Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Engkau Harus Mengesampingkan Berkat atas Status dan Memahami Kehendak Tuhan bagi Keselamatan Manusia

Bagi manusia, keturunan Moab tidak mungkin dapat dilengkapidan mereka juga tidak memenuhi syarat untuk dilengkapi. Di sisi lain, anak-anak Daud, tentu memiliki harapan dan mereka pasti dapat dilengkapi. Asalkan seseorang adalah keturunan Moab, maka mereka tidak dapat dilengkapi. Bahkan saat ini, engkau masih tidak tahu betapa pentingnya pekerjaan yang dilakukan di antaramu; hingga tahap ini, engkau masih berpegang pada harapan masa depanmu di dalam hatimu dan enggan melepaskannya. Tidak ada yang peduli mengapa hari ini Tuhan baru saja memilih engkau―kelompok yang paling tidak layak―untuk ditangani, jadi apakah pekerjaan ini salah? Apakah ini kekhilafan sesaat? Mengapa Tuhan turun, tepatnya untuk bekerja di tengah-tengahmu, padahal Dia telah lama mengetahui bahwa engkau adalah anak-anak Moab? Tidak pernahkah engkau memikirkannya? Apakah Tuhan tidak pernah mempertimbangkan ini saat Dia melakukan pekerjaan-Nya? Apakah Dia membuat keputusan mendadak ini? Tidak tahukah Dia bahwa dari semula engkau adalah keturunan Moab? Tidakkah engkau mengerti untuk mempertimbangkan semua hal ini? Kemanakah perginya pemahamanmu? Apakah akal sehatmu sudah tidak berfungsi? Kemanakah perginya kepandaian dan kebijaksanaanmu? Apakah engkau begitu mulia sehingga tidak memperhatikan hal sepele seperti itu? Pikiranmu paling peka terhadap hal-hal seperti harapan masa depan dan nasibmu sendiri, tetapi tentang hal lain menjadi mati rasa, tumpul dan bebal sekali. Apakah sebenarnya yang engkau yakini? Harapan masa depanmu? Ataukah Tuhan? Bukankah engkau hanya memercayai tempat tujuanmu yang menyenangkan? Hanya harapan masa depanmu? Seberapa banyak cara hidup yang sekarang engkau mengerti? Berapa banyak yang telah engkau dapatkan? Apakah engkau berpikir bahwa pekerjaan yang dilakukan sekarang pada keturunan Moab itu dikerjakan untuk mempermalukanmu? Apakah pekerjaan itu sengaja dilakukan untuk menyingkapkan keburukanmu? Apakah pekerjaan itu sengaja dilakukan supaya engkau menerima hajaran dan kemudian melemparkan engkauke dalam lautan api? Aku tidak pernah berfirman bahwa engkau tidak memiliki masa depan, atau engkau harus dihancurkan atau menderita kebinasaan; pernahkah Aku mengumumkan hal semacam itu secara terbuka? Engkau mengatakan bahwa engkau tanpa harapan, tetapi bukankah ini kesimpulanmu sendiri? Bukankah ini pengaruh mentalitasmu sendiri? Apakah kesimpulanmu itu benar? Jika Aku berfirman bahwa engkau tidak diberkati maka engkau pasti akan menjadi sasaran kehancuran, dan jika Aku berfirman bahwa engkau diberkati maka engkau pasti tidak akan dihancurkan. Aku hanya berfirman sekarang bahwa engkau adalah keturunan Moab. Aku tidak berfirman bahwa engkau akan dihancurkan. Hanya saja keturunan Moab telah dikutuk, dan merupakan salah satu golongan umat manusia yang rusak. Dosa telah disebutkan sebelumnya; bukankah engkau semuanya berdosa? Bukankah semua orang berdosa telah dirusak oleh Iblis? Bukankah semua orang berdosa menentang dan memberontak terhadap Tuhan? Bukankah mereka yang menentang Tuhan menjadi sasaran kutukan? Tidakkah seharusnya semua orang berdosa dihancurkan? Jika demikian, siapakah di antara mereka yang berasal dari darah dan daging yang dapat diselamatkan? Bagaimana engkau