Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Membangun Hubungan yang Benar Dengan Tuhan Sangatlah Penting

Orang percaya kepada Tuhan, mengasihi Dia, dan memuaskan Dia dengan cara menyentuh Roh Tuhan dengan hati mereka, sehingga memperoleh kepuasan-Nya; saat merenungkan firman Tuhan dengan hati mereka, mereka pun digerakkan oleh Roh Tuhan oleh karenanya. Jika ingin mencapai kehidupan rohani yang benar dan membangun hubungan yang benar dengan Tuhan, engkau harus terlebih dahulu memberikan hatimu kepada-Nya dan menenangkan hatimu di hadapan-Nya. Hanya setelah engkau menyerahkan segenap hatimu kepada Tuhan, engkau dapat secara bertahap mengembangkan kehidupan rohani yang benar. Jika orang tidak memberikan hatinya kepada Tuhan dalam kepercayaan mereka kepada-Nya, jika hati mereka tidak berada di dalam Dia, dan tidak memperlakukan beban-Nya sebagai beban mereka sendiri, segala sesuatu yang mereka lakukan adalah mendustai Tuhan, dan itu semua adalah perilaku orang agamawi—ini tidak layak untuk menerima pujian dari Tuhan. Tuhan tidak dapat memperoleh apa pun dari orang semacam itu; mereka hanya dapat berfungsi sebagai kontras bagi pekerjaan Tuhan, seperti dekorasi dalam rumah Tuhan, menghabiskan ruang dan tiada gunanya—Tuhan tidak memakai orang seperti itu. Dalam diri orang seperti ini, tidak ada sedikit pun kesempatan untuk pekerjaan Roh Kudus, apalagi memiliki nilai kesempurnaan. Tipe orang ini adalah "mayat hidup" yang sebenarnya. Mereka tidak memiliki komponen yang dapat dipakai oleh Roh Kudus, mereka semua telah dikuasai dan sangat dirusak oleh Iblis, dan mereka adalah sasaran penyingkiran Tuhan. Saat ini Roh Kudus tidak hanya memakai orang dengan membuat kebajikan mereka mulai bekerja, tetapi juga menyempurnakan dan mengubah kelemahan mereka. Jika hatimu dapat dicurahkan kepada Tuhan dan tetap tenang di hadapan-Nya, engkau akan memiliki kesempatan dan kualifikasi yang dapat dipakai oleh Roh Kudus, untuk menerima pencerahan dan penerangan Roh Kudus, dan bahkan terlebih lagi, engkau akan memberi kesempatan kepada Roh Kudus untuk memperbaiki kelemahanmu. Ketika engkau memberi hatimu kepada Tuhan, engkau dapat memasuki aspek positif lebih dalam dan berada di tataran wawasan yang lebih tinggi; dalam aspek negatif, engkau akan memiliki lebih banyak pemahaman atas kesalahan dan kelemahanmu sendiri, akan lebih bersemangat dalam upayamu memenuhi kehendak Tuhan; engkau tidak akan pasif, dan akan masuk secara aktif. Ini berarti engkau adalah orang yang tepat. Atas dasar pemikiran bahwa hatimu tenang di hadapan Tuhan, kunci untuk mendapat pujian dari Roh Kudus atau tidak dan menyenangkan Tuhan atau tidak, terletak pada apakah engkau dapat masuk secara aktif. Ketika Roh Kudus mencerahkan dan memakai seseorang, Dia tidak pernah menjadikan orang itu negatif, tetapi selalu menjadikannya maju secara aktif. Meskipun memiliki kelemahan, orang itu mampu hidup tanpa menuruti kelemahannya, mampu menguasai diri untuk tidak menunda pertumbuhannya dalam kehidupan, dan mampu melanjutkan upayanya untuk memenuhi kehendak Tuhan. Ini merupakan standar yang membuktikan secara memadai bahwa engkau telah memperoleh hadirat Roh Kudus. Jika seseorang selalu negatif, bahkan masih negatif dan pasif setelah tercerahkan untuk mengenal diri sendiri, dan tidak mampu bangkit dan bertindak sejalan dengan Tuhan, ia tergolong orang yang hanya menerima kasih karunia Tuhan, tetapi Roh Kudus tidak menyertainya. Ketika seseorang negatif, ini berarti bahwa hatinya belum berbalik kepada Tuhan dan rohnya belum digerakkan oleh Roh Tuhan.

