Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

694 Petrus Berpegang Pada Iman dan Kasih Sejati

Mengingat pekerjaannya di masa lalu serta tingkat pertumbuhannya saat ini, Petrus sering datang menghadap Yesus dalam doa. Petrus selalu merasa menyesal dan berutang karena tidak memuaskan keinginan Tuhan, dan tidak hidup sesuai standar Tuhan. Masalah-masalah ini menjadi beban terbesarnya. Petrus berkata: "Suatu hari, aku akan mempersembahkan kepada-Mu segala milikku dan seluruh diriku. Aku akan memberi-Mu apa pun yang paling berharga." Petrus berkata: "Tuhan! Aku hanya memiliki satu iman dan satu kasih. Hidupku tidak berharga, dan tubuhku tidak berharga. Aku hanya memiliki satu iman dan satu kasih. Aku memiliki iman kepada-Mu dalam pikiranku dan kasih kepada-Mu dalam hatiku. Aku hanya memiliki dua hal ini untuk kuberikan kepada-Mu, tidak ada yang lain." Setelah mendengar ini, hati Petrus semakin dikuatkan, dan mendapatkan ilham yang lebih besar, Sehingga ketika berada di kayu salib, Petrus dapat berkata: "Tuhan! Aku tidak cukup mengasihi-Mu! Walaupun Engkau memintaku untuk mati, aku masih tidak cukup mengasihi-Mu! Ke mana pun Engkau mengirim jiwaku, apakah Engkau memenuhi janji-janji-Mu atau tidak, apa pun yang Engkau lakukan setelahnya, aku mengasihi-Mu dan aku percaya kepada-Mu." Apa yang menjadi pegangannya adalah imannya, dan kasih sejati.

Diadaptasi dari "Cara Petrus Mengenal Yesus" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebelumnya:Tuhan Ingin Semua Orang Dapat Disempurnakan

Selanjutnya:Bagaimana Berjalan di Jalan Petrus

media terkait