bisa bertahan sampai hari ini? Engkau menjadi negatif karena engkau adalah keturunan Moab, dan bukankah engkau termasuk di antara orang-orang berdosa? Bagaimana bisa engkau bertahan sampai hari ini? Ketika kesempurnaan disebutkan, engkau menjadi bahagia. Engkau telah mendengar bahwa engkau harus mengalami kesusahan besar, dan menurutmu keadaan ini bahkan lebih diberkati. Engkau berpikir bahwa melalui kesengsaraan maka engkau dapat menjadi seorang pemenang, dan engkau berpikir bahwa ini bahkan merupakan berkat Tuhan yang lebih besar dan pengangkatan-Nya yang tinggi atasmu. Ketika Moab ditunjuk, kegemparan merebak di antaramu. Orang dewasa dan anak-anak sama-sama merasakan kesedihan yang tak terkatakan dan hatimu diliputi dukacita; engkau menyesal telah dilahirkan. Engkau tidak mengerti pentingnya mengapa tahap pekerjaan ini dilakukan pada keturunan Moab; engkau hanya paham mencari status yang tinggi, dan engkau murtad saat berpikir engkau tidak memiliki harapan. Ketika kesempurnaan dan tempat tujuan di masa depan disebutkan, engkau merasa bahagia. Kepercayaanmu kepada Tuhan adalah demi memperoleh berkat, dan agar engkau dapat memiliki tempat tujuan yang baik. Beberapa orang kini merasa takut akan status mereka. Sebab mereka memiliki nilai rendah dan berstatus rendah, mereka tidak ingin berupaya agar disempurnakan. Pertama-tama Tuhan berfirman tentang kesempurnaan, kemudian merujuk kepada keturunan Moab, sehingga orang-orang menyangkal jalan kesempurnaan yang mereka ikuti sebelumnya. Ini karena engkau tidak pernah mengertiarti pekerjaan ini, dan juga tidak peduli akan maknanya. Tingkat pertumbuhanmu terlalu rendah dan engkau bahkan tidak sanggup menanggung gangguan paling kecil sekalipun. Ketika engkau melihat statusmu sendiri terlalu rendah, engkau merasa negatif dan tidak memiliki iman untuk terus mencari. Manusia hanya menganggap bahwa mendapatkan kasih karunia dan kenikmatan damai sejahtera adalah simbol kepercayaan kepada Tuhan, dan mencari berkat sebagai dasar kepercayaan kepada Tuhan. Sangat sedikit orang yang berusaha mengenal Tuhan atau mengupayakan perubahan watak mereka. Kepercayaan manusia kepada Tuhan menjadikan manusia berusaha agar Tuhan memberi mereka tempat tujuan yang layak dan mengaruniakan kepada mereka segala anugerah di bawah matahari, menjadikan Tuhan hamba mereka, agar Tuhan memelihara hubungan yang damai dan bersahabat dengan mereka, dan supaya tidak akan pernah ada konflik di antara mereka. Artinya, kepercayaan mereka kepada Tuhan mengharuskan Tuhan berjanji agar memenuhi segala tuntutan mereka, memberikan kepada mereka apa pun yang mereka doakan, seperti ada tertulis dalam Alkitab “Aku akan mendengarkan semua doamu.” Mereka menuntut Tuhan agar tidak menghakimi atau menangani siapa pun, karena Tuhan adalah Yesus, Juruselamat yang baik, yang menjaga hubungan baik dengan orang-orang setiap waktu dan tempat. Cara mereka percaya adalah demikian: Tanpa tahu malu mereka selalu meminta berbagai hal kepada Tuhan, dan Tuhan selalu memberikan segalanyatanpa pandang bulu, entah mereka memberontak atau patuh. Manusia terus saja menuntut "pembayaran" dari Tuhan dan Tuhan harus membayar tanpa menolak, dan membayar dua kali lipat, entah Tuhan telah mendapatkan sesuatu dari mereka atau tidak. Dia harus selalu ada dalam kendali mereka. Dia tidak dapat mengatur manusia seenaknya, apalagi mengungkapkan