membicarakan berbagai hal dengan mereka dan menghibur mereka untuk menahan mereka—menggunakan berbagai metode bijaksana untuk membatasi para setan sekaligus melindungi berbagai bagian dari pekerjaan gereja. Inilah yang disebut bijaksana. Di dalam hatimu, engkau tahu bahwa orang-orang ini adalah setan, dan dengan cara apa pun engkau memperlakukan mereka, itu tidak salah, karena mereka bukanlah saudara atau saudari sejati, mereka bukanlah manusia sejati, dan mereka tidak dipilih oleh Tuhan. Mereka telah datang ke rumah Tuhan sebagai hamba-hamba Iblis untuk mengganggu gereja. Engkau haruslah memiliki sikap ini terhadap para setan: "Jika kau datang ke sini untuk menyebabkan gangguan, aku tidak akan bersikap lunak terhadapmu. Jika kau telah datang ke sini untuk menyabotase, itu sama sekali tidak diperbolehkan! Jika kau tidak menimbulkan gangguan atau tidak menyabotase, dan engkau tetap tenang di gereja, Aku akan mengabaikanmu. Namun, begitu kau bertindak atau mengatakan sesuatu, berniat untuk melakukan kejahatan, aku tidak akan bersikap lunak terhadapmu! Apa pun hal buruk yang ingin kaulakukan, apa pun kekeliruan yang ingin kausebarkan, kau harus melewatiku terlebih dahulu—lihat apakah aku akan mengampunimu atau tidak. Jika tidak, jangan pernah berpikir untuk mengganggu pekerjaan gereja!" Inilah sikap dan prinsip yang harus orang miliki dalam cara mereka memperlakukan para setan, dan ini juga merupakan kesaksian yang harus orang berikan.