Hal ini harus dikenali oleh semua orang. Dapat dilihat dari pengalaman bahwa salah satu masalah paling penting ialah menenangkan hati di hadapan Tuhan. Masalah ini menyangkut kehidupan rohani dan pertumbuhan kehidupan orang. Hanya jika hatimu damai di hadapan Tuhan, upayamu mengejar kebenaran dan perubahan watak akan membuahkan hasil. Karena engkau datang dengan beban berat di hadapan Tuhan dan selalu merasa banyak sekali kekuranganmu, ada banyak kebenaran yang perlu diketahui, banyak realitas yang perlu dialami, dan engkau harus memusatkan perhatianmu seluruhnya kepada kehendak Tuhan—semua ini selalu ada dalam benakmu dan seolah-olah menekanmu begitu kuat sehingga engkau tidak dapat bernapas, dan engkau merasakan beban berat di hatimu (tetapi tidak dalam keadaan negatif). Hanya orang seperti ini yang memenuhi syarat untuk menerima pencerahan dari firman Tuhan dan digerakkan oleh Roh Tuhan. Karena beban mereka, karena beban berat di hati mereka, dan dapat dikatakan karena harga yang telah mereka bayar serta siksaan yang telah mereka derita di hadapan Tuhan sehingga mereka menerima penerangan dan pencerahan-Nya; karena Tuhan tidak memberi kepada siapa pun perlakuan khusus. Tuhan selalu adil dalam memperlakukan orang, tetapi Dia juga tidak asal-asalan dalam pembekalan-Nya kepada orang, dan Dia tidak memberi tanpa syarat. Ini merupakan salah satu aspek dari watak-Nya yang benar. Dalam kehidupan nyata, kebanyakan orang belum mencapai ranah tersebut. Paling tidak, hati mereka belum sepenuhnya berbalik kepada Tuhan, dan dengan demikian belum terjadi perubahan besar dalam watak hidup mereka. Ini terjadi karena mereka sekadar hidup di tengah-tengah kasih karunia Tuhan, tetapi belum memperoleh pekerjaan Roh Kudus. Kriteria Tuhan untuk memakai manusia, antara lain sebagai berikut: hati mereka berpaling kepada Tuhan, mereka terbeban oleh firman Tuhan, mereka memiliki hati yang rindu, dan mereka berikhtiar mencari kebenaran. Hanya orang seperti inilah yang bisa mendapatkan pekerjaan Roh Kudus dan sering memperoleh pencerahan serta penerangan. Orang-orang yang dipakai Tuhan secara lahiriah kelihatannya tidak rasional dan tampaknya tidak memiliki hubungan yang benar dengan orang lain, walaupun mereka bertutur kata sopan, tidak bicara sembarangan, dan selalu dapat menjaga hati yang tenang di hadapan Tuhan. Namun justru orang semacam inilah yang memadai untuk dipakai oleh Roh Kudus. Orang "irasional" yang dibicarakan Tuhan ini kelihatannya tidak memiliki hubungan yang benar dengan orang lain dan tidak memiliki kasih lahiriah atau tindakan yang dangkal, tetapi ketika sedang menyampaikan hal-hal rohani, mereka dapat membuka hati dan tanpa pamrih memberi kepada orang lain dengan penerangan dan pencerahan yang mereka peroleh dari pengalaman nyata di hadapan Tuhan. Beginilah cara mereka mengungkapkan cinta kasihnya kepada Tuhan dan memenuhi kehendak Tuhan. Ketika difitnah dan diolok-olok orang lain, mereka mampu menguasai diri sehingga tidak dapat dikendalikan oleh orang, kejadian, atau hal-hal luar, dan masih dapat tenang di hadapan Tuhan. Orang seperti itu tampaknya memiliki wawasan unik mereka tersendiri. Terserah apa kata orang, hati mereka tidak pernah meninggalkan Tuhan. Ketika orang lain sedang mengobrol penuh tawa riang