hikmat dan watak-Nya yang benar, yang telah tersembunyi selama bertahun-tahun, sebagaimana yang Dia kehendaki kepada manusia, tanpa seizin mereka. Mereka hanya mengakui dosa-dosa mereka kepada Tuhan dan Dia mengampuni mereka tanpa merasa muak karenanya, dan ini berlangsung selama-lamanya. Mereka memerintah Tuhan dan Dia harus taat, seperti yang tertulis dalam Alkitab “Tuhan tidak datang untuk dilayani oleh manusia, tetapi untuk melayani. Dia datang untuk menjadi hamba manusia.” Bukankah ini yang selalu engkau percayai? Ketika tidak dapat memeroleh sesuatu dari Tuhan, engkau sekalianingin melarikan diri. Dan ketika tidak memahami sesuatu, engkau sekalian menjadi sangat kesal, dan bahkan berbuat sesuatu yang terlampau jauh hingga melontarkan segala macam caci-maki. Engkau tidak membiarkan Tuhan Sendiri mengungkapkan hikmat dan keajaiban-Nya secara penuh, sebaliknya engkau hanya ingin menikmati kemudahan dan kenyamanan fana. Sampai sekarang, sikapmu dalam kepercayaanmu kepada Tuhan adalah cara pandang lama yang sama. Jika Tuhan menunjukkan kepadamu sedikit saja kemegahan, engkau menjadi kesal; apakah engkau sekarang melihat persisnya tingkat pertumbuhanmu? Jangan berpikir bahwa engkau setia kepada Tuhan padahal cara pandang lamamu belum berubah. Ketika tidak ada apa pun yang menimpamu, engkau berpikir bahwa semuanya berjalan lancar dan engkau sangat mengasihi Tuhan. Tetapi ketika perkara yang sepele menimpamu, engkau jatuh ke Neraka. Apakah ini artinya engkau setia kepada Tuhan?

Jika tahap akhir dari pekerjaan penaklukan dimulai di Israel, pekerjaan ini tidak akan memiliki arti. Pekerjaan ini sangat penting ketika dilakukan di negara ini, ketika dilakukan pada engkau sekalian. Engkau adalah orang-orang yang paling hina, dengan status paling rendah. Engkau adalah orang-orang paling rendah dalam masyarakat dan yang paling tidak mengakui Tuhan sejak awal. Engkau adalah orang-orang yang paling jauh dari Tuhan, dan yang menderita paling parah. Karena tahap pekerjaan ini hanya demi penaklukan, bukankah paling tepat memilih engkau untuk memberikan kesaksian yang akan datang? Jika langkah pertama dari pekerjaan penaklukan tidak dilakukan padamu sekalian, maka akan sulit untuk mengembangkan pekerjaan penaklukan di masa yang akan datang, karena pekerjaan penaklukan berikutnya didapat berdasarkan fakta pekerjaan yang sedang dilakukan hari ini. Pekerjaan penaklukan hari ini hanyalah permulaan dari keseluruhan pekerjaan penaklukan. Engkau adalah kelompok pertama yang harus ditaklukkan; engkau adalah perwakilan dari seluruh umat manusia yang ditaklukkan. Jika ada orang yang sungguh-sungguh memiliki pemahaman, mereka akan melihat bahwa semua pekerjaan yang dilakukan Tuhan saat ini sungguh besar, bahwa Tuhan tidak hanya membiarkan manusia mengetahui pemberontakan mereka sendiri, melainkan juga menyatakan status mereka. Tujuan dan makna dari firman-Nya bukanlah untuk membuat manusia menjadi negatif, juga bukan untuk membuat manusia jatuh. Semua ini bertujuan agar mereka memperoleh ppenyingkapan dan diselamatkan melalui firman-Nya, membangkitkan roh manusia melalui firman-Nya. Sejak masa penciptaan dunia sampai sekarang, manusia selalu hidup di bawah wilayah kekuasaan Iblis, tanpa mengetahui adanya Tuhan dan tidak percaya adanya Tuhan. Bahwa orang-orang ini dapat disertakan dalam keselamatan besar dariTuhan dan dibangkitkan