Mengapa Tuhan mengungkapkan kebenaran dan membekali manusia dengan kebenaran? Itu adalah agar orang yang percaya kepada Tuhan dapat memperoleh kebenaran sebagai hidup mereka, dan agar orang mampu mengenali para setan, menyingkirkan para setan, dan sepenuhnya memberontak terhadap Iblis, si setan jahat itu. Orang telah mendengar begitu banyak kebenaran dan menerima begitu banyak perbekalan kebenaran, tetapi pada akhirnya, ketika mereka bertemu para setan yang melakukan kejahatan dan menyebabkan gangguan, mereka gagal untuk mengenali para setan itu. Ada orang-orang yang memiliki sedikit kemampuan untuk mengenali setan tetapi tidak berani menyingkapkan mereka, dan terlebih lagi tidak berani menangani mereka—orang-orang semacam ini adalah orang-orang yang tidak berguna. Engkau tidak memiliki kesaksian, dan engkau tidak berpihak kepada Tuhan—engkau telah menghancurkan hati Tuhan. Tujuan orang mengejar dan memahami kebenaran adalah agar mereka menjauhi setan, menolak setan, dan mampu mencapai ketundukan sejati kepada Tuhan, berpihak kepada Tuhan, dan memenuhi amanat Tuhan. Mengenai para setan, setiap kali ditemukan seorang setan, keluarkan setan tersebut, dan setiap kali ditemukan dua setan, keluarkan keduanya, agar gereja tetap murni. Dengan cara ini, para Iblis dan setan akan sepenuhnya dipermalukan dan tidak akan lagi dapat mengganggu pekerjaan gereja. Cara mereka menyebabkan gangguan di dunia sekuler bukanlah urusan kita; tindakan ilegal apa pun yang mereka lakukan, hal-hal buruk apa pun yang mereka lakukan, dan dengan siapa pun mereka bertikai di dunia sekuler, itu tidak ada hubungannya dengan kita. Kita jangan ikut campur dengan hal ini, juga jangan bertanya tentang hal ini, dan kita juga jangan memedulikannya. Namun, hanya ada satu hal: Tindakan mereka menyebabkan gangguan semacam itu di rumah Tuhan tidak diperbolehkan, dan mereka harus ditangani, dihentikan, dan dikeluarkan. Pertama, para pemimpin dan pekerja harus memimpin dalam melakukan pekerjaan ini; mereka harus menganggapnya sebagai tanggung jawab yang tidak boleh dilalaikan. Kedua, semua pengawas, pemimpin tim, dan saudara-saudari biasa harus memiliki tingkat pertumbuhan ini dan juga memiliki kesaksian ini. Ada orang-orang yang berkata, "Apakah rumah Tuhan sedang melancarkan semacam gerakan? Apakah ini menyiksa orang?" Ini bukan menyiksa orang; ini adalah menyiksa setan. Menyiksa setan adalah hal yang seharusnya dilakukan; kita tidak menyiksa manusia. Saudara-saudari memperlihatkan kerusakan, tetapi mereka adalah orang-orang yang normal, dan mereka memiliki hati nurani dan nalar, serta standar minimum dalam tindakan dan cara mereka berperilaku. Sekalipun pengejaran mereka akan kebenaran dan jalan masuk kehidupan mereka agak buruk, dan tingkat pertumbuhan mereka kecil serta tidak memiliki banyak kenyataan kebenaran, kita haruslah bersikap toleran dan sabar terhadap mereka, memperlakukan mereka dengan benar, dan menangani mereka berdasarkan prinsip. Namun, prinsip tentang cara memperlakukan setan berbeda. Jika mereka bersedia melakukan pelayanan, kita dapat memanfaatkan mereka untuk melakukan pelayanan. Jika mereka tidak bersedia melakukan pelayanan, kita harus menangani mereka dengan mengeluarkan mereka; kita sama sekali tidak boleh bersikap lunak terhadap mereka! Inilah prinsip untuk memperlakukan para setan. Ketika saudara-saudari memiliki kelemahan atau memperlihatkan watak yang rusak, mereka dapat diampuni dan dimaafkan, serta diperlakukan dengan toleransi dan pengertian. Namun, setan bukanlah saudara-saudari. Jika mereka hanya mengatakan beberapa hal negatif atau hal yang tidak bertanggung jawab, tetapi tidak menyebarkan ajaran sesat atau kekeliruan untuk menyesatkan orang, dan mereka tidak menyebabkan kekacauan atau gangguan apa pun, mereka dapat diampuni, dan engkau dapat berpura-pura tidak melihatnya. Jika engkau melihat bahwa mereka akan menimbulkan beberapa masalah dan melakukan kejahatan, dan itu telah mencapai skala tertentu, mereka harus disingkapkan dan dibatasi. Jika mereka tidak dapat dibatasi, langsung saja keluarkan mereka. Para setan menganggap gereja sebagai tempat yang mudah untuk hidup asal-asalan; mereka berpikir bahwa siapa pun boleh menimbulkan kekacauan di gereja, sama seperti di tengah masyarakat. Mereka salah jika berpikir seperti ini. Gereja adalah tempat bagi umat pilihan Tuhan untuk mengejar kebenaran dan memperoleh keselamatan, bukan tempat bagi para setan untuk menimbulkan kekacauan, juga bukan pula tempat bagi para setan untuk mengurus urusan mereka sendiri atau mewujudkan impian mereka sendiri, dan juga bukan tempat bagi para setan untuk memuaskan ambisi dan keinginan mereka. Begitu para setan memperlihatkan diri mereka yang sebenarnya dan hendak mengurus urusan mereka sendiri, membangun kerajaan independen mereka sendiri, serta mengganggu dan menyabotase pekerjaan gereja—begitu niat jahat mereka tersingkap—apa yang harus kaulakukan pada saat ini? Bertindaklah berdasarkan prinsip; saudara-saudari harus bangkit dan melawan setan-setan ini, dan mereka sama sekali tidak boleh menunjukkan belas kasihan atau bersikap lunak. Jika engkau selalu bersikap lunak terhadap setan, berarti engkau sedang bersikap kejam terhadap dirimu sendiri. Mereka selalu menyesatkan dan mengganggu orang-orang di gereja, serta menyabotase pekerjaan gereja. Dalam keadaan seperti itu, iman dan pengenalan akan Tuhan yang telah kauperoleh selama bertahun-tahun percaya akan terkuras hanya dalam beberapa hari saja akibat penyesatan dan gangguan dari para setan ini. Oleh karena itu, jika engkau ingin memperoleh kebenaran, engkau harus secara proaktif bangkit untuk melawan dan menentang setan. Ketika engkau melihat niat jahat mereka telah sepenuhnya tersingkap dan wajah mereka yang mengerikan terungkap, engkau harus menyingkapkan mereka dan menggolongkan esensi mereka, lalu mengeluarkan mereka. Bukankah ini yang seharusnya dilakukan oleh umat pilihan Tuhan dan tanggung jawab yang harus mereka penuhi? (Ya.) Inilah tepatnya kesaksian yang seharusnya dimiliki oleh para pemenang. Setiap orang harus memahami hal ini dan tidak pernah melupakannya. Tidak takut kepada para Iblis dan setan bukan berarti memisahkan diri dari mereka sebagai formalitas, melainkan berarti bangkit untuk melawan setan dalam menghadapi masalah-masalah besar tentang yang benar dan yang salah, dalam menghadapi masalah-masalah prinsip, dalam hal memilih jalan yang orang tempuh, dan dalam hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan rumah Tuhan, menghentikan perbuatan jahat mereka, melindungi kepentingan rumah Tuhan, dan menjaga lingkungan yang normal bagi saudara-saudari untuk melaksanakan tugas mereka. Inilah kewajiban setiap umat pilihan Tuhan.

Bukankah kita kurang lebih telah menyelesaikan persekutuan kita tentang kedua perwujudan ini—berbohong sebagai hal yang sudah mendarah daging dan penyimpangan—dari mereka yang memiliki esensi setan? Sudut pandang dan pendirian yang seharusnya orang miliki terhadap orang semacam ini sudah jelas, dan tanggung jawab yang harus orang penuhi juga jelas. Jadi, hal apa yang kauhadapi selanjutnya? Hal selanjutnya adalah bagaimana mengambil perwujudan dan apa yang diperlihatkan yang telah kita persekutukan dan mencocokkannya dengan orang-orang ini, dan kemudian mengenali mereka, serta mengetahui yang sebenarnya tentang esensi dari orang semacam ini. Begitu engkau memiliki kemampuan untuk mengenali, di dalam hatimu, engkau akan jelas tentang apa sebenarnya sifat bawaan dari berbagai macam orang, prinsip-prinsipmu tentang cara memperlakukan orang lain akan lebih akurat, dan engkau tidak akan melakukan hal-hal yang bodoh atau dungu, atau engkau tidak akan terlalu sering melakukannya. Sekian persekutuan kita hari ini. Sampai jumpa.

27 Januari 2024

Hubungi kami via WhatsApp