dan canda, hati mereka tetap berada di hadapan Tuhan, merenungkan firman Tuhan atau berdoa dalam keheningan kepada Tuhan dan mencari maksud-Nya. Menjaga hubungan yang benar dengan orang lain tidak pernah mereka jadikan sebagai fokus utama. Orang seperti itu tampaknya tidak memiliki falsafah hidup. Secara lahiriah ia tampak lincah, menawan, dan polos, tetapi ia pun memiliki ketenangan. Inilah gambaran dari orang yang dipakai oleh Tuhan. Hal seperti falsafah hidup atau "nalar biasa" tidak dapat diterima oleh orang bertipe ini; ia mengabdikan segenap hatinya kepada firman Tuhan, dan tampaknya hanya ada Tuhan di dalam hatinya. Inilah tipe orang yang dimaksudkan Tuhan sebagai orang "tanpa nalar," dan justru orang seperti inilah yang dipakai oleh Tuhan. Tanda seseorang dipakai oleh Tuhan ialah: kapan pun dan di mana pun, hatinya selalu berada di hadapan Tuhan; sehina apa pun atau sebanyak apa pun orang lain menuruti hawa nafsu dan keinginan daging, hatinya tidak pernah meninggalkan Tuhan dan dia tidak ikut arus. Hanya tipe orang seperti ini yang cocok untuk dipakai Tuhan, dan memang orang inilah yang disempurnakan oleh Roh Kudus. Kalau engkau tidak dapat mencapai titik ini, engkau tidak memenuhi syarat untuk didapatkan oleh Tuhan dan disempurnakan oleh Roh Kudus.

Jika engkau ingin memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan, hatimu harus berpaling kepada Tuhan, dan atas dasar inilah engkau juga akan memiliki hubungan yang benar dengan orang lain. Jika engkau tidak memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan, tidak peduli apa pun yang engkau lakukan untuk mempertahankan hubunganmu dengan orang lain, sekeras apa pun engkau bekerja, atau sebanyak apa pun energi yang engkau kerahkan, ini masih sekadar bagian dari falsafah hidup manusia saja. Engkau mempertahankan posisimu di tengah khalayak melalui perspektif dan falsafah manusia sehingga mereka akan memujimu. Engkau tidak membangun hubungan yang benar dengan orang lain sesuai dengan firman Tuhan. Jika engkau tidak memusatkan perhatian pada hubunganmu dengan orang lain, tetapi lebih mempertahankan hubungan yang tepat dengan Tuhan, jika engkau bersedia memberi hatimu kepada Tuhan dan belajar mematuhi-Nya, secara sangat alami, engkau akan memiliki hubungan yang benar dengan semua orang. Dengan demikian, hubungan ini tidak dibangun atas dasar keinginan daging, tetapi berlandaskan kasih Tuhan. Dalam keinginan daging hampir tidak terdapat interaksi, tetapi dalam roh ada persekutuan dan cinta kasih, penghiburan, dan pembekalan bagi satu sama lain. Ini semua dilakukan berdasarkan hati yang memuaskan Tuhan. Hubungan ini tidak dijaga dengan mengandalkan falsafah hidup manusia, tetapi terbentuk secara wajar melalui beban demi Tuhan. Hubungan ini tidak membutuhkan upaya manusia, tetapi dilakukan melalui prinsip-prinsip firman Tuhan. Maukah engkau mempertimbangkan kehendak Tuhan? Maukah engkau menjadi seseorang "tanpa nalar" di hadirat Tuhan? Maukah engkau menyerahkan segenap hatimu kepada Tuhan, dan tidak mempertimbangkan posisimu di tengah manusia? Dari semua orang yang berhubungan denganmu, dengan siapakah engkau memiliki hubungan terbaik? Dengan siapakah engkau memiliki hubungan terburuk? Apakah hubunganmu dengan orang lain benar? Apakah