oleh-Nya benar-benar menunjukkan kasih Tuhan; mereka yang benar-benar paham akan berpikir demikian. Bagaimana orang-orang yang tidak paham berpikir? “Ah, Tuhan berfirman bahwa kita adalah keturunan Moab. Dia Sendiri berfirman kita adalah keturunan Moab. Bisakah kita mencapai keadaan akhir yang baik? Siapakah yang menjadikan kita keturunan Moab? Siapakah yang membuat kita sangat menentang Dia sebelumnya? Tuhan datang untuk menghukum kita; tidakkah engkau mengerti bagaimana Tuhan selalu menghakimi kita dari semula? Karena kita telah menentang Tuhan, maka kita harus dihajar dengan cara demikian.” Apakah perkataan ini benar? Hari ini Tuhan menghakimi, menghajar dan menghukum engkau, tetapi ketahuilah bahwa penghukuman atasmu bertujuan supaya engkau dapat mengenal dirimu sendiri. Penghukuman, kutukan, penghakiman, hajaran—semua ini bertujuan agar engkau dapat mengenal dirimu sendiri, sehingga watakmu bisa berubah, dan terlebih lagi, supaya engkau dapat mengetahui nilaimu, dan melihat bahwa semua tindakan Tuhan adalah benar, dan sesuai dengan watak-Nya dan kebutuhan pekerjaan-Nya, bahwa Dia bekerja sesuai dengan rencana-Nya untuk keselamatan manusia, dan bahwa Dia adalah Tuhan yang benar yang mengasihi dan menyelamatkan manusia, yang menghakimi dan menghajar manusia. Jika engkau hanya tahu bahwa engkau memiliki status yang rendah, sudah rusak, dan tidak taat, namun tidak tahu bahwa Tuhan ingin menyatakan keselamatan-Nya dengan jelas melalui penghakiman dan hajaran yang dilakukan-Nya di dalam dirimu hari ini, maka engkau tidak tahu cara mengalaminya, apalagi mampu terus maju. Tuhan tidak datang untuk membunuh, atau menghancurkan, tetapi menghakimi, mengutuk, menghajar, dan menyelamatkan. Sebelum kesudahan dari rencana pengelolaan-Nya selama 6.000 tahun—sebelum Dia menyatakan akhir dari setiap kategori manusia—pekerjaan Tuhan di bumi adalah demi keselamatan, semua itu bertujuan agar orang-orang yang mengasihi Dia sempurna sepenuhnya, dan menuntun mereka supaya tunduk pada kekuasaan-Nya. Tidak peduli bagaimana cara Tuhan menyelamatkan manusia, itu semua dilakukan dengan membuat mereka melepaskan diri dari sifat lama mereka yang sudah rusak; yaitu, Dia menyelamatkan mereka supaya mereka mencari kehidupan. Jika mereka tidak mencari kehidupan maka mereka tidak akan tahu cara menerima keselamatan Tuhan. Keselamatan adalah pekerjaan Tuhan Sendiri dan mencari kehidupan adalah sesuatu yang harus dimiliki manusia untuk menerima keselamatan. Di mata manusia, keselamatan adalah kasih Tuhan, dan kasih Tuhan tidak mungkin berupa hajaran, penghakiman, dan kutukan; keselamatan harus mengandung kasih, belas kasihan, dan terlebih lagi, kata-kata penghiburan, dan harus mengandung berkat tak terbatas yang dianugerahkan oleh Tuhan. Manusia percaya bahwa ketika Tuhan menyelamatkan manusia, Dia melakukannya dengan menjamah mereka dan supaya mereka memberikan hati mereka kepada-Nya melalui berkat dan anugerah-Nya. Artinya, ketika Dia menjamah manusia, Dia menyelamatkan mereka. Keselamatan seperti ini didapat dari pertukaran. Hanya ketika Tuhan menganugerahi mereka seratus kali lipat, manusia akan datang dalam nama Tuhan, dan berusaha melakukan yang terbaik bagi Tuhan dan membawa kemuliaan bagi-Nya. Ini bukan kehendak Tuhan bagi umat manusia. Tuhan telah datang untuk bekerja di bumi demi menyelamatkan umat manusia yang sudah rusak—tidak ada kepalsuan dalam hal ini; jika tidak, Dia pasti tidak akan datang untuk melakukan pekerjaan-Nya secara pribadi. Di masa lalu, cara keselamatan-Nya adalah menunjukkan kasih dan belas kasihan yang sangat besar, sehingga Dia menyerahkan segala milik-Nya kepada Iblis untuk ditukar dengan seluruh umat manusia. Hari ini tidak seperti masa lalu: Hari ini, keselamatanmu terjadi di akhir zaman, di saat masing-masing manusia dikelompokkan menurut jenisnya; cara keselamatanmu bukanlah kasih atau belas kasihan, tetapi hajaran dan penghakiman agar manusia dapat diselamatkan secara menyeluruh. Dengan demikian, yang engkau terima seluruhnya adalah hajaran, penghakiman, dan pukulan tanpa ampun. Tetapi ketahuilah bahwa dalam pukulan yang tak kenal ampun ini tidak ada hukuman sedikit pun. Ketahuilah bahwa terlepas dari betapa kerasnya firman-Ku, yang engkau terima hanyalah beberapa kata yang tampaknya sangat kejam bagimu, dan ketahuilah bahwa, terlepas dari betapa hebatnya amarah-Ku, apa yang terjadi padamu tetaplah perkataan pengajaran, dan Aku tidak bermaksud menyakiti engkau, atau menyebabkan engkau mati. Bukankah ini semua faktanya? Ketahuilah bahwa hari ini, entah itu penghakiman yang benar atau pemurnian dan hajaran tanpa ampun, semuanya adalah demi keselamatan. Terlepas dari apakah hari ini ada pengelompokan masing-masing manusia menurut jenisnya, atau penyingkapan berbagai jenis manusia, seluruh ucapan dan pekerjaan Tuhan adalah untuk menyelamatkan orang-orang yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan. Penghakiman yang benar adalah untuk memurnikan manusia, pemurnian yang tanpa ampun adalah untuk menyucikan manusia, perkataan keras atau hajaran semuanya adalah untuk memurnikan dan untuk keselamatan. Jadi, metode keselamatan hari ini tidak seperti di masa lalu. Hari ini, penghakiman yang benar menyelamatkan engkau, dan merupakan sarana yang tepat untuk mengelompokkan engkau masing-masing menurut jenisnya, dan hajaran yang tanpa ampun menuntun engkau pada keselamatan tertinggi—dan apa yang harus engkau katakan dalam menghadapi hajaran dan penghakiman ini? Bukankah engkau telah menikmati keselamatan dari awal sampai akhir? Engkau telah melihat Tuhan yang berinkarnasi dan menyadari kemahakuasaan dan hikmat-Nya; terlebih lagi, engkau telah berulang kali mengalami pukulan dan disiplin. Tetapi bukankah engkau juga sudah menerima anugerah tertinggi? Tidakkah berkatmu lebih besar dari berkat orang lain? Anugerah yang engkau terima lebih berlimpah daripada kemuliaan dan kekayaan yang dinikmati oleh Salomo! Coba pikirkan: Jika maksud kedatangan-Ku adalah untuk mempersalahkan dan menghukum, dan bukan untuk menyelamatkan engkau, dapatkah engkau hidup begitu lama? Bisakah engkau, makhluk berdosa dari daging dan darah ini, bertahan sampai hari ini? Jika hanya demi menghukummu, mengapa Aku menjadi manusia dan berusaha sampai seperti ini? Bukankah hanya perlu satu kata untuk menghukum engkau manusia biasa? Apakah Aku masih berpikir untuk menghancurkanmusetelah menghukummu? Apakah engkau masih tidak memercayai firman-Ku? Dapatkah Aku menyelamatkan manusia hanya dengan kasih dan belas kasihan? Atau bisakah Aku hanya menggunakan penyaliban untuk menyelamatkan manusia? Bukankah dengan watak-Ku yang benar lebih mudah menjadikan manusia sungguh-sungguh taat? Bukankah lebih berkuasa bila menyelamatkan manusia sepenuhnya?