engkau memperlakukan semua orang dengan setara? Apakah hubunganmu dengan orang lain dijaga sesuai dengan falsafah hidupmu, ataukah dibangun di atas dasar cinta kasih Tuhan? Jika orang tidak memberikan hatinya kepada Tuhan, rohnya menjadi tumpul, mati rasa, dan tidak sadar. Orang semacam ini tidak akan pernah mengerti firman Tuhan, tidak akan pernah memiliki hubungan yang tepat dengan Tuhan, dan tidak akan pernah mengubah wataknya. Perubahan watak seseorang merupakan proses memasrahkan hati sepenuhnya kepada Tuhan dan menerima pencerahan serta penerangan dari firman Tuhan. Pekerjaan Tuhan memungkinkan orang masuk secara aktif, juga menyingkirkan aspek negatifnya setelah memperoleh pengetahuan. Ketika engkau mampu memberikan hatimu kepada Tuhan, engkau akan dapat melihat setiap gerakan halus di dalam rohmu dan akan mengetahui setiap pencerahan dan penerangan yang diterima dari Tuhan. Berpeganglah pada hal ini, maka secara bertahap engkau akan memasuki jalan disempurnakan oleh Roh Kudus. Semakin hatimu dapat tenang di hadapan Tuhan, semakin rohmu peka dan lemah lembut. Semakin rohmu mampu merasakan gerakan Roh Kudus, hubunganmu dengan Tuhan pun akan menjadi semakin benar. Hubungan yang benar antara manusia dibangun berdasarkan penyerahan hati kepada Tuhan; tidak dicapai melalui usaha manusia. Tanpa Tuhan dalam hati mereka, hubungan interpersonal antara manusia hanyalah hubungan daging, hubungan yang tidak layak, menuruti hawa nafsu, dan karena itu, dibenci Tuhan dan menjijikkan bagi Dia. Jika engkau mengatakan bahwa rohmu telah digerakkan, tetapi engkau selalu ingin bersekutu hanya dengan orang yang menarik bagimu dan menurut anggapanmu baik, sedangkan jika ada seorang pencari lain yang tidak menarik bagimu, engkau berprasangka buruk dan tidak ingin terlibat dengannya, semakin jelas terbukti bahwa engkau orang yang emosional dan sama sekali tidak memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan. Engkau berusaha membohongi Tuhan dan menutupi keburukanmu sendiri. Sekalipun engkau dapat berbagi pemahaman, tetapi jika niatmu salah, semua yang engkau lakukan hanya baik menurut ukuran manusia. Tuhan tidak akan memujimu sebab engkau bertindak menurut keinginan daging, tidak menurut beban Tuhan. Jika engkau mampu menenangkan hatimu di hadirat Tuhan dan memiliki interaksi yang benar dengan semua orang yang mengasihi Tuhan, barulah engkau layak untuk dipakai oleh Tuhan. Dengan demikian, tidak peduli bagaimana engkau bergaul dengan orang lain, ini tidak akan sesuai dengan falsafah hidup, tetapi hidup di hadapan Tuhan, mempertimbangkan beban-Nya. Berapa banyak orang seperti ini yang ada di antara engkau sekalian? Apakah hubunganmu dengan orang lain benar-benar tepat? Atas dasar apakah hubungan itu dibangun? Berapa banyak falsafah hidup yang ada di dalam dirimu? Apakah falsafah itu sudah dibuang? Jika hatimu tidak dapat sepenuhnya berbalik kepada Tuhan, engkau tidak berasal dari Tuhan. Sebaliknya, engkau berasal dari Iblis, dan pada akhirnya akan dikembalikan kepada Iblis. Engkau tidak layak menjadi salah satu umat Tuhan. Pertimbangkan baik-baik semua ini.

Sebelumnya:Dalam Imanmu kepada Tuhan, Engkau Harus Menaati Tuhan

Selanjutnya:Kehidupan Rohani yang Normal Memimpin Orang Menuju Jalan yang Benar

media terkait