Meskipun firman-Ku mungkin keras, semuanya disampaikan untuk keselamatan manusia, karena Aku hanya menyampaikan firman dan tidak menghukum daging manusia. Firman ini menyebabkan manusia hidup dalam terang, supaya mereka tahu bahwa terang itu ada, bahwa terang itu berharga, terlebih lagi supaya manusia tahu bahwa firman ini mendatangkan keuntungan baginya, dan mengetahui bahwa Tuhan adalah keselamatan. Meskipun Aku telah menyampaikan banyak perkataan tentang hajaran dan penghakiman, namun semua itu belum dinyatakan kepadamu dalam perbuatan. Aku datang untuk melakukan pekerjaan-Ku, untuk menyampaikan firman-Ku. Sekalipun firman-Ku mungkin keras, firman itu disampaikan untuk menghakimi kerusakan dan pemberontakanmu. Tujuan-Ku melakukan ini tetaplah untuk menyelamatkan manusia dari wilayah kekuasaan Iblis, menggunakan firman-Ku untuk menyelamatkan manusia. Tujuan-Ku bukanlah untuk menyakiti manusia dengan firman-Ku. Firman-Ku keras sehingga ada hasil yang didapat dicapai dari pekerjaan-Ku. Hanya bekerja dengan cara demikian, manusia dapat mengenal diri mereka sendiri dan melepaskan diri dari watak mereka yang membangkang. Makna terpenting dari pekerjaan firman adalah memungkinkan manusia melakukan kebenaran setelah memahaminya, mencapai perubahan dalam watak mereka, dan mendapatkan pengetahuan tentang diri mereka sendiri dan pekerjaan Tuhan. Hanya cara bekerja melalui berbicara yang dapat memungkinkan komunikasi antara Tuhan dan manusia, hanya firman yang dapat menjelaskan kebenaran. Bekerja demikian adalah cara terbaik untuk menaklukkan manusia; selain perkataan firman, tidak ada metode lain yang bisa memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada manusia tentang kebenaran dan pekerjaan Tuhan. Jadi di tahap akhir pekerjaan-Nya, Tuhan berfirman kepada manusia untuk menyingkapkan semua kebenaran dan misteri yang tidak mereka pahami, memungkinkan mereka mendapatkan jalan yang benar dan kehidupan dari Tuhan, dan dengan demikian memuaskan kehendak Tuhan. Tujuan pekerjaan Tuhan atas manusia adalah agar mereka dapat memuaskan kehendak Tuhan dan semua itu dilakukan untuk menyelamatkan manusia. Oleh karena itu, selama waktu penyelamatan-Nya atas manusia, Dia tidak melakukan pekerjaan menghukum manusia. Selama waktu penyelamatan manusia, Tuhan tidak menghukum yang jahat atau memberi upah kepada yang baik. Dia juga tidak mengungkapkan tempat tujuan untuk semua jenis manusia yang berbeda. Sebaliknya, setelah tahap akhir pekerjaan-Nya selesai, Dia akan melakukan pekerjaan menghukum yang jahat dan memberi upah kepada yang baik, dan baru setelah itu Dia akan mengungkapkan kesudahan dari segala jenis manusia yang berbeda. Mereka yang dihukum adalah orang-orang yang memang tidak dapat diselamatkan, sementara mereka yang diselamatkan adalah orang-orang yang telah memperoleh keselamatan Tuhan selama masa penyelamatan-Nya atas manusia. Selama masa pekerjaan penyelamatan Tuhan, semua orang yang dapat diselamatkan akan diselamatkan sampai batas maksimal, tidak seorang pun yang dibuang, karena tujuan pekerjaan Tuhan adalah menyelamatkan manusia. Semua orang yang, selama masa penyelamatan Tuhan atas manusia, tidak dapat mencapai perubahan watak mereka, semua orang yang tidak dapat menaati Tuhan sepenuhnya, mereka semua akan menjadi sasaran hukuman. Tahap pekerjaan ini—pekerjaan firman—membukakan segala jalan dan misteri yang tidak mereka pahami, sehingga manusia dapat memahami kehendak Tuhan dan tuntutan Tuhan atas mereka, sehingga mereka dapat memenuhi persyaratan untuk melakukan firman Tuhan dan mencapai perubahan watak mereka. Tuhan hanya menggunakan firman untuk melakukan pekerjaan-Nya, dan tidak menghukum orang karena mereka sedikit membangkang, karena sekaranglah waktunya pekerjaan penyelamatan. Jika setiap orang yang membangkang dihukum, tidak seorang pun akan memiliki kesempatan untuk diselamatkan; mereka semua akan dihukum dan jatuh ke Neraka. Tujuan dari firman penghakiman manusia adalah untuk menolong mereka mengenal diri mereka sendiri dan menaati Tuhan; bukan supaya dihukum oleh penghakiman dari firman itu. Selama masa pekerjaan firman, banyak orang akan menunjukkan pemberontakan dan perlawanan mereka, dan mereka akan menyingkapkan ketidaktaatan mereka kepada Tuhan yang berinkarnasi. Tetapi Dia tidak akan menghukum semua orang karena hal ini, sebaliknya Dia hanya akan menyingkirkan mereka yang rusak sampai ke akarnya dan yang tidak dapat diselamatkan. Dia akan memberikan daging mereka kepada Iblis, dan dalam beberapa kasus, membinasakan daging mereka. Mereka yang tersisa akan terus mengikuti dan mengalami penanganan dan pemangkasan. Jika selama mengikutinya, mereka tetap tidak bisa menerima penanganan dan pemangkasan dan menjadi semakin merosot, maka orang-orang ini akan kehilangan kesempatan untuk menerima keselamatan. Setiap orang yang telah menerima penaklukan firman akan memiliki banyak kesempatan untuk menerima keselamatan. Keselamatan Tuhan atas setiap orang ini menunjukkan bahwa Tuhan sangat bermurah hati kepada mereka, yaitu mereka diberi toleransi yang sangat besar. Selama manusia berpaling dari jalan yang salah, selama mereka mau bertobat, maka Tuhan akan memberi mereka kesempatan untuk memperoleh keselamatan-Nya. Ketika manusia pertama kali memberontak melawan Tuhan, Dia tidak memiliki keinginan untuk membunuh mereka, tetapi sebaliknya melakukan segala yang Dia sanggup untuk menyelamatkan mereka. Jika seseorang memang tidak memiliki ruang untuk keselamatan, maka Tuhan akan menyingkirkan mereka. Bahwa Tuhan lambat untuk menghukum seseorang adalah karena Dia ingin menyelamatkan semua orang dapat diselamatkan. Dia menghakimi, menerangi, dan membimbing manusia hanya dengan firman, dan tanpa menggunakan tongkat untuk membinasakan mereka. Menggunakan firman untuk menyelamatkan manusia adalah tujuan dan makna penting dari tahap akhir pekerjaan ini.

Sebelumnya:Hanya Mereka yang Sudah Disempurnakan Bisa Menjalani Hidup yang Bermakna

Selanjutnya:Bagaimana Mungkin Manusia yang Telah Mendefinisikan Tuhan dalam konsepsi-konsepsinya Dapat Menerima Penyingkapan Tuhan?

Anda Mungkin Juga Menyukai